Before Covid-19 : Contagion (2011)

Bismillah,

Hola sahabat lendyagasshi....
Mari kita sambut bulan Ramadan 1441 H tahun ini dengan sebaik-baik persiapan. Tahun ini, Blogger Perempuan Network kembali mengadakan challenge menulis sebulan penuh posting dengan tema yang sudah ditentukan seperti tahun kemarin loo...

Dan...
Alhamdulillah, tahun kemarin aku lulus 😁
Happy banget dapet banyak hadiah dari BPN. Sampai sekarang kalau sedang malas menulis, aku suka lihat lagi kaos dan stiker dari BPN yang super-kiyut.

Oke,
Tema pertama adalah Apa itu Covid-19. Berhubung aku uda pernah menulis tentang hal itu, aku kasih linknya aja yaa...


Uda pada tau doonk kalau Covid-19 ini bukan jenis virus baru. Ia adalah mutasi dari virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul di China juga pada tahun 2000an. Dan di filmkan oleh Warner Bros Picture dalam film Contagion (2011).



Berawal dari seorang wanita yang tampak tidak sehat sepulang dari perjalanannya dari Kowlon, Hongkong, Beth Emhoff (diperankan oleh Gwyneth Paltrow). Sepanjang perjalanan ia tampak batuk-batuk dan pusing. Awalnya ia merasa kalau ini hanya gejala jetlag, sehingga ia kembali ke rumah disambut hangat oleh keluarga, suami, Mr. Emhoff (diperankan oleh Matt Damon) dan anak mereka, Clark.

Namun beberapa hari kemudian, Clark tampak tidak sehat juga sehingga mesti pulang lebih cepat dari sekolahnya. Hari ke 4 sejak kepulangan Beth, mendadak ia menjatuhkan gelas, pusing dan kejang hingga mulutnya mengeluarkan busa. Panik, Mr Emhoff segera menelepon ambulance.

Sepertinya pertolongan datang terlambat, belum sempat ditangani, Beth sudah meninggal sesampainya di Rumah Sakit. Belum bisa bereaksi apapun, Mr Emhoff kembali dikejutkan oleh telpon yang datang dari pengasuh Clark di rumah, bahwa Clark mendadak kejang dan tak sadarkan diri. Mr Emhoff kembali ke rumah dan menemukan anaknya pun meninggal dengan gejala yang sama persis seperti Beth.


Seketika itu juga, Mr Emhoff diminta untuk datang ke ruang isolasi di Rumah Sakit, khawatir tertular dan gak sempat ditangani tim medis seperti istri dan anaknya. Bahkan, saat anak Mr Emhoff satu lagi datang menjenguk, mereka hanya bisa saling berbicara di balik kaca transparan. Sedih mendera keluarga Mr Emhoff.

Ternyata, kasus ini gak hanya terjadi pada Beth, namun sesegera itu laporan di dunia, banyak orang yang meninggal dengan gejala yang sama. Orlando, Tokyo, India, Minneapolis, Atlanta, San Fransisco, dan masih banyak lagi negara diberitakan memiliki riwayat penduduk dengan kematian mendadak.

Pemerintah US langsung bertindak cepat. Ia mengirim seorang ahli epidemik virus, Dr. Erin Mears (diperankan oleh Kate Winslet) untuk meneliti langsung dari tempat pertama yang diduga virus ini berasal. Perjalanan mulai dari Hongkong, lalu bagaimana virus ini bisa menular dan menanyai satu-per satu itinerary Beth Emhoff selama melakukan perjalanan bisnis.

Lalu dari sini bisa disimpulkan bahwa kontak langsung dengan orang yang sudah terkena virus ini bisa langsung tertular. Penularannya melalui droplet (gak sengaja kena air liur yang sakit), memegang gelas yang bekas dipakai, lalu tidak sengaja memasukkan tangan dalam keadaan tidak bersih ke area wajah (mata, hidung atau mulut).


Setelah mengetahui penyebaran awal, lalu langkah berikutnya adalah mengisolasi semua orang yang pernah kontak langsung dengan si pasien. Dan mewawancarainya seperti "Apakah yang kamu rasakan?" dan mengukur suhu tubuhnya.

Negara makin gempar dan suasana makin gak kondusif, karena di beberapa negara bagian Amerika sudah menetapkan lockdown dan isolasi mandiri di rumah. Sekolah, tempat kerja, tempat peribadatan, semua di kosongkan. Gak boleh ada orang berkerumun yang melakukan kegiatan massal.

Pemerintah memasok makanan instan ke masyarakat, namun karena pembagiannya gak merata, semua orang pada panik dan melakukan tindakan impulsif seketika. Merangsek , mendorong bahkan tega mengambil punya orang lain. Di film ini juga ditunjukkan adegan bagaimana orang yang susah mulai merampok makanan ke rumah-rumah orang. Kalau orang di dalam rumah melawan, langung "dor".


Sudah gak ada lagi yang namanya tolong menolong. Seluruh kota yang penduduknya terinfeksi malah jalan-jalan keluar rumah tanpa masker dan meminta pertolongan ke siapa saja. Mirip zombie, rasanya. Sakit, goyah lalu meninggal sampai ditemukan mayat-mayat di sepanjang jalan.

Dan selama masa-masa genting seperti ini, ada seorang blogger yang aktif sekali membagikan provokasi (negatif). Alan Krumwiede (diperankan oleh Jude Law). Ia memberitahukan di blognya bahwa virus ini sengaja dikeluarkan untuk merusak perekonomian sebuah negara. "Siapa yang paling diuntungkan dari adanya virus ini?"

Selain itu, ia juga melakukan tes kecil-kecilan bahwa obat yang telah di produksi bisa mengobati si virus ini, hanya boleh dibeli oleh beberapa kalangan. "Siapakah yang akan memperolehnya?"


Terus aja dia mengoceh tentang teori-teori konspirasi pemerintah, negara, endesbre...endesbre...
Yang aku KZL tuh...kenapa harus blogger? Bahkan di film ini, ada kata-kata "Kamu bukan wartawan, hanya penulis yang menulis menggunakan pendapat pribadi."

Film Contagion ini sungguh tampak nyata. Bukan hanya alurnya yang berjalan maju-mundur tapi tetep enak untuk dinikmati, namun semua dampak yang kita alami ketika sebuah wabah melanda hingga bagaimana menghadapinya, itu yang benar-benar terjadi saat ini.

Maka, banyak yang ingin menonton film ini kembali.

Judul : Contagion (2011)

Director : Steven Soderbergh

  Actors :  

Marion Cotillard
Matt Damon
Laurence Fishburne
Jude Law
Gwyneth Paltrow
Kate Winslet
Bryan Cranston
Jennifer Ehle
Sanaa Lathan

Genre : Medical thriller
Rundate : September 9, 2011
Runtime : 106 menit

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Dan paling suka ketika pemimpin sebuah negara tahu bahwa negaranya sedang ada masalah serius, mereka menangani dengan cepat juga cermat. Sesegera mungkin melakukan konferensi pers dan menghimbau setiap masyarakat untuk mengikuti seluruh protokol yang ada. Seperti lockdown, social distancing, no hand-shaking, menetapkan jam malam, and stay at home. Apabila perlu banget keluar rumah untuk belanja, maka menggunakan masker, cek suhu tubuh.

Bila merasa sakit, maka jangan kemana-mana, self-isolation dan jangan memikirkan hal-hal buruk, tetap tenang dan hubungi tenaga medis untuk menjemput dimana keberadaan kita.


Endingnya,
Aku berpikir :

Sebagai masyarakat, kita hanya bisa bantu untuk saling melindungi diri dan orang lain dengan mengikuti protokol yang ada.

Jangan pernah mencari kambing hitam atas masalah yang ada.

Tetap tenang dan mengerjakan hal-hal positif.

Tidak menyebarkan berita yang gak ada buktinya (hoax).



Banyak masyarakat yang sibuk memikirkan secret weapon, sebuah konspirasi, dan lain-lain. Sebaiknya kita stop memikirkan hal-hal tersebut. Karena ini adalah musibah massal, yang terjadi di seluruh dunia. Pandemik, wabah, apapun itu namanya, gak mudah menyelesaikan masalah ini. Membutuhkan penelitian dan vaksin yang benar.

Di hari ke 137, vaksin sudah diperoleh dan di distribusikan dengan baik ke seluruh warga US. Semua warga yang sudah memperoleh vaksin akan diberi gelang warna biru (semacam gelang di rumah sakit kalau kita rawat inap).

Setelah semua mendapatkan vaksin, warga US bisa hidup normal kembali.


Berasal darimana sebenarnya wabah ini?

Di akhir cerita, dikisahkan Beth yang tertular melalui kontak langsung dengan seorang chef yang akan memasak daging babi yang telah makan kotoran kelelawar. Bingung gak?
Hiihii...nonton deeh...

Seruu looh...
Musik latarnya juga bawa suasana banget.



Mulai sekarang, 
Jangan anggap remeh yang namanya sakit yaa, guys.. Karena awalnya terserang virus ini, gejalanya ringan banget, kaya : 
Common cold
Demam
Pusing
Bersin dan batuk

Dan saat ini ditambah virus Covid19 yang cerdas banget, ia mengikat DNA sehat bagaikan key and lock. Sehingga bila sudah terserang, si pasien akan jatuh sakit dan sulit sembuh. Walau sudah sembuh, bisa jadi terserang lagi dengan penyakit yang sama. Dan sebegitu cepatnya si Covid19 ini menyerang pernapasan (pneumonia).

Stay healthy yaa, sahabat lendyagasshi.

Challenge Day 1 BPN :
"Apa Itu Covid?"


with love,


53 comments

  1. Film yang bagus sesuai dengan wabah yang terjadi sekarang. Semoga corona cepat berlalu dan kapok balik lagi

    ReplyDelete
  2. Wah ada yg film yang menggambarkan serupa kondisi sekarang ya ka. Kayaknya kaka hobi nonton ni samaan kita

    ReplyDelete
  3. ini mirip sama kondisi saat ini yang lagi terjadi ya beb, sedih banget sebenernyaa, semoga kondisi ini segera bisa teratasi dan berlalu secepatnya nih huuhu

    ReplyDelete
  4. Memang mirip, ya. Tapi semoga sampai jadi kota zombie seperti di atas. Rakyat Indonesia kan gemar tolong-menolong hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga berani bayangin deh adegan terakhirnya yang soal babi makan e'oy. Hiiii..

      Delete
  5. aku pengen gelasnya, tapi aku g abisa ODOP kayak teteh huhuhuu wong nulis aja 4 hari sekali udha puji Tuhan hahahaa

    ReplyDelete
  6. Semangat menyambut bulan suci ramadhan ya kak.. Semoga tahun ini semakin semangat ibadahnya, Aamiin.. Btw keren banget lulus challenge menulis sebulan penuh. Keren uy

    ReplyDelete
  7. Aku udah nonton filmnya mbak dan kesel ternyata penyebabnya "sepele" sekali hanya krn koki gak cuci tangan astagaaa.
    Semoga saja Ya Allah pandemi lekas kelar. BTW aku jg ikutan tapi aku detleners , moga konsisten haha

    ReplyDelete
  8. Wah, tentang Covid-19 dan uborampenya ini saya hanya bisa titipan doa. Semoga segera berakhir dan kita lebh bersyukur

    ReplyDelete
  9. Ini film dah macam cenayang aja yak 🙈. 9 taun kemudian malah kejadin nyata. Btw salut banget bisa odop. Aku blm bs ikutan skrg. Masih urus anak piyik 😅

    ReplyDelete
  10. Ini film greget banget asli, eh benerapa tahun kemudian bnr ada dan nyata wabahnya mirip banget sama wabah skrng yg lg hits. Wajib banget nntn nih dan jadi salah satu film recommended.

    ReplyDelete
  11. Dan anehnya, aku nonton film ini right before COVID-19 �� Apakah semacam dikasih pertanda? Haha. Soalnya random banget waktu nyalain TV (lupa stasiun TV-nya apa), eh lagi muter film ini

    ReplyDelete
  12. Sangat mirip ya, seolah kaya film yg tau masa depan bisa semirip itu bahkan penyebabnya.gimana perasaan para aktornya ya menghadapi kenyataan dari film yg mereka perankan

    ReplyDelete
  13. Aku sempat liat juga dan kageet ya mba karena mirip dengan pandemik kita saat iniii gejalanyaa

    ReplyDelete
  14. Aku juga nonton film ini mba, jadi deg-degan tegang dan takut, semoga kita dapat menemukan obat tersebut juga secepatnya ya mba seperti di film itu

    ReplyDelete
  15. emang bener ya th, covid19 ini rasanya kaya nonton film gitu, sama-sama horor dan ajaibnya, semoga kita bisa melalui ini semua dengan selamat,Amin.

    ReplyDelete
  16. saya tahu film ini gegara obrolan deddy corbuzier dan luna maya. woaaa seru! mau nonton lg nanti sm suami

    ReplyDelete
  17. aku lupa terus pengen nonton contagion ini. dari awal Covid-19 merebak udah banyak yang bilang mirip sama film ini.

    ReplyDelete
  18. Ya ampun filmnya. Relate bgt dg kondisi kita sekarang. Semoga ga sampi kejadian chaos kaya di sana. Yg bloger itu bikin kesal sekali sih. Huhu. Semoga Indonesia kembali terbebas dr Corona.

    ReplyDelete
  19. Saya kayaknya nggak bakal nonton ni film, Mba. Secara nggak ada romance-romancenya dan bikin nelangsa hati. Maklum saya kan orangnya menya menye.. hiks

    ReplyDelete
  20. Iya. Katanya persis banget. Hampir mirip lah ya jalan ceritanya dengan keadaan nyata. Maksudnya ada beberapa hal yg mirip.
    Ku pengen nontooon

    ReplyDelete
  21. Ah iya beberapa kali melihat selebaran film ini di linimasa, sedikitw mirip ya, udah ada juga yang berasumsi mengenai konspirasi gituh. Aku jadi penasaran sama endingnya gimana d film ini

    ReplyDelete
  22. Hidup jaman ini, berasa nonton pelem yang bakalan kita ceritain kelak deh Leen, trus kita aktor/aktrisnya ya..

    Trus kepo akut, apa percakapan ..endesbre...endesbre... ntuuu hahhaaaa

    Ah moga saja cepet berlalu ya. Btw happy ramadhan, maaf lahir dan batin yak.

    ReplyDelete
  23. seru ceritanya kok hampir sama kaya cerita tentang covid-19, dibuat sebelum covid-19 or sesudah yaa?

    ReplyDelete
  24. Mbak gwyneth sampe tampak tuwir di gambar di atas ya.... relate banget sama pandemi kali ini mmg bikin wajah banyak orang kehilangan seri-nya.
    jd pengin nonton film ini deh.. TFS teh Lendy

    ReplyDelete
  25. Di kita saat ini sebenarnya banyak banget kebijakan sudah dibuat, misal pun gak dibuat kebijakan harusnya paham juga orang-orang. Tapi nyatanya banyak banget ya yang melanggar jadinya gitu deh

    ReplyDelete
  26. Film CONTAGION jadi banyak yg nyari gegara covid 19 yes.
    Iya ihh, critanya kok miriipp buanget
    Semoga covid 19 segera berakhir ya

    ReplyDelete
  27. Film ini jadi boom banget karena relevan banget sama situasi sekarang. Awalnya aku ya kayak parno berlebihan gitu tapi ya sudah sekarang sudah menemukan new normal. Tapi tetep gak nyaman dan pengin new normal ini segera berganti. Virus segera enyah dari bumi.

    ReplyDelete
  28. Beberapa hari yang lalu aku sempet nonton filmnya tapi belum tamat. Hari ini beresin aaah.
    .Film-film Hollywood ini keren ya, risetnya niat banget, terlepas dari mirip enggaknya sama situasi sekarang. Kalau buatku sih percaya ga percaya soal konspirasi jangan sampai memengaruhi mood kita. Tetap waspada ikuti protokol kesehatan dan jangan panik atau stres, biar imunitas kita ga lemah

    ReplyDelete
  29. Aku udah pernah nonton juga nih Contagion, secaraaaa...ada Aa Matt di situ. Tapi kok ya sudah lupa ya ceritanya. Jadi pengin nonton ulang nih. Pas banget ya untuk menggambarkan suasana pandemi Corona saat ini. Film Hollywood tuh pinter banget bikin film beginian, apalagi di tangan Steven Soderberg, film-filmnya selalu bagus.

    ReplyDelete
  30. Sebagai masyarakat biasa, yang saya pikirkan ... koq bisa ya film tahun 2011 ini mirip banget dengan keadaan sekarang?
    Bingung ya :D

    ReplyDelete
  31. Mirip banget sama kondisi sekarang ya Mba, soal penyebaran virusnya. Tapi semoga ngga ada penjarahan gimana-gimana. Alhamdulillah sudah ada bansos dari pemerintah, dan banyak juga cerita-cerita tentang sedekah dari pribadi. Semoga Indonesia bisa zero case sesegera mungkin. Amiin

    ReplyDelete
  32. Aku kesel sama bloger yang di film itu kok bisa2nya sebar hoax dan sok tahu kalau obat virusnya segampang itu hehe. Kita jangan kek gtu ya hehe :P

    ReplyDelete
  33. Kok bisa mirip banget gitu ya mb...cara penularannya sama awal kejadian bermula. Meskipun bukan wuhan, tapi Hongkong. Ini yang bikin skenario kok ya bisa pas gini. Hihi . Kalau ini berakhir dengan ditemukan vaksin ya mb? Semoga corona juga lekas berhenti, aamiin...

    ReplyDelete
  34. Padahal udah download tapi lupa terus teh buat nonton ini, ceritanya mirip banget ya sama pandemi covid19 yang terjadi sekarang ini

    ReplyDelete
  35. Semoga covid ini segera berlalu. Dan gutlak ikutan ODOPnya BPN 😘
    Aku dah nyerah duluan hiks

    ReplyDelete
  36. Aku nonton Contagion ini juga, bahkan sampai tiga kali waktu tayang di HBO. Paling sedih saat Dr. Erin Mears kesakitan, bibirnya kering, dan menggigil. Trus ingat film ini juga waktu awal ada info ornag meninggal saat antri di Wuhan

    ReplyDelete
  37. sejak pandemi, jadi banyak film yg bertema sama jadi ngetop lagi ya. termasuk film contagion ini juga aku udah baca reviewnya. baca lagi di sini, tapi aku skip dulu. cukup nonton the flu aja kemaren. skr nyari tontonan yg bikin terhibur m ketawa aja biar ga stress hihihi

    ReplyDelete
  38. Wah ini filmnya relate banget sama kejadian sekarang ya. Aku belum nonton sih, cuma udah pernah nonton film ttg virus judulnya The Flu - Korea yang main Jang Hyuk itu. Serem sih itu virusnya bikin manusia jadi kayak zombie. Heu.

    ReplyDelete
  39. Nahini aku belum nonton... serem2 gimana gitu ya.. dan relate banget dengan situasi skr.. Tapi mau nonton kok agak. keder yaa.. haha

    ReplyDelete
  40. aku dah nonton iniii. seruuuu.. sedih bener pas dokternya meninggal.. kejadiannya memang mirip mirip kejadian skrg ya, semoga kita juga bisa segera menemukan dan mendistribusikan antivirusnya secepatnya ya.. huhu

    ReplyDelete
  41. aku yah, masih sibuk ama yang lain nih, ngak ikutan nulis di BP, film ini pun belum ditonton. Tapi kalo soal film, emang sejak lama saya ngak nonton film eropa dan amerika, lebih suka ke Asia, selain korea, suka ama Thailand dan Vietna, kalo India sesekali aja

    ReplyDelete
  42. Bagus banget Mbak Lendy, menulis tentang Covid dari sudut pandang perfilman yang merupakan topik kesukaan Mbak Lendy sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, biasaya ngereview drakor...

      Slalu suka sama review film ala teh lendy

      Delete
  43. keren mbaknya tahun lalu lulus tantangan menulis di BPN yah.

    ReplyDelete
  44. Mirip banget ya si contagion ini. Mau nonton tapi ga tau di mana yang legal. Bisa sewa gitu gak sih seperti di google play?

    ReplyDelete
  45. aku belum pernah nonton film contagion ataupun the flu.
    apa yaaa.. udah stress sama covid, nonton film gituan kayaknya malah menambah beban. wkwkwkw. ehhh ini aku, lho :p

    jadi yaa sudahlah. sekarang sudah mulai bisa menerima keadaan. yang bilang ini konspirasi atau senhata bilogis china yang jebol, sabodo waelah. corona itu nyata adanya! tinggal kita berupaya untuk menekan kematian akibat corona. kalau dari sisi ekonomi sih yaa emang udah ga bisa diapa-apain juga. banyak negara yang jatuh karena korona ini.

    ReplyDelete
  46. Oalah kupikir Contagion ini film fiksi yang meramal Covid ahahaha. Ternyata dari Sars ya ceritanya. Bagian akhirnya paham kok berarti kokinya nggak cuci tangan ya

    ReplyDelete
  47. Filmnya seru banget. Pengen nonton lagi film yang setipe dengan ini. Siapa tau mak Lendy udah nonton judul yang lain. Nonton film ini bikin kewaspadaan meningkat

    ReplyDelete
  48. Padahal itu film tahun 2011 ya. Kok bisa pas gini. Jadi penasaran pingin nonton juga. Apalagi ada Matt Damon,huaaaa

    ReplyDelete
  49. waah aku blm pernah nonton film ini
    kayanya perlu di masukin list film yg harus di tonton
    sebelum pandemi, aku jaraaaaang bgt nonton film. entah kenapa pas pandemi mau gk mau suka nonton

    ReplyDelete
  50. Aku belum pernah nonton film ini ni, kayaknya menarik deh....

    ReplyDelete