event Blogger,

Gaungkan Semangat Literasimu Melalui Aplikasi Bukubicara

Monday, February 05, 2018 Lendy Kurnia Reny 33 Comments

Bismillah,



Semenjak kaka masuk Sekolah Dasar dan sudah mulai bisa membaca, tugas saya sebagai seorang Ibu tentu menjadi lebih ringan. Karena kaka yang sangat mencintai buku, tidak perlu meminta dibacakan buku oleh Mama lagi...

Lantas apakah saya berpuas diri dengan hal tersebut?
Oh...inginnya, di manapun kaka, hiburan terbaiknya adalah BUKU.




Ya,
Karena ketika jaman saya kecil dulu, saat-saat yang terbaik adalah menunggu.
Yang kata orang, menunggu itu adalah membosankan, namun bagi saya, menunggu menyenangkan. Karena saya gak perlu banyak berbasa-basi dengan orang di sekitar saya. Tinggal buka buku dan larut di dalamnya.

Kemampuan membaca saya kemudian menurun drastis semenjak mengenal gadget (khususnya) handphone. Ada banyak hal yang dengan mudah diperoleh dengan hanya menjentikkan jari. Baca artikel, buku elektronik, dan sharing dari berbagai grup yang saya ikuti, membuat saya merasa cukup mendapatkan banyak ilmu.

Masalahnya....
Jadi makin malas membaca buku versi hardbook kan yaa...?

Teknologi semakin canggih, dan sedikit demi sedikit pun kebiasaan mulai berubah. Namun kebiasaan baik, sudah sepatutnya kita pertahankan. Membaca buku dengan memegang bentuk buku aslinya.

Melalui survey kecil-kecilan yang dilakukan oleh teman-teman dari komunitas Save The Children, Bandung sendiri menempati posisi darurat literasi. Karena beberapa pertanyaan berikut :

* Berapa jumlah buku yang dimiliki di rumah ❓ 
* Buku apa yang sering dibaca ❓
* Berapa banyak buku yang dibeli dalam sebulan ❓
* Pernahkah orangtua membacakan buku untuk anak-anak ❓


Jawabannya mencengangkan.
Dari survey tersebut, rata-rata anak-anak yang tinggal di Kabupaten Bandung hanya memiliki buku pelajaran di rumahnya. Maka dari itu, buku yang sering dibaca adalah buku pelajaran. Dan untuk membeli buku?
Jangankan membeli buku, minat membacanya saja rendah, sehingga anak-anak lebih senang menggunakan uangnya untuk jajan atau bermain game online.

Bagaimana merubahnya?

Melalui obrolan sederhana, para pemuda dari Forum Pemuda Jawa Barat dan Yayasan Kalyana Mandira pada bulan April 2016 lalu, maka dijejakkanlah langkah kecil ingin menggaungkan kembali semangat literasi pada generasi Z ini.


Bagaimana caranya?



Dengan mengunduh dan ikut berkontribusi di dalamnya melalui aplikasi yang bisa diunduh di playstore, atau diakses melalui web berikut :

Web :


Aplikasi 

(download di Playstore, tanpa spasi) :
bukubicara




Karena ini adalah aplikasi yang dimiliki bersama, artinya, bukan aplikasi statis yang hanya bisa diperbarui oleh admin, namun semua orang bisa ikut merasakan manfaatnya dan menyumbangkan ceritanya melalui suara. Dan setelah disetujui oleh admin, maka ceritamu bisa tayang dan dinikmati oleh pengguna bukubicara yang mengakses lainnya.


Bagaimana kalau mau ikut berkontribusi?


1. Unduh aplikasi bukubicara atau buka via web.

Tampilan aplikasi bukubicara via googleplay

Tampilan bukubicara via web


2. Klik bagian kanan - atas (tulisan : daftar) untuk menjadi narator.

Form mendaftar sebagai narator di bukubicara.com


3. Setelah mengisi dengan lengkap form tersebut, maka sahabat lendyagasshi sudah bisa meng-upload buku yang akan dibacakan.



Mudah sekali kan?
Bila kesulitan mendaftar, ada caranya yang bisa diikuti langkahnya...buka link berikut :







Bagi kita yang tinggal di lingkungan kondusif, mungkin cara ini tidak begitu berarti bagi kita. Namun untuk saudara, teman dan anak-anak yang tinggal di daerah yang serba terbatas, maka kontribusi kecil kita ini bisa menjadi besar bagi mereka.


Bayangkan,
Suara kita, cerita dan kisah kita, bisa bermanfaat buat orang lain.
Senang sekali bukan?

Oh yaa...
Untuk mengunduh cerita, perlu keterangan lengkap dari buku tersebut yaa...
Jadi buat emak-emak yang pingin curhat πŸ˜…(( yakalii...ada yang iseng menjadikan kisah kehidupannya sebagai cerita fiksi)), gak bisa tuuh,,,merekam suaranya di bukubicara. Karena sebelum tayang di web resminya, pasti ada yang menyaring dahulu, yaitu tim dari Forum Pemuda Jawa Barat, yang anggotanya terdiri dari pelajar, mahasiswa dan bookworm di Bandung.

Disaring dari segi kelayakan buku, content cerita dan kejernihan suara.
Yang perlu dipastikan, isi cerita memang layak untuk tayang siih yaa...tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.

Contoh buku cerita yang dibacakan di aplikasi bukubicara

Karena aplikasi ini membidik anak-anak, jadi kalau mau mengirimkan suara anaknya juga boleh banget tuuh...

Ini salah satu contoh narator cilik di bukubicara

Tapi tetep yang mendaftar orangtuanya yaa...karena sistem di google tidak mengijinkan anak di bawah umur untuk mendaftar aplikasi, minimal usia anak 12 tahun.


Mari kita tebarkan semangat literasi ke seluruh pelosok negeri ini. Agar tidak ada lagi orang yang tuna informasi apalagi tuna aksara.


Percaya yaa...
Sebenarnya gak ada orang yang gak sempat baca. Karena yang kita butuhkan butuhkan hanya 5 menit untuk meluangkan waktu membuka buku. Sedangkan untuk membiasakan membaca anak-anak, cukup bacakan dengan nyaring apa yang kita baca. In syaa Allah anak-anak akan dengan sendirinya tertarik dengan buku.


Adakah sahabat lendyagasshi yang tertarik menjadi kontributor di bukubicara?
Let's join us yaa..


Salam hangat,





You Might Also Like

33 comments:

  1. Generasi Z itu apa sih mba? Aku ga tau. Tapi aku juga agak suka menunggu hehehe karena waktu nya bisa buat BW ^^

    ReplyDelete
  2. Saya masih suka buku cetak kalau baca text book, kalo ebook suka mual hehehe. Semangat , salam Literasi!!

    ReplyDelete
  3. Btw, aku keluar konteks nih. Kalo mbak lendy ada buku bacaan yg bisa dibagi ke aku, boleh lho kita sharing. Aku mau ngasih buku ke anak2 di pinggiran purwokerto soalnya. Hihi. Siapa tau bisa saling backup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius Bena?
      Kalau buku bayi-bayi yang dari kain gitu...bermanfaat kah?
      Boleh Benaa...aku wapri yaa...

      Delete
  4. Program yang keren buat alternatif mendidik anak, seiring kemajuan jaman juga ngikut juga cara mendidik kan ya,,

    ReplyDelete
  5. Wah bagus ya inisiatif pemuda ini, bermanfaat jangka panjang krn literasi anak dan generasi muda pada umumnya di Indonesia termasuk paling rendah.

    ReplyDelete
  6. Aku masih suka baca buku Leen, tapi cerita yang ringan-ringan aja..
    Btw aku selalu salut sama yang menggaungkan Literasi, moga program ini berjalan dengan lancar ya Leen..

    ReplyDelete
  7. Wah idenya keren yaa, jadi tidak ada alasan untuk tidak melek literasi hehejej. Pengwn juga nech jadi narator.

    ReplyDelete
  8. Bagus ini mbak, keren juga. Boleh nih kita coba ramai-ramai, kalau banyak yang tahu pasti viral nih

    ReplyDelete
  9. Wahh ide keren mbak, mau nyobaik juga download dan install aplikasinya tfs mbak

    ReplyDelete
  10. Wah menarik niih.. Kalo aku pribadi masih lebih suka baca buku cetak. Gak betah kalo baca ebook

    ReplyDelete
  11. Kereeen banget. Bener banget deh zaman sekarang, minat membaca tuh menurun banget.

    ReplyDelete
  12. Baru tahu ada aplikasi ini.
    Ooh, jadi merekam suara gitu ya? Hahaha ga pede ah.

    ReplyDelete
  13. Wah keren.. baru tau juga ada aplikasi kayak gini.. Skrg memang generasinya anak2 kreatif ya :)

    ReplyDelete
  14. Wah kayaknya seru jd kontributor. ntr aku pelajari web dan aplikasinya.
    Bacain buku yg sering diceritain buat anak2 kali ya hehe
    Tengkyu informasinya mbk Lendy :D

    ReplyDelete
  15. Aku masih cinta membaca, mudah2an konsisten. Aamiin dan wajib coba nih aplikasi

    ReplyDelete
  16. karena saya suka membaca...
    saya menularkan ke anak dengan mengajak ke toko buku meski dia blm bisa baca
    jadi dia akan membeli buku berdasarkan gambarnya
    ga masalah sih
    yg penting dia ada minat
    biasanya saya akan membacakannya..tp kadang dia sok membaca dengan melihat gambar
    tp ceritanya mirip hehehe

    ReplyDelete
  17. Wah, baru tau ada aplikasi ini. Langsung daftar ah

    ReplyDelete
  18. Wah, keren banget nih aplikasinya, Lendy. Bener banget, aku pun dulu suka banget bawa buku ke mana pun sekarang udah tergantika gadget, kadang kangen baca buku dengna damai dan sentosa tapi kayaknya masih belum bisa menikmati masa-masa itu hehehe

    ReplyDelete
  19. Kreatif! Iya kaya aku aja bacanya berkurang nih. Buku di rumah jg jrg yg anak2. Jd blm bs baca2 in cerita ke ponakan. Bukubicara ini pastinya bantu banget yaaa....

    ReplyDelete
  20. Jadi aplikasi ini hanha sekedar survei ya mba? Survei buku buku anak gitu ya? Misalnya ada cerita anaknya juga manteb nih aplikasi

    ReplyDelete
  21. sekarang aplikasi banyak jenisnya ya kak, kaget lho ada aplikasi jenis ini, jadi makin mudaah ya hidup ini!

    ReplyDelete
  22. bener banget mba buat masyarakat perkotaan mngkin gak susah nyari toko buku, tapi buat yang tinggal dipedesaan duh berasa agak susah buat cari buku. skrg lebih enak sih bisa beli online, aplikasi ini inovasi baru, buku bicara, bagus temanya.

    ReplyDelete
  23. wah... akhirnya ada juga aplikasi yang bisa dipakai anak anak selain dari pada dicekokin yutub mulu. Budayakan literasi sejak dini membuat anak bisa berkembang dan jadi lebih baik. keren nih aplikasinya

    ReplyDelete
  24. Aku tertarik mbak. Hihi zaman jomblo sempat mimpi jadi pendongeng. Punya anak malah lupa. Insya Allah aku mau coba ah...

    ReplyDelete
  25. Dulu pecinta buku banget...jadi kalo mau tidur pasti baca dulu...

    Nah sekarang berganti ke gadget..m
    Ya mungkin itu tadi... Baca via gadget lebih murah dibanding buku benerannya..n bisa dibaca kapan pun tanpa bawa buku..

    ReplyDelete
  26. Program yang sangat menarik. Terlebih memang sekarang ini kecintaan terhadap buku harus lebih ditingkatkan lagi. Widya tertarik dengan programnya teh. Terima kasih ya sudah diinformasikan lewat tulisan ini :D

    ReplyDelete
  27. Waaahhh.. Keren banget ya, mbak.. Ternyata ada toh aplikasi begitu.. Selama ini aku nyari aplikasi buku audio yang gratisan.. :D

    ReplyDelete
  28. dulu pernah dapet hadiah kindle, semacam gadget untuk e-book. tapi rada2 pusing baca pake device begitu. lebih enak dan mantep kalo baca sambil pegang buku (yg aslinya)

    ReplyDelete
  29. Wah, ini program menarik banget. Pengen jadi naratornya euy, tapi takut ga terkejar untuk bisa berkontribusi. Mba Lendy sudah mendaftar?

    ReplyDelete
  30. aku baru tahu aplikasi ini teh, tapi aku lebih suka baca buku aslinya daripada elektronik, sensasinya ga ada yang ngalahin, apalagi aromanya, hmmm aroma buku baru itu enak banget asli :)

    ReplyDelete
  31. Menarik banget neh kayaknka, jadi pengen nyoba aplikasinya

    ReplyDelete
  32. Jadi ingat dengan PDF yang bisa bicara dalam bahasa Inggris, belum coba dalam bahasa Indonesia. Lama-lama nanti buku jadi mendengar buku, bukan baca buku.

    ReplyDelete