article,

Membumikan Al-Qur'an Dengan Metode TES

Monday, March 26, 2018 Lendy Kurnia Reny 21 Comments

Bismillah,


Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."
(QS. Al-A'raf 16 - 17)


Dialog yang menarik antara Allah dan Iblis saat Iblis tidak mau bersujud kepada nabi Adam 'alaihissalam karena penciptaannya dari tanah. Iblis merasa lebih hebat, karena ia tercipta dari api. Dan apa hikmahnya?
Iblis akan selalu memalingkan manusia dari jalan yang lurus. Jikalau manusia sudah berjalan lurus, maka akan ada godaan dari berbagai arah, kanan - kiri - depan - dan belakang. Satu-satunya yang tidak ada godaannya yakni dari atas. Maknanya adalah bahwa manusia tiada daya dan kekuatan selain memohon (berdoa) kepada Allah.

Salah satu doa terbaik adalah dengan mendekatkan diri pada Allah dimanapun - kapanpun melalui Al-Qur'anul kareem



Ya,
Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang, kecuali ia mengubahnya terlebih dahulu. Maka, dengan menghadirkan Al-Qur'an selalu di dalam kehidupan keseharian manusia, maka kita akan terus membumikan Al-Qur'an.

Inilah salah satu kekuatan dari metode TES yang disampaikan ust. Jemmi Gumilar, ST atau yang akrab dipanggil Bang Jemmi pada saat seminar Training For Teacher - Metode TES, beberapa waktu yang lalu di Hotel Horison, Bandung.



Antusiasme para guru yang menghadiri acara ini, membuat saya merinding. Karena selain betapa mulianya Al-Qur'an saat kita membacanya, mengamalkan apalagi ditambah dengan mengajarkannya kembali, tentu bukanlah hal yang ringan. Namun, berpegang pada ayat Allah di atas, bahwa Allah akan mengubah keadaan, jika manusia tersebut berusaha untuk berubah, maka langkah ini tidaklah menjadi beban. Justru akan membuat kita makin semangat mencari ilmu di bumi Allah ini.


Apakah metode TES itu?

Metode yang digunakan untuk memperbaiki interaksi dengan Al-Qur'an. Semakin sering bertemu dengan Al-Qur'an, membacanya, maka kita akan bisa menghapalnya.

Mengapa penting membaca Al-Qur'an?


1. Karena merupakan perniagaan yang tak akan merugi
Manusia akan selalu menghitung untung-rugi dalam melakukan sesuatu, karena begitulah fitrahnya. Maka dengan membaca Al-Qur'an dan berbisnis dengan Allah, mrupakan perniagaan yang tak akan merugi, seperti pada ayat berikut :

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.
(QS. Fathir: 29-30)


2. Merupakan Al-Huda (petunjuk) bagi manusia
Bagaimana bisa Al-Qur'an menjadi petunjuk apabila manusia tidak membaca dan memahami artinya? Untuk memahami arti dari Al-Quran, apakah kita harus bisa bahasa Arab?
Seharusnya iya, namun sembari mempelajari bahasa Arab, kita bisa juga membaca tafsir dan asbaabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) pada Al-Qur'an pada masa kini yang telah banyak dijual di toko buku.

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.
(QS. Asy-Syu'ara : 192 - 195)




Manfaat lain, saya pernah menuliskannya di sini : Mukjizat Itu Ada Di Dalam Rumah.


Buku Metode TES - Bang Jemmi
yang selalu menjadi pengingat di saat kendor dalam menjalankan metode TES di rumah.


Kembali lagi ke Metode TES yang disampaikan oleh Bang Jemmi, maka hari itu kami dibekali 3 hal untuk selalu kami latih di rumah, agar metode TES makin optimal. Diantaranya :

1. PD
Percaya Diri adalah bekal pertama dalam menghapal Qur'an. Tidak ada alasan kesibukan, usia atau apapun. Semua orang mampu dan bisa menghapal Al-Qur'an, kalau diri kita sendiri yakin bisa melakukannya.


2. IM2
Ingat Membaca dan Murojaah.
Dengan merubah interkasi kita dengan Al-Qur'an, maka kita akan selalu ingat manajemen waktu yang kita lakukan dalam keseharian ini. Tidak terlalu banyak berinteraksi dengan gadget dan berlama-lama dalam berinteraksi di sosial media, seperti kata salah seorang sahabat blogger saya, teh Nurul Fitri Fatkhani dalam tulisannya yang dimuat di blog KEB "Kesalahan Manajemen Waktu yang Merusak Jadwal".

Karena waktu adalah satu-satunya hal yang tak dapat kembali.


3. 10/120
Apa ini maksudnya?
Agenda waktu yang harus kita alokasikan dalam sehari untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. Selalu komitmen dengan kandang waktu yang sudah kita siapkan, yakni setiap 120 menit sekali, kita tilawah selama 10 menit.

Iya,
hanya butuh waktu 10 menit kok.
Termasuk jika kita alokasikan untuk menghapal 1 baris Al-Qur'an.

Pesan Bang Jemmi, jangan dilebihkan karena semangat sedang bagus, misalnya. Karena dengan melebih-lebihkan, tidak akan membuat kita menjadi lebih banyak mendapatkan apa yang dibaca atau dihapal, namun bisa jadi kita malah malas di 120 menit berikutnya karena merasa sudah melebihkan di awal.

Jadi memegang konsistensi saja dahulu.

Dengan 10/120 ini, paling sedikit, kita akan mampu berinteraksi dengan Al-Qur'an sebanyak 10-12 kali dalam sehari. Dan bila itu dirutinkan, maka kita akan mampu meng-khatamkan Al-Qur'an dalam waktu sebulan.

Tidak berlebihan rasanya, kalau kita mengamalkan hal tersebut. Karena para ulama besar terdahulu yang jika menggunakan alasan kesibukan sebagai dalihnya, malah bisa khatam 1 kali dalam sehari. MashaAllah....





Maka untuk mempertahankan komitmen tersebut, kita perlu :

1. Fokus
Karena waktu tilawah setiap 120 menit hanyalah 10 menit membaca, maka jangan biarkan distraksi lainnya mengganggu dan merusak komitmen awal kita untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an.

2. Segera Mulai
Terlalu banyak menunda, maka Allah akan dengan mudah melalaikan lagi dan lagi. Karena sebenarnya kesibukan kita datangnya karena kita menyengaja melakukan hal yang tidak berguna terlalu banyak.
Maka, begitu ada waktu luang - gunakan tilawah.

3. Murojaah (mengulang hapalan)
Mengulang hapalan lagi dan lagi meskipun belum juga hapal. Karena selain pahala di setiap hurufyang kita baca, juga menguatkan hapalan.

Murojaah ini bisa dilakukan harian, pekanan, bulanan dan tahunan.




Maka,
jangan bangga ketika kita masih asing mendengar ayat-ayat Allah dilantunkan. Bisa jadi, kita susah berinteraksi dengan Al-Qur'an karena banyak dosa yang telah kita perbuat. 
Na'udzubillahi min dzalik...

Semoga Al-Qur'an jualah yang memberi kita syafaat di akhirat kelak.
Aamiin.


Wallahu'alam bishowab.


Adakah sahabat lendyagasshi di sini yang mempunyai pengalaman atau tips lain untuk mampu dekat dan menghapal Al-Qur'an?
Jangan ragu sharing di kolom komentar yaa...



Salam hangat,



You Might Also Like

21 comments:

  1. Terima kasih selalu senantiasa mengingatkan aku ya, Mbak.
    Aku nih mulai kendor, mulai suka ngeluh. Ahhhh untung ada Mbak Lendy suka ngingetin aku.
    Aku suka sama 10/20 nya.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih pengingatnya mbak.. Komitmen dan fokus ini yang susah banget buat aku. Makanya hafalan sering buyar kemana-mana. *sad

    ReplyDelete
  3. Semoga generasi muda Indonesia menjadi insan-insan yg cinta akan Tuhan dan mjd pribadi2 yg tekun dan baik

    ReplyDelete
  4. Dua jam sekali 10 menit buat mengaji gtu ya mbak Lendy?
    Belum pernah nyobain sih.
    Tapi mungkin efektif ya, soalnya buka medsos aja bisa lbh dr 10 menit #eh #tutupmuka

    ReplyDelete
  5. Masya Allah aku merinding, semoga aku diberi hidayah untuk rajin murajaah, rajin belajar dan memperbaiki bacaan.. Aamiin

    ReplyDelete
  6. Masih sangat jauuuh... Godaan buka internet lebih banyak dari buka Al Quran. Hikz!
    Minimal magrib sampai isya baca saja terus. Kadang satu juz kadang kurang. Itu saja waduh teramat berat perjuangannya. Itu yang saya rasa...

    Ada metode ini bisa jadi referensi nih

    ReplyDelete
  7. Makasih infonya Mbk, semoga istiqomah sekeluarga rajin baca Al Quran

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah, terima kasih mba telah mengingatkan untuk selalu membaca dan mengamalkan Al Quran

    ReplyDelete
  9. Menurutku, menghafal AlQur'an tuh gampang. yag susah adalah konsisten dengan murojaah dan mempertahankannya. btw thanks for sharing, Teh

    ReplyDelete
  10. makasih teteh selalu di kasih warning soal baca Al Quran :)

    ReplyDelete
  11. Makasi pengingatnya teh. Aku juga udah 2 bulan belajar konsisten selalu baca quran setiap hari walau cuma beberapa ayat aja. Hati juga lebih tenang ya kalau udah baca al - quran. Next semoga bisa menghapal sedikit - sedikit

    ReplyDelete
  12. makasih Teh sudah mengingatkan untuk terus menghafal Al-Quran, kadang suka gak pede kalo mau mulai belajar menghapal hehe, tapi justru yang pertama harus PD dulu ya hehe

    ReplyDelete
  13. Pengen punya buku TES ini deh,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pesen di Bang Jemmi nya langsung, teh..
      Kalo mau, aku ada nomer kontaknya.

      Delete
  14. Aku juga pengen punya buku TES ini.
    Leen, makasih ya selalu mengingatkan, aku juga bolong bolong bacanya, insyaallah pengen selalu lebih baik dan konsisten terutama memaknainya

    ReplyDelete
  15. Metode 10/120 ini bisa dipake nih teh. kadangkala kan kalau mau baca quran selalu ngerasa gak ada waktu.. tapi ternyata kalau di sisihkan 10 menit setiap saat bisa yaa

    ReplyDelete
  16. Deg.
    Udah lama nggak baca Quran. Ku jadi tertampar ini. Makasih buat remindernya teh :')

    ReplyDelete
  17. Membaca Al-Qur'an bikin hati kita tenang

    ReplyDelete
  18. Aaah kadang yg terlupa, menyelipkan waktu untuk baca al Quran pdhl hanya 10 menit ya mba,

    ReplyDelete
  19. Aaah kadang yg terlupa, menyelipkan waktu untuk baca al Quran pdhl hanya 10 menit ya mba,

    ReplyDelete