feature,

5 Ide Liburan Seru Di Bandung Tanpa Biaya Bersama Anak-Anak

Thursday, December 29, 2016 Lendy Kurnia Reny 32 Comments

Assalamu'alaykum, 
hai para mamah muda yang bahagia...
Anak-anak sudah mulai liburan dari sejak semingguan yang lalu kan yaa...? Pada mati gaya gak siih...kalo liburannya gak kemana-mana?



Buat yang di Bandung seperti saya, ada beberapa tempat yang bisa saya rekomendasikan untuk berpetualang bahagia bersama krucils. Kenapa bahagia? Haaha...karena gak mengeluarkan uang sama sekali. Jadi, anak-anak senang, emak pun bahagia, isn't it?

1. Perpustakaan
*Jl. Kawaluyaan (Bapusipda, Bandung)
Anak-anak saya suka banget nagih "Kapan maa...kita ke perpustakaan lagi?"
Karena perpustakaan ini, selain ramah anak (ada ruang baca khusus anak) juga ruangannya dingin. Jadi pada betah berlama-lama. Gak hanya buku, ada properti lain yang disediakan. Seperti gambar (kreasi dari sekolah-sekolah), perosotan (sebenarnya rak buku, tapi ada seluncurannya. Kereen deh!)

Fasilitas : Wi-fi, ruang baca anak dan dewasa yang terpisah baik, dan koleksi buku yang beragam.
Keunggulan :
* Koleksi buku banyak dan lengkap
* Terklasifikasi dengan baik
dari segi usia dan pemisahan ruangan
* Buku boleh dipinjam selama 2 minggu
(asal uda jadi anggota perpustakaan, free kok...tinggal dateng ke lantai 2, terus isi data sama kasih fotocopy KTP 2 lembar. Terus nanti di foto sama bapak perpus nya...gak perlu nunggu lama, langsung di print daaan....voillaa...! Kamu resmi jadi member perpus. Kereeen kan...?!?)
* Jam operasional yang panjang
dari jam 8 pagi sampai 8 malem. Kalau untuk ruang baca anak, dari jam 8 pagi - 4 sore.
Puass laah yaa...?

Kekurangan :
* Jauh dari rumah kami
(letaknya di Bandung selatan, daerah macet dan panas)

Badan Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung

Sebenarnya ada alternatif lain bagi yang tinggal d Bandung Utara. Ada perpustakaan mungil baru di Gasibu. Parkirnya memang di jalan raya yaa...tapi kalau uda masuk tamannya, anak-anak suka. Ada lap lari berwarna biru segar dan lapangan luas untuk lelarian di rumput ^^. Kamar mandi dan mushollanya pun nyaman.

Perpustakaan Gasibu
Fasilitas : Wi-fi, komputer, koleksi buku dari mulai dewasa sampai anak-anak.
Keunggulan :
* Koleksi buku novelnya up to date.
Masih baru, rapih dan bagus.

Kekurangan :
* Buku gak boleh dipinjam untuk di bawa pulang.
Jadi bacanya mesti di sana aja gitu...
* Koleksi buku anaknya kurang terklasifikasi dengan baik.
Enak untuk anak usia 2 atau 3 tahun ke atas.


2. Taman
Alhamdulillah, ada banyak taman yang bisa di-explore di Bandung.

Taman Lansia, Jl. Cisangkuy, Bandung

Taman Cibeunying, Jl. Cibeunying Selatan - Cihapit, Bandung
Di taman ini, kita bisa naik bandros biru. Tapi mesti dateng pagi jam 7 yaa...biar dapet free ticket.

Alun-alun, Jl. Asia-Afrika, Balonggede, Bandung
Taman dengan rumput sintetis ini luas banget. Dekat masjid, jadi makin nyaman.

Taman Musik, Jl. Merdeka-Sumur Bandung

Taman film, Jl. Layang Pasupati-Tamansari, Bandung
Nah...kalau ke sini dan sedang beruntung, bakal bisa nobar. Tapi sayangnya, taman ini gak punya toilet.


Pet Park, Jl. Ciliwung no. 14 - Cihapit, Bandung
Surganya yang punya hewan peliharaan niih...^^


Taman Jomblo, Jl. Taman Sari no. 66-Siliwangi, Bandung
Haha...ini mah buat kamu para jones! Upps, im sorry..^^ Asiik juga kok buat duduk-duduk manis.

3. Museum Geologi
Jl. Diponegoro No. 57, Cihaurgeulis, Bandung

Museum Geologi
Sebenarnya ke sini gak bener-bener gratis kaya ke 2 tempat sebelumnya.
Biaya masuk Rp 2000,-/orang.

Dan kita sudah bisa menikmati seluruh koleksi yang disimpan di museum ini. Ada ruang dinosaurus, planet dan hasil bumi (di lantai atas). Anak-anak senang karena ini termasuk edu-trip dan mama pun jadi belajar (lagi). Siap-siap dengan pertanyaan si kecil yaaa, mama...


4. Kampus ITB
Kalau ke sini dijamin free yaa...Main-main ke kampus ITB adalah hobi kami. Selain dekat dan banyak rumput-rumput hijau (meskipun gak boleh diinjak), tapi selalu seneng jalan-jalan ke sini. Ada banyak yang bisa dilihat. Dari mulai gedung Student Center, kolam Indonesia tenggelam, lapangan olahraga (ngliatin orang-orang main basket sambil menikmati jajanan yang dibawa dari rumah ^^) terus ke (ex) jurusan Abinya anak-anak, Arsitektur. Ada banyak tempat nongkrong (baca : duduk-duduk) dan menikmati karya seni anak Seni Rupa dan Arsitek yang dipajang di luar sambil selfie-selfie dikit. Ehhe...

Kolam Indonesia Tenggelam
Dikelilingi oleh nama jurusan yang ada di kampus ini.



5. Masjid
Naah...ini kenapa ditaruh di akhir, karena kami (saya dan anak-anak) sudah mengagendakan sejak lama perihal wisata Masjid ini. Tapi lagi-lagi, hanya ke masjid yang kami sudah kenal betul.

Masjid Salman.

Masjid Salman dan selasar masjid yang luas beserta lapangan rumput yang luas

Masjid lain yang bisa jadi alternatif adalah Masjid Habiburrahman.
Namun sayangnya, saya belum pernah ke masjid tersebut. Semoga diberi kesempatan di lain waktu yaa....Aamiin.


Tips lain agar jalan-jalannya bener-bener hemat adalah bawa makanan dan minuman sendiri dari rumah. Selain gak repot cari-cari kantin atau tempat makan yang cocok dengan selera anak, ini juga jadi ide seru buat rekreasi. Assikk kaan?


Sekian pengalaman kami nge-bolang selama liburan di Bandung. Semoga bisa menjadi inspirasi buat para mama yang tetap ingin jalan-jalan, tapi tetap ramah di kantong. Kalau ada ide lain yang belum saya tuliskan, boleh berbagi di kolom komentar yaa...
Terima kasih.


Salam hangat,







32 comments:

Blogger,

Nyi Penengah Dewanti : Merajut Impian Dalam Buku Promise, Love And Life

Monday, December 26, 2016 Lendy Kurnia Reny 34 Comments



Kekompakan grup Arisan Blogger Perempuan yang sering kami sebut #GenkIjoek ini sudah gak perlu diragukan lagi. Dari mulai berbagi kisah suka, duka, dan doa senantiasa terajut manis di grup whatsApp.

Sahabat bloger tau gak, kalau di grup kami ini para blogernya sudah pada femes semua lhoo...Jadi saya banyak belajar dan menjadi lebih bersemangat kalau obrolan kami mengarah ke hal yang positif dan serius. #eh tapi obrolan santai juga saya sering nimbrung kok...hehhe...karena sahabat-sahabat bloger memang punya passion yang berbeda-beda, namun justru itulah yang menjadi kekuatan kami.

Salah satu bloger yang akan saya bahas kali ini adalah seorang penulis buku yang telah menelurkan ratusan buku antologi dan buku solo. Salah satu buku yang saya baca adalah


Judul buku : Promise, Love And Life
Penulis       : Nyi Penengah Dewanti
Penerbit     : PT. Elex Media Komputindo
Status         : Koleksi pribadi
Genre         : Kisah perjuangan hidup
Jumlah halaman : 176  halaman
ISBN          : 978-602-02-2035-2


"Perjuangan seorang TKW mewujudkan masa depan"

Begitu kira-kira clue yang tertulis di sampul depan buku Nyi. Kira-kira yang bikin penasaran "Nyi ini usianya berapa sehingga berani melangkahkan kaki untuk bekerja ke luar negeri. Sendiri."

Kenyataan bahwa lagi-lagi masalah ekonomi di Indonesia yang belum semua rakyatnya terjamin kesejahteraannya. Meskipun Indonesia kaya dengan segala sumber daya alam, namun untuk mengolahnya, membutuhkan tenaga kerja ahli.

Nyi.
Hanya seorang gadis mungil yang menginginkan hidup berkecukupan. Untuk kaka dan terutama adik kecilnya. Kalau hanya mengandalkan penghasilan dari ayahnya yang bekerja serabutan, tentu tidak cukup. Belum lagi ayahnya pergi dan meninggalkan beban hutang pada keluarga kecil Nyi.

Kaka Nyi yang juga bekerja sebagai kenek angkot dan beberapa pekerjaan lainnya pun dilakoni. Pun seorang Nyi. Ia hidup dengan bekerja keras di warung nasi "Sederhana" milik bude Riwayati.

Usia yang begitu muda tidak menyurutkan Nyi ketika ada pilihan untuk menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke Hong Kong. Ibu mengijinkan meskipun diiringi dengan tangisan dan tentu saja, lantunan doa. Tak lupa pesan Ibu yang selalu disampaikan ketika aku menelepon. Dan sebait puisi yang dituliskan Nyi untuk Ibu.


Ibu...
Engkau adalah wujud dari sempurnanya cinta
Engkau adalah tempat paling indah di dunia

Ibu...
Ketulusanmu, keikhlasanmu
Rapuhmu dengan sukarela

Air susumu yang mengaliri hausku
Kasih sayangmu tak kan pernah bisa terjabarkan

Semua yang ada padaku
Adalah hasil dari doamu
Bukan semata dari usahaku

Ibu...
Aku menyayangimu,
Engkau bidadari di hidupku

Ya Rabb...
Jagalah Ibu untukku, untuk kakakku, dan untuk adikku


Untuk mejadi seorang TKW ternyata membutuhkan keterampilan khusus. Tidak bisa langsung berangkat dengan keampuan apa adanya. Maka dari itu sembari menunggu visa turun dari kedutaan, maka Nyi digembleng menjadi seseorang yang pintar dalam urusan kerumah tanggaan. Hingga 7 bulan kemudian, ketika visa sudah ada di tangan (agen penyalur), Nyi dibolehkan berangkat.
Dan masa tunggu tiap TKW berbeda-beda. Sepertinya tergantung keberuntungan.

Awal berada di Hong Kong, Nyi mendapat majikan yang super bawel. Seluruh masakan Nyi dikritik. Belum lagi, anak majikannya yang suka mengadu. Sedikit kesalahan bisa potong gaji.
Dan Nyi hanya mampu pasrah dan terus menguatkan doa. Karena tidak ada tempat untuk mengadu.

Mau lapor ke agen?
Yang ada, mereka hanya ngomong "Sabar, Nyi..."

Sudah selesai masa kontrak dengan majikan pertama selama 2 tahun, Nyi berpindah ke majikan kedua yang lebih baik perangainya. Paling tidak, tidak memukul dan tidak cerewet. Namun pekerjaannya tidak pernah habis. Dari mulai pekerjaan rumah tangga, membersihkan anakan kura-kura dan merawat 15 ekor kura-kura serta mengajak jalan-jalan dua ekor anjing. Belum lagi mengasuh anak majikan yang berusia 4 tahun namun berbobot 40 kg. Semua dikerjakan seharian dan berulang keeseokan harinya lagi.

Nasib baik tidak selamanya berpihak pada Nyi. Karena majikan laki-laki kerap membela Nyi kalau ada yang terjadi dengan anak majikan, hal itu membuat majikan perempuannya merasa cemburu. Akhirnya Nyi dikembalikan ke agen penyalur TKW. Dan dipulangkan ke tanah air.


"Lihatlah Tuhan....
Aku menantang nasib dengan penuh keberanian.
Aku harus berhasil membebaskan diri dari ladang kemiskinan.
Membuat mereka, orang-orang dekatku, merasakan bahagia. Tidak kekurangan.
Seandainya uang tidak lagi berarti, Tuhan..."

(kutipan dari halaman 120)


Dan kepulangan Nyi ke Indonesia tidaklah lama. Beberapa bulan kemudian, Nyi berangkat lagi ke Hong Kong karena diajak temannya untuk kembali.

November 2006.
Nyi mendapatkan majikan ketiga. Majikannya mempunyai anak laki-laki yang usilnya tingkat dewa. Sehingga Nyi pernah mengalami dikejar-kejar anak majikannya itu sambil memegang pisau.

Seiring dengan berjalannya waktu, Nyi mampu menyesuaikan diri. Dan akhirnya, Nyi dengan Felix (nama anak majikan tersebut) bisa menjadi sahabat. Saling bercerita dan berbagi. Namun setelah 5 tahun bekerja, Nyi mengundurkan diri. Berat rasanya meninggalkan rumah tersebut. Karena semua sudah saling mengenal dengan baik.

Belum lagi, karena passion menulisnya bertumbuh saat berada di rumah tersebut. Nyi beberapa kali mampu mengirimkan naskah melalui email dan lolos untuk diterbitkan, Entah itu untuk media massa maupun buku antologi.


Sungguh luar biasa perjuangan Nyi untuk sukses dan besar di dunia kepenulisan. Membaca buku Nyi membuat saya semangat. Bahwa waktu itu bisa sangat produktif kalau saja kita bisa memanfaatkan dengan baik.

Terima kasih, Nyi...
Sudah berbagi kisah dengan kami melalui tulisan-tulisanmu.

Untuk bisa kenalan dan bisa ketemu Nyi, maka berikut sosmed yang aktif.

Blog :
nyipenengah.com
bloggerkendal.com

IG :
@nyipenengah
FB :
Nyi Penengah Dewanti


Sekian review sahabat bloger kali ini.
Semoga bermanfaat.

Salam hangat,
- Arisan grup IV Blogger Perempuan -







34 comments:

feature,

Belajar Sejarah Goryeo Dalam Drama Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo

Sunday, December 25, 2016 Lendy Kurnia Reny 36 Comments

Kali ini aku mau bahas drama Saeguk. Genre drama yang paling jarang aku masukin list drama wajib tonton. Haahhaa...((ketawa pedih)), soalnya nontonnya mesti penuh aura kesedihan, kemarahan dan kekhawatiran.
Kenapa yaa...?
Mungkin karena aku salah satu jenis penonton yang selalu nganggep drama itu adalah cerminan kehidupan kita sehari-hari. Aku juga udah masuk tahap orang yang susah membedakan mana kenyataan dan cerita.

Yah,
termasuk saat nonton Drama berjudul Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo. Oh yaa, sebelumnya aku mau cerita kalau drama ini adalah kisah sejarah pada dinasti Goryeo. Jadi semua yang diceritakan based on true story. Hanya saja ada tokoh khayalan dari writer-nim, yaitu si Hae-soo (diperankan oleh Lee Ji-Eun atau IU, lead female dalam drama ini).



Kalau belajar sejarahnya pakai drama, kayanya mah...jadi gampang ngapalinnya yaa...apalagi diperanin sama aktor cakep ((macam Lee Joon Gi)). Waah...gak kerasa malah hapal sendiri.


Kenalan dulu yuuk...sama pemainnya :



Lee Joon Gi sebagai Wang So (Gwangjong)

Karakter :
Berpendirian kuat, loyal, setia (termasuk dalam hal asmara). Di drama ini, dikisahkan Wang So setia banget sama Hae-soo, meskipun mereka tidak bisa menikah karena politik dan urusan negara.
Dan dalam sejarah pun, Wang So hanya memiliki 2 istri (tanpa selir).









Lee Ji-eun (IU) sebagai Hae-soo (Go Ha-jin)

Karakter :
Ceria, perhatian sama semua orang yang berada di sekelilingnya, dan senang membantu.
*emm...standar tokoh lead female pada umumnya.

Dan jadi agak complicated karena dari 8 pangeran, 4 diantaranya pada suka sama doi. Kisah cintanya dibalut sangat indah. Kesannya Hae-soo tetep wanita yang setia (meskipun dengan dua hati).





Ki - Ka : Wang Wook, Wang Jung, dan Wang Eun

Selain Wang So, ketiga pangeran di atas ini yang juga jatuh cinta sama Hae-so. Meskipun 4 pangeran lainnya gak cinta, tapi gak ada niatan untuk nyakitin kok. Memang irama nonton drama saeguk kan...agak-agak bikin stres yaa...


Korea, 2016 - Seorang wanita tengah menikmati minuman soju di pinggir danau. Sambil memegang cermin, ia mengamati wajahnya yang lebam dan berkata "Aku ingin melupakan semuanya dan tidur selama seribu tahun. Tapi itu gak mungkin."
Sambil terus meracau nasib yang tengah diderita, tiba-tiba ia melihat ada anak kecil yang akan tenggelam di danau. Awalnya gadis yang bernama Go Ha-jin ini tidak ingin ikut campur urusan orang lain, karena masalahnya sendiri aja uda cukup bikin doi termehek-mehek.

Tapi karena dasar orangnya baik, maka ia berlari dan menceburkan diri di danau untuk menyelamatkan si bocah. Si anak berhasil ditarik ke atas perahu, namun sayang...Ha-Jin malah tenggelam.



Goryeo, 918-943 - Diperintah oleh Taejo Wang Geon, seorang raja yang berlatar belakang dari keluarga pedagang yang kaya raya. Pada masa pemerintahannya, Wang Geon berhasil mempersatukan Korea dalam skala besar dan bertahan hingga 400 tahun. Untuk menstabilkan politik, Wang Geon menikah dengan banyak istri dan selir. Kalau aku hitung niih...ada 27 istri dan 35 orang anak.

Dalam drama ini, diceritakan ada 8 pangeran.
♔ Wang Mo (Ibunda : Permaisuri Janghwa)
♔ Wang Yo, Wang So dan Wang Jung (Ibunda : Permaisuri Sinmyeongsunseong)
♔ Wang Wook (Ibunda : Permaisuri Jeongdeok)
♔ Wang Won
♔ Wang Eun
♔ Wang Baek-ah



"Wang" yang artinya raja, namun juga punya arti lain...yaitu memang nama marga dari Wang Geon sendiri. Jadi anak-anaknya sudah bermarga "Raja" selagi kecil. Hoohoo...

Drama bergulir tentang kehidupan istana dan bagaimana akhirnya Wang So (pangeran ke 4) bisa naik tahta padahal awalnya Wang So dikucilkan oleh keluarga kerajaan karena memiliki bekas luka di wajahnya. Itulah kenapa Wang So pakai topeng ((tapi tetep ganteng, karena tatapan matanya yang galak...#eh)) di awal-awal episode sampai ada kejadian ritual memanggil hujan.


"Atas kehendak langit" Wang So terpilih menjadi pemimpin ritual doa meminta hujan yang seharusnya dilakukan oleh putra mahkota (Pangeran Wang Moo, anak pertama Taejo Wang Geon). Karena putra mahkota sedang bertugas di medan perang.


Wang So masih belum sepenuhnya percaya diri. Maka dengan melangkah penuh keraguan, ia tampil di hadapan rakyat. Dan berakhir dengan dilepari batu juga tanah liat. Kebencian rakyat karena Taejo Wang Geon malah memilih pangeran ke-4 sebagai utusan terus menuai kontra.

Gagal lah ritual hujan pada hari pertama.

Dilanjutkan di hari kedua. Dengan bantuan Hae-Soo, Wang So berubah jadi Joon Gi #hehee...jadi pangeran tampan impian semua wanita (*uhhuuk)



Semakin bahagia Wang So ketika ritual ini berhasil. Hujan turun, rakyat pun senang.

Wang So menuai pujian, tidak hanya dari rakyat, tapi juga diakui anak oleh ayah Taejo Wang Geon. Heuu...terharru....

Perjalanan panjang Wang So untuk dapet pengakuan dan kisah cinta yang gak menye-menye (iyaa lah...jaman Goryeo mau menye-menye...gak mungkin!) bikin drama ini asik di tonton bolak-balik. Chemistry antara Hae-soo dan Wang So juga dappeet banget!

Pemerintahan Taejo Wang Geon berakhir (di episode 13) pada tahun 943. Wang Geon memerintah selama 25 tahun dan di usia 66 tahun meninggal karena sakit.



Goryeo, 943-945 - Tampuk pemerintahan langsung digantikan oleh putra mahkota, Wang Mo. Dan diberi nama Raja Hyejong (pemberian nama atas dasar apa, ini aku gak tau...kayanya siih...suka-suka si Raja aja gittu...).

Hanya memerintah selama 2 tahun, karena Wang Mo sedari awal mengidap penyakit. Jadi meninggalnya karena sakit. Tapi di drama ini (seperti kata sejarawan) bahwa kemungkinan ia dibunuh oleh saudara-saudara tirinya sendiri. Karena berikutnya yang naik tahta bukan berdasarkan titah Raja sebelumnya, seperti saat Taejo Wang Geon.


Goryeo, 946-949 - Konspirasi yang dilakukan pangeran ke 3 untuk mendapatkan tahta, berhasil. Ia naik menjadi raja ketiga dinasti Goryeo karena ambisi Ibunya. Ia memberi nama pemerintahannya dengan nama Jeongjong. Dan ingin memindahkan Ibukota ke Cheondokchon, namun tidak berhasil sampai akhir hayatnya.

Masanya pemerintahannya pun hanya bertahan 3 tahun. Karena si Raja terus mendapat tekanan dari banyak pihak, ditambah halusinasi orang-orang yang sudah dibunuhnya, termasuk adik tirinya sendiri. Pangeran ke-10, Wang Eun dan seluruh keluarganya habis dihabisi oleh Wang Yo. Karena dianggap melakukan pemberontakan.


Goryeo, 949-975 - Wang So naik tahta ((horee...Rajanya Joon Gi...^^)).
Di drama ini, ia sudah menikah duluan dengan anak Raja Hyejong (yang saat itu masih usia anak-anak), dengan tujuan agar Wang So melindungi raja dari serangan penguasa-penguasa yang saat itu sedang memberontak. Dengan kedudukan yang kuat, selain sebagai saudara tiri, Wang So juga anak menantu, maka seluruh kepercayaan Raja saat itu berpusat padanya.

*seddih memang...mengingat Wang So cinta banget sama Hae-soo.
Tapi karena ini sejarah, jadi gak bisa diutak-atik seenaknya sendiri.

Untuk memperkuat posisi politiknya, ia juga menikah (lagi) dengan saudara tirinya sendiri. Permaisuri Hyeon-hwa.


Dan pemerintahan Gwangjong ini sangat fenomenal, karena mampu bertahan selama 26 tahun. Setahun lebih lama dari pemerintahan ayahandanya. Meskipun dikenal sebagai Raja yang kejam, tapi saat awal pemerintahannya ia banyak melakukan perubahan. Dari mulai membebaskan perbudakan sampai mengganti seluruh kepemerintahan dengan wajah baru. Bukan dari kalangan keluarga dan orang kaya aja.


Dan drama ini berakhir di pemerintahan Gwangjong.


Dalam drama 20 episode ini memang gak happy ending. Tapi aku cukup puas dengan endingnya yang nggantung. Justru bikin aku berimajinasi, gimana kalau pasangan #sosoocouple (sebutan untuk Wang So dan Hae-soo) ketemu di jaman sekarang...?
Pasti maniiiss deh....\^o^/

source : Instagram


Jadi pas nonton drama ini, kita ambil learning pointnya bahwa "Ingin dikenal sebagai apa kamu?"
Sebagai orang yang baik dan banyak membantu orang lain? Atau orang yang jahat?

Selain itu,
Mempunyai banyak istri dan anak belum tentu menjamin pendidikan akhlaknya.
Drama ini mengajarkan adanya sibling rivalry (persaingan antar saudara) yang kuat sekali. Demi tahta dan harta, mereka jadi mengabaikan norma-norma yang seharusnya dipegang.

Ketamakan.
Keserakahan.
Dan ambisi sangat kuat digambarkan.

Semoga kita dan keluarga dijauhkan dari sifat-sifat tersebut dan menjadi insan mulia. Karena kita akan dikenang sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain. Itulah tugas mulia manusia di bumi.


Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam hangat,

\ Korean Drama Addict /



Foot note:
Drama Korea itu selalu didukung sama soundtrack-soundtrack kece. Buat yang jatuh cinta banget dan susah move on sama drama yang satu ini ((seperti aku))...bisa download OST nya di link berikut :

http://www.koreanagassi.com/2016/08/ost-k-drama-moon-lovers-scarlet-heart.html

(tinggal di copas lalu masukkan ke browser kamu yaa....OST drama Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo lengkap!)
Selamat menikmati...^^ chingu.

source : Instagram

36 comments:

Institut Ibu Profesional,

[Materi 10] Membangun Komunitas, Membangun Peradaban

Thursday, December 22, 2016 Lendy Kurnia Reny 3 Comments



Menjelang akhir materi di kelas Matrikulasi Koordinator IIP, kami merasa telah digodog oleh Bunda Septi. Bersama sahabat-sahabat seperjuangan, kami diberi materi penutup sekaligus pengunci dari keseluruhan ilmu yang sudah diperoleh (meminjam istilah dari sahabat RB Menulis, teh Shanty).


Membangun Komunitas Membangun Peradaban
Materi #10 - Matrikulasi Koordinator IIP
----------------------------------------------------------------------------



It takes a Village to raise a CHILD 
Perlu orang sekampung untuk membesarkan anak


Dulu, 
pendidikan dimaknai, dipahami dan dijalankan oleh para keluarga dan komunitas secara berjamaah. Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk membentuk komunitas yang lebih baik. Demikian juga sebaliknya, komunitas memerlukan pendidikan untuk mengangkat derajat posisi peran personal dan komunal yang lebih baik di muka bumi ini serta memuliakan kearifan dan akhlak yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.


Pendidikan bukan lahir karena adanya komunitas atau masyarakat, justru pendidikanlah yang melahirkan komunitas dan peradaban.


Pendidikan adalah tanggung jawab keluarga dan komunitas, karena keluarga dan komunitaslah yang paling paham peran yang paling bermanfaat untuk dirinya, yang paling tahu sisi kekuatan dan kelemahan dirinya.


Maka sudah saatnya kita mengembalikan keluarga dan komunitas yang kita bangun sebagai sentra pendidikan peradaban. Karena sesungguhnya peradaban adalah milik keluarga dan komunitas, karena di dalamnya akan muncul karya peradaban dan generasi peradaban yaitu anak-anak kita.


Tahapan Membangun Peradaban Dalam Komunitas

Membangun peradaban di komunitas bisa dijalankan seiring dengan membangun peradaban pada diri kita sendiri dan membangun peradaban di keluarga. 

a. Setiap manusia memiliki Misi Individual
Setiap manusia dilahirkan dengan karakteristik yang unik, maka tugas dan peran yang akan dijalaninya di muka bumi ini juga pasti unik.

b. Setiap keluarga memiliki Misi Keluarga
Misi keluarga bisa jadi misi bersama yang menjadi ke-khas-an setiap keluarga. Misi keluarga ini bisa jadi kombinasi dari sifat keunikan ayah, ibu dan anak. Atau bisa juga karena ada dominasi sifat yang mewarnai kekhasan keluarga. Di titik ini kita paham, apa rahasia besar Allah mempertemukan kita (suami dan anak-anak) dalam satu keluarga.

c. Setiap komunitas memiliki Misi Peradaban
"Burung yang berbulu sama pasti akan saling bertemu."

Inilah mungkin yang menyebabkan kita bisa berkumpul di komunitas Ibu Profesional, belum pernah saling ketemu muka, tapi rasanya sudah satu chemistry, karena sebenarnya kita sedang membawa misi peradaban yang sama. Yaitu membangun rahmat bagi semesta alam lewat dunia pendidikan anak dan keluarga. 


Values Komunitas

Values komunitas adalah berbagi dan melayani, bukan menuntut.

Maka :
a. Mulailah dari diri kita
b. Berbagi apa yang kita miliki
c. Satu alasan kuat karena anda ingin melayani komunitas, bukan untuk mencari popularitas, atau bahkan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.


Taat Asas

Kemudian tahap berikutnya adalah pahami, komunitas Ibu Profesional ini hadir dan berkembang di Indonesia. Dimana asas kebangsaan yang dianut di Indonesia adalah asas Bhineka Tunggal Ika. Sebagai warga negara yang baik kita perlu taat asas. Maka pahamilah bahwa kita ini adalah beragam.

Perbedaan itu akan menjadi rahmat, maka berjalanlah secara

HARMONI dalam KEBERAGAMAN
GERAK dan KEBERMANFAATAN


Jangan khawatr dengan jumlah, karena banyak dan sedikit itu tidak penting, yang penting adalah gerak anda dan asas kebermanfaatan kita bagi sesama.
Pakailah prinsip sebagai berikut :

❀Andaikata ada seribu ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga, maka salah satunya adalah SAYA.

❀Andaikata ada seratus ibu yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga, maka salah satunya pasti SAYA.

❀Andaikata hanya ada satu ibu saja yang mau memperjuangkan peradaban melalui pendidikan anak dan keluarga, maka itulah SAYA.


Rumah adalah miniatur peradaban, bila potensi fitrah-fitrah baik bisa ditumbuh suburkan, dimuliakan dari dalam rumah-rumah kita, maka secara kolektif akan menjadi baik dan mulialah peradaban.

Selamat membangun komunitas, membangun peradaban, 
Selamat bergabung di komunitas Ibu Profesional dan bersiaplah menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga.


Salam,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Radja Grafindo, 2000
Harry Santoso dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2015
Ibu Profesional, Membangun Komunitas, Materi Perkuliahan IIP, 2015





Nice Homework #10
šŸ“šMembangun Komunitas, Membangun PeradabanšŸ“š

Kali ini kita akan melihat diri kita sebagai seorang yang sudah menjalankan peran di komunitas.
Lihat posisi anda saat ini, kemudian amati peran peradaban apa yang sedang dititipkan Allah di pundak teman-teman semuanya.

Maka buatlah essay pendek, dengan judul posisi anda saat ini.

Contoh
KOORDINATOR KOTA

a. Bagaimana kondisi masyarakat/member yang saya pimpin saat ini?
b. Tantangan-tantangan apa saja yang saya hadapi?
c. Apakah bakat yang sudah Allah berikan untuk saya, sehingga mendapatkan amanah ini?
d. Bagaimana saya menggunakan bakat tersebut untuk kebermanfaatan komunitas?
e. Tahun depan, perubahan apa saja yang akan saya lakukan untuk komunitas/Rumah Belajar/di kota kami?

Pertanyaan-pertanyaan itu hanya contoh, bisa anda modifikasi sendiri sesuai aliran hati yang teman-teman rasakan.

"Allah tidak akan membebani kaumnya, melebihi kemampuannya"


Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/



Komunitas Ibu Profesional - Komunitas pertama yang saya kenal dan membuka pemikiran saya mengenai indahnya menjadi Ibu. Bahwa menjadi Ibu itu bukan aktivitas yang memalukan dan rendah. Di komunitas ini, saya banyak bertemu dengan sesama Ibu yang sedang berjuang dan akan terus berjuang untuk membimbing buah hati menjadi generasi penerus yang islami dan menegakkan dien. Saya tentu sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan. Untuk membentuk sebuah kebiasaan, mulailah saya memberanikan diri mengajukan ketertarikan saya dalam hal berkomunitas.

Pada dasarnya, saya senang bersosialisasi. Berhubungan dengan orang baru. Meskipun kadang mungkin terkesan sok tahu, saya sedikit demi sedikit belajar mengontrol diri dan emosi bahwa untuk menjadi seseorang yang tahu itu tidak cukup. Saya harus menjadi orang yang bijak. Sehingga dalam menyampaikan apa yang saya tahu, tidak membuat orang lain merasa digurui.

Maka,
langkah berikutnya setelah saya menjadi koordinator kota Bandung (dulu masih disebut koordinator, sekarang berubah menjadi fasilitator), saya banyak belajar. Hal yang tidak pernah saya lupakan dahulu adalah sebuah proses berharga.

Saling bertukar pikiran. Kadang debat pun tak terelakkan. 
Begitulah kami saling mendekatkan diri. 


Saya merasa kontribusi saya dalam komunitas Institut Ibu Profesional memang belum maksimal. Dikarenakan saya masih memetakan diri saya. Melalui program Matrikukasi, saya sedang mengumpulakan beberapa kepingan ilmu yang sudah saya dapatkan selama ini dan saya mencari benang merahnya.

Terus bergerak dan bergerak, minimal dalam keluarga dahulu, barulah keluar rumah untuk berkomunitas. Inside out. Begitu Bunda sering menyebutkan.

Posisi yang saya pegang saat ini adalah sebagai admin dari Bandung wilayah Utara 1 dan 2. Semoga ke depannya, saya bisa lebih menghidupkan ghirah (semangat) belajar Ibu-Ibu melalui kulwap dan rumah belajar yang tersebar di Bandung.

Amanah lain : (wakil) Rumah Belajar Menulis dan Fasilitator Rumah Belajar Dago.


Terima kasih, Bunda Septi.
Terima kasih, sahabat-sahabat fasil dimana pun berada, khususnya di kota Bandung.

Semoga saya tidak (pernah) berhenti belajar hingga hayat ini tak dikandung badan lagi.


Salam hangat,
// Fasilitator IIP - Bandung //

3 comments:

feature,

Merancang Hidup Di Tahun 2017 : Yes Or No?

Friday, December 16, 2016 Lendy Kurnia Reny 39 Comments



Tak terasa, kita sudah berada di penghujung tahun lagi. 
Apa yang sudah dilakukan atau bahkan dicapai di tahun 2016?
Perlu gak siih...kita merancang hidup kita di tahun 2017?
Seberapa banyak dan seberapa perlu?

Ini adalah resume dari seminar yang saya ikuti di program NLP Talks. Entah mengapa, saat mengikuti acara NLP Talks, selalu ada energi dan ilmu baru yang saya dapat. Dan memang motto saya juga siih...kalau ikut seminar, harus ada yang dipetik hikmahnya.

Acara ini rutin dilaksanakan tiap awal bulan dengan biaya yang relatif terjangkau. Pembicaranya, heumm...gak perlu diragukan lagi. Sudah sangat berkompeten di bidangnya. Dengan cara penyampaian yang humble dan mudah dipahami. Bagi yang awam sekalipun.

Special for Bandung.
“Demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 
(QS Al-Anfal [8] : 53)


Berdasarkan ayat di atas, maka saya yakin kalau hidup itu sangat perlu direncakana. Berubah adalah salah satu caranya.

Seperti salah satu analogi dari salah satu peserta NLP hari itu bahwa :
"Hidup yang terencana bagaikan kita bermain bola. Bagaimana mungkin kita bermain bola tanpa adanya gawang?
Maka, hidup itu perlu gawang sebagai goal kita untuk mencapai sesuatu.

source : pixabay

Bagaimana caranya?
Mas Aji memaparkan, ada 2 cara pendekatan dalam merencakan hidup, yakni :
Dari Atas ke Bawah
Menuliskan mimpi ingin menjadi apa kita setelah 5 tahun kemudian, barulah mengerucut menjadi semakin detail.

Dari Bawah ke Atas
Menuliskan titik-titik yang ingin dicapai dan dikelompokkan, kemudian membuat tema.

Masih bingung yaa...?

Coba menuliskan seperti yang di tabel di atas gambarkan. Dari mulai bawah yaa...

Impian apa yang ingin dicapai di tahun 2017? . . . 
1. Lingkungan (Internal & Eksternal Environment)
Dengan siapa?
Dimana?
dan kapan?

2. Perilaku (Internal & Eksternal Behaviour)
Perilaku apa saja yang harus dijadikan kebiasaan untuk menggapai impian tersebut.

3. Kapabilitas (Skills & Capabilities)
Kemampuan apa yang sudah kita miliki untuk menggapai impian tersebut?

4. Keyakinan (Belief & Values)
Kita harus YAKIN apa yang kita cita-citakan.
Karena kalau kita sendiri masih belum yakin dengan apa yang kita impikan, bagaimana mungkin bisa terwujud?

5. Identitas (Identity)
Ini penting. Bagaikan branding diri yaa...
Ingin dikenal sebagai apa kita?

Kalau kata mas Aji, saat ingin dikenal sebagai penulis, maka mas Aji membuat kartu nama dan diberi penjelasan di bawahnya bahwa beliau seorang author bukan trainer lagi.
Karena impian mas Aji di tahun depan adalah ingin menerbitkan buku setelah vacuum selama 3 tahun.

Materi ini sebenarnya sangat berkaitan dengan materi Matrikulasi yang sedang saya ikuti.

Baca juga :

Misi Spesifik Hidup & Produktivitas

Untuk menuliskan Be-Do-Have.
Be - Ingin menjadi apa?
Do - Ingin melakukan apa?
Have - Ingin memiliki apa?

Be - Do - Have saya, lendyagasshi #Resolusiku2017

6. Spiritual
Untuk apa dan siapa saya melakukan ini semua.
Penting yaa...agar kita merasa apa yang sudah kita lakukan bisa bermanfaat untuk orang lain. Bukan dari segi profit, tapi lebih untuk kebermanfaatan.

Baca juga :


Berkaitan dengan materi matrikulasi #9

Karena apa yang kita lakukan akan mengubah segala perilaku dan itu yang ada di kendali kita. Perilaku yang dilakukan terus-menerus akan menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan tersebut akan memvisualisasikan impian.

Yaah...memang sepertinya tidak semua orang yang suka membreak-down segala yang akan dilakukan. Karena sejujurnya saya pun begitu. Namun untuk menggapai suatu impian, ada baiknya kita fokus melakukan hal tersebut terus-menerus. Karena itu bagaikan doa yang dipanjatkan di tiap kebaikan yang dilakukan.

Jadi,
Untuk sahabat-sahabat yang masih bingung ingin seperti apa di tahun depan (2017), ada baiknya melakukan apa yang paling kita suka saat ini. Dunia yang paling dekat dengan kita saja...
Seperti kata Bunda Septi, apa yang bila kita lakukan akan menimbulkan 4 E (Enjoy, Easy, Excellent and Earning).


Berhubung impian saya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan adalah di bidang tulis-menulis, maka  tulisan ini saya ikutkan ke Hidayah-Art First Giveaway "Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan".
Buat sahabat yang ingin berbagi cerita tentang #Resolusiku2017 bisa ikutan Giveaway ini sekalian gapai impian dan hadiahnya yuuk....

Sampai jumpa di materi NLP Talks berikutnya...


Menikmati proses yang dijalani untuk menemukan misi hidup, itu adalah kata kuncinya.
Semoga bermanfaat.


Salam hangat,




39 comments:

Materi Matrikulasi

[Materi 9] Bunda Sebagai Agen Perubahan

Wednesday, December 14, 2016 Lendy Kurnia Reny 8 Comments



Memasuki 2 materi terakhir dari kelas Matrikulasi - Koordinator IIP, membuat saya semakin banyak mencerna, ke arah mana sebenarnya maksud dari pembelajaran saya selama ini. Maka seperti kata Bunda Septi, untuk teruslah berproses, nanti Alloh yang akan pahamkan. Berbekal keyakinan itu, saya semakin bersemangat mengerjakan NHW demi NHW.


Bunda Sebagai Agen Perubahan
Materi #9 - Matrikulasi Koordinator IIP
---------------------------------------------------------------


Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena,

“Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi” 


Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.


Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi Misi Spesifik hidup kita, Kita harus paham jalan hidup kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai cara menuju sukses.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga.
Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY. 

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan. 

Maka gunakan pola kaizen (Kai=Perubahan, Zen=Baik).
Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.


Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat atau komunitas sekitar kita.
Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di rumah tangga ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini.
Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.


START FROM THE EMPHATY

Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga. 
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah Emphaty maka tambahkan Passion, hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali solusi di masayarakat


KELUARGA tetap nomer 1.
Ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes, maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, lampu merah. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

Salam,
/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta, 2012
Ashoka Foundation, Be A Changemaker: Start from the Emphaty,  2010
Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari,  2016





Nice Homework #9
šŸ“šBunda Sebagai Agen PerubahanšŸ“š


Bunda,
kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE


Social Venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan Social Enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yang sederhana.
Lihat diri kita, apa permasalahan yang kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yang dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yang memiliki permasalahan sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yang ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya?
Isilah bagan-bagan di bawah ini:

contoh tabel Social Venture

Selamat menjadi agen perubahan. Karena,

Everyone is a Changemaker(Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya, untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam,
/Tim Fasilitator IIP/



NHW #9 lendyagasshi


Salam hangat,
- Fasilitator IIP Bandung

8 comments:

Wisata

Outbound Ke Villa Kancil Bersama RA Permana Asih

Monday, December 12, 2016 Lendy Kurnia Reny 15 Comments



"Children learn as they play.
Most importantly, in play children learn how to learn."

Bermain adalah sarana yang dibutuhkan anak-anak untuk mempelajari sesuatu. Dengan bermain, mereka bisa menemukan hal yang luar biasa. Berbekal tujuan itulah, sekolah kaka Ai dan adik Hana sering mengagendakan acara outing untuk outbound atau fieldtrip. Karena selain melatih kemandirian anak, juga terasa mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak.
*ehhe...kaya yang sebelumnya gak deket aja yaa...? šŸ˜ƒ

sebelum berangkat, bisa cek di google map dulu rutenya


Perjalanan yang harus kami tempuh dari RA Permana Asih pada jam 6 pagi di titik kumpul gedung B4T, jalan Sangkuriang menuju Villa Kancil-Kampoeng Soenda, Majalaya, membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan via tol Cileunyi.

Sesampainya di tempat tujuan, gerimis mewarnai petualangan kami kali ini. Tapi sungguh tidak menyurutkan semangat anak-anak RA Permana Asih dalam melakukan aktivitas. Dengan riang gembira, mereka menuruti apa yang diarahkan oleh kaka pembina dari Villa Kancil.

Para krucils berbaris dengan rapi untuk senam bersama



Setelah senam, barulah anak-anak diajak berkeliling untuk melakukan rangkaian kegiatan outbound. Dari mulai yang sederhana, seperti melompati ban kemudian merangkak di dalam lubang ban berwarna-warni, naik ke atas ala wall climbing dengan kemiringan 45 derajat kemudian jalan di atas jembatan tali. Untuk turunnya, anak-anak bisa memilih 2 cara yang disukai, yaitu meluncur di perosotan atau lewat tangga.


Jajaran Guru RA Permana Asih yang hebat dan ceria

Siswa-siswi RA Permana Asih yang bersemangat


Keseruan ini baru awal lhoo....bakal ada keseruan berikutnya yang menantang, karena pada permainan pertama ini melatih kecepatan dan ketepatan. Anak-anak yang merangkak melatih keseimbangan antara otak kiri dan kanan.

Berikutnya,
permainan melatih keseimbangan. Anak-anak akan diajak menyeberangi sungai hanya bertumpu pada palang kayu berukuran (kira-kira) satu setengah jengkal. Cukup lebar untuk ukuran kaki dewasa, karena saya pun ikut mencoba sensasi menyeberangi sungai sedalam dada orang dewasa ini. Menegangkan!
Karena saat dipijak, kayunya sedikit bergoyang seperti tidak seimbang. Namun karena permainan ini mengajarkan untuk fokus. Maka dengan perjuangan, alhamdulillah anak-anak satu demi satu sampai ke tujuan.




Hujan semakin deras mengguyur anak-anak. Namun karena sudah bermandikan air hujan sedari awal, maka permainan masih terus dilanjutkan. Berikutnya balapan naik kapal tambang. Senangnya anak-anak bergoyang-goyang di atas kapal sembari bekerja sama menarik tali untuk sampai di seberang dan kembali lagi ke tempat awal.

Permainan berkelompok ini tentu mengajarkan kerjasama, kekompakan dan keseimbangan. Tidak ada anak-anak yang boleh berdiri di atas kepal, untuk menjaga keseimbangan.

Ada 3 permainan terakhir, yaitu naik kapal yang ditarik dengan kerbau, meniti titian keseimbangan dan menangkap ikan.

Ai dan Hana naik kerbau ^^

Karena harga paket di Villa Kancil sudah termasuk dengan makan siang, jadi setelah lelah bermain, kami pun menkmati hidangan nasi kotak dengan lauk ayam kriuk yang lezat di saung yang telah disediakan di pinggir-pinggir area.

Suasana sunda banget!



Pemandangan dan suasana khas pedesaan inilah yang membuat pengunjung nyaman dan betah berlama-lama. Apalagi kalau mainnya di waktu yang tepat (gak rame dengan pengunjung lain). Maka kita bisa bersantai menikmati semua permainan yang ditawarkan dan jalan-jalan mengelilingi wilayah Villa Kancil.

Ada kolam renangnya lengkap dengan permainan perosotan yang kekinian banget deeh...pokonya. Namun sayang, kami tidak mencobanya. Mungkin lain waktu kalau bermain ke Villa Kancil lagi, kami berkesempatan mencoba berenang di sini.

Tempat bilas dan kamar mandinya bersih dan banyak. Ingin yang bernuansa saung ataupun yang modern. Airnya pun terbilang hangat bila baru keluar dari kran. Jadi anak-anak pun nyaman.

Untuk yang ingin menghabiskan waktu berlibur ke sini, bisa buka reservasi :

Web :
villa-kancil.com

Alamat :
Jalan Raya Desa Padamukti. Solokan Jeruk, Majalaya
Bandung, Indonesia

No. Telp :
 0812-2220-3895 atau 0852-2226-4748

Jam Operasional :
Setiap hari Senin - Minggu (kecuali Jum’at libur), mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB


Mari berlibur seru ke Villa Kancil bersama keluarga \**/


Salam hangat,







15 comments: