feature,

Patriotisme Dalam The Battleship Island

Saturday, October 14, 2017 Lendy Kurnia Reny 37 Comments

Assalamu'alaykum,


Week end gini kalau gak ada aktivitas biasanya kamu ngapain, gaes?
Kalau aku....nonton drama Korea. Wkkwkk....uda lama pingin nulis tentang Film The Battleship Island dari sejak teasernya keluar dan film ini digembar-gemborkan bakal jadi film terkeren tahun 2017 ini.


Poster Film The Battleship Island


Sutradara     : Ryoo Seung-wan
Aktor            : Hwang Jung Min, So Ji Sub, Song Jong Ki, Lee Jung Hyun
Genre            : Action, Sejarah, Perang
Durasi           : 135 menit


Pulau Hashima, Jepang - 1945. Mengambil latar dan kisah pada jaman perang, film ini menggambarkan patriotisme rakyat Korea dalam berjuang, bekerjasama dan menghadapi keadaan pada jaman itu.

So Ji Sub (sebagai Choi Chil-sung) adalah seorang mafia. Gak tahu gimana permulaannya, digambarkan So Ji Sub adalah seorang yang pemberani dan sedang berada di atas kapal besar yang akan mengangkat orang-orang Korea ke salah satu pulau yang masih bagian dari kekuasaan Jepang. Mereka yang di atas kapal berada dalam keadaan penuh pengharapan dan ketidakpastian.

Ada yang bermimpi di Jepang nanti mereka akan mendapatkan pendidikan lebih baik, penghidupan lebih layak dan pekerjaan yang mapan. Ini yang di harapkan oleh seorang Ayah bernama Lee Gang-ok (diperankan oleh Hwang Jung-min) dan anak perempuan satu-satunya, Sohee (Kim Su-an). Ia rela bersusah payah menyelundup ke kapal tersebut karena mendapat surat dan pengakuan dari orang Jepang yang bernama Shimura untuk datang dan menemuinya. 



Sesampainya di pulau tersebut, kagetlah mereka. Karena impian-impian yang mereka pupuk selama ini musnah dalam sekejap. Mereka dipaksa untuk memisahan menjadi dua bagian. Perempuan dan laki-laki. Padahal Pak Lee kan sama anak perempuannya yaa...? 
Terjadilah pertengkaran. Dan untuk menghindari pertengkaran yang berkepanjangan, si orang Jepang ini menggunakan cara pukul dan tembak di tempat. Sukur kena, kalau gak kena, berarti rejeki nyawa masih dikandung badan.

Tugas mereka di Pulau ini hanya satu (untuk laki-lakinya) yaitu mengumpulkan batu-bara sebanyak-banyaknya untuk membangun negeri (katanyaa...entah negerinya siapa yang dimaksud!) atau para pekerja bisa menemukan batu permata yang bernilai mahal dan baru saat itu mereka dibebaskan.

Pulau Hashima (1887) memang sebuah pulau penghasil batubara namun ditutup pada tahun 1974 karena produksinya menurun dan digantikan oleh minyak bumi.

Para tawanan orang Korea ini dikumpulkan di lapangan besar sebuah pulau. dan mereka diminta untuk melepaskan semua asesoris yang mereka gunakan. Kalau ada yang disimpan, atau disembunyikan, bakalan kena pukul dan dikata-katain kasar. Meskipun kita juga gak akan paham kan...dikata-katain apa...((mereka pakai bahasa Jepang)), tapi melihat cara mereka memperlakukan orang dengan kasar seperti itu bikin saya merinding dan jadi gak salut sama Jepang.
Aku jadi merasa Indonesia banyak kesamaan dengan Korea. Selain karena sama-sama di php-in Jepang, yang dengan taktik "mengaku sebagai saudara" namun nyatanya, mereka gak ada baik-baiknya sama sekali dengan kita.


Pak Lee berusaha menarik perhatian orang-orang Jepang agar ia dan grup musiknya tidak diperkerjakan di pulau tersebut.

Ingat kejadian propaganda Jepang saat masuk ke Indonesia?
Jepang mengatakan bahwa : Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia dan Jepang pemimpin Asia.


Dan kata-kata inilah yang kurang lebih aku temukan juga di film ini.
Pemimpin di pulau tersebut mengatakan bahwa orang Jepang tidak akan menyakiti orang Korea, karena mereka adalah saudara, endesbre...endesbre... Namun kenyataannya, mereka disuruh tinggal di kamar yang tatami (alas/lantai) nya saja terendam air, bahkan yang menjijikkan adalah makanan yang diberikan campur dengan tikus dan di dalamnya masih ada kecoak hidupnya.
Heuuu~~ ((mau nangis rasanya)).


Penderitaan ini belum dimulai, orang Korea mulai diminta untuk melakukan rutinitas seperti yang orang Jepang lakukan. Seperti beribadah menyembah matahari dan hormat sampai membungkukkan badan.

Ibadah orang Jepang yang menganggap matahari adalah Tuhan mereka
Nowhere to escape!

Ada perempuan yang juga menjadi sorotan di film ini yaitu Lee Jung-hyun (sebagai Mallyon). Ia dipaksa untuk menjadi wanita penghibur tentara Jepang yang sedang bertugas di Pulau Hashima ini. Miris banget deh...

Dan aktor yang dinanti keluarnya dalam film ini tentu mas Song Jong Ki (sebagai Park Mu-young). Doi adalah tentara kemerdekaan Korea yang dilatih khusus oleh Amerika. Sehingga kepiawaiannya dalam membaca situasi dan membuat strategi sangat dibutuhkan saat ia menyamar menjadi salah satu pekerja tambang Pulau Hashima.

Gagahnya abang Song Jong Ki (*laff)

Dalam keadaan seperti ini, aku paham sekali kalau sesama orang Korea saja bisa menimbulkan perpecahan dan ketegangan. Berkelahi dan saling menyalahkan, itu bukan hal yang asing di jaman ini.

Jadi berhasilkah abang Joong Ki membawa orang-orang Korea yang terpaksa bekerja di Pulau Hashima tersebut keluar dari penderitaan mereka?
Nonton yaa...kalau kuat dengan genre film seperti ini. Hikks~~
Aku gak kuat sebenarnya, tapi karena ada So Ji Sub oppa dan bang Joong Ki yang akan melepas masa lajangnya, mari kita nikmati karyanya dulu...😙😙

Aiih, karismanya So Ji Sub oppa~~


Banyak suara-suara sumbang mengenai film yang menghabiskan dana 23 milliar won (sekitar 273 milliar rupiah) ini. Dari mulai kurang greget, hanya mendompleng nama besar Jong Ki (dan Song Hye Kyo) yang akan menikah di akhir bulan Oktober tahun ini hingga masalah patriotisme yang dipertanyakan.
Padahal secara keseluruhan, aku suka banget. Visual effectnya (desingan suara peluru, debur ombak di pulau yang hanya sebesar 6 hektar dan dikelilingi laut serta bom-bom yang meledak saat orang Korea kabur, semua terasa begitu nyata). Dan perasaan aku nih...suara Jong Ki di sini kok makin mature yaa...? ((perasaanku aja kali yaa?!))



Dan Lesson Learn apa yang bisa dipetik?

1. Kisah Pak Lee dan anak perempuannya sungguh mengharukan.
Inilah potret pengasuhan sosok Ayah dan anak jaman perang. Pak Lee melatihkan anaknya untuk kuat dan tegar apapun yang terjadi. Selain itu juga mengajarkan anak untuk tidak pilih-pilih makanan.

Komunikasi yang saya tangkap antara sosok Pak Lee dan So Hee adalah komunikasi dua arah. Pak Lee adalah sosok ayah yang mampu mendengar aktif dan membaca perasaan anak. Sehingga So Hee tumbuh menjadi anak dengan thinking skill yang hebat.


2. Menjadi pribadi yang memiliki prinsip.
Jangan asal jadi follower.


3. Seindah-indahnya hidup dalam masa penjajahan, jauuh lebih nikmat bila kita menjadi orang yang bebas, merdeka dan free.
Sehingga banyak-banyaklah beryukur serta mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Berkat jasanya, kita saat ini bisa hidup dengan rasa aman dan nyaman.



Waah...
Seru juga kan, nonton film jaman perang. Tapi saranku, jangan ditonton sama anak usia di bawah 20 tahun yaa... Karena banyak adegan kekerasan dan ada sedikit adegan dewasa.

Oke,
haturnuhun sudah mampir dan jangan lupa tinggalin komen di bawah yaa...



Salam hangat,














You Might Also Like

37 comments:

  1. Wih ada tentara ganteng calon pengantin toh, hmm mungkin nanti saya juga mau nonton kalo sempet hehe tfs eonni

    ReplyDelete
  2. Ini film baru mba? Bisa ditonton si youtub ga?

    ReplyDelete
  3. Wahh ada abang joong ki, jadi pengen nonton hahaha 😍😄

    ReplyDelete
  4. bahasanya inggris apa korea mak?

    ReplyDelete
  5. Wah film luar negeri bagus2. Tapi itu ditranslate apa gimana? Gak ngerti huruf papageran alias kanji hehehe

    ReplyDelete
  6. Kemarin gak sempat nonton film ini euy. Emang gak demen film korea sih. Plus lagi, pas nih film tayang emang ada film yang jauh-jauh hari udah saya incar untuk ditonton :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa...
      Ngincer dulu yaa, mba...sembari nunggu waktu yang pas buat nonton.

      Delete
  7. Aaaaaaa Joong Ki tetep ganteng! salah fokus kan mbak >.<

    ReplyDelete
  8. Belum nonton film ini,tapi jika nonton bberapa drama penjajahan Jepang terhadap Korea, sungguh bikin sedih, ingat bangsa sendiri yang penah dijajah Jepang dan merasakan kekejamannya, salut sama Korea yang saat ini mampu mengungguli negara yang pernah menjajahnya

    ReplyDelete
  9. So Ji Sub Appa, guanteeeng poool, hahaha...selera makmak

    ReplyDelete
  10. Kalo liat film peperangan gini suka ngeri hiks, lebih suka nonton film komedi :D
    Tapi emang banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari film ini ya.

    ReplyDelete
  11. Seru ini drama koreanya..apalagi genre perang jarang banget tak..

    Kita kan boomingnya...bapernya cuma yg tema cinta ..meresap ke hati he2

    ReplyDelete
  12. Ada Jong Ki, tapi kok serem ya filmnya. hiks pingin nonton tapi takut ga kuat

    ReplyDelete
  13. duh, jatuh cinta deh sama si ayah, ihik!

    ReplyDelete
  14. Saya penonton yang termasuk kasih review agak negatif karena ternyata filmnya membosankan sebelum nonton plot akhir. Hahaha... Awal sampai tengah ngantuk tapi pas mau habis mata melek, hahaha... Seru di akhir aja menurutku mbak. Piss

    ReplyDelete
  15. sebenarnya Park Lee apa Pak Lee sih?
    memang sosok ayah yang wow kalau dilihat bener-bener nyimak.
    kadang kala banyak yang pandang sebelah mata "ah korea"
    kalau bagus, why not?

    ReplyDelete
  16. Haduh Kang Jong Ki..

    Belom pernah nonton ini Len, ajakin atulah nanti mah. Kalo pelem perang gini

    ReplyDelete
  17. Ini film ya, bukan drama Mbak Lendy? Dari reviewnya temanya berat ya. Aku bisa nangis kalau nonton film sedih dan dalem kayak gini. Tapi one day aku pengen nonton nih, biar lebih membuka mata terhadap sisi Korea yang lain selain drama romancenya.

    ReplyDelete
  18. Membaca sinopsisnya aku udah merinding miris, masa makannya dicampur sama tikus dan kecoa? ngerinyaaah

    ReplyDelete
  19. Korea sama Indonesia sodara karena kena PHP Jepang!

    Kalau baca reviewmu kaya ngaca sejarah Indonesia ya, Mbak. Maunya hidup lbh baik di pulau lain, ternyata malah zonk. Bagaimanapun memang lbh enak merdeka, bebas dr penjajah, apalagi penjajah hati #eh

    ReplyDelete
  20. Aku baru liat sedikit nih,kmrin kepotong2 pas nonton,dan aku baru tau bahwa jepang jg ternyata menjajah korea. Ahh zaman yg gelap bgt ya,jdi inget sejarah kita selama 3.5 yg sungguh pilu.

    ReplyDelete
  21. Wah, aku ketinggalan nich.
    Jado gak tahu filmnya seperti apa?
    Tapi apa sudah beredar di Youtube mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah sepertinya, mas...
      Da film Korea mah...cepet banget beredarnya.

      Delete
  22. keren nih film nih, action keren karena pemainnya keren-keren. kalau nonton yang begianian jadi termotivasi buat ikutan beladiri mbak, bener deh

    ReplyDelete
  23. Film ini bagus jika mau belajar sejarah kita juga, meski tentu saja setelah mencari beberapa kesamaannya. Saya suka genre patriotisme begini. Saya senang mengoleksi ilmu baru budaya penjajahan saat itu. Mungkin di bagian makanan, skip saja ya. Aku mudah jijik. Hihihi

    Terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  24. Yahh, terjebak spoiler akuh :'( ehm, gak banyak sih.

    Kemarin gak sempat nonton ini di bioskop, jadi masih menunggu kualitas yang bagus buat didownload :-)

    ReplyDelete
  25. Wah, ini sepertinya film yang recommended untuk ditonton. Lumayan suka juga sama film yang mendukung patriotisme gini teh hihihi apalagi kalo yang main filmnya aa jong ki yang bisa bikin hati wanita klepek-klepek saat menatapnya hihi

    ReplyDelete
  26. Teekadang perlu banget nih nonton film semacam ini. Banyak pelajaran hidupnya. Dan yaaa... Hiburannya ngeliat yg tampan2 gitulah yaaaa

    ReplyDelete
  27. Eh ini film korea rupanya. Pasti para wanita fokusnya ngga cuman ke jalan cerita sepertinya. Banyak hal lain yang lebih menarik dan menantang sepertinya. Seru juga klo film yang berhubungan dengan sejarah. Ada ilmunya pasti.

    ReplyDelete
  28. Eh ini film korea rupanya. Pasti para wanita fokusnya ngga cuman ke jalan cerita sepertinya. Banyak hal lain yang lebih menarik dan menantang sepertinya. Seru juga klo film yang berhubungan dengan sejarah. Ada ilmunya pasti.

    ReplyDelete
  29. Aaahh filmnya keren nih ada kapal kapal perangnya. Jd pengen download nih alur ceritanya engga ngebosenin banget

    ReplyDelete
  30. Kayaknya film ini patut di tonton karena muatan sejarahnya. Di film itu tergambarkan patriotisme rakyat Korea dalam berjuang, bekerjasama dan menghadapi penjajahan Jepang. Jadi inget negeri kita pada jaman penjajahan Jepang,juga. Masa yang suram.

    ReplyDelete
  31. Jadi keinget drama The Last Princess mirip2 gtu soal perang Korea-Jepang mbak.
    Haha Mas Jongki suaranya makinmature mungkin jg krn efek film ini genre serius2 gtu kali yaaa

    ReplyDelete