Keindahan Alam Indonesia Dalam Balutan Film Jailangkung 1 dan Jailangkung 2

Bismillah,

Hollaalaa~
sahabat lendyagasshi...

Tumbenan niih...aku lagi sayang-sayangan sama film horor. Hahha~
Horor Indonesia pulaa...yang terkenal hantunya syerem dan efek suara yang bikin bulu kuduk merinding, karena kita kenal banget sama nama-nama mereka sedari kecil kan...

Kalau di tanah Bandung, aku gak begitu familiar yaa...hantunya gimana, tapi selagi masih sama-sama Indonesia, mereka bersatu sesuai dengan sila ketiga Pancasila kan yaa...
Wkwkkw~

Di Surabaya tuh yaa....ada banyak bangunan kolonial Belanda yang awet digunakan hingga sekarang. Dan bahkan, aku pernah sekolah di salah satu sekolah Belanda, SMAN 1 Surabaya.
((Sebenarnya SMA ku dulu adalah satu sekolah, namanya HBS atau Hogere Burger School Surabaya tapi seiring perkembangan jaman, SMA Belanda ini dipecah jadi 4, SMA Negeri 1, 2, 5 dan 9)).

Banyak kisah serem yang mewarnai, pastinya...


Tapi kali ini...karena aku lagi anomali, ahhaha~
Jadi nonton Jailangkung.

Sound familiar yaah...
Iyaa...mainan mistis jamanku SD ini diangkat ke layar lebar dengan pemain dewasa. Maksudku, permainan yang dianggap gak serius ini bener-bener ada yang memainkan, guys..



Judul : Jailangkung 1 (2017) & Jailangkung 2 (2018)
Sutradara : Jose Poernomo & Rizal Mantovani

Aktor : 
Amanda Rawles sebagai Bella
Jefri Nichol sebagai Rama
Lukman Sardi sebagai Ferdi
Hannah Al Rashid sebagai Angel

Genre : Horor
Durasi : 110 menit



Jailangkung 1 dan 2 diperankan oleh pemeran yang sama, karena memang yang kedua ini merupakan sekuel film pertamanya. Ada beberapa misteri yang masih ingin disampaikan oleh sutradara, yang barangkali memang jadi pertanyaan dari penonton.

Aku mulai dari cerita yang pertama dulu yaa...
Dibuka dengan kisah true love story-nya Pak Ferdi (Lukman Sardi) terhadap istrinya Sarah (diperankan oleh Wulan Guritno) yang meninggal ketika melahirkan anak ketiga mereka. Sesaat bayi mereka lahir, Sarah tanpa mengucapkan kata perpisahan apapun, lalu meninggalkan Ferdi. Entah Pak Ferdi harus bahagia atau sedih karena kedua momen yang bertentangan itu hadir bersamaan.

Karena tidak terima ditinggal meninggal begitu saja oleh istrinya, Pak Ferdi melakukan ritual memanggil roh menggunakan perantara boneka kayu, yang kita kenal dengan boneka Jailangkung.



Percobaan pertama gagal saat memanggil roh Sarah. Namun, saking cintanya Pak Ferdi sama istrinya, gak berhenti sampai di sini doonk... Ia terus memanggil hingga entah percobaan ke berapa, Pak Ferdi benar-benar bisa bertemu kembali dengan Sarah. Melihat ekspresi bahagia dan ia bercerita tak henti-hentinya dengan sang istri. Saat istrinya bisa dipanggil dengan cara permainan seperti itu sambil mengucapkan mantra :

Jailangkung, jailangkung....
Di sini ada pesta kecil-kecilan,

Datang gendong, pulang bopong


Pak Ferdi melakukan terus-menerus, hingga suatu hari...Sarah berkata ...

"Jangan panggil aku lagi, ada yang ikut bersamaku..."

"Siapa Sarah?"

"Mati anak."


Naah loo...

Misteri yang ada di film Jailangkung 1 tak disajikan banyak. Seperti hanya pembuka cerita untuk melanjutkan di film Jailangkung 2.

Dan benar saja dugaanku bahwa Jailangkung 2 menceritakan tentang si Mati anak ini, namun tetap ada bumbu permainan Jailangkung.



Di Jailangkung 2, semua keadaan sudah kembali normal, karena keluarga Pak Ferdi dan ketiga anak perempuannya sudah membuka lembaran baru dalam kehidupan mereka. Mereka pindah rumah dan melupakan apa yang pernah Pak Ferdi lakukan. Namun, kerinduan Pak Ferdi akan istrinya tak pernah sirna...

Ia tetap memajang foto Sarah besar-besar di sebuah ruangan di dalam rumah tersebut. Melakukan kegiatan klenik khas Orang Jawa, seperti membersihkan keris dan masih juga menonton video yang ia buat sendiri saat memanggil roh istrinya (ada di Jailangkung 1).

Dan saat menonton video tersebut, ternyata anak bungsunya, Tasya melihat...

Apa yang terjadi setelah itu?
Ketebak yaa...Tasya menirukan ritual yang dilakukan Ayahnya saat memanggil Ibunya.

Mampir ke sini yuuk...



Perasaan kesepian yang dirasakan Tasya saat semua teman diambilkan raport oleh Ibu, namun Tasya yang sudah tidak punya Ibu, hanya bisa diam sambil menunggu kakaknya, Bella yang menjemput dan mengambilkannya raport.


Yang jadi fokus aku di kedua film ini tentu adalah dari segi parenting. Bagaimana Pak Ferdi mngabaikan ketiga anak perempuannya yang sedang "kosong" saat masa-masa pertumbuhan. Bahkan aku tidak melihat ucapan "terima kasih" yang keluar dari mulut para pemain setelah beres ditolong oleh orang lain.
((ini hanya script, mamen... don't take it too deep..๐Ÿ˜”)) 

Semoga masih banyak orangtua yang mengajarkan mantra sederhana seperti : Maaf, tolong, dan terima kasih kepada anak-anak mereka.


Dan yang luput mungkin dari pemirsah adalah lokasi shooting dari film Jailangkung 1 dan 2. Coba perhatiin deeh (buat yang udah nonton), sutradara memperlihatkan keindahan Indonesia banget looh...

Shooting di beberapa kepulauan Indonesia nan eksotis :

1. Pulau Satonda, Dompu
Pada Jailangkung 1, diceritakan Pak Ferdi sering mengunjungi sebuah rumah tua yang terletak di Pulau Alamkramat. Nah...pulau seram yang digambarkan hanya memiliki 1 rumah itu ternyata keindahannya seperti ini, sahabat...

source : web tripdixi

Dan aslinya, pulau Pulau Satonda, Dompu ini memang keramat looh...
Lihat saja masih alami dengan banyaknya pepohonan rindang yang melindunginya.


2. Pulau Bunaken, Manado
Ada yang bisa nebak kalau lokasi shooting Jailangkung 2 ada di Taman Bunaken, Ambon?
Saat adegan Rama dan Bella menyelam di Taman Nasioanal Bunaken ini memang hanya beberapa detik, tapi meninggalkan kesan yang mendalam. Ada banyak biota laut yang ikut terambil gambarnya saat shooting kan...




3. Pulau Menjangan, Bali
Daya tarik Pulau dewata ini juga mengundang duo sutradara kece untuk mengambil salah satu scene Jailangkung di sini.


Lihat doonk....gimana birunya laut dan putihnya pasir manggil-manggil buat liburan?
Hihii~



Buat kami yang belum bisa bepergian jauh (karena dananya belum ada, hihii~) sementara bisa berencana ke Pulau yang dekat dengan kota kami dulu.

Iyaaa, ke Kepulauan Seribu, Jakarta.
Ada banyak pulau dengan pantai dan laut yang tak kalah indahnya buat di eksplorasi. Seperti yang ditawarkan Traveloka dengan Paket liburan ke Pulau Tidung.





Overall,
Aku gak bisa banyak komentar di film-film Indonesia, karena jarang nonton film Indonesia, keseringan drama Korea, huhuu~

Tapi kalau disuruh memilih antara tingkat kengerian nonton Jailangkung 1 atau 2, aku lebih seneng mana? Emm, seneng Jailangkung 1.
Tingkat kengeriannya sebanding dengan tema yang diusung.

Begitu Jailangkung 2, emm...begitu banyak tokoh yang mendadak muncul. Dan ceritanya serasa sudah lepas dari tema awal, yaitu Jailangkung. Mungkin sah-sah saja yaa...namanya pengembangan ide. Jadi, aku tetap maklum kok...

Untuk tata suara dan gambar, aku suka banget. Gini yaa...sensasi nonton film horor.
Aku siih cemen, mamen...nontonnya di rumah, siang hari dan semua lampu nyala plus ada Hana di sbelahku lagi nonton kartun.

Wkkwkw~

Pokonya kalau nonton horor, hiatusnya lebih lama. Apalagi horor Indonesia.
Tapi aku gak kapok kok... Abis ini mau nonton film Indonesia lagi aah...
Any recomendation, sahabat lendyagasshi?

Please...
Let me know yaa...di kolom komentar.


Haturnuhun.



Salam hangat,






Bonus buat yang penasaran, trailer Jailangkung 1 dan 2 :






Open your eyes widely yaa, guys....๐Ÿ˜€


Skill Of Life : Membuat Bola-Bola Cokelat

Bismillah,

Bangga banget akutu kalau di rumah ada masakan hasil ramuan dan olahan aku sendiri ((saking jarangnya aku turun ke medan perang, hihii~))
Dan mashaAllahnya...
Anak-anak selalu memuji apapun yang aku hidangkan.

Oh ya,
sebelumnya....akutu seringnya baking daripada masak menu untuk makanan harian. Kalau tugas-tugas harian begini, alhamdulillah, aku (masih mengimpor) seorang khadimat dari rumah lamaku dulu.

Baca juga



Biasanya, baking yang simple-simple dan dijamin anti-gagal. Yang penting anak-anak suka, kaya bolu (tapi dicetak menggunakan cetakan pudding yang cute, kaya kelinci, badut biskuit roti jahe, dll), creepes, pancakes, waffle ((hahaa...semuanya sejenis yaa... hanya cetakannya yang macem-macem)).

Pokonya kalo mama uda masak beberapa kue itu, anak-anak lahap banget makannya. Baru turun dari panggangan, uda ludes. Kadang pake topping, kalau bosen, gak perlu pakai topping.

Hari ini,
Anak-anak bikin camilan yang mereka uda fasih banget bikinnya, karena keseringan bikin ini. Emm, terutama saat kaka shaum Senin-Kamis. No bake, no ribet. Pokonya ada 3 bahan ini di rumah, aman. Meskipun negara api menyerang, asalkan kita kenyang, gakan ngefek.

Apaaakah ituuu...?




Yaakk...
Bola-bola cokelat jawabannya.

Camilan apalagi yang enak dan bikin kenyang kalo gak bola-bola cokelat pemirsaah...๐Ÿ˜Ž


Cara bikin :


1. Haluskan biskuit Regal
Kami menggunakan blender agar bener-bener bundar saat dicetak, maklum yaa...dicetak manual pakai tangan anak-anak pula.

Tips :
Pakai yang merk Regal ternyata lebih endess, pemirsah...daripada merk yang di bawahnya (dari segi harga). Karena Regal lebih padat dan jadi lebih mantap pas dicetaknya.
Oiaa...
Regal juga gak bikin tangan lengket. Entah kenapa, langsung kalis gituu...
Sipp banget pokonya maah..


2. Larutkan susu kental manis putih dan masukkan perlahan ke dalam biskuit yang sudah dihaluskan.

Tips :
Aku masukin setengah mangkok kecil air larutan susu kental manis. Dan pas...
Langsung bisa di bunder-bunderin dengan padat.


3. Sambil diemek-emek ((ini bahasa Indonesianya apa yaa...?)) sampai kalis.
Kalis means sampai gak lengket lagi. Kalau masih lengket, berarti perlu nambahin remah-remah biskuitnya.


4. Guling-gulingkan si bola-bola ke lautan meises
Iyaak...ini bagian yang paling disukai anak-anak. Mengguling-gulingkan sekaligus ngincipi dikit-dikit meises yang nempel di tangan.

Meises ini sering kita modifikasi sama keju.
Tapi sayang, kami sedang kehabisan stok keju
๐Ÿ˜ญ

Tarraa~


Bola-bola cokelat siap disantap...๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹


Sesederhana itu kebahagiaan kami yaa...pemirsah.

Iya...
Sejak pindah rumah, kami gak ada pilihan lain selain memasok bahan makanan untuk diolah menjadi jajanan (yang kami anggap) lezat daripada beli. Bukan....bukan karena di sekitar rumah kami jarang orang jualan makanan, tapi kami nya aja yang kelewat mager di rumah. Huuks~


Bahkan,
Aku saat ini menghindari keluar rumah saat weekend. Sesekali kalau ada udzur, bolehlaa~

Betah banget yaa...
Hehhee...iya.


Pas bebikinan, teringat sama lagunya Super Junior jaman jebot yang Cooking~ Cooking...


Masih pada unyuu yaa...
Ini si Super Junior Happy (sub-unit grup of Super Junior) dan modelnya si Sunny SNSD.

Looh...
Makin lama...blogpostku makin random.
Bhahahaa~


Maafkan~


Learning Point mengajak anak turun ke dapur :
1. Melatih anak tanggap terhadap perintah
2. Melatih motorik halus dan kasar
3. Melatih kerjasama
4. Komunikasi
5. Belajar menghargai hasil karyanya
6. Belajar berhemat
7. Bahwa jika menginginkan sesuatu, membutuhkan proses
8. Kembali ke fitrah wanita


Teringat jamanku kecil dulu...
Ibu selalu melibatkan anak-anaknya untuk membuat kue lebaran. Lelah memang...tapi jadi kenangan tersendiri hingga kini.
Dan satu lagi, Ibuku selalu mengajarkan bahwa memasak makanan sendiri di rumah selalu lebih hemat dan (mudah-mudahan) lebih sehat.


Apa ada menu andalan sahabat lendyagasshi yang bisa aku bikin di rumah sama anak-anak?
Sharing di kolom komentar yaa...

Haturnuhun.



Salam hangat,

Resep Dokter Jika Mengalami Infeksi Saluran Kemih

Bismillah,

Holaaa sahabat lendyagasshi...
Akutu di postingan kali ini mau curhat soal kebiasaan buruk aku niih... Semoga sahabat lendyagasshi gak ada yang kaya aku yaaa...

Jadi,
akutu termasuk orang yang males minum. Kalau uda kebelet pipis, suka pilih-pilih toilet. Kalau gak nyaman, aku lebih milih nahan pipis. Ada aja alasan aku untuk gak ke kamar mandi. Padahal mah...kalau ngasih nasihat ke anak-anak,

๐Ÿ™ทJangan suka nahan pipis (atau pup) nanti sakit looh...
Dimana aja, kalau sudah terasa, segera ke toilet yaa...๐Ÿ™ธ


Laah...
Nasihat tinggal nasihat kalau itu balik lagi ke diriku sendiri.



Pernah kena penyakit anyang-anyangan gak ?


Pertama kali yang terasa (sangat) menyakitkan adalah pas hamil pertama anak pertama. Ya Allah... tiap pipis ototnya kaya yang kerja keras banget....tapi keluarnya sedikit. Udahannya, si otot pipis gak bisa otomatis relaks, masih aja tegang. Jadi bikin sakit....

Karena sakit ini terjadi di trimester ketiga, aku semakin berat kalau diajak bepergian. Selain perutku yang sudah semakin membuncit (aku kalau hamil gak pernah kecil, selalu naik 20 kg), juga karena kebiasaanku yang pilah-pilih kamar mandi ini.

Waktu itu, aku inget banget pas konsultasi ke dokter kandungan. Beliau gak memberi resep apapun kecuali,

๐Ÿ™ทBanyak minum
dan pipisnya jangan ditahan yaa, Bu...๐Ÿ™ธ


Antara sebal (karena tidak diberi resep obat) sama lega, karena dokternya tidak asal memberi obat. Hahhaha~ ambigu yaa...

Gitu deeh...



Dan 2018 lalu....
Terjadi lagi, sahabat...๐Ÿ˜ญ



Aku mulai terasa tidak nyaman lagi dengan kondisi kandung kemihku ini. Anyang-anyangan, istilah Jawanya. Tapi istilah medisnya, ISK atau Infeksi Saluran Kemih.

ISK adalah infeksi bakteri yang menyerang daerah saluran kemih. 

Kebanyakan terjadi pada wanita, karena saluran uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki. sehingga bila ada bakteri yang menempel, bakalan cepet banget transfernya ke kandung kemih.




Karena ikhtiar dipijat dan segala macam sudah dilakukan, akhirnya aku menyerah...
Aku diantar suami ke Rumah Sakit Hermina, Arcamanik dan mengantri di unit Gawat Darurat. Karena kondisi saat itu, hari sedang libur tanggal merah, sehingga tidak ada pilihan lain.

Dan tahu yaa...pelayanan kesehatan saat hari libur justru lebih ramai. Sehingga antrian pun panjang, membuat aku kurang nyaman (gak bisa sambil lesehan, bobok-bobokan, gitttuu...heehhe~ )


Saat diperiksa . . .
Dokter jaganya sedikit mengetuk bagian belakang pinggangku, dan ditanya "Sakit..?"

Aku jawab, "Engga, dok..."

Lalu dokternya pun langsung bisa menyimpulkan "Oke, Ibu engga ada apa-apa. Saya kasih resep, nanti antibiotiknya dihabiskan yaa... Dan satu lagi obat saya kasih bila nyeri saja saat pipis. Kalau nyerinya sudah hilang, tidak perlu diminum."


Ternyata kata dokter Laura (yang memeriksaku saat itu), jika bagian belakang pinggulku dipukul terasa sakit, maka ada yang terjadi dengan ginjal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


Gejala lain yang dapat dilihat biasanya air seni menjadi berwarna keruh, gelap, bahkan saat pipis berdarah, atau berbau aneh. 

Penderita ISK juga cepat merasa lelah, demam, hingga menggigil
Jika sampai menggigil berarti infeksi bakteri telah menyebar hingga ke ginjal.


Serem yaa...


Jadi ini resep yang diberikan dokter Laura untukku :

1 kaplet (isi 10 tablet)   : BAQUINOR FORTE 500 mg

Kategori : Obat Antibiotik (harus dengan resep dokter)
Kandungan : Ciprofloxacin 500 mg
Diminum sesudah makan 2 x sehari 1 tablet dan dihabiskan

Harga : Rp 173. 250


1 kaplet (isi 10 kapsul) : UROGETIX KAPSUL 1000 mg

Kategori : Obat keras (harus dengan resep dokter)
Kandungan : Phenazopyridine HCl
Diminum sesudah makan 2 x sehari 1 kapsul, jika nyeri

Harga : Rp 32.000




Kenapa aku menulis ini?

Karena hari ini, sepertinya aku mulai merasa tidak nyaman lagi saat buang air kecil (lagi). Jadi sekalian mengingatkan, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.


Pencegahan terbaik :

* Minum air putih, minimal 8 gelas sehari
* Jangan males ke toilet
* Membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang
* Membersihkan dahulu toilet yang akan digunakan
* Menghindari produk kewanitaan yang mengandung bahan kimia
* Selalu mejaga kebersihan area kewanitaan (dengan mencuci bersih pasca berhubungan dan pasca buang air kecil ataupun buang air besar)


Apakah sahabat lendyagasshi ada yang pernah mengalami kejadian yang sama seperti aku?
Gimana....gimana...kasih tipsnya doonk...biar gak kambuh-kambuh lagi.


Semoga gak perlu minum obat lagi yaa..
Dan bisa sehat selalu.

Dan jangan lupa, jika sakit...itu berarti Allah sayang dengan hambaNya.
Karena ingin lebih dekat dengan hambaNya.
MashaAllah~



๐Ÿ‘ฉ‍⚕️Pengobatan ala Rosululloh Bismillah, ู‚َุฏَّุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู…َุง ุดَุงุกَ ูَุนَู„َ Qaddarallahu Wamaa Syaa-a Fa’ala Badan mendadak tidak fit menjelang malam. Sambil mengolesi balsem ke titik-titik yang dirasa sakit dan melakukan berbagai aktivitas agar rasa sakit di kepala ini tidak terasa... Sembari istighfar juga... Karena sakitnya orang mukmin (semoga) menjadi penggugur dosa. Aamiin. Merasa sudah diambang batas kemampuan, saya pun meminum habbats 2 butir sekaligus. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”. Memang tidak langsung sehat seperti minum obat, tapi saya percaya...atas izin Allah, semoga dimudahkan. Akhirnya, Saya pun terlelap. ๐ŸŒ„Hingga pagi menjelang... . ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุญَุงู„ٍ . . Alhamdulillah ala kulli hal.. Masih terasa sedikit sakit... Minta tolong suami untuk bekam, karena teringat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” Barakallahu fiikum. Kisah hari ini @30haribercerita #30HBC1906 #30haribercerita
A post shared by bacaan-lendyagasshi (@bacaanlendyagasshi) on


Semoga tulisan ini bermanfaat.


Salam hangat,






Referensi :
https://tirto.id/perempuan-harus-lebih-waspada-infeksi-saluran-kemih-cCV1




Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Bismillah,




Sering gak sih...kita berharap "lebih" kepada anak-anak kita?
Yaa...iyhalaah yaa.... wong kita yang ngurus, membesarkan, memberi asupan gizi yang cukup... Masa salah kalau berharap ingin anak sholih, pintar, baik, sehat, kuat, mandiri, menjadi pribadi yang tanggung jawab, bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan yang paling penting niih...kalau sudah besar nanti, bisa punya pekerjaan bagus, yang gajinya gede.

Bener gaak..?

((angguk-angguk))

Iya banget.
Semua orangtua impiannya begitu kan yaa... sehingga, apa yang dilakukan anak, harus sesuai dengan arahan kita sebagai orangtua. Kalau salah, langsung benerin. 

Caranya?

Marah.


Heeuu~
Iya banget. Ini tulisan sepenuhnya curahan hati seorang Ibu yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak. Lalu pernahkah kita memikirkan dari perspektif anak? 
Pernahkah kita membayangkan "Apa yang dirasakan anak ketika membayangkan wajah Ibunya?"

Kebahagiaan kah?
Atau wajah marah dan marah dan marahnya Ibu?

Mampir juga ke


Sejujurnya,
Aku pernah banget, guys...melewati masa-masa seperti itu. Tanpa adanya ilmu yang membimbingku menjadi seorang Ibu, jadi aku memperlakukan anak-anak persis seperti orangtuaku memperlakukanku dulu. Inilah yang disebut wiring.

Bagaimana memutus wiring ini?

Itu proses yang panjaaaang...
Dan sudah bisa dipastikan membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama suami yang diajak bekerjasama dalam mendidik.


Bulan Januari lalu, di sekolah TK Hana, RA Permana Asih, mengadakan seminar parenting untuk orangtua siswa. Bersama Ibu Dra. Eva Delva, M. M. Pd, kami dilatih kembali untuk menjadi orangtua yang mampu membangun karakter anak sejak dini.


Menurut KBBI, karakter adalah

ka.rak.ter /karaktรชr/
n sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak.



Karakter apa yang ingin kita tumbuhkan pada anak?
Tentunya, karakter yang islami dan beradab yaa...


Tips dari Bunda Eva :

1. Membangun pribadi yang menyenangkan

Bagaimana caranya?
Dengan mengenalkan anak-anak pada berbagai jenis emosi.

Emosi yang positif adalah emosi yang memiliki penyaluran yang sesuai.

Misalnya :
Anak : "Aku sedang kesel, Ma..."
((Arahkan agar anak bercerita, mengapa ia kesal, agar mudah membuatkan saluran emosinya))

Orangtua : "Kesal kenapa?"
((Menjadi pendengar aktif dan menanyakan hal-hal yang netral. Dan tidak memberi nasihat dahulu. Karena sebenarnya, anak-anak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri))

Anak : "Sama si A, Ma..."

Orangtua : "Oh...si A bikin kamu gak nyaman yaa...?
Iya iih, kak...kesel banget yaa...kalau digituin...
Trus...trus, kaka gimana doonk..."


Anak : "Yaa...besok aku gak mau berteman lagi sama si A."

Orangtua : "Oh...kaka gak mau berteman lagi..."

Anak : "Iya Ma...
Tapi aku nanti gak punya teman yaa, Ma..."

Orangtua : "Terus...baiknya gimana yaa, kak..?"

Anak : "Ya udah deeh...Ma.
Besok aku mau ingetin si A aja...kalau dia nyebelin."



Hanya dengan berdialog kaya gini yang diperlukan anak-anak. Mereka gak perlu nasehat panjang - lebar, hanya perlu didengar dan dihargai pendapatnya.


TIPS :
* Mengenal karakter anak
* Tidak dalam keadaan terburu-buru
* Untuk anak usia di bawah 5 tahun, bisa dijelaskan melalui kisah/dongeng


TANYA : Bagaimana bila memiliki anak yang tidak bisa diberi tahu dengan cara baik-baik?
Ia hanya mau menurut jika diberi tahu dengan suara keras.


JAWAB :
Karena itu tergantung dari pembiasaan kita terhadap anak sejak kecil. Ia terlatih mendengar perintah dan perintah. Dengan suara keras pula.
Sehingga ketika suara kita lembut, terasa tidak mempan.

Sebaiknya,
Mulai merubah gaya berkomunikasi dengan anak. Karena anak yang tumbuh dengan bentakan, maka pribadinya akan penuh dengan tekanan.

Setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. 
Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak.
Dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga.

Sebaliknya, 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

Jadi,
Mulailah berlatih menggunakan tone suara rendah saat berbicara pada anak.
Mulai dari memanggil, biasakan untuk mendatangi anak, bukan berteriak.


2. Mengajarkan kemandirian sejak dini
Ini susah-susah gampang ya...
Biasanya, orangtua sering gak tega sama anak.

"Aah...kasian yaa... kaka capek baru pulang sekolah."

Biasakan anak memahami bahwa itu bagian dari life-skill.
Tidak sedikit-sedikit membantu, menolong bahkan melayani.



3. Menyelesaikan inner-child pada diri sendiri
Bagaimana orangtua bisa mendidik anaknya bahagia, bila ia sendiri tidak bahagia?
Jadi,
Akui bahwa kita memiliki "hal-hal kekanak-kanakan" dalam diri yang harus diselesaikan.



4. Menjadi orangtua yang bisa menjadi contoh untuk anak-anak
Sebelum menginginkan anak yang sholih, maka mensholihkan diri sendiri dahulu, agar bisa menjadi suri teladan yang baik.



5. Membiasakan hal-hal baik


Because Children do what children see


Serem yaa...
Iyaa...
Begitulah anak-anak. Ia tumbuh berdasarkan apa yang dilihat dan dipelajarinya. Dari orang terdekatnya, yaitu orangtua. Lalu...dari lingkungan dimana ia dibesarkan.


6. Memperbanyak senyum dan sentuhan kepada anak
Iya..
Andaikan Ibu punya banyak waktu untuk berkisah seperti di iklan sebuah produk kecantikan, seperti ini....


Dan lihaaatt doonk...
Sentuhan Ibu sejak kecil, membuat anak teringat hingga dewasa kelak~

Ingin yaa...
Diingat sebagai Ibu yang penuh kasih...


Karena ciri anak bahagia :
* Terlihat dari pancaran (cahaya) matanya dan raut wajahnya yang banyak senyum
* Anak yang bahagia itu adalah anak yang sehat
* Dan tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya


Gimana, sahabat lendyagasshi..?
Makin banyak PR yang harus diselesaikan yaah...sebagai orangtua...?

Semoga amanah menjadi seorang Ibu ini dapat mengantarkan kita hingga ke jannahNya kelak.
aamiin~


Salam hangat,





Refrensi :
https://www.pendidikankarakter.com