Kisah Cinta Tak Biasa Ala On The Way To The Airport


Mungkin banyak orang yang gak suka sama drama yang satu ini. Karena temanya kontroversial. Drama yang berjudul On The Way To The Airport (Gonghang Ganeun Gil공항 가는 길) ini mengangkat tema tentang keluarga, profesi, romantisme dan perselingkuhan.

Kenapa perselingkuhannya aku bold?
Karena itu sebenarnya yang menjadi tema utama.


Aku menikmati alur yang ditawarkan sang writer-nim. Bahwa semua orang berhak memikirkan dirinya sendiri untuk mencapai kebahagiaan. Bahwa banyak cara untuk mencapai kebahagiaan itu. Bisa jadi dengan bertemu orang yang salah dulu....baru ditakdirkan dengan mr. Right-man.

Takdir.
Selalu ada takdir yang bermain dalam hidup ini. Kita percaya dan mengikuti apa yang sudah digariskan.

Yang bikin jatuh cinta lagi, gak lain karena aku (cukup) suka sama lead femalenya. Aku kalau suka sama drama, biasanya gak peduli rating...Meskipun orang sedunia suka sama drama be-rating tinggi, tapi kalau pesannya gak nyampe, karena plotnya kurang kuat ditambah lagi tipe drama menye-menye yang hanya nge-jual tampang artisnya, ogah banget!


Diperankan oleh :


Kim Ha Neul sebagai Choi Soo-Ah.

Berprofesi sebagai seorang pramugari namun juga seorang ibu dari seorang anak gadis berusia 12 tahun. Berkepribadian baik, lembut, sabar dan sayang sekali dengan anak semata wayangnya. Hal ini yang sering menjadi penyebab Soo-Ah karena berbeda pendapat masalah anak dengan suaminya, kapten Park.






Shin Sung-rok sebagai Park Jin-Seok.

Profesi suami dari Soo-Ah ini adalah seorang pilot senior. Rutenya sering ke Sidney, jadilah dia dapet julukan "Pilot keren dari Sidney" oleh pramugari yang sering terbang 1 rute dengan doi.

Memang penampilannya keren saat pake seragam pilotnya, tapi karakter si Pak Pilot ini menyebalkan. Dingin, cuek sama anak-istri, dan suka seenaknya sendiri saat mengambil keputusan. Belum lagi karena selalu tinggal berjauhan dengan istrinya, jadi doi rada-rada playboy.



Lee Sang-Yoon sebagai Seo Do-Woo.

Pria yang hadir di kehidupan Soo-Ah. Seorang arsitek yang (sudah) menikah. Memiliki kepribadian yang hangat, lembut dan penuh perhatian. Sangat menyayangi anak gadis bawaan istrinya. Karena anak inilah nanti yang membawa hubungan ia dengan istrinya menjadi retak.






Jang Hee-Jin sebagai Kim Hye-Won.

Wanita yang sangat gila kerja. Bahkan di saat anak kandungnya mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal, yang ada di pikirannya hanya kerja, kerja, dan kerja.

Istri Do-Woo ini berharap semua peninggalan ibu Doo-Woo dapat dimiliki. Karena termasuk pecinta seni simpul Korea.




Berawal dari arogansi Kapten Park terhadap istri dan anaknya. Ia memaksa anaknya untuk bersekolah Internasional, dengan alasan agar anaknya pintar berbagai bahasa, terutama Inggris. Tanpa meminta persetujuan istrinya, ia melakukannya sendiri dan sesegera mungkin minta istrinya untuk mengemasi barang anaknya. Tentu anak gadis yang sudah berusia 12 tahun ini keberatan. Karena merasa tidak pernah didengar segala pendapatnya dan hanya menjalani apa yang sudah diputuskan sang Ayah.

Sediih lihat adegan ini.
Karena aku inget masa lalu aku sendiri dalam keluarga. Betapa gak enaknya jadi anak yang gak bisa memutuskan apa yang diinginkan.

Kapten Park selalu tidak punya waktu untuk bertemu dan berkumpul bersama dalam satu keluarga yang utuh. Entah kebetulan atau memang doi yang ngatur, jadwal penerbangan mereka selalu bentrok. Jadilah segala komunikasi selalu dilakukan melalui telepon. Segala urusan anak dan rumah tangga diserahkan pada Soo-Ah.

Kebayang betapa lelahnya yaa....

Dan konyolnya lagi, Kapten Park gak berselera makan di rumah, masakan istrinya sendiri. Ia lebih sering mampir ke apartemen rekan kerjanya (seorang pramugari juga, sahabat Soo-Ah, yang ternyata mantannya pula...hadeeuuh...).



Hal yang sama juga terjadi dalam rumah tangga Seo Do-Woo dan Kim Hye-Won. Ada permasalahan besar terjadi. Ketika anak gadis mereka yang tinggal di Malaysia (syutingnya beneran di Malay, tapi sayang hanya sedikit scenenya), meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan pulang ke Korea. Misteri meninggalnya Annie (Seo Eun-Woo, nama Korea nya) inilah yang mengungkap siapa sebenarnya sang istri Do-Woo.

Bahkan ia bisa-bisanya bilang "Mungkin kamu bisa dengan mudah sayang dengan Annie, tapi tidak denganku. Aku memang Ibu Annie, tapi bukan berarti aku memiliki sifat keibuan".

Hiikss...

Nangis dengernya yaa...?
Karena kenyataan bahwa Hye-Won hanya melahirkan dan setelah itu tidak merawat Annie. Setelah Annie beranjak dewasa, ayah kandungnya mengantarkan bertemu Ibunya yang bekerja di rumah keluarga Seo Do-Woo dan meninggalkannya karena sesuatu alasan. Apa alasannya?

Baru diungkap di episode akhir. Kalau ternyata Ayah Annie mengidap penyakit dan divonis hidupnya tidak akan lama lagi.


Hubungan yang kacau di rumah tangga masing-masing inilah yang mempertemukan Do-Woo dengan Soo-Ah. Mereka sama-sama menemukan sesuatu yang gak mereka dapatkan dari pasangan masing-masing. Kehangatan dan perhatian.

Do-Woo menemukan sifat keibuan yang dimiliki Soo-Ah dan Soo-Ah menemukan kenyamanan saat berbicara dengan Do-Woo.



Meskipun drama ini sering nampilin scene telpon-telponan, tapi pas mereka ketemu, kerasssaa banget feel nya. Kaya adegan janjian di bandara antara Soo-Ah dan Do-Woo. Ceritanya Soo-Ah membawa salah satu barang peninggalan anaknya di Malay yaitu setrika. Tapi karena koper Soo-Ah ketuker sama penumpang, terpaksa mereka ngobrol sepanjang penantian. Obrolan biasa khas sesama orang tua.



Drama ini tuh...keliatan natural banget deh...Jauh dari seronok dan saru, seperti pada kasus perselingkuhan pada umumnya. Jadi kalau gak sadar, yang keliatan memang kisah cinta dua orang yang telah menikah aja....*sama aja yaa?

Sering juga aku ngerasa ikut deg-degan karena ada adegan pandang-pandangan saat ketemu. Padahal cuma liat-liatan yaa...? Termasuk drama yang jarang skinship, karena ternyata hanya lewat pandangan dan tingkah laku, semua emosional bisa digambarkan. Saluuut sama Lee Sang Yoon (yang meranin Do-Woo) dan Kim Ha-Neul (Soo-Ah).


Sesederhana itu mereka menunjukkan cinta. Tanpa kata-kata.


Untuk yang suka pemandangan, drama ini banyak menyajikan pandangan yang luas. Dari mulai pemandangan Korea dari studio Do-Woo, sampai pemandangan sungai Han. Bandara Incheon, tentunya...karena ini tempat utama mereka bertemu dan bertemu lagi di ending cerita. Gak ketinggalan pemandangan Pulau Jeju yang sudah femes kecenya....





Filosofi matahari terbit ala Soo-Ah.
"Ketika kamu melihat matahari terbit di lantai 2 ini, maka orang tersebut akan mampu melewati masa-masa sulit karena ia tahu bahwa ia sedang dicintai oleh seseorang."


Aku sendiri sejujurnya gak bisa nebak endingnya. Aku tadinya bakal sedih banget kalo pasangan ini balik ke pasangan masing-masing...*looh?? heheehe....lha kan percuma yaa...uda nonton 16 episode. *ketawa evil...hhooho...

Dan alhamdulillahnya,
endingnya diserahkan ke penonton sendiri, alias dikasih scene penutup yang ngambang. Penonton bebas berimajinasi bakalan seperti apa pasangan Do-Woo-ssi dan Soo-Ah.

Huuff....



What's the Learning Point after watching these extraordinary drama?

1. Bahwa pernikahan perlu komunikasi yang sehat.
Memang baik jujur dengan pasangan tentang apa yang dirasakan, dan belajarlah berempati dengan perasaan pasangan kita.
Bagaimana kalau engga?
Yaa...kurang lebih seperti yang diceritain dalam drama OTWTTA ini....*maap, panjang yaak singkatannya??
Pasangan akan menemukan tempat yang nyaman lainnya untuk memenuhi kekurangan kita.

2. Bagaimanapun, menikah adalah sebuah proses.
Proses yang tanpa henti. Jadi teruslah berproses dengan saling mengenal pasangan.
Bagaimana caranya mengenal pasangan kalau hidupnya terpisah?

Maka, jadikanlah "Rumahku Syurgaku".
Yang di sana tempat berbagi segala rasa dan asa.

3. Hadapilah segala masalah dan jangan lari ke orang ketiga.
Benar adanya kalau pasangan itu ibarat pakaian kita, yang menutupi aurat kita. Jadi untuk saling menjaga dan melindungi. Dengan tidak membawa masalah ke orang lain (selain ke ahlinya, kalau memang membutuhkan konsultasi), selain Allah.

4. Jangan berkholwat.
Meskipun hanya memikirkan orang lain (yang bukan pasangan), itu menurut aku uda selingkuh.
Di drama ini memang fokusnya ke Do-Woo dan Soo-Ah. Tapi jangan ditanya, karakter play-boy dari kapten Park selama menjadi pilot dan doi diam-diam menikmati pujian dan berdalih hanya ngobrol dengan pramugari lain (tapi di hotel), ini juga uda termasuk selingkuh menurutku.
Apalagi membandingkan istrinya dengan mantan.
Errrg....pantesan aja Soo-Ah gak betah sama karakter suami macam begini. *ke laut aja, kapten!

5. Terakhir, gak perlu laah...nyalahin orang lain dan bertanya kenapa mereka begini dan begitu.
Yang perlu dilakukan adalah introspeksi.


Buat kamu yang suka drama bergenre mellow, kaya aku, drama ini asik dinikmati saat malam hari. Dapeett banget feel pemainnya, deg-degannya, dan berasa jatuh cinta lagi tentunya.


Terakhir,
cuma mau kasih tau kalo Lee Sang-Yoon itu lulusan Seoul National University jurusan Fisika. Bisa kebayang kan...artis macam doi?
Heehe....kalau ada minusnya waktu berakting, aku siih maklum banget....nget. Kebanyakan rumus dalam hidupnya. Heehe....tapi di drama ini, aku cukup suka sama ekspresinya. Kaya yang beneran terpesona sama Soo-Ah dari awal ketemu, gituu...*ehhee...jadi baper.

Mari kita move on ke drama berikutnya, chingu...^^

Salam hangat,







72 comments

  1. Saya tidak pernah nonton drama korea. berasa selalu ada yang harus didahulukan daripada nonton
    hihi... kuper makanya
    ada bacaan gini lumayan nambah wawasan saya
    Trims ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jadi ajang refreshing, mba Okti Li.

      Heuuheuu...
      Berasa seneng kalo kumpul sama komunitas pecinta drama korea.

      Delete
  2. wahh, jadi penasaran pengen nonton dramanya nih :)

    yg pemeran kapten Park itu selalu jadi tokoh antagonis deh kalau main drama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mba Ira...
      Wajahnya sama sekali jauh dari kata bersahabat.

      *bikin sebel yaa..?!

      Delete
  3. Mbak aku pernah lihat iklannya hanya saja tv-ku dikuasai anak hiks hiks, duh aku suka gregetan nonton drakor hahaha apalagi yang kayak gini ceritanya, o em ji *garuk-garuk bantal :D
    Setuju banget mbak, di rumah tangga itu komunikasi penting. Kalo emang gak suka bilang , jangan dipendam yang ntar pada akhirnya jadi bom waktu :(

    Nice sharing anyway, mbak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langganan TV kabel yaa, mba Rani..?

      Assik iih...
      Pasti nontonnya drama On-going terus yaa..

      ^^heehe...

      Delete
  4. Nonton drama korea kesukaan adek saya mak, kalau saya dah ikutan nonton....bisa berabe kerjaan...mata pengennya nonton teyuss.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneerr...bener.
      Kadang malah kebawa-bawa sama kehidupan nyata.

      Nyandu banget...
      T.T

      Delete
  5. Penasaran sama drama ini krn baca sinopsis di majalah Air Asia. Ini drama yg disponsorin eksklusif sm Air Asia makanya sampe malau syutingnya hehe. Dan makin pengen nonton gara2 baca spoiler dan reviewmu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aah...barusan tanya suami.
      Ternyata Air Asia itu milik Malay yaah...

      Hadeuh...kudet.
      Makanya syutingnya ko sampe sana...
      Tumben marimben.

      Delete
  6. keren learning point nya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambil membayangkan, pelajaran apa yang bisa diambil setelah nonton drama...

      **

      Delete
  7. Kakakku demen ini nih tapi udah tamat. Dia lagi suka nonton Master of Study

    ReplyDelete
    Replies
    1. Master of Study?
      Drama Jepang kah?

      *asa pernah nonton..

      Delete
  8. Perselingkuhan selalu saja jadi kembang di setiap drama tapi itu lah seru nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata hidup manusia itu sungguh beragam yaa..meskipun temanya sama, tapi alurnya berbeda-beda.

      Delete
  9. Waduhh ini film apa drama serial ya mbak..kalo film aku cari..tapi kalo drama serial..kebayang banget lama ddepan laptop..

    ReplyDelete
  10. Bukannya endingnya mereka jalan bareng akhirnya ya?
    Sebenarnya aku kecewa, ngarepnya tu pasangan mereka jd org yg lbh baik trus bmereka pd balik ke pasangan masing2 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aak....jangan doonk mba.
      Aku tetep berpikir, mereka gak se-frekuensi dengan pasangan yang lama.

      Komunikasinya burruk sekali.


      Kl sama yang baru, bisa saling mengerti dan menghangatkan.

      *apaan siih??


      Jalan bareng itu, mba...ngambangnya.
      Yang ga ngambang kl mereka pake wedding dress trus nikah.

      *uhuuk...

      Delete
  11. Bener banget...meskipun ratingnya tinggi, tapi kalau pesennya gak nyampe, kurang sreg nontonnya ya...
    Tema perselingkuhan memang sering diangkat ya... kebiasaan yang gak oke. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga tau niih..
      Season ini banyak banget yang ngangkat tema perselingkuhan.

      Tapi anehnya,
      Akunya jadi makin penasaran.

      *uhhuk...obsesi jadi psikolog gak kesampaian.

      Delete
  12. Bikin penasaran yaa.. Aku ni termasuk.pecinta drakor, tp sjk anak2 mulai skolah, rada sulit bagi wkt u nonton drakor huhuhu.. Ini film pasti bikin penasaran deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak uda sekolah, justru semakin luang waktu nya kan yaa..mba?
      *upps..

      Heehee...iya mba.
      Kalo aku nontonnya pas malem. Sebagai reward setelah aku beres ngerjain apaa gitu.

      Jadi biar semangat lagi.
      ^^

      Delete
  13. Bener bgt.. Komunikasi dlm prnikahan penting, jgn sampe deh curhat malah ke org lain, lbh bahaya klo ke pasangan org.. Jauh2 deh hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu umm..
      Manggut-manggut.

      Awal yang remeh temeh itu tetaplah awalan.

      Jadi mending dijauhin daripada jadi penyakit.

      Delete
  14. dari dulu saya nggak pernah suka tema perselingkuhan, bukan soal korea nya. Apapun deh, matikan aja, nggak ada yang pengen ditonton. Sakit gitu.

    Udah nikah baru berani nonton, ada beberapa film tema perselingkuhan yang ternyata bisa diterima. Maksudnya saya jadi lebih memahami kehidupan orang-orang yg memilih sosok yang lain.
    Sampai ada beberapa film yang memang menunjukkan KDRT dan oke! kayaknya mending dia pergi sama si anu aja, ya kayak pikiran lendy nonton film ini deh.

    Oya, cara Lendy buat kesimpulan bagus nih. Ada learning pointnya *muah-muah suka*
    Tambahan juga yg namanya pernikahan kudu ta'aruf yg dalem-lem-lem.

    Kalau ada learning point gini, mau ah sering2 baca topik drakornya Lendy (soalnya saya kan nggak mau canduuu drakor, jadi nggak mau bacaaa -_- )

    ReplyDelete
  15. Bener teh aku termasuk yang ga Suka drakor ini, karena ga tau ceritanya , dan aktornya ga terkenal, dan ga bgtu ganteng bgd pula. ya sudah lewat. tapi karena saya sudah baca postingan teteh ini. saya akan coba menontonnya! Gumawo! .

    ReplyDelete
  16. Biar pun nonton drama korea teuteup yah poin positif yang diambilnya islami banged... Mantaps mama Lendy...

    Kl sy sih drama korea yang tema perselingkuhan jaraaaang banged ditonton. kl g salah cuma satu, Temptation. Perasaan selama nonton... Uhmmm.... lebih ke sakit hati sih. Walaupun kadang2 alasannya make sense tapi yaaaa tetep aja berasa sakit hatinya...

    Lebeih prefer yang fantasy sih. Bebas mo berimajinasi apa aja atau mau ending apa aja... Sok atuh ikutin Goblin... Recomended. Malah lebih bagus daripada dramanya Lee Min Ho... WKWKWKW...

    ReplyDelete
  17. Pandangan mata malah terasa lebih seyaaaam,

    ReplyDelete
  18. jurusan fisika kan pintar banget

    ReplyDelete
  19. bener banget, mb. menikah itu proses, ada yang udah cocok di awal trus ngerasa renggang di tengah hubungan, ada juga yang awal2 masih pengenalan makin lama makin ngerti sifat dan bertumbuh bersama. sedihnya kalau ada yang memutuskan cerai padahal usia pernikahan masih seumur jagung. hiks

    ReplyDelete
  20. Aku tertarik liat ini pas teman2 blogger sby pada ngomongin ini. Save di list ah..

    ReplyDelete
  21. aku mau introduksi.. eh introspeksi..

    ReplyDelete
  22. ah ah, kok aku jadi mendadak pengen nikah gini seeeeh

    kak lendy tanggung jawab, temukan jodohku :D

    ReplyDelete
  23. waduh darkorr yaaa kurang suka sih ama drakors soalnya pemeran lakinya keputihan banget haha ama cewenya juga :3 kurang natural wkwk

    ReplyDelete
  24. EntahKenapa kalau lihat film, yang udah menikah dan lalu pasangannya selingkuh, kemudian lasagna yang lain merasa nyaman dengan orang lain, itu jadi pengen bilang udah tinggalin dia yang selingkuh, padahal Malay bisa kan Pernikahan itu dipertahankan.
    But, kalau lihat kayak goin jadi penguin bilang udah tinggalin suami lo, dia cocok kok

    ReplyDelete
  25. Aw, perselingkuhan! Agak mirip sama review film aku ya.
    Kadang mungkin memang enggak bisa mengelak ketika godaan-godaan datang kali ya. Yang bisa kita lakukan cuma menguatkan komunikasi dengan pasangan kita.

    ReplyDelete
  26. Pas baru baca awal-awal, aku jadi ingat novelnya Bernard Batubara yang Cinta. (Cinta dengan titik). Sama-sama konsen membahas soal perselingkuhan, salah satu tokohnya juga pramugari.

    Aku gak gak suka nonton kekoreaan kayak gini jadi cukup tau judul-judul drama Korea dari blognya Mbak Lendy ini huehehe. Itu ibunya Annie parah jahat betul, sedih aku baca kalimatnya. :(

    Tapi, sementara itu...

    "Sesederhana itu mereka menunjukkan cinta. Tanpa kata-kata."

    Kalimat ini bikin cengar-cengir, aku suka!

    Introspeksi diri, bener banget yang bagian itu. Kadang banyak orang sibuk nyari kesalahan dari orang lain tapi lupa lihat kesalahan yang paling dekat: ada di dalam dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  27. Aku salut ama konsistensi mbak Lendy menulis ttg drakor. Luar biasa. Seneng banget pasti nontonnya. Habis berapa seri nih?

    ReplyDelete
  28. Hehehe aku juga nonton sinetron ini.
    Padahal aku kepengennya jg endingnya mereka balik ke pasangan masing2 gtu, biasanya drakor kan beda ya, eh ternyata endingnya bersama :(

    ReplyDelete
  29. Aku sebenernya bukan penyuka drama korea. Tapi kalo temanya perselingkuhan kayaknya bikin gemes nih wkwkkwkwkwkw.. Jd pengen nonton

    ReplyDelete
  30. Duuhh, kok aku sedih, yaaa? Takut punya cerita hidup gitu juga. Ahh, jangan sampai ahh. :(
    Fix lah ini bikin baper banget.. Aku gak mau nonton, ntar malah ke bawa gitu :(

    ReplyDelete
  31. Aduh ada perselingkuhannyaaaa....
    Aku keseringan nnton romance komedi, butuh drama rumahtangga juga. Sik liat cuplikannya dolo

    ReplyDelete
  32. Perselingkuhan terjadi mgkn krn kurang bersyukur..., coba nonton ah

    ReplyDelete
  33. wah dah komen panjang ternyata slaah masuk haha

    mauan jd refrensi nonton drakor thanks mbaaa :-*

    ReplyDelete
  34. Waaaaaaahhh....
    Aku nonton inih, tapi masih bingung sama jalan ceritanya, jadi baru satu episod dah aku ganti judul.

    Dan baca ini, kayaknya seru, oke deh mulai namatin.

    ReplyDelete
  35. saya lebih suka membaca buku untuk mendapatkan informasi dan juga hiburan (terutama buku fiksi). jadi kurang update mengenai film ddan sejenisnya.
    btw, suka dengan learn pointnya yang sudah dibuat Mbak Lendy

    ReplyDelete
  36. Pelajaran yg bisa diambilnya mantep banget, Mbak. Jujur saya sekarang bukan penggemar drakor, tapi jadi sedikit tau klo mampir di blog ini.hehe

    ReplyDelete
  37. Sudah lama ga nonton drakor hiks hiks :( learning pointnya bagus Mbak

    ReplyDelete
  38. Lhah..jadi penasaran dg ending yg mengambang itu. BTW, kadang2 saat nonton film/sinetron aku suka bikin skenario versi aku sendiri di benak..haha..jadi aneh deh..

    ReplyDelete
  39. Mbakkk.. Film reviemu kok Bagus2 semua ya. Parahnya, aku nggak sempet nonton drakor lagi setelah punya anak hahaha. G sempat, padahal udah niat pingin nonton ini itu, eh lelah, tidur.. Hadeuh

    ReplyDelete
  40. Baru kali ini saya baca sampai berkali2 artikel tentang drakor dan baru sadar kalau ternyata ini artikel lama ya hahaha

    Suka deh ama filmnya, dan saya berdoa semoga ga kegoda buat nonton.
    Paling sulit berhenti saya kalau udah nonton drakor atau film berseri apa aja yang bagus hahahah

    Btw kisahnya kayak film apa ya, film korea juga, bukan serial.
    Tentang perselingkuhan.

    Masing2 bertemu dan merasa klop karena merasa gak menemukan kenyamanan dengan pasangan masing2.
    Meskipun pada akhirnya si laki kembali ke istrinya dan si perempuan memilih meninggalkan suaminya lalu kesepian (syukurin, wakakakkaka)

    Tapi saya lebih suka ending film itu.
    Karena semacam ada pesan moral, menunjukan ke para perempuan.
    BAHWAAAAA.... SELINGKUH ITU HANYALAH KESENANGAN SEMU SEMATA!!!
    Ujung2nya yang rugi ya wanita.

    Kayak kasus film yang saya tonton itu.

    Suka banget ama kesimpulan yang ditulis ini.
    Bahwa menikah adalah sebuah proses, bukan tujuan ya.
    Komunikasi yang sehat juga kudu dilakukan kedua belah pihak

    ReplyDelete
  41. Wah pas bener nih reviewnya Lendy, aku udah 2 hari ini cari2 judul drakor yang sesuai gak nemu trus, tonton sedikit gak cocok aku close cari lagi sampai belum nemu. Mau nyobain yang ini deh, apalagi ada pilit2 kerennya ya :)
    Ah gimana si hpak kapten udah keren tapi kok dingin & gak mau denger pendapat anak istri, gak jadi deh kerennya :-D
    Yaaah kenapa penutupnya ngambang sih, aku suka yang pasti2 hihihi

    ReplyDelete
  42. Kalo drama drama perselingkuhan atau affair gitu biasanya emang tontotan yang bikin greget deh. Walo gak terlalu sering nonton drakor, tapi paling gak tau Park Jin-Seok haha *efek ikut nonton The Last Empress *eh bener kaan :)))

    ReplyDelete
  43. Saya suka gregetan kalau jalan cerita tentang perselingkuhan. Apalagi mengambang begitu endingnya. Etapi, mungkin saya harus nonton dulu biar bisa menilai utuh :)

    ReplyDelete
  44. aku baru aja nonton clean with passion for now yang main si artis cilik yang sekarang udah dewasa. Baru aja sampe eps 6 dari 16 eps total, aku ga lanjut lagi karena lagi bosen sama drakor haha. Lagi pengin banyak-banyakin nonton serial US dan UK malahan nih. Drakor aku agak pilih-pilih sih kayak cheese in the trap, my ahjussi, tapi yaaa drakor emang banyak juga sih yang adegannya nggak neko-neko. Aku dulu tau aktor Lee Sang Yoon pas dia main bareng yang jadi geum jan di BBF. Dia bagus aktingnya.

    ReplyDelete
  45. Jadi ini cerita selingkuh yang menyenangkan?? #Eeeeh!

    Endingnya dibuat ngambang gitu ya? Kalau menurut Teh Lendy, mending mereka balik ke pasangan masing-masing atau rumah tangga masing-masing dibubarkan lalu mereka bersatu saja? Gimana hayoo? Wkwkwk

    ReplyDelete
  46. Ya ya yaaa, seneng dech ngikutin blog kamu mbak. Kenapa? Karena bisa ada bahan cerita saat ketemu temen atau sodara yang suka banget drama korea.

    ReplyDelete
  47. Yaah kok endingnya ngambang, aku sukanya ending yang bahagia. Fiksi itu harusnya happy biar aja realitynya yang sedih huahahahahha

    ReplyDelete
  48. Asa kenal sama semua pemainnya, hehehe.
    Kalau dipikir2, udah lama gak nonton drama yg latar belakang pekerjaannya pilot dan pramugari. Terakhir kali nonton drama Jepang yg jadul tea...

    ReplyDelete
  49. Mampir ke blog Teh Lendy aku jadi kangen nonton drakor, huhu selama ngambil side job ga pernah lagi ada waktu nonton drakor.

    ReplyDelete
  50. Setuju banget apalagi sama bagian ini:

    "... bagaimanapun, pernikahan itu adalah proses, proses yang tak pernah berhenti"

    Setuju pakai banget!

    Seperti pernikahanku yang memasuki tahun ke 26, aku masih terus berproses, merawat terus dan terus, layaknya tanaman

    Merawatnya dengan macam-macam cara, di antaranya banyak membaca agar wawasan bertambah.

    Misalnya tentang posisi tidur pasangan

    Dulu aku sedih banget kalau hubby tidurnya sesekali memunggungi daku, rasanya aku dicuekin gitu, merasa tak dihargai, tak dicintai lagi, hiksss!

    Ternyata, menurut ahli psikologi, tidur seperti itu tak ada kaitannya dengan rasa cinta yang memudar.

    Posisi itu justru mengungkapkan bahwa hubungan pasangan intim, terikat dan saling mencintai. Kental dengan kedekatan namun sangat mandiri untuk hal pribadi.

    Tuh, kontras banget dengan yang ada di pikiranku ya.
    Bisa fatal kalau hal itu terus aku tanamkan di benakku. Untunglah aku banyak "membaca", ternyata yang terlihat tidak selalu begitu hakikatnya.

    Hahaha, puanjang banget yak komentarku :)

    ReplyDelete
  51. hohoho berasa jatuh cinta lagi.. dilihat dari jalan ceritanya memang out of the box ya semua kisah percintaan yang sederhana, tapi memiliki banyak makna, yang paling aku suka dari drama korea itu setting lokasi dan pakaiannya.. jadi sambil nonton film sekaligus belajar fashion.. malam ini coba nonton ini ah

    ReplyDelete
  52. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  53. Kayaknya bakal baper deh kalo nonton drama satu ini. Aku belum sukses menyukai drakor nih, Len. Udah nyoba nonton tiga drama dg genre beda. Tapi tetep belum dapat feel nya

    ReplyDelete
  54. Whoaaa udah lama ga jalan-jalan ke blog mbakku. Disajikan Kdrama dengan intisarinya. Selalu suka nih ulasannya mba Lendy.

    ReplyDelete
  55. Dicatat aaah judulnya, aku jadi pengen nonton. Padahal aku bukan penggemar drakor, tapi sungguh baca reviewnya (sengaja aku lewatin di beberapa bagian biar gak jadi spoiler) jd pengen nonton.

    ReplyDelete
  56. Hahaha aku juga dulu suka sinetron Korea ini sampai aku bikin reviewnya.
    Cuma setelah dipikir2 ini kan kisahnya ttg perselingkuhan ya? tai penonton diarahkan utk setuju wkwkwk. Tapi aku suka aja sih liatnya meski gk setuju sama endingnya :D

    ReplyDelete
  57. Rumah tangga banget ini ceritanya ya Mba Lend, apalagi pernikahan kayak aku yang baru seumur jagung. Siap download ah masukin list dulu, pasti seru apalagi banyak hikmah ceritanya.

    ReplyDelete
  58. Aku belum pernah nonton ini mbaa.. baca review dari dirimu ajaaa

    ReplyDelete
  59. selalu cerita drakor ada pelajaran yg pantas kita ambil. makanya aku suka nonton drakor. keren banget kesimpulan yg ditarik dr drakor ini.

    ReplyDelete
  60. Nggak tahu kenapa aku baca review film ini kok malah inget semalam diminta pijitin suami tapi aku keburu tidur. Hahahahha. Ya Allah, dosa banget ini. Insyaallah ntar malam aku pijitin suamiku, Mbak.

    Ups, ini gara-gara baca poin di atas, komunikasi sama suamiku nggak nyambung. Hihi.

    ReplyDelete