Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Deteksi Demensia Sejak Dini

Bismillah,

Apakah sahabat lendyagasshi masih memiliki orangtua di rumah?
Aku pribadi, masih memiliki Ibu dan mertua lengkap. Alhamdulillah... Dan orangtua kami terbilang orangtua yang aktif. Kegiatan Ibu sehari-hari bersepeda keliling perumahan (ada alasan medis) sedangkan mertua, masih aktif memasak untuk keperluan kegiatan amaliyah setiap hari Kamis.

Namun, sahabat lendyagasshi perlu waspada dengan penyakit yang bernama demensia atau Alzheimer yang kerap menyerang para orangtua. Masyarakat awam menyebutnya dengan pikun. Apakah demensia itu sebenarnya?

Berbahayakah?

Deteksi Demensia Sejak Dini

Apa yang dimaksud dengan Demesia?

Demensia adalah suatu sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif, emosi, daya ingat, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Dementia saat ini berkembang menjadi masalah kesehatan di masyarakat karena peningkatan jumlah pasiennya sangat cepat. Di dunia terdapat 50 juta ODD (Orang Dengan Demensia) dan akan terus  bertambah setiap tahunnya sebanyak 10 juta/tahun. Sehingga diperkirakan pada tahun 2050 jumlah ODD akan meningkat sebanyak 3x lipat. Sebagian besar penderita demensia ini berada di negara berpenghasilan menengah dan rendah.


Fakta Demensia yang Berkembang di Masyarakat

Demensia hanya diderita oleh lansia dan menjadi penyebab disabilitas atau ketergantungan terbesar pada usia lanjut. Sebagian besar masyarakat menganggap demensia ini adalah suatu proses menua yang normal dan wajar, sehingga tidak mencari pengobatan. Baru dibawa berobat setelah ditemukan gangguan fisik, kognitif, dan perilaku yang berat sehingga berdampak pada kualitas hidup ODD, keluarga dan pendampingnya.

Sedih yaa..


Apa bedanya Pelupa dan Pikun?

Pelupa adalah adanya gangguan pemusatan perhatian sementara.

Ciri-ciri pelupa : lupa nama orang yang jarang ketemu, mengeluh sering lupa, tapi dapat memberikan contoh hal yang dilupakan, sesekali kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara, kadang kesulitan menentukan arah, tapi tidak sampai tersesat.

Biasanya orang-orang pelupa tetap bisa mengingat hal-hal penting dan pembicaraan tidak terganggu, serta tetap memiliki kehidupan sosial seperti biasa.


Pikun adalah penurunan fungsi kognitif disertai gangguan aktivitas keseharian.

Ciri-ciri pikun: lupa nama orang yang sering ketemu, mengeluh lupa hanya bila ditanya, dan tidak bisa memberikan contoh apa yang dilupakan, sering kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara, sering lupa dengan hal-hal penting, dan akan tersesat bahkan di lingkungan sekitar rumahnya sendiri.

Orang pikun juga akan berkurang kemampuan berbicaranya dan kehilangan minat dalam beraktifitas sosial.

Deteksi Demensia Sejak Dini

~ Kenali Gejala Demensia/Pikun Sejak Dini ~


Cara Mencegah Pikun :

Menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi
Bergerak, berolahraga, produktif
Memberi stimulasi pada otak, fisik, mental dan spiritual
Bersosialisasi dan beraktivitas positif


Siapa yang Beresiko Terkena Alzheimer?

Orangtua berusia lanjut
Diabetes melitus yang tak terkendali
Hipertensi
Stroke dan penyakit jantung koroner
Kadar lemak yang tidak normal
Obesitas
Disfungsi thyroid
Depresi
Kekurangan vitamin B-12
Genetik
Merokok
Kurang olahraga
Pengaruh obat-obatan


Melalui deteksi dini, penderita demensia Alzheimer dapat lebih cepat ditangani sehingga kerusakan pada otak karena penyakit tersebut dapat diperlambat. Jadi, demensia dapat dicegah dan dapat diobati bila sudah terjadi dengan bantuan tenaga medis.


Dalam rangka memperingati Alzheimer Awareness Month pada bulan September ini, maka PT Eisai Indonesia (PTEI) dan PERDOSSI mengadakan Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia yang merupakan bagian dari program kampanye edukatif #ObatiPikun. Kampanye #ObatiPikun ini yang mendorong terciptanya aplikasi deteksi penyakit alzheimer yaitu e-Memory Screening (EMS).


Mengenai PT Eisai Indonesia (PTEI) 

PT Eisai Indonesia (PTEI) merupakan perusahaan farmasi dengan filosofi human health care (hhc) yang telah berkontribusi untuk industri kesehatan di Indonesia selama 50 tahun. Filosofi human health care (hhc) tersebut membuat PT Eisai Indonesia (PTEI) menempatkan perhatian utama pada pasien dan juga keluarga pasien. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan manfaat yang diberikan dalam perawatan kesehatan dan memberikan kontribusi yang berarti dalam sistem perawatan kesehatan di Indonesia.

President Director PT Eisai Indonesia (PTEI), dr. Iskandar Linardi, mengatakan, “PT Eisai Indonesia (PTEI) memiliki filosofi human health care (hhc) dan telah berkontribusi dalam  kesehatan masyarakat di Indonesia selama 50 tahun. PT Eisai Indonesia (PTEI) berkomitmen memberikan edukasi mengenai penyakit Demensia Alzheimer, terutama karena penyakit ini dapat dideteksi sejak awal sehingga dapat dilakukan penanganan secepat mungkin. Dalam rangka merayakan 50 tahun PT Eisai Indonesia (PTEI), kami bangga bisa mendukung PERDOSSI melaksanakan program kampanye edukatif #ObatiPikun dan mengembangkan Aplikasi E-Memory Screening (EMS).” 

Deteksi Demensia Sejak Dini

Bila sahabat lendyagasshi memiliki orangtua yang memiliki ciri-ciri demensia atau pikun dengan ciri yang sudah aku sebutkan di atas, bisa mengunduh aplikasi EMS - Sahabat Kesehatan Otak Keluarga. Dan membantu mengisi data yang dibutuhkan.

Deteksi Demensia Sejak Dini
Aplikasi EMS - Sahabat Kesehatan Otak Keluarga

Electronic Memory Screening (EMS) bertujuan membantu dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk memberi pengetahuan lebih tentang penyakit demensia dan bukan sebagai alat diagnosa bagi masyarakat yang memiliki potensi penyakit demensia.  

Fitur-fitur :

Sebagai deteksi dini penyakit demensia dengan menggunakan tool AD-8 INA.
Terdapat artikel yang berisi seputar penyakit demensia

Terdapat direktori dokter yang berisi :

Informasi dokter neurologi terdekat di sekitar anda
Maps Rumah Sakit
Petunjuk arah ke Rumah Sakit yang dipilih


Bagaimana sahabat lendyagasshi..?
Siap mendampingi orangtua hingga masa tua?
In syaa Allah~

화이팅~


With love,



47 comments for "Deteksi Demensia Sejak Dini"

  1. Alhamdulillah beruntung rasanya ikut webinar ini, nambah pengetahuan tentang Alzheimer. Ada aplikasinya juga, keren banget. Pingin nyoba ngecek pake aplikasinya

    ReplyDelete
  2. Aku sebenarny tergolong pelupa juga sih hehe tapi semoga bukan tanda tanda yaa. Semoga kt semua terhindar dari pikun

    ReplyDelete
  3. Hoo jadi pelupa sama pikun itu beda ya. karena sama2 "melupakan seusatu" aku pikir sama.

    Artikel ini mencerahkan banget, jadi tahu perbedaannya dan gimana caranya mencegah pikun

    ReplyDelete
  4. Saya pernah baca, salah satu cara mencegah pikun adalah menulis menggunakan tangan.
    Jadi otak dan otot bekerja. terutama motorik halus terstimulasi.
    Sementara sekarang ini sepertinya sudah jarang yang menulis tangan karena era digital, mengetik di laptop atau di hp.

    Semoga kita terhindar dari penyakit pikun deh ah.
    Menua dengan tetap sehat. Aamiiin

    ReplyDelete
  5. Saya udah gak punya mamah mertua. Masih suka nangis kalau lagi kangen. Karena almarhumah mamah mertua terbaik banget!

    Mamah mertua juga semasa hidupnya aktif. Suka olahraga, bersosialisasi, bahkan masih jualan. Kata mamah mertua, di masa tua harus tetap aktif bergerak. Supayan jangan pikun

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah ortuku juga masih lengkap nih mbak, kalo dari suami tinggal ibu aja. Udah menunjukkan gejala-gejala pikun pula, bisa dicoba nih ya pake aplikasinya

    ReplyDelete
  7. Suka sama acara seperti ini, edukatif. Secara, mengenai deensia memang masih butuh disebarluaskan informasinya.

    ReplyDelete
  8. Terus terang daku juga masuk golongan yg gampang pelupa pake banget :(
    Tertohok dah, ketika ikutan acara ini.
    Bismillah, semogaaaaa daku dan kita semua bisa #ObatiPikun :D

    ReplyDelete
  9. Zaman udah serba digital sekarang, salut sama yang mengembangkan aplikasi tersebut. Jadinya sekarang, siapa saja bisa melakukan deteksi dini meski di rumah aja.

    ReplyDelete
  10. Aku mengira lupa itu juga termasuk pikun loh, soalnya banyak orang beranggapan hal yang sama. Ternyata pikun ini bisa dicegah ya, kuncinya memang harus menjalani pola hidup sehat ya kak.

    ReplyDelete
  11. Ternyata kepikunan bisa terjadi pada orang tua maupun muda ya.... bisa diatasi sedini mungkin dg pola makan teratur, gaya hidup sehat, olahraga juga disesuaikan. Dengan gemar nulis semoga kita dijauhkan dr dementia ya mbak aamiin.

    ReplyDelete
  12. Mama aku sih aku kasih tetris teh, semoga sih ngaruh ya jadi nggak terlalu boring dirumah aja, amit2 ah, semoga orang tua kita sehat2 selalu ya

    ReplyDelete
  13. Ohhh...
    Beda ya pikun dgn pelupa...
    Baru tahu aku teh...
    Thx for sharing, artikelnya sgt bermanfaatt

    ReplyDelete
  14. ibunya kakak ipar kena demensia skrg, nah pa banget buat dikasih tau tulisan ini, kasian kalau inget, ibu udah beneran lupa sama banyk orang, dan memoriny mentok di satu masa tertentu aja

    ReplyDelete
  15. walah ... pelupa dan pikun itu dua hal yang berbeda yaa. Noted

    menulis blog ini sebagai salah satu pencegah pikun, gak sih? atau journaling kali ya? supaya otak terus terasah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, iya ya..
      raji menulis di blog pun bisa jadi salah satu cara untuk tetap aktif berpikir. Apalagi kalau ngeblognya sambil makan coklat.. pas banget tuh..coklat kan punya manfaat melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif :)

      Delete
  16. Almarhumah mamah mertua saya juga beberapa kali berpesan tentang cara mencegah pikun. Katanya banyakin aktivitas, olahraga, dan perhatikan makanan. Makanya semasa hidupnya, almarhumah termasuk yang aktif berkegiatan

    ReplyDelete
  17. Orang tua dan mertua saya juga masih pada aktif... Semoga dijauhkan dari demensia ya, untung sekarang udah ada aplikasi screeningnya...

    ReplyDelete
  18. habis pemaraparan soal demensia yg bisa kena juga di umur produktif, jadi ngejaga makan sama lifestyle nih mba Len. Semangat juga buat caregiever yg rewang buat lansia

    ReplyDelete
  19. Jadi memang ada perbedaan ya antara pikun dan pelupa. Papa mertua sepertinya ada tanda-tanda juga mulai pikun, kalau mama mertua masih aktif. Nah, kadang-kadang aku suka lupa juga, contohnya: ke dapur mau ambil piring eh sampai dapur lupa tadi mau ambil apa. Setelah balik lagi ke ruang tengah, baru ingat, oh iya tadi ke dapur kan mau ambil piring. Duh jangan2 sudah mulai pelupa ini.

    ReplyDelete
  20. Alat EMS ini bagus banget untuk deteksi demensia secara dini. Btw kemarin acara ini banyak banget dapat info mengenai Demensia Alzhaimer ya mbak.

    ReplyDelete
  21. waduh aku masih muda kadang sudah pikun dan lupaaa.
    menulis dan melukis salah satu caraku sepertinya untuk mengurangi pikun dan pelupaa..
    thanks mba sharingnya2nya

    ReplyDelete
  22. Seperti teman-teman yang lain, saya juga baru tau kalau pikun itu berbeda dengan pelupa. Yang penting kita harus menjalani pola hidup sehat ya, agar terhindar dari demensia

    ReplyDelete
  23. Ngomongin Alzheimer itu rasanya bikin serem ya. Dan iya, sebelom sampai ke sana, kudu dideteksi ya sekecil apa pun gejala pikun. Duh, aku nih mulai banyak lupa. Kudu banyak stimulasi deh biar gak jadi pikun

    ReplyDelete
  24. Bener banget kak lend. Kd hrs dicegah sejak dini ya mulai dr memperbaiki pola makan hingga pola aktivitas juga. Soalnya akhir2 ini sering pelupa jg. Amit2 kalo tua smpe pikun. Hiks

    ReplyDelete
  25. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit demensia. Amin. Melihat penderita diabetes dan lainnya juga beresiko mengidap penyakit pikun, harus lebih hati-hati dan jaga kesehatan.

    ReplyDelete
  26. Ortu udah nggak ada, tinggal mertua aja. Alhamdulillah masih sehat semuanya. Tapi biar bagaimanapun harus waspada nih dgn tanda2 demensia...

    ReplyDelete
  27. Alhamdulillah masih punya mama, yang aktif dan tukang ngider sana sini, gowees dll, besok ada di jkt, besok ada banjarm besok ada di pasar baru huhuuu. Yang penting bergerak sehat, nah lain sama adiknya nih, yang udah mulai sedikit tanda2 demensia ini.
    Perlu waspada juga ya Len, biar bisa diatasi.

    ReplyDelete
  28. aku baru tau tentang aplikas EMS iniiii. Kayanya berguna banget untuk deteksi dini demensia untuk orangtua yaaaa.. Makasi infonyaaa

    ReplyDelete
  29. genetic, are you sure, I am afraid , but i a sure we can get well soon if we stay keep our lifestyle not do waste again

    ReplyDelete
  30. Nonton webinar ini jadi membuat saya semakin aware untuk persiapan masa tua nanti teh, minimal berusaha mengubah gaya hidup jadi lebih sehat lagi hehe...

    ReplyDelete
  31. Aku pelupa sering takut kena demensa, banyakin olahraga dan jaga kesehatan ya, penting banget ya untuk deteksi sejak dini gejalanya

    ReplyDelete
  32. semoga kita semua menjadi orang-orang yang dihindari dari demensia, dan menulis menjadi salah satu cara agar kita senantiasa mengingat kejadian yang sudah lampau...

    ReplyDelete
  33. Wah, serem ya mbak. Ternyata pikun bisa menyerang usia muda juga. Harus waspada nih. Otak harus diajak aktif terus ya. .isi TTS sepertinya bagus juga. Tfs mb...

    ReplyDelete
  34. Mbak saat nonton kajian ilmiah dokter Aisyah Dahlan ternyata l pelupa itu wanita banget karena saking multitaskingnya kita jadi pelupa hahah

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Insya Allah menemarin orangtua, sambil dari sekarang dijaga agar tidak pikun ya. Jangan pernah lagi bilang pikun itu wajar ya

    ReplyDelete
  37. Baru kemarin saya juga dapat materi ini dari sekolah doktor pdikologi mbak. Katanya dimensia atau pikun masih bisa disembuhkan, terutama dengan diberikan stimulasi dan pemberian nutrisi untuk otak. Semakin baik dan tepat makanan bernutrisi untuk kesehatan otak ini diberikan, apalagi dengan stimulasi atau rangsangan yang tepat, insyaAllah bisa menyembuhkan kepikunan

    ReplyDelete
  38. Ya Allah moga pikun kita nggak parah ya, normalnya aja aamiin
    soalnya kasihan anak ya ntar kalo kita pikun ehehe, capek jawabin tapi ya jadi kayak anak kecil lagi orangtua kita ya.

    ReplyDelete
  39. Siap mbak! Aku langsung cek aplikasi EMS nih untuk mamaku.

    ReplyDelete
  40. Waah ada aplikasi EMS. Bermanfaat banget nih buat yang anggota keluarganya ada ciri ciri pikun ya Mbak. Bisa diunduh gratis lagi

    ReplyDelete
  41. Penasaran pengin nyobain instal aplikasi EMS ini. Buat ngetes diri sendiri dan juga ibuku yang memang udah sepuh kan. Beliau tapi masih enerjik sih, rajin olahraga, menjahit plus mainan sudoku.

    ReplyDelete
  42. Baru tahu penyakit pikun yang selama ini identik dengan orang dewasa bisa juga menyerang anak muda..Harus diwaspadai ini. Untungnya udah ada aplikasi yang dapat membantu kita mendeteksi dini penyakit ini

    ReplyDelete
  43. wah sekarang sudah ada aplikasi khusus yg bisa mengontrol dan mencegah resiko Alzheimer.. semoga kita semua selalu sehat yaa.. Aamiin..

    ReplyDelete
  44. Ngomongin ortu,,,mertua baru berpulang di mggu lalu. Ortu kandung juga tinggal ayah mbak, semoga ga terkena penyakit aneh-aneh ya....Amin

    ReplyDelete
  45. Saya belajar dari ayah mertua yang sekarang sudah 75 tahun tapi masih bugar dan ingat semua. Beliau suka membaca, mengaji, berdzikir, olahraga, makan makanan sehat, berkebun dan bercocok tanam. Alhamdulillah semoga tidak Allah jaga ingatannya. Banyak banget yang masih belum sepuh mengalami penurunan daya ingat.

    ReplyDelete
  46. OMG ...pikun bukan hanya melanda lansia ya..usia muda juga beresiko...Semoga kita gak mengalaminya yaa sehat selalu

    ReplyDelete

Berlangganan via Email