Elly Risman,

The Exit Door Remaja Yang Wajib Dipahami Orangtua

Tuesday, December 05, 2017 Lendy Kurnia Reny 40 Comments

Bismillah,


Mengapa akhir-akhir ini saya senang hadir ke seminar, namun sulit sekali menuliskannya kembali untuk berbagi? Padahal dulu blog lendyagasshi nichenya adalah parenting. Saya menulis blog ini adalah karena keinginan saya untuk berbagi mengenai seminar yang telah saya ikuti. Makin ke sini, niat tersebut terkikis oleh banyaknya tawaran sponsored post. Maafkan atas kelalaian ini, sahabats.

Mulai lagi dari awal yaa...

Sedikit bercerita mengenai seminar. Saya senang sekali jika seminar tersebut mengundang Bu Elly Risman sebagai pembicara. Karena beliau selain berbicara masalah parenting terkini yang didasarkan pada riset Yayasan Kita dan Buah Hati, juga dari sisi keilmuannya sebagai seorang psikolog. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pengasuhan anak selama lebih dari 20 tahun, Bu Elly menurut saya adalah gurunya para orangtua. Ingin menjadi orangtua yang baik,benar dan menyenangkan, maka wajib berbekal ilmu.

Sehingga (lagi-lagi) menurut saya, belajar parenting itu tidak bisa berhenti dan akan selalu berkembang.

"Wahai kaum muslim, didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu", kata Ali bin Abi Thalib.




Bu Elly membuka seminar 7 pilar pengasuhan kali ini dengan mengangkat persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan anak-anak Indonesia saat ini. Anak-anak remaja atau yang sedang beranjak dewasa memang sedang mencari jati diri. Mereka senang bersosialisasi, senang jika dianggap "ada" oleh teman-temannya dan gemar mencari perhatian untuk dianggap keberadaannya tersebut.

Ada banyak cara mengaktualisasi diri, namun sayangnya anak-anak dengan minim perhatian dan kasih sayang orangtua, mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang BLAST.

B - Bored (bosan)
L - Lonely (kesepian)
A - Angry (marah)
S - Stress
T - Tired (lelah)


Ada yang kenal dengan aplikasi BIGO Live?
Ini aplikasi yang mengijinkanmu terhubung dengan para remaja seusiamu dan terkoneksi dengan mereka semua. Dan apa yang ditampilkan?
Segala kehidupan pribadimu ditampilkan live. Meskipun banyak aplikasi serupa yang mampu menampilkan segala sesuatu dengan live untuk tujuan yang baik, namun BIGO ini sudah terlanjur terkenal dengan aktivitas negatifnya. Bahkan para remaja ini rela membuka dan menunjukkan alat vitalnya untuk dipertontonkan.

Mengapa mereka dengan suka rela melakukan hal tersebut?

Uang.
Kok bisa dapat uang? Ternyata dari siaran live yang dilakukan, memungkinkan kita berinteraksi dengan penonton. Jadi bisa diberi komentar. Dan kalau penonton puas dengan aksi tersebut, maka mereka akan memberikan gift. Gift ini semacam penilaian, maka semakin banyak gift yang didapat, akan bisa ditukarkan dengan uang. Istilah gift ini dikonversi menjadi diamond
Diamond hanya bisa ditukarkan dengan uang cash jika sudah terkumpul menjadi 6700 diamond atau setara dengan Rp 2.000.000,-.

Keren gak tuuh...anak-anak seumuran segitu sudah bisa beli peralatan make-upnya sendiri, tentu bukan buku yang dibelinya yaa...

Bisa dari mana anak kunyil-kunyil ini make-up?
Lhaa main BIGO aja bisa...masa make-up gak bisa? ((mirris))



Selain aplikasi BIGO yang sedang nge-trend, ada banyak selebgram yang kontroversial dengan #relationshipgoal nya yang viral. Setelah apa yang dialami para remaja ini, bagaikan drama, direkam dan dinikmati orang se-Indonesia.

Namanya juga tontonan, pasti ada yang memuji, namun tak sedikit yang menghujat. Lucunya, meskipun mereka menghujat namun tetap setia jadi followernya.

Dan profesi ini lumayan menjanjikan untuk saat ini, karena mereka bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah juga dengan cara meng-endorse barang. Kalau dilihat dari effortnya, aku yakin, mereka belajar video editing dan teknik berkomunikasi di depan kamera yang kece banget. Namun lagi-lagi sayangnya, tidak digunakan untuk mengajak kebaikan.



Hal ini terjadi karena apa?

Karena hausnya anak-anak BLAST ini akan pujian dan kasih sayang yang tidak didapatnya dari keluarga. Dan dengan melakukan hal-hal menghebohkan, ternyata mereka mendapat pujian, pengakuan bahkan menghasilkan uang.

Meskipun mungkin mereka ini berasal dari kalangan yang berkecukupan, karena para orangtua yang sibuk dengan berdalih untuk memenuhi kebutuhan anak, maka di rumah semua kebutuhan anak benar-benar terpenuhi.
TV kabel, gadget di tangan, wi-fi di rumah.

Orangtua merasa aman bila sudah memenuhi kebutuhan tersebut dan merasa bahwa anak mereka baik-baik saja karena tidak main ke luar rumah. Namun apakah para orangtua benar-benar tahu apa yang dilakukan oleh anak?



Hal-hal seperti inilah yang disebut Bu Elly sebagai The Exit Door bagi para remaja.
Bayangannya seperti saat kita merasa ingin buang air kecil saat di jalan tol. Apa yang bisa kita lakukan? Pasti mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
Sama seperti anak remaja masa kini.
Dorongan yang kuat dari kemajuan jaman, pergaulan dan pegaruh lingkungan lainnya, namun kurangnya jalan keluar yang bisa ia peroleh dari orang-orang terdekatnya. Maka hal yang paling mudah adalah mencari The Exit Door.




Masih banyak lagi fenomena anak-anak remaja di luar sana yang Ibu Bapaknya tidak paham. Beberapa hal mengerikan yang dimainkan adalah


Skip Challenge 
adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh 3 orang dengan cara mendorong dada sekuat mungkin oleh salah satu temannya yang berada di depannya, dan seketika anak tersebut nanti akan pingsan atau lemas, tak sadarkan diri. Kemudian tugas teman yang berdiri di belakangnya adalah menangkap si anak pingsan ini agar tidak terjatuh dan terbentur kepalanya.

Dan tantangan ini sudah menjatuhkan korban.

Anak yang pingsan karena jantungnya dikejutkan seperti cara tersebut, tidak sadarkan diri dan berakhir dengan kematian.


Fenomena LGBT
Berteman dengan sesama jenis dengan hubungan yang terlalu dekat atau intim bisa menimbulkan penyakit seperti ini. Remaja menjadi terkikis seksualitasnya dan merasa bahwa ia salah terlahir dengan jenis kelamin tertentu.


Games Blue-Whale
Ada yang tahu gak?
Aku juga baru denger looh....ternyata games ini populer dari Rusia. Dahulu ada sekelompok remaja yang mengadopsi gaya kematian si paus biru ini dengan cara si paus biru mendamparkan diri ke pantai, Dan pemikiran inilah yang diadopsi oleh sekelompok remaja untuk mendorong remaja lainnya melakukan aksi bunuh diri.

Caranya tidak serta merta.
Mereka melakukannya lewat tantangan. Ada 50 challenge yang akan meningkat kesulitannya. Bahkan mereka punya semacam mars, yang kurang lebih isinya tentang proklamasi mereka untuk mengajak remaja lain bunuh diri ((dengan bangganya)).


source : kompasiana (dot) com


Merinding yaa...kalau kita tahu bagaimana kelakuan anak-anak jaman sekarang untuk memperoleh pengakuan dari lingkungannya. Bagaimana sahabat lendyagasshi?
Masih membiarkan dan menganggap remeh pengasuhan?

Aku gak bilang bahwa dengan anak diperhatikan 24 jam di rumah akan jauh lebih baik dari yang ditinggal bekerja lhoo...ya...
Tapi lebih menekankan pada penanaman iman, pengenalan adab dan mengajarkan untuk patuh sama yang menciptakan kita. Bukan semata pembiasaan ibadah, namun lebih ke kesadaran maknawi beribadah.


Pasti tidak mudah.
Maka dari itu, karena tidak mudahnya, maka pertimbangkan kembali visi misi adanya sebuah keluarga. Sudahkah kita membuatnya?
Ataukah selama ini kita masih sekedar menjiplak pengasuhan gaya lama yang sudah out of date?


Karena sejatinya pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang diajarkan oleh Al-Qur'an dan hadits. maka kembalilah merujuk padanya.

Wallahu'alam bishowab.



Haturnuhun,










You Might Also Like

40 comments:

  1. Wah bener banget jadi orang tua kita harus bener tau tentang anaknya. Kita harus menjaga karena anak2 tanggung jawab kita

    ReplyDelete
  2. Aku ngeri sama aplikasi bigo ini. Liat pop up triple x aja aku kesel liatnya.

    ReplyDelete
  3. Betul mba baahwasaanya pendidikan agama itu penting banget bagi tumbuh kembang anak

    ReplyDelete
  4. Duh ngeri ya tantangan orang tua jaman sekarang...

    ReplyDelete
  5. ya mapun mbak, ngerinya baca ulasan ini, semoga generasi Indonesia segera diajuhkan dengan yang beginian, aamiin

    ReplyDelete
  6. Aku baru denger istilah blast ini. Dan aku sedih.. Semoga jumlah mereka gak bertambah banyak

    ReplyDelete
  7. Zaman semakin canggih, tantangan juga semakin berat

    ReplyDelete
  8. Semoga bisa terus membimbing anak dengan baik dan dijauhkan dari segala macam yang merusak ahlak dan akidah, aamiin

    ReplyDelete
  9. Duh,ngeri-ngeri yah kalau tahu tentang kesenangan remaja zaman sekarang, ortu mesti lebh kenal dan dekat dengan anak-anank remajanya

    ReplyDelete
  10. Ya Allah aku baru tahu soal blue whale. Seriusan itu, mbak Lendy? Ya Allah, ya Allah.... Makin berat tantangan jadi orang tua jaman sekarang ya. Ya Rabbbb.
    😭😭😭😭

    ReplyDelete
  11. Membaca ini membuatku merinding mbak, jaman sekarang aja sudah seperti ini parahnya, bagaimana ketika anak saya menjadi remaja kelaak. semoga kita bisa menjadi orang tua yang mampu membimbing buah hati kita ke jalan yang benar ya

    ReplyDelete
  12. PR banget ini jadi orang tua ya teh. Semoga kelak bisa bertanggungjawab sama amanah yang udah Allah titipkan. Aamiin..

    ReplyDelete
  13. Ngeri ya, kehidupan remaja sekarang ini.

    btw seminar2 bu Elly emang selalu membuka mata orang tua seperti kita ya. jazakillah sharingnya

    ReplyDelete
  14. Wah, ternyata Bigo Live seperti itu ya. Pantesan anak2 tidak bermasalah melakukan hal yang negatif demi mendapatkan diamond. Ya Allah. Hatur nuhun atas postingan ini. Bu Elly emang TOP!

    ReplyDelete
  15. Duuh seremnya. ortu jaman now mesti waspada nih.

    ReplyDelete
  16. Baru tau kalo main Bigo bisa dapet duit wkwkwkwkwk pantesan banyak yg main ya

    ReplyDelete
  17. Karena sosmed, fenomena kelakuan kids jaman now kayaknya semakin merajalela, benar kata tentang “nyari pujian”. Harus diawasi terus kalo punya anak. :’)

    *sok tau ya saya. Haha

    ReplyDelete
  18. Aku juga berniat menuliskan apa saja yang kudapatkan di seminar sayangnya semua berakhir menjadi niat saja πŸ˜….
    Zaman sekarang ngeri ya mbak. Tapi sebelum itu kita sebagai orangtua harus dibikin waras dulu, diselesaikan masalahnya

    ReplyDelete
  19. aku baru tau tentang blue whale itu, aku sendiri kuliah di jurusan pendidikan, dan kenyataannya memang banyak banget anak2 yang BLAST

    ReplyDelete
  20. Uwaaaaa makasih catatannya mbak
    Bermakna dan bermanfaat buat aku, yang juga khawatir terhadap anak2, tapi gak tau ilmu kekhawatirannya

    Btw aku baru tau yang blue whales. Belum rame kah di Indonesia? Belum rame sih kalo belum jatuh korban dan diangkat di tv

    Makanya sekarang ini, aku ya banyak2 doa... Robbana hablana... Supaya diberikan suami yang baik, dan anak2 yang baik pula

    Doakan ya mbaak πŸ’š

    ReplyDelete
  21. Istighfar. Merinding bacanya. Beruntungnya eike masuk era 90an #eh. Langsung kepoin BIGO ahh, penasaran.

    ReplyDelete
  22. Aku gagal paham deh, Bigo itu sebenarnya ngapain sih wkwkwkwk pacarku pernah instal, sekedar buat obat penasaran. Jadi cuma kek liat orang curhat, prang beraktivitas. Semacam live di sosmed lain tapi lebih privat. Ya ga sih?

    ReplyDelete
  23. Aku gak punya Bigo dan pas liat sekilas eh aneh2 ternyata
    Yang challenge2 gitu serem dan tahunya belakangan. Ngeri juga deh anak zaman now kalau enggak didampingi ortunya

    ReplyDelete
  24. Duhh serem ya,, noted bnget jadi buat catatan tersendiri ini klo anak2 Ku dewasa langkah yg plng baik jadi teman mereka baik d offline maupun online

    ReplyDelete
  25. Aku juga pernah bahas blue Whale Challenge di blog. Emang macem-macem banget fenomena anak zaman sekarang

    ReplyDelete
  26. Games Blue Whale serem banget yah, soalnya ini menyangkut kematian, jadi pembelajaran nih buat kita-kita orang tua jaman now agar anak-anak kita tidak BLAST saat remaja nanti

    ReplyDelete
  27. Aih, serem pergaulan jaman sekarang. Kalau tidak ada perhatian, anak-anak akan tumbuh tidak terkendali karena mereka bisa dengan mudah mengakses informasi tanpa menyaring. Salam kenal, kak

    ReplyDelete
  28. Jaman sekarang benteng terkokoh ya orang tua, begitu lengah anak bisa saja terjebak dalam keadaan yang berbahaya apalagi jaman sekarang semua informasi gampang didapat. Apalagibanyak yang bikin nagih. Semua tetap strong dalam update dalam mendidik anak

    ReplyDelete
  29. Baca ini jadi ngeri-ngeri gimana gitu. Yang jelas introspeksi diri sebagai ortu ya, Mbak. Bener banget yg paling penting bukan pembiasaan beribadah saja, tapi pemahaman maknawi atas ibadah-ibadah itu.
    Terima kasih sharing ilmunya, Mbak :)

    ReplyDelete
  30. Betul Teh Lendy, belajar untuk jadi orangtua (parenting) memang harus terus menerus. Karena ilmunya semakin berkembang. Dan yang paling penting, perlu dibarengi dengan ilmu agama.

    ReplyDelete
  31. Kok jadi pingin nyoba Bigo ya ._. biar dapet duit xDDD
    Tapi eh serem sekarang fungsinya -_-

    Anyway, jadi ingat pernah baca juga di salah satu blog. Ini termasuk tantangan orangtua jaman now ya. Makin meningkatnya ilmu komunikasi dan teknologi, hidup sih makin gampang. Tapi masalah jiwa juga gampang banget datangnya.

    Contoh masalah gadget dan internet. Orangtua ngelarang2, eh tapi dia sendiri tidak bisa memberikan solusi/menjadikan dirinya teman yang menarik bagi anak. Gadget nya disimpen, tapi si anak ga diajak main/dikasih mainan pengganti yang edukatif. Jadinya si anak gedeg dan itu, cari 'the exit door' yang salah.

    Naudzubillahi min dzaalik :(

    ReplyDelete
  32. Mendidik anak usia remaja emang lbh susah ya mbak? Tantangannya lebih banyak. Apalagi zaman skrng banyak informasi masuk. Orang tua juga kudu banyak belajar, ikut seminar2 kyk gini, makin melek teknologi jg.
    Makasih sharingnya mbak, semoga ntr aku jg gak keder saat anak2 dah ABG

    ReplyDelete
  33. Saya suka banget dengan Ibu Elly Risman. Beliau psikolog senior yang juga kuat dengan value agama. Pembentukan moral anak anak gimanapun ga bisa lepas dari aspek tersebut.

    ReplyDelete
  34. Serem amat itu yg games blue whale, aku baru tauu ih. Ini nih terorist terselubung. Mengancam jiwa anak2 kitaa

    ReplyDelete
  35. Wah banyak hal yang ortu ketahui ya :)

    ReplyDelete
  36. LGBT... Aku punya mantan siswa yang LGBT

    Di sekolah anaknya berhijab karena sekolah tempatku kerja sekolah islam, di luaran jadi anak cowok yang pas aku liat fotonya ajah aku enggak ngenalin... ternyata dia LGBT suka sama anak cewek karena trauma sama Bapaknya dan pernah disakitin cowok.. hikss

    ReplyDelete
  37. BIGO Live kayaknya kebanyakan buat konten dewasa, ya. Soalnya ada di iklan-iklan begitu. Pantesan aja banyak yang kayak gitu soalnya dapet duit, toh. :D

    Sebagai orang tua harus benar-benar mendidik anak, ya, supaya gak kebawa pergaulan remaja jaman sekarang. :)

    ReplyDelete
  38. Setuju sama ini: Sehingga (lagi-lagi) menurut saya, belajar parenting itu tidak bisa berhenti dan akan selalu berkembang.

    Jadi ingat tantangan yang dulu ramai dibicarakan, yang anak2 muda bawa mobil dengan kecepatan tinggi dan memotret speedometernya .... hii ... itu kayak cerita2 di atas, ya?

    Memang harus diwaspadai, zaman berkembang terus. Orang tua jaman now gak boleh kayak orang ua jaman old model pengasuhannya.

    ReplyDelete
  39. Aku baru tau soal bigo live ini. Aku pikir kenapaa kok isinya banyak yang seronok, ternyata mereka pakai cara instan buat dapet duit, ckckck. Emang deh, jadi orang tua jaman now banyak tantangannya

    ReplyDelete
  40. ini info penting banget buat aku yang punya ank yang bru mau naik remaja, duh, kalo mau dipikirkan smeua, bisa pusing. tapi tetap sabar, berdoa dan mohon kepada Allah itulah sebaiknya penolong

    ReplyDelete