Blogger,

Happy - Family Travelling With Traveloka

Friday, September 30, 2016 Lendy Kurnia Reny 23 Comments

Kalau ditanya mau liburan kemana...?
Emm, jawaban jujur (banget) nya siih...pingin ke Korea Selatan. Terus jalan-jalan ke Busan sama Jeju-do. Hahha...bakalan asik banget kan...napak tilas lokasi drama yang selama ini hanya bisa aku lihat lewat drama kecenya...

Hobi berlibur?
Merasa butuh piknik?

Iyaa laah...
Aku seorang emak kece beranak dua. Yang kesehariannya disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Bangun pagi buat nyolokin rice-cooker, manas-manasin lauk dan bikin bekel buat anak sekolah. Trus ngalir ke aktivitas khas emak-emak lainnya. Belum lagi ditambah energi untuk (sedikit) ngomel kalau anak mulai gak sesuai aturan di pagi hari.

Kadang jenuh juga yaa...??

Sampai lupa, ini hari dan tanggal berapa. Saking samanya rutinitas yang aku jalanin.
Jadi, kalau ada yang nawarin buat jalan-jalan, aku pun tanpa ragu...pasti langsung aku jawab "Yes, Im in".

Meskipun setelah berlibur, pasti kerjaan rumah malah double. Tapi kaan...si emak uda eksis duluan.



Ngomong-ngomong soal liburan, aku niih sejak punya anak, suka banget namanya wisata edukasi. Dari mulai (hanya sekedar ke taman) kampus ITB yang halamannya luaass lanjut ke masjid Salman, sampai wisata yang agak jauh dikit. Ke Taman mini. Haha...*uhuuk...cinta Indonesia.

Suka sekali mengenalkan anak-anak akan hal baru. Dari yang sederhana saja, mengenalkan lingkungan baru mereka yang beragam, Pernah juga tuuh...ketemu sama segerombolan anak-anak muda yang hobi haa-haa-hii-hii gak jelas, kaya aku jaman muda dulu, sambil *maaf* merokok dan buang sampah sembarangan, kalau yang bad habit gini, in syaa allah aku engga. Gini-gini, masih anak mama banget laah... Suka kzl kzl kzl kalau liat anak jaman sekarang yang model begini. Mbok yaa...ikut kompetisi macam Olimpiade Indonesia Cerdas, gitu looh...


Beberapa manfaat travelling untuk keluarga :


1. Mendekatkan hubungan keluarga.
Bersama pasangan atau bersama keluarga kecil maupun keluarga besar. Dengan travelling, kita bisa saling memahami perasaan satu sama lain.

Kok bisa ya...?
Efek psikologis suasana hati gembira, bisa jadi adalah satu faktornya.

2. Refreshing sejenak.
Jelas laah...yang biasanya hectic dengan rutinitas harian, membosankan...sekarang saat travelling, para emak bisa ongkang-ongkang kaki, bangun siangan (ini mah pamalesan), dan gak perlu mikirin beberes. Semua-mua masuk bledhes ke dalam kantung doraemon. Hiihi...

Assiikk...!

3. Melatih kekompakan.
Mau kemana-mana kita harus kompak. bagaikan bekerja dalam team. Penuh perencanaan dan pertimbangan, baik buruk.

4. Mengambil hikmah dari sebuah perjalanan.
Bukan hanya perjalanan hidup saja yang harus kita pelajari. Namun juga pelajaran dari kemana kaki ini melangkah, in syaa allah.



5. Mengenali sifat asli masing-masing.
Mungkin ini salah satu tujuan honey moon yaa...biar bisa keluar semua sifat asli seseorang.



Untuk beberapa point di atas, maka keluarga kami rutin menyisihkan sebagian pendapatan untuk travelling. Belum bisa ke Korea, ke yang deket dengan Bandung dulu laah...

C'mon, 
kita ke Garut, kawans. . .


Karena sekarang sedang ada promo keren punya - dari Traveloka.


Merasakan sensasi berendam air hangat yang terkenal di Garut. Kamu bisa milih nginep di hotel mana aja yang kamu suka dengan harga diskon.

Cek ketersediaan hotel dari Traveloka :

Hotel di Garut



Aku dan suami sepakat niih...mau nginep di Mulih Ka Desa Hotel. Selain tema liburan kami selalu "Wisata Edukasi", hotel ini dirasa pas untuk mengenalkan pada anak-anak bahwa bangunan ramah lingkungan itu sehat.



Kemudahan lain yang didapat kalau booking via Traveloka :

1. Bisa memperhitungkan budget yang dikeluarkan saat berlibur
2. Mendapatkan rekomendasi tempat wisata terdekat.
3. Bisa mendapatkan review singkat terkait hotel yang akan kita booking.
3. Gak perlu repot atau takut kehabisan kamar, karena kami bisa langsung booked dan bayar.
4. Ini yang paling penting buat aku sebagai menteri keuangan keluarga.
Bisa dapet diskon. Hiihi...asik kan?
Karena Traveloka selalu berbeda harganya dengan di luaran. Pasti ada promo dan diskon.
Bahkan mereka (pihak Traveloka) berani menjamin bahwa menggunakan traveloka, harganya lebih murah dari di tempat lain.


Kerasa banget deeh...kalau liburan tanpa perencanaan dan yang sudah direncanakan. Kita akan merasakan smooth menjalani liburan yang menyenangkan bersama Traveloka. Kebayang doonk...kalau gak ada Traveloka kaya jaman orang tua saya dulu. Menclak menclok ke sana kemari demi mendapatkan hotel yang pas di kantong dan di hati.

Dengan adanya Traveloka, kami menikmati berbagai kemudahannya.



Sudah pakai Traveloka belum?
-Traveloka dulu, Travelling kemudian-








23 comments:

Korean Drama

[Drama 2010] Pasta, I'm In Love

Thursday, September 29, 2016 Lendy Kurnia Reny 27 Comments

Pernah punya atasan yang super-duper nyebelin gak?
Yang kerjanya maraah maraaah melulu...?
Bentak sana, bentak sini...kok kayaknya kerjaan kita gak ada benernya di mata doi?
Perfeksionis banget!

Nah...ini sama banget niih...sama drama Korea yang satu ini...


Judul        : Pasta ( 파스타 aka. Paseuta)
Penulis     : Seo Sook-Hyang
Sutradara : Kwon Seok-Jang
Genre       : Romantic, Profesionalism, Love, Comedy
Network   : MBC
Episode    : 20 eps.


Drama yang mengangkat kisah dari sisi profesionalisme para juru masak (chef) di sebuah restoran Italia ternama, La Sfera. Restoran ini sangat terkenal dan sudah barang tentu, ramai dikunjungi tamu yang ingin menikmati hidangan ala Italiano...mama mia lezatoos~~

Jangan berharap akan banyak menemukan adegan romantis, karena romantismenya dibalut dengan perjuangan seorang maknae (kasta terendah di dapur) yang memiliki impian ingin menjadi chef pasta terkenal.


Actor dan Actress yang berperan di drama ini :

Lee Sung Kyun sebagai chef Choi Hyun Wook

Kegantengan chef Choi Hyun Wook pada awalnya membius semua chef wanita yang ada di dapur Restoran La Sfera.
Selain pembawaanya yang sabar, ia pun gemar melemparkan senyuman pada bawahan.
Sayang sikap manisnya ini tak bertahan lama. Keesokan harinya. chef menjadi pria yang super-duper nyebelin dengan suara menggelegarnya, hobi banget bantak-bentakin pegawainya. Kurang inilah-kurang itulah...grrr....!!

Gong Hyo Jin sebagai Seo Yoo-Kyung


Cewek yang bercita-cita menjadi chef pasta ini merangkak dari karir paling bawah saat di dapur La Sfera. Yup, menjadi helper alias maknae adalah kasta terendah di dapur. Dan itu dialaminya selama 3 tahun.
Tipikal cewe yang bersemangat dan pantang menyerah.

Setelah 3 tahun, akhirnya ia boleh masak...di pasta line pula..! Betapa bahagianyaa...Namun impiannya pupus karena chef Choi memecatnya bersama ke tiga chef cewe lainnya.

Aigoo-yaa~~






Alex Chu sebagai Kim San (CEO La Sfera)

Awalnya Kim San adalah tamu biasa di La Sfera. Anehnya, ia selalu meminta Yoo-Kyung yang memasakkan makanannya, padahal Yoo-Kyung belum menjadi chef. Dia kan hanya helper!

Seiring berjalannya cerita, ternyata Kim San adalah pemilik La Sfera.
Woow!
Sajang-nim dengan tipe kalem, gak bisa marah (jadi kurang wibawa, menurutku) dan selalu berada di pihak Yoo-Kyung.



Lee Ha-Nui sebagai chef Oh Sae-Young

Cewek cantik ini mengingatkanku pada chef sexy dari Indonesia, Farah Queen. Hehhee...apa hubungannya?

Dia adalah mantannya chef Choi Hyun Hyun Wook. Di masa lalu, mereka adalah sepasang kekasih yang memiliki minat dan bakat sama, memasak. Mereka tinggal bersama ketika di Itali. Dan karena pengkhianatan Sae-Young, Hyun Wook marah dan berakhirlah kisah cinta mereka.

Poor uri chef-nim~


Drama ini gak ngebosenin sama sekali, menurutku. Meskipun masalah yang ada engga begitu urgent, mengerikan apalagi sampai membahayakan nyawa. Justru karena masalah-masalah remeh temeh yang dihadirkan writer-nim dikemas apik dengan plot yang terus meningkat di tiap episodenya.

Mungkin awalnya rada aneh siih yaa...tapi anggap aja, namanya juga jodoh.
Hahha....*ketawa kecut*


Hyun Wook adalah orang Korea yang bersekolah di Itali. Bersama dengan Sae-Young mereka berusaha mendukung satu sama lain untuk menggapai cita-cita menjadi master chef. Tapi untuk menggapai cita-cita itu, ternyata engga gampang.

Pada suatu kompetisi memasak, saking takut dan tidak percaya dirinya, Sae-Young memanipulasi bahan yang digunakan oleh Hyun Wook. Ia memanaskan wine, yang merupakan bahan penikmat dalam bumbu pasta ginseng.

Merasa dikhianati, Hyun Wook jelas meradang dan akhirnya meninggalkan Sae-Young yang memang menjadi juara kompetisi ternama di Itali kala itu.

Bad tempered dari Hyun Wook ini jelas cocok sekali diperankan oleh Lee Sung Kyun yang bersuara berat nan sexy. Ahhaaii... Serius deh, suara berat khas cowo terdengar macho. Apalagi saat marah.

Untungnya di drama ini, Hyun Wook memerankan tokoh yang digambarkan hanya bisa oleh satu cewek. Alias setia. Meskipun tampan, tapi dia tidak pernah tebar pesona dengan senyuman mautnya. Heuu....mungkin cewe-cewe pada keder duluan yaa...pas dibentak sama doi. Kalo aku siiih...langsung lemes...

Hanya Yoo-Kyung yang bisa bertahan membututi chef Hyun Wook ini. Apapun yang diperintahkan, ia selalu menurut, meskipun kadang dengan berat hati. Tipikal cewe yang memuja orang yang dicintai. Dan justru inilah kelemahan dari Hyun Wook. Seolah mendapat apa yang menjadi kesakitan atas hubungan yang dahulu, ia menjadi sangat strict pada Yoo-Kyung.

Sebenarnya kalau aku lihat dari episode pertama, Hyun Wook udah kelihatan tertarik sama Yoo-Kyung siih....tapi namanya dia chef senior, ditambah lagi, dia pernah bikin pengumuman bahwa :

Tidak boleh ada yang pacaran di dapur yang dipimpin sama dia. Kalau sampai ketauan, maka "You are FIRED!"

Ini seru banget niih...karena ternyata, dia malah melanggar aturan yang dia buat sendiri. Dan akhirnya, dia memecat dirinya dari dapur La Sfera, demi Yoo-Kyung.

Huuhu....terharu!



Hikmah yang dapat diambil dari drama ini :

1. Seberapapun inginnya kita memenangkan suatu kompetisi atau perlombaan, maka bermainlah dengan jujur alias fair-play. Biar waktu yang membuktikan siapa diri kita dan sebesar apa kapasitas kita. Toh namanya juga kompetisi, pasti ada menang dan kalah. Pasti ada juara 1, 2, 3, dan seterusnya...

2. Mencintai seseorang adalah perasaan untuk saling mendukung satu sama lain. Berbagi dan maju bersama untuk masa depan, Bukan peperangan dan saling menjatuhkan pada akhirnya.

3. Percaya pada (kemampuan) diri sendiri.
Yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan untuk menggapai impian adalah usaha yang maksimal. Bahwa hasil tidak akan berbohong.

4. Senantiasa bangkit dan pantang menyerah kala menghadapi kesusahan.
Ingat bahwa kita tidak hidup sendiri. Ada yang namanya takdir.

5. Selalu berjalan pada rules yang benar.
Jujur dan amanah dalam mengemban peran hidup. Apapun perannya.

Inget adegan saat Yoo-Kyung menerima uang sogokan dari supplier telur La Sfera, ia tidak ingin menerima sepeser pun. Makanya diserahkan pada atasannya saat itu. Kenyataan uang panas itu jatuh pada pihak yang salah dan akhirnya ia di fitnah, itu adalah jalan hidup yang harus dilalui.


Drama ini cocok ditonton buat kamu yang suka tipe drama profesional. Adegan per-adegan membuat kita memahami kerja menjadi chef itu ternyata gak mudah. Hanya untuk menghidangkan satu piring makanan yang lezat ala Italia, yang katanya bumbunya paling sederhana di dunia. Tapi ada banyak teknik harus dikuasai agar rasa dan penampilannya bagus.

Jadi,
Apakah kamu seseorang yang profesional dalam hidup?



Foot Note :
Kamus bahasa Itali yang didapat dari nonton drama ini :
* Si, va bene  : Yes, chef!
* Posso farle : I CAN DO IT!
* Buono : Delicious

Pesen chef Hyun Wook
kalau kamu ke restoran Itali dan ada roti yang disediakan for free, jangan dimakan terlalu banyak, karena akan menghilangkan kenikmatan makanan utamanya sendiri, yaitu pasta.
Dan menurut doi, makan pasta itu sebaiknya tidak dicampur dengan perasa lainnya, seperti acar (di Korea demen banget makan makanan fermentasi kan...macam Kimchi gitu) - mungkin kalau di Indonesia, jangan dicampur sambel. Itu bikin menghilangkan rasa pasta nya sendiri.

Satu lagi,
Di antara pisau, minyak panas dan api...yang paling berbahaya di dapur bukan pisau atau api. Namun justru minyak panas yang begitu sensitif terhadap air.


Oke, chingudeul...
Setelah puas re-run drama ini...bersiap melanjutkan nonton drama (lawas) apalagi yaa...?

Byee...
Annyeongi kaseyoo,




























27 comments:

Blogger,

My Ambiance With OPPO F1s [Selfie Expert]

Tuesday, September 27, 2016 Lendy Kurnia Reny 98 Comments




Smartphone saat ini, bisa dikatakan menjadi kebutuhan utama dan pertama untuk beberapa kalangan. Sudah bukan kebutuhan tersier lagi, namun meningkat menjadi kebutuhan sekunder.
Bagaimana tidak?
Orang datang ke tempat wisata, pasti tidak melewatkan mengabadikan dalam kamera phone. Mau makan, kumpul bersama teman apalagi keluarga, tentu berfoto adalah hal yang sangat dibutuhkan. Bahkan ada tagline "No Photo = Hoax".

Jadi seberapa pentingnya siih...smartphone dan kamera yang mengikutinya?

Buat saya pribadi, kalau mencari smartphone yaa...yang kameranya memiliki kemampuan di atas rata-rata. Kalau bisa tanpa editing yaaa...karena saya sudah cukup rempong dengan dua balita. Maka sekali jepret, hasil bagus dan bisa langsung di upload di beberapa social media. Belum lagi untuk keperluan blogging. Kalau pakai edit-editan, membutuhkan waktu ekstra.

Kini hadir OPPO F1s yang mendukung semua keinginan saya. Dari mulai selfie hingga spec yang memadai, semua ada di produk smartphone ini. Seolah menjawab kegundahan hati para wanita, OPPO menelurkan produk dengan tajuk "Selfie Expert". Dan benar saja, kamera depan memiliki resolusi 16 megapixel, mampu memberikan hasil terbaik di saat kurang pencahayaan sekalipun. Hasil foto yang didapat, minim noise dan tetap terlihat cerah, tanpa editing.

Foto bersama teh Efi menggunakan kamera depan OPPO F1s

Untuk kamera belakang OPPO F1s memasang kamera dengan resolusi sedikit lebih rendah dari kamera depan, yaitu 13 megapixel. Sehingga hasilnya memang tidak sebagus kamera depan, namun dilengkapi dengan LED flash dan lensa f/2.0 apperture. fitur pendukung ini yang membuat foto tampak bening. Dan dengan adanya fitur Phase Detection Auto-focus, memungkinkan hasilnya tetap tajam.

captured by [bandungdiary.id] @Djendana Bistro, Bandung

Meskipun kamera belakang hanya 13 MP, buat kamu para vlogger, jangan ragu memilih smartphone ini, karena hasil rekamannya tetap kualitas full HD 1080p.
Kurang keren apa coba...?!?


Keunggulan lain terletak pada baterai tanam yang digunakan OPPO. Menarik, di saat banyak merk masih menggunakan baterai cabut, OPPO berani anti-mainstream dengan terobosan baru ini. Banyak yang meragukan karena hal ini, namun Vany (manager marketing dari OPPO) menjelaskan bahwa baterai tanam memang memakan biaya produksi yang mahal, namun akan lebih menjaga performa dari smartphone keluaran OPPO.

"Bayangkan, berapa banyak orang yang menggunakan cara klasik untuk menyembuhkan penyakit nge-hank dari handphone dengan cara dicabut baterai? Ini bukan solusi yang tepat, karena akan merusak bagian dalam (IMC) dari handphone tersebut. Dan biaya untuk menggantinya akan besar sekali."


Keluhan kerusakan pada bagian IMC ini sudah sering diterima oleh pihak OPPO, maka untuk meminimalisir, OPPO memberanikan diri selangkah lebih maju daripada merk lain, yaitu dengan menggunakan baterai tanam. Dengan terobosan ini, jika masih ada masalah hank dari handphone OPPO kamu, maka kamu tinggal switch-off dan kemudian tunggu beberapa saat lalu baru dinyalakan kembali.

Alasan lain menggunakan baterai tanam adalah agar lebih cepat dalam charge daya. Fast charging, bahasa lainnya. Dengan bawaan baterai OPPO F1s ini sebesar 3075 mAh, diperkirakan mampu bertahan seharian.




Pengalaman pertama menggenggam OPPO F1s menjadi kesan tak terlupakan. Pasalnya, smartphone ini sangat tipis dengan body metal yang dikelilingi oleh hiasan bezel disekelilingnya, membuatnya tampak elegan mempesona. Warna yang ditawarkan pun ada 2 macam, gold dan rose gold. Buat saya pecinta warna pink, tentu saya akan memilih rose gold yaa... *siapa tau ada yang mau ngasih...hehee..

source : IG oppo_mobile

Dengan dimensi 5.5 inch dan dilengkapi dengan lapisan corning gorilla glass yang melindungi layar OPPO F1s dari goresan yang tidak diinginkan. Dengan tingkat pengamanan yang tinggi, sudah menggunakan pemindai sidik jari, hanya dalam 0.22 detik saja, maka tombol home akan mengenali siapa yang akan membuka smartphone ini.

Canggih kan...?

Sesi foto-foto pun tiba, dengan gaya bagaimanapun, kami siap. Karena OPPO F1s yang tingkat sensifitasnya tinggi, mampu mengambil foto wefie dari jarak jauh sekalipun menggunakan lambaian tangan (palm). Jangan kuatir memory akan penuh karena keseringan foto selfie atau wefie, karena kapasitas memori internal sebesar 32 GB dan bisa dinaikkan hingga 256 GB dengan menambahkan memori eksternal.

source : hpponsel.com

Kesenangan berkumpul dengan sahabat blogger dan mencoba sendiri kecanggihan OPPO F1s dari berbagai sisi dan tanya-jawab seputar produk OPPO malam itu terbayar sudah. Acara ini telah digelar di 4 kota besar di Indonesia ini, Bandung menjadi kota penutup road show OPPO F1s. Keseruannya masih tergambar jelas di benak saya. Apalagi kenangan bersama si OPPO F1s yang kece.

Bagaimana dengan kamu?
Suka OPPO F1s juga gak?


For more information :
IG@oppoindonesia
Twitter@oppocommunity
Web : oppo.com


Salam hangat,











98 comments:

Blogger,

Chapter 2 : Alasan Kenapa Wanita Takut Hamil (Lagi)

Sunday, September 25, 2016 Lendy Kurnia Reny 33 Comments

Beberapa waktu lalu, saya mendengar percakapakan antar guru di sekolah :

Guru 1 : "Ayo...Bu, hamil lagi...anak ke tiga..."

Guru 2 : "Astaghfirullohal'adziimm....amit-amit jabang bayiii....jangan hamil lagi ya, Allah...
Ini aja niih...mama Ai (menunjuk ke arah saya) yang belum punya anak laki.


Sontak saya kaget, yang sebenarnya gak kaget-kaget amat siih...karena uda sering juga ditodong pertanyaan macam gini, dengan alasan belum dapat anak laki. Huuhhu...

Karena sesungguhnya takdir (qodo' dan qadar Allah) telah ditentukan semenjak kita belum dilahirkan.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” 
(Al-Hadid : 22)





Berbicara tentang kehamilan, tentu gak semua orang mengalami kemudahan. Beberapa teman wanita yang saya temui, nyatanya susah mendapatkan keturunan. Jadi kenapa doonk....kamu (tunjuk ke diri sendiri juga) gak siap kalau diberi amanah untuk menjadi seorang Ibu lagi dan lagiii...?


Inilah alasan mereka berdasarkan pengalaman pribadi dan survey :


1. Pas hamil bawaannya lemes dan gak bertenaga. Maunya bed-rest melulu....
Atau bukan maunya bed-rest, tapi disarankan sama dokter kandungannya.

Nahh....ini bisa juga menjadi alasan males hamil lagi.
Karena kehamilannya membawa kesulitan yang luar biasa.

Salah satu teman saya ada juga yang mengalami hal seperti ini. Sejak hamil, dia kesusahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Boro-boro mencuci dan memasak, asal gerak sedikit saja , dunia serasa berputar.
Huuhu...

source : merries.co.id

2. Karena ingin memberi jarak usia persalinan.
Bisa jadi ada perempuan yang gangsar (apa niih...bahasa bakunya? Mudah melahirkan, kali yaa?). Tinggal mengejan satu-dua kali, bahkan bisa tetap tersenyum pula (seperti salah seorang sahabat saya, Bubu Wiwik), bayinya sudah keluar dan melihat dunia dengan selamat.
Namun ada juga tuuh...kaya saya, butuh waktu beberapa lama...untuk mengeluarkan bayi. Entah karena sayanya yang letoy (alias gak bertenaga) atau memang bayinya terlalu besar, atau juga pinggul saya kecil?

Ada banyak faktor, namun saya tetap yakin...itulah jalan yang harus saya lewati untuk menjadi seorang ibu. Agar saya paham kesusahan seorang Ibu dalam setiap prosesnya.

Dan ada pula yang harus menempuh usaha persalinan dengan Sectio Caesar.
Lagi-lagi ini saya tidak memperdebatkan masalah bagaimana cara melahirkan, namun inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa wanita takut mengalami hamil lagi.

source : draldi.com

3. Alasan mendidik dan menyekolahkan anak mahal.
Hamil dan melahirkan adalah proses alami dari wanita. Namun mendidik, ini tidak alami looh...
Ada seorang Ibu yang setelah melahirkan, 3 bulan kemudian anaknya diserahkan ke Pondok pesantren. Alasannya agar anaknya menjadi sholih/sholiha.

Ibunya kemana?
Ibunya bekerja hingga ke Jakarta.

Bapaknya kemana?
Bekerja juga.

Jadi mendidik anak malah di delegasikan pada pihak ke tiga.

Lalu saya tanya, kalau orang tua nya menjenguk ke Pondok pesantren, apa anaknya ingat dan (menjadi) berbakti pada orang tua?

Jawabnya iya.
Kan di agama sudah diajarkan...

Ohh....jadi tidak semua orangtua berkesempatan mendidik anaknya sendiri yaa...
Butuh ilmu dan kesempatan untuk memahami bahwa Ibu merupakan madrasah utama dan pertama untuk anak.


4. Berikutnya alasan absurd, gak mau remfong, cyin...
Namanya punya anak pasti repot dan rempong. Beruntung kita hidup di zaman yang sudah serba mudah seperti saat ini.
Ada popok sekali pakai, makanan instan, endesbrew endesbrew.

Yang mengaku cinta alam, bisa pakai clodi (alias cloth diaper, popok kain yang bisa dipakai berulang dengan cara di cuci).

Lha zaman ibu saya dulu??

Popok anak yaa...dari selembar kain (seperti handuk) lembut dan ada tali untuk diikatkan di perut. Jadi kalau pipis sekali, pasti harus ganti popok baru. Seiring dengan usia anak, pipis makin banyak, jadi tiap kali ganti, pasti bajunya pun ganti. **saya ngalamin ini pas anak pertama. Owwhh, capek luar biasa dan anak jadi sangat rewel.

Sejak dikenalkan clodi oleh tetangga saya yang kekinian (Bunda Evi), saya beralih ke clodi aja deeh...simple dan bikin anak nyaman. Rumah juga jadi rapi, gak najis kena ompol bayi. *yeeyy....


5. Takut gemuk.
Perempuan mana yang suka dibilang gemuk? Tembem? Subur?
Ohhh NOOOOO!

Aku sempat mengalami krisis kepercayaan diri perkara berat badan ini. Untung gak sekalian bau badan. Heehhe...apalagi bau mulut. Gerrr....kriik kriiik.

Semua orang di sekeliling saya bilang, kalau "Lendy sekarang isian yaa..."
Apaaan cobaa!

Karena perkataan beberapa orang yang begitu menussuukk sampai ke ulu hati itulah, saya mati-matian dan hidup lagi, berolah raga. Semua jenis olah raga saya ikuti. Dari mulai yoga, zumba, pilates, nge-gym sampai lari (ini dalam rangka ngejar anak yang mulai aktif, siih...hooho, bukan olah raga berarti yaa?). Dan akhirnya saya cocok dengan zumba.

Baca juga : Shake Your Body With Zumba.


Jadi, tips ala saya :


1. Karena hamil adalah takdir Allah, kita sebagai manusia hanya mampu berencana. Tetap hasil akhirnya, Allah-lah yang menentukan.

"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu."
(Al-Hijr : 21)

Percaya bahwa kita mampu, maka segalanya in syaa allah menjadi lebih mudah dan ringan.


2. Tidak perlu berkata berlebihan mengenai kehamilan.
Kalau mau, yaa bismillah...karena Allah yang memampukan. Tapi kalau gak mau, gak perlu sampai bilang "amit-amiit"....

Karena kita engga pernah tau perkataan tersebut berefek apa pada psikologi kita. Ini dibahas di blogmate saya yaa...

Link : Inilah Kenapa Wanita Takut Hamil (Lagi)



3. Punya anak itu PASTI repot.
Karena begitulah kita dulu. Masa iya, kita juga tiba-tiba gede begini...?
Ada fase yang tentu banyak mengandung pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Dan kalau fase itu terlewati, justru gak baik untuk tumbuh kembang anak.

Sabar...karena kita sebenarnya gak lama kok mendampingi anak di dunia ini. 

Baca juga : Fenomena Perubahan Perilaku Pada Anak.


4. Karena dalam Islam-pun, mengendalikan kehamilan itu diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah memutus jalan kelahiran (misal : dengan vasektomi atau tubektomi).

Jadi mempersiapkan mental Ibu untuk mendampingi tumbuh kembang anak baik secara materiil maupun emosional itu juga penting.


5. Selalu bersyukur di tiap hari yang kita lalui.
Kalau perlu ditulis (colek Uni Shona, @ibubahagia.com), begitu pesan Uni.
Jadi kita tau berapa banyak hal yang harus di syukuri daripada menatap apa yang belum kita punya.



Tips nya gak semudah saat menjalani sih yaa...karena saya pun pernah mengalami ketakutan hamil (lagi), sampai suami menguatkan bahwa rejeki, gak baik kalau ditolak. Penguatan-penguatan dari lingkungan sekitar itu perlu banget. Kalau hal itu gak didapat, coba pikirkan bahwa bila kata-kata itu memang powering (menguatkan) maka dengarkan. Kalau justru enpowering (melemahkan), lewati aja...jangan dipikirkan terlalu dalam. 

Teknik NLP Talks banget yaa...kalau mau baca, bisa mampir di tulisan saya yang ini :



Nah...
Apakah Mama masih takut hamil (lagi)?



Salam hangat,















33 comments:

Blogger

Ethica : Boost Your Day

Friday, September 23, 2016 Lendy Kurnia Reny 17 Comments

Sadar gak, kalau baju yang kita kenakan itu mencerminkan siapa diri kita?
Dari mulai warna, model sampai motif?

Kok bisa?
Iya bisa banget, dilihat dari cara berpakaian seseorang yang cuek, terlihat dari padu padan warna dan motif yang lebih berani daripada orang yang kepribadiannya hangat.



Bagaimana dengan saya dan kamu?

Saya yang sudah emak-emak beranak dua lebih memilih warna-warna pastel dan model yang tidak memiliki banyak detil. Agar bagian-bagian tertentu tersamarkan, tentunya...haaha...maklum yaa...



Saat ada undangan acara Fashion Blogger, secepat kilat saya mendaftar. Selain kepo alias pingin tau banget, saya juga tentu ingin melihat bagaimana Trend Fashion Hijab untuk Fashion 2017 ini. Apakah masih model pakaian dengan outer? Atau justru yang simple nan elegan?

Acara kece ini dipandu duo MC kondang yang lucu banget, membuat suasana mendung hari itu menjadi ceria dan tetap semangat tentunya. Deden Delicious dan Wildan Halwa, sukses mengocok perut peserta gathering dengan candaan-candaan khas anak muda. Hiihii...

Sambil nongkrong cantik di Cafe In & Out Eatery Cafe yang terletak di jalan Wayang no. 2, Burangrang, Bandung, kami berkumpul tepat jam 9 pagi. Senangnya bertemu sahabat-sahabat dari Kumpulan Emak Blogger, Blogger Bandung, dan Blogger Crony menambah keceriaan saya hari itu. Selain itu juga ada komunitas Hijabers yang cantik-cantik dengan hijabnya.

Photo by Raisa Hakim 

Ditemani oleh minuman dingin yang segar dan camilan mungil asik, kami mendengarkan pemaparan pertama oleh Pak Asep Mulyadi, yang merupakan owner dari brand Ethica. Beliau memaparkan bahwa brand Ethica bukan hanya menjual Baju Muslim Terbaru, namun juga menampilkan model islami yang beretika. Tak heran bahwa brand yang bermula sejak tahun 2008 ini sudah memiliki 124 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Filosofi pakaian beretika adalah pakaian yang tidak hanya nyaman saat digunakan, namun juga bisa meningkatkan rasa percaya diri bagi yang menggunakannya. Terutama untuk kalangan remaja muslim yang aktif dan dinamis. Dengan warna cerah yang cantik, Ethica hadir untuk menjadi tren fashion muslim 2017.

Dengan baraneka ragam model yang ditawarkan, Ethica juga menyuguhkan kategori untuk anak-anak dan dewasa. Laki-laki maupun perempuan. Bahkan ada kategori untuk keluarga. Jadi bajunya bisa kembaran sekeluarga gitu...Kece banget gak siih...? *dan ini aku banget!


Hafa : Untuk keluarga islami yang ingin tampil kompak

Bagi Fashion Blogger yang masih single, kebutuhan akan gaya yang modis namun tetap syar'i ditawarkan juga dalam 2 kategori, yaitu Kagumi dan Ohya. Bedanya apa yaa...?

Kagumi adalah koleksi dari Ethica yang memiliki desain elegan dan berkelas. Cocok dikenakan saat ingin menghadiri acara resmi. 


Kagumi - Merah hati (sekali lihat, langsung jatuh cinta sama model ini)
Sedangkan Ohya adalah koleksi dari Ethica untuk dikenakan beraktifitas sehari-hari. Lebih santai dengan bahan yang lembut dan nyaman, tentunya.

Ohya - Overall Abu-abu
Beberapa model tersebut dapat dipesan secara online saja, karena Ethica tidak mempunyai butik. Agennya tersebar di seluruh Indonesia, dari mulai Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Bontang. Atau bisa juga memesan melalui web Ethicafashion.com yang merupakan Toko Online Busana Muslim.


Konsep ZMOT (Zero Moment Of Truth) inilah yang sedang dikembangkan oleh marketing dari Ethica, Pak Teuku Ikhsan Syaban. Istilah ini jelas asing bagi saya yang jauh dari dunia bisnis. Ternyata konsep ZMOT adalah perilaku konsumen zaman sekarang dalam membeli produk. Tidak hanya datang ke toko dan membeli barang, namun mencari reviewnya terlebih dahulu. Review ini diperoleh dari pembeli pertama yang puas dengan suatu produk (dikenal dengan istilah First Moment Of Truth), lalu menuliskannya di media sosial (Second Moment Of Truth) karena sudah membeli dan merasakan sendiri kualitas produk tersebut, kemudian ada feedback dari masyarakat luas atas review tersebut dan menjadi topik pembicaraan yang hangat (Third Moment Of Truth). Sehingga banyak orang yang tadinya tidak mengenal, menjadi kenal dan ingin memiliki berang tersebut. Inilah yang disebut fenomena ZMOT. Bahwa seseorang tidak perlu (lagi) keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka hanya perlu gadget yang terkoneksi internet dan berbelanja kebutuhannya. 
Penelitian dari google sendiri menyatakan bahwa 88 % warga Amerika adalah tipikal konsumen yang demikian, mencari infonya dahulu via internet, baru kemudian mantap membeli barang tersebut.

Perilaku konsumen zaman dahulu dan sekarang, sudah jauh berbeda

Berbekal strategi pemasaran seperti itu, Ethica mampu berkebang pesat hingga saat ini.


"Blogger dan Influencer adalah ujung tombak para pebisnis online". 

Begitu tutur Rimma Bawazier, yang hari itu di daulat menjadi bintang tamu sekaligus pemilik brand dan designer dari  KAIMMA malabis.

Rimma menjelaskan dengan ringan asal mula beliau terjun di dunia fashion. Dari sejak SMA, Rimma sering memadu-madankan pakaian yang ada di lemari untuk dipakai kembali, Jadi, gak ada tuuh..namanya baju yang mubazir alias terbuang begitu saja.

Berkat bakatnya ini, Ibunda Rimma menyarankan putrinya untuk menekuni bidang Fashion Designer kala itu. Dan buah dari kerja kerasnya, baru-baru ini Rimma mengadakan pameran untuk brand Kaimma malabisnya hingga ke negeri Uncle Sam. Saluutt...

Rimma juga menjadi brand ambassador dari Ethica. Karena di dunia fashion, tidak ada yang namanya saingan. Mereka bersaing sehat, agar konsumen menjadi banyak pilihan dalam berbusana.

Ngobrol seru tentang fashion bersama Rimma Bawazier

Karena Indonesia ternyata menjadi kiblat fashion dunia, maka designnya pun makin variatif dan inovatif. Buat yang masih muda dan energik, tentu kamu lebih senang menggunakan celana panjang dipadu dengan tunic. Sedangkan untuk ibu-ibu doyan makan seperti saya, model yang pas adalah gamis syar'i yang lebar dan panjang. Jadi memungkinkan juga tuuh...buat ngejar-ngajar anak yang sedang aktif-aktifnya.

Oke banget kan...?

Jadi buat yang sedang mancari jati diri atau ingin membranding diri, bisa banget pake Ethica. Pilihan model dan warna yang segar dipandang mata, membuat hari-harimu menjadi ceria juga tentunya.

With Ethica, Let's Boost Your Day!


Yang ingin tau lebih banyak tentang Ethica, bisa kepoin medsos berikut :

Web :

www.ethicafashion.com

IG :


@ethica.id

Twitter :

@ethica.id



Salam hangat,






























17 comments:

Blogger

Blogger Kanianingsih : Keindahan Dalam Bertutur

Friday, September 16, 2016 Lendy Kurnia Reny 13 Comments




Assalamu'alaykum warahmatullah, sahabat Blogger.

Seneng banget bisa nulis kembali tentang sahabat Blogger yang berada di Grup 4 Arisan KEB. Sekarang, saya akan membahas tentang seorang mom Blogger yang sudah tidak asing lagi di dunia kepenulisan.

Kanianingsih

--------------------------------

Blog : www.rumahmayakania.com
www.petualanganzara.com


Sudah pada kenal kan yaa...?
Secara mbak Kania ini sangat produktif dalam menulis. Membayangkan bagaimana membagi kasih untuk merawat ke empat rumahnya. Haah?

Iya,
Rumah yang saya maksud adalah blog yang dimiliki mbak Kania. Selain yang saya tulis di atas, ada 2 rumah lagi yang akan saya tulis di akhir blog yaa...

Semua blog mba Kania memiliki niche yang berbeda-beda. Jadi gak ada tuuh...yang namanya blog gado-gado kaya punya saya gini. Huuhuu...


Tidak cukup dengan menulis di blog, mbak Kania juga sudah menelurkan beberapa buku antologi maupun buku solo. diantaranya :

  1. Novel Anak "Sekolahku", Penerbit Puspaswara 
  2. Antologi cerpen remaja "Nana Jatuh Cinta", Penerbit Dar!Mizan.
  3. Antologi cerpen "Can You Keep The Secret?", ShofieMedia, 2005.
  4. Novel remaja "Supergirl Patah Hati", Penerbit Puspaswara
  5. Antologi cerpen "Yang Datang Berulang", Penerbit Malka.
  6. Antologi kisah nyata "Hati Ibu Seluas Samudera", Penerbit Sixmidad, 2014.
  7. Antologi tulisan "Ramadhan In Love", Penerbit Indiva, 2015.

Berderet prestasi mbak Kania ini tidak membuat beliau jumawa, justru malah rendah hati dan sering berbagi tips di grup whatsApp. Kata-kata yang terucap selalu optimis dan penuh energi. Seneng banget bisa kenal dan ngobrol lebih dekat dengan beliau.

Salah satu tulisan favorit saya :



Apa yang teman-teman rasa ketika ada perdebatan panjang mengenai melahirkan normal vs SC? Pasti yang pernah mengalami masa-masa itu merasa berada di pihak yang (paling) benar kan yaa...?
Melalui tulisan mbak Kania di atas, saya tersadar banyak hal. Salah satunya bahwa anak adalah karunia yang Allah berikan. Bagaimana cara hadirnya ke dunia, itu di luar kuasa kita sebagai manusia. Maka, bagi yang berkeyakinan bahwa melahirkan dengan SC itu ibunya tidak menjadi serang wanita yang sesungguhnya, itu salah besar. Jalan apapun yang ditempuh, itulah jihad seorang ibu demi menyelamatkan nyawa seorang anak.

Terharru....

Dengan proses panjang, mbak Kania memiliki 2 orang anak yang sempurna. Diberi nama Zaidan Fathin Izzati (9 tahun) dan Raissa Rahmania (5 tahun). Kedua anak mbak Kania inilah yang menginspirasi www.petualanganzara.com.



Kalau untuk tulisan umum (di luar perkembangan anak-anak), mbak Kania kerap mencurahkan tulisannya di www.rumahmayakania.com.

Tulisan mbak Kania yang ini niih...bikin saya semangat menulis :


Ada tips menulis yang ciamik dari mbak Kania. Terutama bagi seorang ibu dengan anak lebih dari satu, dimana prioritas adalah suami dan anak-anak. Mau intip di blog mbak Kania? Saya kasih spoilernya sedikit yaa..

Tips Menulis ala Kanianingsih :

  1. Fokus
  2. Menguatkan niat
  3. Management waktu yang baik
Ke tiga hal ini yang diperhatikan mbak Kania hingga sukses sampai saat ini.

Mulai menulis blog dari tahun 2000 hingga saat ini bukanlah waktu yang singkat, maka saya belajar satu hal lagi dari mbak Kania bahwa untuk bisa menulis yang baik membutuhkan perjalanan panjang. Mungkin saat ini saya masih random topic atau istilah kerennya lifestyle blogger yaa... Mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa memiliki blog yang berniche. Jadi rapih dan memudahkan pembaca menemukan konten yang dibutuhkan.

Sekarang saya mau kasih info untuk 2 blog lain yang juga ditulis mbak Kania.

Blog yang berisi resep makanan istimewa ala mama Kania :



dan berisi tentang resensi buku yang telah dibaca mbak Kania :




Luar biasa mbak Kania.
Kehidupannya benar-benar seimbang antara kewajiban dan hobi. Antara kehidupan dalam dunia nyata dan dunia maya.
Salah satu tips dari mbak Kania lagi adalah pintar-pintar memilah dan memilih kegiatan apa saja yang dikerjakan dan yang tidak perlu. Semua dilakukan dengan efisien. Bahkan ketika mbak Kania harus melepas karirnya sebagai staf di salah satu perusahaan penerbitan majalah dan buku dan juga staf pengajar di sebuah sekolah alam demi menyeimbangkan kehidupan dalam rumah tangganya.

Kagum saya.
Semakin baca blognya mbak Kania, semakin banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dengan balutan kata yang tidak menggurui.

Barakallah, mbak Kania.

Semoga manfaat demi manfaat bisa menjadi amal jariyah mbak Kania dan keluarga. Semangat menulis selalu, mbak...

Bagaimana dengan kamu, teman blogger?
Sudah rutin menuliskah?
Sudah bermanfaat untuk orang lain kah?

Semoga dengan blogwalking ke blog mbak Kania membuat kita semakin "kaya" dalam banyak hal yaa...

Happy blogwalking.


Salam sayang,













13 comments:

Blogger

UBER : Sahabat Ibu Muda Kekinian

Wednesday, September 14, 2016 Lendy Kurnia Reny 17 Comments



Di zaman yang serba cepat ini, siapa yang suka dengan kata "menunggu"?
Aku rasa, semua orang menginginkan segalanya serba cepat dan instan. Termasuk dalam hal transportasi.

Apalagi yang hidup di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, Semarang dan beberapa kota besar lain yang menyandang rekor dengan angka kemacetan yang tinggi. Tak terkecuali Bandung, kota tempatku tinggal saat ini. Mencengangkan bahwa Bandung menduduki peringkat ke 7 sebagai kota ter-macet seluruh Indonesia.

Untuk hal transportasi umum, aku biasanya mengandalkan taxi untuk bepergian. Selain karena memang sudah terbiasa, taxi juga salah satu kendaraan yang nyaman untuk membawa 2 balitaku yang saat ini berusia 5 dan 3 tahun. Namun kebiasaan ini perlahan berubah semenjak aku dikenalkan UBER oleh salah seorang sahabat yang tinggalnya tak jauh dari tempat tinggalku.

"Cobain, Len...pesen Uber buat acara kita besok."

Pernah dengar dari beberapa cerita kalau Uber adalah taxi ilegal. Sempat merasa takut dan ragu juga...tapi karena penasaran, aku memutuskan untuk mencoba. "Toh...tak ada salahnya dicoba dahulu."

Mulai dari proses pemesanan hingga pembayaran, aku lakukan menggunakan ponsel temanku itu. Karena aku bukan pengguna credit card, jadi aku malas menginstal aplikasi UBER di handphoneku. Ajaib! Baru memesan, langsung dapat kabar bahwa mobil akan sampai dalam waktu 3 menit lagi. Informasi yang disajikan lengkap, dari mulai biodata pengemudi, estimasi biaya dan current location.


source : Uber

Dan tak berapa lama, aku di telpon oleh pengemudi UBER bahwa ia sudah hampir sampai rumah. Dalam hati terbersit bahwa pengemudi ini sopan sekali. "Aah...cuma kebetulan dapat yang sopan kali yaa..?". Ada beberapa penyangkalan juga dalam diri. Hiihii...Tapi first impression saat mobilnya datang, heemm...termasuk mobil yang bersih dan wangi. Supirnya mungil seperti anak baru lulus SMA. Karena ragu, aku pun mencocokkan wajah supir di handphone dengan kenyataannya.

"Eh...bener looh...sama. In syaa allah aman."

Karena aku ini termasuk emak rempong, maka bepergian kali ini pun selalu bersama yang namanya rombongan. Selain bersama para emak rempong, kami juga bersama anak-anak. Karena tujuan kami kali ini terbilang jauh, maka daripada kami naik-turun angkot, kami memutuskan untuk menggunakan UBER. Yaah, biar keren dikit laah yaa....


Sesampainya di tempat tujuan, sang pengemudi pun dengan sigap memberikan pengarahan apa yang harus kami lakukan setelah ini. Mematikan argo yang ada di handphonenya dan menunjukkan pada kami sejumlah tagihan yang akan ditagihkan ke credit card temanku.

Semua memuaskan bersama UBER

Sepulang dari acara tersebut, kami tidak ambil pusing lagi. Kami pun memesan UBER lagi tanpa ragu. Dan ternyata, yang unik adalah dengan jarak yang sama, tagihan UBER kami bisa berbeda saat berangkat dan pulang. Ternyata tergantung dari traffic perjalanan kami. Kalau macet, tentu saja bisa bertambah mahal karena ada masa tunggunya. Yang mengagumkan berikutnya adalah biaya perjalanan kami lebih murah daripada sewa angkot. Hmmm...benar-benar memanjakan pelanggan niih...


Setelah kejadian ini, saya makin yakin kalau UBER adalah sahabat ibu zaman sekarang. Sangat memudahkan dan nyaman. Kalau tidak ada kendaraan pribadi, tapi gak mau repot, tinggal pesan UBER menggunakan aplikasi yang sudah di download. Apalagi saat ini UBER sudah sangat mendengarkan suara hati pelanggan. Tidak hanya hadir dengan metode pembayaran secara credit card, saat ini juga bisa dibayar cash. Bayangkan betapa senangnya hati ini...

Terima kasih, UBER...


Melalui acara Bandung Bloggers and Instagrammers Gathering, kami mendapatkan banyak informasi menarik seputar UBER. Salah satunya bahwa UBER bukan taxi ilegal. UBER selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai dan kepuasan pelanggan. Jadi saling mengirim feedback setelah menggunakan UBER itu turut membantu kemajuan UBER ke depannya.




Inovasi UBER ternyata banyak looh...temans. Salah satunya, bila kita memerlukan mobil mewah untuk ke acara tertentu, UBER hadir dengan pilihan UBER Pool atau UBER Premium. Dan saat ini yang ingin dikembangkan adalah UBER Motor. Dan ini dijamin lebih murah dari pelayanan transportasi manapun. Waah...makin berbinar mataku ketika mendengar penjelasan ini. Sebab UBER motor tetap melayani tanpa minimum payment. Bahkan jika biayanya hanya Rp 1,000,- pun tetap dilayani. No tip yaa, guys. Kalau ada pengendara yang meminta tip tambahan, maka kita berkewajiban melaporkan hal tersebut melalui aplikasi yang tertera di UBER apps.

Mudah, Gampang dan Bersahabat.



Sesuai dengan tagline UBER "Everyone Private Driver", jadi dimanapun dan kapanpun, mobil UBER akan selalu tersedia. Bahkan pada jam 12 malam sekalipun. 




Berikut beberapa TIPS menggunakan UBER agar aman dan nyaman :


  1. Sebelum mengadakan perjalanan, pilih titik bertemu yang aman sembari menunggu mobil UBER datang.

    Dengan memberikan lokasi yang jelas dan tepat, akan memudahkan dan mempercepat pelayanan.

  2. Demi keamanan dan kenyamanan, biasakan untuk memeriksa nama pengemudi, dan mencocokkan foto pengemudi dan kendaraan (bahkan plat mobil) dengan yang tertera pada aplikasi UBERmu.

    Tidak perlu ragu untuk membatalkan pemesanan apabila dirasa mencurigakan.

  3. Untuk merahasiakan segala bentuk komunikasi, maka aplikasi UBER tidak menyarankan berhubungan dengan saling menunjukkan nomer jaringan pribadi. Jadi semuanya sudah dijembatani oleh UBER apps.



Ada yang punya pengalaman unik dan seru menggunkaan UBER?
Silahkan berbagi di kolom komen yaa...biar seru. Dan update gitu...hiihi...
Atau ada yang belum pernah pakai UBER?
Saran saya, coba dahulu dan akan ketagihan kemudian. Apalagi kita bisa saling berbagi Promo Voucher berupa unique code. Lumayan banget jumlahnya. Bisa untuk perjalanan dalam kota.


Selamat menikmati perjalanan bersama UBER.


Salam hangat,



17 comments:

Korean Drama

King Of Baking, Kim Tak-Goo : There's No Short Cut In Our Lives

Tuesday, September 13, 2016 Lendy Kurnia Reny 12 Comments



Judul Drama : Love, Bread, and Dreams ( 제빵왕 김탁구 / King of Baking, Kim Tak-Goo )
Penulis         : Kang Eun-Kyung
Sutradara    : Lee Jung-Sub
Genre           : Family, Love, Romance, Betrayal.
Network       : KBS2
Episode        : 30 episode


Main Actor/Actress :

Yoon Si-Yoon

sebagai Kim Tak-Goo.

Sifatnya hi-temprament, namun baik hati dan tulus. Memiliki masa lalu yang menyedihkan. Ia (terpaksa) berpisah dengan orang-orang yang di cintai, terutama Ibunya.
Perjalanan mencari Ibunya inilah dikisahkan sangat rumit dan penuh dinamika dalam drama 30 episode ini.







Joo Won

sebagai Gu Ma-Jun

Anak laki-laki yang sangat diharapkan agar bisa mewarisi usaha roti kebanggan keluarga GeoSung ini ternyata bukan darah daging Gu Il-Sung (ayah). Ia lahir dari perselingkuhan antara Ny. Seo dan sekretaris Han.

Sifatnya menjadi sangat ambisius dan hatinya kotor oleh sifat iri, dengki serta tamak.





Eugene

sebagai Shin Yu-Kyung

Teman semasa kecil Tak-Goo dan mereka saling jatuh cinta. Setelah 12 tahun berpisah, mereka ditakdirkan untuk bertemu kembali. Namun masa lalu Yu-Kyung yang sering direndahkan, bahkan disiksa oleh ayahnya sendiri, membuat ia menyimpan banyak dendam dan lama-kelamaan berbuah menjadi tamak.







Lee Young-Ah

sebagai Yang Mi-Sun

Sifatnya galak tapi baik hati. Ceria dan penuh semangat. 
Namanya mirip dengan Ibu Tak-Goo tak terkecuali kata-kata Mi-Sun kerap membuat Tak-Goo tersadar. Di tiap kesedihan Tak-Goo, Mi-Sun selalu hadir menghibur dan memberi semangat sehingga Tak-Goo bisa bangkit kembali.







Kisah mengenai kehidupan keluarga Geosung, yang juga sebuah nama perusahaan roti terbesar saat itu. Usaha yang dibangun oleh Gu Il-Jung jaya pada jamannya. Memang drama ini mengambil setting tahun 1940an yang kental dengan sopan santun serta tata krama. Sehingga, ketika ada masalah antar ibu dan menantu kemudian si menantu mengemukakan pendapatnya, sontak sang ibu pun murka. Intinya, anak dan menantu harus selalu hormat dan nurut dengan orang yang lebih tua.

Pasangan Gu Il-Jung dan Nyonya Seo In-Suk sangat mendambakan kelahiran seorang anak laki-laki dalam pernikahan mereka. Sehingga pasca melahirkan anak kedua dan (lagi-lagi) dapat anak perempuan, Nyonya Seo stres berat. Ia bahkan marah pada keadaan dan pergi ke (semacam) peramal. Ia menanyakan kapan bisa memiliki anak laki-laki dan adakah cara untuk mendapatkannya. Dan secara mengejutkan, sang peramal pun menjawab, tidak ada cara bahwa kamu dan suamimu akan memiliki keturunan seorang anak lelaki. Kecuali jika kamu menikah dengan orang lain, begitupun juga suamimu.

Hancur hati nyonya Seo. Ia sangat mencintai suaminya (Iyaa laah...cinta. Suaminya kaya raya! Ganteng pula...haaha). Akhirnya, nyonya Seo mengambil jalan tengah. Ia berselingkuh dengan sekretaris suaminya (laki lhoo...si sekretaris ini juga orang yang sangat dipercaya Gu Il-Jung dan mereka telah bersahabat dari sejak kecil. Skretaris Han namanya. Selain itu, ia juga banyak berhutang budi kepada keluarga Gu, karena ia dirawat sejak kecil oleh keluarga Gu).

Dan benar saja, hasil masing-masing perselingkuhan mereka (karena Gu Il-Jung pun selingkuh dengan baby sitter di rumahnya) melahirkan anak laki-laki. Ya, Kim Tak-Goo adalah darah daging keluarga Gu. Sedangkan yang lahir dari rahim nyonya Seo di beri nama Gu Ma-Jun. Dia hanya numpang nama "Gu" dari ayahnya, padahal mah,,,ayahnya si sekretaris Han. Kasiaan yaa...


(depan) Kim Tak-Goo - (belakang) Gu Ma-Jun

Sebenarnya kalau boleh jujur, saya lihat drama lawas ini karena ada Gu Ma-Jun (aka. Joo Won). Ini drama seri pertamanya, menjadi second lead-male sekaligus memerankan tokoh antagonis. Lumayan. Lumayan looh yaa...karena saya mantap mengatakan bahwa aktingnya makin terasah kini. Dramanya saat ini selalu memiliki rating tinggi dengan doi sebagai lead-male nya doonk...
Jadi pas nonton drama ini, saya gak bisa benci sama doi. Haeduuu....padahal lirikan matanya aja bikin kesseel setengah mati...Sinis banget!


Kembali lagi ke cerita drama menyakitkan ini. Gu Ma-Jun tumbuh menjadi pria yang menyebalkan. Karena ia anak lelaki satu-satunya dan ibunya yang lebai to the max memanjakan Ma-Jun dengan segala kemudahan dan pembelaan. Dan ambisi sang ibu tentunya ingin anaknya menjadi pewaris tunggal pewaris perusahaan GeoSung. Siapa lagi coba?

Makanya ibu Seo ini menjadi jahat gak ketulungan. Ia menjadi buta oleh ambisinya. Rela membunuh mertua, karena mertuanya tiba-tiba memergoki ibu Seo sedang bermesraan dengan sekretaris Han. Lalu menyingkirkan ibunya Tak-Goo ke desa yang nun jauh dari Seoul.

Masa kecil Tak-Goo dihabiskan di desa ini dan lika-likunya sampai ia bertemu dengan wanita yang disukai, seorang gadis cantik dan sederhana namun sering disiksa oleh ayah kandungnya dan melihat sang ibu menjual arak pada lelaki lain selain ayahnya demi menopang kehidupan keluarganya. Shin Yu-Kyung.

Memang perjalanan hidup itu tidak semulus jalanan beraspal, selalu ada batu, sandungan bahkan polisi tidur. (Akkakka...perumpamaannya jelek banget yaaa?). Setelah 12 tahun kemudian, banyak kejadian yang membuat episode ini panjang (haha...), akhirnya takdir menemukan Ma-Jun dan Tak-Goo di sebuah toko roti milik kakek Pal-Bong. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Hanya bedanya, Ma-Jun menggunakan jalan pintas untuk bisa meraih kesuksesan, sedangkan Tak-Goo melaluinya dengan kerja keras dan kejujuran. Ini yang saya suka dari drama ini. Meskipun banyak intrik namun kebenaran tetap akan terungkap kemudian, yaa kan yaa..?

Seperti saat Ma-Jun yakin gak ada celah untuk memasuki ruang hati Yu-Kyung karena ia cinta mati dengan Tak-Goo, maka Ma-Jun menggunakan cara dengan memisahkan mereka selama 2 tahun. Dan benar saja, 2 tahun kemudian, hati Yu-Kyung berpaling. Inipun karena ketamakan dan keinginan untuk balas dendam Yu-Kyung terhadap orang-orang yang selalu meremehkan dia.


Pernikahan Gu Ma-Jun dengan Shin Yu-Kyung

Hubungan saling memanfaatkan ini sebenarnya bukan murni tanpa cinta lhoo...Ma-Jun itu sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengan Yu-Kyung masa kecil. Hanya namanya anak-anak dan karena kebenciannya yang sangat dalam dengan Tak-Goo. Saat tumbuh dewasa, Ma-Jun dewasa tidak berubah. Ia tetaplah pria dengan keegoisannya. Tidak berusaha memenangkan hati Yu-Kyung dengan hal-hal manis, namun dengan hal-hal penuh kebencian.

"Kau bisa memanfaatkan aku untuk membalaskan dendammu pada ibuku dan dunia yang serba tidak adil ini."

Begitu yang dibilang Ma-Jun untuk menarik hati Yu-Kyung.

Dasar ceweknya juga sebelas-dua belas sama cowoknya, akhirnya ia menyetujui hubungan ini dan mematahkan hati Tak-Goo. Sedihnyaa~~


Namun bukan drama namanya kalau si tokoh utamanya terus-menerus terpuruk dalam kesedihan. Untungnya Tak-Goo dihibur sama Mi-Sun. Si gadis ceria, cucu kakek Pal-Bong. Mereka sama-sama mengembangkan resep roti yang enak dan sesuai dengan selera konsumen menggunakan adonan roti beras tanpa ragi instan.

Drama terpanjang pertama yang saya tonton sepanjang hidup saya...hufff, akhirnya berakhir di episode 30 dengan happy ending. Yang sudah berlaku jahat mendapatkan balasan setimpal, sedangkan yang baik, bisa bahagia. Termasuk Ma-Jun yang akhirnya tobat menjadi anak baik dan membantu Tak-Goo.

Legaa...


Abis nonton drama yang lumayan bikin saya stres, saya jadi berpikir, hal positif apa yang bisa saya ambil selama 30 episode ini.

1. Jika kita melakukan sesuatu yang salah di awal, maka untuk menutupinya, kita akan melakukan kesalahan demi kesalahan berikutnya.
Entah itu karma atau bukan namanya. Suatu keburukan yang berbuntut panjang.

2. Menjadi orang tua bukan hanya memberikan mereka pakaian dan makanan yang baik, namun juga pendidikan dan pengasuhan yang benar.
Sedih rasanya ketika melihat adegan anak yang mengetahui kekurangan orang tua dari segi finansialnya bertengkar.
Anak yang selalu tahu urusan kedua orang tua nya akan menjadi anak yang dewasa sebelum waktunya.

3. Ingat. Di dunia ini tidak ada yang namanya short-cut. Semua butuh proses panjang untuk menikmati hasilnya. Dan sesungguhnya, ikhtiar kita lah yang bisa kita perjuangkan.
Bisa-bisa saja memotong jalan tengah untuk mendapat kesuksesan yang kita inginkan, tapi saya yakin, itu tidak akan membawa kebahagiaan yang hakiki.

4. Jauhkan dari stres. Karena orang tua yang tidak bahagia dan stres akan menjadikan anak-anak yang tidak percaya diri dan mudah marah (tempramen).
*terbukti dengan Ma-Jun dan Yu-Kyung yang dilahirkan dari keluarga penuh luka. Maka di jiwa mereka tumbuh benih-benih kebencian. Benih ini akan makin subur jika dirawat dengan baik oleh lingkungannya.

5. Membesarkan anak dengan baik dan menanamkan segala kebaikan, bagai berinvestasi jangka panjang. Mereka akan menjadi seperti apa yang kita tanamkan. Begitupun sebaliknya.




Jadi bagaimana menurut kalian?
Drama ini menarik, kan...?
Dengan plot kisah yang tidak biasa dan pemain yang fresh (karena saya gak kenal siap-siapa saat nonton drama ini, cuma Joo-Won aja, dan para sesepuhnya tentu tidak asing lagi. Tapi buat apa ngecengin bapaknya Tak-Goo, haaaha....) dan makna yang tersirat di dalamnya, banyak pelajaran yang bisa diambil. Untuk tidak menjadi orang yang tamak dan serakah.

Keep fighting till the end.


Salam hangat,

- Drama Korean Addict!





















12 comments: