How Bad Of Bullying On Drama Who Are You : School 2015

Bismillah,

Ingat jaman sekolah dulu gak?
Akutu uda melewati 18 tahun yang lalu masa-masa SMA. Dan gak pernah bisa lupa sama kejadian ketika ada guru yang melakukan verbal bullying terhadapku.

Tentu aku sudah memaafkan beliau, tapi sulit sekali melupakan.
Forgiven but not forgotten❞, itu kata teteh Andrea Corrs di salah satu judul lagu mereka.
Melihat bagaimana anak-anak jaman sekarang begitu mudahnya berkata kasar di sosial media, berlaku buruk apabila ditegur dan masih banyak lagi anomali remaja, apakah kita sadar...bahwa itu bermula dari kita, para pendidik. Orangtua maupun guru.

Seperti di tulisanku Bullying Start From Us, bahwa berawal dari perilaku labelling terhadap sikap anak, lalu berlanjut teman-teman dan gurunya yang memanggil menggunakan panggilan yang tidak ia suka. So, stop doing that, moms.

Trus, truuss...
Aku nonton drama ini.


Judul : Who Are You: School 2015 /  ( 후아유- 학교 2015 )
Director: Baek Sang-Hoon

Actors :

Kim So-Hyun as Lee Eun-Bi and Go Eun-Byeol (twin)
Nam Joo-Hyuk as Han Yi-An
Yook Sung-Jae as Gong Tae-Kwang

Genre : Drama, School-life, mysteri
Rundate : April - June 2015
Runtime : 60 minutes
Episode : 16

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Di drama berjumlah 16 episode ini, aku merasa sering berderai air mata saat menonton. Entah efek hormonal (karena mau kedatangan tamu bulanan) atau karena memang jalan ceritanya yang bener-bener pas sama potret kehidupan remaja saat ini.


Kim So-Hyun as Lee Eun-Bi and Go Eun-Byeol (twin)

Keduanya memiliki kepribadian yang bertolak belakang, meskipun sama-sama anak baik. Sejak kecil, keduanya sudah tidak memiliki orangtua, sehingga dibesarkan di Panti Asuhan. Namun pada suatu hari, Go Eun-byul diadopsi oleh seorang single-parent yang baik hati. Jadilah ia dibesarkan di Seoul. Sedangkan kembarannya, Lee Eun-bi, masih di Panti Asuhan Pelangi, Tongyeong.


Nam Joo-Hyuk as Han Yi-An

Yi-An adalah sahabat baik Eun-Byul dari usia mereka 8 tahun. Dan di usia remaja kini, ia sudah berhasil memenangkan medali emas renang 400 m free style tingkat Nasional. Sesuai dengan janji saat ia dan Eun-byul kecil, bahwa medali emas pertamanya nanti, akan diberikan ke Eun-byul. Ini sekaligus pernyataan cinta Yi-An sama Eun-byul.



Yook Sung-Jae as Gong Tae-Kwang

Persahabatan antara Eun-bi dengan Tae-kwang ini terbilang unik. Bukan yang manis, tapi justru mereka saling melindungi. Awal pertemuan yaa...seperti biasa gitu deeh... Love-hates relationship, kemudian berujung pada Tae-kwang suka banget sama Eun-bi.

Tae-kwang di sini meranin karakter anak yang bengal, sering punya masalah di sekolah, dan parahnya, Bapaknya adalah Direktur di sekolah mereka.





Kehidupan Eun-bi di kota kecil Korea, Tongyeong, tidak bisa dibilang tenang. Sebagai pelajar, ia kerap menerima perlakuan tidak baik dari temen-temen sekelasnya. Pelakunya sebenarnya satu cewe siih...tapi pengaruhnya besar banget...karena doi anak seorang petinggi di Tongyeong.

Eun-bi yang hanya anak yatim, tidak mampu melawan apapun, karena ternyata si pelaku bullying ini melalui orangtuanya selalu berbuat sosial. Seperti menjadi pendana di Panti Asuhan dan kegiatan-kegiatan semacam itu.

Maka,
Demi kesejahteraan Panti Asuhan Pelangi, tempat tinggal Eun-bi, ia tidak pernah protes sedikit pun atas perlakuan kasar teman-temannya.

Bahkan, you know, chingu...
Di drama ini kita ditunjukkan, betapa menurunnya empati terhadap teman yang sedang kesusahan. Eun-bi ini di bully gak hanya di tempat sepi, bahkan di dalam kelas saat sedang istirahat atau jam kosong. And nobody help her!
Semuanya pura-pura gak lihat dan sibuk sama pekerjaannya masing-masing.

Kejam!

Buat yang penasaran sama si tokoh antagonisnya, yang kanan yaa...




Hingga pada akhirnya, Eun-bi gak tahan lagi menanggung beban kehidupan ini, ia pun menuliskan pesan terakhir untuk teman-teman sekelasnya (yang tentu, teman-temannya gak pada aware) di meja tulisnya di kelas.

Annyeong, chingu-deul...






Di saat yang bersamaan, saudara kembarnya yang berada di Seoul sedang wisata ke Tongyeong. Dan beberapa hari terakhir ini sering gelisah. Ia teringat akan kasus yang pernah melibatkannya. Kasus apakah itu?

Eun-byul tidak menikmati perjalanan wisata bersama teman-teman sekolahnya. Bahkan, ia marahan dengan kedua sahabat ceweknya, Song-joo dan Shi-jin. Temannya yang gak tau duduk permasalahannya, malah menjauhi Eun-byul. Hingga saat wisata selesai, Eun-byul malah dinyatakan hilang. Di culikkah?


Misteri ini yang akan mewarnai sepanjang perjalanan cerita Drama School 2015 : Who AreYou?


Ibu Eun-byul sudah seperti orang gila, mencari ke sana kemari. Bahkan selama 10 hari, beliau terus bertahan di Tongyeong dan menyebarkan selebaran anak hilang, dengan keterangan lengkap berisi foto dan ciri-ciri fisik Eun-byul.

Dan penantian sang Ibu pun terjawab.

Di hari kesepuluh, Eun-byul eomma mendapat kabar bahwa ada anak dengan ciri-ciri yang sama seperti selebaran yang Ibu Eun-byul bagikan. Namun, anaknya sedang tidak sadarkan diri di sebuah Rumah Sakit.

Betapa gembira Eun-byul eomma mendapat kabar tersebut.





Pas bangun, tentu Eun-byul kaget setengah mati, ada yang bilang bahwa "Gak apa-apa...ini Ibu, Eun-byul..." dan seketika, Eun-byul menangis...

Berdasarkan keterangan dari dokter, Eun-byul hilang ingatan untuk sementara karena trauma. Jadi masih ada kemungkinan memori-memori bersama orang-orang yang disayanginya kembali lagi.

Antara shock dan bingung, akhirnya Eun-byul pun pulang ke Seoul.




Bagaikan mimpi, ia tak merasa bahwa memiliki seorang Ibu dan segalanya. Bahkan rumah tempat ia tinggal bersama Ibu nya pun terasa asing. Baginya, ini semua adalah hal yang baru.

Ia berolah raga di pagi hari, dan bertemu Yi-An, sahabatnya.
Hal itu pun terasa asing.


Ia bertemu sahabat-sahabatnya, gurunya, teman-teman sekelasnya, gak ada satupun dari mereka yang ia ingat.


Hingga akhirnya...
Perlahan ia mengingat pecahan-pecahan memorinya kembali.

Dan sadar...
Bahwa ia memang tidak pernah berada di Seoul sebelumnya. Karena dia bukan Eun-byul, melainkan Eun-bi. Seorang anak panti yang kesehariannya dipenuhi kesulitan demi kesulitan.

Lalu,
ke manakah Eun-byul yang asli?

Perjalanan menemukan Eun-byul yang asli dan mengungkap misteri mengapa Eun-byul menghilang serta kasus lama yang terkuak kembali inilah yang mewarnai sepanjang drama School 2015 ini.


Dan tahu gak...kalau drama ini memang rutin ditayangkan KBS, maksudnya dengan tipe-tipe serupa, bertemakan kehidupan sekolah dan judul yang sama "School". Sampai saat ini, sudah ada 7 School yang tayang, hingga tahun 2017.

Akankah KBS mengulang kejayaan drama bertemakan school-lyfe begini?

Aku rasa, drama-drama tipe sekolah itu bagus sekali. Karena inilah potret sekolah kita. Yaaah, meskipun beda culture, tapi kalau dicermati, dari cara mendidik orangtua, komunikasi, persahabatan, hingga percintaan, aku rasa gak beda jauh laah....



Drama ini tidak melulu fokes ke kehidupan Eun-bi dan Eun-byul, tapi juga ada kisah beberapa kesulitan teman-teman lain. Seperti kisah sang ketua kelas yang kerap dipaksa Ibunya untuk terus menjadi yang terbaik. Dulu...pas ada Eun-byul, si ketua kelas ini tidak pernah bisa juara pertama. Namun sejak kehadiran Eun-bi, preatasinya tidak sebaik saudara kembarnya.

Seruu...seru...


Dan aku dapat banyak hikmah dari nonton drama School 2015 ini . . .

1. Apa itu bullying?

Bullying adalah perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap orang lain. Dan dalam berteman, perbuatan yang kita lakukan harus sama-sama behagia. Bila ada salah satu pihak yang tidak senang, itu sudah termasuk kategori bullying.



2. Berani melawan

Bullying itu adalah sikap superior dari si pelaku terhadap korban. Satu-satunya cara untuk mengubahnya adalah dengan berani berkata "Tidaaak...Aku tidak nyaman dengan caramu berteman."

Namun memang sulit jika di posisi Eun-bi, dimana hukum yang berlaku makin runcing ke bawah dan tumpul ke atas. 

Di Korea juga gitu kok...
Karena si pelaku ini anak dari seorang Jaksa, maka tidak pernah ada yang berani melawan ketidak adilan yang dilakukannya.

Poor, uri Eun-bi...



3. Kesalahan remaja adalah buah dari investasi pengasuhan orangtua semasa mereka kecil.

Ya, mendidik anak-anak itu tidaklah mudah. Orangtua mana yang tidak ingin memanjakan dan melindungi anak-anak mereka?

Aku rasa, setiap orangtua tidak ada yang menginginkan anak-anak mereka kesusahan. Dan tentu, kelak menggapai impiannya.

Tapi,
Apa kita harus tetap melindungi kalau memang terbukti anak melakukan kesalahan?


Ya, moms...
Biarkan mereka bertanggung jawab atas segala keputusan dan perbuatan mereka.
Perlakuan orangtua yang berlebihan dalam melindungi anak, hanya akan merusak kepribadian mereka.



4. Sebaiknya, orangtua tidak terlalu fokus pada grades anak.

Hal ini selain membuat anak merasa tertekan, sehingga tidak enjoy dalam belajar, juga membuat sang anak rela melakukan apa saja, asalkan prestasinya baik dan diakui oleh orangtuanya.

Serem kalau uda begini...



5. Sebagai orangtua, jangan pernah menunjukkan kekecewaan kita pada anak-anak

Anak yang sudah melakukan segalanya sesuai dengan kemampuannya, sebaiknya kita hargai sebagai orangtua. Meskipun hasilnya mungkin masih jauh dari ekspektasi kita.

Bersabar,
dan lihat terus perkembangan anak.

Puji selalu atas keberhasilannya dan jangan menuntut lebih banyak.



6. Tidak selamanya, hukuman itu buruk

Terbukti saat Tae-kwang appa masuk penjara, hubungan ayah dan anak ini malah semakin mesra daripada sebelumnya. Aku jadi ingat salah satu quote orang Jawa :

Jauh bau bunga, dekat bau bangkai.❞



7. Manusia tidak hanya merawat wajah, tapi juga hati
Ini nasehat terakhir dari Eun-bi saat akhirnya si pelaku bullying meminta maaf.



8. Untuk bisa menggapai impian, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah

Ada kalanya raga lelah, kecewa dan tidak tahu kapan keberhasilan itu tercapai. Tapi yakin bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.


Di sini, Yi-An digambarkan cowok yang sempurna. Kekurangannya hanyalah ia tidak berasal dari keluarga berada, seperti Tae-kwang, yang memang Bapaknya kaya raya. Tapi meskipun begitu, kepribadian Yi-An yang baik, limpahan kasih sayang dari Bapaknya dan prestasi yang sudah diraih sejak ia masih di usia yang sangat belia, membuat beberapa temannya iri. 

Ditambah lagi, ia mulai menjajaki dunia modelling.

Saat Song-joo merasa apa yang diinginkan tidak tercapai, Yi-An dengan wise menjawab,

Saat kamu berenang, kamu akan melewati beberapa proses. Dari mulai adaptasi dengan air, lalu latihan tahan napas, menendang dalam air dan terakhir, barulah berenang.


Jadi maksud Yi-An kurang lebih, untuk mencapai apa yang kamu inginkan, gak ada yang gak pake proses loo....semua ada jalannya masing-masing.

Yaaa...
It's so true, Yi-An...


Cakep yaa..drama ini.
Dan aku baru tahu kalau berkat drama ini, Kim So-hyun memenangkan penghargaan sebagai Best Couple sama Yook Sung-Jae. Padahal lead-male nya Nam Joo-hyuk.

Ihiik~
Kok kujadi sedih yaa...


Oh yaa...
satu lagi point tambahan dariku, kenapa drama ini menurutku keren...banget.
Original Soundtrack nya doonk...easy-listening semua. Bahkan si Tae-kwang aka. Sung Jae (BToB) juga ngisi salah satu OST nya.

Reset by Tiger JK ft. Jinsil


Dan ini, aku kasih bonus video parodi School 2015.

Dilan verse



Dear Nathan verse


Hahaha...
Kamu tim #DilanMilea atau #NathanSalma 😂

안녕히, chingu-deul...



Salam hangat,



ReCharge : Aplikasi Sewa Power Bank Pertama di Indonesia

Bismillah,


Jaman milenial begini, apa yang paling sahabat lendyagasshi takutkan?
Bukan ketinggalan dompet lagi, ku rasa…
Tapi ketinggalan handphone atau kehabisan kuota atau kehabisan baterai handphone.
Hiiks~

Merasa jadi manusia paling menderita deeh…
Aku juga gitu loo..
Terbilang jarang keluar rumah, kalau gak ada keperluan mendesak banget. 
Misalnya, anter anak sekolah atau jalan ke mall pas weekend. Suami yang jarang memiliki quality-time bersama istri dan anak-anaknya, sering mengajak anak-anak buat nonton bioskop. Apalagi pas ada kartun terbaru.

Memang hobi keluarga kami sih...nonton.
Hihii~

Parahnya…
Kalau aku sering lupa charge handphone. Padahal penggunaan dayanya maksimal banget. Dari mulai keluar rumah, aku suka teethering musik ke audio mobil, lalu cekikikan di wa grup sama temen-temen, baca e-book dari persewaan digital, foto-foto daaan...masih banyak lagi.

Terus..
Pas sampai tempat tujuan, baterainya menunjukkan merah…

Huwwaa~
Mau nangis banget rasanya yaa…
But,
Don’t worry...



Sekarang di beberapa tempat di bandung, sudah ada ReCharge station.


Apa itu ReCharge?

ReCharge adalah adalah aplikasi sewa powerbank pertama di Indonesia. ReCharge pertama kali di launch di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2018. Sampai saat ini, ReCharge sudah ada di 200 lokasi dengan 350 ReCharge Station di Jabodetabek dan Bandung. By the way,  powerbanknya bisa disewa dengan cara :


Instal ReCharge apps di playstore atau app store





Registrasi





Top-up





Cara top-up :

Bisa memilih pembayaran melalui Gopay, Ovo ataupun transfer online banking sahabat lendyagasshi.


Sewa powerbank di station dan scan barcode




Pilih kabel yang sesuai dengan handphonemu kamu bisa memilih Type C, Micro USB atau lightening untuk IOS.


Ambil ReCharge Powerbank di kotak ReCharge




Mudah kan yaa…
Dan harganya pun cukup ramah di kantong.

Rp 5.000,- /6 jam atau Rp 10.000,- /24 jam.

Jadi,
kalau mau dibawa pulang, boleh aja siih...tapi jangan lupa untuk mengembalikan tepat
waktu yaa…

Dan ReCharge Powerbank ini tidak harus dikembalikan di tempat yang sama ketika meminjam, bisa dikembalikan di ReCharge station mana saja yang paling dekat dengan lokasimu. Bisa di cek lokasi mana aja yang ada ReCharge Station melalui apps. Di sana ada keterangan lengkap, ada berapa slot yang kosong untuk mengembalikan ReCharge mu atau berapa slot yang terisi, jadi bisa sahabat lendyagasshi pinjam.

Untuk lokasi ReCharge Station di Bandung sendiri ada di :

BIP (Bandung Indah Plaza), IP (Istana Plaza), Yellow Truck Coffee (Surya Sumantri, Patuha
& Martadinata), Masagi Coffee, Bebek Ali Borme, Senses Coffee, Satu Pintu Coffee, Ayam
Sawce, Musat Bandung, Nangkring Food Syndicate, Rumah Sakit Telkomedika


Aku yakin, buat mall-mall ini sudah mewakili sebaran mall di Bandung.
Jadi tenang yaa…




Cara pengembaliannya mudah sekali :


Tekan tombol kembalikan di ReCharge Station



Lihat ada slot yang terbuka di bawah



Masukkan ReCharge powerbank di slot yang sudah terbuka




Hanya diberi waktu 15 detik untuk memasukkan ReCharge powerbank yang sudah sahabat lendyagasshi pinjam, jadi sebelum menekan tombol “kembalikan”, ada baiknya untuk disiapkan dahulu.

Bagaimana kalau lupa menaruhnya?
Bagaimanapun, ketika kita meminjam barang sama dengan amanah. Apalagi ReCharge powerbank ini digunakan bersama-sama alias untuk umum. Jadi usahakan untuk tidak meninggalkan di suatu tempat.
Jika itu sudah terjadi, dan sahabat lendyagasshi benar-benar tidak bisa menemukan dimana ReCharge powerbank yang dipinjam tersebut, segera hubungi CS ReCharge melalui apps ReCharge atau CS yang stand-by di lokasi ReCharge Station.

Yeeay~
Tapi semoga gak kejadian yaa…
Mengembalikan tepat waktu akan lebih baik, karena ReCharge powerbank tidak dapat di charge di rumah, ia sudah punya rumah khusus yaitu ReCharge Station.


Bagi yang tinggal di kota-kota besar seperti Jabodetabek dan Bandung sudah ada ReCharge Station. Mudah-mudahan akan segera ada di kota-kota besar lainnya di
Indonesia.

Mau sewa gratis?

Bisa banget, dengan memasukkan kode referral saat registrasi LEN43358 dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Maka,
Sahabat lendyagasshi sudah bisa menyewa gratis 3x gratis bersama teman-teman yang menggunakan kode referral tersebut.
Assiik...kan…


Yuk...rame-rame kita pakai ReCharge.
Karena ReCharge gak hanya mengisi bateraimu, tapi bisa mewarnai hari-hari indahmu juga.
Gak ada lagi istilah mati gaya yeeuu~



Salam hangat,






Kemudahan Menggunakan Aplikasi SPOTS

Bismillah,

Paling suka makan?
Tapi males masak...

Nah iyaa...
Itu aku banget~


Jangan ditanya deeh...dengan kemudahan yang ada jaman sekarang, lapar di waktu kapanpun, gak ada hambatan. Jangankan di saat hari cerah ceria, di hari mendung bahkan hujan deras, selalu ada yang menolong untuk membelikan makanan.

Tapi...
Gak semua kemudahan bisa kita rasakan saat makan di tempat. Ada beberapa tempat makan, yang menuruku sudah mulai ramai tapi mengalami beberapa kendala, seperti :


Kesulitan dalam mencatat pesanan


Pernah mengalami salah pesanan saat makan?
Aku pernah.


Alhamdulillah,
Kalau makan di tempat, bisa di komplain, tapi kalau makan pesan melalui aplikasi?

Kan jadi BT yaaa...
Dan ini bisa jadi bikin pelanggan malas untuk kembali memesan makanan di tempat yang sama seenak apapun makanan tersebut.


Bingung menu


Pernah ketemu sama tempat makan yang hanya menawarkan menu melalui tulisan aja?
Aww~

Gak kebayang bentuk makanannya kaya apa...
Belum lagi kalau menunya fotokopian dan uda lecek karena dipegang sana-sini.

Hadjuuh~
Mau nanya kok yaa...


Aku lebih seneng makan di tempat makan yang lengkap informasinya. Jadi gak meraba-raba, ini porsinya sebanyak apa...

Yah...
Bolehlaah...kalau hanya menampilkan gambar menu-menu favorit saja, gak harus semua.


Melatih staf untuk hapal menu


Sudahlah restorannya keren, menunya ala-ala Yurop, tapi sang waiters gak bisa bantu menjelaskan ketika di tanya.

Hiiks~
Makin kecewa deeh...


Meletakkan menu andalan di sosial media


Kehidupan jaman sekarang yang mampir beli makan bukan hanya sekedar untuk memenuhi hasrat mengisi perut, namun juga dari sisi prestius.

Cari suasana yang nyaman, santai dan makanannya cantik.
Jadi bisa sekalian pepotoan bareng keluarga, teman, sahabat atau kerabat.


Aku sering looh...sama suami ke tempat makan dengan cara mencari berdasarkan hastag di sosial media. Terniat kan yaa...

Yaa,
Itulah kekuatan sosial media jaman sekarang.


Masalah manajemen dan operasional


Semua sudah oke, hanya kurang mampu menghitung berapa modal yang harus dikeluarkan, laba bersih yang diperoleh setiap hari dan berapa dana yang dibutuhkan untuk biaya operasional.

Mesti teliti, karena ini menyangkut masalah pembukuan.
Yang mana dari situ, kita akan tahu keseimbangan neraca keuangan pada usaha kuliner tersebut.



Dan kebanyakan, usaha kuliner mampu bertahan paling lama 6 bulan sampai setahun. Lewat dari situ, jika tidak benar-benar ketat dalam melakukan riset pasar usaha kita sendiri, maka sudah bisa dipastikan akan kolabs alias mengalami kegagalan.

Sedih yaa...

Memang menemukan keunikan dalam mendirikan usaha ini membutuhkan trial and error. Namun, sekarang, tak perlu kahwatir lagi....karena ada aplikasi baru yang ditawarkan oleh Gojek sebagai pengembangnya.


Apa siih...SPOTS?


SPOTS adalah Sistem Point of Sale (POS) untuk mengelola pesanan dalam satu aplikasi kasir. Perangkat SPOT ini memiliki banyak fungsi dan dikembangkan oleh GOJEK untuk semua kebutuhan pelaku UMKM di Indonesia.

Dari mulai pemilik gerobak sate, booth masakan rumah di kantin perkantoran, café yang sedang hits, sampai restoran besar yang sudah memiliki banyak cabang, semua bisa menggunakan perangkat SPOTS.


Keuntungan menggunakan SPOT


Kenyamanan memonitor usaha
Seperti yang aku jelaskan di atas tadi, di SPOT ada jalan keluarnya loo...
Hanya dengan mengisi manual atau impor menu dari aplikasi GO-FOOD, serta mengatur jumlah, foto, harga, serta kategori menu sesuai kebutuhan.

Maka aplikasi SPOT sudah bisa digunakan dengan mudah dan praktis.


Mudah dan aman menerima pembayaran
Customer dapat membayar hanya dengan scan kode QR dan dana akan langsung masuk ke akun GO-PAY pengguna SPOTS.

Dan jangan khawatir, karena setelah menggunakan SPOTS, maka bagi yang usahanya telah terdaftar di akun GO FOOD, maka akan otomatis mendapat notifikasi real-time setiap mendapat pesanan GO-FOOD.




Tidak perlu melakukan perhitungan manual

Karena, akan ada laporan harian yang akan memonitor perkembangan omzet melalui rekapan yang dapat dipantau melalui aplikasi atau email yang dikirim setiap hari ke akun pengguna SPOTS.

Dan pembayaran yang dilakukan oleh customer via apapun, akan terekap dengan teliti di aplikasi ini.
(GOPAY, OVO, atau cash).

Cakep yaa....

Cetak resi instan, sehingga tidak perlu menambahkan printer

Bagi yang belum jelas, bisa nonton video di bawah ini...


And all of the problems are wrap in one aplication

Biaya yang dikeluarkan pun relatif terjangkau untuk menyewa alat mungil ini dengan banyak kelebihan di atas. Cukup mengeluarkan biaya Rp 2.900,-/hari atau Rp 290.000,-/bulan.

Maka,
Akan segera mendapatkan beragam fitur untuk membantu operasional usaha jenis apa pun, serta mengatasi kesulitan dalam mengelola pesanan online dan offline, karena terbatasnya akses menerima pembayaran non tunai, hingga kerepotan dalam merekap transaksi, akan teratasi.

Inovasi ini yang tentu dibutuhkan oleh para wirausaha seperi sahabat lendyagasshi.
Adakah sahabat lendyagasshi yang memiliki usaha di bidang kuliner?






Salam hangat,


You're My Pet (2011)

Bismillah,

Momo


Inget apa kalau aku sebut nama ini?
Hohoo...iya, nama hewan peliharaan yaa...and it's a dog.

Film ini tu uda lama banget, tahun 2011. Dan sebenarnya, aku uda nonton sebelumnya, karena versi aslinya adalah drama Jepang berjumlah 12 episode. Aku selalu suka drama Jepang, no objection. Meskipun ngayal, tapi Jepang selalu menunjukkan realitas kehidupan warganya yang pekerja keras, super sibuk dan kaku.

Pas tau ada versi Koriya-nya, oke beklah...aku cuss nonton. Pas banget karena yang meranin bintang TOP pada jamannya.


Jang Keun-Suk sebagai pet (aka. Kang In Ho)
Seorang penari balet terkenal dan sudah go internasyenel. Namun terpaksa pulang ke Korea dan karirnya terancam bubar karena partner dancenya mengalami kecelakaan.



Kim Ha-neul sebagai Ji Eun-yi
Carrier women yang sukses di bidang fashion. Ia bekerja di perusahaan besar dan menduduki jabatan yang tinggi. Gajinya besar serta memiliki latar belakang pendidikan yang hebat (pernah sekolah jurusan fashion di luar negeri). Maka, menjadikan ia sebagai seorang wanita yang strict.



Dibuka dengan putusnya hubungan Ji Eun-yi dengan pacarnya, dan ini terjadi gak cuma kali ini saja, namun sudah beberapa kali. Alasannya klise. Mereka minder bersama Eun-yi yang sukses. Para pria ini mencari wanita yang bisa manjain, karirnya biasa aja, pokonya segala yang di bawah mereka laah...dari segi apapun.


Sigh~


Gak tahu harus bilang apa, Eun-yi makin giat bekerja. Ia mulai tidak manusiawi terhadap dirinya sendiri. Sampai suatu hari, adiknya, yang tinggal serumah dengannya, membawa teman pria untuk menginap. Ngakunya siih...cuma sehariiii aja....

Kenyataannya...
Si adik ini nipu semua orang.

Nipu Eun-yi dan Kang In-ho, temannya yang numpang itu.

Adiknya bilang ke kakaknya, kalau nginepnya cuma sehari kok...dan itupun ia bayar sewa dengan seluruh gajinya. Sedangkan ke In-ho, si adik ini bilang "Kamu boleh nginep di sini selama 6 bulan. Dan uri noona yang akan mengurus segala kebutuhan rumah ini. Kamu gak perlu masak, cuci baju, dll."


Whaadd??


Setelah itu, sang adik justru menghilang ke rumah orangtua mereka di luar kota. Sebenarnya, ada perasaan gak enak, karena sudah membohongi noona nya dan bagaimanapun, noona nya adalah perempuan, dan ia meninggalkan dengan seorang laki-laki dewasa.

Tapi yaa...gitu aja.
Hhahaha~



Mungkin antara kasian sama gak tega yaa...akhirnya Eun-yi bilang, kalau ia akan menerima In-ho di rumahnya, tapi sebagai pet alias hewan peliharaan. Yang harus nurut, menyambut ia saat pulang kerja, menghibur ia saat sedang ada masalah, menggoyang-goyangkan ekornya dan bermain bersama. Kalau ia mau, cool!

Gertak sambel ala Eun-yi ternyata disambut baik oleh In-ho.


Keadaan pertama kali In-ho "dipungut" sama Juin-nim

Dan hubungan "aneh" mereka berjalan baik menjadi berubah karena seonbae (kaka kelas) yang dikagumi Eun-yi mendadak hadir kembali ke kehidupan Eun-yi. Sekarang, si kakak kelas ini adalah atasan di perusahaan Eun-yi juga. Uda super duper senior laah...

Mulai cari-cari alasan untuk mendekati Eun-yi.
Kebayang doonk...pas si seonbae mampir ke rumah Eun-yi dan ketemu sama "pria" lain yang bukan adiknya tinggal serumah?

Mulai cari-cari alasan deeh...kaya "Ia adalah adik sepupuku."

Secara memang kalau dilihat, gap usia pemainnya lumayan jauh. And did you know?
Jarak usia mereka di dunia nyata 9 tahun loo..


Aku suka banget sama Kim Ha-neul, lead-female dalam film ini. Aktingnya sederhana, gak berlebihan. Sebelumnya, aku pernah gak bisa move on dari aktingnya di drama Gentlemen's Dignity bareng Jan Dong-gun oppa, oppa terganteng di Koriya, haahaha
**tapi sekarang uda punyanya Ko So-young yaaa...yeorobuun~


Mampir juga


Kalau Jang Geun-suk, uda deeh...jangan ditanya lagi.
Aktingnya namba wan!
Doi niih mantan artis cilik yang karirnya teruuus melambung. A hallyu star.
Kalau diibaratkan di Indonesia, yaaa...Agnez Mo laah... Tapi Agnez fokes ke nyanyi yaa...kalau Geun-suk, akting. Tapi bisa nyanyi jugaa... Cakep suaranya.
Kekurangan cuma satu menurutku, gak punya abs.
Bhahahaha~
*strange ahjumma 😆


Judul : You're My Pet / Neoneun Pet ( 너는 펫 )
Director: Kim Byung-Kon

Actors :
Kim Ha-neul as Ji Eun-ji
Jang Keun-suk as Kang In-ho (as a pet)

Genre : Comedy, Drama, Romance
Rundate : November 10, 2011
Runtime : 110 menit
Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Film ini sempat dikecam, gak boleh tayang pada masanya. Karena dianggap merendahkan derajat manusia, terutama pria. Memang kalau lihat hanya dari segi judulnya, pasti deeh...mikirnya "hidoii..", tapi setelah nonton, gak ada adegan yang tidak berperikemanusiaan kok....


Endingnya,
Happy.

Akhirnya,
Eun-ji mendapatkan seseorang yang mengerti dia, selalu mendukung dan melihat Eun-ji sebagai wanita. Tidak merendahkan dan selalu menghibur Eun-ji dengan cara yang gak biasa.


Paket lengkap deeh...nonton drama yang santai dengan kisah cinta gak biasa ini. Lucunya dapet, seriusnya ada, bahkan sedihnya juga... Menurutku, setelah nonton ini, kita belajar untuk jadi...

1. Diri sendiri
Persis lagunya Joy mcIntyre yang "Stay the same", kalau kita harus bisa menunjukkan warna diri sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain. Tentu diri sendiri yang baik yaa...


2. Lebih peduli
Ada orang yang menyayangi dan kita sayangi itu anugerah. Jadi, bersikap lebih peduli dengan hal-hal sederhana aja... seperti masak makanan sendiri, menghabiskan waktu bersama, jalan-jalan bareng, etc...


3. Bye-bye masa lalu...
Heem, memang berat dan sulit pasti awalnya. Seperti Eun-ji yang sedih. Tapi gak bisa doonk...terus-terusan hidup mengenang masa lalu. Gimana pun, kita harus maju dan menatap masa depan.

Akhirnya,
Akan ada the right man juga yang hadir dalam kehidupan kita kaan...?


Udah yaa...
Hahaha...gak panjang-panjang, karena intinya, nonton film ini, happy.

Buat yang kangen sama Kang Ha-neul (mirip sama namanya Kim Ha-neul yaah...?), itutuu...si second lead-male di drama Moon Lovers dan Misaeng yang bikin klepek-klepek sama senyumannya...


Di sini dia jadi sahabatnya In-ho. Meskipun scene nya gak banyak, tapi lucu lihat aktingnya jaman dulu. Uda kece dari awal siih...hanya belum kebagian jadi lead-male. Semoga, lepas wamil besok, kamu kebagian drama bagus yaa, dek... Dan jadi lead-male, aaamiiin~
**doa noona tulus dari hati terdalam 😉


Gimana sahabat lendyagasshi?
Punya insight lain gak...kalau hanya baca dari judulnya?
Atau...
Sudah ada yang nonton juga kaya aku?

Boleh doonk tulis di kolom komentar...


Trailernya pakai bahasa Jepang, karena ini film berawal dari manga populer di Jepang. Bahkan memperoleh penghargaan sebagai manga terbaik di tahun 2000an. 
Jadi awalnya, dibikin drama Jepangnya pada tahun 2003an, lalu film Koreanya tahun 2011 ini dan sekarang 2017, di re-make lagi dan tayang di FujiTV.



고마와, chingu . . .


Salam hangat,