COVID-19 Juga Melanda Indonesia

Bismillah,

Sudah sejak awal liburan tanggal 16 Maret 2020 yang lalu, aku pengin nulis mengenai Covid-19. Bukan, bukan karena aku orangnya ketakutan setengah mati, tapi justru aku tadinya sangat santuy. Namun saking hebohnya di semua grup WA, aku jadi mulai terpengaruh sedikit demi sedikit. Apalagi ada salah seorang teman kuliahku yang rutin masang status di WA mengenai kondisi dan gimana bahayanya si virus yang bernama Corona ini.

Oh, ya....ketidaktahuanku atas bahayanya virus ini juga karena salah satunya karena aku gak pernah nonton tivi. Di rumah, tivi hanya jadi asesoris alias pelengkap. Heuheuu~
Entah kenapa, tivi tampak gak menarik bagi kami. Dan karena anak-anak full day school, jadi pulang sekolah yaa...beresin apa-apa yang perlu dikerjain. Kalau mau main, kami prefer main boneka Surprised Toy atau kucing tembok, kejar-kejaran, kilik-kitik sampai petak umpet. Soalnya kan uda cape banget dari sekolah yaa... Kayak uda gak punya energi buat nyalain tivi.


Nah...16 Maret 2020 kemarin, ada himbauan serentak dari masing-masing Pemerintah Daerah untuk #StayAtHome atau #LearnFromHome. Pernyataan resmi Pemerintah untuk #LockDown memang terasa masih abu-abu. Masalahnya, banyaknya warga negara RI yang masih melakukan kegiatan seperti pada hari-hari biasanya.


Apa itu Covid-19?


Yang kita kenal dengan nama Corona ini sebenarnya adalah bukan jenis virus baru. Ini virus sudah ada sejak tahun 2000an. Covid-19 sendiri kepanjangan dari Corona Virus Disease. Angka 19 adalah penanda tahun ditemukannya adalah di akhir tahun 2019.

Ada 6 tipe Corona Virus. Dan tipe terdahulu adalah tipe yang tidak membahayakan, sedangkan Covid-19 saat ini adalah jenis virus terbaru dengan asymptomatic syndroms atau bisa dikatakan, virus tanpa gejala. Gejala sakitnya bener-bener samar dan persis kaya orang mau flu biasa.

Coba amati checklist berikut yaa...


Dan sakit ini tidak selalu diawali dengan demam loo... Bisa jadi flu, tapi gak pake demam, atau batuk kering, tanpa demam. Gejala disini sifatnya dan atau, bukan selalu.


Yang bikin parno kan kalau mendadak kita demam (kaya yang aku alami saat ini), namun ternyata tidak disertai gejala yang harus ada yaitu sesak napas. Karena kalau demam itu adalah sebuah cara tubuh memberi tahu bahwa kita sedang mau sakit tertentu. Itu ciri virus atau bakteri bila masuk ke tubuh manusia pada umumnya.


Jadi apa yang perlu kita waspadai?


Penularan yang kita lakukan kepada orang di rumah dengan orang-orang yang beresiko tinggi terserang penyakit. Seperti orangtua yang berusia di atas 80 tahun.

source : https://blog.sprucehealth.com
posted by David Craig, MD on March 14, 2020


Karena seperti yang kita ketahui, usia senja memang selain daya tahan tubuh atau imunnya sudah melemah, juga sudah memiliki penyakit bawaan.

Penyakit bawaan yang rentan terkena Covid-19 :

Penyakit pernapasan (sesak/asma)
Jantung
Hipertensi
Kanker


Dan dari grafik tersebut sebenarnya yang bisa kita tarik kesimpulan adalah per-kasus orang yang terkena virus Covid-19. Kasusnya mungkin random mengenai usia berapapun, namun yang meninggal dan cenderung sulit ditangani adalah yang usia lanjut dan dengan penyakit bawaan.

Maka di sini penting sekali untuk selalu menjaga pola makan dan hidup sehat, seperti makan buah, sayur dan makanan bervariasi lainnya juga tetap olahraga dan terkena sinar matahari pagi minimal 10 menit.


Upaya pencegahan apa yang bisa kita lakukan untuk melawan Covid-19?


Memakai masker saat berada di luar rumah

Dan ketika kembali ke rumah, jangan langsung leyeh-leyeh karena merasa bebas dari tempat umum. Ingat, virus Covid-19 ini bisa menempel atau sebagai carrier di tubuh kita. Dan imun tubuh masing-masing orang tidaklah sama. Begitu masuk ruma, tetap ingat untuk :

🏡Buka sepatu di pintu, sebelum memasuki rumah.
💧Tuangkan/semprotkan alkohol desinfektan pada sepatu tersebut lalu pada pakaian, ponsel, kacamata, kunci, ballpen, perangkat kerja. komputer laptop.
🧻Buang semua tanda terima pembelian, kuitansi, bon2 atau kertas2 yang bisa dibuang.
🦶Masuk rumah bertelanjang kaki langsung cuci tangan bersihkan dengan sabun. 
⏩Masuk ke kamar ; buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor di keranjang untuk siap dibawa ke mesin cuci.
🗙Jangan menyentuh apa pun. 
🗙 Jangan lantas duduk di kursi atau tempat tidur, bersantai.
💦Langsung segera mandi keramas, gosok gigi, dll.
🆗Jangan keluar rumah.




Sebaiknya bila tidak ada keperluan mendesak, tidak keluar rumah dulu. Karena Covid-19 ini bisa hidup dan terlihat gejalanya hingga 14 hari ke depan. Dan 14 hari ini bisa digunakan untuk memperbaiki imun tubuh sebelum aktif melakukan aktivitas kembali nantinya.



Inget juga gengs,
Walau di rumah muternya hanya film dan liatnya wag, lagi wag lagi...jangan mudah share berita mengenai Corona yaa... Karena banyak sekali berita yang beredar melalui wag dan ini tentu bikin kita stres sendiri. Dan stres lagi-lagi mampu menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh kita.

So please,
Cari tahu dulu pemberitaan yang benar melalui jurnal-jurnal WHO atau baca di sini https://turnbackhoax.id.



Bila memang Stay At Home, lebih baik menggunakan sabun untuk mencuci tangan, tidak perlu hand sanitizer. Karena penggunaan hand sanitizer berlebihan akan membuat kulit menjadi kebal terhadap kuman/bakteri. Dan lagi penggunaan hand sanitizer yang benar adalah meneteskan hand sanitizer dan menunggunya hingga 4 menit, bukan langsung dipakai beraktivitas. Karena zat aktif dalam hand sanitizer membutuhkan waktu untuk membunuh kuman. 

Jadi salah banget kita selama ini yaa...





Setelah semua dilakukan, jangan lupa untuk terus mendekatkan diri kepada Allaah. Dengan semakin rutin membaca dzikr, terutama dzikr pagi dan petang. Bila belum memiliki buku tuntunan dzikr, bisa download di playstore, in syaa Allaah yang digunakan dzikr shahih sesuai sunnah, yaitu aplikasi Apa Doanya.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.rahmadid.apadoanya&hl=en_US

Begini tampilannya. Apps ini cocok sekali kalau sedang bepergian dan bingung mau berdzikr apa.
Dzikr pagi-petang, dzikr setelah sholat fardlu, dan doa-doa penting lainnya.
Karena Allaah sedang rindu dengan hamba-hambaNya, maka jangan di sia-siakan untuk lebih sering bermunajat kepada Allaah terutama di situasi seperti ini.

Gimana sahabat lendyagasshi?
Siap #LawanCorona dengan usaha terbaik kita?

Please stop nyalah-nyalahin orang lain. Apalagi sampai berkata kasar. Banyak orang di luar sana yang tidak memiliki pilihan untuk terus Work From Home, seperti kita. Tugas kita di sini adalah mengedukasi dari lingkungan terkecil kita dahulu, keluarga. Kalau sanggup, hingga ke ranah RT/RW.
Bisa juga bikin video yang menarik untuk mengedukasi masyarakat, karena yang bisa bergerak paling efisien di ranah sosial media adalah kita-kita yang usia produktif.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
Di akhir tulisan, aku mau menceritakan sebuah kisah sahabat nabi ﷺ yang amat related dengan kehidupan kita saat ini.


Saat itu, Umar melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam. Di perbatasan masuk wilayah Syam rombongan berhenti. Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menjemput dan menyambut rombongan Khalifah.

Kala itu, Syam tengah tertimpa wabah tha'un, sebuah penyakit menular. Benjolan muncul di seluruh tubuh yang akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.

Umar bermusyawarah dan meminta saran kepada sahabat muhajirin, anshar, dan orang-orang yang ikut dalam peristiwa Fathu Makkah. Apakah akan melanjutkan perjalanan masuk ke Syam atau kembali ke Madinah? 

Perbedaan pendapat terjadi.
Abu Ubaidah ra menginginkan agar mereka masuk ke Syam.

"Mengapa engkau lari dari takdir Allah ?" Tanya Abu Ubaidah kepada Umar.

Lalu Umar ra menyanggahnya dan mengatakan ,"Jika kamu punya kambing dan ada dua lahan yang subur dan yang kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah. Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."

Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadist Rasulullah ﷺ.

"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya." 
(HR. Bukhari & Muslim)

Akhirnya, Umar dan rombongan kembali ke Madinah. Sementara itu, Abu Ubaidah, tetap ingin hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya. Sampai akhirnya Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr, dan sahabat-sahabat mulia lainnya radiyallahuanhum wafat karena wabah tersebut. Total sekitar 20 ribu orang meninggal dunia. Hampir separuh penduduk Syam ketika itu.

Umar, sosok yang keimanannya tak perlu diragukan lagi, memilih untuk tidak masuk ke Syam. Padahal, dengan bekal keimanannya, beliau orang yang paling pantas berkata:

"Saya tak takut masuk Syam. Wabah Tha'un itu ciptaan Allah. Kalau sudah takdir ya pasti juga akan mati. Karena itu saya tetap akan masuk Syam."

Tapi nyatanya Umar tak melakukan itu. Beliau justru membuat analogi cerdas saat berdialog dengan Abu Ubaidah. Dan di ujung kalimatnya, terucap kata-kata indah:

"Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir yang satu ke takdir yang lain."



Tonton juga video edukatif berikut ini yang dijelaskan oleh salah satu teman Kimia 2004 Universitas Airlangga yang meneliti aktif mengenai Covid-19 dan saat ini bekerja sebagai ahli epidemologi, Universitas Airlangga.

Dr. Laura Navika Yamani
Alumnus Kimia FSAINTEK Universitas Airlangga dan melanjutkan strata 2 serta strata 3 di Universitas Kobe, Jepang.




With love,


94 comments

  1. Bener buangeett Mak Lendy.
    Kudu waspada, tapi jangan paniik.
    Semoga wabah corona ini segera berakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita juga bisa belajar banget dgn sejarah sahabat Nabi ya.
      Menarik ini untuk bahan pembelajaran anak2 juga.

      Delete
  2. Aku mencoba santai bngt mba hadapin nih virus cuma kadang grup wa bnyak share2 hoak gk jelas yg kadang berhasil bkin panik hehhe smoga virusnya bsa cepat berlalu y mba

    ReplyDelete
  3. Di sini susah banget nyari masker.
    Semoga saja semuanya cepat berlalu. Saya sudah merasa kapasitas otak sudah kepenuhan dengan Covid tapi masih tumpang tindihm simpang siur ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang kita harus teliti ya memilih sumber tapi dengan banyaknya info yang berseliweran kuberasa begah :D

      Delete
  4. Smg wabah ini segera teratasi. Sayangnya ketika sebagian orang menyampaikan kewaspadaan adanya covid ini malah dibuli sebagai penyebar hoax.

    ReplyDelete
  5. Paling sebel liat panic buyer kak.. kasian sekarang petugas medis. Mereka kesulitan mendapat bajulengkap sehingga memakai jas hujan.. huhuhuhu sedih

    ReplyDelete
  6. Tapi sekarang Teh alkohol ini jadi langka dan klo ada harganya mahalllll banget. Padahal sebenernya, tenaga medis ini lebih membutuhkan daripada kita. Karena merekalah yang berjibaku langsung menghadapi pasien dengan berbagai penyakit terutama corona ini. Aku sedih sampai tenaga medis kita kekurangan alat tempur mereka dan bahkan ga punya alat pelindung diri yang banyak huhuhu. Sebaiknya kita ga beli alkohol lagi atau bkin sanitizer sndri ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pembelian alkohol dalam jumlah banyak malah merugikan banyak pihak yaaa... Sebenarnya kalau di rumah cukup cuci tangan pake sabun aja udah beres. Itulah kenapa ya kita harus seminimal mungkin untuk pergi-pergi agar ga ngabis-ngabisin hand sanitizer ataupun harus bikin ramuan sendiri pake alkohol gitu.

      Delete
  7. Wabah Corona ini emang cukup bikin panik sih. Apalagi melihat orang-orang yang seperti kurang aware dan masih cuek.


    Semoga semua cepat berlalu deh. Kita dilimpahkan kesehatan semua

    ReplyDelete
  8. aku lebih sebel sama org yang suka share tanpa tahu kebenarannya, dan suka share tanpa di saring drpd sama yg panic buying teh.

    soalnya aku jadi stress sendiri bacanya :(

    ReplyDelete
  9. Capek teh share di WAG padahal kasusnya dimana diakuin dimana kan bikin kesel malah bikin orang lain cemas kalau udah cemas kan bisa psikosomatis ga pada mikir sih *lah jadi ngegas di sini wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampe keluarga ada yang julid karena kubilang please share yang positif aja duh yah entahlah yah kesel jadinya

      Delete
    2. Aku berdoa semoga virus ini segera hempas, semuanya kembali normal dan sehat selalu aamiin ya Alloh

      Delete
  10. Covid ini emang bikin panik. Banyak orang ketakutan. Ditambah lagi ada berita hoax. Semoga cepet tertangani dan hilang ya

    ReplyDelete
  11. Dari adanya wabah ini kita jadi banyak belajar ya, bagaimana adab-adab yang seharusnya dilakukan. Apalagi semenjak adanya Corona ini kita juga jadi rajin bersih-bersih dan yang pasti konsumsi makanan sehat.

    ReplyDelete
  12. Suami pulang kerja malah masuk dari pintu belakang trus langsung menuju ke kamar mandi buat mandi dan bajunya pun langsung direndamnya. Sejak corona beliau aware banget soal beginian.

    ReplyDelete
  13. Aku lagi berusaha banget ini biar nggak panik teh. Walau bosen gara-gara harus WFH tapi ambil hikmahnya, kita jadi lebih dekat sama Allah.

    ReplyDelete
  14. Kerasa banget 2 minggu ini ya mbk, mungkin karena ada yang positif di Indonesia dari 2 orang sekarang jadi ratusan dan sudah menyebar ke area pulau Jawa. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin

    ReplyDelete
  15. Aku juga awalnya santai banget Kak Sampai akhirnya grup WA full bahas virus corona ini jadinya ikutan takut deh. Semoga semuanya cepat berlalu ya.

    ReplyDelete
  16. mirip sama temanku, denger sih tentang corona, tapi ya udah gitu. Pas anak2nya dirumahkan baru deh dia berusaha menyadari apa sebenarnya yg terjadi.
    Semoga badai ini segera berlalu, aamiin, pengennya bisa memeriahkan masjid di saat Ramadhan, tapi entahlah. Wallahu'alam.

    ReplyDelete
  17. Bener banget, jaga kondisi fisik dan psikis juga.
    Saya sekarang kalau ada yang share tentang covid-19 di WAG langsung skip aja, males baca. Jadinya sekarang mulai rajin lagi nonton berita di TV

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah gak pernah nonton TV mbak jadi nonton film aja sekarang hehehe, agak stres baca berita juga sekarang ini jadi harus jaga kewarasan

      Delete
  18. Waspada sih boleh ya sambil ikuti aturan dari pemerintah. Aku gak panik tapi lama2 iut terbawa stres makanya gak mau terlalu baca grup2 wa yg kadang kasin info hoax. Smeoga kita sehat & aman selalu. Virusnya cepat pergi sebentar lagi Ramadan soalnya

    ReplyDelete
  19. Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian.. Semoga covid-19 segera berlalu ya Mbak.. stay safe and healthy..

    ReplyDelete
  20. Sharingnya bermanfaat banget mbak.. aku juga ikut khawatir twrlebih menjamur banget di bekasi hiks.. alhamdulillah tetap stay jaga kesehatan kebersihan dan social distancing yang penting ikhtiar

    ReplyDelete
  21. Semoga kita semua dilindungi ya, Mbak termasuk para petugas medis juga. Kalau aku awal2 ngerinya tuh karena rentan banget kena flu. Tapi karena sekarang sudah tahu, ya wajib jaga2 soal kebersihan, etika bersin dan lainnya. Sekarang bantunya ya bertahan di rumah aja. Keluar kalau perlu

    ReplyDelete
  22. akupun hanya pakai HS saat keluar rumah, dirumah selalu sedia sabun pencuci tangan untuk keluarga, terimakasih info dan tips nya mba, smoga Allah menjaga kita dari penyakit tersebut

    ReplyDelete
  23. Dengan adanya wabah covid 19 ini membuat kita lebih menjaga kesehatan ya mbak. Kemana2 cuci tangan, makan yang sehat.

    ReplyDelete
  24. Sedih ya mba Lendy liat kondisi saat ini. Semoga pandemi covid-19 segera berlalu dan semua normal lagi

    ReplyDelete
  25. Aku menghindari buka2 link dan chat2 di wag tentang corona karena bikin pusing dan parno. Memang lebih baik cari sumbernya langsung. Stay healthy kita semua ya. Stay ay home. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT

    ReplyDelete
  26. Semoha semuanya segera berakhir ya Mba, aamiin kembali membaik dan aman, kasihan orang2 di seluruh dunia ini

    ReplyDelete
  27. teteh aku sedih sekaligus senang lihat bandung kayak kota mati, ga ada kehidupan di jalan, itu artinya masyarakat mulai patuh sama pemerintah tapi aku rindu bandung yang dulu, semoga pandemi ini segera berlalu ya teh

    ReplyDelete
  28. Awalnya aku juga santai kayak Lendy. Trus agak parno gara-gara di gru WA banyak yang share info seputar covid-19 dan banyak juga yang hoax. Sekarang lebih memilih banyakain dzikir, baca cerita dari link yang resmi aja dan itu pun juga nggak setiap hari. Optimis ya semoga segeera kembali pulih semuanya

    ReplyDelete
  29. Banyak banget memang kadang berita simpang siur mengenai Covid-19 ini ya mba. Benar banget nih menjaga kesehatan dan kebersihan ditambah Doa dan Dzikir nya jangan sampai ketinggalan

    ReplyDelete
  30. Semoga wabah ini segera berlalu ya mbak. Suamiku jg masih harus ngantor dan baru mau rolling wfh. Skrg tiap pulang lgsg kusuruh mandi. Baju tak sediain di kamar mandi baru abis itu masuk kamar.

    ReplyDelete
  31. Aku awalnya juga santai aja tapi begitu ada beritanya udah di Indonesia dengan pergerakan virus yang cepat dan menelan banyak jiwa, boong banget kalau ga parno. Semoga wabah ini segera berakhir, aku udah sedih duluan membayangkan ramadhan harus di rumah aja ga boleh ada kegiatan keagamaan

    ReplyDelete
  32. saya juga merasakan nih, beberapa hari yg lalu tiba-tiba tenggorkan sakit dan malah cemas kalau itu kena corona. Alhamdulillah, saya kurangin deh baca-baca berita tentang corona yang bikin saya makin cemas. Alhamdulillah sekarang saya sudah membaik begitu juga dengan anak-anak

    ReplyDelete
  33. Semoga wabah ini segera berakhir ya...
    Sedih banget, apalagi saya punya asma, khawatir juga sama kondisi orang tua, hiks... Tapi pasti ada hikmahnya ya...

    ReplyDelete
  34. Pertama kali heboh virus corona saya juga termasuk yang santuy, Teh. Karena gak sering nonton TV juga.
    Tapi karena banyak WAG yang membahas, akhirnya jadi agak parno. Yang penting kita jaga kesehatan selalu ya. dan semoga wabah ini segera berakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghadapi wabah virus corona saya juga lebih memilih tinggal di rumah dan menggunakan sabun untuk mencuci tangan. Saya belum kepikiran untuk beli hand sanitizer hehehe

      Delete
  35. Makasih sharingnya Mbak Len. Saya sharenya di WAG, terutama ebook tentang Corona buat edukasi.

    ReplyDelete
  36. Ya Allah mba aku tuh juga ngerasa kenapa kita dapat ujian musibah seperti ini. Belum tahu kapan wabah ini berakhir dan pengen wabah ini pergi sebelum ramadan tiba mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Rabbal'alaamiin semoga berakhir sebelum Ramadhan tiba ya, Mbak. Supaya kita bisa fokus beribadah bersama-sama

      Delete
  37. Akhirnya nulis juga tentang corona ya teh.
    Aku stres, menghadapi wabah ini
    Tapi skrg aq da sdkt g parno, fokus ke upaya preventifnya

    ReplyDelete
  38. Keren ya, wabah membawa hikmah,gimana akhirnya kita jadi tau bahwa kisah2 jaman Rasulullah sudah memberi kita banyak petunjuk

    ReplyDelete
  39. Semoga Corona ini segera berlalu biar kita bisa Tarawih dan ibadah puasa dengan tenang ya mbak

    ReplyDelete
  40. Bener banget, teh.
    karena ada covid-19 kita jadi semakin sadar kalau kit abukan siapa2 tanpa Allah SWT.
    let's pray and protect each other.

    this too shall pass. aamiin.

    ReplyDelete
  41. Bener banget sih, kita boleh waspada tapi jangan panik.
    walaupun sebenerny akupun juga ga enak badan dikit jadi agak parno, tapi yaaa positif thinking aja, mungkin masuk angin.

    ReplyDelete
  42. Nia Tiara
    Berita hoax bikin panik orang, sampai ngeborong sembako, kasihan kaum dhuafa, tapi ada hikmahnya juga karena semua aktivitas dirumah, keluarga jadi lebih harmonis. Hehe

    ReplyDelete
  43. bogor sudah memperpanjang masa belajae anak2 di rumah jadi sebulan. semoga wabah ini segera berlalu dan kita kembali hidup normal seperti sebelumnya aamiin

    ReplyDelete
  44. Semoga cepat berlalu permasalahn Virus ini ya, teh. Jadi bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

    Semoga kita sehat selalu ya, teh :)

    ReplyDelete
  45. Daerah saya juga sudah melakukan Learn From Home, bahkan jadwalnya diperpanjang. Semula sampai 28 Maret, diperpanjang lagi sampai pertengahan April 2020. Ya, mengingat ada beberapa PDP yg sudah ada di RS.

    Semoga kita terhindar dari Virus Corona ini. Jaga kesehatan selalu ya, semuanya. 🥰🥰🥰

    ReplyDelete
  46. Bismillah Ya Allah
    Allah mudahkan dan sehatkan kita ya mba. Semua ini tentu tak kita inginkan ya mba. Smoga terkabul doanyaa

    ReplyDelete
  47. Wah mbak saya juga gak lagi demam, tapi lagi batuk. Jadi parno. Huhu. Semoga gak kenapa napa. Makasih infonya ya mbak. Jadi lebih berhati hati lagi dengan covid 19 ini. Moga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin

    ReplyDelete
  48. Iya nih,
    Aku juga concern banget soal covid 19
    Mengedukasi keluargaku dan orang2 sekitarku
    Mengedukasi sedikit2, perlahan-lahan dan sesuai kebutuhan

    ReplyDelete
  49. Ya Allah mbak, semoga kita semua selamat dari wabah ini ya... Berita menyedihkan juga nih sore ini dari cilacap, ada positif 1 pasien. Hiks

    ReplyDelete
  50. Aku juga berusaha untuk tetap tenang dan gak panik membaca berbagai berita yang sliweran, soalnya kalo kita riweuh kasihan anak2 pasti terkena imbasnya karena mereka kan di rumah terus bareng kita.

    Semoga aja semua ini cepat berlalu dan kita semua sehat terus yaaah

    ReplyDelete
  51. Ya Allah bener2 gak nyangka sekrang dalam situasi yang kyk di pilem2 ya mbak :(
    Semoga dengan di rumah saja yang kita lakukan saat ini beneran bisa melandaikan kurva pasien dan segera ditemukan obatnya Ya Allah aamiin

    ReplyDelete
  52. Salah satu upaya yang mau aku lakukan di saat ini adalah bikin hand sanitizer homemade, tapi dibantu sama adikku yang sekolah di analis kimia biar pas takarannya. This too shall pass! Aamiin.

    ReplyDelete
  53. Khawatir dengan perkembangan berita yang beredar saat ini. Cuma bisa tawakal dan selalu jaga kesehatan dan kebersihan diri biar terjauh dari wabah yang satu ini :(

    ReplyDelete
  54. 2 hari yg laku adalah puncak2nya rasa parno saya sm virus ini. Sampai ngomel2 di igs dan wa ketima ada aja para abege yg dg cueknya ngumpul2 pas disuruh stay di rumah aja. Gemess deh sm yg begini.huhu

    ReplyDelete
  55. Yang bikin parno itu gejalanya bisa demam ringan atau malah masuk angin. Minggu lalu sempet masuk angin juga & langsung screening online. Alhamdulillah aman. Yg paling penting memang rajin cuci tangan pakai sabun di air mengalir & jaga jarak. Hand sanitizer klo pas ga ada sabun&air. Semoga kita tetap sehat & wabah ini segera berlalu.

    ReplyDelete
  56. Terima kasih, Teh sharingnya. Aku langsung download apa doanya ini di palystore, semoga manfaat juga buat yang lainnya ya..

    Semoga covid 19 segera berlalu, biar bisa aktivitas seperti biasa ya..

    ReplyDelete
  57. dengan informasi yang jelas kita ngga panik dengan covid 19. dengan paham bagaimana virus ini menular dan bagaimana gejalanya sehingga masyarakat tidak panik. Tahnks sudah berbagi hal baik kak

    ReplyDelete
  58. Saya baru tau covid sudah ada sejak 2000an, benar memang kita tetap harus ikhtiar jaga kebersihan dan sabar stay at home. Semoga lekas2 pergi jauh ya covid19 ini dan kembali ke sedia kala :')

    ReplyDelete
  59. Aku puasa medsos, Mbak..ga sebanyak sebelum Corona ada aksesnya. Juga ga nonton tipi, di rumahku tipi juga dah dicueki hihi
    Semoga segera berlalu pandemi ini dan semua pulih lagi seperti sedia kala

    ReplyDelete
  60. Sabun lebih ampuh membunuh virus setuju banget mbak, jadi sekarang kalau enggak bersifat urgent kami sekeluarga sudah di rumah aja dan kalau ke luar selalu bawa sabun cair kemana-mana.

    ReplyDelete
  61. Semenjak desas-desus Covid 19 ini hadir saya sudah mulai kuatir mbak karena melihat rata2 orang Indonesia memang masih suka berkumpul apalagi di tempat keramaian. Saya selalu berdoa semoga wabah ini segera berakhir.

    ReplyDelete
  62. Seumur umur baru kali ini melihat wabah yang mengerikan. Semoga cepat berlalu dan kekebalan tubuh kita , cepat melawan dan membunuhnya

    ReplyDelete
  63. Jadi kepikiran mertua di kampung cuma sendirian, anaknya di jakarta semua. Kalau ortuku sendiri masih ada kakak yang nemenin. Kami mau pulang juga nggak bisa. Sedih, tapi harus sabar demi kebaikan bersama. Amiin.

    ReplyDelete
  64. Subhanallah... aku merinding banget dengan perumpamaan kisah Negeri Syam itu. Begitu tegas Umar menyatakan pendapatnya terkait wabah tha'un yang kemungkinan besar menyebabkan kematian.

    Ya benar, takdir Allah memang telah tersurat. Namun tiada lah daya upaya manusia tiada diperlukan dalam hal ini. Ikhtiar dan kewaspadaan juga perlu dijalankan ya. Pas persis dengan situasi adanya Covid-19 yang sedang menghantam dunia saat ini. Hanya mereka yang tahu ketetapan Allah lah yang takabur akan kondisi yang sedang melanda dan tak mau tahu.

    Khususon saudara kita yang masih harus berjuang mencari nafkah di luar, tak bisa WFH demi keluarganya, mari kita berdoa bersama agar Allah selalu melindunginya.

    ReplyDelete
  65. Beberapa waktu lalu, saya juga sempet sakit demam dan flu. Adik sampai curiga saya kena corona, alhamdulillah ngga ada gejala kesana.
    Saya pakai istirahat dan makan teratur. Yang penting sekarang meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kebersihan tangan dengan rajin cuci tangan.

    ReplyDelete
  66. Another point not view nih Mbak dalan tulisan ini. Jadi social distancing bukanlah menghindar tapi ikhtiar utk menjauhi wabah penyakit yah

    ReplyDelete
  67. Semua perhatian sekarang emang tercurah pada si covid ini ya Mbak.
    Bener nih, saatnya kita makin dekat pada Allah, agar kita selalu dalam lindunganNya.
    Semoga musibah ini segera berlalu. Ntar lagi Ramadhan, semoga kita masih bisa bertemu Ramadhan dengan kehangatannya, menjalankan segala ibadah Ramadhan dengan suka cita. Aamiin.

    ReplyDelete
  68. Banyak yang bis kota lakukan untuk pastikan kita terlindung dari virus ini dan tida menularkan kepada orang lain

    ReplyDelete
  69. Jujur sih mba, denger berita yang beredar jadi panik, duh. Semoga lekas berlalu wabah ini, aamiin.

    ReplyDelete
  70. Bener banget mbak, lantaran di group WA banyak sekali info tentang covid, terus teman-teman tiap hari share info yang adanya malah bikin kita makin parno. jadinya saya ikut tersugesti. Bentar-bentar bawaannya takut ja. BTW trims infonya mbak.

    ReplyDelete
  71. Saya kalau di rumah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir saja, kalau keluar rumah baru bawa hand sanitizer. Itupun di tempat kerja ternyata sudah banyak disediakan. Kalau kami belum bisa Work from home

    ReplyDelete
  72. Nah seringkali yang terjadi itu kita langsung aktifitas setelah pakai hand sanitizer ya mbaaa

    ReplyDelete
  73. Saat2 sulit kayak gini kudu jauuh lebih banyak istighfar dan berdoa ya mbak, bagaimanapun ini juga buah dari ulah manusia. Teguran, musibah, hukuman, buat kita semua. Semoga kita dilindungi Allah dan kuat dengan masa2 ini aamiin.. stay sfe and healthy ya mba. Saya juga sbisa mungkin cuci tangan terus dan maskeran kalo keluar

    ReplyDelete
  74. Suka iri sama temen-temen yang bisa Work from Home. Karena di tempat kerja kami sampai sekarang belum diberlakukan hal itu. Suka sedih sama driver dan helper pengirimanku yang harus kirim sampai luar kota Kediri. Tapi dengan ikut anjuran pemerintah soal kebersihan diri dan menjaga jarak, semoga yang tidak bisa WFH dikasih tetap sehat. Keep healthy and keep happy untuk kita semua ya

    ReplyDelete
  75. Hiks, sedih banget deh dengan kenyataan ini. Kita juga ternyata bias kena. Semoga semua segera berlalu. Yang positif bias sembuh. Dan si covid19 bias segera hilang dari bumi ini. :(

    ReplyDelete
  76. Aku nggak nyangkaa sebetulnya kita akan berada di kondisi seperti ini mba. Semoga wabah ini segera ilang ya mba

    ReplyDelete
  77. Sebenarnya udah yakin kalau wabah ini akan datang jg di negeri ini tapi speechless sama kebijakan buka lebar2 pintu pariwisata, tapi ya sudahlah yang pen ting sekarang nurut aja gak ke luar rumah dan usahakan bantu mereka yang sedang susah perekonomiannya ya kak Lendy

    ReplyDelete
  78. makasih teh lend udah meringkaskan informasi yang mudah dipahami ini, semenjak himbauan lock down di rumah aku jadi lebih memperhatikan kebersihan. Bahkan tiap hari beres2 kostan, kalau dulu bisa tidur aja di kost udh bagus.. skrg lebih rutin

    ReplyDelete
  79. Semoga segera reda ya wabah covid-19 ini. Semoga kita dijauhkan dari penyakit pandemi ini dan pasien yang terinfeksi segera sembuh. Aamiin... Aku ingin suasana kondusif lagi. :)

    ReplyDelete
  80. Semoga ini segera berlalu ya Mba huhu, dilema banget sejak wabah covid banyak yg terhambat salah satunya umroh

    ReplyDelete
  81. selama 2 minggu merasa makin merasa nyaman d rumah tapi merasa terus sport jantung mba aku tuh. Pasalnya makin meningkat hari demi hari, aku berdoa semoga ini segera berakhir dan kita bisa beraktivitas lagi

    ReplyDelete
  82. Aku termasuk yg ga mungkin utk WFH, Krn berhubungan lgs dgn nasabah. Bank ga mungkin tutup, apalagi yg kantor besar :(. Tp so far Krn suami Wfh, dia ga ngizinin aku utk naik kendaraan umum, jd pulang pergi aku diantar jemput.

    Serem wabah kali ini. Tp aku ga pgn terlalu takut yg bisa bikin drop stamina. Tiap HR selalu consume vitamin dan buah dan sayur, setidaknya biar terjaga daya tahan tubuh. Air putih yg biasanya 2 liter per hari, jadi aku tambah 3-4 liter..

    Utk hand sanitizer aku ga terlalu suk sbnrnya. LBH suka sabun dan air. Ngerasa LBH bersih aja mba. HS itu bikin tangan kering. Cuma di saat darurat yg mana air susah, baru aku pake itu. Semoga aja wabah ini cepet hilang. Kasian ngeliat para pebisnis yg mulai goyang Krn wabah ini :(.

    ReplyDelete
  83. Ya Allah lenyapkanlah wabah ini dari bumi. Penyakit ini datang, rumah sakit banyak ga siap :(

    ReplyDelete
  84. Tadi malam aku dengar kabar kalau di kampung paksu udah ad yng positif Corona, ngeri banget rasanya, rasa takut makin menjadi2, semoga aja Virus Corona ini cepat berlalu

    ReplyDelete
  85. Sedih banget ya begitu Corona masuk ke Indonesia. Ternyata masyarakat kita bandel2 ya utk menjaga jarak dan tidak berkumpul. Semoga saja, Corona tidak meluas dan tidak banyak memakan korban. aamiin.

    ReplyDelete
  86. Aku kalau ke Indomaret tidak pernah pakai masker. Tapi kalau pulang langsung mandi dan tidak sentuh anak dulu sebelum bersih

    ReplyDelete