Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Niqab dan Masker

Bismillah,

Hola sahabat lendyagasshi...
Sejak awal masuk pandemi, menggunakan masker sudah mulai disarankan untuk digunakan selama berada di luar rumah, karena manfaatnya yang bisa menghalau penyebaran penyakit terutama dalam bentuk droplet ketika ada yang sedang bersin atau batuk di tempat umum.

Tapi aku pakai niqab, tetap perlu pakai masker gak tuuh?

Ternyata begini jawabannya...


Standar masker yang digunakan :


  Masker terdiri dari 3 lapis  
Untuk orang-orang yang rawan tertular virus Covid-19 ini, penting banget membentengi diri dengan penggunaan masker 3 lapis yang biasa dipakai para tenaga medis saat bertugas di rumah sakit.

Lapisan pertama :
adalah lapisan yang menyerap cairan yang keluar dari mulut kita.

Lapisan kedua :
 sebagai filter kuman.

Lapisan ketiga :
adalah lapisan yang anti air, sehingga bila ada droplet yang keluar dari orang lain, tidak bisa langsung masuk ke mulut kita.



Bagaimana dengan niqab?

Niqab pada umumnya dibuat dengan kain yang nyaman. Sehingga rata-rata tidak tebal apalagi berlapis. Cukup dibuat dengan kain yang tidak transparan, sehingga bisa menutupi wajah dengan baik.

Ibnul Arabi berkata:

Wanita itu seluruhnya adalah aurat. Baik badannya maupun suaranya. Tidak boleh menampakkan wajahnya kecuali darurat atau ada kebutuhan mendesak seperti persaksian atau pengobatan pada badannya, atau kita dipertanyakan apakah ia adalah orang yang dimaksud (dalam sebuah persoalan)” 
(Ahkaamul Qur’an, 3/1579)



Kesimpulannya :

Jika akhwaty fillah semua memakai niqab untuk keluar rumah saat ini, jangan lupa untuk tetap memakai masker. Paling tidak, masker kain 3 lapis yang nyaman, kalau tidak memungkinkan membeli disposable masker medical mask yang saat ini harganya melangit dan langka.




Dari Ummu Salamah, Rasulullah ﷺ bersabda,

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka. 

(HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)

Mengapa?

Karena ada dalam Al-Qur'an :

Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” 
(QS Al Ahzab: 33)

dan hadits Nabi ﷺ juga bersabda :

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” 

(HR. Tirmidzi no. 1173, shahih).


Jadi, memang dari dulu...kalau gak untuk menuntut ilmu syar'i atau ada urusan yang tidak dapat digantikan dengan orang lain (tentu setelah ijin suami), maka wanita diperbolehkan keluar dari rumah-rumah mereka. Selama udzur syar'i nya tidak ada dan hanya untuk bersenang-senang, sebaiknya tidak perlu keluar rumah.

Wallahu'alam bishowab.


Pada akhirnya, 
virus Covid-19 ini mengajarkan kepada kita untuk para orangtua yang kembali memeluk anak-anak mereka.
Untuk para wanita pada fitrahnya, yaitu untuk tetap berada di rumah-rumah mereka.
Dan untuk anak-anak, bahwa pendidikan pertama dan utama adalah berasal dari Ibu.


Challenge Day 6 BPN :
"Tentang Masker"


With love,

14 comments for "Niqab dan Masker"

  1. Sebelum pandemic ini setiap keluar rumah aku sudah kebiasaan memakai masker mbak demi kesehatan diri,sehat2 selalu untuk kita semua ya mbak

    ReplyDelete
  2. masker memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kita melindungi dari segala jenis virus dan debu debu yang ada di jalanan. Terutama bagi mereka yang bekerja di luar rumah dan berlalu-lalang di jalanan.

    ReplyDelete
  3. Covid 19 bikin orang kreatif dengan pemakaian kerudung dan masker jadi satu. Maka jadilah niqob.

    ReplyDelete
  4. Betul mba Lendy, kalo gak perlu bgt gausah keluar rumah untuk para wanita. Sejak seblm pandemi saya emang udah biasa si rumah. Bedanya sekrg sejak sosial distancing jd lebih banyak kegiatan lg di rumah karena anak2 belajar nya di rumah online yg butuh panduan ortu

    ReplyDelete
  5. Aku udah terbiasa banget jadinya mba kslo mau keluar pake masker. Jadinya berasa udah pake cadar. Hihi
    Memang bener, cadar belum cukup mba.. harus ditambah masker lagi biar lebih aman.

    ReplyDelete
  6. Btw Mba, zaman sekarang banyak masker yang dipakai orang-orang dari kain, saya liat tipis banget, masih mending niqab, meski tipis tapi biasanya nggak nempel banget di mulut kan :D

    Kalau saya sejak sebelum pandemi sering pakai masker kalau keluar, jadi udah terbiasa sih, semoga nanti bisa terbiasa pakai niqab, aamiin.

    ReplyDelete
  7. Masyaallah adem banget baca ini. Memang pandemi COVID-19 ini mengajarkan banyak hal, tak selalu Negatif ada sisi positif juga. Tentang Jaga jarak, pakai masker or niqab, kembali ke fitrah. Setuju banget Teh

    ReplyDelete
  8. Nah, saya juga beberapa kali penasaran tentang hal ini. Berarti seperti perkiraan saya, ya. Kalau pakai niqab, tetap harus maskeran lagi di dalamnya

    ReplyDelete
  9. Sepakat banget karna emang beda fungsi sih. Lebih aman tetap pakai masker walaupun pakai niqab mba

    ReplyDelete
  10. Pakai masker jadi lebih aman kemana-mana ya mba. Khususnya di musim wabah pandemi ini. Harus lebih aware lagi menjaga kesehatan.

    ReplyDelete
  11. Jadi klo pake niqab pake maskernya gmn teh? Niqab dulu baru masker atau masker dulu baru niqab

    ReplyDelete
  12. Kalau aku pengen banget bisa ngikutin sunah memakai niqab, tapi belum terlaksana. Sekarang kemana2 mesti memakai masker untuk jaga kesehatan. Semoga ini bisa jadi awal untuk selanjutnya aku bisa memakai niqab aamiin.

    ReplyDelete
  13. Masyaallah..terimakasih untuk tambahan ilmunya ke saya. Ademm banget sharingnya untuk saya terapkan sehari hari.

    ReplyDelete
  14. Sebelum protokol wajib pakai masker aku sering pakai masker juga mba apalagi kalau naik ojol mba.

    ReplyDelete

Berlangganan via Email