Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Buku Pulih : Perjalanan Menemukan Cinta

Bismillah,

Buku Pulih : Perjalanan Menemukan Cinta - Hola sahabat lendyagasshi.

Aku senang sekali, di perjalanan hidupku kali ini, aku membuka lembaran baru dengan hadir di bincang launching buku Pulih yang dituliskan oleh 25 anggota Ibu-ibu Doyan Nulis atau yang biasa disingkat IIDN.

Review Buku Pulih IIDN

Undangan launching buku Pulih ini disampaikan melalui email dan kami dapat bergabung dalam satu wag yang sama dengan penggagas buku Pulih. Sehingga saat berbincang di grup, kami dipersilahkan turut hadir dan aktif mewarnai sebuah gambar yang bernama Mandala Cinta.

Review Buku Pulih IIDN

Apa itu Art Therapy?

Art-therapy adalah salah satu metode healing yang biasa disarankan oleh para ahli psikologi untuk merealease stres yang dialami seseorang.

Metode ini banyak disarankan oleh para ahli psikologi, karena caranya yang mudah dan sederhana. Hanya dengan memanfaatkan sebuah gambar dan diwarnai sesuai dengan mood yang dialami pada hari itu.

Pengalamanku pribadi saat mewarnai gambar Mandala Cinta adalah sebuah rasa yang harus aku fokuskan saat ini dan tanpa berpikir banyak hal, aku mengambil "hanya" warna-warna yang aku sukai selama ini. Aku suka bermain dengan warna-warna soft seperti merah muda dan biru. Untuk warna terang atau gelap lainnya, aku kurang berani, karena ada perasaan takut keluar dari kebiasaanku.

Ternyata, dari sini saja, kak Intan Marie Lie, seorang psiko-therapist menjelaskan bahwa seseorang yang tidak berani keluar dari kebiasaan adalah termasuk yang memiliki masalah saat masa kecil. Trauma seperti ini yang harus di petakan agar tidak mengalami gangguan mental.


Manfaat melakukan Art Therapy : Mandala Cinta

Fokus pada saat ini/mindfulness

Orang-orang yang mewarnai dengan detil gambar Mandala Cinta, akan merasakan fokus saat mengerjakannya. Dan fokus ini, bisa menghilangkan segala kesusahan yang dirasakan sehingga lebih banyak bersyukur dengan apa yang hadir di dalam hidup. Termasuk menikmati keberagaman warna yang hadir dalam hidup.


Ijinkan mencintai diri sendiri

Dengan segala apa yang pernah kita alami dalam hidup, ijinkanlah diri ini untuk jatuh cinta lagi. Bukan kepada orang lain, tapi kepada diri sendiri. Rasakan indahnya dan manisnya jatuh cinta agar menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri (self-love).


Cintai diri apa adanya

Setelah jatuh cinta, maka terimalah diri ini apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak menyalahkan apa yang sudah terjadi di masa lalu dan fokus menghadapi saat ini, hari ini, masa kini. 

Jika ingin marah, ijinkanlah diri ini menerima perasaan itu...
Maka pada akhirnya, kita akan mampu menerima sisi positif dan negatif yang ada pada diri kita. Biarkan kedua rasa ini bergandengan tangan bersama.

Review Buku Pulih IIDN
Dengan meningkatkan awarness terhadap diri sendiri, maka kita tidak mengijinkan hal-hal negatif merusaknya. Kita hanya merasakan energi positif yang masuk ke dalamnya.


Buku PulihPerjalanan Menemukan Cinta

Ya, melalui acara launching buku Pulih ini, kami diperkenankan kembali mengenal jiwa kami masing-masing. Pentingnya kesehatan jiwa, karena pada tanggal 10 Oktober adalah Hari Kesehatan Mental, maka diharapkan dukungan bagi perempuan ke sesama perempuan adalah dengan bergabung di sebuah komunitas dan merasakan manfaat dari berkomunitas, yaitu kita melakukan hal yang disukai bersama, begitu pemaparan kak Widyanti Yuliandari, selaku Ketua IIDN.


Fakta Kesehatan Mental

Menurut WHO, satu dari empat orang di dunia ini, setidaknya pernah mengalami satu kali gangguan kesehatan mental. Sekitar 450 juta orang saat ini mengalami gangguan mental dan hampir satu juta orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya.

Review Buku Pulih IIDN
source : IG @ruangpulih


Kematian akibat depresi ini akan menjadi salah satu faktor yang paling besar di tahun 2020 dan menjadi beban nomer satu pada tahun 2030 kelak, jika tidak ditangani dengan sungguh-sungguh. Penyebab depresi bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah adanya masalah yang tidak kunjung selesai dan ditambah lagi dengan masalah baru yang menekan dalam kehidupan. Ketika seseorang merasa depresi, ada banyak sekali jalan keluar untuk menghilangkan depresi. Dan tak jarang, cara yang dilakukan ini kadang merugikan diri sendiri.


Apa yang dilakukan untuk bisa Pulih?

Menurut kak Intan Marie Lie, untuk pulih yang perlu kita lakukan adalah 

  Semua orang itu istimewa  
Temukan warnamu sendiri dan kita berhak memilih dan menciptakan warna kita sendiri.


  Menyadari segala trauma hukan kesalahan diri, tetapi usaha untuk pulih adalah tanggung jawab diri sendiri  .


  Masa lalu tidak bisa diubah  
Yang ada salah satu cara untuk pulih adalah dengan memisahkan masalah dan memperbaiki masa depan. Karena masa yang kita jalani saat ini akan menjadi masa lalu yang menentukan masa depan.


  Jawaban untuk pulih itu sebenarnya terletak pada diri sendiri  
Karena sebenarnya, diri manusia itu adalah pribadi yang cerdas. Maka yang perlu dilakukan adalah mengurai masalah dan biarkan diri ini menemukan jawabannya.

Review Buku Pulih IIDN
source : IG @ruangpulih


  Mencintai diri sendiri  
Ada banyak cara untuk bisa mencintai diri sendiri. Yang aku kutip dari IG @ruangpulih adalah memenuhi kebutuhan diri sendiri, menerima diri apa adanya, tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain, kurangi membaca berita negatif, bergaul dengan lingkungan yang positif dan meditasi (kalau bagi orang muslim, tentu maksudnya adalah sholat dan dzikr. Perbanyak diam dan bernafas secara teratur akan membantu kita dalam menenangkan pikiran).


Review Buku Pulih

Sejujurnya, aku belum baca buku Pulih karena memang baru tahu lahirnya buku ini melalui acara Webinar IIDN kemarin. Tapi, ada salah satu cerita dibacakan kak Wid dan sukses membuat hatiku bergetar. Ada gelombang kesedihan yang luar biasa dari cerita yang ditulis oleh salah satu penulis buku Pulih.

Sang penulis mengisahkan mengenai masa-masa kehilangan suami. Tak cukup hanya momen kehilangan suami, tapi juga beliau menceritakan bagaimana harus bertahan dengan keempat orang putranya. Masa-masa yang sungguh berat adalah ketika harus merelakan seseorang yang selama ini sudah bertanggung jawab terhadap keluarga. Dengan mencurahkan seluruh cinta dan kasih sayang hingga di detik-detik terakhir.

Kesabaran sang penulis saat harus release dari kesedihan pun ditulisnya. Bagaimana healing yang beliau lakukan?

Sang penulis berkisah bahwa setiap hari yang dilakukannya hanya menulis dan menulis. Dengan harapan, tulisan tersebut akan membantunya melepas dari segala kepenatan dan kesedihan. Setiap kali kesedihan datang menyergap, sang penulis membuka laptop dan menuliskan apa saja yang dirasakan. Tanpa judul, tanpa tema. Semua dibiarkan tumpah melalui tulisan.

Tak jarang juga, sang penulis hanya menuliskan tentang kejadian hari itu. apa saja yang dialami, tentang keinginan yang belum terpenuhi, bahkan keluhan-keluhan tidak jelas, harapan-harapan kosong yang terlintas, masalah-masalah yang belum terpecahkan, tentang impian dan masa depan.

Dan tahukah, sahabat?
Setelah sang penulis melakukan hal tersebut, beliau merasa tenang, lega dan segala beban yang dirasakan hilang, meski belum ada solusi apapun. Maka, menulis ini dijadikan rutinitas dan terkadang malah beliau menuliskan surat untuk suaminya (rahimahullah). Tak jarang, air mata pun turut menemani saat menuliskan segala keluh kesah.

Tak hanya hal-hal yang menyedihkan saja yang sang penulis lakukan, beliau pun menuliskan hal-hal yang membahagiakan. Terutama prestasi dan pencapaian anak-anak. Juga pengalaman yang dialami setiap hari, baik pengalaman yang biasa saja maupun yang menginspirasi, semua ditulis dengan mendetil. Setiap kali tulisan beliau dibaca oleh orang lain dan mendapat penerimaan dari masyarakat, maka hal itulah yang menguatkan sang penulis untuk terus menulis dan berkarya.

Menulis dijadikan aktivitas yang bisa membuat beliau tetap fokus pada masa depan dan tidak lagi terlalu memikirkan masa lalu. Ternyata, kisahku bisa membantu orang lain dan itu yang membuatku semakin tegar.

Review Buku Pulih IIDN

Data Buku :

Judul : Pulih
Tebal : 306 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Terbit: Agustus 2020
ISBN : 978-623-7841-76-0


Harga normal : Rp 100.000,-
Harga PO : Rp 95.000,-


Harapannya, melalui buku Pulih yang ditulis oleh ke 25 kontributor akan membantu Pulih juga bagi para pembacanya. Atau setidaknya, bisa menjadi sumber inspirasi dalam hal mencintai diri sendiri. Penting sekali membuat diri bahagia dengan melakukan aktivitas positif yang dicintai sebagai me time.

Luangkan waktu dan ucapkan terimakasih untuk hari ini.

Terimakasih, diriku...
Yang sudah melewati sepanjang hari untuk tetap melakukan hal-hal baik.

With love,


60 comments for "Buku Pulih : Perjalanan Menemukan Cinta"

  1. kayaknya seru nih bukunya
    apalagi di tulis oleh rekan2 keren
    jadi pingin punya

    ReplyDelete
  2. MasyaAllah. Dari rasa sakit dan yang nggaak mengenakan di hati bisa sembuh ya. Perjuangan yang besar dan nggak. Mudah. Luar biasa beliau. Bahagia telah mengenalnya.

    ReplyDelete
  3. Mandalanya bagus. Apalagi jika diwarnai dengan sepenuh perasaan. Ada teman grup blogger yang membahas ini dan saya menyesal tidak ikut acaranya.

    ReplyDelete
  4. Bukunya menarik. Jadi pengen baca buku Pulih ini. Lagi suka tentang psikologi dan memang sedang mau menyembuhkan diri. Itu soal mewarnai, aku kadang suka juga

    ReplyDelete
  5. Menyadari segala trauma hukan kesalahan diri, tetapi usaha untuk pulih adalah tanggung jawab diri sendiri .

    Duh, mantab betuuull ini buku. Ini salah satu quote favoritku yg mantulll banget di buku PULIH

    ReplyDelete
  6. Ternyata mewarnai itu bisa jadi art terapi ya. Pantesan dulu buku-buku mewarnai itu sempat booming banget. Saya kadang masih suka males kalau disuruh mewarnai kecil-kecil, pengennya corat-coret kata aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu suka banget mewarnai dan rasanya setelah mewarnai itu seneng banget, ternyata emang bsa jadi terapi healing yah

      Delete
  7. jadi inget ih udah lama banget nggak baca bukuu, menarik banget buku inii, jadi pengen baca buku lagi deeeh, harganya masih terjangkau yaaa segini,

    ReplyDelete
  8. aku tertarik sama buku ini, karena memang pernah ke psikiater dan di sarankan buat therapy dengan cara mewarnai biar otaknya rileks dan ga kebanyakan mikir hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi mewarnai apa aja gak mesti gambar yang mandala2 itu gak pa pa ya sebenarnya mbak?
      Aku pengen jg kapan2 ke psikiater, ada yg layanan online gak ya...

      Delete
  9. Kalau aku diminta mewarnai mandala itu mungkin akan memilih warna-warna merah, oranye, kuning dan biru laut. Karena suka pada warna-warna terang. Entah apa cerita psikologinya dibalik kesukaanku pada warna-warna tersebut. Jadi ingin mencari tahu suatu saat :)

    ReplyDelete
  10. Saya sungguh menyesal tidak daftar jadi kontributor waktu itu, seingat saya sebelum menulis ada training khusus tentang penjelasan pulih ini.
    Padahal banyak hal yg ingin juga saya tuliskan. Ah, sudahlah...emang sudah begitulah takdirnya, karena saat itu saya lagi sibuk-sibuknya mengajar daring.
    Btw, pemaparan teh Lendy cukuplah membayar kekecewaanku karena tak ikut.
    Makasih ya teh. Selamat mencintai diri sendiri, semoga kita semua tetap dalam lindungan dan keberkahan Allah Ta'ala. Amin

    ReplyDelete
  11. Luangkan waktu dan berterima kasih atas hari ini. Ini salah satu yg membuat hati kita tenang.. Duh, sangat bersyukur berkesempatan mengikuti acara launching ini..

    ReplyDelete
  12. buku yang sangat menarik dan sepertinya cocok untuk jadi bahan bacaan bagi jiwa jiwa yang sedang hampa. apalagi masalah jiwa ini agak berat ya hehehe. jadi ada bahan bacaan nih

    ReplyDelete
  13. Smoga bukunya bisa diterima pembaca, dan disambut market dg baik. Yg lebih utama, membawa kemanfaatan amin

    ReplyDelete
  14. Aku jadi mau coba art theraphy juga. Sepertinya asyik, mewarna sambil bisa dibaca kepribadiannya. Buku Pulihnya keren sekali.

    ReplyDelete
  15. setuju dengan cara cara hidup bahagia dengan menjadi diri sendiri diatas
    dan untuk pulih dari masalah masalah yang sudah dihadapi sehingga meninggalkan "trauma" pada diri sendiri, kita memang harus mencoba berdamai dengan keadaan dan kembali menata masa depan. mungkin awalnya akan terasa berat, tapi kalau nggak dicoba, selamanya sepertinya akan hidup dalam bayang bayang keterpurukan

    ReplyDelete
  16. Kehadiran buku pulih menurut daku pas di masa seperti ini, agar menjadi masukan juga menghadapi situasi yang masih belum jelas kapan kondusifnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya, masa sekarang tak sedikit org depresi kyknya ya, bahkan mulai sering dengar org bunuh diri. Semoga banyak org terinspirasi oleh buku ini ya.

      Delete
  17. Benar juga ini sangat membantu banget ya, buat mengisi jiwa yang butuh asupan ini

    ReplyDelete
  18. Isu kesehatan mental menguat ya Mbak Len. Barusan ada berita di sebuah kabupaten di Sulsel, anak SMA bunuh diri, diduga depresi dengan pembelajaran daring. Akibat sinyal gak sampai di desanya yang terletan di atas gunung.

    Kita harus aware karena pandemi bisa memicu terpuruknya kesehatan mental. Nah, Ruang Pulih ini sangat membantu.

    ReplyDelete
  19. Makin banyak org depresi apalagi saat musim wabah gini.
    Tapi kalau misal ada yg komen "kurang dekat sama Tuhan" pd marah. Sebenarnya gak salah sih, salah satu faktor yang bikin seseorang kuat itu adalah iman pd Sang Pencipta dan meyakini kalau hidup ini ujian. Meski ya udah pasti ada faktor2 lain ya. Tapi kalau lihat ada kenalan dengan gejala depresi emang sebaiknya dirangkul jgn alah dijudge :(

    ReplyDelete
  20. Kalau ingat pulih ingat banyak orang yang memilih jalan salah ya Uni, agar depresinya hilang.. Alhamdulillah pulih membuat banyak hal negatif jadi positif

    ReplyDelete
  21. Selamat ya teman-teman, salut deh bikin buku yang mengajak teman-teman untuk pulih bersama dalam menghadapi kehidupan penuh suka duka ini.

    ReplyDelete
  22. aku pun di rumah masih suka iseng menggambar, iseng sekalian buat anakku belajar juga. Kehilangan orang yang kita sayangi itu bagaikan hilangnya setengah jiwa kita, apalagi suami. Aku jagi pengen baca buku Pulih ini teh.

    ReplyDelete
  23. hmmm semacam chicken soup dan laa tahzan versi lain ya ini. Menarik, termasuk di testimoni di cover belakang.. antologi ini bukan tempat membuang sampah. Yap, sekilas kayak curhatan ya itu nanti isinya tapi betul, lebih dari itu.

    ReplyDelete
  24. aq baru tahu mba art theraphy dengan mewarnai gambar mandala cinta ini harus dicoba deh biar bisa stress realese, mba ini kalau beli buku pulih ada dapat gambar mandala cinta juga kah ?

    ReplyDelete
  25. Setuju banget. Kalo aku mgkn lbh pilih nulis sbg terapi dibanding gambar hehe...

    ReplyDelete
  26. Pengen banget deh ikutan therapist macam ini, keren ya bisa mengetahui mood seseorang hari itu dari warna ada juga yang melihat karakter dari tulisannya.

    ReplyDelete
  27. Luar biasa ya di balik pembuatan buku pulih ini memang penuh dengan kekuatan yang positif untuk pulih. Aku suka banget buku ini sangat inspiratif

    ReplyDelete
  28. kehilangan suami dan berjuang demi buah hati, ah... rasanya membayangkannya saja saya tak mampu. sungguh tegar penulis di buku pulih ini ya. belajar banyak darinya

    ReplyDelete
  29. salut dgn adanya inisiatif penulisan buku ini, bisa mengajak pembaca atau siapapun yg merasa punya masalah yg sama untuk menemukan solusi terbaik dan mencapai pulih itu..

    ReplyDelete
  30. Buku yang bagus
    Semoga semakin banyak buku serupa
    Karena ga seperti sakit fisik yang kasat mata, banyak sekali yang sakit metal tapi ngga ketahuan
    Jadinya ga diobati dan mempengaruhi yang lain

    ReplyDelete
  31. Aku baca cuplikan cerita mba WId yang ditulis diatas merinding. Ngebayangin kalau sesuatu juga terjadi pada ku atau kita. Healing salah satunya dengan menulis ya. Btw art therapy memang OK, aku pernah juga bareng anak

    ReplyDelete
  32. Saya suka dengan kalimat ini "Luangkan waktu dan ucapkan terimakasih untuk hari ini" kalimat yang super banget. Seperti juga bukunya. Menarik juga sepertinya

    ReplyDelete
  33. Aku malah penasaran sama kalimat pembukanya. Maksudnya perjalanan hidup baru yang sedang dirimu tempuh ini apa? Buku Pulih emang layak dibaca semua orang, ya

    ReplyDelete
  34. Aku ikutan juga launching buku ini dan rasanya kok baper2 gimana gitu, jadi penasaran pengen baca full buku nya :)

    ReplyDelete
  35. Perempuan bahagia akan melahirkan anak-anak yang tumbuh bahagia. Dan anak-anak bahagia akan tumbuh menjadi generasi gemilang yang siap membangun dunia.

    Super duper pentiiing menjadi IBU yg sehat jiwa raga. Kadang, rasanya aku juga pengin ngibarin bendera putih tanda menyerah. Tapiii baiklaaahh, mari kita ikhlas dan berupaya sekuat tenaga!

    makasiii artikelnya yaa

    ReplyDelete
  36. MashaAllah.. ini buku dari judulnya aja udah sayang banget kalo ngga dibaca.. apalagi teh lendy sudah kasih kisi kisi tentang isi buku ini.. iyess bagaimanapun dalam mengatasi sesuatu semua dari dalam diri ya.. jika dirinya sudah siap menerima maka yang lainnya akan mengikuti

    ReplyDelete
  37. Menarik untuk membaca buku Pulih. Apalagi isinya berdasarkan pengalaman pribadi. Ya kali aja ada yang merasakan hal sama. Dan kemudian terbantu setelah membaca buku ini

    ReplyDelete
  38. Buku "Pulih" ini bisa menjadi rujukan untuk menjaga kesehatan mental & membuat diri kita utk terus bersyukur sepertinya. Saya belum beli bukunya, tapi cukup tersentuh dengan bocoran tema yang digambarkan ;)

    ReplyDelete
  39. Salut dengan para kontributor buku ini nggak mudah menuliskan luka batin tapi dengan begitu proses healing dimulai ya dan bisa jadi hikmah berharga untuk pembaca..

    ReplyDelete
  40. Enurut WHO satu dari empat orang di dunia ini, setidaknya pernah mengalami satu kali gangguan kesehatan mental ... hm, saya percaya ... sering melihat tanda-tanda di sekitar soalnya hehehe.

    ReplyDelete
  41. Terimakasih, diriku...
    Yang sudah melewati sepanjang hari untuk tetap melakukan hal-hal baik.
    Boleh dicomot ini quote nya mbaaa....
    Ah what a blessed me alhamdulillah utk masa lalu yg tdk bisa dihapus, masa kini, dan masa depan yg penuh ada.

    ReplyDelete
  42. memulai untuk pulih dan mengikhlaskan yang udah terjadi di masa lalu itu emang butuh keberanian dan kekuatan yang luarbiasa

    ReplyDelete
  43. Mau menerima keadaan diri apa adanya, mencintai diri sendiri dan senantiasa bersyukur bisa jadi bekal untuk kesehatan mental yang terawat ya mba. Saya tertarik dengan mandala cinta untuk stress release. Mau nyobain ah..

    ReplyDelete
  44. Terimakasih, diriku...
    Yang sudah melewati sepanjang hari untuk tetap melakukan hal-hal baik.

    Saya seneeeng baca buku ini. Sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  45. aku juga senang teh isa ikutan Bincang Pulih ini...
    jadi lebih tahu ttg kesehatan mental
    bonusnya bs ikutan art theraphy juga y

    ReplyDelete
  46. Misalkan aku yang diminta mewarnai Mandala, bakal pakai warna cerah karena memang suka. Baru-baru ini aja mulai baralih suka warna biru, tapi kalo hitam memang belum suka

    ReplyDelete
  47. Temenku ada yang bikin mandala terusan dari hamil sampaii lahiran, dan ketika anaknya meninggal dia tetep bikin mandala. katanya bisa ngobti luka
    jadi pengen baca bukunya

    ReplyDelete
  48. aku sukaaa deh mbaa dengan art therapynyaaa .. dan memang benar ini semua akan banyak membantu kita melewati saat - saat beraat ya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita tetap bersyukur dan Membuka hati insya Allah semua kesulitan terlampaui

      Delete
  49. Kesehatan mental makin jadi isu dan concern banyak orang ya. Semoga bisa makin banyak yang bisa mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya, termasuk dengan segala cerita masa lalunya. Nggak mudah, tapi pasti bisa.

    ReplyDelete
  50. Jadi inget buku mewarnaiku masih belum semua diwarnai. Emang art therapy ini bisa jadi penghilang stress ya teh. Aku sepertinya butuh baca buku ini. Secara yaa pernah melalui masa-masa suram dalam hidup, biar makin mencintai diri sendiri juga.

    ReplyDelete
  51. Kesehatan mental memang butuh perhatian khusus apalagi di masa seperti ini pasti banyak sekali menambah beban pikiran seseorang. Semoga dengan lahirnya buku pulih bisa memberikan motivasi kepada pembacanya ya, Mbak.

    ReplyDelete
  52. Art terapi mewarnai itu memang bikin rileks dan lupa waktu. Btw jadi pengen baca buku Pulih . Oh ya menulis juga salah satu stress release ya

    ReplyDelete
  53. Mandala.... Sentral atau pusat.
    Lagi banyak bermunculan tulisan soal self care gini ya. Aku pingin nulis juga tapi gapunya expertise di bidang itu

    ReplyDelete
  54. Secara personal, aku beneran seneng banget deh Mak dengan adanya program kolaborasi semacam ini. Apalagi tema yang diangkat seputar mental health yang faktanya masih dianggap tabu oleh masyarakat kita. Semoga adanya buku "Pulih" bisa mengaburkan nilai tabu tersebut :')

    ReplyDelete
  55. Setuju yang disampaikan bahwa yang bisa mengobati adalah diri sendiri. Untuk bisa pulih, seseorang harus menyadari bahwa dirinya berarti. Bisa accepted atas apa yang terjadi dan berdamai dengan diri sendiri. Semoga buku pulih bisa menjadi solusi utk pembaca yang sedang ingin pulih dari sebuah keadaan.

    ReplyDelete
  56. Membaca beberapa cuplikannya saja membuaku menangis, bagaimana dengan cerita yang lain? pasti banyak kisah dan pelajaran menarik nih. Aku paling suka baca kisah nyata gini, sejak SMA suka baca chicken soup hingga sekarang udah banyak buku kumpulan kisah nyata. Pulih pasti beda dengan buku yang lain karena ada pengalaman untuk bangkit dari keterpurukan

    ReplyDelete

Berlangganan via Email