SABUMI

[Resume] Adab Berteman Dalam Islam

Saturday, July 30, 2016 Lendy Kurnia Reny 40 Comments

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.

Di pagi yang cerah ini, melalui grup WhatsApp Sabumi, grupnya para Bunda-Bunda sholiha dalam menuntut ilmu Home Schooling, membahas tentang Adab Berteman.

Bagaimana kita harusnya berteman.
Dengan siapa.
Sampai bagaimana memilih teman yang baik.

Indahnya Islam,
akan membawa seluruh umatnya berujung pada kedamaian.
Yuk, simak obrolannya . . .

Bismillaaah,




Islam.
Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab-adab serta batasan-batasan dalam pergaulan. Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya manfaat yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik.



 مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة


“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” 

(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits yang juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.





Faedah hadist tersebut adalah bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.


Siapa yang tak mau dengan kebaikan tersebut?


Menurut hadits tersebut dijelaskan batasan dalam berteman yaitu bergaul dengan siapa pasti mau ga mau akan mempengaruhi kita akan menjadi seperti apa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar memilih teman dalam bergaul. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)



"Berteman dengan siapa saja"

Harus dikuatkan dengan tarbiyah dari Ayah dan Bunda, bahwa seperti yang Rasulullah ajarkan, kebaikan berkawan  itu terletak kepada agamanya.


Bagaimana jika pertemanan itu terjadi pada anak-anak kita yang usinya di bawah 10 tahun dan kecenderungan berteman hanya dari kecocokan saat bermain bersama?

Maka lihatlah dari latar belakang keluarganya dan adabnya.
Anak2 masih sangaaaat bisa diarahkan. Dan kalau kita cenderung membiarkan mereka bergaul tanpa batasan dan tanpa nilai, mereka bisa menyerap semuaaaa yang mungkin tidak sesuai dengan value keluarga kita anut.

Sebelum anak masuk dalam usia baligh, orangtua adalah cerminan. 
Bagaimana akhlak anak terlihat dari bagaimana orgtuanya.

Setelah anak baligh, sudah bisa memutuskan sendiri, dan sudah terkena hukum syariat, sudah dianggap mampu untuk berpikir secara mandiri termasuk dalam memilih teman.


Sebelum sampai ke tahap tersebut, maka orangtua lah yang punya kewajiban. Salah satu kewajiban mentarbiyah ini adalah memilihkan kawan yang baik. Diantara kewajiban-kewajiban mentarbiyah yang baik lain seperti : menyediakan bacaan yang baik, lingkungan yang baik, dan seterusnya.


Bagaimana dengan memilihkan teman untuk anak? Bolehkah?

Boleh.
Tapi harus ingat dengan parameter yang bagaimana "teman yang kita pilihkan" ini agar orangtua pun tidak terjebak dalam pola asuh otoriter tanpa alasan. Sebaik-baiknya petunjuk adalah Al-qur'an dan sabda rasul.

Memilih teman yang jelek akan menyebakan rusak agama seseorang. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Renungkanlah firman Allah berikut :


وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً


Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” 

(Al Furqan : 27-29)


Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi.


Kalau ada yang menanyakan, lalu parameternya bagaimana?

Cek hadist lagi. Selain hadist nabi di atas, ada lagi penjelasannya.
Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut :

  • Orang yang berakal, 
  • Memiliki akhlak yang baik, 
  • Bukan orang fasik, 
  • Bukan ahli bid’ah, dan 
  • Bukan orang yang rakus dengan dunia” 

(Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36).



Akal merupakan modal utama. 

Tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang bodoh. Karena orang yang bodoh, dia ingin menolongmu tapi justru dia malah mencelakakanmu. 
Yang dimaksud dengan orang yang berakal adalah orang yang memamahai segala sesuatu sesuai dengan hakekatnya, baik dirinya sendiri atau tatkala dia menjelaskan kepada orang lain. 
Teman yang baik juga harus memiliki akhlak yang mulia. Karena betapa banyak orang yang berakal dikuasai oleh rasa marah dan tunduk pada hawa nafsunya, sehingga tidak ada kebaikan berteman dengannya. 
Sedangkan orang yang fasik, dia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Orang yang tidak mempunyai rasa takut kepada Allah, tidak dapat dipercaya dan engkau tidak aman dari tipu dayanya. Sedangkan berteman denagn ahli bid’ah, dikhawatirkan dia akan mempengaruhimu dengan kejelekan bid’ahnya.


Orangtua sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya terhadap apa yang dipimpin, dalam hal ini anak-anaknya. 

Seperti dalam QS At-tahrim (66) : 6.




Banyak anak yang sudah dapat pengasuhan baik dari orangtuanya tapi dirusak oleh lingkungannya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik. 
Wallahul musta’an.



Tanya
Misalnya kita sudah baik memilihkan lingkungan dan baik (juga) dalam lingkungan menuntut ilmu.
Namun sekarang anak-anak menjadi kurang empati karena lingkungan sekolah yang hedon.
Bagaimana baiknya yaa...?

Karena sekolah jaman sekarang yang otomatis meng klasifikasikan mereka dalam lingkungan begitu....


Jawab :

Penyelesaian untuk kasus tersebut ada 2, yakni :
Yang pertama adalah memisahkan anak dari lingkungan yang dirasa merusak ini. Kalau mengeluarkan dari sekolah  dirasa ekstrim mungkin bisa dengan memisahkan kepada siapa-siapa saja kawan tempat anak-anak kita mendekat. 

Yang kedua adalah tidak putus memberi tahu kepada anak mana yang baik mana dan mana yang buruk. Menyampaikan penilaian terhadap kekhawatiran bunda tentang budaya hedonis, memberi teladan terhadap sikap-sikap yang harus dihindari atau diwaspadai dan menyatakan dengan jelas bahwa klasifikasi demikian adalah salah.

Anak tidak akan bisa berpikir logis sebab-akibat, bila ilmu hanya diberi dari sebelah pihak, teori saja tanpa praktek atau praktek tanpa teori.



Semoga Allah memelihara ukhuwah kita dan mendekatkan kita pada kawan-kawan yang sholeh.
Aamiin.



Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.


Salam hangat,

You Might Also Like

40 comments:

  1. Kadang teman juga jadi cerminan siapa kita. Karena kita cenderung nyaman berteman dengan yang satu frekuensi. Semoga kita selalu dalam lingkaran pertemenan yang membawa kebaikan, ya.

    ReplyDelete
  2. Noted banget mba Leeeend. Semoga diri ini bisa menjadi teman yang baiiiik <3

    ReplyDelete
  3. Emang mba kerasa banget klo kita salah milih lingkungan pertemanan. Dulu smp jaman2nya ngegank, tp klo ketemu kerjaannya ngegosip mulu. Pas udah SMA mencar2 deh tuh, Alhamdulillah dpt hidayah d sma. Klo Reunian masih aja pd ngegosip, akhirnya aku males buat dateng n malah ngejauhin mereka. Tp kdg jd mikir, mereka nganggep aku sombong ga ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kata NLP,
      Itu unpowering atau powering...?

      Jadi sekarang gitu jg aku Un..
      Grup wa pun sama, asal ngomongin GaJe, langsung skip aja deeh..

      Delete
  4. Kalau kita dekat dg tukang parfum, maka akan ketempelan baunya. Begitu pula dekat dengan tukang asin, bau amis asin akan ikut nempel di badan kita. Begitulah kira2 dalam berteman. Semoga kita berada dalam lingkaran pertemanan yang manfaat dan barokah. Amin...

    ReplyDelete
  5. Mencari teman itu, gampang-gampang susah. Ada yang bisa buat kita bertambah maju tapi ada juga yang membuat kita malah menjadi pribadi yang gak baik. Ibaratnya, siapa teman kita, menentukan kualitas diri kita juga...
    Itu juga, yang perlu kita tanamkan pada anak-anak kita. Carilah kawan yang benar-benar bisa membuat kita lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  6. Seseorang dilihat dari siapa teman baiknya ya, Mbak. Terima kasih buat sharing-nya, Mbak. Emang masalah teman ini penting banget karena bisa mempengaruhi kita. Agama pun sudah mengingatkan akan hal ini

    ReplyDelete
  7. Nah, orang tua adalah cerminan bagi anaknya, termasuk soal akhlak ya mba. Ini noted bgt buat aku sbg ortu.

    ReplyDelete
  8. Akhirnya bunda bisa lega juga buka link blognya Lendy nih, gak liat Drakor tapo ObOr yg perlu dan manfaat buat kehidupan ke depannya dan patut direnungkan.

    ReplyDelete
  9. Subhanallah, terima kasih sharingnya, Lendy, kalau saya berteman itu by feeling dan satu sinyal, hehehe...kalau nggak cocok biasanya diem aja, alhmdulillah selalu dipertemukan dengan temna yang baik

    ReplyDelete
  10. Noted bangt nih buat aku sbg ortu baru, semoga Allah SWT selalu menjaga anak-anak kita dari pengaruh pergaulan yg tidak baik ya mba. Amin.

    ReplyDelete
  11. Setelah anak-anak usia remaja, orang tua masih harus sering mengingatkan. Apalagi ketika masih anak-anak. Jangan sampai salah dalam hal pertemanan

    ReplyDelete
  12. Setuju mba... Teman yg baik akan memotivasi kita untuk jadi lebih baik lagi ya ..

    ReplyDelete
  13. Wah, nambah wawasan deh. Aku selama ini berteman gak banyak mikir ini itu atau baca-baca referensi tentang adabnya. Nuhun Lendy udah share. Aku jadi tahu sekarang. :)

    ReplyDelete
  14. ini saya setuju banget, buat saya lebih baik anak main sama saya aja berdua daripada main diluar tapi salah pergaulan.. maksudnya main di lingkungan yg gak baik makanya ibu harus bisa jadi teman anak

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah Islam memang luar biasa. Membantu memberikan apapun hingga panduan dalam berteman dan teryata memang berdampak baik bagi kita. Untuk anak, aku juga mengajarkan abagaimana adab berteman mba. Makasih remindernya ya :)

    ReplyDelete
  16. karena itu penting bagi kita untuk memberi teladan yang baik untuk anak-anak kita yaa, Mba. Juga gak boleh abai pada lingkungan pertemanan anak-anak kita, karena lingkungan pertemanan itu dapat mempengaruhi baik dan buruknya anak kita

    ReplyDelete
  17. Ya Allah ngeri ya dengan pertemanan anak jaman now, semoga kita sebagai orang tua bisa menjadi cerminan yang baik untuk anak-anak dan semoga kita bisa menjadi benteng terkuat dari pertemanan yang menjerumuskan ke arah kebathilan. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Rangkuman yg bernas. Terimakasih sdh mengingatkan 😍

    ReplyDelete
  19. Bagus mbak rangkumannya. Aku juga suka baca Mukhtasar Minhajul Qosidin. Anak2 harus dipandu untuk tahu bahwa ada aturan memilih teman dalam islam.

    ReplyDelete
  20. Semakin berumur jadi lebih peka untuk memilih teman, bukan berarti pilih-pilih dalah hal dunia yah mba, kitapun pengen lebih baik dengan umur yang semakin menua, karena teman itu bisa menjadi keluarga terdekat kita, apalgi saya yang tinggal jauh dengan keluarga..

    makasih sharingnya mba..

    ReplyDelete
  21. PRnya itu memberitahukan anak-anak ya karena susah2 gampang. Gak mungkin bilang jangan main sama si A. MAkanya kadang aku protective banget

    ReplyDelete
  22. Ketika anak-anak masih usia sekolah SD, aku lebih suka temannya yang main ke rumah. Bisa ditanyai, rumahnya mana, orang tuanya siapa, dan yang selama ini mereka lakukam kalo di rumah. Misal shalatnya gimana gitu. Kalo udah besar, makin disaring lagi pertemanannya. Yang baik dan saling menjaga dalam menegakkan shalat yang penting, dan menghormati orang yg lebih tua

    ReplyDelete
  23. Kalo kata alm nenek aku, berteman dengan maling bisa ikutan jadi maling, berteman dengan ustad bisa jadi ustad pula, berteman dengan pembohong bisa tertular jadi pembohong juga. Kalo menurut aku emang bagus sih, tapi mungkin tergantung iman masing-masing orang ya. Kalo gak kuat iman atau masih labil emang sebaiknya berteman dengan orang-orang baik dan sholeh agar bisa ikutan sholeh pula. CMIIW :)

    ReplyDelete
  24. luar biasa ya teh sampe diatur mengenai pertemanan, dan mmg pengaruh temen itu banyak bgt kerasa sama aku pny tmn yg baik y ikutan baik krn positif yg ditularinnya

    ReplyDelete
  25. perlu banget diajarkan ke anak-anak ya Mbk adab berteman ini, terima kasih sudah diingatkan

    ReplyDelete
  26. Akhlak anak-anak sebelum baligh tu cerminan orang tuanya ya.. huhuhu.. kumasih jauhh dari sempurna. TFS udah diingatkan tentang adab berteman teh..

    ReplyDelete
  27. Aamiiin YRA .. memang adab yang indah ya mba.. semoga bisa kita jaga selalu ya

    ReplyDelete
  28. Emang ya kalau berteman itu rasanya lbh nyaman sama yg sepemikiran jg sama yg sennatiasa ngajak kita berbuat positif, kebaikan dll

    ReplyDelete
  29. Aamiin.. kupikir bakal nulis ttg drakor lagi 🤣🤣 Semoga selalu dipertemukan dgn orang2 baik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Share link berikutnya yaa, mba...
      Wkkwkw...siapin template dari sekarang.

      Delete
  30. Dalam hal pertemanan memang sangat perlu selektif apalagi bagi anak atau individu yang plin-plan dalam prinsip. Dari pengalaman, aku juga belajar banyak hal tentang pertemanan.teman yang baik, akan membuat kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan malah menjauhkan kita

    ReplyDelete
  31. Pertama harus berakal ya Mba Lend, aman jadinya kalo berteman. Kedua yang baik dan bisa mengajak dalam kebaikan semoga kita semua mendapatkan teman yang baik, dan semoga aku bisa menjadi teman yang baik juga untuk sahabat-sahabatku.

    ReplyDelete
  32. Aku pun berpikiran yang sama nih, memilihkan lingkungan dengan anak menjadi hal yang penting meskipun nanti ketika sudah akil baligh dia harus menghadapi lingkungan yang beraneka ragam. At least, dengan memberikan lingkungan pergaulan yang baik saat masih belia, anak jadi tau macam-macam hal baik dan keutamaan ibadah. Basic sekali nih, diharapkan bisa nancep gitu ya di memori terdalamnya. Jadi suatu saat ketika dia harus berjuang di tengah lingkungan yang buruk, dia tak mudah terhanyut mengikuti arus dan bisa menjadi pencerah akhlak untuk orang-orang di sekitarnya.

    ReplyDelete
  33. Semiga kita bisa berteman dengan yang bisa mengingatkan dan dalam kebaikan ya mba. Memilih lingkungan yang baik dan positif, agar kita terbawa baik pula. Jazzakillah mbak sayang.

    ReplyDelete
  34. Makasih mba sudah diingatkan semoga kita mendapatkan teman yang bisa membawa kita kebaikan dunia akhirat ya.

    ReplyDelete
  35. terima kasih mba atas sharingnya
    berarti memang wajib pilih2 teman ya termasuk untuk anak, tentu aja maksudnya pilih teman & lingkungan yang baik

    ReplyDelete
  36. Alhamdulillah senangnya ya Mbak punya grup WA yang isinya menyejukkan begini. Memang kita butuh teman yg baik, yang nggak cuma mendukung kita dalam urusan dunia, tapi juga agama. Terima kasih resume-nya. :)

    ReplyDelete