feature,

How Bad Of Bullying On Drama Who Are You : School 2015

Saturday, April 20, 2019 lendyagasshi 53 Comments

Bismillah,

Ingat jaman sekolah dulu gak?
Akutu uda melewati 18 tahun yang lalu masa-masa SMA. Dan gak pernah bisa lupa sama kejadian ketika ada guru yang melakukan verbal bullying terhadapku.

Tentu aku sudah memaafkan beliau, tapi sulit sekali melupakan.
Forgiven but not forgotten❞, itu kata teteh Andrea Corrs di salah satu judul lagu mereka.
Melihat bagaimana anak-anak jaman sekarang begitu mudahnya berkata kasar di sosial media, berlaku buruk apabila ditegur dan masih banyak lagi anomali remaja, apakah kita sadar...bahwa itu bermula dari kita, para pendidik. Orangtua maupun guru.

Seperti di tulisanku Bullying Start From Us, bahwa berawal dari perilaku labelling terhadap sikap anak, lalu berlanjut teman-teman dan gurunya yang memanggil menggunakan panggilan yang tidak ia suka. So, stop doing that, moms.

Trus, truuss...
Aku nonton drama ini.


Judul : Who Are You: School 2015 /  ( 후아유- 학교 2015 )
Director: Baek Sang-Hoon

Actors :

Kim So-Hyun as Lee Eun-Bi and Go Eun-Byeol (twin)
Nam Joo-Hyuk as Han Yi-An
Yook Sung-Jae as Gong Tae-Kwang

Genre : Drama, School-life, mysteri
Rundate : April - June 2015
Runtime : 60 minutes
Episode : 16

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Di drama berjumlah 16 episode ini, aku merasa sering berderai air mata saat menonton. Entah efek hormonal (karena mau kedatangan tamu bulanan) atau karena memang jalan ceritanya yang bener-bener pas sama potret kehidupan remaja saat ini.


Kim So-Hyun as Lee Eun-Bi and Go Eun-Byeol (twin)

Keduanya memiliki kepribadian yang bertolak belakang, meskipun sama-sama anak baik. Sejak kecil, keduanya sudah tidak memiliki orangtua, sehingga dibesarkan di Panti Asuhan. Namun pada suatu hari, Go Eun-byul diadopsi oleh seorang single-parent yang baik hati. Jadilah ia dibesarkan di Seoul. Sedangkan kembarannya, Lee Eun-bi, masih di Panti Asuhan Pelangi, Tongyeong.


Nam Joo-Hyuk as Han Yi-An

Yi-An adalah sahabat baik Eun-Byul dari usia mereka 8 tahun. Dan di usia remaja kini, ia sudah berhasil memenangkan medali emas renang 400 m free style tingkat Nasional. Sesuai dengan janji saat ia dan Eun-byul kecil, bahwa medali emas pertamanya nanti, akan diberikan ke Eun-byul. Ini sekaligus pernyataan cinta Yi-An sama Eun-byul.



Yook Sung-Jae as Gong Tae-Kwang

Persahabatan antara Eun-bi dengan Tae-kwang ini terbilang unik. Bukan yang manis, tapi justru mereka saling melindungi. Awal pertemuan yaa...seperti biasa gitu deeh... Love-hates relationship, kemudian berujung pada Tae-kwang suka banget sama Eun-bi.

Tae-kwang di sini meranin karakter anak yang bengal, sering punya masalah di sekolah, dan parahnya, Bapaknya adalah Direktur di sekolah mereka.





Kehidupan Eun-bi di kota kecil Korea, Tongyeong, tidak bisa dibilang tenang. Sebagai pelajar, ia kerap menerima perlakuan tidak baik dari temen-temen sekelasnya. Pelakunya sebenarnya satu cewe siih...tapi pengaruhnya besar banget...karena doi anak seorang petinggi di Tongyeong.

Eun-bi yang hanya anak yatim, tidak mampu melawan apapun, karena ternyata si pelaku bullying ini melalui orangtuanya selalu berbuat sosial. Seperti menjadi pendana di Panti Asuhan dan kegiatan-kegiatan semacam itu.

Maka,
Demi kesejahteraan Panti Asuhan Pelangi, tempat tinggal Eun-bi, ia tidak pernah protes sedikit pun atas perlakuan kasar teman-temannya.

Bahkan, you know, chingu...
Di drama ini kita ditunjukkan, betapa menurunnya empati terhadap teman yang sedang kesusahan. Eun-bi ini di bully gak hanya di tempat sepi, bahkan di dalam kelas saat sedang istirahat atau jam kosong. And nobody help her!
Semuanya pura-pura gak lihat dan sibuk sama pekerjaannya masing-masing.

Kejam!

Buat yang penasaran sama si tokoh antagonisnya, yang kanan yaa...




Hingga pada akhirnya, Eun-bi gak tahan lagi menanggung beban kehidupan ini, ia pun menuliskan pesan terakhir untuk teman-teman sekelasnya (yang tentu, teman-temannya gak pada aware) di meja tulisnya di kelas.

Annyeong, chingu-deul...






Di saat yang bersamaan, saudara kembarnya yang berada di Seoul sedang wisata ke Tongyeong. Dan beberapa hari terakhir ini sering gelisah. Ia teringat akan kasus yang pernah melibatkannya. Kasus apakah itu?

Eun-byul tidak menikmati perjalanan wisata bersama teman-teman sekolahnya. Bahkan, ia marahan dengan kedua sahabat ceweknya, Song-joo dan Shi-jin. Temannya yang gak tau duduk permasalahannya, malah menjauhi Eun-byul. Hingga saat wisata selesai, Eun-byul malah dinyatakan hilang. Di culikkah?


Misteri ini yang akan mewarnai sepanjang perjalanan cerita Drama School 2015 : Who AreYou?


Ibu Eun-byul sudah seperti orang gila, mencari ke sana kemari. Bahkan selama 10 hari, beliau terus bertahan di Tongyeong dan menyebarkan selebaran anak hilang, dengan keterangan lengkap berisi foto dan ciri-ciri fisik Eun-byul.

Dan penantian sang Ibu pun terjawab.

Di hari kesepuluh, Eun-byul eomma mendapat kabar bahwa ada anak dengan ciri-ciri yang sama seperti selebaran yang Ibu Eun-byul bagikan. Namun, anaknya sedang tidak sadarkan diri di sebuah Rumah Sakit.

Betapa gembira Eun-byul eomma mendapat kabar tersebut.





Pas bangun, tentu Eun-byul kaget setengah mati, ada yang bilang bahwa "Gak apa-apa...ini Ibu, Eun-byul..." dan seketika, Eun-byul menangis...

Berdasarkan keterangan dari dokter, Eun-byul hilang ingatan untuk sementara karena trauma. Jadi masih ada kemungkinan memori-memori bersama orang-orang yang disayanginya kembali lagi.

Antara shock dan bingung, akhirnya Eun-byul pun pulang ke Seoul.




Bagaikan mimpi, ia tak merasa bahwa memiliki seorang Ibu dan segalanya. Bahkan rumah tempat ia tinggal bersama Ibu nya pun terasa asing. Baginya, ini semua adalah hal yang baru.

Ia berolah raga di pagi hari, dan bertemu Yi-An, sahabatnya.
Hal itu pun terasa asing.


Ia bertemu sahabat-sahabatnya, gurunya, teman-teman sekelasnya, gak ada satupun dari mereka yang ia ingat.


Hingga akhirnya...
Perlahan ia mengingat pecahan-pecahan memorinya kembali.

Dan sadar...
Bahwa ia memang tidak pernah berada di Seoul sebelumnya. Karena dia bukan Eun-byul, melainkan Eun-bi. Seorang anak panti yang kesehariannya dipenuhi kesulitan demi kesulitan.

Lalu,
ke manakah Eun-byul yang asli?

Perjalanan menemukan Eun-byul yang asli dan mengungkap misteri mengapa Eun-byul menghilang serta kasus lama yang terkuak kembali inilah yang mewarnai sepanjang drama School 2015 ini.


Dan tahu gak...kalau drama ini memang rutin ditayangkan KBS, maksudnya dengan tipe-tipe serupa, bertemakan kehidupan sekolah dan judul yang sama "School". Sampai saat ini, sudah ada 7 School yang tayang, hingga tahun 2017.

Akankah KBS mengulang kejayaan drama bertemakan school-lyfe begini?

Aku rasa, drama-drama tipe sekolah itu bagus sekali. Karena inilah potret sekolah kita. Yaaah, meskipun beda culture, tapi kalau dicermati, dari cara mendidik orangtua, komunikasi, persahabatan, hingga percintaan, aku rasa gak beda jauh laah....



Drama ini tidak melulu fokes ke kehidupan Eun-bi dan Eun-byul, tapi juga ada kisah beberapa kesulitan teman-teman lain. Seperti kisah sang ketua kelas yang kerap dipaksa Ibunya untuk terus menjadi yang terbaik. Dulu...pas ada Eun-byul, si ketua kelas ini tidak pernah bisa juara pertama. Namun sejak kehadiran Eun-bi, preatasinya tidak sebaik saudara kembarnya.

Seruu...seru...


Dan aku dapat banyak hikmah dari nonton drama School 2015 ini . . .

1. Apa itu bullying?

Bullying adalah perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap orang lain. Dan dalam berteman, perbuatan yang kita lakukan harus sama-sama behagia. Bila ada salah satu pihak yang tidak senang, itu sudah termasuk kategori bullying.



2. Berani melawan

Bullying itu adalah sikap superior dari si pelaku terhadap korban. Satu-satunya cara untuk mengubahnya adalah dengan berani berkata "Tidaaak...Aku tidak nyaman dengan caramu berteman."

Namun memang sulit jika di posisi Eun-bi, dimana hukum yang berlaku makin runcing ke bawah dan tumpul ke atas. 

Di Korea juga gitu kok...
Karena si pelaku ini anak dari seorang Jaksa, maka tidak pernah ada yang berani melawan ketidak adilan yang dilakukannya.

Poor, uri Eun-bi...



3. Kesalahan remaja adalah buah dari investasi pengasuhan orangtua semasa mereka kecil.

Ya, mendidik anak-anak itu tidaklah mudah. Orangtua mana yang tidak ingin memanjakan dan melindungi anak-anak mereka?

Aku rasa, setiap orangtua tidak ada yang menginginkan anak-anak mereka kesusahan. Dan tentu, kelak menggapai impiannya.

Tapi,
Apa kita harus tetap melindungi kalau memang terbukti anak melakukan kesalahan?


Ya, moms...
Biarkan mereka bertanggung jawab atas segala keputusan dan perbuatan mereka.
Perlakuan orangtua yang berlebihan dalam melindungi anak, hanya akan merusak kepribadian mereka.



4. Sebaiknya, orangtua tidak terlalu fokus pada grades anak.

Hal ini selain membuat anak merasa tertekan, sehingga tidak enjoy dalam belajar, juga membuat sang anak rela melakukan apa saja, asalkan prestasinya baik dan diakui oleh orangtuanya.

Serem kalau uda begini...



5. Sebagai orangtua, jangan pernah menunjukkan kekecewaan kita pada anak-anak

Anak yang sudah melakukan segalanya sesuai dengan kemampuannya, sebaiknya kita hargai sebagai orangtua. Meskipun hasilnya mungkin masih jauh dari ekspektasi kita.

Bersabar,
dan lihat terus perkembangan anak.

Puji selalu atas keberhasilannya dan jangan menuntut lebih banyak.



6. Tidak selamanya, hukuman itu buruk

Terbukti saat Tae-kwang appa masuk penjara, hubungan ayah dan anak ini malah semakin mesra daripada sebelumnya. Aku jadi ingat salah satu quote orang Jawa :

Jauh bau bunga, dekat bau bangkai.❞



7. Manusia tidak hanya merawat wajah, tapi juga hati
Ini nasehat terakhir dari Eun-bi saat akhirnya si pelaku bullying meminta maaf.



8. Untuk bisa menggapai impian, membutuhkan perjuangan yang tidak mudah

Ada kalanya raga lelah, kecewa dan tidak tahu kapan keberhasilan itu tercapai. Tapi yakin bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.


Di sini, Yi-An digambarkan cowok yang sempurna. Kekurangannya hanyalah ia tidak berasal dari keluarga berada, seperti Tae-kwang, yang memang Bapaknya kaya raya. Tapi meskipun begitu, kepribadian Yi-An yang baik, limpahan kasih sayang dari Bapaknya dan prestasi yang sudah diraih sejak ia masih di usia yang sangat belia, membuat beberapa temannya iri. 

Ditambah lagi, ia mulai menjajaki dunia modelling.

Saat Song-joo merasa apa yang diinginkan tidak tercapai, Yi-An dengan wise menjawab,

Saat kamu berenang, kamu akan melewati beberapa proses. Dari mulai adaptasi dengan air, lalu latihan tahan napas, menendang dalam air dan terakhir, barulah berenang.


Jadi maksud Yi-An kurang lebih, untuk mencapai apa yang kamu inginkan, gak ada yang gak pake proses loo....semua ada jalannya masing-masing.

Yaaa...
It's so true, Yi-An...


Cakep yaa..drama ini.
Dan aku baru tahu kalau berkat drama ini, Kim So-hyun memenangkan penghargaan sebagai Best Couple sama Yook Sung-Jae. Padahal lead-male nya Nam Joo-hyuk.

Ihiik~
Kok kujadi sedih yaa...


Oh yaa...
satu lagi point tambahan dariku, kenapa drama ini menurutku keren...banget.
Original Soundtrack nya doonk...easy-listening semua. Bahkan si Tae-kwang aka. Sung Jae (BToB) juga ngisi salah satu OST nya.

Reset by Tiger JK ft. Jinsil


Dan ini, aku kasih bonus video parodi School 2015.

Dilan verse



Dear Nathan verse


Hahaha...
Kamu tim #DilanMilea atau #NathanSalma 😂

안녕히, chingu-deul...



Salam hangat,



You Might Also Like

53 comments:

  1. aku lupa nama si pembully, So Young bukan sih? aku asli kesel banget waktu nonton :( kayaknya kalau aku ibunya eun byul udah tak laporin polisi, keterlaluan bullynya soalnya :(

    ReplyDelete
  2. Mbak Lendy
    Tau ndak? ehehehe
    Kalau pas baca postingan ini, aku lagi dengerin lagunya School 2015 yg judulnya Fly With The Wind, aku ga tau kalau judul artikelnya smean ttg Kim So Hyun
    dari Drakor ini, aku seneng kalau nonton yg ada tokohnya Kim So Hyun ini wkkwkwkw

    ReplyDelete
  3. mbak Len, aku jadi kangen masa-masa nonton drakor marathon 16 episode. nonton,makan, nonton, begadang, hahahhaaa....

    btw akui belum nonton drama ini, tapi emang bully-bullyan dan cerita sekolahan gini sering banget diangkat di drakor.

    ReplyDelete
  4. wah drakor yang ini hikmahnya berasa banget ya, cocok ditonton abege jaman now di Indonesia yang sudah mulai "gak jelas" seperti banyak kasus belakangan ini yang terjadi

    ReplyDelete
  5. yang namanya bully tuh ya, ga ada bagus-bagusnya, aku gemes kalau lihat yang gitu

    ReplyDelete
  6. Tipsnya keren Kak ...
    Btw, udah lama banget ninggalin Drakor euy, sekarang Drakor lumayan vulfar ya masalah bulying-bulying pada ceritanya, mudah-mudahan remaja yang nonton bisa ambil sisi positifnya

    ReplyDelete
  7. aku gak terlalu suka dengan film Korea, tapi ini menarik sih yaa. btw suka deh sama style perempuan korea.

    ReplyDelete
  8. waaah liat ini jadi pengen nonton drama korea lagi dh, udah lama pisan nggak nonton drama korea nih hihihi, btw si pemain ceweknya favorit aku banget ini mah, makin pengen nonton deh jadinya hihihi

    ReplyDelete
  9. aku tim #DilanMilea mba hahahaha... ngakak aku padahal udah serius baca sinopsis drama korea ehh malah akhirnya inget dilan milea wkwkkw.... saya coba nonton mba, apalagi ratingnya 9,3 nih.. pasti bagus

    ReplyDelete
  10. wow... film dramanya seru yach....para pemainnya juga ckckckck....cakep dan cantik.

    Semoga tidak ada bully lagi yach Mbak, karena bisa bikin tromah....heheh.

    ReplyDelete
  11. Whuaaaa. Aku sdh pernah nonton dramanya dan jatuh cinta dama keempat tokoh utamanya. Iya, kasus bullyingnya cukup kejam menurutku di sini. Aku suka video versi Dilannya. Pas bgt!

    ReplyDelete
  12. Aku nonton Who Are You ini juga karena temanya bullying. Emang ya sadar atau gak, kadang kita dg mudah bully secara verbal dan aku jg pernah merasakan itu. Meski gak parah, tapi sangat membekas. Dan drama ini emang related dg kehidupan kita. Semoga remaja sekarang lbh baik dan semua dimulai dr kita yg dewasa

    ReplyDelete
  13. Saya suka sama drakor ini. Saya pun nangis pas nontonnya. Pesan di drakor ini pas nancep ke hati hehehehe. Selalu senang membaca review drakor dari sesama pecinta drakor hehehehe

    ReplyDelete
  14. Ngeri ya bullying di kalangan anak sekolah. Aku sedih liat cuplikan video yang njambak itu. Trus lirik anak-anakku. Ya Allah.. semoga anak-anakku gak akan pernah ngalamin bullying macam gitu. Hiks. Filmnya menarik ya kayaknya :)

    ReplyDelete
  15. menurut aku, jalan ceritanya mudah ditebak ya
    tapi di sini porsi edukasi bullyingnya cukup banyak
    recommended berarti yak

    ReplyDelete
  16. Eh aku pernah nonton drama ini tapi lagi2 nontonnya ya gtu2 aja pas kebetulan tayang di tipi.
    Aku kesel kalau soal bully2an gtu suka gk tega nontonnya hehe #lebay
    Btw kalau aku sih suka Yi An #opotooh��

    ReplyDelete
  17. Kayanya zaman sekolah dulu ladangnya bullying deh. Baek yang ngga disengaja, baik secara fisik atau psikis. Paling sering lewat kata kata, ngolokin nama orang tua ama fisik.... Duh, aku kok ya gemas kalau ingat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama aku jg melewati zaman manggil2 nama ortu itu.
      Moga2 anak keturunan kita dilindungi dr bullying aamiin

      Delete
  18. asyiiappp mbaaaa, film ini pemerannya lumayan cantik ya dan sayangnya jalan ceritanya ini tentang bullying di sebuah sekolah ya. SUka kesel sendiri kalo melihat yg kaya gitu sih bullying yg tidak ada gunannya dan kasian kan digituin. coba ah nonton nanti.

    ReplyDelete
  19. sepertinya disini aku saja nih yang gak pernah nonton film korea entah drama or etc huhu sampe sekarang sama sekali blm pernah nnton jadi aku gatau diatas diserial mana dan siapa hihi monmaap beb kayanya aku paling kudet maslah drama korea ini

    ReplyDelete
  20. Waduh, dramanya pas banget ya dengan isu yang sekarang lagi hehoh, bullying. Aku suka gereget deh kalo nonton yang begini. Nanti nyoba ah. Kalo gak kuat, aku biasanya stop sebelom beres. :D

    ReplyDelete
  21. Udh tamat nntn ini, suka sama kembarannya yang berani bisa gantiin saudaranya yg di bully, cowo cowoknya juga cakep��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan pada baek2 jadi bingung milih yang mana ya mbak #eeehh :D
      Yg pasti moral storynya bully2 itu gak bagus

      Delete
  22. Aku juga nonton ini dan sampe sekarang masih demen banget dengerin ost nya yang reset

    ReplyDelete
  23. Aku belum pernah nonton drama yang satu ini, plotnya menarik juga ya tentang saudara kembar yang berani menggantikan saudaranya untuk melindungi saudaranya tersebut

    ReplyDelete
  24. Efek bullying emang luar biasa mengerikan ya mba
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  25. moment percintaan nya banyak gak di film ini soalnya aku kurang suka haha

    ReplyDelete
  26. Ini salah satu kdrama yang ceritanya keren abis..tiba-tiba jadi pengen rerun deh nonton ini..hehe

    ReplyDelete
  27. AQ suka drama Korea dan yg ini AQ blom nonton deh JD pengen nonton pasti seru kan , gantung ni cerita ny

    ReplyDelete
  28. Miris banget liat anak2 masa kini yg suka ngomong dan berbuat kasar. Ini tentunya jadi PR kita bersama dam membentuk akhlak anak2

    ReplyDelete
  29. Seru banget ya nonton drama korea seperti ini... Aku suka juga nonton tp gak ada waktu nie..

    ReplyDelete
  30. baca review mba kok jadi tertarik ya, pdhl aku engga suka tipe drama yang kek gini. school lyfe trs pemeran utamanya tersiksa mulu. sebel wkwkwk tp menarik reviewnya. jd penasaran aku

    ReplyDelete
  31. Wah beneran ya..memaagkan tu lbh mudah daripada melupakan...kerasa emang...hehe

    ReplyDelete
  32. Drakor yang bagus dengan review yang komprehensif tentang bully. Mengingat dewasa ini kegiatan bully di kalangan anak remaja sudah marak dan jadi konsumsi harian. Perlunya peran guru dan orang tua untuk mengurangi hal ini. Bakalan di download filmnya buat tontonan bareng anak perempuanku mbak.

    ReplyDelete
  33. Teruuuuus Eun-byul ke mana dong kaaak? Aah nggak ada spoiler nih aku jadi penasaran deeh. Kayanya aku mesto nonton bareng sama kak Lendy biar keracunan drakor

    ReplyDelete
  34. Mbak, aku lihat yang dijambak itu, astagfirullah. Merinding.

    Baca tulisan Mbak Lendy ini bagai alarm untukku. Aku yang notabene guru kelas 1 SD, sering banget mbak ngasih nama-nama baru ke muridku buat guyonan. Tapi, sejauh ini aku namanya bagus-bagus, si cantik, si rajin, si ganteng, dll, insyaallah yang baik-baik. Karena aku sendiri pun pernah mengalami bullying di masa lalu dan tahu rasanya begitu nyesek.

    ReplyDelete
  35. Paling kesel sama namanya bullying gk enak kalau di-bully itu bikin trauma banget tapi ada hikmahnya bisa strong ha-ha-ha. Aduh dramanya bikin auto nonton deh penasaran sama eun ni

    ReplyDelete
  36. saya bukan penggemar drama korea, tapi film ini salah satu yang menjadi favoritku :D dulu nontonnya di RTV gak pernah mau ketinggalan setiap episodenya :D soundtracknya juga asik banget lagunya. Btw parodinya lucuu teh hihihi

    ReplyDelete
  37. Yaah aku udah semingguan nggak nontom drakor. Trusbmerasa ada yang kurang. Hahaha. Baiklah aku mau nyoba ini ah. Seru kayaknya jalan ceritanya buat ortu kayak aku

    ReplyDelete
  38. Hatiku kadang gak kuat nonton drama yang banyak adegan bully-nya, Mba. Biasanya sering saya skip kalo mulai menunjukkan degan-adegan pembullyan, mungkin itu sebabnya sampai hari ini saya belum m\nonton drama ini karena udah diceritain duluan sama adik saya

    ReplyDelete
  39. Nonton drakor emang bikin emosi naik turun ya Mbak, hahaha. Iya stuju deh sama poin yang "sebagai orangtua tidak fokus pada grade anak saja" soalnya di jaman sekarang ini nilai-nilai budi pekerti, value rukun dan welas asih makin terkikis, tergeser tuntutan orangtua kepada anak thd nilai akademik saja

    ReplyDelete
  40. Kok saya jadi ngeri ya lihatnya huhu anak anak bisa melakukan bullying seperti itu kenapa ya?

    Btw itu pemerannya wajahnya boros boros ya hihi kayak bukan anak SMA. But thanks buat review-nya mbak, jadi belajar bagaimana menangani kenakalan remaja, semacam bullying ini.

    ReplyDelete
  41. aku suka deh tiap mampir baca review film dari blog teh lendy selalu ada hikmahnua, jadi gak asal racun film aja ada faedahnya hihi

    ReplyDelete
  42. duh seru banget bacanya..apalagi kalau ngikuti terus dramanya ya. bulying emang kerap bikin mental orang ternganggu. sedih bacanya lihat buly kaya gini bisa menghilangkan memori ingatan seseorang. dr drama ini banyak juga ya hikmah dan pelajaran yg kita ambil.

    ReplyDelete
  43. Anak-anak remaja pada nonton drama ini nggak ya Len? Kalau nonton bisa bagus banget untuk ngasih mereka insight tentang bullying.

    Remaja kan gitu ya, kalau di 'ceramahin' kadang susah masuknya, tapi kalau mereka dapet sendiri baru deh, ngeh. Selalu sedih kalau ngomongin bullying yang makin kesini bukannya makin berkurang tapi malah meningkat terus kasusnya T_T

    ReplyDelete
  44. Aaahhh... ternyata bullying bisa jadi bermula dari orang tua dan keluarga juga ya, dengan memberikan panggilan yang kurang menyenangkan. Untung saja aku enggak terbiasa memberikan label seperti itu.

    Bullying makin marak ya, apalagi kini ada kategori cyber bullying. Sekali diluncurkan, efeknya ga bakal hilang bertahun2. Ngeri deh.

    ReplyDelete
  45. Aku geram sama yang tukang buli mba Lend di film ini
    Aku gemas juga kenapa ga jatuh cinta ama yang atunya hahaha
    Aku kan mengidolakan yang atu, rambut pirang yang lebih gentlemen

    ReplyDelete
  46. Aaah.. terima kasih eonni Lendy udah review drama ini..
    Ujame udh nonton dan emang pesannya dalem bangeeeet!!!
    Seriusan, racun banget nih! Jadi pengen re-running dramanya lagi hahaha

    ReplyDelete
  47. Bully dengan memanggil seseorang pakai nama ajaib dan bikin yang punya nama ga nyaman, tuh banyak banget loh. Nyata memang guru juga kadang ikutan manggil, jadi gemesss

    ReplyDelete
  48. Aku kangen lagi dengan aktingnya si Yook Sung-Jae
    Kapan dia main lagi Mba Lend? Adakah drama yang dibintangin dia lagi

    ReplyDelete
  49. Zaman sekolah, ada tuh temenku yang coba² bully aku sama kakaknya. Aku bales donk, sekalian aja ajak berantem, eh malah jiper.

    K-drama ini seru juga ya, rekom3ndasi mbak Len, pasti keren

    ReplyDelete
  50. Emang ngeri banget kalo bullying itu karena temanku dulu ada yang sering bully adik kelas

    ReplyDelete
  51. Ingat zaman sekolah dasar sering ada yg bullying dengan nama2 ortu.. rekomen nh filmnya mba

    ReplyDelete