Mengenali Gaya Belajar Anak

Assalamu`alaykum,

Bunda-bunda yang berbahagia...pernahkah kita menemui anak yang susah banget diajak belajar? Atau sudah dikasih tau bolak-balik, tapi masih juga gak ngerti.

Kesel, sebel dan gemes...kemudian seringkali tercetus 12 gaya populer, seperti mengancam, membandingkan atau malah meremehkan.
Kalau sudah begini, si anak akan makin malas belajar.

Efek domino dalam pengasuhan inilah yang harus kita cari akarnya. Apa yang bisa kita perbaiki agar anak nyaman saat belajar. Bahkan tanpa disuruh dan bisa menangkap pelajaran dengan mudah.





Melalui seminar yang saya hadiri pada hari Sabtu, 15 April 2017 di Miko Mall dan ternyata selaras dengan materi Bunda Sayang di komunitas Institut Ibu Profesional (IIP). Maka saya akan menampilkan materi 3 Gaya Belajar Anak beserta tips mengoptimalkannya, yaitu :

Auditory
Belajar dengan mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

Visual
Belajar  dengan citra visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

Kinestetik
Belajar menggunakan segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait dengan gerakan.



Untuk mengenalinya, kita harus tahu dahulu ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar tersebut.
Berikut ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar :



Gaya Belajar Auditori
(belajar dengan cara mendengar)

Lirikan ke kiri/ke kanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Untuk itu maka ibu/guru sebaiknya memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibanding dengan mendengarkan.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.


Ciri-ciri gaya belajar auditori :

🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
🌷Penampilan rapi
🌷Mudah terganggu oleh keributan
🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
🌷Biasanya ia pembicara yang fasih
🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual
🌷Berbicara dalam irama terpola
🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara




Gaya Belajar Visual 
( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan ke atas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata/penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar. Metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak di titikberatkan pada peragaan/media. Mengajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. Seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.


Ciri-ciri gaya belajar visual :

🌷Bicara agak cepat
🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan
🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan
🌷Pembaca cepat dan tekun
🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
🌷Lebih suka musik
🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.




Gaya Belajar Kinestetik
(belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)


Lirikan ke bawah bila berbicara dan berbicaranya lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan mengeksplorasi sangatlah kuat. Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan


Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

🌷Berbicara perlahan
🌷Penampilan rapi
🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek
🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
🌷Menyukai permainan yang menyibukkan
🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
🌷Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.



Sudah terbayang gaya belajar ananda apa, Bunda?
Saya pertama kali dapat materi ini, yang saya lakukan malah mengidentifikasi diri sendiri dulu. Karena prinsip saya, bagaimana saya mau menuntun anak kalau saya tidak mengenali diri sendiri?

Tidak ada kata terlambat selama ia masih mau bergerak berubah kan yaa...

Naah...sekarang dikasih Ibu Septi strategi untuk masing-masing gaya belajar di atas. Simak yuuk...biar bisa mengoptimalkan kemampuan anak.


Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

📝Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
📝Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
📝Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
📝Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
📝Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan membiasakan mendengarkan sebelum tidur.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

📝Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
📝Gunakan warna untuk meng hi-lite hal-hal penting.
📝Ajak anak untuk membaca buku-buku ber-ilustrasi.
📝Gunakan multi-media (contohnya : komputer dan video).
📝Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam bentuk gambar.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

📝Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
📝Ajak anak untuk belajar sambil meng-eksplorasi lingkungannya
(contoh : ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
📝Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
📝Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
📝Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.



Sudah dapat pencerahan, Bunda?
Maka Bunda bisa mulai mengamati gaya belajar anak dari bagan berikut



Dan pesan Ibu Septi bahwa perjalanan pengamatan gaya belajar pada anak ini tidak bisa dilakukan satu atau dua hari lalu dapat kita simpulkan. Namun butuh waktu berhari-hari hingga kita yakin betul, mereka benar-benar berbinar saat melakukan aktivitas apa?

Dengan begitu,
dengan gaya belajar tersebutlah kita optimalkan perkembangan fitrah belajar anak.

Don`t teach me, 
Because i love to learn


📚Sumber Bacaan :
Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009
Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016


Selamat membersamai anak dalam menemukan fitrah belajarnya, Bunda.


Salam hangat,







Drama Keluarga : Marriage Contract

Assalamu`alaykum,

Uda lama aja gak apdet soal Drama Korea yang aku tonton yaa...
Sekarang aku mau bahas drama kawin kontrak. Dih...tema begini udah cukup sering dijadiin bahan cerita yaa...

Dari jaman jebot, sebut saja Full House (2004).
Ini kisah fenomenal yang tak lekang oleh waktu. Siapa yang gak kenal couple ini? Rain sama Song Hye Kyo. Semenjak memerankan karakter dalam drama Full House ini, karir mereka melesat bak roket ((hoo...)).

Ada lagi?
Banyaaakk...ternyata. Ini beberapa Drama Korea dengan tema kawin kontrak yang aku tau. Dan kesemuanya, bikin aku melting dan berakhir pada baper berkepanjangan. Padahal kisahnya klasik kan yaa...?

* Lie To Me (2011)
Lead Male : Kang Ji-Hwan
Lead Female : Yoon Eun-Hye

* The Prime Minister and I (2013)
Lead Male : Lee Beom So
Lead Female : Im Yoona

* Fated To Loved You (2014)
Lead Male : Jang Hyuk
Lead Female : Jang Na-Ra



Kalau ditanya mana yang paling disukai...? Ntar aja jawabnya yaa...setelah aku ngebahas drama Kawin Kontrak ala Korea yang satu ini.




Judul : Marriage ContactGyeolheun Gyeyak / 결혼계약 )
Penulis : Jung Yoo-Gyung
Sutradara : Kim Jin-Min
Genre : Drama, Romance, Family
Network : MDC
Episode : 16 eps


Drama yang diperankan oleh Lee Seo Jin (sebagai Han Ji-Hoon) dan Uee (sebagai Kang Hye-Soo) ini terbilang sukses membuat penonton berderai air mata. *Uhhuuk...apa akunya yang gampangan yaa...??

Berawal dari kisah hidup Hye-Soo yang mengalami serba kesulitan. Dari mulai ditinggal suaminya meninggal, ia harus mengurus seorang anak perempuan buah pernikahannya dengan mendiang suaminya yang kini berusia 7 tahun. Dan ternyata, si mantan suami meninggalkan utang dalam jumlah besar sebelum meninggal. Yang jadi misteri, uang itu digunakan untuk apa? *sampai ending drama ini, malah gak dibahas. Sayang banget yaa...?!? Mungkin sutradaranya sudah lelah...

Belum lagi, Hye Soo mendadak didiagnosis sama dokter bahwa hidupnya tidak lama lagi karena mengidap penyakit tumor otak. Dan ia masih punya harapan memperpanjang hidupnya asalkan mendapatkan pengobatan (semacam kemoterapi).



Fokus berikutnya adalah kehidupan si tokoh pria, Han Ji-Hoon. Ia seorang pemilik restoran keturunan keluarga kaya ((seperti biasa)) namun playboy. Gemar berganti pasangan dan sangat kasar. Dingin, nyebelin dan hobi marah-marah. Pada suatu hari, ia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa ibunya harus segera melaksanakan transplantasi liver. Kalau tidak, umurnya gak akan panjang lagi.

Panik dan ia mengatakan kepada sahabatnya bahwa akan menikah dengan perempuan yang rela menyumbangkan hatinya untuk sang ibu dan sanggup membayar kompensasi sebesar apapun.

Ternyata Hye-Soo yang saat itu sedang magang di restoran Ji-Hoon gak sengaja mencuri dengar pembicaraan tersebut. Dan ia menyatakan secara gamblang bahwa ia bersedia menjadi perempuan yang dimaksud.

Pernyataan si cewe tentu gak langsung diterima oleh oppa nyebelin ini. Dia masih berusaha mencari cewe lain yang kiranya pas buat jadi istri bayaran. Ini ada adegan audisi segala....dan lucunya, yang di audisi cuma satu cewe. Haahha....dan uda kliatan tuwir. 
Spontan Ji-Hoon nolak dan akhirnya melabuhkan pilihannya pada Hye-Soo. Hye-Soo pun gak segera mau...ada tarik ulur gitu laah....

Tapi endingnya mau siih...*eaaa....



Dimulai dari mempersiapkan kontrak pernikahan yang di tanda tangani kedua belah pihak. Bahwa kawin kontrak ini akan berakhir ketika operasi liver yang dibutuhkan telah terlaksana. Dan sebagai imbalannya, si cewe minta tolong untuk dibayarin utangnya kepada rentenir (yang tadi aku ceritain diatas, utang suaminya yang cukup besar) dan dicukupi kebutuhan anaknya yang bernama Cha Eun-Sang sampai ia dewasa dan mampu membiayai dirinya sendiri.

Cool!

Ji-Hoon menyanggupi apa yang diminta Hye-Soo. Dan berikutnya adalah menyiapkan foto pre-wedding untuk membuktikan kepada pihak Rumah Sakit bahwa ia dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri. Karena dengan begitu, operasi transplantasi akan lebih mudah dilakukan ketimbang mencari donor dari orang asing. Itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses yang sulit pula.

Kemudian mereka mendaftarkan pernikahan (pura-pura) mereka ke KUA di Korea. Hehhe...KUA, Kantor Pencatatan Sipil gitu deeh...

Dan proses ini gak mudah, karena mereka melibatkan seorang anak kecil berusia 7 tahun untuk ikut di wawancara dengan pihak Rumah Sakit terkait `Benarkah Ji-Hoon dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri?`

Di episode-episode awal, kita akan disuguhkan seberapa gigihnya perjuangan Ji-Hoon untuk memenangkan hati si kecil, Cha Eun-Sang. Dari mulai mengajak bermain ke taman bermain, makan es krim bareng sampai menjemput Eun-Sang ke sekolahnya, semua dilakukan demi diakuinya bahwa ia adalah ahjussi yang akan menjadi calon Papanya.


Iya,
Soalnya kalo bilang mereka nikah kontrak ke anak seusia Eun-Sang, apa yang akan dipikirkan? Takut Eun-Sang gak ngerti.


Maka,
berhasilkah mereka menjalankan perjanjian kontrak pernikahan mereka? Bagaimana kisah hubungan Ji-Hoon dan Hye-Soo selanjutnya? Dan pasca operasi transplantasi? Akankah mereka menyudahi pernikahan mereka atau malah saling jatuh cinta dan meneruskan pernikahan yang memang sudah sah di mata hukum?


Aku gak akan kasih spoiler yaa...hehhe...yang pasti drama ini mengeluarkan emosi begitu banyak. Ada seneng, sedih, kesal dan empati di dalam drama sepanjang 16 episode ini. Chemistry yang dimainkan antar pemerannya pun bagus. Bukan hanya Ji-Hoon dan Hye-Soo yang sudah barang tentu menjadi pasangan, namun hubungan Ayah dan anak (angkat) nya juga patut diacungi jempol.



Akting si mungil Shin Rin-ah dalam memerankan karakter Cha Eun-Sang keren banget. Anak sekecil ini bisa memerankan beberapa emosi marah, senang, sedih hingga bercucuran air mata. Hadeeu...gak kebayang ngasih pengarahannya gimana. Dan sebenarnya, ia adalah artis cilik yang sudah sering main drama dengan beberapa aktor ternama. Inget waktu nonton Legend Of The Blue Sea...ada anak kecil yang bisa dengerin gelombang suara hatinya si duyung Jun Ji-Hyun? Dan di Defendant, doi juga main bareng Ji-Sung. Aigoo~~ Kecil-kecil prestasinya uda banyaak banget. Gemesiin memang kalo liat aktingnya yang natural.


Hikmah nonton drama keluarga ini, aku jadi sadar beberapa hal bahwa :


1. Anak di bawah usia baligh tidak seharusnya memahami kesulitan yang dialami orang tuanya.
Sesulit apapun keadaan orang tua, sebaiknya anak tidak diberi tahu. Kalaupun terpaksa karena anak sudah tau duluan, maka diberi penjelasan sesuai dengan otak kecil anak.


2. Memperbanyak kontak fisik dengan anak.
Untuk seorang Ibu bekerja, tidak menjadi penghalang untuk bisa dekat dengan anak. Asal memanfaatkan waktu kebersamaan. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan lahiriah, tapi juga batiniahnya, yang terpenting.

Dalam film ini, seberapapaun lelahnya Hye-Soo, ia selalu memasak makanan untuk anaknya. Sehingga Eun-Sang merasa istimewa meskipun seringkali ditinggal sang ibu bekerja ke sana-ke mari.


3. Melibatkan anak dalam mengambil keputusan keluarga.
Anak juga berhak menentukan apa yang diinginkan dan apa yang bisa membuatnya bahagia. Sehingga selalu melibatkan anak dalam sebuah diskusi keluarga. Tidak menjadi orang tua yang diktator dengan menentukan apa yang menurut orang tua baik.

Diskusi dalam keluarga ini juga melatih berpikir kritis kepada anak. Mereka akan belajar mengambil keputusan dan mengenal konsekuensi.


4. Menjadi pribadi yang fleksibel.
Karena dunia senantiasa berputar, maka janganlah berhenti belajar. Belajar bukan hanya di atas kertas, namun  belajar membaca situasi dan lingkungan sekitar.

Dalam drama ini, si kakek yang diceritakan haus harta, pada akhirnya ditinggalkan oleh istri dan anak-anaknya. Karena menjadi pribadi yang keras dengan prinsip yang ia yakini benar.

Apa gunanya harta melimpah tanpa keluarga dan orang-orang yang dikasihi?


5. Menghargai waktu saat bersama keluarga, karena kita tidak akan pernah tau kapan kontrak hidup kita di dunia berakhir.
Membersamai keluarga dengan sepenuh hati. Memberi hadiah dan melakukan segala hal yang terbaik, ini yang dilakukan Ji-Hoon untuk membuat hari-hari Hye-Soo bahagia.




Bagaimana dengan kita?
Sudahkan kita memberi waktu terbaik untuk keluarga?




Terima kasih yang sudah membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam hangat,















Dwi Puspita : Blogger Surabaya Pecinta Kopi Dan Cat Lovers

Assalamu`alaykum,

Haloo sahabat semua...apakabar?
Kata-kata pembukaku macam mau kirim surat yaa...hehhe...ini niih, mau cerita tentang sahabat aku sesama blogger dan kami dipersatukan di grup Arisan Blogger Perempuan. Grup Arisan kami yang sudah berulang tahun ke-1 per bulan April 2017 lalu membuat kami makin akrab. Kayanya kami uda ngerasa kenal banget satu sama lain. Sering berbagi malam demi malam (karena sampai jam 2 pagi pun, diantara kami masih ada aja yang begadang dan ujung-ujungnya curcol), berbagi kesedihan dan gak melulu yang sedih-sedih, kami juga banyak ketiban rejeki kala salah seorang dari kami mendapat info soal job. *Aiih....

Good friends are like a stars.
You don`t always see them, but you know they are always there.


Cluenya kali ini adalah, Blogger Surabaya, seorang Mom Blogger dan hobinya menulis segala sesuatu yang dialami sehari-hari. Istilahnya kerennya Lifestyle Blogger yaa...





Yihhaa,
Kita ke rumahnya Dwi Puspita yuuk...

Blog :



Ibu dari seorang putra yang bernama Muhammad Ayman ini tinggalnya di Gresik, namun aktif sebagai anggota KEB Surabaya. Mengawali dunia blogging sejak tahun 2012. Tak terasa sudah 5 tahun menekuni dunia yang membuat nama Dwi ini gak asing di telinga para blogger, khususnya blogger Surabaya. Banyaknya kegiatan yang diikuti, bisa terlihat dari postingannya di beberapa sosmed yang dimilikinya.

Facebook :
Dwi Puspita

IG :
@dwi__puspita

Twitter :
@dwi__puspita



Cewek imut kelahiran 1988 ini lulus dari almamater yang sangat aku idam-idamkan dulu. Hiiks...Ya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan statistika angkatan 2007. Tapi meskipun aku bukan lulusan ITS, alhamdulillah lulus dari universitas tetangganya ITS siih....hehhhe...*narsis mode on.


Karena doi pecinta kopi dan kucing, dua perpaduan yang pas sekali dengan makanan favoritnya yaitu bakso. Hiaaa...coba pikirin apa hubungannya coba...?!? Jadi beberapa kategori yang asik diomongin saat berkunjung ke blognya Dwi adalah kuliner, travelling, review, event, kucing, hotel, Surabaya, dapur, kehamilan, lomba, dan diet.

Header blog dwipuspita(dot)com

Di sana, ada kisah tentang bagaimana Dwi berjuang ingin memiliki seorang anak dan berjuang mengembalikan berat badannya kembali. Semua dikemas dalam bahasa khas Dwi yang humble dan luwes. Tulisannya juga tidak terlalu panjang dan bertele-tele, membuat aku betah blogwalking ke sana ke mari saat berada di rumah mungilnya.


Beberapa harta karun yang aku temui di rumah Dwi :



Uda pada tau doonk yaa...madu itu manfaatnya apa...bahkan madu juga termasuk dalam salah satu ayat Al-Qur`an yaitu surat An-Nahl. 

Manfaat madu untuk kesehatan

1. Manfaat madu untuk ibu hamil
* Menjaga stamina dan daya tahan tubuh, sebenarnya tidak hanya untuk ibu hamil namun untuk para * Lelaki, para tua dan muda juga dianjurkan selalu memiliki stamina yang prima.
* Menetralkan kadar gula dalam darah
* Mencegah keputihan


2. Manfaat madu untuk pria dewasa
* Meningkatkan dan menjaga vitalitas
* Meningkatkan produksi testosteronyang sangat penting untuk meningkatkan libido
* Mengatur keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan tubuh
* Dapat meningkatkan produksi sperma


3. Manfaat madu untuk balita
* Bisa menambah nafsu makan
* Menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek
* Membantu pertumbuhan dan perkembangan anak
* Meredakan batuk anak


Keluarga aku alhamdulillah juga mengonsumsi madu setiap hari. Alasan utamanya adalah suka sama manisnya madu. Karena ada tulisan dari Dwi, aku jadi paham banyak manfaat baik lainnya.


Harta karun lain di rumah Dwi adalah beberapa info kuliner dan liburan. Tentunya mayoritas di daerah Surabaya. Ada yang menarik juga, seperti :



Dari pengalaman Dwi, kita bisa dapat tips sederhana menitipkan mobil yang aman dan nyaman. Berikut tipsnya :

1. Bawa penutup mobil, agar mobil aman dari panas dan hujan
Kasihan kan kalo mobil kita kepanasan dan kehujanan, mobil juga butuh kasih sayang.

2. Bawa penjepit
Jepit jemuran atau klip buku dari besi. Barang ini untuk menjepit penutup mobil agar tidak terbang terbawa angin. Cari celah-celah yang pas saat akan menjepit tutup mobil kebagian mobil. 
Pasti deh kalian udah ahli dari hal penjepitan 😊 

3. Baca do'a agar Allah selalu melindungi kita terlebih harta kita

4. Jangan sampai hilang kertas parkirnya, biar nggak kena denda


Bermanfaat tipsnya buat keluarga yang hobi travelling, diharuskan berangkat pagi bersama keluarga dan bawa anak kecil. Paling nyaman bawa kendaraan sendiri kan yaa...


Oke,
Sekian dulu review dari hasil berkelana di rumah Dwi. Semoga bermanfaat karena pastinya memanjangkan tali silaturahim di antara kita, para blogger.


Salam hangat,







First Hijab Dating By Azalea The Real Hijab Hair Care

Assalamu`alaikum,


Beberapa waktu lalu, aku berkesempatan hadir dalam acara First Hijab Dating yang diadakan oleh Azalea. Produk perawatan rambut ini khusus diciptakan buat kamu, para hijabers yang kecantikannya terpancar dari hati. In syaa allah...

Tapi kalau hati udah cantik nan kece, fisiknya gimana?
Jangan diabaikan yaa... bagaimanapun, Allah menyukai hambaNya yang bisa merawat keindahan.






Kami berkumpul jam 11 siang di Vermont Restaurant, jalan Karangsari, Sukajadi, Bandung dengan dresscode white with the touch of green. Jadi, saat aku uda sampai ke tempat tujuan niih...semua dalam ruangan tersebut berwarna dominan putih dan hijau. Dihiasi dengan balon warna-warni yang menambah semarak ruangan. Gak mau ketinggalan dengan para Beauty Blogger lainnya yang hadir saat itu, aku pun sempat mejeng di wall of famenya Azalea.


Sudah puas berfoto, acara puncak pun dimulai. Dipandu oleh MC kocak, kami dibekali product knowledge dari Azalea shampoo dan Azalea hair mist. Dimulai dari membahas apa saja keluhan rambut yang dialami oleh wanita berhijab?

Rambut lepek, berketombe, mudah patah, rambut bercabang dan rontok. 


Belum lagi kalau terburu-buru, kadang para hijabers ini kurang memperhatikan kesehatan rambut. Langsung iket, terus menggunakan hijab sepanjang hari. Hal seperti ini yang membuat rambut menjadi mudah patah, menimbulkan bau tidak sedap dan rontok. 

Solusinya bagaimana?

Simple aja.
Ubah gaya hidup yang kaya cerita aku di atas. Lebih perhatian lagi sama rambut. Meskipun gak terlihat sama orang banyak, tapi dengarkanlah suara hati mereka *tsaah... 


Tips Merawat Rambut ala Azalea :

1. Prediksikan waktu untuk beraktivitas
Kalau mau ke kampus jam 8 pagi, yaa...jangan jam 07.30 baru mandi. Udah bisa dipastikan akan terburu-buru dan nasib si rambut akan berujung pada penistaan lagi dan lagi.
Mandi dan keramaslah paling tidak 2 jam sebelumnya. Apalagi buat kamu yang berambut lebat. Ini butuh waktu banget kaan...buat mengeringkannya.

Sesekali boleh mengeringkan rambut menggunakan hair-dryer.
Tapi tidak untuk setiap keramas. Karena panasnya hair-dryer bikin rambut kamu jadi kering.

Ribet juga yaa...jadi wanita?


2. Keramas rutin
Jangan nunggu rambut sampai lepek pek baru keramas yaa...Apalagi nunggu sampai baunya ke mana-mana. Deuuh....parah banget.

Paling tidak 2 hari sekali laah...si rambut ketemu sama shampoo.


3. Mengonsumsi buah dan sayur
Ternyata, perawatan rambut dari luar saja gak cukup, girls...kamu mesti menjaganya dari dalam dengan mengonsumsi buah dan sayuran.


4. Memakai produk yang alami
Sudah merawat dengan baik dari dalam dengan asupan makanan yang bergizi, harus juga dirawat menggunakan produk yang alami, seperti Azalea ini.

Selain sudah bersertifikat halal, produk keluaran Natur ini memang terkenal dibuat dari bahan-bahan alami.



Komposisi Azalea Shampoo :

Morus alba extract, thuja orientalis extract, eclipta prostrata extract, sodium laureth sulfate, vitex trifolia fruit extract, water, swertia japonica extract, cocamidopropyl betaine, crataegus oxyacantha extract, moringa oleiferaleaf extract, cocamide DEA, lauryl glucoside, artemisia capilaris extract, fragrance, ginseng (panax ginseng) extract, glycerin, phenoxyethanol, angelica dahurica extract, imidazolidinyl urea, climbazole, dimethiconol, PEG-200, hydrogenated glyceryl palmate, menthol, dicaprylyl ether, lauryl alcohol, olive oil PEG-7 ester, PEG-7 glyceryl cocoate, glutamic acid, lysine HCL, panthenol, zinc gluconate, zinc undecylenate, TEA-dodecylbenzenesulfonate



Manfaat ekstrak ginseng pada Azalea Shampoo adalah merawat kekuatan akar rambut, sehingga membuat rambut tidak mudah rontok. Sedangkan menthol adalah pemberi sensasi rasa segar pada kulit kepala. Wanginya yang lembut dan menyegarkan karena terbuat dari bahan-bahan alami, maka memungkinkan untuk dipakai setiap hari sekalipun.

Whaat?

Iya,
Rambutmu akan tampak sehat, berkilau dan kuat. Bebas dari masalah rambut yang kerap menghantui wanita berhijab.


Keramas, udah.
Tapi karena cuaca sedang panas-panasnya, rambut jadi terasa gerah dan bau. Naah...untuk masalah yang satu ini, Azalea mengeluarkan varian Hair Hijab Mist.

Rangkaian perawatan rambut wanita berhijab


Komposisi Azalea Hijab Hair Mist :

Water, Alcohol, PEG-40 hydrogenated castor oil, fragrance, aloe barbadensis extract, butylene glycol, propylene glycol, D-panthenol, olive oil PEG-7 esters, phenyl trimethicone, allantoin, imidazolidinyl urea, climbazole, menthol, phenoxyethanol, biosaccharidegum-1.



Cara pemakaian Azalea Hair Hijab Mist :
Semprotkan pada rambut dengan jarak 10-15 cm kemudian ratakan dengan jari. Atau bila tidak memungkinkan untuk melepas hijab, sahabat hijabers bisa menyeprotkan pada hijabnya saja.
And then you can say...`Bye-bye bau gak sedap...`


Sudah puas mendapat ilmu tentang perawatan rambut agar sehat dan kuat, maka tak lupa kami pun membuat kenang-kenangan yang lagi happening saat ini, boomerang video. 



Untuk yang mencari produk perawatan rambut Azalea Shampoo dan Azalea Hair Mist bisa diperoleh di seluruh cabang Yogya departemen store dan Griya dengan harga yang ramah di kantong. So, buat yang rambutnya masih rewel karena belum ketemu jodohnya dalam perawatan sehari-hari, cobain produk ini deh...


Kepoin juga :
Facebook Page : Azalea Beauty Hijab
Instagram : Azalea Beauty Hijab




Yuk, sharing masalah rambutmu di kolom komentar, girls...
Sekian review produk Azalea shampoo dan hair mist. Semoga bermanfaat.


Salam hangat,