Institut Ibu Profesional,

Prolog Matrikulasi IIP : Adab Menuntut Ilmu

Saturday, October 22, 2016 Lendy Kurnia Reny 19 Comments

Kalau ditanya bagaimana perasaan saya di saat tahu bahwa nama saya tidak tercantum di daftar kelulusan wisuda Kelas Matrikulasi batch #1 kemarin, saya gak kaget. Karena memang empat tugas terakhir kemarin, saya sadari memang saya lalaikan. Tidak terlalu banyak alasan, intinya memang saya belum bisa me-manage waktu dengan baik. Sehingga banyak pekerjaan yang terlena. Termasuk dalam hal urusan ke-rumah tanggaan. 

Sempat saya merasa ingin berhenti dari kehidupan online yang mana banyak menguras waktu offline. Namun memiliki keyakinan, bahwa apa yang sudah saya jalani, jangan sampai putus di tengah jalan. Maka dengan keberanian itulah, saya melangkah maju. Dengan langkah pasti, saya mendaftar Kelas Matrikulasi batch #2 bersama para koordinator IIP lain dari berbagai penjuru Indonesia.
Saya yakin, tidak ada ilmu yang sia-sia. Dan saya harus mengejar ilmu tersebut. 


Bunda Septi,
Ijinkan sekali lagi saya masuk kelas Ibu yaa...
Doakan saya untuk bisa menyerap ilmu Ibu dan mengaplikasikannya dalam universitas kehidupan.

Bismillah...




ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
-----------------------------------------------------------------------
Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional


OVERVIEW

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU


Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horizontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.


Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan.
Para ibu-lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya.


Adab Pada Diri Sendiri
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah cahaya yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu.
Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang "merasa" sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan.
Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.


Adab Terhadap Guru Sebagai Penyampai Sebuah Ilmu
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara.

Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin.
Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.


Adab Terhadap Sumber Ilmu
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan Sceptical Thinking dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.


Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.


Referensi :
Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Baca juga :



📚 NICE HOMEWORK #1 📚

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #2, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi "Adab Menuntut Ilmu" kali ini, NHWnya adalah

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Jurusan ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan tentu tidak jauh-jauh dari pengembangan diri saya sebagai Ibu dan wanita.

Ingin menjadi Istri yang baik untuk suami, Ibu yang dicintai dan diteladani anak-anak dan seorang wanita yang konsisten menekuni passion dalam pencarian ilmu.

Saya seseorang yang suka belajar.
Mempelajari apa saja yang ada dalam kehidupan ini.

Sebagai Istri : Saya senang membaca buku mengenai pernikahan dan kehidupan berumah tangga. Saya senang merawat kebugaran serta stamina tubuh dengan cara berolahraga.

Sebagai Ibu : Saya sedang berusaha mengikuti kelas mindfulness parenting. Dalam rangka kebutuhan dalam hal berdamai dengan masa lalu. Ingin menjadi Ibu yang berpengaruh kuat terhadap anak, sehingga anak-anak lebih percaya pada yang saya katakan daripada orang lain.

Sebagai wanita yang kegiatan sehari-hari menjadi Ibu rumah tangga, saya menemukan passion yang selama ini saya cari. Menyalurkan kesukaan saya pada bersosialisasi menggunakan bahasa tulisan, saya merasa pas sekali.

Karena saya sangat mencintai aktivitas keseharian saya, maka menuntut ilmu adalah suatu keharusan bagi saya. Dengan tagline "Hijrah", saya ingin selalu berubah ke arah yang lebih baik.


Mencari dan mendapatkan ilmu sesuai dengan kebutuhan saya dengan cara mengikuti seminar, membaca buku dan berkumpul dengan sesama pencari ilmu. Dengan sering berkumpul di komunitas yang sama, maka akan sering terjadi diskusi. Dengan ini, ilmu yang didapat akan semakin berkembang. Untuk mengamalkannya, saya akan menuliskan ilmu tersebut dalam blog. Paling tidak dengan menulis, ilmu akan terus terekam. Paling tidak dengan menulis pula, banyak orang yang akan belajar.

Karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.

Beberapa sikap yang harus saya rubah ketika mencari ilmu adalah

* Datang terlambat (karena kurang menghargai waktu)
* Mengobrol berlebihan
* Menunda pekerjaan (seperti menuangkan dalam blog dan mengerjakan tugas yang diberikan sang guru)
* Kurang fokus dalam melakukan pekerjaan


Sekian NHW 1 saya, salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.







19 comments:

Blogger

Rita Asmara : Lifestyle Blogger Asal Palembang

Monday, October 17, 2016 Lendy Kurnia Reny 18 Comments

Kangen banget nulis blog ini setelah beberapa hari hiatus. Ingin nulis, tapi karena satu dan lain hal, aku benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas kegemaranku ini. Namun aku memiliki banyak sahabat yang senantiasa mengingatkan untuk "ingat menulis". Kapanpun dan dimanapun. Menggunakan media apapun.

Ya.
Kekompakan sangat terasa saat aku berkumpul di Grup Arisan 4 KEB (Kumpulan Emak Blogger). Sarangnya blogger-blogger kece idola aku banget. Salah satunya ada pemenang kocokan ke 12 ini. *Bener-bener gak terasa yaa...sudah 12 putaran kita lewati bersama...#gengijoek. Dari mulai berbagi ilmu blogging, berbagi info Giveaway (ini mah...Asri banget!), sharing dan nge-gosipin blogger kece lain dari grup sebelah, sampai info job placement yang ratenya lumayan banget buat jajan. Di grup ini, ada ilmu, kehangatan dan persahabatan.

Akankah lengang oleh waktu?

Hanya waktu yang membuktikannya. Hiihi...cieee...^^

Salim cipika-cipiki dulu yuuk...sama Blogger cantik asal Palembang yang satu ini...

Rita Asmaraningsih

Namanya seindah wajahnya. Rita Asmaraningsih. Blogger Palembang yang suka sekali dengan bunga. Kalau kamu ngepoin IG nya, dijamin bakal seger pandangannya melihat yang cantik-cantik ciptaan Allah. Mba Rita yang kegiatan kesehariannya diisi dengan bekerja di salah satu instansi pemerintahan, tak lupa selalu menulis blog yang sudah ditekuni sejak tahun 2009. Wah kompak juga seperti mba Ety, pemenang kocokan arisan putaran kemarin.

Baca juga :


Dengan mengangkat niche Lifestyle blog, maka mba Rita rutin mengisi blognya dengan ragam cerita dan tips bermanfaat yang (tentu) pernah kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti tulisan berikut :



Nah...iya kan...?
siapa yang gak pernah bermasalah dengan serangga yang satu ini?
Bagi kita warga Indonesia yang tinggal di iklim tropis, tentu pernah bermasalah dengan nyamuk. Dan ini bisa berbahaya sekali bila yang datang adalah nyamuk pembawa virus, seperti Aedes Aegepty. Maka untuk menghindarinya, mba Rita menuliskan tips dalam artikel tersebut. Informasi yang hendak disampaikan sangat simple, jelas dan padat.

Mau kepoin tulisan mba Rita yang lain?
Boleh-boleh aja....aku akan menunjukkan tulisan kece mba Rita yang lain.



Hobi seseorang itu memang unik yaa...?
Tapi biasanya hobinya pada standart. Naah...mba Rita punya hobi yang gak standart menurutku, yakni hobi mengisi dan membuat TTS. Wiiih...? *amaziing* kaan??

Denger kata TTS, lamunanku seolah mundur ke beberapa tahun silam saat aku masih kanak-kanak. TTS nya pun tentu TTS anak-anak. Aku merasa selalu kesulitan kalau mengisi TTS. Engga tau logikanya belum nyampe atau gimana yaa...? Sering sekali kata yang aku tebak tidak sesuai dengan kotaknya. *ommoo~~

Beranjak dewasa, Bapak yang senantiasa berlangganan koran, sering mencoba-coba juga isi TTS. Dan saya perhatikan, memang seru ternyata. Mencari padanan kata yang sesuai dengan kotak yang tersedia. Saya pun mengikuti Bapak untuk belajar mengisi TTS.

Teka Teki Silang

Kurang lebih, begitu pula kisah mba Rita mengenai hobinya tersebut. Dan ditekuni hingga kini. Buah manis yang bisa dipetik adalah mba Rita baru-baru ini memenangkan lomba mengisi TTS yang diadakan di Gramedia World Palembang. Wah...keren banget deh...bisa sepodium dengan master TTS Palembang, Pak Mahmud.

Mba Rita dan para pemenang lomba TTS di Palembang


Maka dari beberapa tulisan mba Rita, ada beberapa manfaat mengerjakan TTS.
1. Melatih otak agar tidak mudah cepat lupa.
2. Memperkaya kosa kata.
3. Melatih ketelitian dan ketepatan dalam menjawab soal.

Nah...banyak juga kan...manfaatnya. Jadi, jangan takut sama TTS lagi yaa.... Untuk jadi seorang yang profesional, maka dibutuhkan banyak latihan dan jam terbang.

Apakah kamu siap menjadi seseorang yang profesional?



Salam hangat,






18 comments:

Blogger,

Makna Usia 40 Tahun Ala A Gentleman's Dignity

Friday, October 07, 2016 Lendy Kurnia Reny 36 Comments



Drama ini uda 4 tahun yang lalu, tapi kalau aku lagi kangen, suka banget re-run alias nonton ulang ini drama dari awal sampai akhir. Hiihii...^^ *gak pernah bosen meskipun ditonton berulang-ulang.

Pasti kesan pertama saat liat cover poster drama nya...
Ommo~~
Yang main kok pada tuwir semuaaa?
Shiro? (engga suka?)
Emmm... (sambil geleng-geleng), jangan skeptis dulu. Berkat drama ini, aku memutuskan untuk jadi fans aktor yang sudah oppa-oppa daripada aktor muda macam Kim So Hyun (aak....meskipun gak nolak juga, kalo disodorin drama doi).


Judul        : A Genleman's Dignity
Penulis     : Kim Eun-Sook
Sutradara : Kim Woo-chul - Kwon Hyeok-chan
Genre       : Love . Comedy . Friendship .
Network   : SBS
Episode    : 20 episode


Lead Male and Female :

Male : Jan Dong-Gun (as Kim Do-Jin) and Female : Kim Ha-Neul (as Seo Yi-Soo)
Sorotan drama ini pastinya di perjalanan hidup kedua aktor dan aktris kece ini. Mereka berdua uda senior banget. Drama dan film yang diperankan, selalu jadi hits. Karena usia mereka uda up to 36, maka aktingnya uda ga perlu diragukan lagi. Enaak banget diliat.

Diceritakan Kim Do-Jin adalah seorang direktur di perusahaan konsultan arsitek ternama di Korea. Sukses. Tampan. Tapi karakter playboy (namun juga sarcatist!) menempel pada dirinya. Bukan tipe perayu, dan gak bisa hidup sama satu pasangan. Sering banget gonta-ganti pasangan (hanya untuk menemaninya di ranjang, bukan kencan).

Namun setelah bertemu dengan Seo Yi-Soo yang berprofesi sebagai guru SMA, perlahan Kim Do-Jin berubah. Hatinya menjadi tulus. Dibilang mendadak, gak juga...karena di drama ini dikisahkan bagaimana perjalanan panjang seorang Kim Do-Jin memantapkan hatinya. Tak terkecuali saat masalah datang silih berganti.

Bagaimana dengan Seo Yi-Soo?
Langsung nerima cinta Kim Do-Jin?

Engga juga.
Seo Yi-Soo uda lama naksir temennya Kim Do-Jin, Im Tae-san.
Female : Yoon Se-ah (as Hong Se-Ra) and Male : Kim Soo-Ro (as Im Tae-san)

Im Tae-san bukan hanya temen dan sahabat bagi Do-Jin, tapi juga rekan kerja. Sama-sama direktur di perusahaan arsitek tersebut. Namun Im Tae-san bagian konstruksinya (bagian teknik sipil nya laah...).

Parahnya,
karena Yi-Seo hanya cinta sepihak, jadi Im Tae-san gak pernah tau kalo ditaksir sama doi. Makanya doi naksir temennya Yi-Seo. Yaa...cewek yang disebelah Im Tae-san itu adalah sahabat Yi-Seo, Hong Se-Ra namanya. Profesinya sebagai pemain golf profesional. Sering ikut turnamen dan juga model untuk merk peralatan golf. Jadi badannya bagus banget. Dan sexy. Dese suka banget pake baju ketat dan minimalis (bagian bawahnya....errrgg!). 

Pemain lainnya yang gak bisa diabaikan, karena ini kisah persahabatan adalaaah....
Female : Kim Jung-nan (as Park Min-Seok) and Male : Lee Jong-Hyuk (as Lee Jung-Rok)
Male : Kim Min-Jung (Choi Yoon) and Female : Yoon Jin-Yi (as Im Me-ari)


Persahabatan ke-empat cowok matang ini (mau bilang kece, nanti ada yang protes...hiihi) dimulai sejak mereka SMA. Awalnya mereka saling berkelahi dan akhirnya bisa sama-sama saling menemukan kecocokan. Hingga saat ini, di usia mereka menginjak 40 tahun. 

Postingan ini terinspirasi dari tulisan teh Tian Lustiana yang berjudul :



Kagum yaa...bisa sahabatan segitu lamanya. Dan kenyataannya memang hidup itu engga mulus. Dari mulai terbongkarnya cinta sepihak Yi-Seo yang menyebabkan keretakan hubungan Im Tae-san dengan pacarnya, sampai ketidak-percayaan Do-Jin saat Yi-Soo bilang kalo doi mulai suka sama Do-Jin.

Gelombang cerita yang dipake dalam drama ini termasuk yang smooth. Engga bergejolak. Pas banget ditonton saat penat. Mulai episode 13 ke atas siih.....mulai aku berasa emosional banget. Saat tiba-tiba ada yang mengaku anak dari Do-Jin sama cinta pertamanya, Kim Eun-Hee.


Lee Jong-hyun (as Collin)
And you know, doi memang jago banget main gitar dan bisa nyanyi. Ternyata memang personil band CN-Blue. Aigoo~~

Dan lucunya, Kim Eun-Hee ini adalah cinta pertama dari ketiga cowok lainnya. Jadi mereka kompak banget memperebutkan cewek ini. Sampai suatu hari, Eun-Hee tiba-tiba menghilang. Dan mereka bisa melupakan.

Kenyataan bahwa si anak cowok 19 tahun ini adalah anaknya Do-Jin tentu membuat shock semua orang. Termasuk Yi-Soo yang saat itu baru aja pacaran sama Do-Jin 3 hari.
Sedih, terpuruk dan marah.

Begitupun Do-Jin.
Doi juga rasanya hancur. Gimana bisa dia membiarkan seorang wanita mengandung dan mengasuh seorang anak hingga 19 tahun lamanya, tanpa ia tau. Terlebih saat itu, ia sedang jatuh cinta banget kan...?


Gregettaaann sama si cewe masa lalu yang tiba-tiba muncul ini. Pingin nyubiitt...
Sama Do-Jin juga. Wheyoo~~? Why? Kenapaaa?

Itutuuh....first love nya ke empat oppa ganteng kita ini....hiiiks!!

Okelah,
drama gak seru kalo gak ada yang mengejutkan kaya gini. Dan saat scene-scene yang menyedihkan, backsoundnya suara Jan Dong-Gun nyanyi doonk...Makin bapeerr dengernya.

Masalahnya, doi bukan pingin balik sama masa lalunya. Karena Eun-Hee juga uda nikah lagi sama orang Jepang dan tinggal di sana. Tapi perasaan bersalah sama cewek-cewek yang dia cintai ituu yang bikin doi banyak merenung. Dan jadi cenderung menutup diri.


Dari awal drama, jagga-nim (penulis) ingin menyampaikan pesan "Makna Usia 40 Tahun" :

1. Usia dimana kamu harus tetap tenang, demi menjaga martabat dalam situasi apapun.
2. Usia untuk tidak (lagi) banyak berkhayal dan bermimpi.
Karena biasanya, di usia ini, kebanyakan orang sudah sukses.
3. Menjadi pribadi yang tidak mudah dikecewakan dan patah hati
Di drama ini kan nyeritain tentang oppa-oppa single yang mencari cinta sejati di saat mereka sudah berada di puncak kesuksesan.
4. Lelaki tidak pernah tumbuh dewasa. mereka hanya bertambah usia.
Kenapa?
Saat para lelaki berkumpul dengan sahabat-sahabat mereka, maka sikapnya tidak akan menjadi lelaki dewasa seperti biasa. Biasanya mereka berubah menjadi kekanak-kanakan.
5. Usia 40 adalah usia terbaik di sisa umur yang ada.
"Kemarin aku lebih muda dari hari ini. Dan lebih bersemangat. Aku berusaha yang terbaik untuk bersamamu."
*Ini kata-kata Do-Jin saat (masih) ragu dapat pernyataan cinta (yang tulus) oleh Yi-Soo. 


Nyambung siih yaa...
Karena aku pernah denger Ustad ceramah masalah usia 40.

"Surga atau neraka seseorang bisa dilihat dari usia 40. Kalau seseorang di usia tersebut makin dekat hubungannya dengan Allah, maka surga untuknya. Namun bila malah menjauh, neraka ganjarannya."


Oke, endingnya....
Drama ini seperti drama cinta pada umumnya. Masalah tarik-ulur dalam percintaan. Namun terasa maniiis...Aku ngerasa bisa "jatuh cinta" lagi. Ngerasain deg-degan. Ketawa-ketawa sendiri, dan uda pasti nangis tersedu-sedu. Heuu....eottoke~~



Bagi yang kemarin kena demam DOTS (Descendant Of The Sun), uda pasti wajib nonton drama ini juga. Karena dari penulis yang sama ^^. Drama ini settingnya kehidupan modern, kekinian banget laah...jadi gak ngebosenin meskipun diulang-ulang nontonnya. Hiihi....itu buat aku siih.


Terimakasih uda baca postingan ini. Uda lama nyari momen yang pas buat nulis drama favorit aku sepanjang masa. Ternyata nyambung juga sama PIN KEB nya teh Tian. Horeee....!


Salam hangat,

*Korean Drama Addict!























36 comments:

Blogger

Perjalanan Seorang Etyabdoel Di Dunia Kepenulisan

Monday, October 03, 2016 Lendy Kurnia Reny 22 Comments

Tulisan akan terasa ruhnya saat kita menulis dengan tekun dan utuh. Fokus dan (paling tidak) - pernah melewati masa-masa itu. Begitulah yang saya rasakan setiap berkunjung ke rumah pribadi milik mba Ety, begitu biasanya saya memanggilnya.



Bernama asli Ety Handayaningsih, bunda dari 2 orang gadis ini membuka lembaran hidup di dunia kepenulisan sejak tahun 2009. Hingga saat ini sudah 7 tahun menggeluti dunia kepenulisan dan prestasinya pun tak perlu diragukan lagi.

Mom Blogger yang tinggal di Solo ini menyebut dirinya sebagai lifestyle Blogger 

Bahasa yang digunakan saat menulis tidak pernah asal seperti saya, namun penuh santun dan makna. 

Baca juga : Blogger Kanianingsih - Keindahan Dalam Bertutur.


Saya percaya sekali dengan proses. Semakin panjang jalan yang kita lalui, maka semakin banyak pula pengalaman yang kita dapat. Engga ada tuuh...yang namanya penulis instan. Semua butuh waktu dan latihan terus- menerus. Dan mba Ety menggambarkannya dengan sangat indah sekali menggunakan infografis berikut :


Infografisnya kece banget yaa...?

Dengan categories blog yang banyak dan random sesuai dengan niche blog mba Ety, pengunjung engga akan dibuat bingung, karena tersusun dengan apik dan rapi. Yuukk kita kepoin :
  • Family (experiment scince, crafting, simple cooking, and tips)
  • Blogging and Social Media 
  • Health
  • Lifestyle (kuliner dan jalan-jalan)
  • Review

Untuk yang ingin bekerjasama, mba Ety mencantumkan dengan jelas semua prestasi yang dimilikinya dalam halaman Portofolio. Banyak tulisan beliau yang sudah diterbitkan di media cetak ternama, seperti majalah Parents, Parenting Indonesia, Potret Indonesia, Republika, dan koran Jakarta.

Telah menerbitkan pula beberapa buku antologi yakni Bingkai Rindu Samara, Curhat Bisnis, dan Kontributor Kamus Pesona Indonesia.

Wiih, banyak yaa...temans.
Itu belum seberapa dibandingkan dengan lomba-lomba menulis yang telah dimenangkan oleh mba Ety. Dijamin, makin membuat kita yang membacanya terkagum-kagum sambil menggumam "Kapaaan, saya bisa seperti mba Ety yaa...?".
Doain yaa,mba....

Baru-baru ini, mba Ety juga dinobatkan sebagai Blog of The Month-nya KEB (Kumpulan Emak Blogger) untuk bulan Juni 2016. 

Kurang kece apa coba, mama yang satu iniii...?

Header blog yang simple namun menyiratkan segalanya

Paling berkesan sama tulisan mba Ety kalau membahas teman sesama blogger di grup arisan 4 "Geng Ijoek". Selalu ada 1 tulisan yang dijadikan topik utama. Dan ini dibahas secara mendalam. Bisa dari pengalaman pribadi beliau, bisa juga dari pandangan beliau mengenai hal tersebut.

Yang baru-baru ini :

Cemas Hadapi Operasi Caesar? 4 Tips Ini Dilakukan Agar Bisa Tenang.


Tulisan ini terinspirasi dari mba Kanianingsih. Diramu dengan bahasa yang berbeda, sehingga menjadi postingan yang long lasting, begitu kata mba Ety. Dan benar saja, setiap tulisan mba Ety, pasti ramai pengunjung. Bisa dilihat dari kolom komentar yang selalu di atas 30 komentar dari pengunjung.

Aiih....mantap!

Tulisan berikutnya, yang memang saya butuhkan banget adalah tentang membangun rasa percaya diri pada anak.

Dimuat Di "Buah Hati" Republika, Membangun Rasa Percaya Diri


Dalam tulisan mba Ety, saya dapat menyimpulkan bahwa bila ingin memiliki anak yang percaya diri, dapat dilatih dengan perlahan, tidak serta merta, Dengan diberi pemahaman bahwa rasa malu itu memang penting, namun ada tempatnya. Kalau sudah pakai baju yang bersih, rapi dan menutup aurat, maka tidak perlu merasa malu.

Proses yang diceritakan mba Ety, perlahan anaknya yang bernama Zahira berhasil mengobrol bersama teman sepermainan. Lama-kelamaan mampu mengajak teman bermain bahkan memberi ide akan bermain apa. Dan kemudian, Zahira bersama teman-temannya mampu meraih juara dan mendapatkan piala.

Mashaallah...

Kisah ini dikemas dengan bahasa baku yang apik dan tak lupa di akhir tulisan, mba Ety menyertakan cara berpartisipasi untuk menulis di Koran Republika tersebut.

*Baiknya, mbaaaa....


Melalui blog mba Ety, saya dapat kesimpulan bahwa :

1. Menulis bukan hanya tentang impian yang ingin dicapai. Namun lebih dari itu, membutuhkan konsistensi dan jam terbang.

2. Membuat tema biasa menjadi luar biasa dengan bahasa yang baku dan mudah dimengerti.
Kalau baca tulisan mba Ety selalu kerasa adeemm gitu. Apa karena mba Ety pernah bahas masalah Cooler Box? Hehhe...


3. Saling berbagi informasi untuk sesama blogger mengenai kepenulisan.
Karena mba Ety gak ingin maju sendirian, maka di beberapa tulisan akan dicantumkan informasi yang lengkap mengenai tulisan tersebut.



Sekian review saya mengenai sahabat Blogger, mba Ety, yang pastinya sudah tidak asing lagi di dunia kepenulisan. Buat yang ingin berteman, bisa follows semua sosmed beliau di :

IG   @etyabdoel
Twitter : @etyabdoel



Salam hangat,











22 comments: