Pengaruh Media Dalam Perkembangan Gender Anak

Bismillah,


Jaman sekarang, semua orang punya mata, semua mata bisa melihat dan yang mereka lihat adalah tayangan-tayangan yang belum tentu layak tonton. Bayangkan saja, iklan di televisi pun yang notabene hadir di jam tayang kartun anak-anak, mengandung konten buruk. Seperti gaya laki yang keperempuan-perempuanan, atau sebaliknya, iklan sabun mandi yang jelas memperlihatkan aurat wanita secara berlebihan, dan bahkan kartun di televisi pun sudah terkontaminasi oleh perilaku LGBT.

Saya tergabung di kelompok 3 in 1 mempersembahkan tema tentang "Pengaruh Media Dalam Perkembangan Gender Anak."


Sudah gak asing kan yaa...
Kalau anak pingin diam, tenang dan gak rewel...biasanya Ibu kasih apa?
Ya, gadget.

Dan gadget ini gak hanya handphone lhoo, Bu...
Televisi, dan benda elektronik lainnya juga disebut gadget.

Pemberian tontonan yang tersedia di gadget ini sungguh memerlukan pengawasan yang ketat dari orangtua. Kartun keluaran Disney dan tayangan-tayangan Disney channel yang sudah terang-terangan mensosialisasikan gerakan masif mengenai LGBT.

Seperti pada kartun berikut :


Kartun Doc McStuffin - salah satu kartun produksi Disney, di salah satu episodenya menampilkan sosok dua orang Ibu dalam satu rumah dan mengasuh 2 balita. Pesannya oke banget :

"Family stick together"


Karena di episode ini anak-anak dikenalkan pada cara penyelamatan saat terjadi gempa.
Tapi pahamkah anak-anak akan kejanggalan kartun tersebut?


Kesadaran identitas jenis kelamin (gender identity) adalah kesadaran anak tentang konsep peran pria dan wanita dalam kehidupan.

Perkembangan peran jenis kelamin pada anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya:

1. Faktor biologis. Perbedaan anatomis dan hormon antara pria dan wanita menyebabkan perbedaan psikologis diantara mereka.

2. Faktor sosial. Anak mempelajari peran jenis kelamin melalui peniruan dan observasi terhadap perilaku orang lain.

3. Media massa. Pesan yang disampaikan oleh media massa memiliki pengaruh terhadap perkembangan peran seks.

4. Pengaruh perkembangan kognitif. Seiring dengan perkembangan kognitifnya, anak terus didorong untuk tetap konsisten berperilaku sesuai dengan peran jenis kelamin yang ada di benaknya.

Mengacu pada tema, maka point-point yang akan kami bahas malam ini :

1. Konten LGBT pada Film Anak
2. Hubungan Antara Tayangan Anak yang Bermuatan LGBT dengan Gender Identity
3. Pentingnya Pendidikan Fitrah Seksualitas pada Usia Dini
4. Sisi Positif dan Negatif dari Media
5. Tindakan Preventif Orangtua terhadap Pengaruh Media





5 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Di Brunei

Bismillah,


Waah...belum waktunya liburan, tapi sudah berangan-angan ingin menikmati liburan ceria ke negara tetangga? Bosan selalu ke Malaysia atau Singapura? Kenapa tidak coba pilih Brunei? Negara ini bahkan punya Royal Brunei sebagai maskapai penerbangan internasionalnya.

Sebelum membahas Brunei, ada baiknya kita mengenal dulu maskapai penerbangan yang sudah ada sejak tahun 1984 tersebut. Royal Brunei merupakan maskapai kesultanan Brunei Darussalam yang memiliki 10 armada pesawat untuk penerbangan hingga ke 19 negara di dunia. Mulai dari negara-negara Asean, Timur Tengah, Australia, Selandia Baru, hingga ke Eropa.
Bedanya Royal Brunei dengan maskapai penerbangan lain ada pada pramugarinya. Semua pramugarinya benar-benar mewakili orang-orang Brunei yang dikenal ramah dan bersahaja.
Rasa nyaman penerbangan ini pun akan kamu rasakan hingga sampai di negaranya. Brunei begitu aman, damai, dan tenteram. Kamu pasti betah berlama-lama di negara ini.



Bismillah,
Semoga diberi kesempatan untuk berlibur ke Brunei.

Eh,
Kenapa tiba-tiba ingin ke Brunei niih?

1. Karena letaknya yang dekat dengan Indonesia
Negara ini terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Wilayahnya yang hanya seluas 5.765 km² yang menempati pulau Borneo dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak.

source : worldkings.org

2. Negara yang mayoritas beragama Islam dan menggunakan hukum Islam
Mengapa ini menjadi penting buatku? 
Karena ini akan memudahkan kami dalam menyusuri kuliner di negara ini, tanpa ada rasa takut makanannya gak halal atau susah mencari masjid saat waktu sholat tiba.


3. Wisata religi
Naah...berwisata yang bisa sekaligus menambah keimanan, in syaa Allah ke negara yang mayoritas penduduknya Muslim begini.

Diantara :

1. Masjid Sultan Omar Ali Saifudin

source : wikipedia.org
Mayoritas masyarakat di Brunei adalah Muslim. Oleh karena itu, masjid ini menjadi salah satu landmark negaranya. Berkunjung ke masjid ini bisa kapan saja. Tapi, malam hari dinilai sebagai waktu yang paling tepat. Kamu akan menyaksikan kemegahan masjid tersebut dengan lampu-lampu terang yang menyinari sekelilingnya. Masjid ini memiliki 28 kubah yang menjadi simbol bagi Omar Ali Saifuddien III sebagai Sultan Brunei ke-28 saat itu.


2. Istana Nurul Iman

source : flickr.com

Sebagai negara kerajaan, maka di Brunei ada istananya. Salah satu istana yang sangat megah di negara ini adalah Istana Nurul Iman. Namun, karena istana ini tidak terbuka untuk umum di luar hari raya Idul Fitri, kita hanya bisa melihatnya dari luar saja.


3. Kampong Ayer

source : bruneiresources.blogspot.com

Perkampungan di atas sungai ini merupakan perkampungan yang masih melestarikan warisan budaya leluhur mereka. Bahkan, kehidupan di atas air ini disebut-sebut sebagai desa air terbesar yang ada di dunia. 

Rumah-rumah perkampungan ini terbuat dari kayu. Mereka, termasuk kita yang ingin menyusuri Brunei Bay untuk melihat lokasi ini harus menggukan taksi air. Tapi, biasanya masyarakat aslinya lebih memilih naik sampan.


4. Empire Hotel and Country Club

source : theempirehotel.com

Di Brunei banyak tempat mewah, Empire Hotel and Country Club merupakan salah satu buktinya. Tempat yang memakan waktu pembangunan hingga 6 tahun ini memiliki banyak fasilitas. Selain Hotel, terdapat sauna, bioskop, 6 restaurant, bar,  gym, dan 6 lapangan golf. Bahkan, setiap kamar di Hotel ini kabarnya dilengkapi dengan lift pribadi. 


5. Pusat Penemuan Minyak dan Gas Brunei

source : citiestips.com
Sedikit berbeda, sahabat lendyagasshi bisa memasukkan tempat ini sebagai list wisata di Brunei. Berwisata ke tempat ini akan memberi sahabat banyak pengetahuan dan pengalaman mengenai Industri Minyak Bumi negara tersebut. 
Mulai dari pengolahan, teknologi yang digunakan, hingga pengelolaannya.

Tempat ini terbuka untuk umum secara gratis. 
Jadi, jangan ragu-ragu untuk masuk, ya... 

Gimana? 

Tempat wisata di Brunei tidak kalah seru dengan di Malaysia atau Singapura, kan? 
Bahkan, tempat-tempat ini jauh lebih unik dan anti-mainstream.

Jika melihat dari kehidupan masyarakatnya, Brunei tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Walaupun mayoritas agamanya Islam, tapi masyarakat di sana juga hidup berdampingan dengan masyarakat dari agama, suku, dan ras lain. Nilai-nilai positif ini bisa menjadi oleh-oleh lain dari Brunei yang dapat kita bawa saat pulang selain kekaguman akan berbagai tempat wisatanya tersebut.



Siapa sahabat lendyagasshi di sini yang sudah pernah mengunjungi Brunei?
Berbagi di kolom komentar yuuk...



Salam hangat,




Pentingnya Membangun Fitrah Seksualitas Pada Anak

Bismillah,




Masih dengan materi yang sama seperti sebelumnya yakni menumbuhkan fitrah seksualitas pada anak. Dipresentasikan oleh kelompok Two Become One, yang terdiri dari Rima Melanie, Isti, Ismi Istiqomah, Uswatun Hasanah, Ratna Zahara, Sasha, Putri, Ririf. Kelompok ini mengangkat tema Betapa pentingnya membangun fitrah seksualitas pada anak ini...


Baca tulisan sebelumnya :



Sesuai dengan ayat dalam Al-Qur'an bahwa

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.🙷
QS. Yasin (36) : 36



وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.🙷
QS. Adz-Dzariyat : 49


Pertanyaan yang paling mendasar adalah 

Dari manakah asalnya LGBT?

Dari manakah asalnya penyimpangan seksual?

Benarkah LGBT itu bawaan lahir? 
Benarkah ada orang yang dilahirkan sebagai gay?

Apa penyebab LGBT?

Apakah ada hubungannya dengan rumah?

Dengan ayah bunda?




Pertama, 

kita sangkal dengan tegas bahwa LGBT adalah bawaan.

Dalam Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 49 sudah dijelaskan bahwa Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan.
Tidak ada yang lain.

Bahkan banyak penelitian yang menbuktikan bahwa LGBT bukanlah sebagai keturunan. Seperti yang dijelaskan pada tulisan berikut :

Kaum LGBT banyak yang mengaku mengaku secara sepihak bahwa apa yang mereka lakukan adalah karena faktor gen Bio Gen, digadang gadang kalangan gay agar mereka diterima di masyarakat. Mereka menyebutnya gen gay (gay gene theory) atau lahir sebagai gay (born gay).

Tahun 1989, ilmuwan Jerman, Magnus Hirscheld mengenalkan teori "born gay" dan menegaskan bahwa homoseksual itu karena pengaruh gen bawaan. Ia menyerukan persamaan hukum bagi gay. tapi hal ini tanpa ada landasan ilmiah.

Tahun 1991, dua orang peneliti yaitu Dr. Michael Bailey dan Dr. Richard Pillard melakukan penelitian yang membuktikan bahwa homoseksual itu bawaan. Yang di teliti adalah pasangan kembar identik, kembar tidak identik, adik kaka biologis, atau saudara angkat.
Riset ini menyimpulkan adanya pengaruh gen namun gagal menemukan faktor genetik penentu. Riset menyebutkan bahwa diantara mereka yang gay, saudaranya pun terindikasi ikut menjadi gay.

52% pasangan kemabar identik yang gay, saudaranya ikut menjadi gay.
22% pada kembar biasa, 9.2% pada saudara biologis, 10.5 pada saudara angkat.

Akan tetapi gen di kromosom yang membawa sifat menurun tak berhasil ditemukan.


Sesungguhnya riset ini menunjukan bahwa gay adalah perilaku menular akibat pergaulan dan lingkungan (socio genetik) dan salah asuh di keluarga (psychogenic) bukan bawaan lahir.


Riset tadi dilanjutkan Dean Hmer seorang gay.
Dia meneliti 40 pasangan kakak adik homoseksual.

Hasil risetnya mengatakan bahwa salah satu dari beberapa gen yang diturunkan oleh ibu terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pada sifat homoseksual.


Teori ini runtuh tahun 1999 oleh Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada. Menyatakan bahwa hasil penelitian terbaru tidak mendukung adanya kaitan gen X yang mendasari homoseksual.
Penemuan ini didukung oleh Prof. Alan Sanders dari Universitas Chicago.


Secara akal sehat pun kita menolak mentah-mentah tentang adanya LGBT.
Secara fisik pun bisa kita lihat dengan jelas perbedaan alat reproduksi wanita dan pria yang sudah jelas jelas diciptakan sepasang. Bahkan hati nurani pun pasti menolak perilaku menjijikan seperti itu.

Perasaan aneh, rasa bersalah dari pelaku, bayangkan jika mereka benar-benar bersatu dan kemudian melegalkan "sewa rahim" atau donor sperma dalam rangka memperpanjang keturunan?
Sungguh sangat menjijikan!



Dari mana asal LGBT ?

Penelitian-penelitian di atas membuktikan bahwa LGBT disebabkan karena salah asuh (pshyco genic) dan salah budaya atau lifestyle (socio genic) bukan bawaan lahir atau genetis.

Salah asuh yang dimaksud adalah Ayah ada, tapi tiada.



Coba sahabat lendyagasshi perhatikan, kebanyakan orang yang terjebak LGBT pasti ada masalah di keluarganya.

Buktinya apa?

Kalo Ayah benar-benar hadir, gak akan mungkin rela melihat anaknya jadi banci, pakai jilbab di youtobe, lalu pake lipen, dan make-up lainnya...
Parahnya, para anak muda pencari perhatian ini memiliki jutaan followers. Dan kalau followersnya banyak, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Itulah mengapa perilaku ini menular.
Karena mudahnya orang menjadikan idola dari apa yang mereka lihat. Dan sudah pasti, orientasinya adalah duniawi. Uang, terkenal, dan memiliki apapun yang mereka inginkan.


Pentingnya orangtua hadir dan memahamkan anak-anak akan fitrah seksualnya sesuai dengan tahapan usia anak.



Fitrah seksual berhubungan dengan fitrah keayahan dan kebundaan.
Anak yang fitrah seksualnya tumbuh dan berkembang dengan tepat, akan tumbuh sesuai dengan gendernya.

Seorang anak lelaki yang fitrah kelelakiannya tumbuh, kelak akan tumbuh subur pula fitrah keayahan-nya. Dia akan menjadi ayah yang baik, bertanggung jawab buat istri dan anak anaknya. Mampu menjadi imam bagi keluarganya.



Begitu pun sebaliknya, seorang anak wanita yang fitrah kewanitaannya tumbuh dengan baik, kelak akan tumbuh pula fitrah kebundaannya. Menjalankan kewajibannya sebagai istri dan bunda bagi anak anaknya. Mampu mendidik anak anaknya menyiapkan generasi berikutnya membangun peradaban.



Jadi,
menumbuhkan fitrah seksual pada anak artinya menyiapkan dua generasi di depan kita..




Sekian resume diskusi malam ini.
Semoga menjadi pencerahan bagi para orangtua yang masih bingung bagaimana mengenalkan fitrah seksualitas pada ananda yang masih balita.


Ayo...
Tunggu apalagii...

Segera memahamkan anak akan fitrah seksualitas ini sebelum terlambat.


Salam hangat,

Konsep Gender Pada Usia 0-7 Tahun

Bismillah,



Bergabung dalam sebuah komunitas yang jaringannya sudah tersebar di seluruh dunia itu menurutku itu perlu banget. Apalagi Ibu-ibu muda yang saat ini hidup di jaman penuh kemudahan dalam mencari dan menyerap informasi, maka dengan bergabung di Institut Ibu Profesional, aku menempa diri untuk selalu mengikuti dan menikmati langkahku sebagai seorang Ibu.

Beres di satu kelas pertama (Matrikulasi) dan naik ke kelas berikutnya (Bunda Sayang), ini menandakan bahwa Institut Ibu Profesional benar-benar memiliki komitmen dalam meng-upgrade ilmu di bidang kerumahtanggan dan pendidikan anak.


Tugas di kelas Bunda Sayang kali ini adalah berdiskusi dengan tema :

Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak



Karena tugas hari ini dipresentasikan oleh kelompok One Eleven, maka kami boleh bertanya sekaligus tulisan ini dibuat berdasarkan hasil diskusi yang kami lakukan di dalam kelas (wag) malam ini.

Fitrah adalah keadaan yang dihasilkan dari penciptaan dan telah ada sejak lahir, serta tidak berubah.
Sedangkan Fitrah Seksualitas bermakna bagaimana cara seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai dengan fitrahnya. 
Bila ia laki-laki, maka akan bersikap dan berperilaku seperti layaknya laki-laki sejati, dan bila ia perempuan juga akan berperilaku seperti perempuan sejati.

Jika anak keliru dalam berpikir, merasa dan berperilaku, maka inilah yang disebut dengan penyimpangan seksualitas.
Bisa jadi tomboy, kemayu, dan seremnya lagi, masuk dalam kategori LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Saat ini, penyimpangan seksual sebenarnya tidak hanya terkurung dalam 4 kategori ini, ada 6 penyimpangan lain yang perlu sahabat lendyagasshi ketahui, yaitu :


Q - queer
Awalnya istilah ini digunakan sebagai bentuk dari rasa kebencian. Kata yang bisa digunakan sebagai pernyataan politik dan menunjukkan orang tersebut tidak mau diidentifikasi sebagai gender yang bisa dipasangkan.
Misalnya, laki dan perempuan, homoseksual dan heteroseksual, atau mereka yang tidak mau diberi label berdasarkan orientasi seksual mereka.

Q - questioning
Seseorang yang masih mengeksplorasi identitas gender dan orientasi seksual.
Istilahnya, masih ragu-ragu...ia sebenarnya laki-laki atau perempuan. Suka sesama jenis atau lawan jenis. Semua masih membingungkan bagi mereka.

I - intersex
Orang yang tubuhnya jelas bukan laki atau perempuan. Ini karena mereka memiliki kromosom yang bukan XX atau XY atau karena alat reproduksi mereka bukan dikategorikan sebagai 'standar'.

A - allies
Seseorang yang mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual namun mendukung komunitas LGBTQQIAAP.

A - asexual
Orang yang tidak tertarik secara seksual kepada gender apa pun.

P - pansexual
Orang dengan ketertarikan seksual yang bukan berdasarkan gender dan bisa mengkategorikan dirinya ke gender atau identitas seksual apa pun.


Membingungkan yaa?
Yaah...apapun itu, yang penting kita mesti waspadai ke anak keturunan kita, semoga selalu dilindungi dari bahaya penyakit penyimpangan seksual di atas.


Penyimpangan ini mungkin terjadi karena beberapa hal yang tidak terpenuhi dalam sebuah keluarga, diantaranya :

kedekatan dan kelekatan.

Anak-anak yang tercerabut kelekatannya dari usia dini maka akan mengalami gangguan kejiwaan, perasaan terasing, perasaan kehilangan hingga lebih parahnya menderita depresi.
Bukan tidak mungkin di kemudian hari ia akan mengalami masalah sosial dan seksualitas, seperti contoh di atas.


Maka gunakan mantra sakti :
Banyak ngobrol bareng
Banyak main bareng

Agar bisa membuat visi dan misi keluarga.
Karena jika sudah menjadi ayah yang diperlukan adalah solusi untuk mengembalikan konsep diri anak.



Penguatan Konsep Gender dengan cara :


1. Mengenalkan kemudian menguatkan konsep gender.
Dari mulai bayi usia 6 bulan, anak sudah mulai mengenal mana suara Ayah dan Ibunya. Sehingga dikuatkan dengan panggilan. Ayah dan Ibu.



2. Memahami peran sebagai laki-laki dan perempuan.
Peran di sini artinya adalah kegiatan selama di rumah. Anak-anak akan terbiasa meniru kegiatan orangtuanya. Jika anak perempuan, pasti meniru Ibunya saat menyapu, membereskan rumah, mencuci piring, dan lain-lain. Sedangkan anak laki-laki akan terbiasa melihat aktivitas ayahnya yang berkaitan dengan memasang bohlam lampu, membetulkan barang elektronik yang rusak, dan sebagainya.



3. Membiasakan anak sesuai dengan gendernya.
Anak dibiasakan untuk mengambil keputusan dengan memilih apa yang akan dimainkan, bermain di mana, dan dengan siapa saja. Tentu ini perlu diarahkan, karena kebiasaan anak bermain dengan yang bukan gendernya akan menyebabkan anak misinterpretasi akan fitrah seksualitasnya.



Dengan tantangan orangtua saat ini yang ada, seperti para artis dengan perilaku menyerupai perempuan dengan fisik laki-laki dan ini berbalut acara komersial di televisi dengan jumlah penonton dan follower yang banyak, maka hal ini tidak dianggap aneh lagi. Malah menjadi sbuah tontonan menarik untuk segala usia. Padahal tontonan semacam ini yang mampu mengaburkan pendidikan seksualitas pada anak.

Belum lagi asesoris yang digunakan para public figure ini, seperti gelang, kalung atau anting, yang kita tahu biasanya digunakan oleh perempuan, kini bisa digunakan laki-laki juga. Dengan dalih entertainer, keren dan lain-lainnya.

Jadi bagaimana solusinya?

1. Mengenalkan anggota tubuh sesuai namanya.
Menyebut bibir, mata, telinga, tentu akan biasa saja. Maka samakanlah saat menyebut payudara, vagina ataupun penis pada anak. Tentu hal ini disesuaikan dengan jenis kelamin anak, agar mereka paham dan tidak tabu.


2. Menanamkan rasa malu
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.


3. Mengajarkan anak cara bersuci yang benar
Dari mulai bayi, Ibu selalu mengajarkan cara bersuci yang benar setelah berhadats. Mungkin memang benar anak bayi belum paham apa maksud perkataan Ibu, namun bayi bisa memahami pola dan rutinitas yang Ibu lakukan.


4. Berpakaian sesuai gender
Berpakaian erat sekali dengan pasangannya, yaitu asesoris. Membiasakan anak-anak memilih model dan warna serta asesoris yang sesuai gendernya.


5. Role-play atau Bermain peran
Permainan yang sangat disukai anak adalah ketika ia ingin menjadi sesuatu atau yang biasa kita sebut dengan role-play. Ketika anak perempuan ingin menjadi Ayah, maka dampingi dan beri pengertian bahwa ia perempuan, maka tidak mungkin menjadi ayah, karena Ayah adalah sosok lelaki.


6. Membangun sisi feminis (pada anak perempuan) atau maskulin (pada anak laki)
Ini penting sekali mengingat tontonan jaman sekarang yang kurang edukatif. Maka yang wajib menanamkan karakter ini adalah kedua orangtuanya.
Anak perempuan usia 0-5 tahun perbanyak dekat dengan Ibu, namun 5-7 tahun, dekatkan dengan Ayahnya. Agar anak perempuan ini mampu mengisi ruang-ruang kosong di hatinya.


7. Mengenalkan gender keluarga
Ayah adalah laki-laki sedangkan Ibu adalah perempuan. Lalu berlanjut ke kakek, nenek, paman, bibi, dan seterusnya.



8. Memisahkan tidur anak
Sesuai dengan hadits Nabi sholallahu 'alaihi wa sallam,

مُرُوا أولادكم بالصلاة وهم أبناءُ سبع سنين، واضربوهم عليها وهمأبناءُ عشر سنين؛ وفرَقوا بينهم في المضاجع

"Perintahkan anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun, pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia 10 tahun dan pisahkan di antara mereka tempat tidurnya."

(HR. Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan oleh An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin dan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Untuk anak dengan jenis kelamin berbeda, maka pisahkan kamar mereka. Namun untuk anak dengan jenis kelamin sama, bisa dengan memisahkan selimut mereka saja sejak dini.

Namun alangkah lebih baik jika anak-anak memiliki kamar tersendiri untuk menjaga privacy masing-masing.


9. Melatih anak berkata tidak
Ini tentu tidak mudah, karena fitrah anak-anak adalah di saat mereka menerima kebaikan, maka mereka akan menuruti kemauan sang pemberi kebaikan.
Jadi,
mulailah membiasakan anak untuk berkata "tidak" pada orang asing yang baru ditemui di jalan atau di tempat baru.



Video di atas bisa menjadi inspirasi untuk mengajarkan anak tentang bagian mana saja yang boleh disentuh dan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh dan belajar untuk berkata tidak serta menceritakan segala yang dialami kepada orangtua.


Berat yaa...tugas menjadi orangtua...
In syaa Allah semua tentu dikembalikan lagi pada Allah.
Semoga Allah menjaga selalu dengan sebaik-baik penjagaan.
Aamiin.


Sekian rangkuman materi dari presentasi kelompok One Eleven yang disampaikan oleh mba Sukeng Nadia, Ummi Haajiroh, Iffa Ashshidqa, Wita Maulida, Tamiadian, Mimi DuoK, Dian, š¥ď.


Bonus : E-Book Printable Games Mengenal Seksualitas pada anak, silahkan di download yaa...




Semoga bermanfaat.

Salam hangat,