Blogger Perempuan Network,

Ramadan Day 21 : 10 Tips Berpuasa Untuk Anak

Sunday, May 26, 2019 lendyagasshi 11 Comments

Bismillah,

Hola moms,
Pada kesulitan gak waktu ngajak si kecil shaum Ramadan?

Kalau iya,
Aku mau berbagi beberapa tips yang manjur di anakku, Ai dan Hana. Mereka berdua ini berbeda cara pendekatannya. Mungkin aku gak perlu banyak cerita yaa... yang punya anak lebih dari satu pasti tahu banget bahwa setiap anak itu unik.



Tips Berpuasa Untuk Anak Usia Dini :


    Orangtua adalah contoh    

Yakin yaa...kalau sejak dalam kandungan, janin ini tidak diam begitu saja. Ia paham betul akan suara dan kebiasaan kedua orangtuanya. Seperti kebiasaan tidur (karena janin ini bisa membedakan suasana gelap - terang), berbicara, merasa hingga kebiasaan makan (iya doonk...kan janin dapat asupan makanan dari Ibunya). 

Jadi,
Bagi Ibu hamil, jangan lupa untuk terus berdzikir, berdoa dan banyak melakukan kebaikan.


Related post :

Amalan Ketika Tamu Bulanan Hadir



    Sambut Ramadan dengan hati riang   

Bisa dengan membuat tema Ramadan di rumah atau menghias rumah dengan dekorasi yang menarik bersama anak-anak. Jangan lupa untuk menempel check list amalan harian. Ini terbukti manjur pada anak-anak, padahal menurut kita hanya check list yaa... tapi bagi anak-anak, mereka happy banget ketika sehari ini mampu mengumpulkan banyak amalan.
**check list ini bisa dibuat menarik dengan menempel stiker berbentuk bintang, bunga atau love.


Related Post :

Sambut Ramadan Bersama El-Hana Busy Bag Ramadan


Dan check list ini bisa banget looh...digunakan setelah Ramadan, untuk tetap menjaga semangat ibadah anak maupun orangtua.



    Menjelaskan arti bulan Ramadan   

Bagi anak-anak seusia Hana (6 tahun), Ramadan adalah bulan di mana ia tidak bisa makan dan minum. That's it. Hanya itu.
Maka sebisa mungkin, aku menjelaskan makna Ramadan yang sesungguhnya dan kebaikan puasa dari sisi kesehatan.




   Memberi pesan moral indahnya Ramadan melalui kisah-kisah teladan  

Aku pribadi, gak selalu membacakan kisah Rosulullah sholallahu 'alaihissalam beserta sahabatnya, tapi juga kisah masa kecilku saat harus melalui Ramadan.


Related Post :

Ramadan Dalam Ingatan Kecilku



     Melibatkan anak-anak menyusun menu sahur dan berbuka    

Aku kerap menanyakan keinginan anak-anak untuk sahur dan berbuka menggunakan lauk apa, minum apa dan kue apa yang diinginkan. Untuk sahur, alhamdulillah... Ai dan Hana bukan tipe yang rewel, yah...kalau sesekali wajar lah yaa...pingin telur, padahal Mama masak sup atau pengin nuggets padahal Mama masak opor.

Errg...kan ya...
Sabaar...sabar...


Related Post :

Menu Hangat Andalan Saat Musim Hujan



Nasehat yang sama ketika anak-anak mulai gak mau makan karena lauknya gak sesuai dengan keinginan mereka. Harus memberi pengertian lagi bahwa ini adalah rejeki yang diberikan Allah, maka harus banyak bersyukur dan jangan mencela makanan.



    Membiasakan tidur di awal waktu   

Tujuannya agar mudah saat dibangunkan sahur. Aku agak khawatir kalau anak-anak tetap berpuasa saat gak sahur.

**Biasanya, kaka yang keukeuh begini... tapi aku selalu kasih pengertian bahwa kaka masih belajar puasa, jadi harus sahur (meskipun terlambat atau di akhir waktu) karena ada keberkahan dalam tiap makanan sahur



    Berbuka dan sahur bersama   

Aku selalu mengajarkan anak-anak makan di tempat makan dan duduk bersama. No television or gadget. Karena akan mendistraksi kenikmatan makan bersama keluarga. Kalau sudah begini, orangtuanya pun menjadi contoh untuk tidak pegang gadget sama sekali.



    Memberikan reward   

Meskipun gak di janjiin apa-apa di awal, karena kami tidak tahu rejeki seperti apa yang akan kami peroleh di akhir Ramadan, tapi sebisa mungkin ada reward di pencapaian mereka. Disampaikan dengan cara halus saja, misalnya "Kaka sama Hana butuh apa niih...? Kan udah mau naik kelas..."

Alhamdulillah,
Ramadan tahun ini, 1440 Hijriyah, berdekatan waktunya dengan masuknya tahun ajaran baru dan kenaikan kelas. Jadi bisa sekalian dijadikan momen memberi reward kebutuhan sekolah anak-anak.




    Melakukan sholat berjamaah   

Mengajak anak-anak untuk senantiasa sholat tepat waktu dan berjamaah. Mungkin ada naik-turunnya dalam melakukan sholat berjamaah ini, namun tetap memberi semangat kepada anak, bahwa sholat berjamaah pahalanya jauh lebih besar daripada sholat sendirian. Dan berdosa bila tidak mendirikannya.




    Melakukan kegiatan bersama   

Anak-anak lemes gak siih...selama shaum? Pastinyaaa...
Dan tugas orangtua adalah memberikan semangat agar anak-anak tetap berkegiatan fisik meskipun sedang shaum, jangan tidur terus menerus.



Berat kah jadi orangtua?
Emm, kadang merasa begitu...tapi akhir-akhir ini aku banyak bersyukur bahwa anak-anak sudah tumbuh sehat. Kepikiran pengin punya baby lagi, malah...eh, hahhaa...

Karena merasa Ai dan Hana sudah mulai beranjak dewasa. Kaka saat ini sudah 8 tahun, sedangkan Hana 6 tahun. Sebentar lagi, sudah gak ada yang lucu-lucu dan bisa digodain lagi.
Huhuu~

Dan rumah pun sepi seiring dengan bertambahnya usia kami...

Jadi panjang sama curhat yaa...?
Gimana...gimana pengalaman sahabat lendyagasshi mengenai melatih anak dalam berpuasa?
Boleh sharing di kolom komentar yaa...
Semoga bisa jadi pelajaran bagi semua orangtua untuk menanamkan akidah kepada anak-anak dengan cara yang happy dan tidak memaksa.




Happy Fasting, 친구...



Salam hangat,

You Might Also Like

11 comments:

  1. Ah iyaaa, kasih adik aja buat anak-anak, kan rumah jadi seru lagi ntar. Jangan sampai nyesel kayak aku, terlambat punya anak lagi jadinya. Gara-gara maju mundur syantiiikkk buat hamil lagi waktu masih muda dulu

    ReplyDelete
  2. Penting banget sih ya emang untuk memperkenalkan puasa kepada anak-anak. Infonya sangat bermanfaat kak, lumayan buat yang lagi belajar puasa, ga cuma anak anak sih, buat semuanya juga dong yahh


    ReplyDelete
  3. Ya Allah bahagia jika semua anak mendapatkan orang tua seperti Mama Lendy. Béar banget apa yang disampaikan saya usahakan sampaikan juga kepada anak serta anak santri di rumah. Semoga mereka semangat puasa serta ibadah lainnya. Kebiasaan mereka sejak kecil jadi kebiasaan baik saat sudah dewasa ya amin

    ReplyDelete
  4. Menarik sekali pembahasannya, teh :)
    Paling senangnya kalau anak2 uda bisa puasa :)
    Ohh iya, mohon maaf lahir dan batin ya, teh :)

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, Kakak Faraz jg mulai belajar puasa tahun ini. Walau cuma bbrapa hari doang dan bukanya Ba'da Dzuhur tapi Alhamdulillah bisa mengajarkannya berpuasa, menahan haus dan lapar serta gak boleh marah dan nangis :D

    ReplyDelete
  6. Errr gimana gimana mbak? Mau nambah adek nih ceritanya hihihi :p
    Paling setuju bahwa untuk ngajarin apapun ke anak, orangtua harus kasih teladan jadi contoh untuk anak

    ReplyDelete
  7. Anakku 6 mbak Lendy dan rumah rame terus hehehehe ngompirin mbak Lendy buat namabh anak hahahaha

    ReplyDelete
  8. Tips2 yang indah. Membacanya saja sudah membuat aku membayangkan aliran cinta ortu dan binar bahagia anak.

    ReplyDelete
  9. Alhamdullah mba, hampir semuanya sudah kulakukan dan anak anak sudah paham dan mengerti arti puasa. Cuma yg sering aku rasain itu, anak anak suka langsung drop berat badannya. Padahal asupan nutrisi dan gizinya udah aku jaga banget huhuhu. Mereka sih santai dan tetep lanjut puasa. Cuma aku sebagai emak yg worry hehe

    ReplyDelete
  10. Anak2 itu kalau dibawa hepi kayaknya bakalan lebih gampang ya diajak berpuasa. Ngalamin banget nih kayak gini waktu anak-anak masih kecil. Sekarang tinggal melanjutkan fase melakukan ibadah lain dengan lebih baik.

    ReplyDelete
  11. MasyaAllah bunda idola banget kamu Mba Lend
    aku aja yang dewasa suka tipemu yang penyayang hahahaah
    eaaa yang mau pengen hamil lagi. Tak dukung mba Lend.
    hamil bareng yuk wakakak

    ReplyDelete