Blogger,

Belajar Bersama Blogger Palopo

Friday, January 27, 2017 Lendy Kurnia Reny 33 Comments

Belum pernah bertemu langsung dengan blogger yang akan saya bahas ini, tapi terasa dekat. Kira-kira itu yang tersirat di benak saya ketika membuka blognya. Kerap menulis sesuatu dari hati, maka pembacanya pun merasakannya menggunakan hati. Dalam. Penuh makna.

Pasti uda pada kenal kan yaa...kalau saya menyebut doi dengan panggilan femesnya.

"Nyak....."



Iyah,
siapa siih yang gak kenal sama Nyak Rotun. Selain blognya yang selalu membahas hal-hal seputar parenting, marriage, juga (ada) blog khusus makanan, Nyak juga gemar berbagi hal-hal pribadi yang pernah dialaminya. Ehhe...curcol yaa, Nyak?!?

Dan kesemua itu ditulis dengan bahasa yang ringan, gak berbelit-belit dan sederhana. Iya, sesederhana itu juga cinta aku sama Nyak. ^^

Kenapa bisa bahasanya renyah gitu yaa...?
Ternyata usut punya usut, Nyak ini mantan penyiar, sodara-sodara...Pantesan~~
Dan supaya enak dibaca, Nyak kerap membaca tulisannya kenceng-kenceng, macam siaran gitu...Sekarang jadi tau yaa...rahasia kerenyahan pilihan bahasa yang dipakai Nyak di blognya.


Bahasan yang selalu saya nanti dan berharap (-harap cemas tiap minggunya) untuk di-tag di facebook adalah #mondaymarriage nya. Tulisan yang sangat saya butuhkan selain parenting. Dari mulai komunikasi terhadap pasangan, sampai diskusi ringan tentang pasangan dari perspektif istri yang kadang njelimet, ternyata suami mah maunya begitu saja. Cukup.


Seperti tulisan mengenai : Cantik Di Mata Suami.


1. Cantik saat suami berangkat dan pulang kerja

2. Tentang pakaian yang disukai suami 

(baik di rumah atau saat keluar rumah)

3. Tentang make-up 

(wajah istri jangan kalah bersinar dengan wanita di luaran sana yaa...)

4. Tentang tubuh 

(inginnya setiap wanita mana pun setelah punya anak memiliki tubuh yang tetap seksi, tapi apa daya.... Jadi, kalaupun gak kembali ke bentuk tubuh seperti dulu, yang penting sehat, gak udah sakit)

5. Senyum

(Penting! Gak ada laki-laki yang demen sama istri cemberut dan hobinya mengeluh aja)



Aslinya, tulisan dari Nyak mah...keren banget. Bikin saya sadar tanpa terkesan menggurui. Jelaslaah...kita kan seumuran yaa, Nyak... Pastinya problematika Ibu muda yang inginnya menggapai banyak hal, namun terbatas waktu dan ruang gerak. Jadi menulis blog adalah proses aktualisasi diri dan keinginan menuangkan apa saja yang dipikirkan. Ingin berbagi dengan sesama dan mudah-mudahan menjadi berkah.

Hiihii...saking kagumnya sama tulisan Nyak yang kreatif, saya sempat ngompor-ngomporin Nyak untuk menulis buku. Namun dengan rendah hati, Nyak masih mempertimbangkan banyak hal. Padahal mah...saya yakin banget, kalau Nyak ini bisa jadi penulis hebat!



Untuk yang baru berkunjung ke blog Nyak Rotun, jangan kaget yaa...Dijamin betah berlama-lama. Nyamaan banget... Bagaikan rumah niih...Nyak ngajakin kita duduk di sofa ruang tamu yang empuk dan menyuguhkan kita camilan. Aseli bikin lupa waktu!

Ahha...!
Ngomongin camilan, Nyak jagonya bikin masakan enyaak~~

header dapurotun.com


Main deeh...di blog Nyak yang satu lagi, isinya tentang kreasi masakan (plus resep doonk) yang sudah pernah dibuat Nyak untuk keluarga kecilnya. Menariknya lagi, Nyak ini jagoan banget dari segi food-photography. Aiih....

Menurutku memang makanan akan tampak lebih menggiurkan kalau kita bisa mengkreasikannya dengan cantik. Ngliat fotonya aja udah ngileer yaa...apalagi dibolehin nyemolin. Heehe...

Food-photography ala dapurotun

Bisaan Nyak niih...
Mau masakan lucu-lucu untuk cemilan anak-anak ataupun masakan untuk suami, semua dijabanin. Dan hasilnya, WOW banget!

Ini kayanya sehari-hari banget. bahannya ada di sekitar kita. Tapi bisa dimodifikasi jadi makanan luar biasa. Tapi hal lain yang menarik perhatian saya adalah....properti food-photography nya. Kaya yang ada di resto-resto gitu yaa...

Pas bangetnya lagi,
Nyak suka postingnya weekend. Jadi ide buat masak hari itu.
Yeeay!


Buat yang hobi baca blog untuk memperkaya diri dengan ilmu bermanfaat, mampir dan kenalan langsung aja yaa, ke :

Blog :
www.nyakrotun.com
www.dapurotun.com


IG :
@rotundf


Twitter :
@rotundf

FB :
Rotun DF



Sekian profil blogger yang saya bahas kali ini. Semoga bermanfaat.


Salam hangat,


33 comments:

feature,

Film IQRA' : Mengaji Baru Mengkaji

Sunday, January 22, 2017 Lendy Kurnia Reny 33 Comments

Bismillah,
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.



"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"
QS. Ali Imron (3) : 190



Sepenggal ayat di atas yang membuka film berjudul IQRA' : Petualangan Meraih Bintang garapan Salman Film Academy dan Masjid Salman ITB ini, sukses membuat saya merinding dan menangis tersedu-sedu.

Merinding karena selama ini manusia terlalu sombong mengatakan bahwa segala yang diketahui adalah hasil pemikiran sendiri. Namun pada kenyataannya, ayat di Al-Qur'an telah menjelaskan detil segala yang ada di kehidupan manusia, asal manusia mau berpikir.

source : web film-iqro.com

Kisah seorang anak perempuan bernama Aqilla (diperankan oleh Aisha Nurra Datau) yang sangat mengidolakan kakeknya, Prof. Wibowo (biasa dipanggil Opa - diperankan oleh Cok Simbara), seorang astronom yang mengabdikan dirinya untuk meneliti luar angkasa di Boscha, Lembang.

Masalah mulai berdatangan. Dimulai dari keluhan guru mengaji Aqilla yang mengatakan bahwa Aqilla susah sekali berkonsentrasi karena sibuk dengan gadget. Ditambah lagi, persaingan Aqilla dengan teman sekelasnya. Namun konflik ini mudah diatasi karena sebenarnya masalah utama ada pada Opa dan tempat observatorium Boscha.

Konflik yang terkesan dramatis ini tidak dibuat berlarut-larut oleh sutradara. Tokoh yang digambarkan antagonis, melalui proses yang singkat bisa langsung tersadar bahwa ia salah dan dengan gentle meminta maaf. Kehadiran Meriam Belina sebagai Ibu dari si tokoh antagonis, Bang Codet, menambah kesegaran dalam plot kisah Iqra'. Sudah tak asing yaa...kalau melihat Meriam Belina mengeluarkan logat candaan segar khas Sunda campuran batak. Top banget!


Ketika Al-Qur'an menjadi rujukan segala ilmu...


Di film yang berdurasi (kurang lebih) 100 menit ini, kita diajarkan untuk senantiasa mengaji sebelum mengkaji segala ilmu yang ada di dunia. Mengapa begitu?

Jawaban dari Allah jelas dikatakan dalam QS. Al-Alaq : 1-5 yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Mengapa dalam ayat tersebut hambanNya diminta untuk membaca?

Karena sejatinya, dalam Al-Qur'an lah segala sesuatunya sudah dijelaskan oleh Allah. Dan hanya bagi kaum yang berpikir sajalah, tanda-tanda tersebut dapat diketahui.


Maka syarat Opa kepada Aqilla yang saat itu sedang berlibur dan mendapat tugas science dari sekolah untuk membuat penelitian tentang penemuan terbaru hanyalah Aqilla harus bisa mengaji dulu (titik). Bagi Aqilla, tentu itu syarat yang tidak mudah. Karena ia ogah banget memperhatikan guru mengaji. Namun suasana belajar yang berbeda diperoleh saat Pesantren Kilat di rumah Opa. Guru mengaji yang biasanya hanya menyuruhnya membaca Iqra', di sini malah sering mengajak diskusi malah camping bersama untuk melihat komet Love Joy yang sudah melintasi bumi selama 11.500 tahun. Dan tahun ini, special. Komet tersebut melintas Indonesia dan dapat dilihat dengan mata telanjang.



Selain disuguhkan tentang pemandangan bintang, tata surya dan luar angkasa yang mashaallah indahnya, kita juga diajak melihat pemandangan Lembang terutama Boscha (jadi inget sama film Petualangan Sherina loo...inget gak?) dan Masjid tercinta, Salman ITB, Bandung.


Beginilah seharusnya . . .


Karena tontonan adalah sebuah gaya hidup yang ada saat ini, saya harus bilang bahwa saya merindukan tontonan yang bisa jadi tuntunan seperti Film Iqra' ini. Begitu banyak serangan film dari Indonesia bahkan luar negeri yang terkadang tidak layak tonton, untuk usia anak sekalipun karena mengandung muatan negatif, Film Iqra' ini membawa angin segar untuk menikmati weekend bersama keluarga. Tontonan menyentuh yang sangat islami. Membuat hati ini bergetar dan rindu akan mentafakkkuri Al-Qur'an. Sejatinya, manusia tidak hanya membaca ayat-ayat Allah, namun juga menelaahnya dengan ilmu yang benar.



Film yang serentak di putar di seluruh bioskop yang ada di Indonesia pada tanggal 26 Januari 2017 wajib ditonton bersama anak-anak, terutama usia pengenalan profesi. Dan siap-siap dihujani pertanyaan oleh anak yaa, moms and dads

Terima kasih untuk Pak sutradara, Kang Iqbal Al-Fajri, penulis skenario dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini. Semoga pemuda-pemudi generasi islami tidak berhenti berkarya dan menebarkan kebaikan di dunia.

Official trailernya bisa dilihat di sini :


Fanspage : https://web.facebook.com/filmiqro
Instagram : @film_iqro
Twitter : @film_iqro
Website : http://www.film-iqro.com/


Salam hangat,










33 comments:

feature,

Review : Being Happy With Trolls (2016)

Tuesday, January 10, 2017 Lendy Kurnia Reny 20 Comments

Akhir tahun - kita akan selalu dimanjakan dengan beraneka film kartun yang asik untuk ditonton bersama anak-anak. Contohnya film Trolls (2016).

Kartun garapan Dreamwork ini mampu menghipnotis saya, eh...kenapa jadi saya yang terbius yaa..? Salah satu alasannya karena film musikal ini berisi lagu-lagu tahun 2000an. Yang kala itu, sedang booming boyband macam Westlife, Backstreet Boys, Boyzone, N'Sync, dan kroninya. 




Nah..pas banget niih sama pengisi suara dari tokoh kartun Trolls :


Anna Kendrick sebagai Poppy
Justin Timberlake sebagai Branch

Kedua karakter tokoh utama ini begitu kuat mendominasi, tapi sebenarnya ada beberapa tokoh pendukung dalam film ini :


Zooey Deschanel sebagai Bridget
Christopher Mintz-Plasse sebagai King Gristle

Pengisi suara lain yang pastinya uda famous, salah satunya Gwen Stefani. Namun karakternya gak begitu banyak keluar, sayangnya.


Kartun animasi ini begitu simple jalan ceritanya. Hanya ingin mengajarkan pada penonton tentang kebahagiaan.

Apa sebenarnya kebahagiaan itu?


Pada zaman dahulu kala, bangsa Bergen (sebutan untuk makhluk sejenis King Gristle dan Bridget) memahami kebahagiaan sebagai sesuatu yang dapat diperoleh dengan memakan makhluk kecil bernama Trolls. Trolls yang warna-warni menyenangkan dan hobi bernyanyi, menari dan berpelukan ini dianggap mampu membawa perasaan bahagia bagi warga Bergen yang gak pernah tau bagaimana caranya bernyayi, menari bahkan berpelukan. Yang mereka lakukan hanyalah bermusuhan dengan saling menyakiti, menendang, dan melukai diri sendiri.



Iya,
Warga Bergen selain gak ngerti caranya bahagia, ia juga melukai diri sendiri. Saking menyedihkannya, makanya mereka mengurung Pohon Kebahagiaan, tempat tinggal Trolls. Namun suatu ketika, dipimpin oleh King Peppy (bapaknya Poppy), para Trolls melarikan diri lewat bawah tanah dan akhirnya mereka bersembunyi di hutan hingga 20 tahun lamanya.


Dalam rangka memperingati 20 tahun kebersamaan para Trolls, mereka merayakan pesta besar-besaran. Mereka mengundang seluruh warga Trolls untuk bernyanyi dan menari bersama. Lucunya, ada 1 Trolls yang berkepribadian kebalikan dari para Trolls lainnya. Yang umumnya ceria, gembira dan dipenuhi aura positif, Trolls yang satu ini justru murung, menyedihkan dan paling benci nyanyi, nari apalagi berpelukan. Branch namanya.


Doi selalu berpikir dari perspektif negatif dan bersikap sarkatis. Dingin. Gak peduli sama perasaan orang lain.

Suatu hari,
yang dikuatirkan oleh Branch pun terjadi. Tempat persembunyian para Trolls akhirnya diketemukan oleh Bergen. Dan terlambat untuk bersembunyi, sehingga beberapa sahabat Peppy ditangkap dan dibawa chef Bergen untuk dimasak dan dihidangkan untuk King Grestle.



Tentu Peppy sedih dan berharap bisa menyelamatkan sahabat-sahabatnya. Maka ia pun berpetualang menuju tempat tinggal Bergen dibantu oleh Branch. Kesulitan demi kesulitan dilewati mereka berdua. Perlahan antara Peppy dan Branch saling memahami satu sama lain. Peppy mengagumi perspektif Branch yang terkadang memang sarkatis, namun beginilah hidup. Dan Branch tentu perlahan mulai belajar arti dari bahagia (Trolls version) yang bernyanyi, menari dan berpelukan.


Selalu ada hal yang mendasar kenapa orang tersebut "berbeda" dari kebanyakan orang.
Dan yang perlu kita lakukan adalah mendukung bukan menghakimi.


Film kartun ini sangat menyenangkan!
Selain ceritanya yang mudah dipahami, lagu-lagunya yang riang bisa bikin semangat. Untuk anak-anak, kita bisa mengajarkan bahwa :

Kebahagiaan sejatinya ada di dalam diri kita sendiri.
Tidak tergantung orang lain. Hal lain.


Mengajarkan anak akan konsep diri.
Penting mengetahui apa kelebihan dan kekurangan kita. Dengan memahami itu, maka kita akan mudah menempatkan diri pada lingkungan.


Yang belum nonton, bisa download di link berikut :
http://www.filmsubindo.id/2016/11/download-trolls-2016-hdts-subtitle.html

(tinggal copy-paste di browser kamu yaa...)


Kalau bahagia versi kamu, apa?
Boleh share di kolom komen yaa...

Terima kasih.


Salam hangat,




20 comments: