Bird
Lendyagasshi
Hijraa - Never stop learning


Materi demi materi sudah kami lewati dengan penuh kesungguhan. Setiap masuk kelas ada perasaan, ada kepingan puzzle apalagi yang hendak Bunda Septi berikan kali ini. Maka, minggu ini, yang telah memasuki minggu ke 8 dengan materi Bunda Produktif (seri buku ke-3 dari kurikulum di Institut Ibu Profesional) nya, yaitu :

Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas
Materi #8 - Matrikulasi Koordinator IIP
----------------------------------------------------------------------


Bunda, 
perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa 
“Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”

Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima, melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.


Be Professional, Rejeki will Follow



Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. 
“Be Professional” 
diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. 

Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow”
bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti.

Yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang



Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 tahun) dan memasuki taraf aqil baligh (usia 14 tahun ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).


Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.


Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tersebut apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. Energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek
c. Rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.


Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. Kita ingin memiliki apa (have)


Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan (strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)


Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.


Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita. Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.


Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas.


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/



Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015




Nice HomeWork #8
πŸ“šMisi Spesifik Hidup dan ProduktivitasπŸ“š


Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sebagai berikut :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Mulailah dengan perubahan, karena pilihannya hanya satu, berubah atau kalah.


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


NHW #8 lendyagasshi


Sekian materi kali ini. Semoga bermaanfaat dan untuk saya sendiri, semoga semakin konsisten dalam menekuni bidang yang bisa dan suka.

Salam hangat,
- Fasilitator IIP Bandung









[Materi 8] Misi Spesifik Hidup Dan Produktivitas



Materi demi materi sudah kami lewati dengan penuh kesungguhan. Setiap masuk kelas ada perasaan, ada kepingan puzzle apalagi yang hendak Bunda Septi berikan kali ini. Maka, minggu ini, yang telah memasuki minggu ke 8 dengan materi Bunda Produktif (seri buku ke-3 dari kurikulum di Institut Ibu Profesional) nya, yaitu :

Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas
Materi #8 - Matrikulasi Koordinator IIP
----------------------------------------------------------------------


Bunda, 
perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa 
“Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”

Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima, melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.


Be Professional, Rejeki will Follow



Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. 
“Be Professional” 
diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. 

Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow”
bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti.

Yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan, bukan bersungguh-sungguh karena uang



Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 tahun) dan memasuki taraf aqil baligh (usia 14 tahun ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).


Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.


Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tersebut apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. Energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek
c. Rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.


Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. Kita ingin memiliki apa (have)


Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan (strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)


Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.


Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita. Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.


Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas.


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/



Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, Bunda Produktif, 2014
Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015




Nice HomeWork #8
πŸ“šMisi Spesifik Hidup dan ProduktivitasπŸ“š


Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sebagai berikut :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Mulailah dengan perubahan, karena pilihannya hanya satu, berubah atau kalah.


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


NHW #8 lendyagasshi


Sekian materi kali ini. Semoga bermaanfaat dan untuk saya sendiri, semoga semakin konsisten dalam menekuni bidang yang bisa dan suka.

Salam hangat,
- Fasilitator IIP Bandung










Mungkin banyak orang yang gak suka sama drama yang satu ini. Karena temanya kontroversial. Drama yang berjudul On The Way To The Airport (Gonghang Ganeun Gil곡항 κ°€λŠ” κΈΈ) ini mengangkat tema tentang keluarga, profesi, romantisme dan perselingkuhan.

Kenapa perselingkuhannya aku bold?
Karena itu sebenarnya yang menjadi tema utama.


Aku menikmati alur yang ditawarkan sang writer-nim. Bahwa semua orang berhak memikirkan dirinya sendiri untuk mencapai kebahagiaan. Bahwa banyak cara untuk mencapai kebahagiaan itu. Bisa jadi dengan bertemu orang yang salah dulu....baru ditakdirkan dengan mr. Right-man.

Takdir.
Selalu ada takdir yang bermain dalam hidup ini. Kita percaya dan mengikuti apa yang sudah digariskan.

Yang bikin jatuh cinta lagi, gak lain karena aku (cukup) suka sama lead femalenya. Aku kalau suka sama drama, biasanya gak peduli rating...Meskipun orang sedunia suka sama drama be-rating tinggi, tapi kalau pesannya gak nyampe, karena plotnya kurang kuat ditambah lagi tipe drama menye-menye yang hanya nge-jual tampang artisnya, ogah banget!


Diperankan oleh :


Kim Ha Neul sebagai Choi Soo-Ah.

Berprofesi sebagai seorang pramugari namun juga seorang ibu dari seorang anak gadis berusia 12 tahun. Berkepribadian baik, lembut, sabar dan sayang sekali dengan anak semata wayangnya. Hal ini yang sering menjadi penyebab Soo-Ah karena berbeda pendapat masalah anak dengan suaminya, kapten Park.






Shin Sung-rok sebagai Park Jin-Seok.

Profesi suami dari Soo-Ah ini adalah seorang pilot senior. Rutenya sering ke Sidney, jadilah dia dapet julukan "Pilot keren dari Sidney" oleh pramugari yang sering terbang 1 rute dengan doi.

Memang penampilannya keren saat pake seragam pilotnya, tapi karakter si Pak Pilot ini menyebalkan. Dingin, cuek sama anak-istri, dan suka seenaknya sendiri saat mengambil keputusan. Belum lagi karena selalu tinggal berjauhan dengan istrinya, jadi doi rada-rada playboy.



Lee Sang-Yoon sebagai Seo Do-Woo.

Pria yang hadir di kehidupan Soo-Ah. Seorang arsitek yang (sudah) menikah. Memiliki kepribadian yang hangat, lembut dan penuh perhatian. Sangat menyayangi anak gadis bawaan istrinya. Karena anak inilah nanti yang membawa hubungan ia dengan istrinya menjadi retak.






Jang Hee-Jin sebagai Kim Hye-Won.

Wanita yang sangat gila kerja. Bahkan di saat anak kandungnya mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal, yang ada di pikirannya hanya kerja, kerja, dan kerja.

Istri Do-Woo ini berharap semua peninggalan ibu Doo-Woo dapat dimiliki. Karena termasuk pecinta seni simpul Korea.




Berawal dari arogansi Kapten Park terhadap istri dan anaknya. Ia memaksa anaknya untuk bersekolah Internasional, dengan alasan agar anaknya pintar berbagai bahasa, terutama Inggris. Tanpa meminta persetujuan istrinya, ia melakukannya sendiri dan sesegera mungkin minta istrinya untuk mengemasi barang anaknya. Tentu anak gadis yang sudah berusia 12 tahun ini keberatan. Karena merasa tidak pernah didengar segala pendapatnya dan hanya menjalani apa yang sudah diputuskan sang Ayah.

Sediih lihat adegan ini.
Karena aku inget masa lalu aku sendiri dalam keluarga. Betapa gak enaknya jadi anak yang gak bisa memutuskan apa yang diinginkan.

Kapten Park selalu tidak punya waktu untuk bertemu dan berkumpul bersama dalam satu keluarga yang utuh. Entah kebetulan atau memang doi yang ngatur, jadwal penerbangan mereka selalu bentrok. Jadilah segala komunikasi selalu dilakukan melalui telepon. Segala urusan anak dan rumah tangga diserahkan pada Soo-Ah.

Kebayang betapa lelahnya yaa....

Dan konyolnya lagi, Kapten Park gak berselera makan di rumah, masakan istrinya sendiri. Ia lebih sering mampir ke apartemen rekan kerjanya (seorang pramugari juga, sahabat Soo-Ah, yang ternyata mantannya pula...hadeeuuh...).



Hal yang sama juga terjadi dalam rumah tangga Seo Do-Woo dan Kim Hye-Won. Ada permasalahan besar terjadi. Ketika anak gadis mereka yang tinggal di Malaysia (syutingnya beneran di Malay, tapi sayang hanya sedikit scenenya), meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan pulang ke Korea. Misteri meninggalnya Annie (Seo Eun-Woo, nama Korea nya) inilah yang mengungkap siapa sebenarnya sang istri Do-Woo.

Bahkan ia bisa-bisanya bilang "Mungkin kamu bisa dengan mudah sayang dengan Annie, tapi tidak denganku. Aku memang Ibu Annie, tapi bukan berarti aku memiliki sifat keibuan".

Hiikss...

Nangis dengernya yaa...?
Karena kenyataan bahwa Hye-Won hanya melahirkan dan setelah itu tidak merawat Annie. Setelah Annie beranjak dewasa, ayah kandungnya mengantarkan bertemu Ibunya yang bekerja di rumah keluarga Seo Do-Woo dan meninggalkannya karena sesuatu alasan. Apa alasannya?

Baru diungkap di episode akhir. Kalau ternyata Ayah Annie mengidap penyakit dan divonis hidupnya tidak akan lama lagi.


Hubungan yang kacau di rumah tangga masing-masing inilah yang mempertemukan Do-Woo dengan Soo-Ah. Mereka sama-sama menemukan sesuatu yang gak mereka dapatkan dari pasangan masing-masing. Kehangatan dan perhatian.

Do-Woo menemukan sifat keibuan yang dimiliki Soo-Ah dan Soo-Ah menemukan kenyamanan saat berbicara dengan Do-Woo.



Meskipun drama ini sering nampilin scene telpon-telponan, tapi pas mereka ketemu, kerasssaa banget feel nya. Kaya adegan janjian di bandara antara Soo-Ah dan Do-Woo. Ceritanya Soo-Ah membawa salah satu barang peninggalan anaknya di Malay yaitu setrika. Tapi karena koper Soo-Ah ketuker sama penumpang, terpaksa mereka ngobrol sepanjang penantian. Obrolan biasa khas sesama orang tua.



Drama ini tuh...keliatan natural banget deh...Jauh dari seronok dan saru, seperti pada kasus perselingkuhan pada umumnya. Jadi kalau gak sadar, yang keliatan memang kisah cinta dua orang yang telah menikah aja....*sama aja yaa?

Sering juga aku ngerasa ikut deg-degan karena ada adegan pandang-pandangan saat ketemu. Padahal cuma liat-liatan yaa...? Termasuk drama yang jarang skinship, karena ternyata hanya lewat pandangan dan tingkah laku, semua emosional bisa digambarkan. Saluuut sama Lee Sang Yoon (yang meranin Do-Woo) dan Kim Ha-Neul (Soo-Ah).


Sesederhana itu mereka menunjukkan cinta. Tanpa kata-kata.


Untuk yang suka pemandangan, drama ini banyak menyajikan pandangan yang luas. Dari mulai pemandangan Korea dari studio Do-Woo, sampai pemandangan sungai Han. Bandara Incheon, tentunya...karena ini tempat utama mereka bertemu dan bertemu lagi di ending cerita. Gak ketinggalan pemandangan Pulau Jeju yang sudah femes kecenya....





Filosofi matahari terbit ala Soo-Ah.
"Ketika kamu melihat matahari terbit di lantai 2 ini, maka orang tersebut akan mampu melewati masa-masa sulit karena ia tahu bahwa ia sedang dicintai oleh seseorang."


Aku sendiri sejujurnya gak bisa nebak endingnya. Aku tadinya bakal sedih banget kalo pasangan ini balik ke pasangan masing-masing...*looh?? heheehe....lha kan percuma yaa...uda nonton 16 episode. *ketawa evil...hhooho...

Dan alhamdulillahnya,
endingnya diserahkan ke penonton sendiri, alias dikasih scene penutup yang ngambang. Penonton bebas berimajinasi bakalan seperti apa pasangan Do-Woo-ssi dan Soo-Ah.

Huuff....



What's the Learning Point after watching these extraordinary drama?

1. Bahwa pernikahan perlu komunikasi yang sehat.
Memang baik jujur dengan pasangan tentang apa yang dirasakan, dan belajarlah berempati dengan perasaan pasangan kita.
Bagaimana kalau engga?
Yaa...kurang lebih seperti yang diceritain dalam drama OTWTTA ini....*maap, panjang yaak singkatannya??
Pasangan akan menemukan tempat yang nyaman lainnya untuk memenuhi kekurangan kita.

2. Bagaimanapun, menikah adalah sebuah proses.
Proses yang tanpa henti. Jadi teruslah berproses dengan saling mengenal pasangan.
Bagaimana caranya mengenal pasangan kalau hidupnya terpisah?

Maka, jadikanlah "Rumahku Syurgaku".
Yang di sana tempat berbagi segala rasa dan asa.

3. Hadapilah segala masalah dan jangan lari ke orang ketiga.
Benar adanya kalau pasangan itu ibarat pakaian kita, yang menutupi aurat kita. Jadi untuk saling menjaga dan melindungi. Dengan tidak membawa masalah ke orang lain (selain ke ahlinya, kalau memang membutuhkan konsultasi), selain Allah.

4. Jangan berkholwat.
Meskipun hanya memikirkan orang lain (yang bukan pasangan), itu menurut aku uda selingkuh.
Di drama ini memang fokusnya ke Do-Woo dan Soo-Ah. Tapi jangan ditanya, karakter play-boy dari kapten Park selama menjadi pilot dan doi diam-diam menikmati pujian dan berdalih hanya ngobrol dengan pramugari lain (tapi di hotel), ini juga uda termasuk selingkuh menurutku.
Apalagi membandingkan istrinya dengan mantan.
Errrg....pantesan aja Soo-Ah gak betah sama karakter suami macam begini. *ke laut aja, kapten!

5. Terakhir, gak perlu laah...nyalahin orang lain dan bertanya kenapa mereka begini dan begitu.
Yang perlu dilakukan adalah introspeksi.


Buat kamu yang suka drama bergenre mellow, kaya aku, drama ini asik dinikmati saat malam hari. Dapeett banget feel pemainnya, deg-degannya, dan berasa jatuh cinta lagi tentunya.


Terakhir,
cuma mau kasih tau kalo Lee Sang-Yoon itu lulusan Seoul National University jurusan Fisika. Bisa kebayang kan...artis macam doi?
Heehe....kalau ada minusnya waktu berakting, aku siih maklum banget....nget. Kebanyakan rumus dalam hidupnya. Heehe....tapi di drama ini, aku cukup suka sama ekspresinya. Kaya yang beneran terpesona sama Soo-Ah dari awal ketemu, gituu...*ehhee...jadi baper.

Mari kita move on ke drama berikutnya, chingu...^^

Salam hangat,







Kisah Cinta Tak Biasa Ala On The Way To The Airport


Mungkin banyak orang yang gak suka sama drama yang satu ini. Karena temanya kontroversial. Drama yang berjudul On The Way To The Airport (Gonghang Ganeun Gil곡항 κ°€λŠ” κΈΈ) ini mengangkat tema tentang keluarga, profesi, romantisme dan perselingkuhan.

Kenapa perselingkuhannya aku bold?
Karena itu sebenarnya yang menjadi tema utama.


Aku menikmati alur yang ditawarkan sang writer-nim. Bahwa semua orang berhak memikirkan dirinya sendiri untuk mencapai kebahagiaan. Bahwa banyak cara untuk mencapai kebahagiaan itu. Bisa jadi dengan bertemu orang yang salah dulu....baru ditakdirkan dengan mr. Right-man.

Takdir.
Selalu ada takdir yang bermain dalam hidup ini. Kita percaya dan mengikuti apa yang sudah digariskan.

Yang bikin jatuh cinta lagi, gak lain karena aku (cukup) suka sama lead femalenya. Aku kalau suka sama drama, biasanya gak peduli rating...Meskipun orang sedunia suka sama drama be-rating tinggi, tapi kalau pesannya gak nyampe, karena plotnya kurang kuat ditambah lagi tipe drama menye-menye yang hanya nge-jual tampang artisnya, ogah banget!


Diperankan oleh :


Kim Ha Neul sebagai Choi Soo-Ah.

Berprofesi sebagai seorang pramugari namun juga seorang ibu dari seorang anak gadis berusia 12 tahun. Berkepribadian baik, lembut, sabar dan sayang sekali dengan anak semata wayangnya. Hal ini yang sering menjadi penyebab Soo-Ah karena berbeda pendapat masalah anak dengan suaminya, kapten Park.






Shin Sung-rok sebagai Park Jin-Seok.

Profesi suami dari Soo-Ah ini adalah seorang pilot senior. Rutenya sering ke Sidney, jadilah dia dapet julukan "Pilot keren dari Sidney" oleh pramugari yang sering terbang 1 rute dengan doi.

Memang penampilannya keren saat pake seragam pilotnya, tapi karakter si Pak Pilot ini menyebalkan. Dingin, cuek sama anak-istri, dan suka seenaknya sendiri saat mengambil keputusan. Belum lagi karena selalu tinggal berjauhan dengan istrinya, jadi doi rada-rada playboy.



Lee Sang-Yoon sebagai Seo Do-Woo.

Pria yang hadir di kehidupan Soo-Ah. Seorang arsitek yang (sudah) menikah. Memiliki kepribadian yang hangat, lembut dan penuh perhatian. Sangat menyayangi anak gadis bawaan istrinya. Karena anak inilah nanti yang membawa hubungan ia dengan istrinya menjadi retak.






Jang Hee-Jin sebagai Kim Hye-Won.

Wanita yang sangat gila kerja. Bahkan di saat anak kandungnya mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal, yang ada di pikirannya hanya kerja, kerja, dan kerja.

Istri Do-Woo ini berharap semua peninggalan ibu Doo-Woo dapat dimiliki. Karena termasuk pecinta seni simpul Korea.




Berawal dari arogansi Kapten Park terhadap istri dan anaknya. Ia memaksa anaknya untuk bersekolah Internasional, dengan alasan agar anaknya pintar berbagai bahasa, terutama Inggris. Tanpa meminta persetujuan istrinya, ia melakukannya sendiri dan sesegera mungkin minta istrinya untuk mengemasi barang anaknya. Tentu anak gadis yang sudah berusia 12 tahun ini keberatan. Karena merasa tidak pernah didengar segala pendapatnya dan hanya menjalani apa yang sudah diputuskan sang Ayah.

Sediih lihat adegan ini.
Karena aku inget masa lalu aku sendiri dalam keluarga. Betapa gak enaknya jadi anak yang gak bisa memutuskan apa yang diinginkan.

Kapten Park selalu tidak punya waktu untuk bertemu dan berkumpul bersama dalam satu keluarga yang utuh. Entah kebetulan atau memang doi yang ngatur, jadwal penerbangan mereka selalu bentrok. Jadilah segala komunikasi selalu dilakukan melalui telepon. Segala urusan anak dan rumah tangga diserahkan pada Soo-Ah.

Kebayang betapa lelahnya yaa....

Dan konyolnya lagi, Kapten Park gak berselera makan di rumah, masakan istrinya sendiri. Ia lebih sering mampir ke apartemen rekan kerjanya (seorang pramugari juga, sahabat Soo-Ah, yang ternyata mantannya pula...hadeeuuh...).



Hal yang sama juga terjadi dalam rumah tangga Seo Do-Woo dan Kim Hye-Won. Ada permasalahan besar terjadi. Ketika anak gadis mereka yang tinggal di Malaysia (syutingnya beneran di Malay, tapi sayang hanya sedikit scenenya), meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan pulang ke Korea. Misteri meninggalnya Annie (Seo Eun-Woo, nama Korea nya) inilah yang mengungkap siapa sebenarnya sang istri Do-Woo.

Bahkan ia bisa-bisanya bilang "Mungkin kamu bisa dengan mudah sayang dengan Annie, tapi tidak denganku. Aku memang Ibu Annie, tapi bukan berarti aku memiliki sifat keibuan".

Hiikss...

Nangis dengernya yaa...?
Karena kenyataan bahwa Hye-Won hanya melahirkan dan setelah itu tidak merawat Annie. Setelah Annie beranjak dewasa, ayah kandungnya mengantarkan bertemu Ibunya yang bekerja di rumah keluarga Seo Do-Woo dan meninggalkannya karena sesuatu alasan. Apa alasannya?

Baru diungkap di episode akhir. Kalau ternyata Ayah Annie mengidap penyakit dan divonis hidupnya tidak akan lama lagi.


Hubungan yang kacau di rumah tangga masing-masing inilah yang mempertemukan Do-Woo dengan Soo-Ah. Mereka sama-sama menemukan sesuatu yang gak mereka dapatkan dari pasangan masing-masing. Kehangatan dan perhatian.

Do-Woo menemukan sifat keibuan yang dimiliki Soo-Ah dan Soo-Ah menemukan kenyamanan saat berbicara dengan Do-Woo.



Meskipun drama ini sering nampilin scene telpon-telponan, tapi pas mereka ketemu, kerasssaa banget feel nya. Kaya adegan janjian di bandara antara Soo-Ah dan Do-Woo. Ceritanya Soo-Ah membawa salah satu barang peninggalan anaknya di Malay yaitu setrika. Tapi karena koper Soo-Ah ketuker sama penumpang, terpaksa mereka ngobrol sepanjang penantian. Obrolan biasa khas sesama orang tua.



Drama ini tuh...keliatan natural banget deh...Jauh dari seronok dan saru, seperti pada kasus perselingkuhan pada umumnya. Jadi kalau gak sadar, yang keliatan memang kisah cinta dua orang yang telah menikah aja....*sama aja yaa?

Sering juga aku ngerasa ikut deg-degan karena ada adegan pandang-pandangan saat ketemu. Padahal cuma liat-liatan yaa...? Termasuk drama yang jarang skinship, karena ternyata hanya lewat pandangan dan tingkah laku, semua emosional bisa digambarkan. Saluuut sama Lee Sang Yoon (yang meranin Do-Woo) dan Kim Ha-Neul (Soo-Ah).


Sesederhana itu mereka menunjukkan cinta. Tanpa kata-kata.


Untuk yang suka pemandangan, drama ini banyak menyajikan pandangan yang luas. Dari mulai pemandangan Korea dari studio Do-Woo, sampai pemandangan sungai Han. Bandara Incheon, tentunya...karena ini tempat utama mereka bertemu dan bertemu lagi di ending cerita. Gak ketinggalan pemandangan Pulau Jeju yang sudah femes kecenya....





Filosofi matahari terbit ala Soo-Ah.
"Ketika kamu melihat matahari terbit di lantai 2 ini, maka orang tersebut akan mampu melewati masa-masa sulit karena ia tahu bahwa ia sedang dicintai oleh seseorang."


Aku sendiri sejujurnya gak bisa nebak endingnya. Aku tadinya bakal sedih banget kalo pasangan ini balik ke pasangan masing-masing...*looh?? heheehe....lha kan percuma yaa...uda nonton 16 episode. *ketawa evil...hhooho...

Dan alhamdulillahnya,
endingnya diserahkan ke penonton sendiri, alias dikasih scene penutup yang ngambang. Penonton bebas berimajinasi bakalan seperti apa pasangan Do-Woo-ssi dan Soo-Ah.

Huuff....



What's the Learning Point after watching these extraordinary drama?

1. Bahwa pernikahan perlu komunikasi yang sehat.
Memang baik jujur dengan pasangan tentang apa yang dirasakan, dan belajarlah berempati dengan perasaan pasangan kita.
Bagaimana kalau engga?
Yaa...kurang lebih seperti yang diceritain dalam drama OTWTTA ini....*maap, panjang yaak singkatannya??
Pasangan akan menemukan tempat yang nyaman lainnya untuk memenuhi kekurangan kita.

2. Bagaimanapun, menikah adalah sebuah proses.
Proses yang tanpa henti. Jadi teruslah berproses dengan saling mengenal pasangan.
Bagaimana caranya mengenal pasangan kalau hidupnya terpisah?

Maka, jadikanlah "Rumahku Syurgaku".
Yang di sana tempat berbagi segala rasa dan asa.

3. Hadapilah segala masalah dan jangan lari ke orang ketiga.
Benar adanya kalau pasangan itu ibarat pakaian kita, yang menutupi aurat kita. Jadi untuk saling menjaga dan melindungi. Dengan tidak membawa masalah ke orang lain (selain ke ahlinya, kalau memang membutuhkan konsultasi), selain Allah.

4. Jangan berkholwat.
Meskipun hanya memikirkan orang lain (yang bukan pasangan), itu menurut aku uda selingkuh.
Di drama ini memang fokusnya ke Do-Woo dan Soo-Ah. Tapi jangan ditanya, karakter play-boy dari kapten Park selama menjadi pilot dan doi diam-diam menikmati pujian dan berdalih hanya ngobrol dengan pramugari lain (tapi di hotel), ini juga uda termasuk selingkuh menurutku.
Apalagi membandingkan istrinya dengan mantan.
Errrg....pantesan aja Soo-Ah gak betah sama karakter suami macam begini. *ke laut aja, kapten!

5. Terakhir, gak perlu laah...nyalahin orang lain dan bertanya kenapa mereka begini dan begitu.
Yang perlu dilakukan adalah introspeksi.


Buat kamu yang suka drama bergenre mellow, kaya aku, drama ini asik dinikmati saat malam hari. Dapeett banget feel pemainnya, deg-degannya, dan berasa jatuh cinta lagi tentunya.


Terakhir,
cuma mau kasih tau kalo Lee Sang-Yoon itu lulusan Seoul National University jurusan Fisika. Bisa kebayang kan...artis macam doi?
Heehe....kalau ada minusnya waktu berakting, aku siih maklum banget....nget. Kebanyakan rumus dalam hidupnya. Heehe....tapi di drama ini, aku cukup suka sama ekspresinya. Kaya yang beneran terpesona sama Soo-Ah dari awal ketemu, gituu...*ehhee...jadi baper.

Mari kita move on ke drama berikutnya, chingu...^^

Salam hangat,








Dari minggu ke minggu, kami dibimbing Bunda Septi untuk menyatukan kepingan puzzle pembelajar secara utuh. Minggu ini telah memasuki materi Bunda Cekatan, yakni :


Ibu Manager Keluarga Handal
Materi #6 - Matrikulasi Koordinator IIP
--------------------------------------------------------------


Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. 

Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu :

Harus “SELESAI” dengan management rumah tangga.


Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. 
Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.


Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

πŸ€ Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?
πŸ€ Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
πŸ€Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?


Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita.

πŸ€ Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
πŸ€ Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses.
πŸ€ Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI”, maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.



Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

Saya Manager Keluarga 

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

πŸ€ Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
πŸ€ Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi.
πŸ€ Buatlah skala prioritas.
πŸ€ Bangun komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.


Menangani Kompleksitas Tantangan
Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami.
Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini.
Aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b. ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time
-Lakukan setahap demi setahap
-Lakukan sekarang
-Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

Latih - percayakan - kerjakan - ditingkatkan - latih lagi - percayakan lagi - ditingkatkan lagi begitu seterusnya.


Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.


Perkembangan Peran
Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu?
Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumah tanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih sekedar menjadi Ibu.


Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

πŸ€ Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manager keuangan keluarga".

πŸ€ Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak. Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manager gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

πŸ€ Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang se-profesi antar jemput anak sekolah.

Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manager pendidikan anak”.

Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

πŸ€Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dan seterusnya.
Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata :

BERUBAH atau KALAH


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


Sumber Bacaan :
Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015
Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016
Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009




NICE HOMEWORK #6
πŸ“šBelajar Menjadi Manager Keluarga Handal πŸ“š

Bunda,
sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal".

Mengapa?
Karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu :

RUTINITAS
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time.
(misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. 

Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
(Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi - 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Selamat Mengerjakan.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

















[Materi 6] Ibu : Manager Handal Keluarga


Dari minggu ke minggu, kami dibimbing Bunda Septi untuk menyatukan kepingan puzzle pembelajar secara utuh. Minggu ini telah memasuki materi Bunda Cekatan, yakni :


Ibu Manager Keluarga Handal
Materi #6 - Matrikulasi Koordinator IIP
--------------------------------------------------------------


Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. 

Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu :

Harus “SELESAI” dengan management rumah tangga.


Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. 
Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.


Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

πŸ€ Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?
πŸ€ Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
πŸ€Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?


Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita.

πŸ€ Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
πŸ€ Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses.
πŸ€ Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI”, maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.



Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

Saya Manager Keluarga 

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

πŸ€ Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
πŸ€ Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi.
πŸ€ Buatlah skala prioritas.
πŸ€ Bangun komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.


Menangani Kompleksitas Tantangan
Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami.
Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini.
Aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b. ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time
-Lakukan setahap demi setahap
-Lakukan sekarang
-Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

Latih - percayakan - kerjakan - ditingkatkan - latih lagi - percayakan lagi - ditingkatkan lagi begitu seterusnya.


Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.


Perkembangan Peran
Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu?
Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumah tanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih sekedar menjadi Ibu.


Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

πŸ€ Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manager keuangan keluarga".

πŸ€ Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak. Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manager gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

πŸ€ Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang se-profesi antar jemput anak sekolah.

Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manager pendidikan anak”.

Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

πŸ€Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dan seterusnya.
Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata :

BERUBAH atau KALAH


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


Sumber Bacaan :
Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015
Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016
Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009




NICE HOMEWORK #6
πŸ“šBelajar Menjadi Manager Keluarga Handal πŸ“š

Bunda,
sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal".

Mengapa?
Karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu :

RUTINITAS
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time.
(misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. 

Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
(Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi - 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Selamat Mengerjakan.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


















Assalamu'alaykum sahabat bloger...
Kali ini, aku mau cerita tentang sahabat aku nih...di Arisan Grup IV Komunitas Bloger Perempuan yang kami beri nama #GenkIjoek. Kenalan (atau mungkin uda pada kenal) sama hot mama duo K2 ini yuuk...

Mira Arvianty Udjo
------------------------------------------------------


Pertama kenalan sama mama duo cantik yang bernama Kanaka dan Kirana ini melalui blog Kakira-nya yang berisi tentang tumbuh-kembang duo K2 beserta kehidupan keluarga mba Mira yang tampak penuh senyum. Hihii...iya yaa, kan lagi di foto, masa mau nangis...? Tapi bener looh...menyenangkan sekali baca awal-awal tulisan mba Mira, di bulan Agustus 2009.

Ceritanya mba Mira dan suami sedang menanti kelahiran putri cantik pertamanya. Karena sering ditinggal dinas oleh suami, maka mba Mira diungsikan ke Hotel Borobudur, karena tempatnya yang berdekatan dengan kantor suami. Setelah beberapa hari menginap, tiba saatnya untuk check-out dan malah langsung check-in di Rumah Sakit Bersalin. Alhamdulillah, setelah perjuangan menanti kelahiran selama 40 weeks, lahirlah bayi cantik yang sudah lama dinanti. Kisahnya sangat mengharu biru, membuatku teringat dengan penantian kelahiran anak pertamaku dan terasa sekali perjuangan seorang Ibu.

Di blog mba Mira, selain menyajikan kisah bahagia keluarga, juga ada kisah sedih, depresi, dan banyak ekspresi khas seorang manusia biasa. Yang saya kagumi, mba Mira tidak ragu menceritakan sisi baiknya saja, tapi juga dari sisi lain yang sebagian besar orang ragu untuk menuliskannya di media sosial.

Kebaikan mba Mira lainnya selain berbagi kisah berhikmah juga menuliskan resume seminar Bu Elly Risman yang diikutinya....Bagaikan menemukan harta karun niih...ceritanya.

Seminar Komunikasi Pengasuhan Anak

dan

Seminar Mendidik Anak Dengan Cinta Dan Logika


Selain kedua harta karun ini, ada banyak harta karun lainnya yang asik buat digali. Bagi yang suka dengan ilmu-ilmu parenting, pas banget deeh...buat bertamu di rumah mba Mira.

Apalagi dengan tampilan blognya yang ramah. Tidak sulit mencari tulisan mba Mira yang kita inginkan. Semua daftar isinya ada di halaman muka blog, persis seperti membuka buku.

Header blog kakira
Daftar Isi dari Kakira.my.id

Rasanya gak bisa berhenti baca kalau sudah berkunjung ke Kakira. Selain karena topik tulisannya yang ringan namun sarat makna, bahasa yang digunakan juga tidak berbelit-belit.


Karena niat awal blog Kakira hanya untuk menuliskan catatan harian keluarga mba Mira : The Story Of Udjo, Mio, dan duo K, maka mba Mira mantap meluncurkan blog baru. Yang isinya mengenai Lifestyle Blog. Tampilannya dibuat lebih feminin dari blog sebelumnya.


Header blog Rachanlie.com

Blog adalah penggambaran (kepribadian) dari masing-masing pemiliknya. Jadi dengan berkunjung ke dua rumah mba Mira, kebayang doonk...orangnya seperti apa yaa...?

"Seseorang yang cantiknya dari hati"

Selamat berbahagia mba Mira...
Semoga tulisannya selalu menginspirasi, terutama untuk para orang tua dan istri. Untuk senantiasa bahagia dengan apapun yang dimilikinya,


Yang ingin berkenalan lebih jauh, bisa juga follow :

IG : @rachanlie

Twitter : @rachanlie

FP : kakiramyid




Sekian review dari,

- Salam hangat #GenkIjoek.


Bloger Rachanlie : Cantik Dari Hati


Assalamu'alaykum sahabat bloger...
Kali ini, aku mau cerita tentang sahabat aku nih...di Arisan Grup IV Komunitas Bloger Perempuan yang kami beri nama #GenkIjoek. Kenalan (atau mungkin uda pada kenal) sama hot mama duo K2 ini yuuk...

Mira Arvianty Udjo
------------------------------------------------------


Pertama kenalan sama mama duo cantik yang bernama Kanaka dan Kirana ini melalui blog Kakira-nya yang berisi tentang tumbuh-kembang duo K2 beserta kehidupan keluarga mba Mira yang tampak penuh senyum. Hihii...iya yaa, kan lagi di foto, masa mau nangis...? Tapi bener looh...menyenangkan sekali baca awal-awal tulisan mba Mira, di bulan Agustus 2009.

Ceritanya mba Mira dan suami sedang menanti kelahiran putri cantik pertamanya. Karena sering ditinggal dinas oleh suami, maka mba Mira diungsikan ke Hotel Borobudur, karena tempatnya yang berdekatan dengan kantor suami. Setelah beberapa hari menginap, tiba saatnya untuk check-out dan malah langsung check-in di Rumah Sakit Bersalin. Alhamdulillah, setelah perjuangan menanti kelahiran selama 40 weeks, lahirlah bayi cantik yang sudah lama dinanti. Kisahnya sangat mengharu biru, membuatku teringat dengan penantian kelahiran anak pertamaku dan terasa sekali perjuangan seorang Ibu.

Di blog mba Mira, selain menyajikan kisah bahagia keluarga, juga ada kisah sedih, depresi, dan banyak ekspresi khas seorang manusia biasa. Yang saya kagumi, mba Mira tidak ragu menceritakan sisi baiknya saja, tapi juga dari sisi lain yang sebagian besar orang ragu untuk menuliskannya di media sosial.

Kebaikan mba Mira lainnya selain berbagi kisah berhikmah juga menuliskan resume seminar Bu Elly Risman yang diikutinya....Bagaikan menemukan harta karun niih...ceritanya.

Seminar Komunikasi Pengasuhan Anak

dan

Seminar Mendidik Anak Dengan Cinta Dan Logika


Selain kedua harta karun ini, ada banyak harta karun lainnya yang asik buat digali. Bagi yang suka dengan ilmu-ilmu parenting, pas banget deeh...buat bertamu di rumah mba Mira.

Apalagi dengan tampilan blognya yang ramah. Tidak sulit mencari tulisan mba Mira yang kita inginkan. Semua daftar isinya ada di halaman muka blog, persis seperti membuka buku.

Header blog kakira
Daftar Isi dari Kakira.my.id

Rasanya gak bisa berhenti baca kalau sudah berkunjung ke Kakira. Selain karena topik tulisannya yang ringan namun sarat makna, bahasa yang digunakan juga tidak berbelit-belit.


Karena niat awal blog Kakira hanya untuk menuliskan catatan harian keluarga mba Mira : The Story Of Udjo, Mio, dan duo K, maka mba Mira mantap meluncurkan blog baru. Yang isinya mengenai Lifestyle Blog. Tampilannya dibuat lebih feminin dari blog sebelumnya.


Header blog Rachanlie.com

Blog adalah penggambaran (kepribadian) dari masing-masing pemiliknya. Jadi dengan berkunjung ke dua rumah mba Mira, kebayang doonk...orangnya seperti apa yaa...?

"Seseorang yang cantiknya dari hati"

Selamat berbahagia mba Mira...
Semoga tulisannya selalu menginspirasi, terutama untuk para orang tua dan istri. Untuk senantiasa bahagia dengan apapun yang dimilikinya,


Yang ingin berkenalan lebih jauh, bisa juga follow :

IG : @rachanlie

Twitter : @rachanlie

FP : kakiramyid




Sekian review dari,

- Salam hangat #GenkIjoek.




Kamera DSLR.
Agaknya kamera dengan resolusi tinggi ini sedang naik daun yaa...Hemm, semua orang rasanya ingin bisa membuat masterpiece atas foto yang diambilnya. Yap, memang rasanya sayang sekali kalau moment dalam hidup kita terlewat begitu saja. Bisa jadi, kenangan itu diceritakan kembali ke anak-cucu kita nanti. Karena zaman sudah serba digital, jadi gak ada ceritanya kita mencetak foto lalu menaruhnya di album. Hal ini tentu sudah jarang terjadi.

Semua hal sudah sangat mudah dilakukan. Bahkan untuk mengoptimalkan hasil bidikan kamera DSLR. Selain kita bisa belajar melalui kelas-kelas online, kita juga bisa belajar dari kelas offline. Dari mulai kelas berbayar jutaan, hingga yang belajarnya berkala atau per-sesi. Semua bisa dilakukan demi hasil foto yang menawan.

Selain memikirkan skill, kita juga tak boleh melupakan perawatan terhadap kamera DSLR yang kita miliki. Mengutip dari salah satu quote yang pernah saya baca :

The Best Camera is The One You Have With You



Aksesoris tertentu akan melindungi kualitas kamera dan bisa juga mengoptimalkan hasil bidikan supaya semakin terlihat profesional. Untuk tahu lebih banyak tentang aksesoris kamera.


Karena beberapa aksesoris kamera ini terbilang tidak murah di kantong, jadi ada baiknya untuk memilih jenis pelengkap utama dan pertama yang wajib dimiliki, seperti :


1. Tas kamera
Di pasaran kita akan menjumpai beragam jenis tas kamera dan dengan ukuran yang sama dan beragam. Intinya aksesoris ini perlu diprioritaskan. Bila perlu menjadi aksesoris yang kali pertama dibeli dan bisa menyesuaikan dengan budget
Fungsi tas kamera cukup vital yakni sebagai tempat merapikan dan menyimpan kamera DSLR. Tas ini sekaligus melindungi kamera dari kemungkinan benturan, goresan, sampai terkena air. 

source : bukalapak


2. Menyediakan kit pembersih 
Membersihkan kamera kesayangan sebaiknya tidak menggunakan lap sembarangan, diperlukan lap microfiber dan cairan pembersih yang sifatnya khusus. Hal ini penting diperhatikan sebab bagian tertentu cukup sensitif.
Misal bagian lensa supaya tidak tergores perlu aksesoris kamera satu ini. Kit pembersih bisa dengan mudah didapatkan di toko penjual kamera dan kelengkapannya. Namun, bagian tertentu sebaiknya tidak dibersihkan sendiri dan perlu diserahkan pada ahlinya, seperti bagian interior kamera.


3. Penyangga kamera atau tripod
Tripod menjadi penyangga kamera yang sering dijadikan pilihan dibandingkan jenis monopod, gorillapod, dan lain sebagainya. Sebab tripod memang paling handal untuk menopang kamera supaya menghasilkan bidikan yang lebih jelas dan tajam.
Dalam memilih tripod sebaiknya cukup teliti, misal memilih yang kekuatan kaki-kakinya bagus. Kemudian kaki-kaki tersebut juga cukup mudah untuk disesuaikan ukurannya dengan kebutuhan, seperti dapat dipanjangkan atau dipendekan. Aksesoris satu ini akan membantu mencegah mengambil obyek kabur karena tangan kurang konsisten bergerak.


4. Mempertimbangkan flash eksternal
Semua kamera digital termasuk DSLR memang biasanya sudah dilengkapi dengan flash bawaan dari produsen kamera tersebut. Sayangnya kadang kala flash internal ini memberikan hasil yang kurang natural dengan pencahayaan yang tidak seimbang. Supaya hasil bidikan menjadi lebih baik dan hidup pertimbangkan menambahkan flash eksternal. Penambahnya akan membantu menghasilkan foto yang lebih cerah, pencahayaan terlihat lebih lembut, dan tidak terlihat pecah.

flash kamera eksternal


5. Memasang filter pada lensa kamera
Filter juga menjadi aksesoris kamera yang wajib untuk dimiliki sebagai pelindung sekaligus penyempurnaan hasil bidikan lensa kamera. 
Filter ini terbagi ke dalam 3 jenis dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu :
Pertama : filter proteksi yang akan melindungi lensa dari debu, air, dan kotoran lainnya. 
Kedua : filter polarisasi yang membantu meningkatkan kualitas obyek yang diambil.
(misal foto langit lebih dalam, daun terlihat lebih hijau, dan lain-lain) 
Ketiga : filter ND yang membantu mengatur cahaya yang masuk ke foto supaya tidak berlebihan. 


Nah...bagaimana dengan sahabat-sahabat bloger?
Apakah kamera DSLR merupakan benda wajib yang tak boleh tertinggal?
Dan apakah kelengkapannya sudah pada dipunyai?


Share yukk...

Salam hangat,


5 Aksesoris Kamera Yang Wajib Kamu Punya



Kamera DSLR.
Agaknya kamera dengan resolusi tinggi ini sedang naik daun yaa...Hemm, semua orang rasanya ingin bisa membuat masterpiece atas foto yang diambilnya. Yap, memang rasanya sayang sekali kalau moment dalam hidup kita terlewat begitu saja. Bisa jadi, kenangan itu diceritakan kembali ke anak-cucu kita nanti. Karena zaman sudah serba digital, jadi gak ada ceritanya kita mencetak foto lalu menaruhnya di album. Hal ini tentu sudah jarang terjadi.

Semua hal sudah sangat mudah dilakukan. Bahkan untuk mengoptimalkan hasil bidikan kamera DSLR. Selain kita bisa belajar melalui kelas-kelas online, kita juga bisa belajar dari kelas offline. Dari mulai kelas berbayar jutaan, hingga yang belajarnya berkala atau per-sesi. Semua bisa dilakukan demi hasil foto yang menawan.

Selain memikirkan skill, kita juga tak boleh melupakan perawatan terhadap kamera DSLR yang kita miliki. Mengutip dari salah satu quote yang pernah saya baca :

The Best Camera is The One You Have With You



Aksesoris tertentu akan melindungi kualitas kamera dan bisa juga mengoptimalkan hasil bidikan supaya semakin terlihat profesional. Untuk tahu lebih banyak tentang aksesoris kamera.


Karena beberapa aksesoris kamera ini terbilang tidak murah di kantong, jadi ada baiknya untuk memilih jenis pelengkap utama dan pertama yang wajib dimiliki, seperti :


1. Tas kamera
Di pasaran kita akan menjumpai beragam jenis tas kamera dan dengan ukuran yang sama dan beragam. Intinya aksesoris ini perlu diprioritaskan. Bila perlu menjadi aksesoris yang kali pertama dibeli dan bisa menyesuaikan dengan budget
Fungsi tas kamera cukup vital yakni sebagai tempat merapikan dan menyimpan kamera DSLR. Tas ini sekaligus melindungi kamera dari kemungkinan benturan, goresan, sampai terkena air. 

source : bukalapak


2. Menyediakan kit pembersih 
Membersihkan kamera kesayangan sebaiknya tidak menggunakan lap sembarangan, diperlukan lap microfiber dan cairan pembersih yang sifatnya khusus. Hal ini penting diperhatikan sebab bagian tertentu cukup sensitif.
Misal bagian lensa supaya tidak tergores perlu aksesoris kamera satu ini. Kit pembersih bisa dengan mudah didapatkan di toko penjual kamera dan kelengkapannya. Namun, bagian tertentu sebaiknya tidak dibersihkan sendiri dan perlu diserahkan pada ahlinya, seperti bagian interior kamera.


3. Penyangga kamera atau tripod
Tripod menjadi penyangga kamera yang sering dijadikan pilihan dibandingkan jenis monopod, gorillapod, dan lain sebagainya. Sebab tripod memang paling handal untuk menopang kamera supaya menghasilkan bidikan yang lebih jelas dan tajam.
Dalam memilih tripod sebaiknya cukup teliti, misal memilih yang kekuatan kaki-kakinya bagus. Kemudian kaki-kaki tersebut juga cukup mudah untuk disesuaikan ukurannya dengan kebutuhan, seperti dapat dipanjangkan atau dipendekan. Aksesoris satu ini akan membantu mencegah mengambil obyek kabur karena tangan kurang konsisten bergerak.


4. Mempertimbangkan flash eksternal
Semua kamera digital termasuk DSLR memang biasanya sudah dilengkapi dengan flash bawaan dari produsen kamera tersebut. Sayangnya kadang kala flash internal ini memberikan hasil yang kurang natural dengan pencahayaan yang tidak seimbang. Supaya hasil bidikan menjadi lebih baik dan hidup pertimbangkan menambahkan flash eksternal. Penambahnya akan membantu menghasilkan foto yang lebih cerah, pencahayaan terlihat lebih lembut, dan tidak terlihat pecah.

flash kamera eksternal


5. Memasang filter pada lensa kamera
Filter juga menjadi aksesoris kamera yang wajib untuk dimiliki sebagai pelindung sekaligus penyempurnaan hasil bidikan lensa kamera. 
Filter ini terbagi ke dalam 3 jenis dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu :
Pertama : filter proteksi yang akan melindungi lensa dari debu, air, dan kotoran lainnya. 
Kedua : filter polarisasi yang membantu meningkatkan kualitas obyek yang diambil.
(misal foto langit lebih dalam, daun terlihat lebih hijau, dan lain-lain) 
Ketiga : filter ND yang membantu mengatur cahaya yang masuk ke foto supaya tidak berlebihan. 


Nah...bagaimana dengan sahabat-sahabat bloger?
Apakah kamera DSLR merupakan benda wajib yang tak boleh tertinggal?
Dan apakah kelengkapannya sudah pada dipunyai?


Share yukk...

Salam hangat,




Setelah berkutat dengan NHW #3 yang bikin deg-degan karena harus mengungkapkan cinta (lagi) kepada suami (tentunya), saat ini saya masuk kelas Matrikulasi dengan materi :

Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah
Materi #4 - Matrikulasi Koordinator IIP
---------------------------------------------------------------


Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan diri anda sendiri.


Apakah mudah? TIDAK.
Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. 

Jadilah diri anda sendiri.
Jangan hiraukan pendapat orang lain. 
Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. 

Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.


Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa “Misi Hidup” kita sebagai individu dan apa “Misi Keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yang sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. 


“Just DO It” 
Lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada Apa yang harus dipelajari anak-anak kita,  bukan pada untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut. Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya. 


Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu 

Pendidikan Anak Dengan Kekuatan Fitrah


Tahap yang harus anda jalankan adalah sebagai berikut :
a. Bersihkan hati nurani anda.
Karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. 
Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidak akan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnyaw

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. 
Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dan lain-lain. 

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah menemani
Sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. 

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dan sebagainya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak. 
Bedakan antara waktu BERSAMA anak dan waktu DENGAN anak. 
Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. 
Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition” 


Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya. 

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Sumber bacaan :
Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014
Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016

NICE HOME WORK #4
πŸ“š Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah πŸ“š 

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1. 
Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? 
Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?


b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Link :

[Materi 2] Indikator Ibu Profesional


c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.

Misi Hidup : Memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang        : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran          : Inspirator


d. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Contoh :
Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 


e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Contoh :
Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 tahun, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.

Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sebagai berikut  :
KM 0 – KM 1 (tahun 1) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Link :

Nice Homework 4


f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup saya,  sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini. 

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.


Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni Wulandani/


Apa yang saya tulis pada Matrikulasi sebelumnya, belum ada perubahan. Hingga saat ini, saya masih menekuni peran saya sebagai Ibu yang suka belajar dan berbagi apa yang sudah saya pelajari melalui tulisan.

Semoga bermanfaat.
Salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.

[Materi 4] Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah



Setelah berkutat dengan NHW #3 yang bikin deg-degan karena harus mengungkapkan cinta (lagi) kepada suami (tentunya), saat ini saya masuk kelas Matrikulasi dengan materi :

Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah
Materi #4 - Matrikulasi Koordinator IIP
---------------------------------------------------------------


Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan diri anda sendiri.


Apakah mudah? TIDAK.
Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. 

Jadilah diri anda sendiri.
Jangan hiraukan pendapat orang lain. 
Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. 

Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.


Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa “Misi Hidup” kita sebagai individu dan apa “Misi Keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yang sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. 


“Just DO It” 
Lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada Apa yang harus dipelajari anak-anak kita,  bukan pada untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut. Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya. 


Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu 

Pendidikan Anak Dengan Kekuatan Fitrah


Tahap yang harus anda jalankan adalah sebagai berikut :
a. Bersihkan hati nurani anda.
Karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. 
Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidak akan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnyaw

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. 
Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dan lain-lain. 

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah menemani
Sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. 

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dan sebagainya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak. 
Bedakan antara waktu BERSAMA anak dan waktu DENGAN anak. 
Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. 
Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition” 


Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya. 

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Sumber bacaan :
Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014
Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016

NICE HOME WORK #4
πŸ“š Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah πŸ“š 

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1. 
Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? 
Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?


b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Link :

[Materi 2] Indikator Ibu Profesional


c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Contoh
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.

Misi Hidup : Memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang        : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran          : Inspirator


d. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 

Contoh :
Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 


e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Contoh :
Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 tahun, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.

Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sebagai berikut  :
KM 0 – KM 1 (tahun 1) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Link :

Nice Homework 4


f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup saya,  sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini. 

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri. 
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.


Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni Wulandani/


Apa yang saya tulis pada Matrikulasi sebelumnya, belum ada perubahan. Hingga saat ini, saya masih menekuni peran saya sebagai Ibu yang suka belajar dan berbagi apa yang sudah saya pelajari melalui tulisan.

Semoga bermanfaat.
Salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.



Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah
Materi #3 - Matrikulasi Koordinator IIP
-----------------------------------------------------------------------------------------------

 “Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ” 


Bunda, 
Rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “Misi Spesifiknya”, tugas kita memahami kehendakNya. 


Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “Peran Spesifik Keluarga” kita di muka bumi ini. 
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.


Darimana kita harus memulainya?

PRA NIKAH

Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda sakit hati/dendam sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,

ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA  KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK


NIKAH

Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sebagai berikut :

πŸ€Pertama, temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

πŸ€Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

πŸ€Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

 πŸ€Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “Misi Pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.


ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan  di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak


Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa  potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena 

Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang


Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan

Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


SUMBER BACAAN :
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016


Untuk membaca beberapa pertanyaan :

Dari peserta Matrikulasi batch #1.

[Bunda Sayang] Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

1 Jam Lebih Dekat Bersama Pak Dodik Mariyanto




NICE HOMEWORK #3
πŸ“š Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah πŸ“š

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

Pra Nikah

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?



Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Suami saya dengan karakter pendiamnya menjawab "I Love You, too..."
Karena beberapa waktu yang lalu, kami melaluinya dengan Long Distance Marriage (LDM). Sehingga bagi saya, kata-kata seperti itu menjadi penguat tersendiri di saat saya sedang lelah.

Semoga Allah menguatkan ikatan ini hingga ke JannahMu, yaa...Rabb.
Aamiin.



b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Kekuatan kaka Atthaya Aisy Farzana.
Si kaka yang saat ini menginjak usia 5 tahun 9 bulan memperlihatkan minatnya terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan seni.
Menggambar, melukis, mewarnai adalah kegiatan yang paling bisa membuat kaka berbinar.

Link :

DIY kaka : Bikin Lupmu Sendiri


Sedangkan sang adik, Qisya Hana Karima yang berusia 4 tahun 9 bulan, sangat suka sekali bersosialisasi.
Adik mudah mengutarakan apa yang dirasakan dan diceritakan kembali menggunakan bahasa khas anak-anak.

Link :

Hana : Berlatih Motorik Halus

Alhamdulillah...
Terima kasih sudah menjadi anak-anak mama yang sehat dan ceria, anak-anakku sayang...

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.

Berbekal kesukaan saya di bidang bersosialisasi, saya suka bertemu dengan orang-orang baru. Rasanya senang bisa berkenalan dan bercerita. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kadang saya merasa banyak waktu yang tersita bila gaya hidup saya masih seperti dulu saat sebelum menikah. Saya berubah dan harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dimana saya saat ini ditempatkan.

Tiba-tiba setelah menikah, saya harus pisah dari orang tua dan tinggal jauh dari sanak saudara, membuat saya agak terkaget-kaget. Hidup dengan suami yang sudah saya kenal sejak SMA dan mulai dekat saat kuliah, tidak membuat saya terhibur.

Atas saran suami saya, saya bertemu dengan beberapa sahabat suami. Lalu pertemanan makin terbuka saat anak saya yang pertama mulai sekolah. Hingga bertemulah saya dengan komunitas Institut Ibu Profesional.

Singkat cerita,
Mungkin saat ini jiwa sosialis saya disalurkan melalui tulisan di blog. Dengan menulis di blog, makin memperbesar lingkaran pertemanan saya.

Seperti bisa menjelajah keliling Indonesia, karena dari grup Blogger ini, saya bisa seperti saat dulu sebelum menikah, Memiliki sahabat dan teman untuk berbagi banyak hal. 

"Saya bahagia dengan apa yang saya miliki saat ini."

Sudah barang tentu, IIP adalah tempat belajar saya untuk menjadi Ibu dan Istri yang membanggakan keluarga.



d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Lingkungan tempat saya tinggal saat ini adalah di sebuah wilayah padat penduduk di daerah Bandung. Letaknya cukup central, sehingga memudahkan mobilisasi kami sekeluarga bila ingin menimba ilmu. Karena di bandung ini, banyak majelis ilmu dengan segala fasilitas yang ditawarkan. Berbayar maupun yang tidak berbayar.

Kesukaan saya menuntut ilmu, membuat saya beruntung sudah ditempatkan Allah di sini. Kesempatan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah dan hambaNya. Semoga ilmu saya yang sedikit ini, mampu membuat kami lebih bermanfaat di lingkungan.

Saat ini,
Saya baru mampu menuliskan apa yang sudah saya dapat saat menimba ilmu. Dari berbagai seminar yang kerap saya hadiri.


Orangtua Tunggal (Single Parent)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Link :

Review NHW #3 Matrikulasi Koordinator IIP



Sekian materi dan tugas matrikulasi #3 yang telah saya selesaikan. 
Salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.




[Materi 3] Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah



Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah
Materi #3 - Matrikulasi Koordinator IIP
-----------------------------------------------------------------------------------------------

 “Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya  menuju peran peradabannya ” 


Bunda, 
Rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun  peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “Misi Spesifiknya”, tugas kita memahami kehendakNya. 


Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “Peran Spesifik Keluarga” kita di muka bumi ini. 
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.


Darimana kita harus memulainya?

PRA NIKAH

Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:

a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda sakit hati/dendam sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?

Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.

Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,

ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA  KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK


NIKAH

Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sebagai berikut :

πŸ€Pertama, temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

πŸ€Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

πŸ€Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?

 πŸ€Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “Misi Pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.


ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.

a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?

Setelah ketiga pertanyaan tambahan  di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak


Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa  potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena 

Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang


Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan

Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/


SUMBER BACAAN :
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016


Untuk membaca beberapa pertanyaan :

Dari peserta Matrikulasi batch #1.

[Bunda Sayang] Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

1 Jam Lebih Dekat Bersama Pak Dodik Mariyanto




NICE HOMEWORK #3
πŸ“š Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah πŸ“š

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

Pra Nikah

a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?



Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Suami saya dengan karakter pendiamnya menjawab "I Love You, too..."
Karena beberapa waktu yang lalu, kami melaluinya dengan Long Distance Marriage (LDM). Sehingga bagi saya, kata-kata seperti itu menjadi penguat tersendiri di saat saya sedang lelah.

Semoga Allah menguatkan ikatan ini hingga ke JannahMu, yaa...Rabb.
Aamiin.



b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Kekuatan kaka Atthaya Aisy Farzana.
Si kaka yang saat ini menginjak usia 5 tahun 9 bulan memperlihatkan minatnya terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan seni.
Menggambar, melukis, mewarnai adalah kegiatan yang paling bisa membuat kaka berbinar.

Link :

DIY kaka : Bikin Lupmu Sendiri


Sedangkan sang adik, Qisya Hana Karima yang berusia 4 tahun 9 bulan, sangat suka sekali bersosialisasi.
Adik mudah mengutarakan apa yang dirasakan dan diceritakan kembali menggunakan bahasa khas anak-anak.

Link :

Hana : Berlatih Motorik Halus

Alhamdulillah...
Terima kasih sudah menjadi anak-anak mama yang sehat dan ceria, anak-anakku sayang...

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.

Berbekal kesukaan saya di bidang bersosialisasi, saya suka bertemu dengan orang-orang baru. Rasanya senang bisa berkenalan dan bercerita. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kadang saya merasa banyak waktu yang tersita bila gaya hidup saya masih seperti dulu saat sebelum menikah. Saya berubah dan harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dimana saya saat ini ditempatkan.

Tiba-tiba setelah menikah, saya harus pisah dari orang tua dan tinggal jauh dari sanak saudara, membuat saya agak terkaget-kaget. Hidup dengan suami yang sudah saya kenal sejak SMA dan mulai dekat saat kuliah, tidak membuat saya terhibur.

Atas saran suami saya, saya bertemu dengan beberapa sahabat suami. Lalu pertemanan makin terbuka saat anak saya yang pertama mulai sekolah. Hingga bertemulah saya dengan komunitas Institut Ibu Profesional.

Singkat cerita,
Mungkin saat ini jiwa sosialis saya disalurkan melalui tulisan di blog. Dengan menulis di blog, makin memperbesar lingkaran pertemanan saya.

Seperti bisa menjelajah keliling Indonesia, karena dari grup Blogger ini, saya bisa seperti saat dulu sebelum menikah, Memiliki sahabat dan teman untuk berbagi banyak hal. 

"Saya bahagia dengan apa yang saya miliki saat ini."

Sudah barang tentu, IIP adalah tempat belajar saya untuk menjadi Ibu dan Istri yang membanggakan keluarga.



d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Lingkungan tempat saya tinggal saat ini adalah di sebuah wilayah padat penduduk di daerah Bandung. Letaknya cukup central, sehingga memudahkan mobilisasi kami sekeluarga bila ingin menimba ilmu. Karena di bandung ini, banyak majelis ilmu dengan segala fasilitas yang ditawarkan. Berbayar maupun yang tidak berbayar.

Kesukaan saya menuntut ilmu, membuat saya beruntung sudah ditempatkan Allah di sini. Kesempatan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah dan hambaNya. Semoga ilmu saya yang sedikit ini, mampu membuat kami lebih bermanfaat di lingkungan.

Saat ini,
Saya baru mampu menuliskan apa yang sudah saya dapat saat menimba ilmu. Dari berbagai seminar yang kerap saya hadiri.


Orangtua Tunggal (Single Parent)

Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita

a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b. Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Link :

Review NHW #3 Matrikulasi Koordinator IIP



Sekian materi dan tugas matrikulasi #3 yang telah saya selesaikan. 
Salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.




Followers

Copyright © -- Lendyagasshi -- All Right Reserved