article,

Ramadan Day 14 : Tips Memberi THR Pada Khadimat

Sunday, May 19, 2019 lendyagasshi 21 Comments

Bismillah,

Tema yang diberikan BPN kali ini mengenai THR, guys...
Sahabat lendyagasshi pasti ada yang dapet THR yaa... Atau nunggu suami yang dapet THR?
Toh nanti juga kecipratan kalau suami yang dapet, ya kaan...??



Karena suamiku wiraswasta, jadi tiap tahun yang memberi THR justru kami ke karyawan. Dan aku ke khadimat yang bekerja di rumah. Gimana perhitungannya?

Kalau di kantor perencanaan suamiku, PT Interplan Indonesia, aku gak terlalu paham. Karena ada bagian keuangan sendiri yang mengatur, tapi kalau aku ke khadimat, biasanya aku kasih gaji plus 1 bulan gajinya lagi dan beberapa tambahan seperti sembako dan beberapa potong baju atau kadang alat sholat.

Aku sayang banget sama khadimatku ini...
Karena beliau meskipun gak nginep di rumah dan hanya 2 kali seminggu dateng ke rumah untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga, Bude (panggilan kami untuk beliau) tahu banget apa yang aku mau.

Pokoknya, aku terima beres.
Pernah suatu hari, aku tinggal pergi seharian karena ada urusan, dan Bude ini gak perlu aku minta untuk masak gini-gitu, pas aku sampai di rumah, rumah sudah kinclong, rapih bersih dan di meja sudah tersaji masakan hangat.

Bahkan sampai hal kecil pun, selalu di rawat sama Bude.
Kaya mencuci sepatunya anak-anak lalu dijemur di belakang rumah, mencuci keset depan kamar mandi, mengepel rumah bagian atas, menggosok lantai jemuran, sampai mengelap seluruh bagian rumah dari jendela hingga meja tivi, meja makan, meja kecil.

Aah, mashaAllah banget...

Untuk urusan kebun, Bude memang jarang menyentuh kecuali siram-siram tanaman. Karena ada tukang kebun yang tiap 2 bulan sekali merawat kebun kecil kami. Sebenarnya gak hanya kebun kami yang di rawat, tapi juga kebun sepanjang gang Bola Basket (daerah rumahku) ini. Jadi semacam tukang kebun langganan gitu.

Taman Kecil
Taman depan rumah

Tips Memberi THR pada khadimat :


Masa kerja sudah lebih dari 12 bulan, maka berhak mendapat THR sebesar 1 kali gaji.

Masa kerja kurang dari 1 bulan, namun bekerja secara terus-menerus, maka perhitungannya lihat infografis di bawah ini...



Jangan sampai terlambat memberi THR yaa...
Karena sabda Rosululloh pun melarang kita untuk terlambat dalam memberi upah kepada pegawai.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” 
(HR. Ibnu Majah, shahih

Dan bila melanggar maka


لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ

Orang yang menunda kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukuman” 
(HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa-i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, hasan)


Hukuman di sini maksudnya adalah dosa, karena termasuk orang-orang yang dzolim.

Kejadiannya akan berbeda ketika ada kesepakatan di antara kedua belah pihak. 
Misal, sang pemberi gaji masih belum sanggup membayarkan upah karena keuangan sedang tidak baik. Maka, gaji karyawan ditangguhkan dahulu hingga ada rejeki lagi.

Hal ini diperbolehkan dalam Islam.


Jadi,
Apakah sahabat lendyagasshi sudah memberikan haknya dengan tepat kepada pegawai atau khadimat?

Happy Fasting, 친구...


Salam hangat,



You Might Also Like

21 comments:

  1. Wah, begini toh perhitungan THR itu. Aku baru tahu. Maklum belom pernah punya pekerja yang menetap. Cuma sesekali aja kalo perlu bantuan. Jadinya kalo ngasih THR ya seenak aku aja. Noted deh, Lendy.

    ReplyDelete
  2. Biasanya sebelum hari raya THR sudah diberikan. Memang biasanya 1x gaji. Ternyata ada peraturannya juga, ya

    ReplyDelete
  3. selamat menyambut hari kemenangan ya mba semoga THR yang akan diberikan membawa berlipat lipat keberkahan untuk mb lendy dan keluarga

    ReplyDelete
  4. Wah ternyata ada aturan pemberian THR ya.. selama ini blm pernah memberikan THR karena tidak punya karyawan / ART sih.. hanya memberikan sedikit kenang2an saja utk staf yg langsung di unitku.. TFS indo ini mba..

    ReplyDelete
  5. Tahun lalu pas masih ada yang bantu-bantu, aku kasih THR-nya 1x gaji. Jadi ya dia dapat gaji 1 bulan dan THR 1x gajinya. Malah diongkosin pulangnya juga. Tapi habis itu ga balik lagi :D

    ReplyDelete
  6. Huhu aku bukan pekerja tetap jadinya ga dapet THR hehe. Tapi Alhamdulillah sih dari ngeblog akhirnya juga pada cair sebelum lebaran (anggap ini THR ) boleh juga kan ya ? Hahaha.

    ReplyDelete
  7. Kalau saya soal THR sebagai karyawan toko dulunya dapat senilai satu kali gaji, sama seperti karyawan lainnya. Jumlah itu sudah alhamdulillah banget, bisa dimanfaatkan untuk hal yang sekiranya bermanfaat.
    THR itu penting' banget bagi pekerja, makanya lebaran jadi terasa indah karena sebelumnya ada yang berbagi rezeki Ramadhan.

    ReplyDelete
  8. Senangnya dapat THR mbak, aturan ini semestinya semua perusahaan atau pemberi kerja dapat patuhi. Semoga aku dapat THR dari suami aja mbak untuk tahun ini hihi.

    ReplyDelete
  9. Nah, informasi seperti ini yang kadang terlihat sepele padahal menyangkut hak banyak orang ya kak. makasi banget infonya, aku jadi ngitung lagi nih sama suami, udah sesuai ngga ya nominal yang dikasih.

    ReplyDelete
  10. Aku gak punya ART atau pekerja jadi nunggu dikasih THR aja kl gitu, udah bertahun-tahun kerja soalnya hihihi.
    Ngomongin THR Proporsional dulu jaman aku kerja gak mau pindah kerja kalau mendekati lebaran soalnya nanti THRNya gak full :)

    ReplyDelete
  11. Aku baru tahu hitungannya, selama ini aku kasih THR 1 kali gaji. Kalo udah lebih dari 1 tahun, aku tambahkan 100 rb gitu aja sih. Jadi tiap tahun insyaa Allah naik terima nya

    ReplyDelete
  12. Aku sdh lama ga punya ART terakhir saat anak bungsu masih setahunan sdh itu murni tanpa.ART hehe

    ReplyDelete
  13. Wah menarik ya postingannya tentang THR, jujur saya gak pernah dikasih THR atau memberi THR. Suamiku juga pegawai swasta, memang ada THR tapi biasanya habis untuk nambahin servis mobil yang akan dipakai silaturahim ke saudara ketika lebaran tiba. Jadi sungguh ini pengetahuan baru. Makasih ya mbak sharingnya.

    ReplyDelete
  14. wah, makasih banget mbak. bermanfaat sekali ini kalau mau kasih THR ke khadimat. selama ini gak tau kalau ada perhitungan seperti itu loh.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah ya mbak bisa jd pemberi THR :D
    Betul sekali, kalau di Islam kudu kasi upah sebelum keringat kering,kemudian aku teringat fee2 job ngeblog dan ngebuzzer #ehgimana hahaha
    Btw Mbak lendy mudik gak ke Sby?

    ReplyDelete
  16. Saya belum ada khadimat yang akan saya beri THR
    Tapi di depan rumah ada beberapa tukang becak yang akrab dan sering kami kasih THR

    ReplyDelete
  17. Iya nih sama, udah jatahnya memberi THR ke si bibik. Beliau udah ikut aku sepanjang usia anak keduaku yang hampir 10 tahun. Sepertinya hari ini atau besok sudah diberikan jatah THR beliau.
    Bedanya, dulu aku masih punya THR dari kantor, sekarang udah ga punya. Laah malah curcol :))

    ReplyDelete
  18. Aku ngg punya karyawan sih mba, bahkan ART pun ngg ada. Tapi Alhamdulillaaaah THR dari kantor udah amaaan

    ReplyDelete
  19. selamat menyabut hari raya, teh :)
    Semoga THR yang diberikan dapat menambahkan rejeki untuk keluarga teteh, amin :)

    ReplyDelete
  20. sejak suamiku pensiun dini aku udahga nerima THR lagi hehe.. duh kalau inget masa masa nerima THR berasa kaya orang kaya ya haha

    ReplyDelete
  21. Khadimatku baru kerja 7 bulan nih mbak, mudah-mudahan awet, susah cari yang bisa dipercaya.

    ReplyDelete