Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kisah Hari Ini : Setengah Kaki Tangan

Bismillah,


Curhatan Hari Ini.

Catatan Ibadah Umroh Abi 25 April 2022 - 23 Ramadan 1443 Hijriyah


Ada banyak hal yang berkecamuk dalam pikiranku akhir-akhir ini. Tentunya kadang pikiran baik, yang aku usahakan untuk benar-benar baik, tapi juga kadang pikiran buruk yang terlintas. Tahukah kamu bahwa pikiran buruk itu datangnya dari syaithon?

Tapi dari mana?
Bukankah syaithon sedang dibelenggu ketika Ramadan?


Kali ini, aku merenung mengenai satu tulisan yang ditulis asli oleh suamiku, Arief Perdana Putra. Beliau yang semoga senantiasa diberkahi Allah, saat ini sedang umroh dan mengirimiku tulisan berhikmah ini untuk aku renungkan.

Dan aku bagikan di blog, semoga menjadi pengingat untuk kita semua agar senantiasa memikirkan hal-hal menuju akhirat. 


Judul Tulisan: Setengah Kaki Tangan

Rutinitas "membosankan" ketika di Madina adalah solat tepat waktu di Nabawi. Bisa dibayangkan, aktifitas kita hanya berangkat - pulang Masjid - Hotel. Awal sampai Madina, selalu dapat shaf depan di dalam masjid. Hingga tanda-tanda kebosanan muncul. 

Apa saja tanda nya? 

Mulai dari berangkat semakin mepet adzan, solat sunat Mulai kendor, toko baju Mulai terlihat menarik, lebih mudah mengantuk ketika solat, dan sebagainya.


Ketika tanda-tanda kebosanan itu mulai muncul dalam diri saya, saya tetap paksakan ke Nabawi. Saat itu, salah satu waktu dhuhur yang tidak saya lupakan. Ketika solat mulai, pandangan saya langsung tertuju seorang pria. Dari gaya pakaian, sepertinya dari sekitar India. Pandangan saya terus kepada beliau. Gerakan solat beliau, menurut saya, sempurna. Walaupun sedikit miring, tapi semua dilakukan dengan baik.


Lantas, apa yang membuat saya tidak bisa melepaskan pandangan dari pria tersebut? 

Alasan beliau terkadang agak miring, ternyata berdiri dengan satu kaki dan takbiratul ihram dengan satu tangan. Bagaimana dengan kaki dan tangan lainnya? Tidak punya! Sekali lagi, cuma punya setengah kaki dan tangan, tapi solatnya sempurna!

Pengalaman Umroh 23 Ramadan 1443 Hijriyah

Seketika saya merasa sangat malu pada ALLOH. Sangat Malu. Sangat malu. Terlalu banyak keluhan yang keluar dari mulut ini. Terlalu sering rasa capek yang dirasakan kedua kaki ini. Terlalu sering rasa sombong keluar dari hati kita. Terlalu besar rasa serakah meminta lebih dari nikmat yang sudah saya terima. Saat itu semua nya runtuh. Saya merasa kecil jika dibandingkan dengan pria itu.


Maka, "Nikmat mana yang Engkau dustakan?"


Semoga pria itu selalu diberi kemudahan oleh ALLOH.

APP - Madina 24042022


Semoga kita semua senantiasa diberi kemudahan dan kelancaran dalam bersegera melakukan kebaikan dan amal ibadah.


Barakallahu fiikum, sahabat lendyagasshi.

Happy Ramadan 1443 H.

#BPN Ramadan 2022
#day16

With love,



24 comments for "Kisah Hari Ini : Setengah Kaki Tangan"

  1. Kisah setengah kaki tangan yang sangat menyentuh kalbu dan menjadi cermin hidup kita :) Orang dengan fisik tidak normal saja mau dan mampu beribadah. Mestinya kita yang normal harus lebih giat lagi. Duh, jadi malu aku sama beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku setuju sekali nih dengan mbak Nurul, kita yang sehat jangan mau kalah. Ini harus dijadikan cambukan juga nih.

      Delete
  2. Setiap peristiwa pasti ada yang bikin kita belajar. Berterima kasih kepada Allah menjadi kita lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  3. Reminder banget ini untuk aku teh, karena terkadang masih suka mengeluh padahal banyak juga orang dengan keterbatasannya lebih rajin dari aku.

    ReplyDelete
  4. Aminnnn...semoga ibdahnya lancar dan dijauhkan dari rasa bosan dan malas ya Lend... secara yang pengen ke sana banyak banget tapi belum mendapat kesempatan...

    ReplyDelete
  5. Lendy pas nulis panjang berbobot, pas nulis pendek gini tetap kena di aku. Kan jadi pilu juga.
    Mulialah orang-orang yang mengajarkan kita ttg rasa syukur dan kedekatan pada Tuhan begini bahkan ketika mereka tidak secara langsung melakukannya. Semoga keturutan bisa umroh juga.
    Eh, anu, mungkin walau setannya dibelenggu, tapi muridnya udah banyak betebaran, gitu kali, mmh.

    ReplyDelete
  6. Ada hikmah dari setiap peristiwa atau hal yang ada di hadapan kita. Hanya masalahnya ada yang bisa mengambil hikmahnya tapi ada juga yang tidak 'ngeh' dengan itu.
    Semoga kita selalu dijadikan insan yang selalu bersyukur ya, Teh.

    ReplyDelete
  7. Ya Allah ... masya Allah ... mata saya berkaca-kaca membaca ini Mbak Lendy. Jadi malu sendiri. Yang satu kaki satu tangan saja mampu shalat sebaik itu, ya sementara saya masih banyak alpanya :'(

    ReplyDelete
  8. Bacanya jadi berkaca-kaca soalnya aku pun kadang gitu. Dikasih sempurna kaya gini, sering malas dan lainnya. Makasih sudah berbagi kisah ini, Mbak. Sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  9. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian
    Terimakasih sudah berbagi. Ini jadi pelajaran hidup juga untuk saya
    Semoga rasa syukur dan semangat dalam beribadah kita tidak pernah kendor...

    ReplyDelete
  10. Aamiin ya Allah, semoga pria tersebut selalu Allah berikan kesehatan. nyess banget mbak baca ceritanya. keterbatasan fisik tidak menjadikan penghalang untuk beribadah, malu banget aku yang memiliki tangan dan kaki sempurna tapi masih suka mengeluh capek untuk beribadah

    ReplyDelete
  11. Masya Allah, Allah sangat sayang pada hamba-Nya, ya. Ketika banyak keluhan berdatangan, langsung Dia tunjukkan pelajaran berharga, yang mampu mengingatkan untuk kembali kepada kema'rufan, niat yang lurus, dan selalu mendekatkan diri pada-Nya.
    Barakallahu fiikum :)

    ReplyDelete
  12. Aamiiin jadi tertampar karena aku suka ngeluh juga ibadah di bulan ramadan ini terutama solat tarawih yang lama dan banyak.

    ReplyDelete
  13. MasyaAllah... Itulah mengapa kita disarankan untuk melihat orang yang 'kurang' dari kita, untuk bisa tetap bersyukur dan mengusir malas. Sayapun jadi tertampar banget. Terimakasih cerita dari Madinahnya..

    ReplyDelete
  14. Begitulah alam dan orang-orang sekitar memberi kita Pembelajaran sebagai Pengingat diri agar terus betrakta kapad Ilahi. Suatu kisah yang menyentuh hati.

    ReplyDelete
  15. MasyaAllah ceritanya sangat bermakna, mbak. Benar-benar mengingatkan kita yang fisiknya lengkap ini untuk tetap menyempurnakan ibadah kepada Allah swt

    ReplyDelete
  16. Masyaa Allah..
    Reminder banget untukku sendiri.. Kita yg mempunyai tubuh sempurna kadang lalai dan sering pula mengepelekan hal" kecil seperti gerakan sholat.. Semoga kelak saya dan keluarga bisa pergi ketanah suci juga.. Aamiin..

    ReplyDelete
  17. Dennise Sihombing5/07/2022 08:41:00 PM

    Membaca tulisan Teh Lendy buat saya tertunduk. Sayapun merasakan hal yang sama. Malu dengan Tuhan ketika banyak menuntut dan tidak bersyukur dengan yang dimiliki terutama untuk anggota tubuh yang sempurna. Terimakasih untuk cerita inspiratifnya

    ReplyDelete
  18. Ceritanya penuh sejuta makna jadi nyess tersadarkan kalau kita yang memiliki tubuh sempurna harusnya lebih bnyak bersyukur dan beribadah dengan lebih tekun lagi

    ReplyDelete
  19. Meski godaan banyak berseliweran, yuk kita bisa yuk Istiqomah beribadah. Apalagi pasca Ramadhan ini, kita semangat lagi

    ReplyDelete
  20. Masha Allah, itu bener-bener oleh-oleh cerita yang sangat berharga dari suaminya ya mba, aku ikut tersentuh bacanya, berasa aku yang ada disana. Semoga disehatkan dan dimudahkan untuk beliau melakukan hal-hal baik lainnya, Aamiin.

    ReplyDelete
  21. setelah ramadan jangan kendor ya ... untuk beribadah karena bersyukur itu sangat penting loh ... yuk ... tingkatkan ibadah kita

    ReplyDelete
  22. Jadi merasa tertampar , malu sama Allah swt, sudah dikasih sempurna harusnya lebih giat ibadah

    ReplyDelete
  23. Ya Rabb...
    Saat aku lagi gak bersyukur gini, bangun pagi tadi, jatah lanjutan surat yang kubuka adalah Ar rahmaan, trus pagi ini mendarat di tulisan mba Len. Huhuhu..pengen nangis rasanya.. terkadang nikmat dan segala kesempurnaan yang kita miliki justru membuat kita sombong ya mba..

    ReplyDelete