Persembahan 10 Tahun Prudential Syariah : Pruprime Healthcare Syariah

Ketika hidup masih sendiri, apa yang dipikirkan setelah bekerja?
Pasti hanya memikirkan `Bagaimana cara menghabiskan uang yang sudah dihasilkan saat bekerja?`. Ini adalah harga yang harus dibayar atas kerja keras yang sudah dilakukan selama 6 hari kerja dalam 1 minggu.


Namun kalau kondisinya sudah berkeluarga, apakah kita masih bisa berpikir hal yang sama? 
Uang yang dihasilkan hanya untuk dihabiskan tanpa memikirkan investasi atau jaminan hidup jangka panjang? 
Sepertinya jawabannya adalah Big No-No yaa…


Mulai dari menyiapkan kebutuhan si kecil, biaya pendidikan hingga dana darurat saat mengalami sakit atau butuh rawat inap, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.  Maka dari itu, kita perlu dibantu oleh seseorang yang ahli dalam perencanaan keuangan.



Pada hari Rabu, 10 Mei 2017, PT Prudential Life Assurance mengadakan acara 10 Tahun Prudential Syariah dan peluncuran PRUprime healthcare syariah di Trans Luxury Hotel, Bandung.


Dengan tujuan utama memperkenalkan produk terbaru dari Prudential Syariah selama kiprahnya di Indonesia sepanjang 10 tahun, maka hari ini Prudential Syariah resmi meluncurkan PRUprime healthcare syariah. Pelebaran sayap Prudential Syariah dalam membangun perekonomian Indonesia adalah selain untuk semakin mengedukasi masyarakat luas akan penting berasuransi yang cerdas juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi kesehatan sesuai tagihan saat rawat inap.


Prudential memiliki komitmen yang kuat untuk mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia dengan cara memberikan perlindungan yang terbaik. Salah satunya melalui peluncuran PRUprime healthcare syariah, yang merupakan produk asuransi jiwa rawat inap berbasis syariah yang komprehensif dengan manfaat yang berkembang dan jangkauannya luas.


Acara hari ini dibuka oleh Corporate Marketing, Nini Sumohandoyo sebagai Communications and Shariah Director Prudential Indonesia dan menjelaskan bahwa “PRUprime healthcare syariah adalah produk asuransi rawat inap berbasis syariah dengan pembayaran biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan jangkauan global. Manfaat asuransi ini dapat berkembang sesuai kebutuhan nasabah. Produk ini diluncurkan oleh Prudential karena Prudential senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan perlindungan berdasarkan prinsip dan nilai-nilai universal syariah.”



Produk PRUprime healthcare syariah yang diluncurkan hari ini memiliki banyak kelebihan yang inovatif dibandingkan dengan produk asuransi sejenis. Salah satunya adalah PRUprime healthcare syariah memiliki fitur di mana Prudential Indonesia akan membayar biaya rumah sakit sesuai dengan tagihan, sehingga nasabah bisa fokus pada pemulihannya saja.


Selain itu, PRUprime healthcare syariah juga menawarkan manfaat yang terus berkembang, dimana nasabah akan diberikan penambahan 10% dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan oleh Prudential Indonesia. Penambahan diberikan hingga maksimal 50% dari batas manfaat awal, sehingga perlindungan dapat dirasakan meskipun biaya pengobatan terus meningkat setiap tahunnya. Fitur ini merupakan yang pertama di industri asuransi jiwa syariah. 


Keunggulan PRUprime healthcare syariah yang lain yakni adanya PRUprime limit booster. Apakah itu? 
PRUprime limit booster adalah sejumlah dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai. Sehingga apabila digabungkan dengan batas manfaat tahunan, maka fitur ini dapat memberikan dana tambahan hingga Rp 35 miliar, yang merupakan nilai perlindungan rawat inap tertinggi di Indonesia. ~woow~




Apabila terjadi hal yang sangat tidak diinginkan atau dengan kata lain keadaan darurat, maka nasabah PRUprime healthcare syariah menawarkan perlindungan global. Produk ini memberikan fasilitas perawatan secara cashless di jaringan rumah sakit yang luas di Indonesia, Singapura dan Malaysia, di mana nasabah cukup menunjukkan kartu PRUprime healthcare syariah tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri. 

Manfaat lain yang menjadi unggulan produk ini adalah Santunan Dana Marhamah, yakni santunan kasih sayang. Diberikan jika peserta yang diasuransikan meninggal dunia.



Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka Prudential melihat Indonesia adalah negara yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dengan komitmen mendukung pengembangan perekonomian syariah yang menjadi bagian dari rencana pemerintah. 
Karena Prudential Indonesia percaya bahwa prinsip-prinsip syariah berlaku universal sehingga digunakan juga untuk memberi edukasi pada masyarakat dengan tema #PRUSyariahUntukSemua


Jadi,
Masih ragu untuk memiliki asuransi?


Bisa cari tahu dulu di 
FP : https://www.facebook.com/prudential.indonesia
Webwww.prudential.co.id



Salam hangat,


Seminar Parenting Bersama SGM Membantu Orang Tua Untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak

Assalamu`alaykum,


Sudah merasa menjadi orang tua yang senantiasa memenuhi kebutuhan anak? Masa iya siih...?
Kebutuhan anak bukan hanya dari segi lahir lhoo...(seperti sandang, pangan dan papan) tapi juga keberadaan kita sebagai orang tua yang merupakan madrasah utama dan pertama bagi anak.



Penting banget kehadiran orang tua terutama di golden age anak yaitu usia 1000 hari pertama hingga 5 tahun. Penyerapan otak anak sedang sangat optimal di usia-usia tersebut. Jadi buat para orang tua yang selalu menganggap anak tidak mengetahui apa-apa tentang masalah orang tua, oow...hati-hati...parents. Itu pendapat yang salah besar.

Anak-anak bisa menangkap setiap gelombang perasaan yang kita pancarkan. Baik senang, bahagia, khawatir, sedih, kesal, ataupun marah. Dan cara kita mengekspresikan emosi-emosi tersebut yang akan direkam oleh otak anak dan ditiru.

.
Macam-macam emosi
Kadang, kita hanya menyebut emosi adalah sesuatu yang negatif, padahal emosi bisa juga merupakan hal yang positif. Seperti perasaan senang, bahagia, bangga. Menamai berbagai jenis emosi yang dirasakan anak ini juga merupakan jenis kecerdasan yang harus dikuasai sejak dini agar mendukung perkembangan si kecil ke tahap berikutnya, yakni bersosialisasi.


Karena ciri anak yang mampu bersosialisasi adalah 


* Bertubuh Sehat
Anak yang bertubuh sehat, tentu memiliki jiwa yang kuat. Nutrisinya senantiasa terpenuhi sehingga sambungan syaraf di seluruh tubuhnya dapat tersambung sempurna.


* Cerdas
Anak yang tumbuh sempurna dapat dilihat dari tahap perkembangannya yang sesuai dengan usianya. Dan setiap anak akan memasuki dunia imajinasi mereka sendiri sebagai bentuk tahap perkembangan otak.

Tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun dan 4-6 tahun

* Perkembangan Emosi yang Baik
Anak dengan perkembangan emosi yang baik akan lebih mandiri dan mudah menempatkan diri di mana pun ia berada. Ia akan mudah berteman dengan siapa saja dan menjadi anak yang cepat tanggap terhadap lingkungan.



Dalam rangkaian acara SGM yang diadakan di Hotel Harris Bandung pada tanggal 6 Mei 2017 bersama Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M. Si., Psi.,  SGM Eksplor Dukung Orangtua Kembangkan Keterampilan Sosial Anak Generasi Maju kali ini dipandu oleh MC kodang, Cici Panda. Seminar ini bertujuan untuk membuka pengetahuan para orangtua dalam mengembangkan kemampuan sosial anak terlebih dahulu daripada kemampuan akademik pada usia dini.

Mengapa?

Karena anak dengan kemampuan sosial yang baik akan menjadi anak yang . . .
mampu berteman dan bekerjasama
berkompetisi dengan sehat
sabar menunggu saat mengantre
menjadi anak yang sopan, mampu menjadi problem solving dan mampu melerai pertikaian di antara teman-temannya
mengendalikan emosi dengan cara yang benar
taat pada aturan
dan terakhir memiliki daya empati yang tinggi.


Untuk bisa memiliki anak sesuai dengan apa yang kita inginkan dengan menumbuhkan kemampuan sosial yang baik ada beberapa langkah yang mesti orangtua lakukan.


Pada Tahap Awal :

1. Bangun kedekatan antara anak dengan orangtua
Kedekatan (attachment) berbeda dengan ikatan (bonding). Perbedaan antara attachment dan bonding terletak pada seberapa banyak kualitas waktu kita pada anak-anak. Kita boleh saja selalu berada di sebelah anak, namun tidak membersamai mereka saat beraktivitas.

Attachment terbangun karena adanya ikatan individu yang saling menyayangi serta adanya hubungan emosi dan fisik yang akrab. Sedangkan bonding adalah ketertarikan pertama antara anak kepada orangtua. Jadi kesimpulannya, attachment dapat terbentuk karena adanya proses yang panjang antara hubungan anak dan orangtua.

Attachment ini bisa diperoleh dengan cara :

šŸ’® Orangtua sensitif terhadap kebutuhan anak
Kebutuhan anak seperti apa?
Dari sejak bayi, ketika bayi menangis. Maka apa yang biasa Bunda lakukan?
Membiarkan sesaat atau langsung ditenangkan?
Nah...ini penting. Karena kebutuhan anak saat masih bayi adalah kehadiran, kenyamanan dan perlindungan dari orang tuanya.


šŸ’® Saling menatap mata dan saling memeluk.
Pandangan mata ini sangat berarti untuk orang lain saat beriteraksi yang menandakan keseriusan kita terhadap orang tersebut. Untuk anak, mereka akan merasa sangat diperhatikan ketika berbicara atau berinteraksi saling menatap mata.

Pelukan adalah bentuk skin to skin orangtua dengan anak. Pentingnya adalah menunjukkan perasaan nyaman dan perlindungan kepada anak.


šŸ’® Memberi kesempatan kepada si kecil untuk bermain sendiri
Ini yang biasanya jarang dilakukan orangtua saat bermain bersama. Setiap main sudah pasti ditemani, diawasi dan kerap di kritik saat melakukan kesalahan. Padahal apa yang menurut kita benar, belum tentu sesuai dengan imajinasi anak. Selama permainan yang dilakukan tidak membahayakan diri si kecil, ada baiknya mereka bereksplor sesuai ruang imajinasi.


šŸ’® Jangan berbohong kepada si kecil, karena ia percaya pada Ayah dan Bunda.

Pernah berbohong kepada anak?

Misal : saat mereka menginginkan sesuatu dan kita tidak ingin membelikannya, biasanya kita beralasan `Maaf, nak...Bunda sedang tidak punya uang.`
Namun apa yang terjadi ketika kita yang suka dengan suatu barang? Kita bisa dengan spontan membeli. Sehingga anak akan merasa adanya ketidak sesuaian perkataan Bunda dengan si kecil saat ia memiliki keinginan.


šŸ’® Bersabar dengan perilaku si kecil
Membersamai tumbuh kembang anak memang tidak bisa bergegas. Membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra dari orangtua. Karena segala sesuatu tidak bisa instan, namun membutuhkan proses. Dan dalam proses inilah, baik orangtua maupun si kecil akan menumbuhkan attachment.



2. Attachment yang baik membuat anak menjadi memiliki rasa percaya kepada orangtua
Apabila sudah percaya terhadap orangtua, si kecil akan mudah bercerita apapun yang dialami sehingga ada keterbukaan antara orangtua dan anak.


3. Mandiri
Anak akan menjadi mudah bergaul bersama teman dan timbul kemandirian dalam diri si kecil.

Tahap Lanjutan, Orangtua Mengajarkan Beberapa Hal Berikut :

4. Mengajari anak untuk bisa mengenal emosi yang mereka rasakan
5. Diajarkan untuk mampu menjaga dirinya sendiri
6. Mengajarkan cara berkomunikasi
7. Disediakan sarana untuk melatih fokus (daya kosentrasi) dan imajinasi
8. Empati


Tahapan perkembangan anak inilah yang wajib kita tumbuhkan sebagai orangtua generasi maju. Bukan melulu membicarakan masalah akademik, tapi bagaimana si kecil bisa menempatkan diri di manapun ia berada.


Untuk bisa menempatkan diri, anak dilatih untuk bisa mandiri terlebih dahuu. Cara menumbuhkan kemandirian tersebut ada beberapa cara :

✿ Memberikan si kecil kesempatan untuk mencoba
✿ Dan saat si kecil sudah mencoba, tidak memburu -buru
✿ Terakhir, kala apa yang dilakukan si kecil diberi apresiasi.
Bisa berbentuk pelukan, pujian dan ekspresi wajah yang menyenangkan
`Yeeay...kamu berhasil, nak.`


Untuk mendukung daya imajinasi agar si kecil mau mencoba, sebaiknya :

1. Mengurangi gadget atau screen time (TV, radio, tab, dan berbagai piranti yang bisa mengalihkan perhatian si kecil)
2. Memberikan si kecil semangat saat melakukan kegiatan dan belajar untuk menyelesaikannya satu per-satu
3. Memperbanyak kegiatan fisik
4. Mendampingi si kecil dengan membacakan cerita bergambar atau dongeng
5. Pretend play (bermain pura-pura bertamu, misalnya)
6. Saat mendongeng, ajak si kecil untuk melanjutkan dongeng



Karena apa yang kita lakukan saat ini adalah warisan untuk kehidupan anak kelak. Sehingga jangan sampai kita merasa menyesal dengan tidak mendampingi tumbuh kembang anak secara maksimal.

Terima kasih SGM atas kesempatan mengikuti seminar parenting kali ini. Karena menurut Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Presetyo, tujuan diadakan seminar parenting ini adalah ingin mengajak para orangtua untuk memberikan support positif kepada orangtua agar mampu melatih keterampilan sosial anak dengan menyiapkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang si kecil.

Karena road-show ini juga telah dilakukan di 2 kota sebelum Bandung, yakni Padang dan Jakarta. Maka diadakannya di Bandung yag merupakan kota ketiga diharapkan mampu menyebarkan ilmu lebih luas lagi ke masyarakat.


Bagaimana, Bunda?
Siap berubah demi kebaikan masa depan si kecil?

Sekian resume seminar parenting SGM Eksplor. Semoga bermanfaat.



Salam hangat,









Book Talk & Meet And Greet : Luka Dalam Bara

Assalamu`alaykum,

Aku hari ini mau ngajakin temen-temen buat ikutan menikmati keseruan acara Book Tour & Meet And Greet : Luka Dalam Bara. Penulis yang sudah 10 tahun berkarya ini mempersembahkan sebuah buku yang berisi fragmen (potongan-potongan kisah, peristiwa dan pemikiran) perjalanan patah hatinya dengan seorang wanita di kota yang berbeda.



Ya,
Bara menceritakan bahwa ia menjalani proses pengenalan ini diiringi dengan jarak yang membentang di antara mereka. Ratusan kilometer. Dari Jakarta hingga Yogyakarta. Tentu sesekali mereka bertemu dalam waktu yang singkat. Kalau tidak Bara yang beranjak dari Yogya ke Jakarta demi pujaan hati, atau J (sosok wanita yang dikisahkan dalam buku Bara yang terbaru ini) yang mendekat ke Bara.

Buku kumpulan fragmen ini membuat aku deg-degan juga saat membaca. Terbayang kisah cinta yang begitu dalam dan memilukan di akhir.


Baca juga : Luka Dalam Bara


Tapi ternyata, Bara menilai dari perspektif yang positif. Ia mengumpulkan segala kenangan saat bersama sang mantan. Dan sebenarnya penyusunan buku ini saat mereka belum memutusan untuk mengakhiri hubungan, jadi sempat meminta ijin untuk memasukkan beberapa dialog antara mereka berdua yang memang sengaja ditulis oleh Bara. 


Bara sangat jujur menjawab semua pertanyaan para pembaca setianya. Dan sikapnya yang humble, membuat aku terpana. Cowok kelahiran Pontianak, Juli 1989 ini mengaku bahwa keinginannya menjadi penulis sejak kecil adalah klise. Ingin terkenal.

Ia mengaku, tak pernah sedikitpun menyangkal bahwa ingin suatu saat nanti bisa se-terkenal penulis favoritnya, Dan Brown yang menghasilkan karya dengan ratusan juta copy terjual di pasaran. Dan impian itu aku rasa sudah mendekati nyata. For the information, buku Luka Dalam Bara ini terjual 500.000 copy hanya dalam waktu 2 hari. Wow!

Salah satu fans Bara berucap ia sampai ikut PO (Pre-Order) buku Luka Dalam Bara agar tidak kehabisan.

Jujur, saya pertama kali melihat buku Bara memang tertarik pada cover bukunya yang berwarna biru dongker. Dengan gambar sepasang muda-mudi yang duduk berhadapan dan berlatar sebuah cafe. Pemandangan seolah sang lelaki menuangkan begitu banyak hati dari dalam amplop ke tangan sang wanita, begitu eye-catching.



Ternyata ilustrasi luar biasa ini datang dari seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa ITB yang bernama Alvin. Dia terinspirasi dari cerita Luka Dalam Bara yang bersetting di sebuah cafe saat pertemuan-pertemuan mereka. Seringnya bertemu di cafe ini tentu ada alasannya. Selain cafe memang tempat diskusi yang asik, pertengkaran pertama mereka juga  berlatar sebuah cafe di dekat tempat tinggal sementara Bara (saat berkunjung ke Jakarta).

Pada acara Book Talk ini, kami mendapat tips dari Bara untuk menjaga kesehatan sebagai seorang penulis.


Tips Menjaga Stamina Bagi Seorang Penulis :

1. Milikilah Jam Kerja
Dengan hidup teratur, yakni menulis di jam-jam efektif seperti siang hari saat jam 13.00 - 18.00. Bukan begadang di malam hari. Karena kalau begadang, maka keesokan harinya akan lemas dan ngantuk. Padahal pagi adalah waktu yang tepat untuk beraktivitas dengan semangat.

2. Olahraga
Pekerjaan yang paling tidak sehat adalah menulis, begitu aku Bara dalam Book Talk ini. Karena ia akan betah duduk lama sambil memandangi laptop. Tidak bergerak sama sekali. Jadi biasakan olahraga. Yang murah saja, seperti lari atau jalan. Buat para cewe-cewe, jalan ke mall itu juga bagian dari olahraga. Asal pas di mall-nya jangan naik eskalator, apalagi lift. Naik-turun tangga juga dinilai olahraga penguatan stamina bagi Bara.

3. Perbanyak Minum Air Mineral
Kalaupun terpaksa begadang, Bara sangat menghindari minuman ber-kafein seperti kopi atau teh. Ia lebih memilih banyak minum air mineral agar sehat.

4. Membaca Bahasa Tubuh
Karena tubuh manusia itu bisa mengeluarkan sinyal-sinyal tertentu saat sedang sakit atau ada masalah, maka Bara mengingatkan bahwa penting membaca bahasa tubuh dan jangan mengabaikannya.

5. Memenuhi Nutrisi Otak
Ini makanya Bara suka banget berada di co-working place sebagai tempat andalan untuk menulis. Karena selain ada yang melayani saat ia membutuhkan sesuatu, ia juga tidak perlu repot untuk masak sendiri kala sinyal tubuh menunjukkan rasa lapar ataupun haus.





Karena jarum jam saat itu sudah menunjukkan pukul 13.00, maka dengan berat hati acara Book Talk & Meet and Greet ini terpaksa disudahi oleh sang moderator (yang juga editor dari buku Luka Dalam Bara). Sudah puas? Hehhee...rasanya belum siih...masih banyak keingintahuan kami terhadap buku ke-11 dari Bernard Batubara. 

Seperti biasa, dalam sebuah acara kurang lengkap rasanya tanpa mengabadikannya dalam sebuah jepretan foto. Selain mengantri untuk book-sign, aku juga menyempatkan diri berfoto bersama Bara dan Alvin.


Bersama Bernard Batubara. Suer! Doi orangnya ramahnya kebangetan.

Bareng sang ilustrator Luka Dalam Bara, @alvinxki. 


Terima kasih atas undangannya Kang Koko Nata dari Noura Publishing.
Sampai jumpa di keseruan acara berikutnya lagi yaa...sahabat.


Salam hangat,














Mengenali Gaya Belajar Anak

Assalamu`alaykum,

Bunda-bunda yang berbahagia...pernahkah kita menemui anak yang susah banget diajak belajar? Atau sudah dikasih tau bolak-balik, tapi masih juga gak ngerti.

Kesel, sebel dan gemes...kemudian seringkali tercetus 12 gaya populer, seperti mengancam, membandingkan atau malah meremehkan.
Kalau sudah begini, si anak akan makin malas belajar.

Efek domino dalam pengasuhan inilah yang harus kita cari akarnya. Apa yang bisa kita perbaiki agar anak nyaman saat belajar. Bahkan tanpa disuruh dan bisa menangkap pelajaran dengan mudah.





Melalui seminar yang saya hadiri pada hari Sabtu, 15 April 2017 di Miko Mall dan ternyata selaras dengan materi Bunda Sayang di komunitas Institut Ibu Profesional (IIP). Maka saya akan menampilkan materi 3 Gaya Belajar Anak beserta tips mengoptimalkannya, yaitu :

Auditory
Belajar dengan mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

Visual
Belajar  dengan citra visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

Kinestetik
Belajar menggunakan segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait dengan gerakan.



Untuk mengenalinya, kita harus tahu dahulu ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar tersebut.
Berikut ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar :



Gaya Belajar Auditori
(belajar dengan cara mendengar)

Lirikan ke kiri/ke kanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Untuk itu maka ibu/guru sebaiknya memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibanding dengan mendengarkan.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.


Ciri-ciri gaya belajar auditori :

šŸŒ·Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
šŸŒ·Penampilan rapi
šŸŒ·Mudah terganggu oleh keributan
šŸŒ·Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
šŸŒ·Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
šŸŒ·Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
šŸŒ·Biasanya ia pembicara yang fasih
šŸŒ·Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
šŸŒ·Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
šŸŒ·Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual
šŸŒ·Berbicara dalam irama terpola
šŸŒ·Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara




Gaya Belajar Visual 
( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan ke atas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata/penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar. Metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak di titikberatkan pada peragaan/media. Mengajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. Seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.


Ciri-ciri gaya belajar visual :

šŸŒ·Bicara agak cepat
šŸŒ·Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
šŸŒ·Tidak mudah terganggu oleh keributan
šŸŒ·Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
šŸŒ·Lebih suka membaca dari pada dibacakan
šŸŒ·Pembaca cepat dan tekun
šŸŒ·Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
šŸŒ·Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
šŸŒ·Lebih suka musik
šŸŒ·Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.




Gaya Belajar Kinestetik
(belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)


Lirikan ke bawah bila berbicara dan berbicaranya lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan mengeksplorasi sangatlah kuat. Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan


Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

šŸŒ·Berbicara perlahan
šŸŒ·Penampilan rapi
šŸŒ·Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
šŸŒ·Belajar melalui memanipulasi dan praktek
šŸŒ·Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
šŸŒ· Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
šŸŒ·Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
šŸŒ·Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
šŸŒ·Menyukai permainan yang menyibukkan
šŸŒ·Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
šŸŒ·Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
šŸŒ·Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.



Sudah terbayang gaya belajar ananda apa, Bunda?
Saya pertama kali dapat materi ini, yang saya lakukan malah mengidentifikasi diri sendiri dulu. Karena prinsip saya, bagaimana saya mau menuntun anak kalau saya tidak mengenali diri sendiri?

Tidak ada kata terlambat selama ia masih mau bergerak berubah kan yaa...

Naah...sekarang dikasih Ibu Septi strategi untuk masing-masing gaya belajar di atas. Simak yuuk...biar bisa mengoptimalkan kemampuan anak.


Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

šŸ“Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
šŸ“Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
šŸ“Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
šŸ“Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
šŸ“Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan membiasakan mendengarkan sebelum tidur.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

šŸ“Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
šŸ“Gunakan warna untuk meng hi-lite hal-hal penting.
šŸ“Ajak anak untuk membaca buku-buku ber-ilustrasi.
šŸ“Gunakan multi-media (contohnya : komputer dan video).
šŸ“Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam bentuk gambar.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

šŸ“Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
šŸ“Ajak anak untuk belajar sambil meng-eksplorasi lingkungannya
(contoh : ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
šŸ“Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
šŸ“Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
šŸ“Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.



Sudah dapat pencerahan, Bunda?
Maka Bunda bisa mulai mengamati gaya belajar anak dari bagan berikut



Dan pesan Ibu Septi bahwa perjalanan pengamatan gaya belajar pada anak ini tidak bisa dilakukan satu atau dua hari lalu dapat kita simpulkan. Namun butuh waktu berhari-hari hingga kita yakin betul, mereka benar-benar berbinar saat melakukan aktivitas apa?

Dengan begitu,
dengan gaya belajar tersebutlah kita optimalkan perkembangan fitrah belajar anak.

Don`t teach me, 
Because i love to learn


šŸ“šSumber Bacaan :
Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009
Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016


Selamat membersamai anak dalam menemukan fitrah belajarnya, Bunda.


Salam hangat,