Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

[Ramadan Day 13] 7 Things To Be Grateful Everyday

Bismillah,

Hola sahabat lendyagasshi.

Setiap pagi, idealnya memang menuliskan segala sesuatu yang kita syukuri di pagi hari itu, karena kegiatan itu akan menambah semangat saat jalani hari dan juga semakin sabar. Ketika kita merasa kurang bersyukur, maka saat menjalani hari jadi super resah dan gak bahagia.

Hari ini, karena BPN Challenge Day 13 adalah menuliskan Hal yang Paling Membuat Bahagia, maka aku akan menuliskan beberapa hal yang masih bisa aku lakukan sampai saat ini. Mungkin pembaca akan merasa "Aah...it's so ordinary". Hu umm, memang aku suka kebiasaan yang dilakukan rutin dan kalaupun ada hal-hal yang di luar rencana, bukanlah sesuatu yang besar.



7 Things To Be Grateful Everyday



Hal yang Paling Membuat Bahagia Setiap Hari


Iman - Islam - Ihsan

Nikmat Iman yang nomer satu harus disyukuri. Karena hal pertama yang menjadi pondasi kehidupan seorang muslim adalah Iman. Kemudian nikmat memeluk dien yang sempurna yakni Islam dan yang terakhir Ihsan, perasaan takut ketika melakukan sebuah penyimpangan dalam berbagai hal, bukan hanya karena ada seseorang yang melihat, melainkan ketika gak ada seorang pun yang mengetahui, hati ini merasa resah bila melakukan kesalahan.

MashaAllah~
Tabarakallahu.


Kesehatan & Keluarga

Iya, ini harta yang paling berharga banget siih.. Apalagi lihat anak-anak aktif (means cerewet, sibuk bercerita apa aja yang mereka ingin ceritakan dan kakak yang hobi banget manjat segala yang bisa dipanjat di rumah)) terus lihat suami lebih rajin masak dan memenuhi semua kebutuhan yang bahkan sering gak aku bayangkan pun beliau penuhi.

Hal yang Paling Membuat Bahagia Setiap Hari

MashaAllah~
Tabarakallahu.



Waktu & Kesempatan

Aku baru menyadari kalau waktu dan kesempatan ini gak semua orang punya. Ada yang suka sekali melakukan sesuatu hal, tapi sayangnya terbentur dengan kewajiban atau tanggungjawab lain. Kalau aku?

Alhamdulillah,
Di sela-sela waktu mengurus anak-anak dan suami, suami mengijinkanku untuk melakukan hal-hal yang aku suka, seperti menonton dan menulis. Gak masak? Gak apa-apa, hehhe...ada makanan di kulkas yang tinggal di angetin. Gak bebersih setiap hari? Gak apa-apa, karena ada yang bantu setiap seminggu 2 kali.

MashaAllah~
Tabarakallahu.




Orangtua & Mertua

Alhamdulillah, aku baru saja merasakan gak punya Bapak setelah usiaku telah beranjak 30+, sehingga Allah mengijinkanku memiliki orangtua lengkap plus mertua lengkap. Kasih sayangnya gak pernah kurang. Selalu mengalir dengan derasnya karena aku anak bungsu dan perempuan sendiri pun ketika masuk ke keluarga suami, aku menantu pertama dari anak pertama yang paling disayang oleh Papa Mama.
Hal yang Paling Membuat Bahagia Setiap Hari
Bapak rahimahullah saat umroh, setahun sebelum berpulang ke pangkuan ilahi



Kalau boleh jujur, gak ada orangtua yang gak sayang anak. Iya kaan?
Tapi yang namanya anak favorit, itu tentu selalu ada. Apalagi anak pertama laki-laki dan membanggakan (karena sudah mandiri), maka kalau aku melihat dari kacamata seorang menantu, Papa Mama ini ada kecenderungan menyayangi suamiku banget banget. 

Hanya, karena sekarang suami sudah berkeluarga dan mandiri, bentuk kasih sayangnya bukan lagi dilimpahi dengan harta, tapi melalui cucu-cucunya dan cara bercerita kepada orang lain. Selalu ada nama suamiku yang disebut Papa atau Mama dalam setiap kesempatan.

MashaAllah~
Tabarakallahu.



Rejeki

Bukan hanya berupa yang disebut dengan nominal, tapi juga rejeki-rejeki dalam bentuk lain, seperti kepercayaan, persahabatan, kasih sayang dan semua yang Allah masih limpahkan kepada kami sekeluarga.

Bukan hanya berbentuk hal-hal yang terlihat dan bisa dinilai, tapi juga hal-hal yang seringkali aku abaikan, seperti bisa bernafas, melihat, membaca dan segala aktivitas yang aku lakukan sehari-hari bisa lancar. Bahkan yaa...kalau aku mau bersyukur selama ini, Allah masih melindungi kami sekeluarga dari beratnya virus pandemi.

Kemarin, saat Mas sakit di Surabaya karena positif Covid dan bergantian hadirnya kabar bahwa ipar mas meninggal kemudian mertua mas juga positif Covid, kami menangis bersama saat video call. Karena Ibu saat itu kondisinya mendadak menurun. Rasanya kaki ini ingin melangkah pulang saja. Tapi ijin suami belum turun.

Alhamdulillah,
Ibu diparingi kesehatan kembali. Setelah di SWAB dan tahu hasilnya negatif, nafsu makan Ibu kembali. Dan ini yang menjadi renunganku, bahwa pikiran yang positif, prasangka dan dukungan serta hal kecil seperti bisa mencium bau, itu adalah sebuah nikmat. 

MashaAllah~
Tabakarakallahu.




Pindah Rumah

Ya, ini juga hal yang harus aku syukuri meski awalnya like an another shocking news in Ramadan. Aku tahun ini diharuskan pindah rumah dan ini membuatku tersadar ketika packing bahwa Allah ingin mengingatkanku untuk beberes barang yang selama ini aku miliki tapi tidak produktif aku manfaatkan. Jadi, dengan pindah ke rumah baru, aku hanya mampu membawa barang yang sekiranya memang kami butuhkan.

Hal yang Paling Membuat Bahagia Setiap Hari
Rumah lama


Hal yang Paling Membuat Bahagia Setiap Hari
Rumah baru


Alhamdulillah,
ada saja rejeki yang Allah limpahkan. Di satu sisi, kami harus pindah rumah. Tapi di sisi lain, usaha suami semakin menanjak. Semoga semakin memberi manfaat yang lebih luas lagi untuk banyak orang.

Kalau ada yang bertanya, suamiku usaha apa?
Beliau adalah seorang kapiten arsitek di perusahaan PT INTERPLAN INDONESIA dan dosen di salah dua Perguruan Tinggi swasta di Bandung. Hehehe, karena falsafah hidup beliau yang keukeuh gak pengen ikut orang tapi tetap mau mentransfer ilmunya untuk generasi penerus bangsa. Aiih~
**beratberatberat

MashaAllah~
Tabarakallahu.

Semoga Allah mampukan beliau untuk terus bermanfaat yaah...
Doanya, sahabat lendyagasshi yang baik hati.



Do As I Want

Ada waktu, ada kesempatan, ada kesehatan, maka aku melakukan apa yang aku sukai. Dari mulai membaca, menonton dan menulis review drama Korea dan film di blog lendyagasshi

MashaAllah~
Tabarakallahu.



Semoga sahabat lendyagasshi gak bosan yaah..main ke blog so pinky ini, yang isinya mostly all about Korea. Alasannya, karena aku bahagia melakukannya. Dan semoga meskipun sedikit, harapannya menebarkan manfaat atau bisa menjadi tempat ngobrol yang asik bagi sesama drakorian.


So,
What makes you grateful today, chingu-ya?


좋은 하루 되세요
Have a great day!



With love,


13 comments for "[Ramadan Day 13] 7 Things To Be Grateful Everyday"

  1. Mba turut berduka cita atas kehilangannya..

    Selain itu bersyukur juga ya mba keluarga sudah negatif covid. Semoga gak ada yg positif lagi.

    Turut senang juga sama kepindahan di rumah barunya. Bener banget bawa barang2 yg dibutuhkan aja jdnya ya mbak. Rumahnya cakep bgt btw :)

    ReplyDelete
  2. iya teh, tulisanmu ini mengingatkan memang banyak hal yang patut untuk disyukuri dalam hidup ini.

    turut berduka cita atas kehilangannya..

    semoga teteh sekeluarga sehat dan bahagia selalu

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillaaah mbaaa.. bahagiaaa deh bacanyaaa.. senang diingatkan untuk selalu bersyukur bersyukur dan bersyukur.. Nikmat-Nya sungguh tak terbatas

    ReplyDelete
  4. Ah, tulisan Lendy selalu menyentuh pribadi-pribadi yang beriman. Memang benar rezeki itu bukan saja berupa nominal. Bunda paling sukak bacanya. Kemudahan dlm segala urusan, kesehatan yg prima, anak2 yg ceria selalu dan solid kakak beradik itu juga rezeki.
    Bunda ikut berduka dan berdo'a semoga Lendy dan kel besar mengikhlaskan kepergiannya. Alfatihah.
    Bunda gagal nerusin BPN Ramadan challenge-nya. Gak terkejar euy!

    ReplyDelete
  5. Turut berduka ya mbak. Aku juga waktu covid kmr sempet drop krn mikir macem2 akhirnya mencoba membangun afirmasi positif. Alhamdhulilah bisa sehat lagi fan bwner bgt setelah sembuh tu jd banyaaak bgt bersyukur. Bahwa hal kecil yg sering kita anggep remeh tu rejeki dr Allah. Jd jangan sampe lupa bersyukur sudah kd orang Islam dan punya iman dan ikhsan..thanks reminder nya mbak

    ReplyDelete
  6. masyaAllah, tabarakaAllah..alhamdulillah ala kulli hal ya teh..what a happy life you have...bahagia dan penuh syukur ini pasti kuncinya...

    ReplyDelete
  7. ah iya teh
    memang baiknya tiap pagi rutin ya nulis jurnal syukur, biar kita nggak pernah lupa untuk selalu mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kapada kita
    btw selamat untuk rumah barunya ya teh

    ReplyDelete
  8. Masya Allah.... Aku ikut senang membaca artikel ini mam. Kesehatan, waktu, keluarga merupakan rejeki yang luar biasa. Semoga kita dapat menjadi manusia yang senantiasa bersyukur dan cukup. Aamiin...

    ReplyDelete
  9. memang sepatutnya selalu ada yang bisa kita syukuri ya setiap harinya terutama nikmat iman dan islam yang semoga saja masih tetap kita genggam sampai akhir hayat

    ReplyDelete
  10. Turut berbebelasungkawa mbak Lendy atas keluarganya yang meninggal.
    Memang zaman pandemi ini salah satu nikmat yang wajib disyukuri adalah nikmat sehat selain jg masih bisa kumpul lengkap sama keluarga ya.
    Wah asyik pindahan rumah. AKu jg pengen pindah rumah atau renov rumah, Liat2 dulu rezekinya bakal dapat yg mana hehe

    ReplyDelete
  11. Masyaallah, aku baru tau nih sedikit ttg keluarga mbak lendy, I'm so happy for you mbak, semoga makin makin bahagia lagi ke depannya

    ReplyDelete
  12. Udah lamaa pengen tau soal mba Lendy ini selain review drakornya, hehe. Baru tau banyak di sini :)
    Turut berbelasungkawa ya Mba

    ReplyDelete
  13. Aku suka banget jurnaling pagi pagi dan nulis apa saja yang bisa disyukuri hari itu dan emang ngaruh banget ke mood mba. Semoga kita bisa menjadi golongan orang yang pandai bersyukur ya Mba

    ReplyDelete

Berlangganan via Email