feature,

Ke Solo Bersama Keluarga Maskoer's Family

Sunday, November 26, 2017 Lendy Kurnia Reny 22 Comments

Assalamu'alaykum,




Liburan impian semenjak ayahanda berpulang ke rahmatullah adalah berlibur bersama keluarga besar. Selain ingin menikmati kebersamaan bersama Ibu juga kakak yang rata-rata sudah berkeluarga juga bermanfaat untuk mempererat silaturahm.

~ Solo ~


Kota pertama yang ditawarkan oleh salah satu keluarga kami. Selain karena ada keperluan keluarga, kota yang juga terkenal dengan sebutan Surakarta ini menjadi salah satu kota kenangan Ibu bersama ayahanda beberapa tahun silam.

Tak bermaksud membuka luka lama, namun ingin menggali beberapa manfaat dari mengadakan perjalanan. Karena dalam Islam sendiri, melakukan perjalanan (shafar) adalah salah satu waktu yang ijabah untuk berdoa.


هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ  ۖ  وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.❞



Mulailah kami hunting mencari tiket keberangkatan hingga tempat menginap di Solo. Dengan menggunakan aplikasi Traveloka, kami mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan secara lengkap. Dari mulai perbandingan harga hingga memesan hotel murah di Solo, semua dilakukan hanya dengan mengandalkan satu aplikasi.


Akhirnya, hari yang dinanti pun tiba.

Kami berangkat dengan perasaan gembira dan antusias, tentu. Merencakan banyak hal yang akan kami lakukan nanti setibanya di Solo. Beginilah cara kami menikmati kota Solo yang asri . . .

1. Menyewa bis tingkat Solo, Werkudara

Ingin naik bis ini ternyata bisa perorangan atau berkelompok. Jika sendiri akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,- /orang atau bisa dengan menyewa selama tiga jam, maka akan dikenakan biaya Rp 800.000,-. Dan untuk menikmati perjalanan di kota Solo, disediakan juga guide yang bertugas menjelaskan sejarah bangunan atau nama jalan di Solo pada sepanjang perjalanan.
Rute yang kami lewati dimulai dari Kantor Dishubkominfo, jalan Manahan lalu menuju Sriwedari, Gladag, Balai Kota, Pasar Gede, perempatan Panggung (Jl. Kolonel Sutarto), Tugu Cembengan (Jl. Ir Sutami), Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).



Tidak lupa, kami berhenti sejenak di Kantor Bank Indonesia yang terkenal dengan keindahan arsitekturnya.

Para orangtua kami (The Maskoer's Family)



2. Mencoba Kuliner Khas Solo

Tengkleng - Ibu ingin makan tengkleng, katanya. Jadilah kami berburu makanan tersebut hingga ke pasar yang ada di sekitaran jalan Manahan. Karena kebetulan tiap ahad pagi ada pasar kaget di sana. Ada segala macam sajian kuliner hingga barang keperluan sehari-hari, seperti celana pendek, kaos atau jilbab. Hati-hati buat para mahmud yaa...jangan sampai terlena! Wkkwk...

(source : bonvoyagejogja.com)
Tengkleng adalah makanan sejenis sup dengan tulang kambing sebagai isiannya.
Mirip dengan gulai, namun berkuah encer dan sedikit.


Susu Shi Jack - Ini hasil pencarian di google, karena kedua anakku penggemar susu sapi. Sehingga bela-belain pesan online demi merasakan kenikmatan susu yang warungnya selalu ramai dengan pengunjung. Untuk mendapatkan susu Shi Jack, penikmatnya rela antri. Terlebih lagi jika ingin nongkrong ala anak muda jaman now.


Srabi Notosuman - Aku ngidam banget pingin makan makanan ini semenjak mencobanya di rumah teman. Kebetulan di Bandung juga ada yang jualan, namun aku pingin tahu...apakah sama dengan Srabi Notosuman dari negeri asalnya?
Heehhee...

Alhamdulillah keturutan beli Srabi ini di jalan Moh. Yamin.
Seakan tidak ingin menikmati sendiri, aku pun membeli lebih untuk dibawa sebagai buah tangan.

(original pic from Zomato)
Srabi original : Rp 2.300
Srabi cokelat : Rp 2.500
1 kotak srabi original : Rp 23.000
1 kotak srabi cokelat : Rp 25.000
1 kotak srabi campur (5 original dan 5 cokelat) : Rp 24.000



3. Sensasi Belanja Batik Di Pasar Klewer

Indonesia itu kaya. Termasuk motif batik yang merupakan ciri khas kebudayaan Indonesia, akan tergambarkan khas sesuai dengan daerahnya. Termasuk Solo. Motif batik yang terkenal diantara motif sidomukti, parang, kawung, sawat, satrio manah, dan masih banyak lagi lainnya.
Jika ingin mendapatkan yang terbaik, maka batik ini dibuat langsung menggunakan canting untuk melukiskannya di atas kain (bak kanvas) lalu kemudian dicelup dengan lilin dan pewarna untuk mempercantik motif yang diinginkan.

Jenis kainnya jangan ditanya, istimewa.
Selain harganya yang tentu tidak murah, mengingat cara membuatnya pun membutuhkan proses yang panjang dengan keahlian tertentu.

(source : Salamov Rijadic)


Rasanya betah sekali kami berada di Solo. Ingin mengeksplorasi lebih banyak dan lebih lama lagi ke tempat-tempat wisata yang terkenal serta kuliner yang memanjakan lidah. Namun rutinitas memanggil kami untuk kembali.

Semoga di lain waktu, kami bisa kembali ke kota Solo.

Kalau sahabat lendyagasshi, punya pengalaman liburan dengan keluarga besar ke mana? Sharing donk di kolom komentar.😍


Salam hangat,









You Might Also Like

22 comments:

  1. Aku ga pernah seumur-umur piknik sekeluarga ... Keliatan kan emang kurang pikniknya... Terlalu banyak yg individualis Len...duh

    ReplyDelete
  2. Ngiler lihat surabinya pengen nyoba pasti enak, dan batik solo keren banget ya motifnya

    ReplyDelete
  3. Keren yah... Liburan bareng keluarga besar. Pake spanduk segala, pasti heboh tu.

    ReplyDelete
  4. Aw.. jadi ndak sabar pengen liburan... 😍😍😍

    ReplyDelete
  5. aku tau tengkleng dari mie instan haha. rasanya pasti jauh beda sama yang asli. seru ya pikniknya... udah lama pisan gak piknik bareng keluarga besar... jadi kangen

    ReplyDelete
  6. Asiknya berlibur ke Soloo.
    Pengen ke sana suatu waktu untuk membeli batikk hehehehe.

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah seneng banget bisa liburan bareng keluarga besar. Boleh juga ini bisa jadi inspirasi buat liburan keluarga. Seru banget ya, Mba. :*

    ReplyDelete
  8. Waaah asyek yaah liburannya bisa kompak ma keluarga besar. Aku pengen tuh srabinya 😄😋😍

    ReplyDelete
  9. Seneng banget piknik bareng keluarga besar. Pasti enggak mudah tuh yang jadi EO-nya :D
    Tai alhamdulilllah semua senang ya mbak, menikmati libura dan pelesirannya :D
    Pengen ke Solo juga, belum kesampaian. Moga tahun depan ada rezeki ke sana aamiin :D

    ReplyDelete
  10. Wah asyik banget!!! Kami sekeluarga belum kesampaian mau jalan-jalan ke Solo sekeluarga. Baca postingan Lendy, jadi semangat lagi buat bisa mewujudkannya tahun depan.

    ReplyDelete
  11. Duh jadi kangen pulang kampung ke solo deh hehe

    ReplyDelete
  12. Ahhhhh seru banget itu!! Duh aku belum puas explore Solo. Pengen banget ke Solo lagi berdua Mas Met, masuk-masuk gang kampung batik. Terakhir cuma transit doang soalnya.

    ReplyDelete
  13. serabinya beneran enak apa gak sih? sekarang udah ada di Bekasi tapi belum pernah coba.

    ReplyDelete
  14. Pernah sekali ke solo setelah baca postingan ini jadi pengen balik ke solo heheeh

    ReplyDelete
  15. Pernah sekali ke solo setelah baca postingan ini jadi pengen balik ke solo heheeh

    ReplyDelete
  16. Solo panganannya juara ya, tapi aku belum pernah ke Solo hehe

    ReplyDelete
  17. Haduuh jadi pengin ke Solo lagi, belum keturutan pergi ke pasar klewer waktu itu hehe

    ReplyDelete
  18. Aku tiap ngetrip pasti solo trip atau bareng temen mbak. Ga pernah piknik keluarga.. Pasti seru banget ya mbak.. ^^

    ReplyDelete
  19. serunya liburan rame-rame bareng keluarga :)

    ReplyDelete
  20. liburan bersama keluarga besar adalah salah satu cara untuk mengharmoniskan keluarga....

    ReplyDelete
  21. wow quality family yang sangat berkesan yah. semoga tetap seperti ini yah mba

    ReplyDelete
  22. Aku yang asli Solo malah belum pernah naik bus Werkudara, Mbak.. hiks. Soalnya kalo pulkam cuma bentar, belum sempet naik itu :(
    Btw bisa yaaa piknik sekeluarga sebanyak itu.. wiihh bayangin persiapannya apa gak ribet ya, kontak-kontakan terus.. hihi.
    kereeennn banget :)

    ReplyDelete