Me Time Sebelum Dan Sesudah Bersamamu




Tak bisa dipungkiri, sebelum dan sesudah menikah, saya tetaplah manusia biasa yang membutuhkan waktu untuk memanjakan diri sendiri. Istilah kerennya adalah me time. Mengapa? Salah satu alasannya adalah untuk tetap menjaga kestabilan emosional yang ada pada diri sendiri. Karena saya pernah membaca sebuah buku, bahwa :

Pusat kebahagiaan sebuah keluarga terletak pada wanita. 

Siapa? 
Kamu. 
Iyaa, kamu....wahai seorang istri dan Ibu bagi anak-anakmu.


Jadi, saya akan mencoba flashback sedikit mengenai apa saja yang sudah saya lakukan sebelum dan sesudah bersamamu, wahai suami tercinta.


Sebelum Menikah,
saya terbiasa melakukan apapun sendiri sedari sekolah tingkat pertama, bahkan SD kelas 4, seingat saya. Karena Ibu tidak selalu berada di rumah, tuntutan karir Bapak yang bekerja di sebuah BUMN ternama.
Karir Bapak yang mengharuskan Bapak seringkali berpindah tugas dari satu kota ke kota lain yang kadang tidak memungkinkan untuk mengajak keluarga, ke Jayapura, misalnya. Jadi kedua orangtua saya memutuskan untuk menetapkan anak-anak di sebuah kota saja. Alasan pendidikan dan kehidupan sosial yang stabil.

Dari latar belakang kehidupan keluarga yang seperti inilah saya dibesarkan. Meskipun ketiga kakak saya adalah laki-laki, saya lebih senang bila bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Rasanya tidak bergantung dan terikat dengan orang lain.

Waktu-waktu ketika saya jenuh dengan rutinitas sekolah sampai kuliah kala itu, maka saya akan :

1. Silaturahim ke rumah teman.
Bagi anak perempuan seumuran saya, pasti senang sekali berkumpul dengan teman-teman yang satu tujuan. Kalau tidak menggunakan alasan mengerjakan tugas kelompok sekolah, saya pasti ke rumah teman dalam rangka menghabiskan waktu bersama. Bercerita yang tak kunjung ada habisnya.

2. Ke toko buku atau toko kaset.
Dari dulu hobi saya adalah berlama-lama di toko buku. Bisa menumpang baca secara gratis sembari lesehan di lantai. Sibuk mencari buku mana yang sekiranya tidak di segel oleh si pemilik toko. Membaca membuat saya lupa akan waktu yang terus berjalan. Sama halnya ketika saya ke toko kaset. Jaman saya dulu, ada sebuah studio yang menyediakan seperangkat alat mendengarkan CD secara gratis. Mendengarkan musik favorit yang sedang hits saat itu adalah hal yang membuat saya bahagia.

3. Les.
Masa iya saya lebih suka les daripada di rumah? Iya...
Saya lebih senang bertemu dengan teman-teman daripada lesnya. Itu jaman SMA. Berbeda lagi saat kuliah. Saya benar-benar senang belajar. Belajar bahasa asing adalah salah satu kegemaran saya. Karena saat itu hobi saya menonton drama Jepang, jadi saya les bahasa Jepang. Bahasa lain juga tak ketinggalan. China, misalnya. Meskipun tidak seserius saat belajar bahasa Jepang, hingga mengambil tes Nihon-go Noryoku Shikken atau tes TOEFL Japan version.



Lelah?
Rasanya pada usia segitu saya tidak mengenal kata lelah. Yang ada, saya sangat bersemangat dan senang bila hari-hari itu tiba.


Setelah menikah
kehidupan saya tidak lalu jungkir balik seratus delapan puluh derajat. Saya masih bisa melakukan apapun yang saya sukai dengan dukungan dan ijin suami, tentunya. Beliau tidak pernah mengikat saya terlalu erat. Itulah nikmat yang tak dapat saya pungkiri. Yang kadang membuat saya menangis di sepertiga malam.

Ya, Allah...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. Ar-Rahman



Karena seorang Ibu juga butuh mengembangkan diri, maka saya menggunakan waktu saya untuk :

1. Rutin mengikuti kajian.
Setiap hari Rabu dan Sabtu di masjid Salman ITB, saya merutinkan diri untuk mendatangi majelis ilmu. Semoga ilmu ini yang dapat menolong saya di akhir hayat kelak.

2. Rutin berolahraga.
Ini juga yang saat ini menjadi bagian dari kegiatan leisure time saya. Ikut klub olahraga di sebuah hotel dengan harga yang cukup terjangkau, menjadi waktu berharga untuk menyegarkan badan dan pikiran. Saya rutin mengikuti kelas zumba khusus wanita.

3. Mengikuti seminar atau acara blogging.
Sebagai Ibu, saya sadar bahwa tanggung jawab utama saya adalah keluarga. Membersamai tumbuh kembang anak yang sedang berada di usia emas. Saya suka menimbang-nimbang, acara seminar atau berkumpul dengan komunitas blogger mana yang penting saya ikuti atau tidak. Kadang berat juga menolak pesona acara-acara tersebut. Entah pembicaranya memang yang luar biasa terkenal dengan bidang keilmuannya atau acara blogger yang memungkinkan saya mendapat ilmu serta fee yang memadai.

4. Menonton drama Korea.
Entah ini harus disyukuri atau tidak. Karena saya dan suami adalah pasangan yang memiliki hobi yang sama, yaitu menonton. Bedanya, suami menonton segala jenis film, tidak hanya drama Korea saja. Bahkan bioskop pun kerap dijajaki. Kalau saya, spesialis drama Korea, sudah membuat saya bahagia dan menghapus penat karena menjalani rutinitas harian.

5. Membaca buku.
Sesederhana itu siih...
Kalau dulu sering berlama-lama di toko buku, saat ini sudah banyak aplikasi canggih yang memudahkan saya tetap mampu berkelana membaca buku, dengan atau tanpa membeli. Bisa membuka playbook atau meminjam di iPusnas, seperti ulasan dari salah seorang sahabat di komunitas Warung Blogger.

Karena dengan membaca, saya merasa menghilang sejenak dari dunia yang saya geluti. Bagai berada di dunia baru dan saya diajak untuk berkelana menyelami samudra pemikiran sang penulis.


Itulah beberapa kegiatan saya dalam rangka tetap menjaga kewarasan saya sebagai seorang istri dan Ibu untuk kedua buah hati.

Bagaimana dengan teman-teman?
Bisa berbagi di kolom komentar yaa...



Terima kasih.
Dan salam hangat,





Sebenarnya,
kebahagiaan itu sederhana. Kadang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Karena bahagia itu adalah sebuah pilihan, bukan hasil. Maka tidak ada yang mampu membuat diri bahagia hingga kamu memilih untuk bahagia.

Karena bahagia tidak datang padamu, tetapi ia ada di dalam dirimu.






Kisah Cinderella Tahun 2016 Dalam Drama Korea Cinderella And Four Knights


Cinderella...?
Siapa yang kenal sama tokoh dongeng jaman kecil ini...?

Baru-baru ini, aku baru nonton Drama Korea yang ceritanya terinspirasi dari tokoh Cinderella. Drama yang airing pada pertengahan tahun 2016 ini mampu membiusku hingga susah move on selama beberapa hari. Ceritanya memang gak jauh-jauh dari cerita tentang cewek yang (mendadak) disukai sama cowo cakep, femes, dan tajirnya gak ketulungan (karena chaebol dari Haneul Grup).

Terus gimana kelanjutannya?

Bentar yaa...kita kenalan dulu sama pemainnya.

Judul : Cinderella and Four Knights 신데렐라와 네 명의 기사 aka. Sinderella-wa ne myeong-ui gisa)
Penulis     : Min Ji-eun & Won Young-sil
Sutradara  : Kwon Hyuk-chan & Lee Min-woo
Genre       : Drama, Romance, Comedy
Network   : tvN
Episode    : 16 episode


Jung Il Woo

Jung Il Woo sebagai Kang Ji Woon.

Berkarakter keras kepala, pemberontak dan kasar. Suka hal-hal yang berbau otomotif. Pekerja keras karena awalnya ia gak tau kalau keturunan Haneul Grup, karena Ibunya telah lama meninggal dan ayahnya gak pernah diceritakan oleh sang Ibu.







Park So-dam

Park So-dam sebagai Eun Ha-won.

Karakter cewe pemeran utama pada umumnya. Ceria, mandiri, kuat dan pinter bela diri. Kayanya semuanya dia punya, kecuali uang dan kasih sayang orang tua. Karena Bapaknya nikah lagi, jadi dia tinggal sama Ibu tiri dan saudara perempuan tiri yang memperlakukannya secara semena-mena. Yaah...persis kaya Cinderella gituu deh....






Ahn Jae-hyun

Ahn Jae-hyun sebagai Kang Hyun Min,

Cowok playboy yang memang terbiasa dengan kehidupan kaya-raya tanpa kekurangan dan kesusahan sedari kecil. Sehingga berkepribadian dingin dan cuek terhadap perasaan orang lain.
Perlahan sifat diginnya berubah ketika perlahan-lahan hatinya terbuka untuk cinta pertamanya, Park Hye Ji.





Son Na-eun

Son Na-eun sebagai Park Hye Ji.

Karakter cewe kedua yang selalu lebih sparkling daripada karakter pemain utama. Dia cantik, seksi dan modis. Jurusan designer, sehingga pinter memadu-madankan baju yang sedang dipakainya. Juga berasal dari kalangan berada. Namun di tengah-tengah cerita, ayahnya tersandung kasus korupsi dan terpaksa semua aset disita. Ini yang menimbulkan kesalah pahaman antara Hye Ji dengan Ji Won.





Lee Jung Shin


Lee Jung Shin sebagai Kang Seo Woo.



Kepribadian yang paling hangat dari ketiga sepupunya di Haneul-jib. Seorang penyanyi dan komposer terkenal dikalangan muda--mudi Korea. Sepertinya ini memang karakter sesungguhnya di dunia nyata yaa...? Karena Lee Jung Shin adalah salah satu member band CN Blue yang semua membernya pinter main musik, nyanyi dan akting.





Choi Min

Choi Min sebagai Lee Yoon-sung.

Doi adalah sekretaris dari kakek pemilik Haneul grup, Kang Jong Du. Tapi menurutku, di drama ini, doi kerjaannya malah ngurusin para baby Kang (Kang Ji Woo, Kang Hyun Min dan Kang Seo Woo) yang belum bisa jadi penerus Haneul grup karena sikap mereka yang tidak bertanggung jawab sama sekali.







Harusnya semua baik-baik saja kalau gak si playboy Kang Hyun Min memulai masalah. Dia ngaku-ngaku uda tunangan sama Eun Ha Won (Park So Dam), cewek yang dijumpainya saat di tempat hiburan malam sebagai pengantar pizza. 

Eun Ha Won yang tipikal gadis pekerja keras, tiap hari hanya bekerja, bekerja dan bekerja. Demi terkumpulnya pundi-pundi rupiah untuknya kuliah selepas sekolah tigkat pertamanya usai. Namun sayang, karena ia berasal dari keluarga miskin, ayahnya yang seorang supir truk, sering meninggalkan Ha Won bersama Ibu dan saudara perempuan tirinya. 

Disiksa?
Emm, di drama ini gak begitu di liatin siih....palingan disuruh tidur di balkon rumah mereka dan menyelesaikan urusan rumah tangga seperti memasak dan mencuci piring. Standar laah...itu mah kerjaan perempuan.

Sampai pada suatu ketika, ia ketemu sama Kang Hyun Min tadi....ia ditawarin buat jadi tunangan ((pura-pura)) hanya 3 jam dan nanti dikasih imbalan uang 1 juta won. Hanya untuk dateng ke acara pernikahan kakeknya, Kang Jong Du yang ke empat kalinya. Emm, semacam bentuk pemberontakan. Maksud Hyun Min pingin menunjukkan kalau si kakek udah ga pantes nikah lagi, kan uda tua. Yang pantes nikah yaa...cucu-cucunya laah...

Singkat cerita,
Si kakek malah senang dengan kepribadian dan kecerdikan yang dimiliki Ha Won. Cewek mungil ini selain bisa menundukkan Hyun Min yang bengal, diharapkan bisa menundukkan kedua Kang lainnya di Haneul-jib (rumah tempat tinggal semua cucu kakek Kang Jong Du), Kang Ji Won dan Kang Seo Woo.

Akhirnya kakek melakukan penawaran. 

Ha Won boleh tinggal di Haneul-jib dengan 1 syarat, menjalankan misi yang diberikan kakek untuk diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya, macam proklamasi. Sebagai imbalannya, akan diberi uang masuk kuliah beserta SPP semester pertama. Menggiurkan bagi Ha Won karena impian ia adalah menjadi seorang guru. Tapi lagi-lagi drama ini meleset dari tujuan awal. Apa mungkin mau dibuat sekuelnya? *entahlaah....


Bayangin punya rumah kaya begini....aduuduu....*.*

Biasa kan yaa...
Awalnya tawaran si kakek gak dipenuhin sama Ha Won. Tapi Ha Won malah diusir sama ibu serta saudara tirinya. Kehujanan dan gak punya uang. Sambil nenteng-nenteng abu kematian Ibu kandungnya yang ternyata di kick dari rumah duka, ia masih terus berusaha minta tolong sama sahabatnya untuk diijinin tinggal selama beberapa hari. Sayangnya, sahabat Ha Won juga bukan orang kaya, ia juga tinggal di rumah kecil yang gak ada kamar tambahan. Jadi Ha Won keluyuran gak jelas, dan jalan terakhir yang ditempuh adalah menelepon kakek dan menerima tawaran kakek untuk tinggal di Haneul-jib sembari melaksanakan misi.


Tentu gak mudah menjalankan misi si kakek. 
Misi pertamanya adalah membuat ketiga saudara Kang ini makan bersama. Makan bersama adalah simbol dari kerukunan sebuah keluarga yaa...jadi keluarga yang harmonis yaa...keluarga yang (paling tidak) bisa meluangkan waktu untuk makan bersama dan mengobrol.


Misi pertama sukses!

Kesuksesan misi pertama membuat kakek berharap makin banyak untuk menyatukan para cucu ini menjadi sebuah keluarga idaman harapan kakek.

Lanjut ke misi kedua.

Mengumpulkan para Kang bersaudara untuk berdoa bersama di kuil tempat para ayah (ke tiga putra kakek) disemayamkan.
Misi kedua ini gak sepenuhnya berhasil, karena Ji Woo datengnya gak barengan saat doa. Doi paling keras diantara kedua saudaranya yang lain. Karena memiliki luka yang paling dalam pula. 

Alasan ini yang membuat Ha Won keluar dari Haneul-jib. Perasaan gagal dan sedih karena mengetahui kenyataan bahwa ia ternyata bukan anak kandung ayahnya sendiri (selama ini). Jadi dia (lagi-lagi) diusir. Hadeeu....poor Ha Won-a~~

Untungnya ada Hye Ji. Cewek cantik yang ternyata adalah cinta pertama Hyung Min namun saat ini, Hye Ji sedang dekat dengan Ji Won. Naah...mbulet kan...?
Intinya mah....cinta segitiga tapi melibatkan Ha Won, karena Hyung Min kan tadi pura-pura uda tunangan sama Ha Won. Alasan yang dibuat-buat ini juga dalam rangka untuk menjauhkan diri Hyung Min dari Hye Ji. 

Ternyata ada luka di diri Hyung Min yang membuat ia gak berani mendekati cinta pertamanya. Luka ini dibuka perlahan-lahan di sepertiga episode akhir. Bahwa Hyung Min adalah salah satu saksi kembaran Hye Ji yang meninggal, dan kenyataan bahwa Hyung Min gak bisa berbuat apa-apa selain diam dan memandangi kakak Hye Ji meninggal begitu saja. Ia seorang pengecut dan gak pantes sama Hye Ji, begitu cap yang diberikan pada dirinya sendiri.



Awalnya,
Kang Ji Won sakit hati baget kalau Hye Ji sedih karena ditolak sama Hyun Min. Jadi Ji Won rela melakukan apa aja buat bikin Hyung Min sadar kalau Hye Ji suka sama doi. Sampe pura-pura suka dan pingin merebut tunangan gadungan Hyung Min. Awalnyaaa.....hanya pura-pura.




Diem-diem,
Ji Won merhatiin Ha Won. Setiap perkataan dan sikapnya terhadap orang-orang penghuni Haneul-jib itu tulus. Meskipun memang bagian dari misi. Kebaikan dan ketulusan ini yang membuat Ji Won tergerak untuk melindungi Ha Won dari segala kesusahan.

Adegan pura-puranya ini looh...yang bikin aku ikutan deg-deg-deg rasanya. Hiihhii....maklum yaa...ngliat senyuman Ji Won, bikin hati tante kacau!



Drama ini uda keliatan bakal happy end siih....cuma yang paling kasian yaa...si Seo Woo sama sekretaris Yoon-sung. Gak ada pasangan yang sreg di hati.

Oh ya,
kenapa judulnya Four Knight, padahal cuma 3 kan yaa....si Kang bersaudara ini...Ternyata sekretaris Yoon-sung adalah anak dari istri kakek yang sekarang. Jadi dia bisa aja jadi penerus Haneul grup.

Kekurangan drama ini, masalah pokoknya malah gak terselesaikan. Seperti cita-cita Ha Won yang semula ingin melanjutkan kuliah dan jadi guru, gimana kerja kerasnya doi saat ingin menggapai impiannya...malah buyar ke mana-mana. Anehnya lagi, kan si kakek mau cari siapa penerus Haneul grup yaa....endingnya, kakek sehat kembali dan bahagia bersama si istri ke empatnya ini. Terus jadinya siapa dooonk yang gantiin tahta kakek??

Kang Ji Won?
Kang Hyun Min?
Kang Seo Woo?
atau malah Lee Yoon-sung?

Fokus yang hilang ini yang bikin rating drama ini jeblok. Eh...iya gak siih...?
Tapi bener, aslinya drama ini seru. Meskipun plot yang ditawarkan mirip-mirip sama Boys Before Flowernya Lee Min Ho sama Go Hye Sun.

Fakta uniknya, yang main di drama ini, juga ada hubungan deket sama drama pendahulunya. Kaya Lee Min Ho di kehidupan aslinya memang sahabatan sama Jung Il Woo dan Go Hye Sun adalah istri dari Ahn Jae-hun.

Memang itu magnetnya kali yaa...?


Yak!
Sekarang waktunya menarik pelajaran dari drama Cinderella and Four Knight. Apa yang bisa diambil setelah nonton drama ini?

1. Kepercayaan itu penting.
Bagaimanapun, hubungan yang paling dekat adalah keluarga. Seberapa salahnya salah satu anggota keluarga, yang lainnya wajib mengingatkan dan membantu menemukan jalan pulang.

2. Jangan menutup diri.
Kesalahan masa lalu adalah langkah untuk menemukan hikmah. Ini bisa dilakukan dengan membuka diri dan menerima kesalahan tersebut.
Penerimaan terhadap diri sendiri ini penting untuk melaju ke kehidupan berikutnya dengan perasaan nyaman tanpa beban atau luka,

3. Berbuat baiklah kepada siapapun.
Karena perbuatan baik kita pada seseorang, memang belum tentu dibalas pada orang yang sama. Tapi yakinlah bahwa itu pasti berbuah kebaikan juga.

4. Nyaman sama diri sendiri.
Jangan pingin jadi seperti orang lain. Kalau kamu nyaman dengan apa adanya dirimu, maka terimalah. 

5. Mendidik anak adalah membersamai mereka.
Di drama ini, kita banyak disuguhkan kisah Ibu yang menelantarkan anak demi kebahagiaan si anak. Alih-alih bahagia, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kurang. Kalaupun ia bisa percaya diri, namun kepercayaan kepada orang lain, akan susah muncul. Menjadi pribadi yang penuh luka dan dendam.




Apapun jalan hidup yang kamu tempuh, haruslah selalu bersyukur. Yakin pada diri sendiri dan orang-orang yang sayang sama kamu, termasuk aku.

Kalau nonton drama yang gak banyak konflik, memang kurang beriak yaa...*tanda tak dalam. Tapi overall, aku suka banget chemistry yang dibangun oleh #wonwooncouple ini. Sama-sama manis dan imut. Tumben niih....ada drama yang ngasih pasangan pemainnya lebih tua yang laki. Kebanyakan drama Korea yang aku tonton, lebih tua yang perempuan terus. Hiihii....((tergantung mood si producer yaaak...??))


Sekian review drama favorit aku minggu ini yang anti-mainstream karena selalu telat nonton. Yaa...sekarang jadi demam Jung Il Woo deeh...

Next, nonton drama apalagi yaa...
Ada yang mau kasih masukan?


Haturnuhun.
Semoga bermanfaat.


Salam hangat,










Belajar Mengenai : Konsep Diri



Percayakah kawan pada kekuatan pikiran?

Inilah program pikiran yang PASTI dimiliki oleh setiap juara. Orang yang harus meyakini bahwa diri kita pasti jadi seorang juara sebenarnya adalah diri kita sendiri dulu, baru kemudian orang lain di sekitar kita.

Masalahnya di sekolah tidak diajarkan cara membentuk KONSEP DIRI yang tepat sesuai kebutuhan siswanya masing-masing, karena pada dasarnya setiap anak itu istimewa.

Sekarang coba jawab pertanyaan Kak Candra ini ya,

Siapa kamu?”

Ahaaaa… banyak yang jawabannya hanya menyebutkan namanya, alamatnya, anak dari siapa, orang tua dari siapa dan hal-hal yang hanya menginformasikan, bukan membangun kualitas diri kita.


Kalau saya di tanya, 

Siapa kamu?”

saya dengan tegas akan menjawab, “Saya adalah orang yang sehat, keluarganya harmonis, kaya rasa, ceria dan direstui Tuhan”. 



Bisa merasakan energi dari jawaban di atas? 

Itu sebenarnya juga salah satu bagian dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter itu bukan melulu tentang,
”Ayo berbuat baik”
No… bukan itu! 

Pendidikan karakter sebaiknya dimulai dengan pendidikan KONSEP DIRI, anak-anak bahkan orang tua bebas memilih jati diri, mau jadi apa, mau punya sifat seperti apa.


Kebebasan adalah salah satu karunia Tuhan, dan kebebasan terbesar dari Tuhan untuk kita adalah KEBEBASAN MEMILIH JATI DIRI.
Tuhan menitipkan KELEBIHAN di setiap kekurangan dan menitipkan KEKUATAN di setiap kelemahan.

JATI DIRI ITU KITA PILIH, bukan terbentuk mengalir dalam kehidupan kita. Hanya orang kecil dan gagal yang jati dirinya dibentuk oleh kehidupan, padahal Tuhan sudah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memberikan kebebasan dalam memilih jati diri.




Untuk menjadi orang tua yang bisa menanamkan konsep diri yang kuat pada anak, maka konsep diri kedua orang tuanya dahulu yang harus dikuatkan. Tidak boleh sering-sering menggalau tidak jelas. Agar anak mendapat figur baik dan penguatan diri.

Sebagai contoh, kita diberi tugas untuk menuliskan konsep diri masing-masing dan ditulis di kertas lalu ditempel. Jangan hanya di tempel, namun juga diucapkan ketika akan tidur secara berulang-ulang.

Seperti :
"Saya adalah Ibu yang aktif belajar, ceria, sehat dan bahagia. Kaya raya serta menebar manfaat untuk masyarakat."

Pengulangan ini yang akan memperkuat konsep diri, sehingga jika ingin melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan konsep diri, kita akan cenderung menghindari.


Jadi,
Konsep diri apa yang sudah kawan bayangkan?
Boleh berbagi di kolom komentar yaa...

Terima kasih dan semoga bermanfaat.


Sumber :
Parenting Class PAUD oleh kak Candra Adhi Wibowo.




Salam hangat,


Jasa Pindahan Bandung Gobox



Pindahan rumah adalah salah satu kenangan masa kecil yang paling saya ingat sepanjang sejarah hidup saya. Bagaimana tidak? Bapak dulu kerjanya selalu berpindah-pindah. Dari satu kota ke kota lain bahkan lintas provinsi pun, kerap dilakukan. Kalau pindah rumah, jangan ditanya. Itu bisa lebih sering lagi. Mengingat kerja di BUMN, asal dapat promosi, maka rumah pun berganti sesuai dengan amanah yang diemban. Andaikan dulu sudah ada jasa pindahan Bandung....

Apa siih Jasa Pindahan Bandung?

Ceritanya, kami kerap kehilangan barang yang disukai saat pindahan.
Ibu, contohnya.
Sering kehilangan piring kesayangan karena pecah.

Piring Arcopal
Sedangkan kakak saya, sering mendapati buku-buku kesayangannya raib entah kemana.

Maka kami memang tidak berharap banyak kalau pindah. Karena kami anggap itu bagian dari resiko yang harus ditanggung.

Eh, tapiii...
Pendapat saya harus dirubah niih... Sejak ada aplikasi Go-Jek di handphone, saya diceritakan teman yang pernah menggunakan jasa Go-Jek terbaru, yaitu Go-Box.

Apalagi tuh...?
Go-Box adalah layanan (jasa) pindahan yang ditawarkan oleh Go-Jek dengan jenis kendaraan yang bisa kita pilih sendiri sesuai kebutuhan.

Terdapat 4 pilihan mobil yaitu 
* Mobil pick-up, 
* Mobil boks, 
* Mobil truk engkel dan 
* Truk engkel boks. 




Lalu setelah pilih salah satu, saya hanya perlu mengisi lokasi penjemputan barang beserta detail kontak, destinasi tujuan, jenis barang yang diantar, pilih tambahan layanan seperti asisten tambahan untuk memasukkan barang ke dalam rumah, jumlah asuransi yang diinginkan, dan bahkan saya bisa memilih waktu pengantaran apakah diantar saat saya memesan atau hari lainnya.

Berdasarkan pengalaman teman, pada halaman pembayaran, Go-Box sedang bagi-bagi voucher code (voucher potongan harga), jadi tinggal masukan kode voucher tersebut di halaman pembayaran. Dan harganya langsung dipotong sesuai diskon yang ditawarkan. Diskonnya lumayan, lho!


Untuk driver Go-Box, ia akan mencari jalur tercepat untuk sampai ke tempat tujuan. Dan jangan kuatir dengan barang yang rusak atau hilang. Go-Box akan mengganti sesuai dengan barang yang kita daftarkan jenisnya. 

Keunggulan lain adalah kita tetap bisa memantau barang pindahan menggunakan sistem GPS yang terdapat di genggaman menggunakan aplikasi. Mudah, terpercaya dan cepat. Itulah jaminan yang ditawarkan Go-Box dalam mengangkut barang.


Selain barang pindahan, barang logistik lain pun, tetap bisa menggunakan Go-Box. Daaan...untuk bulan ini sampai bulan depan tanggal 31 Maret 2017, Go-Box menawarkan diskon menarik. Ada voucher potongan 25% bagi siapa saja yang menggunakan kode berikut :


Gunakan kode BOXLENDY untuk mendapatkan potongan sebesar 25%. Lumayan banget kaan...?

Pakai GO-BOX memang lebih praktis, aman dan murah! 
Tentunya jika saya nanti membutuhkan hal serupa untuk pindah rumah tidak perlu bingung lagi, karena saya memiliki jasa pindahan Bandung yang bisa diandalkan yaitu GO-BOX!



Semoga bermanfaat.
Salam hangat,