IIP,

[Materi 1] : Overview Ibu Profesional

Saturday, June 11, 2016 Lendy Kurnia Reny 4 Comments

                                         

Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
----------------------------------------------------------------------

Sebenarnya menjadi seorang Ibu adalah impian saya sejak lama. Namun entah mengapa, impian itu bias ketika saya dihadapkan dengan berbagai urusan rumah tangga yang seakan tidak kunjung usai.
Pada tahun-tahun awal pernikahan terasa sangat berat. Kami di Bandung sendiri, tanpa sanak saudara dan orangtua. Tanpa teman. Itu yang membuat saya makin drop dan uring-uringan.
Alhamdulillah,
Saya bertemu dengan seorang sahabat, Bunda yang sholeh. Beliau adalah teman pertama saya yang benar-benar membuat saya bangkit dari keterpurukan tanpa tujuan untuk menjadi seorang Ibu Profesional. Semoga menjadi amal jariyah beliau, aamiin.
Berlatar belakang keterpurukan itu, saya dikenalkan dengan Komunitas Ibu Profesional. Apa yang dimaksud Ibu Profesional ?
Ibu.
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia memiliki makna :
  1. Perempuan yang telah melahirkan seseorang;
  2. Sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;
  3. Panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;
  4. Bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya) : -- jari;
  5. Yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota.
Profesional, bermakna :
  1. Bersangkutan dengan profesi;
  2. Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --.
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
  • Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
  • Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
ibuprofesionallogo[1]

Komunitas Ibu Profesional.

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
Visi :Menjadi komunitas pendidikan perempuan yang paling unggul di Indonesia.
Misi :
  1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya.
  2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  3. Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
  4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

Tahapan-Tahapan Untuk Menjadi Ibu Profesional.

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang 
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
d. Bunda Shaleha 
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
Tahapan-IIP
Source : Blog teh Shanty (http://lh3.googleusercontent.com)

INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

 “Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kita-lah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. 

Maka yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :

BUNDA SAYANGa. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga di didik oleh ibunya?b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATANa. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?b. Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah?
Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c. Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIFa. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHAa. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus-menerus?d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik ke saya untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sebagai berikut :

“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional,/Septi Peni dan Tim Matrikulasi Ibu Profesional/


Materi yang diberikan adalah sebagai berikut:

#1 [Prolog] Adab Menuntut Ilmu#2 [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga#3 [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah#4 [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani#5 [Bunda Cekatan] Bunda Manajer Keluarga#6 [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar#7 [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari#8 [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup#9 [Bunda Shaleha] Bunda sebagai Agen Perubahan#10 [Komunitas] Membangun Komunitas, Membangun Peradaban#11 [Komunitas] Manajemen Mengelola Komunitas

📚 SUMBER BACAAN :
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
📚 NICE HOME WORK #2 📚
Setelah menyimak tanya jawab di atas, maka kami peserta matrikulasi diminta mengerjakan Nice Homework. Tidak ada aturan baku mengenai hal ini, karena masing-masing keluarga mempunyai culture nya masing-masing. Namun akan jauh lebih baik feedbacknya apabila kita sebagai Ibu dan Istri, menanyakan pada client kita. Yaitu suami dan anak-anak.
Wawancara kepada Abi :
Menurut Abi,
Ibu Profesional itu apa?
Jawaban :
Ibu Profesional itu wanita yg menjalankan peran sebagai Ibu secara totalitas dan sistematis.
Lalu,
Abi menginginkan Umi yang seperti apa?
Jawaban :
Abi ingin Umi menjadi diri sendiri dengan memaksimalkan peran dimanapun Umi berada.
Wawancara kepada kaka Ai (Perempuan, usia 5 tahun)
Kaka,
Kaka ingin mama yang seperti apa?
Jawaban :
Mama yang baik.
Engga marah-marah waktu ngajarin aku.

Wawancara kepada adik Hana (Perempuan, usia 3 tahun)

           Adik pingin mama yang seperti apa?

Jawaban :
Mama yang senyum.
Jadi saya menyimpulkan, saya harus mampu memperbaiki kualitas diri saya dahulu, baru dampaknya akan terasa ke keluarga, kemudian meluas ke lingkungan. Seperti filosofi Institut Ibu Profesional yakni INSIDE OUT.
Saya ingin menjadi Ibu yang Profesional.
Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Diri Sendiri
  • Sholat tepat waktu dan di awal waktu.
    Ditambah ke masjid dan sunnahnya.
  • Memiliki waktu khusus untuk membaca dan menulis.
  • Membaca buku.
  • Menimba ilmu dari berbagai komunitas yang diikuti.
  • Belajar dan terus tafakkur terhadap apa yang dijumpai.
    Bahwa Allah memberi segalanya bukan tanpa alasan.
Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Istri
  • Melayani segala kebutuhan suami.
  • Lebih banyak membaca bahasa tubuh suami daripada (sekedar) ingin didengar.
  • Tidak banyak menuntut hal-hal yang bersifat keinginan, bukan kebutuhan.
  • Mencoba membuat catatan keuangan yang sistematis.
  • Mengobrol dengan suami.
Indikator Profesionalisme Perempuan Sebagai Ibu
  • Menghadirkan segenap jiwa dan pikiran untuk anak saat bermain.
  • Belajar sabar dalam segala hal berkaitan dengan tumbuh kembang anak-anak.
  • Memahami bahwa tiap anak istimewa dan berbeda.
    Jadi berusaha menulis tiap kelebihan anak dan melupakan kelemahannya.
  • Berkomunikasi yang baik, benar, dan menyenangkan.
  • Mendengar aktif.

Sekian NHW 2 saya. Salam hangat,
- Fasilitator IIP bandung


You Might Also Like

4 comments:

  1. Halo mba Lendy. Aku baru tahu nih ada komunitas ibu profesional . Bagus ya biar sama2 asa indikator untuk lebih baik

    ReplyDelete
  2. Keren kegiatannya, mb. Materinya sesuai yg dibutuhkan ibu2. Kalau cara ikut gabungnya gmn, mb Lendy?

    ReplyDelete
  3. keren, terima kasih sudah sharing materinya mbak
    btw gmn sih cara gabung komunitas ini mbak? thx

    ReplyDelete
  4. Mangga yang mau bergabung komunitas IIP bisa wapri saya.
    Nanti saya kasih CP sesuai kota domisili masing-masing.

    ^^
    Terimakasih.

    ReplyDelete