Korean Drama

King Of Baking, Kim Tak-Goo : There's No Short Cut In Our Lives

Tuesday, September 13, 2016 Lendy Kurnia Reny 12 Comments



Judul Drama : Love, Bread, and Dreams ( 제빵왕 김탁구 / King of Baking, Kim Tak-Goo )
Penulis         : Kang Eun-Kyung
Sutradara    : Lee Jung-Sub
Genre           : Family, Love, Romance, Betrayal.
Network       : KBS2
Episode        : 30 episode


Main Actor/Actress :

Yoon Si-Yoon

sebagai Kim Tak-Goo.

Sifatnya hi-temprament, namun baik hati dan tulus. Memiliki masa lalu yang menyedihkan. Ia (terpaksa) berpisah dengan orang-orang yang di cintai, terutama Ibunya.
Perjalanan mencari Ibunya inilah dikisahkan sangat rumit dan penuh dinamika dalam drama 30 episode ini.







Joo Won

sebagai Gu Ma-Jun

Anak laki-laki yang sangat diharapkan agar bisa mewarisi usaha roti kebanggan keluarga GeoSung ini ternyata bukan darah daging Gu Il-Sung (ayah). Ia lahir dari perselingkuhan antara Ny. Seo dan sekretaris Han.

Sifatnya menjadi sangat ambisius dan hatinya kotor oleh sifat iri, dengki serta tamak.





Eugene

sebagai Shin Yu-Kyung

Teman semasa kecil Tak-Goo dan mereka saling jatuh cinta. Setelah 12 tahun berpisah, mereka ditakdirkan untuk bertemu kembali. Namun masa lalu Yu-Kyung yang sering direndahkan, bahkan disiksa oleh ayahnya sendiri, membuat ia menyimpan banyak dendam dan lama-kelamaan berbuah menjadi tamak.







Lee Young-Ah

sebagai Yang Mi-Sun

Sifatnya galak tapi baik hati. Ceria dan penuh semangat. 
Namanya mirip dengan Ibu Tak-Goo tak terkecuali kata-kata Mi-Sun kerap membuat Tak-Goo tersadar. Di tiap kesedihan Tak-Goo, Mi-Sun selalu hadir menghibur dan memberi semangat sehingga Tak-Goo bisa bangkit kembali.







Kisah mengenai kehidupan keluarga Geosung, yang juga sebuah nama perusahaan roti terbesar saat itu. Usaha yang dibangun oleh Gu Il-Jung jaya pada jamannya. Memang drama ini mengambil setting tahun 1940an yang kental dengan sopan santun serta tata krama. Sehingga, ketika ada masalah antar ibu dan menantu kemudian si menantu mengemukakan pendapatnya, sontak sang ibu pun murka. Intinya, anak dan menantu harus selalu hormat dan nurut dengan orang yang lebih tua.

Pasangan Gu Il-Jung dan Nyonya Seo In-Suk sangat mendambakan kelahiran seorang anak laki-laki dalam pernikahan mereka. Sehingga pasca melahirkan anak kedua dan (lagi-lagi) dapat anak perempuan, Nyonya Seo stres berat. Ia bahkan marah pada keadaan dan pergi ke (semacam) peramal. Ia menanyakan kapan bisa memiliki anak laki-laki dan adakah cara untuk mendapatkannya. Dan secara mengejutkan, sang peramal pun menjawab, tidak ada cara bahwa kamu dan suamimu akan memiliki keturunan seorang anak lelaki. Kecuali jika kamu menikah dengan orang lain, begitupun juga suamimu.

Hancur hati nyonya Seo. Ia sangat mencintai suaminya (Iyaa laah...cinta. Suaminya kaya raya! Ganteng pula...haaha). Akhirnya, nyonya Seo mengambil jalan tengah. Ia berselingkuh dengan sekretaris suaminya (laki lhoo...si sekretaris ini juga orang yang sangat dipercaya Gu Il-Jung dan mereka telah bersahabat dari sejak kecil. Skretaris Han namanya. Selain itu, ia juga banyak berhutang budi kepada keluarga Gu, karena ia dirawat sejak kecil oleh keluarga Gu).

Dan benar saja, hasil masing-masing perselingkuhan mereka (karena Gu Il-Jung pun selingkuh dengan baby sitter di rumahnya) melahirkan anak laki-laki. Ya, Kim Tak-Goo adalah darah daging keluarga Gu. Sedangkan yang lahir dari rahim nyonya Seo di beri nama Gu Ma-Jun. Dia hanya numpang nama "Gu" dari ayahnya, padahal mah,,,ayahnya si sekretaris Han. Kasiaan yaa...


(depan) Kim Tak-Goo - (belakang) Gu Ma-Jun

Sebenarnya kalau boleh jujur, saya lihat drama lawas ini karena ada Gu Ma-Jun (aka. Joo Won). Ini drama seri pertamanya, menjadi second lead-male sekaligus memerankan tokoh antagonis. Lumayan. Lumayan looh yaa...karena saya mantap mengatakan bahwa aktingnya makin terasah kini. Dramanya saat ini selalu memiliki rating tinggi dengan doi sebagai lead-male nya doonk...
Jadi pas nonton drama ini, saya gak bisa benci sama doi. Haeduuu....padahal lirikan matanya aja bikin kesseel setengah mati...Sinis banget!


Kembali lagi ke cerita drama menyakitkan ini. Gu Ma-Jun tumbuh menjadi pria yang menyebalkan. Karena ia anak lelaki satu-satunya dan ibunya yang lebai to the max memanjakan Ma-Jun dengan segala kemudahan dan pembelaan. Dan ambisi sang ibu tentunya ingin anaknya menjadi pewaris tunggal pewaris perusahaan GeoSung. Siapa lagi coba?

Makanya ibu Seo ini menjadi jahat gak ketulungan. Ia menjadi buta oleh ambisinya. Rela membunuh mertua, karena mertuanya tiba-tiba memergoki ibu Seo sedang bermesraan dengan sekretaris Han. Lalu menyingkirkan ibunya Tak-Goo ke desa yang nun jauh dari Seoul.

Masa kecil Tak-Goo dihabiskan di desa ini dan lika-likunya sampai ia bertemu dengan wanita yang disukai, seorang gadis cantik dan sederhana namun sering disiksa oleh ayah kandungnya dan melihat sang ibu menjual arak pada lelaki lain selain ayahnya demi menopang kehidupan keluarganya. Shin Yu-Kyung.

Memang perjalanan hidup itu tidak semulus jalanan beraspal, selalu ada batu, sandungan bahkan polisi tidur. (Akkakka...perumpamaannya jelek banget yaaa?). Setelah 12 tahun kemudian, banyak kejadian yang membuat episode ini panjang (haha...), akhirnya takdir menemukan Ma-Jun dan Tak-Goo di sebuah toko roti milik kakek Pal-Bong. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Hanya bedanya, Ma-Jun menggunakan jalan pintas untuk bisa meraih kesuksesan, sedangkan Tak-Goo melaluinya dengan kerja keras dan kejujuran. Ini yang saya suka dari drama ini. Meskipun banyak intrik namun kebenaran tetap akan terungkap kemudian, yaa kan yaa..?

Seperti saat Ma-Jun yakin gak ada celah untuk memasuki ruang hati Yu-Kyung karena ia cinta mati dengan Tak-Goo, maka Ma-Jun menggunakan cara dengan memisahkan mereka selama 2 tahun. Dan benar saja, 2 tahun kemudian, hati Yu-Kyung berpaling. Inipun karena ketamakan dan keinginan untuk balas dendam Yu-Kyung terhadap orang-orang yang selalu meremehkan dia.


Pernikahan Gu Ma-Jun dengan Shin Yu-Kyung

Hubungan saling memanfaatkan ini sebenarnya bukan murni tanpa cinta lhoo...Ma-Jun itu sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengan Yu-Kyung masa kecil. Hanya namanya anak-anak dan karena kebenciannya yang sangat dalam dengan Tak-Goo. Saat tumbuh dewasa, Ma-Jun dewasa tidak berubah. Ia tetaplah pria dengan keegoisannya. Tidak berusaha memenangkan hati Yu-Kyung dengan hal-hal manis, namun dengan hal-hal penuh kebencian.

"Kau bisa memanfaatkan aku untuk membalaskan dendammu pada ibuku dan dunia yang serba tidak adil ini."

Begitu yang dibilang Ma-Jun untuk menarik hati Yu-Kyung.

Dasar ceweknya juga sebelas-dua belas sama cowoknya, akhirnya ia menyetujui hubungan ini dan mematahkan hati Tak-Goo. Sedihnyaa~~


Namun bukan drama namanya kalau si tokoh utamanya terus-menerus terpuruk dalam kesedihan. Untungnya Tak-Goo dihibur sama Mi-Sun. Si gadis ceria, cucu kakek Pal-Bong. Mereka sama-sama mengembangkan resep roti yang enak dan sesuai dengan selera konsumen menggunakan adonan roti beras tanpa ragi instan.

Drama terpanjang pertama yang saya tonton sepanjang hidup saya...hufff, akhirnya berakhir di episode 30 dengan happy ending. Yang sudah berlaku jahat mendapatkan balasan setimpal, sedangkan yang baik, bisa bahagia. Termasuk Ma-Jun yang akhirnya tobat menjadi anak baik dan membantu Tak-Goo.

Legaa...


Abis nonton drama yang lumayan bikin saya stres, saya jadi berpikir, hal positif apa yang bisa saya ambil selama 30 episode ini.

1. Jika kita melakukan sesuatu yang salah di awal, maka untuk menutupinya, kita akan melakukan kesalahan demi kesalahan berikutnya.
Entah itu karma atau bukan namanya. Suatu keburukan yang berbuntut panjang.

2. Menjadi orang tua bukan hanya memberikan mereka pakaian dan makanan yang baik, namun juga pendidikan dan pengasuhan yang benar.
Sedih rasanya ketika melihat adegan anak yang mengetahui kekurangan orang tua dari segi finansialnya bertengkar.
Anak yang selalu tahu urusan kedua orang tua nya akan menjadi anak yang dewasa sebelum waktunya.

3. Ingat. Di dunia ini tidak ada yang namanya short-cut. Semua butuh proses panjang untuk menikmati hasilnya. Dan sesungguhnya, ikhtiar kita lah yang bisa kita perjuangkan.
Bisa-bisa saja memotong jalan tengah untuk mendapat kesuksesan yang kita inginkan, tapi saya yakin, itu tidak akan membawa kebahagiaan yang hakiki.

4. Jauhkan dari stres. Karena orang tua yang tidak bahagia dan stres akan menjadikan anak-anak yang tidak percaya diri dan mudah marah (tempramen).
*terbukti dengan Ma-Jun dan Yu-Kyung yang dilahirkan dari keluarga penuh luka. Maka di jiwa mereka tumbuh benih-benih kebencian. Benih ini akan makin subur jika dirawat dengan baik oleh lingkungannya.

5. Membesarkan anak dengan baik dan menanamkan segala kebaikan, bagai berinvestasi jangka panjang. Mereka akan menjadi seperti apa yang kita tanamkan. Begitupun sebaliknya.




Jadi bagaimana menurut kalian?
Drama ini menarik, kan...?
Dengan plot kisah yang tidak biasa dan pemain yang fresh (karena saya gak kenal siap-siapa saat nonton drama ini, cuma Joo-Won aja, dan para sesepuhnya tentu tidak asing lagi. Tapi buat apa ngecengin bapaknya Tak-Goo, haaaha....) dan makna yang tersirat di dalamnya, banyak pelajaran yang bisa diambil. Untuk tidak menjadi orang yang tamak dan serakah.

Keep fighting till the end.


Salam hangat,

- Drama Korean Addict!





















You Might Also Like

12 comments:

  1. Nontonnya sering penuh haru bikin mewek T_T

    Suka nonton korea krn semangat buat bangkitnya itu loh, patut diacungin juempoool

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teruus...teruuuss, mata bengkak dan wajah sembab deh...Un.
      Kl uda gitu, jadi hobi makan ku kumat.

      *hallaah...bapernyaa....kelewat!
      haahha...

      Delete
  2. Salah satu drakor favorite..dan jatuh cinta sama senyumnya Yoon-Sii-Yoon di serial ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang yaa...ga pernah liat Yoon Si-Yoon lagi.
      Apa akunya yang kudet yaa..?

      Delete
  3. makasih mba referenesi drakornya. kadang kalo malas ngeblog suka cari drakor yang seru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya drama Korea suka-sukaan yaa, mba...
      Aku suka ga percaya sama rating...jadi mau nonton yaa pake feeling.
      Hiihii...

      Delete
  4. serius itu 30 episode adalah drama terpanjang yang Mba Lendi saksikan?? saya bahkan dua kali nonton drama korea yang episodenya lebih dari 100 loh Mba, hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aakk....saya ngaku kalah sama mba Ira.
      soalnya kendala stok drama, mba...

      heehhe alesan.

      Delete
  5. Tapi, kayanya hubungan mertua dan menantu ini juga masih sampe sekarang ya di korea. Seperti tak boleh mengemukakan pendapat gitu. Di Beberapa film saya masih lumayan melihat masih adanya hal tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Ipeh.
      Sama aja kaya sinetron Indonesia yaa...?

      Delete
  6. Wow, 30 episode...sayangnya kalo drakor, saya cmn ngeh Jo In Sung doang nih hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa,
      pas nonton ini juga nggak ngeuh sama lead male dan female nya..tapi tabraakkk aja deh...
      ternyata baguuuss...meskipun rada kepanjangan, menurutku.

      Delete