Institut Ibu Profesional,

Prolog Matrikulasi IIP : Adab Menuntut Ilmu

Saturday, October 22, 2016 Lendy Kurnia Reny 19 Comments

Kalau ditanya bagaimana perasaan saya di saat tahu bahwa nama saya tidak tercantum di daftar kelulusan wisuda Kelas Matrikulasi batch #1 kemarin, saya gak kaget. Karena memang empat tugas terakhir kemarin, saya sadari memang saya lalaikan. Tidak terlalu banyak alasan, intinya memang saya belum bisa me-manage waktu dengan baik. Sehingga banyak pekerjaan yang terlena. Termasuk dalam hal urusan ke-rumah tanggaan. 

Sempat saya merasa ingin berhenti dari kehidupan online yang mana banyak menguras waktu offline. Namun memiliki keyakinan, bahwa apa yang sudah saya jalani, jangan sampai putus di tengah jalan. Maka dengan keberanian itulah, saya melangkah maju. Dengan langkah pasti, saya mendaftar Kelas Matrikulasi batch #2 bersama para koordinator IIP lain dari berbagai penjuru Indonesia.
Saya yakin, tidak ada ilmu yang sia-sia. Dan saya harus mengejar ilmu tersebut. 


Bunda Septi,
Ijinkan sekali lagi saya masuk kelas Ibu yaa...
Doakan saya untuk bisa menyerap ilmu Ibu dan mengaplikasikannya dalam universitas kehidupan.

Bismillah...




ADAB MENUNTUT ILMU
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1
-----------------------------------------------------------------------
Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional


OVERVIEW

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU


Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horizontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.


Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan.
Para ibu-lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya.


Adab Pada Diri Sendiri
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah cahaya yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu.
Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang "merasa" sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan.
Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.


Adab Terhadap Guru Sebagai Penyampai Sebuah Ilmu
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara.

Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin.
Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.


Adab Terhadap Sumber Ilmu
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan Sceptical Thinking dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.


Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.


Referensi :
Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Baca juga :



📚 NICE HOMEWORK #1 📚

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #2, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi "Adab Menuntut Ilmu" kali ini, NHWnya adalah

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Jurusan ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas kehidupan tentu tidak jauh-jauh dari pengembangan diri saya sebagai Ibu dan wanita.

Ingin menjadi Istri yang baik untuk suami, Ibu yang dicintai dan diteladani anak-anak dan seorang wanita yang konsisten menekuni passion dalam pencarian ilmu.

Saya seseorang yang suka belajar.
Mempelajari apa saja yang ada dalam kehidupan ini.

Sebagai Istri : Saya senang membaca buku mengenai pernikahan dan kehidupan berumah tangga. Saya senang merawat kebugaran serta stamina tubuh dengan cara berolahraga.

Sebagai Ibu : Saya sedang berusaha mengikuti kelas mindfulness parenting. Dalam rangka kebutuhan dalam hal berdamai dengan masa lalu. Ingin menjadi Ibu yang berpengaruh kuat terhadap anak, sehingga anak-anak lebih percaya pada yang saya katakan daripada orang lain.

Sebagai wanita yang kegiatan sehari-hari menjadi Ibu rumah tangga, saya menemukan passion yang selama ini saya cari. Menyalurkan kesukaan saya pada bersosialisasi menggunakan bahasa tulisan, saya merasa pas sekali.

Karena saya sangat mencintai aktivitas keseharian saya, maka menuntut ilmu adalah suatu keharusan bagi saya. Dengan tagline "Hijrah", saya ingin selalu berubah ke arah yang lebih baik.


Mencari dan mendapatkan ilmu sesuai dengan kebutuhan saya dengan cara mengikuti seminar, membaca buku dan berkumpul dengan sesama pencari ilmu. Dengan sering berkumpul di komunitas yang sama, maka akan sering terjadi diskusi. Dengan ini, ilmu yang didapat akan semakin berkembang. Untuk mengamalkannya, saya akan menuliskan ilmu tersebut dalam blog. Paling tidak dengan menulis, ilmu akan terus terekam. Paling tidak dengan menulis pula, banyak orang yang akan belajar.

Karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.

Beberapa sikap yang harus saya rubah ketika mencari ilmu adalah

* Datang terlambat (karena kurang menghargai waktu)
* Mengobrol berlebihan
* Menunda pekerjaan (seperti menuangkan dalam blog dan mengerjakan tugas yang diberikan sang guru)
* Kurang fokus dalam melakukan pekerjaan


Sekian NHW 1 saya, salam hangat,

- Fasilitator IIP Bandung.







You Might Also Like

19 comments:

  1. "Namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya."

    Inilah alasan diriku ga bikin target bacaan. Membaca sesuai kebutuhan dan yg paling penting aplikasinya. Dulu gimana sebanyak2nya buku yg terbaca, tp ga memahami dg baik apalagi aplikasinya jongkok. Alhamdulillah bbrp bulan terakhir udah insyaf, hehe..

    Oia adan th sumber ilmu jd keingetan sesuatu. Apa coba mb? Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keingetan apakah uni...?

      *aah...iya Un.
      Selama ini baca novel nelulu...cepet.
      Kl baca buku yg aga berbobot sedikut, lgsg ngantuk...

      Hiiks....sedihnya...

      Delete
  2. Hyaaa..aku juga keteteran nih padahal dah lama gabung di IIP *hiks

    ReplyDelete
  3. Mbaa, tetap semangat ya untuk menuntut ilmu :)

    ReplyDelete
  4. Keren semangatnya menuntut ilmu. Semoga bisa lulus ya, Mbak :-)

    ReplyDelete
  5. Sumpah belum tau arti matrikulasi itu apa. Please cerahkan daku.

    ReplyDelete
  6. Semangattt terus kaka!..menuntut ilmu memang gampang-gampang susah..tetapi bukan berarti tidak mungkin..hehe

    ReplyDelete
  7. setuju banget dengan kata-kata ini "Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia"

    ReplyDelete
  8. islam mengatur tentang adab mencari ilmu juga kan mba? banyak banget bahkan bagaimana rosul mengajarkan

    ReplyDelete
  9. karena ilmu yg bermanfaat adalah ilmu yg diamalkan... noted :)

    ReplyDelete
  10. Islam indah. Dalam menuntut ilmu jga diutamakan dg menggunakan *adab* yang nantinya juga membwa manfaat tak hanya bgi siempunya ilmu tpi jg org yg tlah menerima ilmunya^_^

    ReplyDelete
  11. Menghindari sikap yang "merasa" sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

    Ini nih beneran penting. Seperti melihat gelas yang half-full, half-empty.
    Btw, IIP ini gimana ya? Saya baru tahu.

    ReplyDelete
  12. Adab, ini nih yang sering dilupakan. Terimakasih, Mbak Lend. Tulisan ini semacam oase yang datang mengingatkan kembali di tengah gersangnya ilmu ^^

    ReplyDelete
  13. Ilmu yg bermanfaat adalah ilmu yg diamalkan ... suka banget dengan kalimat itu.. makasih ya mba, jd buat aku semangat untuk mencari ilmu lagi

    ReplyDelete
  14. Bener mbak, ilmu yg bermanfaat itu adala ilmu yg diamalkan. Bakan kalau meninggal kan, amal ini dibawa mati. TFS ya :D

    ReplyDelete
  15. selama masih hidup harus semangat menunutut ilmu :D

    ReplyDelete
  16. Betul, ketika menuntut ilmu, kosongkan gelas kita. Supaya ilmu yang kita peroleh melimpah dan membuka cakrawala baru

    ReplyDelete
  17. Luar biasa. ini sudah jadi aja buku matrikulasi. Otak saya langsung konek dengan materi akademis. mantep nih. Ayo terus belajar

    ReplyDelete