Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dongeng Dalam Drama It's Okay to Not Be Okay

Bismillah,

Annyeong, chingu-deul...
Joheun achiiimm~

Uda beres bergalau-galau ria di episode akhir drama It's Okay to Not Be Okay yaa...
Seneng banget sama endingnya yang sederhana tapi memiliki makna luas. Jawaban dari semua masalah masing-masing karakter di drama It's Okay to Not Be Okay.


Aku sejujurnya sangat tertarik sama dongeng yang ditulis Ko Moon Young jagga-nim. Dalam drama sepanjang 16 episode ini, setidaknya ada 4 cerita anak yang ditampilkan. Tapi, ini aku rasa rating untuk remaja yaa... 18+ mestinya yang baca buku dongengnya Ko Moon-young. Karena ilustrasinya memang anak-anak, tapi kisah yang diceritakan berat-berat euuii... Aku gak berani uji nyali nyeritain kisah dalam buku anak Ko Moon-young ke anak-anakku.

dongeng It's Okay to Not Be Okay

Judul : It’s Okay to Not Be Okay
(Psycho But It's Okay/사이코지만 괜찮아 )
 Saikojiman Gwaenchanha

Penulis : Jo Yong
Sutradara : Park Shin-Woo

Genre : Psychology, Romance, Drama

Network : TvN
Episode : 16 eps (60 minutes)

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Drama It’s Okay to Not Be Okay dibuka dengan narasi seorang wanita yang menceritakan sebuah kisah bahwa ada seorang gadis yang hidup di sebuah kastil yang jauh di tengah hutan. Gadis ini sangat kesepian dan pada suatu hari, ia pergi keluar untuk berteman dengan anak-anak seusianya.

Dongeng It's Okay to Not Be Okay

Saat berteman, sang gadis memberikan hadiah kepada yang lain. Namun, sebagus apapun hadiah yang diberikan, teman-temannya tidak mau dan malah memanggilnya "Monster".

Gadis ini merasa ditolak dan akhirnya marah. Sepanjang jalan ia melampiaskan amarahnya pada benda-benda yang ada di sekitarnya. Lalu, sang gadis melemparkan kait ke sungai, dan mendapati seorang anak laki-laki yang selamat akibat kait yang dilemparkan.

Sang gadis menendang-nendang dada sang lelaki, namun anak laki-laki tersebut malah selamat dan akhirnya mengikuti kemana saja sang gadis pergi.

Tak lama, sang gadis bertanya pada anak laki-laki tersebut,

"Apa kau akan selalu menemaniku?"

"Tentu saja. Aku tidak akan pernah melarikan diri."

"Walaupun seperti ini?"
**sambil memperlihatkan kupu-kupu yang sayapnya terpotong-potong

Akhirnya, gadis itu menjadi sendiri lagi, karena sang anak laki berlari ketakutan. 

Apakah yang terjadi kemudian?


Ko Moon-young (diperankan oleh Seo Yea-ji) adalah seorang penulis buku cerita anak yang sukses. Buku-bukunya laris manis di pasaran dengan kisahnya yang dark. Meski begitu, fans setianya selalu menantikan karya Moon-young yang baru. Namun, gak ada yang tau kalau Moon-young mengidap ASPD (Antisocial Personality Disorder) atau gangguan kepribadian antisosial.

Terlihat dari sikapnya yang cenderung merasa superior, gak sadar salah dan benar, gak peduli dengan hal-hal berbahaya, dan gak punya rasa empati. Sungguh sikap Moon-young seperti ini cukup membuat orang-orang yang bekerja di sekitarnya menjadi takut dan gak nyaman.


Moon Kang-Tae (diperankan oleh Kim So-hyun) adalah seorang perawat di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Ia kerap berpindah-pindah rumah karena melindungi kakaknya yang mengalami ASD (Autism Spectrum Disorder) dari gangguan masa lalu yang mengejar mereka.

Masa lalu yang seperti apa?


Temukan jawaban mereka di drama ini yaa... Intinya, drama  It's Okay to Not Be Okay adalah mengenai cara masing-masing karakternya untuk sembuh dan berdamai dengan masa lalu yang traumatik dan membekas sehingga berdampak pada karakter masing-masing pemain. Uniknya, semua orang pasti mengalami hal ini, hanya mau menyembuhkan atau mengabaikan dan menganggap "It's Okay, aku gak ada masalah" alias denying. And here it is.... Aku mau kasih lihat dongeng yang ditulis Ko Moon-young jagga-nim yaaa... Kira-kira sahabat lendyagasshi dapet learning pointnya gak?

Anak Lelaki yang Penuh Ketakutan

Anak lelaki itu terbangun lagi dari mimpi buruk. Kenangan buruk dari masa lalu yang ingin dilupakan muncul kembali dalam mimpinya tiap malam dan terus mengganggu anak lelaki itu. Seiring waktu, anak lelaki itu tumbuh dewasa. Walaupun tak bermimpi buruk lagi, dia tidak bahagia sedikit pun. 

Suatu malam, bulan darah memenuhi langit, dan penyihir muncul kembali di hadapannya untuk menagih janji anak lelaki itu. Dengan penuh kebencian, dia berteriak kepada penyihir. 

"Semua kenangan burukku lenyap, tapi kenapa...Kenapa aku tidak bahagia?"

Sesuai dengan perjanjian, penyihir mengambil jiwa anak itu, dan berkata,

"Kenangan yang menyakitkan. 
Kenangan akan penyesalan.
Kenangan saat melukai dan dilukai. 
Kenangan saat dibuang dan kembali. 

Orang yang bisa tumbuh bersama semua kenangan itu, akan menjadi lebih kuat, bersemangat, dan mudah menyesuaikan diri. 
Orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagian."

Dongeng It's Okay to Not Be Okay

Ingatlah dan hadapi. Jika tak dihadapi, kau hanya selalu menjadi anak kecil dengan jiwa yang tak bertumbuh.


Kisah Hidup Zombi

Di sebuah desa kecil, lahirlah seorang anak laki-laki. Dia memiliki kulit pucat dan mata besar. Saat anak itu bertumbuh besar, sang ibu segera menyadari bahwa anak laki-laki ini tak memiliki perasaan. Dia hanya memiliki nafsu makan, seperti zombi. 

Sang ibu mengurung anaknya di bawah tanah untuk menghindari penduduk desa. Setiap malam, sang ibu memberinya makan dengan hewan ternak yang dicurinya. 

Hari ini, dia mencuri ayam. Hari esoknya, dia mencuri babi. Dia melakukannya bertahun-tahun. Hingga suatu hari, wabah menyebar membuat semua hewan ternak mati. Banyak orang yang meninggal. Semua orang yang selamat, pergi meninggalkan desa itu. 

Sang ibu tak bisa meninggalkan anaknya. Demi meredakan rasa lapar anaknya, sang ibu memberikan salah satu kakinya, kemudian salah satu tangannya. Setelah kaki dan tangannya, hanya tubuhnya yang tersisa. Sang ibu memeluk anak itu untuk terakhir kalinya an memberikan sisa tubuhnya. 

Dengan kedua tangannya, anak itu memeluk erat tubuh ibunya, dan berbicara untuk pertama kalinya. Ibu.
"Ibu. Kau... Kau...
hangat sekali.
hangat sekali."

Dongeng It's Okay to Not Be Okay
Anak hanya menginginkan kehadiran dan pelukan hangat seorang Ibu.


Anjing Musim Semi 

Dahulu kala, hiduplah seekor anjing yang pandai menyembunyikan perasaannya. Anjing itu diikat di bawah pohon rindang. Ia disebut "Anjing Musim Semi" oleh penduduk desa, karena suka mengibaskan ekornya dan bertingkah lucu.

Pada siang hari, anjing itu senang bermain dengan anak-anak desa. Namun tiap malam, ia merengek dan menangis saat sendirian. Sebenarnya anjing itu ingin melepaskan tali lehernya dan berlarian dengan bebas di ladang musim semi. Karena tak bisa melakukannya, ia menangis tiap malam.Tiap malam.

Suatu hari, hati kecil anjing itu berbisik dan bertanya, 
"Hei, kenapa kau tak melepaskan tali lehermu dan melarikan diri?"

Lalu anjing itu menjawab,
"Karena sudah lama terikat, aku lupa cara melepaskannya."
Dongeng It's Okay to Not Be Okay
Bila sudah terbiasa dengan suatu keadaan, maka akan susah untuk keluar dari kebiasaan tersebut.



Tangan Dan Sang Monkfish

Dahulu kala, bayi yang cantik terlahir di keluarga yang kaya raya. Sang ibu sangat mencintai anaknya yang cantik dan berkulit putih bagai bunga magnolia. Sang ibu bahkan bersumpah dan menjanjikannya matahari dan bulan. Sang ibu sangat senang ketika anaknya mulai makan.

"Anakku, mulai sekarang ibu akan menyuapimu, buka mulutmu lebih lebar.
Coba buka mulutmu."

Sang ibu berlari menghampiri anaknya ketika melihatnya mulai berjalan.

"Anakku, ibu akan menggendongmu.
Ayo cepat naik ke punggungku."

Sang ibu melakukan semua yang diperlukan untuk membesarkan anaknya dengan sempurna, lalu dia berkata,

"Anakku yang kucintai. Ibu harus beristirahat. 
Mulai sekarang tolong sediakan aku makanan."

Lalu anak itu berkata,

"Ibu. Aku tak punya tangan. Tanganku menghilang, karena tak pernah digunakan."

"Kalau begitu, tolong gendong aku, anakku.
Kakiku sakit."

Lalu anak itu berkata,

"Ibu, aku tak punya kaki. Aku tak pernah menginjak tanah, karena kau terus mengendongku.
Namun, aku memiliki mulut yang sangat besar."

Kemudian, dia membuka mulutnya yang sangat lebar. Sang ibu sangat marah dan membentak,

"Setelah kuperhatikan, kau bukan anakku yang sempurna. 
Kau hanya monkfish bermulut besar tak berguna.
Kau adalah kegagalan yang hanya bisa menerima dan tak bisa memberi apa pun."

Sang ibu membuang anaknya ke laut. Setelah hari itu, saat cuaca buruk dan angin laut berembus kencang, para pelaut sering mendengar suara tangisan anak itu. 

"Ibu. Ibu.Apa salahku? 
Tolong bawa aku kembali. 
Tolong bawa aku dan kembalilah."

Dongeng It's Okay to Not Be Okay
Kegagalan anak seringkali berasal dari kesalahan orangtua saat mendidik.


Mencari Jati Diri Sesungguhnya

Dahulu kala di kastel nan jauh di tengah hutan, ada tiga orang remaja yang hidup bersama, karena jati diri mereka dirampas oleh "Penyihir Bayangan." Anak lelaki yang terjebak di dalam kotak berkata,
"Kita harus menemukan kembali jati diri kita agar tak bertengkar dan hidup bahagia."

Mereka menaiki mobil kemah untuk mencari jati diri mereka. Di perjalanan mereka bertemu Ibu Rubah yang sedang menangis di ladang yang dipenuhi salju. Anak lelaki yang selalu memakai topeng
menanyakan Ibu Rubah,
"Kenapa kau terus menangis?"

Ibu Rubah menjawab,
"Aku kehilangan anak di ladang salju ini. Saat menggendongnya di punggungku, aku terlalu sibuk mencari makan."

Melihat Ibu Rubah yang terus menangis sambil memukul-mukul dadanya, anak lelaki pun mulai mengeluarkan air mata yang hangat. Setelah beberapa lama, salju meleleh dan mereka berhasil menemukan anak rubah yang membeku tertimpa salju.

Mereka bertiga melanjutkan perjalanan, dan bertemu dengan badut yang menari tanpa busana di ladang bunga berduri. Tong kosong bertanya pada badut itu, 
"Kenapa kau menari dengan segenap hati di ladang yang penuh duri?"

Badut menjawab,
"Dengan begini orang-orang akan memperhatikanku."

Namun, orang-orang tetap tak memperhatikannya. Itu hanya membuatnya kesakitan. Lalu, Tong Kosong memasuki ladang bunga berduri, dan mulai menari bersama Sang Badut. 
"Karena aku adalah tong kosong, tertusuk duri tak membuatku terluka."

Sesaat setelah Tong Kosong mulai berlari dan menari, terdengar suara yang sangat nyaring dari dalam tubuhnya. Orang-orang mulai berkumpul setelah mendengar suara itu, lalu menonton mereka menari sambil bertepuk tangan.


Mereka bertiga melanjutkan perjalanan untuk mencari jati diri yang hilang. 
Di perjalanan, Penyihir Bayangan yang jahat muncul di hadapan mereka. Lalu, dia menculik Anak Bertopeng yang mengeluarkan air mata untuk Ibu Rubah, dan Tong Kosong yang menari bersama badut.
"Mulai sekarang kalian tak bisa hidup bahagia."

Setelah dikutuk, mereka dikurung dalam gua yang gelap. Anak Kotak menemukan mereka usai beberapa hari. Namun, dia tak bisa masuk gua, karena pintu masuknya terlalu sempit.

"Bagaimana ini?
Jika ingin masuk ke dalam gua, aku harus melepaskan kotak ini."

Pada saat itu, dari dalam gua terdengar suara Anak Bertopeng.

"Pergilah yang jauh, jangan mencemaskan kami. Penyihir Bayangan akan kembali."

Namun, Anak Kotak dengan berani melepaskan kotak yang digunakannya dan bergegas memasuki gua yang gelap itu untuk menyelamatkan Anak Bertopeng dan Tong Kosong. Setelah keluar dari gua, Anak Bertopeng dan Tong Kosong melihat wajah Anak Kotak yang dipenuhi lumpur dan tertawa terbahak-bahak. Mereka terus tertawa. 

Topeng milik Anak Bertopeng jatuh setelah dia tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Tong kosong yang membebani putri itu juga ikut terjatuh.

Melihat mereka berdua menemukan jati diri mereka, anak lelaki yang berhasil melepas kotaknya berkata…
Bahagia.
Aku bahagia.

Dongeng It's Okay to Not Be Okay
Apa yang dirampas oleh Penyihir Bayangan bukan jati diri mereka yang sesungguhnya, tapi keberanian untuk mencari kebahagiaan.


Dari ke empat dongeng Ko Moon-young, aku paling suka dengan Kisah Hidup Zombie. Seolah, ini kisah untuk para orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Kurangnya komunikasi, hidup dalam persepsi sendiri dan kurangnya mendengar, bisa jadi, anak-anak tidak tumbuh sesuai dengan harapan kita. Termasuk labelling, aku mendadak ingat kalau seringnya orangtua merepet (aka. ngomel dengan melontarkan kata-kata yang buruk) untuk anak, bisa jadi doa yang akan diijabah Allah.
**astaghfirulloh~

Semoga kita bisa mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya karena anak adalah amanah Allah.

Dongeng It's Okay to Not Be Okay

Oh iya...
Just info niih...ada open PO buku Ko Moon-young dalam versi cetaknya loo.. plus ada tanda tangannya Ko Moon-young pula. Hihii~

Dongeng It's Okay to Not Be Okay
Are you so interested?

Salah satu OST It's Okay to Not Be Okay yang aku suka.
Sam kim (샘김) - Breath(숨) 


With love,

85 comments for "Dongeng Dalam Drama It's Okay to Not Be Okay"

  1. Kurang satu, Mbak. The Hand, The Monkfish itu juga cerita yang ditulis. Aku suka kesemua dongengnya. Menurutku itu buku memang bukan buat anak sih, tapi orang dewasa supaya bangun dari mimpi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ijin nambahin yaa, Jiah..
      Kelewat ini mah...aseli.
      Hahaha...

      Delete
  2. Daebaaak!
    Keren pol-polan sih emang drakor ini
    suka ama gayanya yg memadukan drakor dan kartun gitu
    kece

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilustrator dalam film Sang-tae oppa.
      Ilustrator aslinya, tim produksi It's Okay to Not Be Okay.
      Wkwkkw~

      Delete
  3. Opening film ini berhasil menghooked saya :D nggak biasa openingnya, ilustrasi pun bagus.
    Saya suka dengan judul tiap episode tentang dongeng. Dari semua dongeng di yang ada di film ini, aku suka anjing musim semi. Barangkali dongeng ini yang paling sering diulang ya sama Moon-young, dibaca Sang-tae, terus dikasih sama kakek yang pasien di rumkit, ya. Seakan mengajarkan kita agar jika ingin lepas dari satu hal ya harus bertindak. Jangan diam saja. :D

    Tapi, dongeng kisah zombi itu saat mendengarnya saya makjleb. Sebuah deskripsi yang nggak biasanya untuk dongeng anak. Setuju kalo dongeng ini tentang parenting.

    Hebatt mak, udah selesai saja tulisannya untuk film ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena liat KSH nangis pas baca dongeng "Kisah Hidup Zombie" yaa...
      Akunya yang nonton juga jadi sesenggukan.
      Ya Allah~

      Delete
  4. Kalau bukunya beneran dijual, beneran laris. Tapi lalu nama pengarangnya siapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini aku yang mau bilang...
      Ada tulisannya ilegal, tapi impor dari Korea doonk...karena bukunya masih berbahasa asli Korea.

      Delete
  5. Kegagalan anak seringkali berasal dari kesalahan orangtua saat mendidik.

    Saya setuju ini, Mbak Len, setelah memperhatikan sekeliling dan membaca juga menyimak diskusi2. Makin berhati2 jadi ibu di antara banyak kekurangan. Ah, semoga kita bisa jadi ibu yang baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Len, ini film psikologi ya ... konflik kepribadian tokoh-tokohnya saja kelihatannya sudah bisa bikin ceritanya ruwet. Iya benar, berat ini euy. Duku kupenyuka film seperti ini, sekarang lebih senang nonton yang murni humor tapi jarang juga nontonnya.

      Delete
    2. Aku belum pernah nonton film ini huhuhu...malah ditanya anakku..Mik gak pengen nonton Its Okay to not be okay?Temen2ku udah pada nonton mik..wkwkwkwkw

      Delete
  6. Akubmakin penasaran dengan judulnya yang berseliweran di TL sosmed, ternyata ini tho.
    Banyak banget pelajaran dari drama kehidupan yaa. Dan lendy selalu apik mengemasnya.
    Lopeee dah.
    Jadi kapan kita ngopi eehh

    ReplyDelete
  7. Serem banget memang ya dongeng2nya. Udah liat iklannya di mana2, baru ini tahu cuplikan isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga paling mak jleb yang dongeng zombi itu. Benar2 bikin merasa bersalah, deh

      Delete
  8. eh itu dongengnya diterbitkan beneran? Waduuh... kira-kira apakah ada ortu yang membacakannya untuk anak-anak?

    ReplyDelete
  9. Nah ini anak sulungku lihat, dan bilang bagus. Ayo mama nonton, pasti suka, katanya hahaha. Tiap hari dikompori terus buat nonton drama ini. Aku bilang kalau sudah tamat, ntar mama nonton. Dan sudah tamat kemarin, aku masih belum nonton :D

    ReplyDelete
  10. Selalu menarik baca reviewnya teh Lendy. Aku belum tamat nih nontonnya. Belum bisa marathon

    ReplyDelete
  11. Oh sejauh ini, inilah drama terbaik 2020. Aku suka paling suka dongeng the hand & monkfish itu sih. Miris banget.

    ReplyDelete
  12. Ah..semua kisah itu bagus..ada hikmah di balik kegelapan ceritanya. Tapi aku paling suka yg mencari jati diri itu.. Oya, buku2 ini mungkin lebih cocok utk remaja/dewasa awal ya..daripada anak2..

    ReplyDelete
  13. Jadi makin penasaran deh sama OST It's Okay to Not Be Okay, banyak pesan moral yg bisa diambil dan bisa jadi pengingatku tuk aku tularkan ke anakku, jadi pengen PO bukunya juga deh.

    ReplyDelete
  14. Bener suka film ini
    Banyak banget pelajaran yang bisa dipetik. Plus suka banget akting nya sang tae

    ReplyDelete
  15. Dari 16 episode kayaknya tiap episode dikasih judul dongeng juga ya...
    Menurutku cukup unik cerita lain dari It's okay not to be okay ini, mengangkat tema tentang kesehatan mental dan luka masa lalu...

    ReplyDelete
  16. "cuma" 16 episode, kayaknya bolehlah saya tonton nih sebagai pemula.
    Duh keseringan baca review drakor di sini, kok ya makin tergoda buat mencicipi nonton

    ReplyDelete
  17. Daebak emang drama Korea ini, aku suka sinematografi, cerita dongengnya, aktor & aktrisnya semua! Puas banget nontonnya banyak pelajaran yang diambil. Padahal kalo dipikir-pikir aku phobia sama kupu-kupu, sempet geli juga lihatnya teh, apalagi bagian si kupu-kupunya disobek-sobek sama Moon Young kecil. Hii ngeri. :)))

    ReplyDelete
  18. Sudah beberapa kali baca tentang darma its okey not to be ok ini. Namun belum juga kesampaian. Membaca pembukaannya tentang dongeng gadis yang"songong" banget jadi tambah tertarik nih

    ReplyDelete
  19. wihh menarik banget ceritanya. Tapi memang dark kalo buat anak2 ya. jadi inget beberapa buku clara Ng..

    ReplyDelete
  20. Mantap betul ini Lendy-chingu! Sepanjang drama memang penuh pelajaran hidup..

    ReplyDelete
  21. Ini nih beneran drakor yang penuh dengan literasi selain psikologi. senang ada yang ngumpulin ceritanya dan pelajarannya dalam 1 tulisan begini.

    ReplyDelete
  22. Waaaa... Saya belum sempet nuntasin
    Walau emang sengaja sih, dieman eman karena saya suka semuanya, pemerannya, topiknya
    Jadi nontonnya diimit imit 😁😁😁

    ReplyDelete
  23. Aku lho nggak ingin berpisah dengan mereka Eoni masih rindu mereka main terus huhuhu
    PO bukunya berapa harganya bocorannya

    ReplyDelete
  24. Jleb sama dongeng Anjing Musim Semi. Lupa cara keluar dari sesuatu hanya karena terbiasa atau terlalu lama mengalaminya.

    ReplyDelete
  25. Semenjak nikah, aku benar² mengurangi jatah waktu untuk ngeDrakor, nyadar diri karena suka kebablasan nonton sampai subuh, haha. Akhirnya pilih² banget, lihat dulu review teman², dll. Nah, Judul satu ini dari awal langsung bikin in love, karena sedikitnya relate juga dengan apa yang aku alami, dan bener dong, dari awal sampai akhir, gak mengecewakan. Dapet banget pembelajarannya terutama tentang self healing. Gak kaget kalau Drama ini laris manis dan bahkan booming dimana2 ya. Daebaaaak!

    ReplyDelete
  26. Learning point-nya banyaaak ya, relate banget sama kondisi pengasuhan terutama saat pandemi begini. Reminder bener. Dan aku setuju jika baca ceritanya bukan anak-anak ini, dark banget, kuatir mereka takut...Senang baca review ini berasa nonton sendiri. Tengkyu Mak Lendy

    ReplyDelete
  27. Kisah-kisahnya bagus ya, jadi pembelajaran kita sebagai orangtua tidak perlu menuntut anak untuk harus seperti ini seperti itu. Anak akan terluka dan membawa luka masa kecilnya hingga ke dewasa nanti. Duuuhh...

    ReplyDelete
  28. Masih belum bisa move on sama Its Okat to not be Okay ini mbak, Suka sama penuturan Ko Moon young saat menjelaskan dongeng2 yg pemaknaannya Out of the box banget.
    Suka part saat Ko Moon young saat debat sama Sang tae, hehehe
    Trus quote yg dr Nam Ju Ri, uwuuhh... Etapi aku masih otw nyelesaiin part terakhir sih nontonnya hehee

    ReplyDelete
  29. Kalo baca reviewnya, buku Moon-Young ini memang bukan untuk anak-anak ya, terlalu dark gitu. Tapi bagus ya ceritanya, aku jadi kepo ih dengan drakor satu ini

    ReplyDelete
  30. Horeeee, akhirnya tamat drama ini. Dan aku siap untuk nonton marathon. Sulungku nih spoiler Aja. Jadinya aku penasaraaaaan 😁

    ReplyDelete
  31. Suka banget dengan semua cerita di ats. Mengandung pesan yang tersirat dan tersurat. Ada sedihnya juga.

    ReplyDelete
  32. Drakor ini lagi hits ya.. wah mau nonton kok belom sempat2 nih haha.. biar aku gak kudet urusan perdrakoran

    ReplyDelete
  33. Aku juga nonton nih drakor ini. Tapi lompat lompat episodenya. Soalnya nontonnya kalau pas main ke rumah adikku yang penggemar drakor. Tadi siang baru ikutan lihat sekilas pas dia nonton episode terakhir. Iya dia baru nonton tadi siang episode terakhir

    ReplyDelete
  34. Aku baru nonton eps 1,tapi tertunda sm drama lain.
    Aku suka karakter si moon young, elegant sih menurut aku, mskipun menakutkan.. Hhaa
    Blm bisa komentar bnyk soalnya blm lanjut nonton.

    ReplyDelete
  35. harga bukunya berapaan teh? kok aku tertarik hahaha mau donk dikirimin linknya buat intip2 :)

    ReplyDelete
  36. Kalo liat Kim so Hyun beneran gak bisa move on lah kak..
    Dari awal kemunculan dia selalu bikin drama menjadi hidup. Wajahnya itu menghipnotis banget..

    ReplyDelete
  37. Beberapa kali baca review drakor ini, dan semuanya bilang bagus banget, bahkan ada ngasih nilai 10/10. Kalau aku sih baca dari judulnya aja, udah yakin nih isinya pasti punya pesan moral yang keren, meskipun belum nonton langsung dan hanya baca reviewnya saja.

    ReplyDelete
  38. Berarti dongengnya juga diterbitkan beneran ya. Wah keren. Niat banget

    ReplyDelete
  39. Aku dong awalnya malas nonton ini tapi malah jadi penasaran karena baca status teman di insta story, lalu ku nonton deh dan banyak pelajaran juga dari drama Korea ini ya teh.

    ReplyDelete
  40. Kenyang deh baca blognya Mbak Lendy bagian review drakor. Ga pernah nonton, tapi berasa paham jalan ceritanya. Lanjutkan ya, Mbak. hehehe...BTW, saya suka dengan judul drama ini. Kondisi yg pasti dialami byk org dan ga semua org mau mengizinkan dirinya mengakui sedang tidak baik - baik saja.

    ReplyDelete
  41. Waahh konsepnya bagus banget ya mba, ada cerita dalam cerita, menarik banget! Bikin beda dan ga bosen

    ReplyDelete
  42. It really has a beautiful concept and I think it is important to get all these messages from TV series

    ReplyDelete
  43. Baca sinopsisnya kok kekinian ya dan sebagian sesuai sama kehidupan real nya. Pasti yang nonton banyak mak jleb nya ini. Konsep yang bagus ���� dan ... Pemainnyaaaa ������ bikin betah mantengin layar haha

    ReplyDelete
  44. Kok aku merinding yaaa baca cerita2 nya :(. Trutama yang ttg zombie juga, dan monkfish.

    Langsung jadi keinget, kdg aku terlalu emosi saat ngajarin anak, apalagi selama masa SFH ini. Kalo si Kaka terlalu lama nangkep yg aku ajarin, lgs aja marah dan kdg ga sengaja ngucapin kata2 keras ke Kaka. Walopun setelahnya aku nyesel sih mba :( .

    Abis baca ini, iya yaaa, aku ga pengen kata2 keras td malah di ijabah Allah :( .

    Aku blm nonton drakornya tp udh mulai download beberapa episode dr aplikasi Drakor ku. Ga sabar mau mulai nonton sih :). Kemarin2 sengaja nunggu tamat dulu, dan lagi aku msh marathonin beberapa Drakor yg belum selesai di tonton :D

    ReplyDelete
  45. baca bagian Tangan dan Monkfish, aku pikir awalnya bercerita tentang kasih sayang ibu kemudian anaknya sudah besar akan merawatnya dengan sangat baik, makin ke bawah aku berhenti sejenak, saat ibunya meminta tolong, anaknya bilang tangannya tidak ada, aku pikir anaknya mulai durhaka gitu, ternyata pas baca ujungnya, sedih banget gitu apalagi sampai dibuang ke laut, aku bayanginnya ya allah

    ReplyDelete
  46. Naudzubillah kalo kata2 kasar kita ke anak diijabah Allah :(

    Tentang It's Ok Not To Be OK, anak saya baru nonton di eposode awal dan sepertinya langsung berhenti karena ada adegan berdarahnya, dia takut...

    ReplyDelete
  47. Ini drakor yang viral itu ya mba, banyak yang bilang ini bagus dan banyak yang suka juga, tp saya belum pernah nonton, menarik untuk ditonton langsung sepertinya

    ReplyDelete
  48. drakor kesukaanku nih. endingnya gemesin banget. aku juga tertarik sama semua dongengnya loh mbak. suka sama moralnya.

    ReplyDelete
  49. Ceritanya menyentuh banget deh sumpah. Apalagi yang zombie, nyess banget rasanya gitu 😭

    ReplyDelete
  50. Banyak yang suka sama drama ini ya. Tapi entah kenapa aku nggak enjoy nontonnya, jadi cuma tahan 2 episode aja 😅

    ReplyDelete
  51. Jadi tokohnya itu seorang penulis ya mbak?? Dan bukunya mau diterbitin gitu? Berarti dia emang penulis beneran atau gimana? Bagus dongengnya, ilustrasinya jugaa...

    ReplyDelete
  52. Seru banget emang drama ini, banyak pelajaran moral juga tentang kesehatan mental

    ReplyDelete
  53. Ceritanya sangat menarik jarang banget ya drama yang menyelipkan cerita dogeng begini. Btw, boneka kartunnya bikin gemess.

    ReplyDelete
  54. Aku sampai nonton ulang beberapa episode loh karena bagus menurutku dan ada beberapa adegan yang lucu disini.

    ReplyDelete
  55. Aku suka sama drama ini karena banyak banget pesan yang dpt diambl dr drakor ini. Drakor ini antara seru, lucu , menyedihkan dan menyenangkan semua ada apalagi adegan mrahnya itu kadang bikin lucu aja.

    ReplyDelete
  56. bener ya Teh, yang kisah Zombi ini relate banget ya ama kehidupan, kita sebagai ortu itu apalagi Ibu selalu ingin ngasih semuanya ke anak, berkorban bahkan hingga rela mmberikan dirinya sendiri tapi kadang kita gak tahu anak itu sebenarnya maunya gimana, kita ingin mereka nurut aja apa kata kita.
    jadi pengen nonton dramanya deh.

    ReplyDelete
  57. Aki bahkan jadi pengen koleksi buku-buku dongengnya klo ada yg jual..
    Eh tapi harganya pasti mahal , hehehe

    ReplyDelete
  58. Oh jd banyak dongeng2nya gitu ya. Baru ngerti stlh baca ini. Bnyk yg review jd kepengen nntn jg rasanya ��

    ReplyDelete
  59. Dari judulnya aja udah bagus. It's Okay Not To Be Okay. Manusiawi banget itu. Skrg orang2 suka denial soal keadaanya

    ReplyDelete
  60. Lihat foto bonekanya kok daku ya deg degan sih Teh, mana malam bacanya 🙈 Untung nggak terlalu aneh hehe. Ini banyak yang review, jadi penasaran sama drakornya

    ReplyDelete
  61. Huwaaa aku lagi kena racun drama Thailand dari Jiah, eh mampir ke sini dan gregetan pengen langsung mulai nonton juga. Saking aku nggak bisa nonton beberapa drama di waktu yang sama. Huhuhu.

    ReplyDelete
  62. Setuju dan terharu di bagian ini:

    "... anak hanya menginginkan kehadiran dan pelukan hangat seorang Ibu!"

    Itulah kenapa begitu banyak manfaat dari pelukan!

    Tapi tentu saja pelukan dari para kesayangan ya.
    Bukan pelukan sembarangan.

    ReplyDelete
  63. Sedih, menyeramkan tapi ada hikmah yang di dapat. Orangtua sangat mencintai sang anak sampai rela bagian tubuhnya dimakan sang anak agar ia bisa bertahan hidup. So jangan ngelawan

    ReplyDelete
  64. Ingin aku menontonnya.. Segera browsing deh. Kayaknya kemaren yang dicaritain adikku juga ini..

    ReplyDelete
  65. dongen kisah anak zombie asli bikin aku mewek apalagi scene-nya juga pas banget gangtae nangis. trus dongeng yang monkfish itu juga ngena banget di aku sebagai seorang ibu

    ReplyDelete
  66. Sampai sekarang aku masih dengerin terus soundtrack its okay to not be okay
    kangen mereka bertiga, aktingnya keren. apalagi kalau mereka mendongeng lucu, seru dan keren.

    ReplyDelete
  67. Kisah Hidup Zombi sama yang Monkfish bener bener bikin aku tertegun mbak. Thanks for sharing dan aku kayanya harus nonton ini hehehe

    ReplyDelete
  68. Sumpah ya ini drama terkeeren tahun ini Eoni. Semuanya perfect.

    ReplyDelete
  69. Bagus nih ceritanya.. Nknton film memang hrs pintar2 ambil moral ceritanya ya biar banyak manfaatnya hehe

    ReplyDelete
  70. Dari semuanya aku paling suka sm kisah hidup zombie. Jujur dulu sering banget ada perasaan sama dgn gang tae. Krn aku anak paling beda di keluarga. Sering konflik sama mama. Dan setelah tau perasaan ibu plus pesan moral di dongeng tsb. Aku auto meleleeeh

    ReplyDelete
  71. Ini hype banget ya. Seneng deh, banyak serial Korea yang berkualitas :)

    ReplyDelete
  72. Ahhh diantara sekian drakor yang ada aku paling bucin sama its okay to not be okay ini. Terkesan pertama kali sama trailernya.
    Kebetulan aku juga lagiproses nulis nih tentang drakor ini. Terkesan banget aku mah.

    ReplyDelete
  73. teman teman di kantor juga cerita tentang drakor its okay to not be okay ini.saya cuma dengar2 sekilas.
    sekarang baru baca resensinya..lumayan dapat gammbarannya
    seperti biasa saya belum punya waktu menonton drakor hehehe..cuma baca resensi aja

    ReplyDelete
  74. Fairy talenya ini bagus bagus yaa. Agak serem emang tapi pesannya dapet banget loh. Dijual juga kan ya bukunya? Hihihi

    ReplyDelete
  75. Huaah dongengnya bener bener dongengnya antimainstream ya Mbak hehe akupun ngga berani uji nyali nyeritain ke anakku. Btw si pemeran wanita adalah penulis buku d dunia nyata atau d film itu?

    Aku kurang suka nonton drakor jadi ngga ngikutin

    ReplyDelete
  76. Salah satu bagian yang paling disuka sama film ini dongeng-dongeng yang ditulis sama penulis Ko. Setiap dongeng punya makna yang dalem banget n bikin kita jadi merenung. Ada beberapa yang beneran bisa saja kita alami di dunia nyata.

    ReplyDelete
  77. Kegagalan anak seringkali berasal dari kesalahan orangtua saat mendidik. Quote ini aslinya jlebb pisan kena ke hati. Mudah2an kita termasuk kedalam orangtua yang benar mendidik anak

    ReplyDelete
  78. Halo Mba salam kenal :)
    terimakasih banyak sudah share dongeng2 Ko Mun Young, aku juga fans berat sama drakor ini karena ceritanya berbobot dan banyak informasi positif tentang mental illness. Aku izin copy kisah2nya ya mba buat disimpen di laptop. Sukses terus mba buat blog nya!

    ReplyDelete

Berlangganan via Email