Yuuk...Percantik Dapur Dengan Oscar Furniture

Bismillah,

Perempuan mana yang gak suka kalau rumahnya rapi, terutama bagian dapur yaa....
Karena di sana, semua passion tercurahkan.
Passion ingin membahagiakan wajah suami dan anak-anak, passion menyediakan masakan yang sehat dan terjamin kebersihannya serta passion pembuktian kalau perempuan turun ke dapur, para warga rumah end.
Hahha...maksudnya, dijamin kenyang dan bahagia.



Mau gak mau, makanan ini yang menjadi koendji kesejahteraan keluarga. Dengan masak sendiri, selain hemat pengeluaran, juga bisa mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Setuju yaa...


yumm~~

Dan perkara dapur rapi itu ternyata tidak mudah looh.. Kalau kita hidup di jaman dulu, yang rata-rata orang tinggal di rumah dengan luas tanah yang besar, maka dapur bisa ngumpet di bagian belakang rumah. Namun untuk gaya hidup saat ini dimana harga tanah mahal, maka rumah minimalis atau apartemen tipe studio inilah yang menjadi pilihan lifestyle di kota besar.

Dapur bisa merangkap ruang makan sekaligus ruang berkumpul bersama keluarga.

Nyaman?

Tentu, jika dapurnya dilengkapi oleh kitchen set yang memadai. Sebenarnya mengapa penggunaan kitchen set ini jadi pilihan? 

1. Untuk "menyembunyikan" perabot dapur
Fungsi utama kitchen set adalah sebagai tempat menyimpan semua peralatan dapur, mulai
dari peralatan memasak sampai peralatan untuk makan. Bahkan, kitchen set juga dilengkapi
ruang tempat meletakkan kulkas, oven, dispenser dan kebutuhan lainnya.


2. Tempat menyimpan bahan-bahan dapur
Kitchen set yang manis akan dilengkapi dengan ruang menyimpan bahan-bahan makanan kita, seperti beras, mie instan, snack anak-anak dan bumbu dapur yang tidak perlu masuk kulkas.


3. Membuat dapur lebih rapi dan indah
Dengan adanya kitchen set, lemari dengan laci-laci model simple minimalis akan mampu menampung alat serta bahan makanan yang membuat dapur lebih rapi, tidak berserakan. Belum lagi sendok, garpu, dan printilan alat dapur lainnya. Mereka seakan punya rumah masing-masing yang nyaman dan tidak terlihat berantakan di luar dapur.



Kitchen set minimalis juga sangat compatible untuk pemilik dapur sempit agar ruangan tetap terlihat nyaman. Apalagi beberapa kitchen set sudah dilengkapi dengan fasilitas kompor tanam yang aman.



Bagaimana, sahabat lendyagasshi?
Tertarik tentu yaa...merombak suasana dapur menjadi lebih indah dan rapi seperti ini?


Percayakan pada Oscar Furniture Store, Jakarta.

Iya, store ini buka di Jakarta, tapi bagi yang di luar Jakarta ingin memesan, bisa juga berkonsultasi dahulu dengan customer service yang siap melayani.

Kenapa di Oscar Furniture?
Karena Oscar Furniture Store merupakan salah satu toko yang menjual kitchen set terbaik di Jakarta. Kitchen set yang ditawarkan pun sangat beragam. Mulai dari bahan, desain dan warna. Kitchen set yang ditawarkan berbahan dasar kayu (seperti : kayu jati, lapis (polywood)), MDF, aluminium dan beberapa bahan pilihan lain.

Selain bahan, Oscar Furniture Store juga menyediakan bermacam-macam bentuk kitchen set, seperti bentuk horizontal sampai letter L dengan beragam ukuran, desain serta kapasitas yang berbeda. Beberapa kitchen set juga sudah dilengkapi dengan oven dan alat penghisap asap.

Keren banget yaa...




Lalu ini ada sedikit tips dalam memilih produk Kitchen Set yang baik :

* Bahan
Perhatikan lingkungan rumah. Jika lingkungannya lembab, maka jangan pilih kitchen set yang berbahan kayu. Karena akan mudah lapuk dan menjadi tidak awet.
Ataupun tetap memilih kitchen set berbahan kayu dengan plitur yang baik.

Pilihan lain, gunakan kitchen set berbahan batu alam.


* Memilih kitchen set yang mudah dibersihkan

* Sesuaikan dengan besar ruangan dapur

* Memilih warna kitchen set dengan warna yang senada dengan cat dapur




Setelah kitchen set terpasang rapi di rumah sahabat, tentu keinginan untuk memasak dan menyajikan yang terbaik untuk keluarga menjadi meningkat.

Dan jangan lupa untuk tetap menyesuaikan budget dengan kebutuhan yaa...
Karena selain sehat fisik, sehat finansial juga...


Semoga tulisan ini bermanfaat.
Adakah pengalaman sahabat lendyagasshi dalam memilih kitchen set?



Salam hangat,


Toyota C-HR : SUV Mewah Tampilan Sporty

Bismillah,

Membayangkan memiliki mobil SUV itu adalah impian kami setelah memiliki sedan. Alasannya, tentu karena ruangnya lebih luas, yang memungkinkan kami untuk membawa barang dan anggota keluarga lebih banyak.

Bagaimana menurut sahabat lendyagasshi?
Masuk akal kan yaa...memiliki impian yang memacu kita untuk berikhtiar dan berdoa lebih kencang lagi...

Lalu pilihan kami, jatuh pada Toyota C-HR dan mulai melihat serta menimbang-nimbang harga Toyota CHR Indonesia


Alasan kami memilih Toyota C-HR :

1. Tingkat Safety yang Tinggi

Untuk mobil jaman sekarang, selain memiliki kamera belakang sebagai Blind Spot Monitoring, yang mana bila objek telah dekat, maka akan ada peringatan bagi pengendara, juga memiliki pre-collision yang memakai radar. Lalu untuk keselamatan penumpang, terdapat tujuh kantong udara, dan Vehicle Stability Control (VSC) yang berguna mencegah mobil agar tidak terbalik saat kehilangan stabilitas. 

Fasilitas VSC ini baru ada di mobil Toyota sekelas All New Fortuner.

Namun, bila memiliki Toyota C-HR, fitur ini sudah dapat diperoleh dengan harga yang terbilang di bawah All New Fortuner.


2. Mesin yang Kuat

Tentu inginnya punya mobil SUV yang bertenaga, karena saya tinggal di daerah Bandung, dengan kontur jalan terjal naik-turun, mesin 2ZR-FBE dengan kapasitas 1798 cc akan memudahkan kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Puncak pegunungan di Bandung. 

Ngomongin tentang mesin, tentu kita bertanya-tanya masalah penggunaan bahan bakar?
Toyota C-HR memiliki 4 silinder 1,8 liter dan transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) yang menjadikannya awet bahan bakar.


3. Design Menawan

Siapa yang gak tertarik sama kegagahan Toyota C-HR?

Design Toyota C-HR yang dinamis dan sporty


Tentu berkendara dengan Toyota C-HR tidak terlupakan untuk setiap moment bersamanya, meskipun ada beberapa hal yang mungkin membuat customer Toyota patut pertimbangkan, seperti :

Harga C-HR Untuk Kelas Menengah
Harga memang selalu jadi patokan para pembeli. Namun bila sudah mengerti mengenai mesin atau otomotif, maka harga Rp 490 juta rupiah tidaklah terasa berat. Mengingat banyaknya kelebihan yang ditawarkan di atas.


Tidak ada Sun-roof
Mobil terbaru saat ini selalu dilengkapi dengan sun-roof yang memberikan kenikmatan bagi pengendaranya untuk menikmati udara dari atas. 


Model Velg 
Penikmat otomotif pasti sangat detail dalam membeli sebuah kendaraan. Termasuk bagian yang satu ini. Model velg seringkali menjadi perhatian khusus setelah body dan warna mobil. Maka bagi yang sudah membeli Toyota C-HR, sahabat jangan kecewa dulu yaa... Jaman sekarang banyak bengkel yang menyediakan model velg catchy seperti image pengendaranya.



Seru deeh...kalau ngepoin tetang otomotif terbaru. Bukan hanya fitur dan design, tapi juga safety yang ditawarkan, mesti jadi pertimbangan dalam membeli mobil baru. Tak lupa, sesuaikan budget dan kebutuhan.

Kalau menurut sahabat lendyagasshi, apa yang harus diperhatikan saat membeli mobil baru? 
Semoga pertimbangan di atas bermanfaat dan sahabat mantap memilih kendaraan yang sesuai.



Salam hangat,




The Princess and the Matchmaker (2018)

Bismillah,

Akhirnya berani juga nonton movie-nya Lee Seung Gi, setelah kisah bitter sweet endingnya di Hwayugi. Agak takut kalau ini juga gak sesuai dengan ekpektasi saat nonton. Melihat para aktor yang bermain di film ini saat sedang promo-tour, baru deeh....aku berani download.



Judul : The Princess and the Matchmaker (English title) / Marital Harmony (literal title) /  Goonghab ( κΆν•© )
Sutradara : Hong Chang-Pyo
Aktor : Shim Eun-Kyung, Lee Seung-Gi, Yeon Woo-Jin,
Kang Min-Hyuk, Choi Woo-Sik, Jo Bok-Rae, Minho
Genre : Romantic, Comedy
Durasi : 110 menit



Sebenarnya salah satu alasan aku nonton movie-nya Lee Seung Gi, karena doi terkenal dengan sebutan 3 Crown Prince, jagonya jadi MC, aktor (drama) sama penyanyi. Jadi saat dia memutuskan untuk come back ke dunia akting, apalagi layar lebar, pastilah itu suatu keistimewaan. Coba lihat riwayat akting movienya baru 2 : Love Forecast sama The Princess and The Matchmaker ini. 

Ternyata tebakan aku gak sepenuhnya bener, chingu...


Film ini bisa dibilang drama banget. Padahal aku berharap ada sesuatu yang berbeda dari akting Lee Seung Gi. Pemilihan plot cerita yang juga standart... Lovey-dovey nya kurang menyentuh. Jadi apa yang harus aku bilang? Film berdurasi 110 menit ini cocok ditonton saat santai. Di rumah. Bukan di bioskop. Wkkkwk....mian, mian...😒

Baca juga drama lovey-dovey jaman Joseon yang asyik untuk diikuti :



Shim Eun-Kyung sebagai Songhwa Ongju

Siapa yang gak ingin jadi ongju (putri Raja)?
Karena gak semua orang bisa terlahir kaya dengan garis keturunan terbaik sejak lahir kan yaa... dan Songhwa Ongju adalah salah seorang putri dari selir kesayangan raja jaman Jeong-ju ke 29. Namun karena ramalan dari Gwang-sanggam (Badan Observatorium Joseon), Songhwa ongju dipisahkan dari kehidupan istana sejak kecil. Lalu karena Raja sakit menahun yang tak kunjung sembuh, maka satu-satunya yang bisa membuat Raja sehat kembali adalah tinggal bersama kembali dengan Songhwa ongju.

Jadi,
dipanggillah Songhwa ongju kembali ke istana. Atas dasar pendapat peramal (lagi), Songhwa yang berkarakter kuat, akan memakan nasib baik adiknya (dari Ibu yang berbeda, sehingga adik laki-lakinya ini nanti akan sulit naik takhta menggantikan posisi ayahnya sebagai Raja), jadi Songhwa  mesti dipisahkan dengan Ibu pengasuhnya (( karena sejak awal, Ibunya Songhwa ongju sudah meninggal )) dan kelak harus dinikahkan dengan seseorang yang memiliki saju (perhitungan berdasarkan tanggal, hari dan jam lahir) yang berlawanan dengan Songhwa ongju.

Lee Seung-Gi berperan sebagai Seo Do Yoon

Seo Do Yoon, akhirnya diangkat menjadi gamchal naeri (pegawai pemerintahan, masuk tim peramal astronomi, yang bisa meramal nasib baik dan buruk seseorang dari tanggal, hari dan waktu lahir). Karena ia adalah seorang yang lurus, gak bisa diajak bekerjasama dengan sepupunya sendiri yang ingin menjadi Buma (menantu Raja, cowo yang akan dinikahkan dengan Songhwa ongju) yang berkepribadian buruk, Yoon Shi-kyung



Namun, semua orang gak ada yang tahu bahwa Yoon Shi-kyung ini jahat. Ia, dimata masyarakat adalah seorang pegawai pemerintahan yang gagah dan nurut sama Raja. Namun di balik itu semua, ia sebenarnya menginginkan kedudukan yang lebih di kerajaan. Maka, segala cara akan ditempuhnya demi mewujudkan niatnya itu. Termasuk memanipulasi ramalan perjodohan (saju).

Ini fatal banget kalau jaman Joseon, karena selain (berarti) membohongi Raja juga bisa merusak masa depan oranglain. Kan jaman Joseon apalagi anak Raja, gak boleh pacaran dulu baru nikah...😒 ((bener siih...sesuai syariat Islam yaa..)). Mereka menikah karena perjodohan dimana saju mereka sama-sama berdampak positif bagi kehidupan kerajaan.


Ribet?


Sebenarnya di Jawa juga gitu yaa...ada perhitungan weton yang baik bagi pasangan. Tapi kalau gak cocok, bukan berarti gak jadi, bisa dicarikan jalan keluarnya. Naah...sama. Ramalan perjodohan (saju) ini juga bisa dicarikan jalan keluarnya, dengan menyeimbangkan gelombang Yin dan Yang di alam, gitu kata Seo Do Yoon.


Apa jalan keluar untuk pernikahan Songhwa ongju dan Yoon Shi-kyung?
Memiliki anak.


Dan hal ini yang mungkin susah sekali karena mereka berawal dari pasangan yang tidak mengenal dan saling suka pada awalnya. Kepribadian mereka benar-benar jauh berbeda.
((iyaa...yang satunya 


Bagaimana nasib Songhwa ongju akibat kebohongan Seo Do Yoon mengenai ramalan perjodohan ini?
Nonton deeh... gak lama kok...hanya 1.5 jam.
Hiihi...Happy watching, chingu~



Seperti biasa, aku bakal bahas Learning Point The Princess and the Matchmaker movie ini...


1. Capailah sebuah tujuan secara bertahap


Seringkali, banyak orang lupa bahwa ketamakan membuat diri agresif hingga tak memperdulikan orang lain. Bahkan gak sadar kalau dirinya telah menempuh jalan yang salah, gak peduli kalau kejahatannya terbongkar, bakal ada resiko yang mereka terima, yaitu disiksa Raja.
((iya looh...fitnah Jaman Joseon ini mengerikan. Mereka seringkali hanya percaya dari apa yang tersebar luas di masyarakat tanpa investigasi yang benar. Menyakitkan sekaliii...))


2. Jangan berbohong


Apapun keadaannya, membiasakan berkata baik sesuai dengan kenyataan, meskipun memang terkadang pahit.
Sama seperti kejadian Seo Do Yoon saat ingin melindungi adiknya dari siksaan Yoon Shi-kyung. Seo Do Yoon terpaksa harus berbohong agar adiknya ((yang buta ~ tapi ganteng ~ eaaa..πŸ˜…πŸ˜ )) selamat.


3. Ikuti kata hati


Ini agak klise juga siih...aku juga gak paham kalau mengikuti kata hati, karena feeling bisa aja salah arah kalau tidak diiringi doa kan, chingu?

Dengan berderai airmata, Songhwa ongju mengatakan hal ini kepada ayahnya :
"Jika dalam hidup seseorang tanpa adanya cinta, lalu apalagi yang dimilikinya?"


Dan karena perkataan sang anak yang dicintainya ini, sang Ayah menjadi sadar, bahwa kebahagiaan berasal dari cinta. Selama ini Ayahnya memang seseorang yang memiliki kedudukan terhormat di mata masyarakat, namun segalanya tidak bisa dimiliki.

Kebahagiaan.
Untuk orang-orang di sekelilingnya terutama.

fanart Seo Do Yoon dan Songhwa ongju.

Dan aku sebenarnya ingin mengeluh banyak hal tentang film ini. Selain aku merasa gak cocoknya Lee Seung Gi memerankan tokoh berkepribadian introvert dan tenang begini...karakternya persis saat di drama You're All Surrounded.

Paling oke, doi di Brilliant Legacy, My Girlfriend is Gumiho dan Hwayugi.
Karakter cowok cerewet, pembangkang dan sombong.

Selain gak ngerasa click sama akting Lee Seung Gi, aku pun merasa terlalu banyak pemanis di drama ini. Pemeran pembantunya aja ada Kang Min‑hyuk (drummer sekaligus vocalist CN Blue), Choi Woo-shik (aktor) dan Minho sHinee (member sHinee) yang berperan jadi adiknya Do Yoon yang buta. Aigoo~~

Kerasa sayang aja, para aktor ini gak dikasih akting yang menantang.

Terakhir, aku gak ngerasa puas sama original soundtracknya. Emm, rasanya kurang greget gituu... Padahal film itu bisa bener-bener bisa hidup dan membawa suasana salah satunya karena musik yang mewarnainya. Kalau ini gak oke, aah...meolla, kumerasa kecewa.


Saat film ini launching, Lee Seung Gi saingan sama mantan ((eaa...mantan, karena aku nge-shipperin mereka biar jadian beneran in a real life)) partnernya di Hwayugi, Oh Yeon Soo di filmnya Cheese In The Trap Movie.

And i honestly, prefer Yeon So movie.

Padahal CITT movie ini adaptasi dari drama looh...jadi kaya short versionnya gitu...
Kapan-kapan aku bahas yaa..karena aku puas banget sama CIIT ketimbang Matchmaker.



Adakah sahabat lendyagasshi yang nonton film ini?
Gimana...gimana pendapat chingu-deul?
Berbagi di kolom komentar yuuk...



또 λ΅™κ² μŠ΅λ‹ˆλ‹€ 

Salam hangat,




Rich Man Poor Woman (2012)

Bismillah,

Mulai masukin kategori baru di blog lendyagasshi.
Hiihii...

Yyuhhuu~~

Aku dulu menobatkan diri sebagai Dorama Jepang addict!
Iyaa...
Saat Drama Korea belum begitu booming seperti sekarang.


Duluu...rasanya malas nonton drama Korea.
Sudahlah bahasanya aneh (intonasinya itu looh...kesannya lebbaii)) dan konyol sekali. Dramanya kayak gak ada pesan yang mendalam giittuh...

Ehh...lha kok suami (dulu masih pacaran) beralih ke Korea (sesuatu yang aku benci...)
Mulailah doi meracuni dengan drama Korea.
Penting banget doi nge-burn drama Korea di dvd (( jaman yamono...belom usum flashdisc, cyiin )) lalu dikirimkan ke rumahku (( FYI, kami dulu LDR alias Long Distance Relationship. Doi kuliah di Bandung, sedangkan aku di Surabaya )).


Nyatanyaaa...
Sesuatu yang aku benci, sekarang malah bisa bikin aku kesengsem.
Huhuu~~

Dan jadi susah banget mau balik nonton dorama Jepang. Karena memang atmosfernya sungguh jauh berbeda. Dan lagi, dorama Jepang sekarang kok rasanya mandeg yaa...? (( apa karena aku gak download, jadi gak tau link downloadnya?? πŸ€” ))


Finally,
Tadaimaaa...


I feels like come home again, beib...setelah download drama Koreanya Suho "Rich Man, Poor Woman".


Inget banget aku punya versi Jepangnya di hard disk. Dan memang aku belum nonton karena pas tahun ini, bisa dibilang, masa-masa transisiku dari Jepang ke Korea. Alasanku nonton, karena aku gak dapet klik-nya saat nonton yang versi Korea ((baru nonton eps 1 siih...tapi, ngebosenin gittu...)), jadi coba deeh...nonton yang versi aslinya.



Judul Rich Man, Poor Woman Ricchiman Puauman / γƒͺγƒƒγƒγƒžγƒ³、γƒ—γ‚’γ‚¦γƒΌγƒžγƒ³ )
Penulis : Naoko Adachi
Sutradara : Jun Matsumoto
Genre : Comedi, Romance
Network : Fuji TV
Episode : 11 eps 



Plot ceritanya mengenai persahabatan, ketulusan, usaha yang bersungguh-sungguh dan tak lupa dibumbui dengan kisah cinta yang lovey-dovey banget deeh... (( ku sukkaa...bikin deg-deg melting )).

Pemerannya, bukan wajah asing kok..kalo kamu sering nonton drama Jepang.
Yup,
Doi Shun Oguri yang berperan sebagai bos besar sebuah perusahaan IT-technology Next Innovation, Toru Hyuga. Hyuga-san ini terkenal dengan kepribadian yang menjengkelkan, meskipun engga kasar, tapi sarkastik. Idenya di bidang IT-technology membuat perubahan besar dalam kehidupan Jepang. Sederhana, namun bisa bermanfaat untuk banyak orang, itu cita-cita sederhananya.


Even a single person can change the world.
Make the impossible, POSSIBLE
Break the shackles of old values
and discover a new common sense
NEXT INNOVATION
will give a shock to the world



Hyuga-san tidak bekerja sendiri, ia bersama Kosuke Asahina (yang diperankan oleh Arata Iura) untuk membangun perusahaan sebesar Next Innovation seperti saat ini. Kesuksesan yang diraih gak main-main, dengan keuntungan sebesar 300 miliar yen, Next Innovation terus berkarya.

Hingga proyek selanjutnya, Hyuga ingin menggandeng kantor pemerintahan. Alasannya sederhana, ia tidak ingin profit yang besar, namun ingin program ciptaannya merambah hingga usia lanjut. Ia ingin IT dikenal dan digunakan untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Maka ia menciptakan sebuah program yang diberi nama Personal File.

Di Jepang, jika bekerja, maka seharusnya dapat jaminan pensiun. Jika ia menghitung pendapatannya dengan benar. Namun masalahnya, tak semua orang peduli akan hari tua ini. Mereka sibuk bekerja dan bekerja. Dan Personal File ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa digunakan berbagai kalangan, karena interface yang mudah digunakan, sederhana dan sangat cepat.

Kita hanya memasukkan nama-usia dan pendapatan rata-rata per-bulan, maka software tersebut akan langsung mampu berhitung, sebesar apa tunjangan yang kita dapat ketika sudah berumur 65 tahun dan seterusnya...

Sangat praktis bukan?




Namun kekurangannya, Hyuga-san memiliki penyakit prosopagnosia (yaitu sebuah penyakit yang tidak bisa mengingat wajah dan nama seseorang walaupun baru beberapa detik bertemu). Penyakit ini timbul karena ia pernah kehilangan Ibunya. Bukan karena meninggal, namun karena Ibunya meninggalkannya begitu saja. Dan baru aku tau, ternyata ini penyakit genetik. Jadi Ibunya pun memiliki penyakit yang sama. Makanya ada salah satu scene yang menceritakan saat Hyuga bertemu dengan sang Ibu di kampung halamannya, namun sang Ibu hanya menganggap Hyuga orang asing. Ia bercerita ke sana-ke mari mengenai seorang pemuda yang dianggapnya hebat. Sukses, sering masuk TV dan kaya raya. Mengangetkan!
Yang diceritakan itu adalah anaknya sendiri, Toru Hyuga yang ada di hadapannya.

Uww~~

Hatiku ikut sakit waktu lihat scene ini. Betapa Hyuga merindukan sosok Ibu yang selama ini hanya bisa ia kenang melalui namanya, Sawaki Chihiro.



Oke,
Selanjutnya...kenapa Hyuga bisa perlahan menyembuhkan penyakitnya ini? Padahal ia tidak sekalipun ke dokter dan minum obat. Apalagi ke psikolog atau psikiater.

Ternyataaa...yupyup!
Obatnya adalah C.I.N.T.A.

Pertama kali Hyuga menawarkan kerja karena ingatan Natsui Makoto ini kuat banget


Hhaha...semudah itu yaa?
Penyakit yang udah tahunan, dan sampai dikeluhkan sama pegawainya, karena sudah bertahun-tahun kerja bareng Hyuga, tapi yang diingat hanya Asahina. Lainnya?
Doi selalu pasang wajah cuek gak berdosa.
(( gak ada yang salah kok...kalok kamunya uda ganteng, Hyugaa~~ hahhaa...emakgenit! 😁 ))


Berawal dari recruitment pegawai Next Innovation. Karena perusahaan ini gemar sekali memecat pegawai yang gak produktif selama 3 bulan. Jadilah dibuka job fair besar-besaran di kantornya Hyuga. Presentasi Hyuga seperti biasaaa...mengagumkan.

Namun,
enggak buat pegawai baru.

Mereka merasa diremehkan. Padahal awalnya mereka diminta untuk membuat sebuah inovasi melalui kata-kata penyemangat yang diunggah Hyuga di iklan internet web Next Innovation "Ubahlah dunia dari yang tak mungkin, menjadi mungkin."
Namun giliran mereka menjawab apa yang ditanya oleh Hyuga saat presentasi, Hyuga dengan angkuhnya mentertawakan impian-impian si calon pegawai baru ini.


Termasuk Natsui Makoto (diperankan oleh Satomi Ishihara).
Mendadak Hyuga menghampirinya dan mempertanyakan hal di luar dugaan.

"Sudah berapa kali kamu melamar pekerjaan?"


Pertanyaan seperti itu untuk Natsui adalah menyakitkan, jenderal!
Karena dia sudah 30 kali ditolak oleh perusahaan besar di Jepang. Padahal ia lulusan Tokyo University looh... Universitas TOP nya Jepang.

Memang saat ini ia sedang melanjutkan program master, sehingga bekerja adalah impian agar ia bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Bagaimana kelanjutannya...?
Kok akhirnya Natsui bisa bekerja bareng Hyuga?
Malah berakhir dengan a love relationship.


Menarik deeh...
Karena yakin, yang hobi nonton drama...antara Jepang sama Korea ini jauuh sekali misinya. Aku selalu dapat insight menarik yang sangat terlihat jelas saat menonton drama Jepang. Seperti :


1. Etos kerja yang luar biasa

Mereka ini hidup seolah-olah bekerja adalah hidup mereka. Hingga seringkali mereka lupa cara untuk membahagiakan diri.
Namun karena ini drama dengan genre komedi, jadi gak begitu kelihatan seriusnya. Padahal di kehidupan nyata, Jepang itu orangnya seriius banget nget!

Para pegawai Next Innovation.
Aku kok kagum sama atmosfer tempat kerjanya Hyuga ini, bahkan ada yang pake singlet doaank gituuu...dibiariinn πŸ˜…


2. Lawanlah orang yang menyakitimu dengan prestasi

Ini agak sulit yaa...ketika ada yang melukai, apalagi sampai berkhianat alias nusuk dari belakang, lalu kitanya diem aja.

Awalnya Hyuga speechless, gak percaya...
Bahwa usahanya yang dibangun bertahun-tahun bersama sahabatnya, Asahina-san...malah diambil alih oleh Asahina. Sedangkan ia sendiri, malah dipecat.

Absurd banget kan yaa...

Padahal Next Innovation gak akan bisa berkembang kalau gak ada otak cemerlangnya Hyuga.
Lalu, apa yang bisa dilakukan Hyuga setelah dipecat dari Next Innovation?



Jadi gembel bareng Natsui.
Hhahaa....serius deeh...

Hyuga ini gak tahu caranya memutar uang, berinvestasi dan lain-lain. Yang ia tau hanya mengembangkan program. Jadi lepas dari Next Innovation, ia bener-bener puyeng, ngelamun dan gak jelas mau ngapain. Natsui tentu stres doonk yaa...

Dengan menjual semua aset, Hyuga membangun perusahaan IT yang baru kembali. Meskipun tanpa ada yang membantu, Hyuga memberi nama Great Wall. Ternyata, memang dasarnya orang baik, ia malah memperbaiki program yang diambil alih oleh Asahina dan diam-diam menyusupkan ke database Next Innovation.

Karena kebaikannya ini, 3 orang pegawai Hyuga yang tau banget bagaimana karya original bosnya dulu, langsung berpindah haluan. Mereka dengan sukarela ikut ke perusahaan baru Hyuga, Great Wall.

((terharuuu bangeett))



3. Fokuslah pada kemampuanmu

Iyayaa..kebayang kalau Hyuga ini serba bisa. Waah...sempurna banget.
Tapi nyatanya, dorama Jepang selalu terlihat kekurangannya ((termasuk di bagian make-up. Cowo dan cewe Jepang gak pernah terlihat benar-benar flawless. Pasti ada bintik atau kerutan alami wajah))


Baca juga yuuk...




4. Komunikasi

Lagi-lagi ini masalah hati. Asahina sebenarnya sahabat yang baik. Ia tidak ada niat untuk merebut Next Innovation. Yang ia mau hanyalah Next Innovation menjadi perusahaan nomer 1 di Jepang. Dalam bidang apapun.
dan itu tak akan terjadi selama Hyuga yang menjadi pemimpin perusahaan.
Karena filosofi mereka tidak pernah sejalan.

Hyuga lebih ingin IT program ciptaannya bermanfaat untuk banyak orang, ...

Karena sesungguhnya,
dalam IT, kita selalu bisa menemukan elemen manusia di dalamnya.

Jadi jangan terlalu mendewakan uang dan kepintaran.

Kurang lebih begitu maksud Hyuga yaa...
Bahwa ada persahabatan, ketulusan orang-orang yang mendedikasikan waktunya dan keluarga.



5. Ini bagian terpenting dari ending cerita ini, jadilah dirimu sendiri.
Mungkin kita semua paham dengan kata-kata Be Your Self ini. Bahkan Asahina saat di penjara mengatakan hal ini pada Hyuga, saat Hyuga curhat masalah hubungannya dengan Natsui.

Dan tak banyak yang dapat disampaikan Asahina selain
"Lakukanlah seperti yang biasa kamu lakukan."

Makin puyeng Hyuga dapat jawaban begini.

Emm, happy ending kok...yeorobuun~~

Ini dorama menyegarkanku kembali dengan beberapa dorama yang pernah mewarnai hidupku. Kaya kisah cinta sepanjang masanya Makino Tsukushi dan Domyouji Tsukasa di Hana Yori Dango. Duuduu...ini drama aku puter entah berapa ribu kali, yeorobuun...

Dan kala itu, si Shun Oguri masih jadi secondlead male.

Aah~~
aitakattaa...


Adakah sahabat lendyagasshi mengalami hal yang sama?
Oh yaa...
Dan nanti setelah nonton Rich Man Poor Woman versi Korea, aku bakalan ulas juga yaa...
Menarik sekali melihat drama adaptasi.

Akankah masing-masing memiliki originalitas yang unik?
Tunggu di blogpost aku berikutnya yaaa....



Salam hangat,