seminary

NLP Talks : Menjadi Tuan Atas Diri Sendiri

Saturday, September 10, 2016 Lendy Kurnia Reny 27 Comments



Pasti sudah pernah dengar tentang NLP yaa...?
Apa siih...NLP?

Sejujurnya, saya pun saat menghadiri seminar ini belum tahu apa-apa mengenai NLP. Di bayangan saya, ini adalah salah satu cara psikologis (semacam hypnotherapy) untuk mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari judulnya yaa...sudah ketahuan kalau kita dituntut untuk menjadi tuan bagi diri sendiri. Tapi bagaimana caranya? Apakah selama ini kita diperbudak oleh sesuatu bahkan seseorang?

Sehingga saya saat hadir pun, hanya mempersiapkan tekad, semangat dan hati yang bersih (agar mudah menerima ilmu yang akan saya pelajari). 



Bertempat di Hotel Grand Tjokro, jalan Cihampelas 211, Bandung, kami menimba ilmu bersama coach ternama NLP dan merupakan presiden direktur cabang Bandung, kang Darmawan Aji. Judulnya juga NLP Talks (karena saya baru tahu bahwa seminar NLP ini ada banyak sekali macamnya. Kalau mau serius menekuni, bisa ikut NLP - Esensial. Ini waktunya lebih lama dan belajarnya lebih banyak) maka belajarnya santai dan layaknya berkonsultasi, kami dibebaskan untuk bertanya kapan saja. Sehingga saya merasa sangat nyaman berada dalam kelas ini. Ada juga sesi dimana kita (peserta) yang diminta untuk aktif berdiskusi dengan sesama peserta. Jadi kami mengenal satu sama lain. Teknik ini diberi nama Jigsaw Learning. Setelah berdiskusi dalam 1 kelompok kecil, maka ada 2 orang perwakilan yang bertugas untuk menyampaikan informasi hasil diskusi kelompok ke kelompok lain. Bergilir hingga akhirnya kami kembali ke pelukan kelompok kami lagi. Hiihi...serruu...!

Teknik Jigsaw Learning ini mengajarkan kita untuk mendapatkan ilmu lebih banyak melalui karakter masing-masing orang yang berbeda. Dengan profesi yang beragam pula. Masing-masing pemahaman kelompok, akan terasa makin lekat apa yang didiskusikan apabila menjadi utusan kelompok.

Setelah semua kembali ke posisi masing-masing, kang Aji meminta perwakilan kelompok untuk menjelaskan apa yang sudah dijelaskan dari masing-masing utusan. Lalu diluruskan kembali dan ditambahkan apabila ada yang kurang dipahami.

Oke,
sekarang masuk ke materi NLP yaa...

NLP adalah singkatan dari Neuro Lingustic Programming.
Jadi kita belajar programming gitu? Atau belajar bahasa?

Iya,
Di NLP kita belajar kembali menata bahasa yang kita gunakan sehari-hari untuk merespon yang terjadi di sekitar kita, sehingga bisa mengubah diri ini menjadi lebih produktif dan bersemangat.

Contoh gampangnya :

"Hari ini saya bersemangat, TAPI di luar sedang hujan" (1)

Akan berbeda sensasinya ketika kalimatnya di balik,

"Hari ini hujan, TAPI saya bersemangat." (2)

Kalimat (1) akan cenderung menurunkan semangat seseorang. Meskipun ia bersemangat, tapi karena tahu sedang hujan di luar, jadi tidak bersemangat. Kalau kalimat yang ke (2), kita jadi makin bersemangat meskipun tahu di luar sedang hujan.

Coba saya kasih contoh satu lagi yaa...mengenai mengubah kalimat bisa mengubah arti dan pola pikir.

"Kamu cantik TAPI jerawatan." (1)

dengan

"Kamu jerawatan TAPI cantik." (2)


Lebih enak disebut dengan kalimat yang pertama atau yang kedua?
Saya yakin contoh ini membuat teman-teman semua mengerti pentingnya menyusun pola kalimat sehingga membentuk pola pikir yang baik.

Kemudian alasan belajar NLP dan pentingnya belajar mengubah-ubah pola kalimat ini dalam hidup. Tak lain dan tak bukan adalah untuk melakukan sebuah perubahan. Setiap manusia pasti menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Masa iya, kita sudah puas dengan keadaan kita yang begini-begini saja?

Mimpi bagi seorang ibu macam saya, sederhana. Saya ingin membuat keluarga saya bahagia. Bagaimana caranya bahagia kalau saya setiap ada masalah yang datang selalu berpikir negatif? Bagaimana bisa bahagia kalau saya tipikal ibu yang memiliki kecemasan luar biasa terhadap anak? Sehingga anak pun menjadi tidak nyaman (baca : bahagia) memiliki ibu seperti saya dengan pola asuh masa lalu yang masih melekat pada diri saya.



Jadi dengan mempelajari NLP, selain kita mengubah diri, juga mengubah lingkungan menjadi lebih positif. Membuat kita lebih peka terhadap lingkungan, tata bahasa, gerak tubuh bahkan lirikan mata orang lain menjadi penuh makna.


Sebenarnya,
apa saja yang menghalangi seseorang itu untuk berubah?

Rumus seseorang tidak mau berubah adalah 

D x V x Fs > R


Artinya :

**Disatisfaction : Semakin seseorang itu sudah merasa nyaman dengan keadaannya yang sekarang, maka ia akan semakin sulit mengadakan perubahan.
Misal :
Saya tidak berolah raga saja sudah sehat dan langsing. Maka saya akan semakin malas untuk melakukan aktivitas tersebut.

Padahal, kegunaan dari olah raga bukan saja untuk membentuk tubuh, namun juga untuk stamina dan kebugaran. Orang yang rajin berolah raga akan tidak mudah sakit dan tidak mudah lelah.


**Vision : Visi seseorang terhadap perubahan sesuatu hal, kurang. Jadi menganggap hal tersebut tidak jelas tujuannya.

Misal :
Tahu bahwa olahraga itu penting. Tapi seberapa penting untuk tubuh, itu yang tidak jelas dipahami.



**First step : Langkah pertama untuk melakukan sebuah perubahan memang susah.
Sesusah apa?

Coba bayangkan, ingin merutinkan olahraga lari saja...tiap seminggu 3 kali, akan terasa lebih susah untuk pertama kali memulai. Pasti ada saja alasan yang membuat kita kehilangan komitmen.
Padahal kalau sudah dilakukan, berikutnya akan terasa lebih mudah dan ringan.

Kadang juga, ada alasan untuk belum ingin memulai langkah pertama tersebut.

Misal :
Ingin lari pagi, tapi belum mempunyai running shoes.
Kalau sudah punya running shoes, belum punya baju olah raga.

Huff...jadi yang penting dari sebuah perubahan adalah langkah pertama.


Oh yaa,
Cerita tentang langkah pertama ini, mengingatkan saya pada masa awal mula saya menekuni dunia blogger. Setelah dipaksa sahabat IIP untuk menulis, saya pun tidak segera bisa menulis dengan alasan belum memiliki notebook sendiri. 
Pun setelah memiliki notebook, saya masih juga beralasan belum memiliki handphone yang memadai untuk menunjang kegiatan menulis.

Ini saya sadari betul, bahwa perubahan itu tidaklah mudah.


Jadi bagaimana kalau ingin menjadi Tuan Bagi Diri Sendiri?

Are you living above or below the line?

Jadilah orang-orang yang hidup di atas garis.

Apakah itu?
Orang yang hidup di atas garis biasanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Tidak sibuk mencari kambing hitam atas masalah yang dihadapi.

"Karena dia, hidup saya menjadi menderita"

Jadi hidup kita bergantung pada orang lain. Bukan pada diri kita sendiri. 
Itulah salah satu contoh orang yang hidup di bawah garis.

Selalu mengatakan B-E-D.
B - Blaming (cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan)
E - Excusing (mencari-cari alasan)
D - Denial (menyangkal)


Kalimat Excusing :

"Pantas dia sukses, modalnya besar" 


Orang-orang yang hidup di bawah garis ini cenderung melabeli kekurangan dan tidak memperhatikan kelebihan. Seharusnya yang dilakukan adalah menguatkan kelebihan.




Jadi kita tidak bisa mengendalikan takdir yang terjadi dalam hidup, namun kita bisa seratus persen bertanggug jawab atas 4 hal berikut :
  • Pikiran
  • Perasaan
  • Ucapan
  • Tingkah laku
Dan ke-empat hal ini apabila dipegang teguh, maka ikhtiar kita sudah maksimal. Masalah hasil, biarlah Allah yang menentukan.


4 cara agar memiliki kendali dalam hidup :
  1. Fokus pada solusi bukan masalah.

    Yang dimaksud disini adalah kita fokus pada pikiran kita, bila ada masalah. Bukan pada orang lain yang melakukan kesalahan.

    Contoh :
    Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering kesal dengan kesalahan yang dilakukan anak-anak seperti menumpahkan susu.

    Saya jadi cenderung melabeli anak saya "ceroboh", kurang hati-hati, dan lain-lain. Tak jarang juga, saya menjadi marah-marah dan membentak anak karena hal sepele seperti ini.

    Alangkah baiknya kalau saya fokus pada pengendalian diri (dengan tidak marah) dan memikirkan solusi.


    "Bagaimana kalau kita sekarang ambil lap, dek....kita lap sama-sama yuuk...lantainya yang basah."


    Dengan mengendaikan apa yang ada dalam diri, maka memudahkan kita untuk mengendalikan keadaan (atau masalah). Tidak timbul masalah baru.

    Masalah baru seperti apa yang timbul kalau kita fokus pada masalah bukan solusi?
    Kita akan cenderung mudah emosi. Dan emosi yang berlebihan bisa menimbulkan penyakit baru dalam tubuh (maag, pusing dan badan mudah lelah, misalnya).
    Belum lagi, anak akan mudah rewel dan menangis keras bila mendengar suara ibu yang meninggi. Malah yang lebih memprihatinkan, ada penelitian bahwa untuk anak usia balita, suara bentakan akan memutuskan sambungan syaraf-syaraf di otak, sehingga anak akan menjadi kuran pandai dalam hal akademik.

    Jadi ketika ada masalah yang datang, analisis dahulu.

    Bagaimana solusinya 
    BUKAN mengapa masalah datang.

  2. Fokus pada hal-hal dalam kendali diri sendiri.

    Masalah kerap datang. Maka yang perlu difokuskan adalah perasaan saat mengalami hal-hal di luar kendali.

    Misal :
    Saat sedang di jalan dan terjebak macet.

    Macet adalah hal di luar kendali. Maka yang perlu dikendalikan adalah perasaan saat menghadapi kejadian ini. Tidak tiba-tiba marah dan melampiaskan pada setir atau lebih parahnya, ke orang-orang di sekitar kita saat itu.

    Selain macet, faktor cuaca adalah hal di luar kendali.
    Maka bila mendadak hujan saat sedang di jalan, bukan hujannya yang disalahkan, namun perasaan kita yang harusnya dikendalikan. Jangan sampai hal di luar kendali mengubah mood seseorang.


    Jadi hal-hal di luar kendali adalah kejadian yang tidak bisa kita hentikan. Kalau sudah terjadi, maka terjadilah.

    Cara mengatasi agar mood tetap bagus, beberapa di antaranya :
    * Tenangkan hati dan pikiran
    * Tarik nafas panjang dan dalam
    * Kemudian lakukan hal-hal yang mampu membuat kita senang kembali.
    Misal : mendengarkan musik, atau menepi sejenak untuk makan dan minum hangat, dan lain-lain.
  3. Memilih makna yang memberdayakan diri.
    Ini seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa penting untuk mengetahui kekuatan diri dan menjauhkan dari lebelling negatif.

    Misal :
    Saya suka menulis, maka yang saya lakukan adalah fokus dan konsisten melakukan hal tersebut.

    Dan saya tidak suka menjahit.
    Jangan memaksakan kekurangan sehingga melemahkan kelebihan yang dimiliki.
  4. Mengatur suara, rasa dan gambar dalam diri.
    Hal ini membutuhkan latihan dan jam terbang yang tinggi. Karena sebenarnya yang dilakukan adalah mengubah persepsi seseorang terhadap sesuatu.

    Contohnya,
    Ketika saya merasa sakit hati dengan perkataan atau perlakuan seseorang terhadap saya, maka yang perlu saya lakukan adalah mengingat kembali bagaimana hal itu terjadi dengan sama persis dan tepat.

    "Kamu itu anaknya pendek dan gendut."

    Saat mengingatnya, apa yang saya rasakan?
    Kesal, marah, sedih, atau menjadi rendah diri.

    Tapi ulangi rekaman kejadian itu, namun dengan mempercepat kata dan gerakan orang tersebut saat berbicara. Maka akan terkesan lucu dan tidak menyakitkan, karena suara yang timbul hanya berupa decitan suara tikus.
    Bisa juga diperlambat. Sehingga suara menjadi lebih besar dan berat.

Jadi dengan memperlajari NLP kita akan menjadi orang yang pro aktif bukan reaktif dalam menghadapi suatu masalah.


Sekian resume seminar NLP saya bersama kang Darmawan Aji sebagai coach hari itu. 
Barakallah ilmunya.


Semoga bermanfaat.
Salam hangat,



















You Might Also Like

27 comments:

  1. Wah, bermanfaat sekali. Kayaknya saya harus belajar banyak sama Teh Lendy, nih! Belajar untuk bisa mengendalikan diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huuhuu...masih butuh banyak praktek teh...
      Makanya pingin banget ikut lanjutannya, karena komunitasnya positif banget banget deh...kaya uda kenal dekeet.

      Delete
  2. Replies
    1. Aku mah ga nulisin mba, wkwkw :p *mundur kalo ada mba lend :D

      Delete
  3. Dulu pernah ikutan NLP, emang bermanfaat banget emang. Thanks for sharing ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut NLP essensial teh Win...?
      Heuu...belum berani ikut yg itu euii...heehe...teteh tau alesannya kan yaa...?

      Delete
  4. Mksh sharringnya ya Mba.. Ikut NLP byk manfaatnya ya..

    ReplyDelete
  5. Wah dapat ilmu lagi nih, makasih sharingnya. Kayaknya suamiku pernah beli buku tentang NLP deh warnanya biru, tapi dipinjem temannya, aku belum baca :)

    ReplyDelete
  6. Waah aku baru tau nih ttg NLP, TFS mba. Mau browsing lbh bnyak.ttg NLP aah

    ReplyDelete
  7. Banyak juga keuntungan mempelajari NLP, kpn waktu klo ada kesempatan tsb mau ikutan dah๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  8. aku juga dulu emosian banget mba, tapi pernah ngebaca buku yang sama kayak NLP ini, jadi aura negativ ketutup ama yang positifnya Eang ya kita ga boleh tiba2 mengambil masalah sari 1 sisi aja. Thanks mBa Lend, jadi lebih mengerti NLP

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah... aku banyak dapetin ilmu motivasi diri sendiri ini mbak... TErima kasih banyak ya mbak. Emang kadang aku jga suka sih, sebel gitu ya krna marah atao nyalahin keadaan... padahl aku bisa change my mind trkait kondisi itu... hee

    ReplyDelete
  10. Oh yes I need this untuk berdamai dengan diri sendiri. Thank artikelnya, mba.

    ReplyDelete
  11. wah jadi tahu tentang NLP. makasih ringkasannya mba :)

    ReplyDelete
  12. Makasih resume materinya, Teh Lendi. Waah, keren banget ini kelasnya. Pengen join someday.๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  13. Wawasan yg cukup berat buat saya mah nih. Tapi pelan2 dikit2 ada ngertinya juga lah :)

    ReplyDelete
  14. Waah seru emang ya belajar NLP, aku pernah juga dan memang kembali ke sugesti diri kita sendiri ya. Bener2 Tuan Rumahnya diri sendiri hihii..

    Ayoo smangaat belajar NLP trusd

    ReplyDelete
  15. Keren mbak ilmunya. Jd sebenarnya habbit tu bisa diubah asal orgnya konsisten yaaa TFS

    ReplyDelete
  16. Subhanallah...makasih sharingnya ya mbak..pas bangeyt buat saya yg gampang emosian..

    ReplyDelete
  17. Mba rajin banget ikut seminar dan kulwap, senengnya aku baca resumenya di blogmu. Btw, aku ikut IIP karena penasaran dengan blog postmu lho. Sekarang jadi lebih fokus ke diri sendiri, ga sibuk bandingin orang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masha Allah...
      seneng banget mba Helena.

      Pertama kali berkunjung ke blog mba Helena, aku suka aktivitas Sid.
      Di saat emak sibuk nge-blog, tapi masih suka main sama anak...itu masha Allah...apalagi mba Helena sering berbagi inspirasi bermain.

      Idola aku banget...*wajah lopelope

      Delete
  18. Seru kelihatannya belajar bareng NLP banyaknilmu yang didapat ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,
      apalagi ini ilmu pemrograman otak.
      Kita sering mendahulukan emosi ketimbang berpikir.

      Jadi buat aku, ini semacam tantangan untuk berubah.

      Delete
  19. Bermanfaat sekali. Sy pikir dg praktekka. nLP dlm keseharian juga dapat mempererat hububgan dg org lain. Jadi bicara lbh tertata. Hehe

    ReplyDelete
  20. Resume materinya bermanfaat banget nih mbak. Terutama buat kita yang nggak ngerti sama sekali NLP itu apa :)

    ReplyDelete