feature,

Penuhi 3 Kebutuhan Dasar Si Kecil Dengan Berkata #IYABOLEH

Tuesday, May 30, 2017 Lendy Kurnia Reny 38 Comments

Assalamu`alaykum,

Halo Bunda-bunda hebat di seluruh Indonesia?
Pernah doonk ngalamin nglarang-nglarang anak saat bermain?

Gak jauh-jauh laah...saat hujan aja. Kalimat apa yang pertama kali terlontar di bibir Bunda?
`Jangan hujan-hujanan yaa... nanti sakit.`

Atau

`Becek, nak...nanti bajunya kotor`.

Sebenarnya,
apa salahnya yaa...dengan hujan-hujanan atau cuma sekedar baju kotor? Kan ada solusinya.
Setelah hujan-hujanan, anak bisa dimandikan air hangat serta minum susu hangat, sembari bercerita keseruan bermain air hujan di luar...justru akan meningkatkan attachment anak terhadap Bunda.

Masalah Baju kotor?
Lebih gampang lagi. Bisa cuci bagian tubuh yang terkena kotoran, dan berganti baju. Beres!

Kenapa kita sebagai orang tua malah sering berkata `Engga boleh`...?



Seminar yang diadakan Dancow pada hari Sabtu di Sabtu, 20 Mei 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung menghadirkan sejumlah pembicara yang expert di bidangnya masing-masing. Dimoderatori oleh artis cantik yang juga Ibu dari 3 orang anak, Shahnaz Haque, acara ini berjalan seru dan menyenangkan.

Ketiga materi hari itu disampaikan oleh psikolog, Vera itabiliana Psi, Psi., yang membicarakan tentang pentingnya cinta untuk tumbuh kembang anak, terutama di 1000 hari pertama pertumbuhannya. Kemudian Dr. dr. Rini Sekartini sebagai narasumber yang berbicara masalah pentingnya mencukupi nutrisi dalam tumbuh kembang si kecil dan nutrisionis, Rita Ramayulis,DCN, Mkes.


Sebagai orang tua, kita perlu memenuhi 3 kebutuhan dasar untuk anak dalam tumbuh kembangnya. Apa saja yaa...?

1. Nutrisi 

Pemenuhan kebutuhan nutrisi ini harus lengkap dan seimbang agar mendukung setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Selain itu juga, nutrisi yang lengkap membantu melindungi si kecil dari serangan bakteri jahat.

Karena 80% daya tahan tubuh terdapat di saluran pencernaan
Pentingnya memenuhi kebutuhan vitamin A, C, E, D, selenium, zat besi, dan zink yang berperan dalam fungsi normal dan daya tahan tubuh.

Dan adanya kandungan bakteri baik, seperti Lactobacillus rhamnosus terbukti klinis dapat membantu menurunkan resiko infeksi saluran cerna dalam menjaga saluran pernafasan. Selain itu, serat pangan inulin sebagai makanan dari bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Ada lagi yang harus dipenuhi selain vitamin dan zat mineral di atas, yaitu karbohidrat, protein, minyak ikan, omega 3 dan 6, dan zat besi yang merupakan nutrisi untuk perkembangan otak guna proses belajar si kecil.


2. Cinta

Bentuk cinta Ayah dan Bunda bukan hanya pemenuhan kebutuhan si kecil dari segi materiil, tapi lebih kepada membersamai anak saat bereksplorasi dengan berkata `IYA BOLEH`. 

Menerima apa adanya anak dengan tidak menuntut terlalu tinggi apa yang belum dicapainya, karena setiap anak itu unik. Pahami keunikannya dan memuji serta menghargai segala pencapaian yang berhasil dilakukan. Terakhir, memberi pelukan dan ciuman untuk si kecil.



3. Stimulasi 

Ketika 1000 hari pertamanya yang dimulai dari kandungan dalam bentuk janin hingga usia 2 tahun inilah masa-masa pertumbuhan syaraf otak yang paling optimal. Syaraf-syaraf ini akan bersambungan dan membentuk rangkaian sempurna sehingga anak mudah menerima stimulasi yang diberikan orang tua berupa :

* Kemampuan Atensi
* Kemampuan Memori
* Kemampuan psikomotorik
* Kemampuan penyelesaian masalah
* Kemampuan Bahasa


Misalnya :
Untuk kemampuan berbahasa anak, orang tua memberi stimulasi berupa memberi kesempatan si kecil untuk berbicara saat berbelanja dengan kasir atau bisa juga belajar menyampaikan keinginannya saat memesan makanan di restoran dengan pramusajinya.

Jangan takut anak salah atau pesan yang ingin disampaikan tidak dipahami orang lain yaa, Bunda...
Karena hal tersebut bisa dilatihkan di rumah dengan permainan peran (pretend-play) bersama Bunda, tentunya.

Ternyata manfaat orang tua selalu berkata `IYA BOLEH` ini banyak banget lhooo...
Diantaranya :

Anak akan belajar eksplorasi
Anak merasa tumbuh di lingkungan yang positif
Anak belajar aturan/batasan yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman
Anak merasa dipercaya bahwa dirinya mampu
Tumbuh menjadi anak yang berani dan tidak mudah frustasi
Dan pada akhirnya akan menumbuhkan pribadi yang percaya diri



Jadi,
masih takut berkata `IYA BOLEH` kepada si kecil, Bunda?


Acara terakhir ditutup dengan pemaparan dari Nestlé Research Center yang tengah menghadirkan Inovasi terbaru yaitu Nestlé DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan dengan lebih dari 3x kandungan bakteri baik (Lactobacillus rhamnosus) dibandingkan dengan formula sebelumnya. Mengandung serat pangan inulin, minyak ikan dan berbagai nutrisi penting lainnya untuk mendampingi optimal tumbuh kembang si kecil. 


Buat Bunda yang tidak sempat hadir ke seminar Dancow kemarin, jangan khawatir. Dancow menyediakan ruang khusus Ayah dan Bunda untuk bertanya langsung mengenai tumbuh kembang si kecil melalui :


Website :
website www.dancow.co.id/dpc 

Fanspage :
https://www.facebook.com/DancowParentingCenter

Twitter :
https://twitter.com/DancowCenter



Salam hangat,








You Might Also Like

38 comments:

  1. Aku juga masih menganut "engga Boleh" bla bla bla karena ketakutan sendiri sih mba takut anak kenapa2 jadinya ya aliran "enggak Boleh" ini menjadi tameng aku padahal ga mesti gitu juga y mba :)

    makasi mba ulasannya semoga aku bisa kasi stimulus yang terus menumbuhkan potensi anak tanpa membatasinya dengan "enggak boleh" *tutup muka maluuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh Herva anaknya masih satu...
      Hehhe...kalo uda anak lebih dari satu, biasanya idealisme nya perlahan hilang.
      IYA BOLEH.

      Delete
  2. Aku -aku belum ibu-ibu, mbak.
    Masih calon ibu. - calon penganten- masih-masih :P :P :P
    setuju banget kalau anak-anak ga melulu harus dilarang,
    Kalau di kasi arahan "iya boleh" mungkin para orang tua tahu, sejauh mana perkembangan si anak kalo di beri "persetuujuan" untuk melakukan suatu hal, tapi tetap buat memantau yak mbak. hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,
      karena sekedar berkata IYA BOLEH mah gampang banget...tapi tugas orang tua juga membekali kenapa hal itu boleh.

      Delete
  3. anak justru kalau dilarang2 jd penasaran trus malah melakukannya di belakang kita ya Mb Lendy, jd emang baiknya dibolehin tapi sambil diawasin gtu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba April.

      *lalu teringat sama masa muda..heuu~~

      Delete
  4. alhamdulillah terimakasih sharingnya ya, awal punya anak masih sering berkata gak boleh, malah membuat anak pertamaku jd gak pede, akhirnya anak kedua ketiga mulai longgar, mulai membiasakan kalimat: iya boleh asalkan .... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya....sekarang kalau mau membolehkan sembari mikir alesannya apa...
      Agar anak-anak juga terbiasa dengan konsekuensi siih...sebenarnya.

      Delete
  5. Saat ini lagi menerapkan 1000hari pertama buat baby. Dari awal suami dah wanti-wanti untuk selalu ajak debay komunikasi walaupun masih dalam perut.

    Tanya kabar, ajak ngobrol, kalau mau memulai sesuatu ngajak si anak, dll. Biar tercipta bonding yang bagus sejak di perut.

    Aku penganut paham boleh nggak boleh sih, Mbak. Tapi dengan alasan yang jelas. Jadi anak bisa ngerti mana yang boleh dan nggak sejak kecil. Plus yang terpenting intonasi dan gesture tubuh yang bersahabat :)

    ReplyDelete
  6. Iya, boleh. 2 kata ini kayknya bukan hal enteng untuk diucapkan emak kepada si kecil ya. Padahal punya banyak kelebihan kalau berani mengucapkannya. Meskipun tetap harus dilihat juga apa yg sedang dieksplor si kecil saat ia memonta izin untuk mencoba sesuatu.

    ReplyDelete
  7. kalau mood-ku lagi OK aku bakal bilang "Iya boleh" meski dia main basah-basahan. Jadi ini tergantung mood, Oops!

    ReplyDelete
  8. Berhubung blm punya anak. Saya belajar banyak tentang anak disini. Infonya berguna mbk

    ReplyDelete
  9. Anak saya dong..kemarin-kemarin suka nanya apa aja yang diakhiri dengan kata "Boleh,Ma?" Terus saya refleks jawab: "Iya,boleh". Eh ternyata dia bilang dia sering ngomong gitu karena lihat iklan dancow ini.

    ReplyDelete
  10. Postinganya bikin nambah ilmu buat saya ini mba Len.
    Karena belum punya anak, harus belajar banyak.

    ReplyDelete
  11. thanks for reminder mba Lendy, saya nih kadang suka membatasi anak karena takut ini itu padahal itu justru jd membuat anak tidak terstimulasi

    ReplyDelete
  12. Iya ya kadang anak harus dibiarkan "bebas" agar lebih berkembang. Aku masih suka bilang "jangan jauh-jauh" kalau jaga ponakan, efek males ngejarnya. Padahal kalau aku ngejar, mungkin bisa kurusan. eh.... :p

    ReplyDelete
  13. Dgn mrmbiarkn ank braktifitas tumbuh kembangny mnjd optimal noted bngt

    ReplyDelete
  14. Sebenarnya gak cuma anak² sih mba tapi semua orang harus belajar untuk bilang iya boleh. Karena dengan kalimat itu maka orang akan lebih percaya diri dan gak penasaran dan malah menyimpang nantinya ..

    Mari budayakan edukasi iya boleh hehe

    ReplyDelete
  15. Aku dari kecil termasuk anak yg selalu di "iya boleh" sama orang tua. Boleh dan mereka menemani saya untuk menjaga, hasilnya terlihat saya mandiri daripada beberapa orang yg ditemui krn dari dulu dikekang

    ReplyDelete
  16. Nomor dua luar biasa pentingnya. cinta itu bukan sekedar membelikan semua yang dibutuhkan tapi sentuhan fisik dengan kasih sayang yang berkualitas. mantep tulisannya buat emak emak yang full kerja mengejar karier!

    ReplyDelete
  17. kadang orang tua mengajarkan tetlaku worry ke anaknya jd akhirnya apa apa takut, sejak sering baca artikel dan dtg acara parenting jd paham saat nya mengatakan iya boleh!
    supaya lebih berkembang dan berani berjuang. Anak akan punya argumen lbh kuat ketimbang apa apa dilarang. thanks sharingnya mba len

    ReplyDelete
  18. Jadi ibu kudu banyak sabar ya teh :'D

    ReplyDelete
  19. Jadi ingat,waktu anak pertama saya masih kecil dulu, ketika dia hujan-hujan, saya selalu melarangnya. Berbeda dengan anak kedua, saya lebih sering membolehkannya. Semua memang butuh ilmu, apalagi soal pengasuhan anak, ya...

    ReplyDelete
  20. Boleh banget nih ulasannya, makasih Eonni sharingnya semoga saya bisa jadi orang tua teladan bagi anak aamiin^^

    ReplyDelete
  21. Aku masih suka bilang "engga boleh"haha. Maklum sbg ibu suka banyak kekhawatiran wkwkwk

    ReplyDelete
  22. Nutrisi yang cukup, cinta yang indah dan stimulasi yang benar... Bisa bikin anak tumbuh kembang menjadi anak yang punya rasa percaya diri yang lebih dari anak seumurannya...

    ReplyDelete
  23. Deuh masih PR utk bilang jangan.. persepsi emaknya nih ngerasa apa2 bahaya.. kecemasan kadang masih tingkat dewa huhu

    ReplyDelete
  24. Banyak orang tua yang suka ngelarang-larang anaknya. Mungkin karena takut anaknya kenapa-napa ya kan. Tapi ujung-ujungnya anak malah jadi terbatasi ruang geraknya, dan akhirnya berdampak pada perkembangannya.

    ReplyDelete
  25. Nah... iya boleh ini tidak boleh dilakukan bila 3 kebutuhan dasar anak blm terpenuhin kan ya..

    so biar ibu tenang berkata, iyaaa nak boleh..

    kita harus penuhi dulu nutrisinya, biar tumbuh kembang si anak bagus, kemudian cinta, supaya anak merasa happy dan selalu terlindungi, jg stimulasi untuk mendorong lebih byk lagi perkembangan positif..

    so ga bisa asal asalan jg blg.. iya boleh..

    bener ga sih @lendy?

    #manggutmanggut

    ReplyDelete
  26. Betul banget tuh jangan batasi kreasi anak. Walau kotor jangan ngelarangnya justru ia lagi melatih dan mengasah otaknya harus bilang iya boleh motede yang diharuskan sebenarnya

    ReplyDelete
  27. Alhamdullilah saya termasuk yang tidak pernah mengekang rasa keingintahuan anak, selama masih taraf wajar ya. Kadang sih ada juga yang diluar kendali, misal saat memainkan peralatan berat, palu, ini sering sering saya dampingi.

    ReplyDelete
  28. huaaaaa iyaaaa
    aku pengen punya anak balita, lalu bilang "iya boleh" sambil kasih senyuman manis gituuuu

    tapi hmmm... calon belum ada
    kak lendy ada rekomendasi kah? >,<

    ReplyDelete
  29. Sering ga sadar,banyak bilang 'ga boleh' huhuhu

    ReplyDelete
  30. Hihi baca ini langsung keinget iklan ��

    Ry juga lagi doyan pake pertanyaan yg sama "umi, boleh ga?" Dengan wajah sok begging.. Kadang malah bikin ciut uminya kalo mau nolak ��

    ReplyDelete
  31. Bilang "Iya Boleh" sama anak juga harus siaaaap banget yaa resikonya :D

    ReplyDelete
  32. Sering ya keceplosan bilang "Jangan!" akupun begitu.. hehehe. Kadang reflek aja gitu. wkwkwk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, teh Armita
      Wiring pengasuhan yang dulu belum sepenuhnya terputus yaa...**Aku banget.

      Delete
  33. Wah, jadi teringat dosa aku sama anak-anak. Sering banget ngelarang ini-itu. Apalagi main yang kotor-kotor. Takut sakit soalnya. Padahal, kalo dia sehat dan gizinya baik mah, gakkan gimana-gimana, ya. Apalagi itu bisa bikin kecerdasan dan kreativitasnya berkembang. Huhuhu... kudu belajar bilang IYA BOLEH nih.

    ReplyDelete