Apa Sebab Kehilangan Minat Pada Kpop?
Bismillah,
Kenapa Kehilangan Minat Pada Kpop?
Hola sahabat lendyagasshi.
Aku akhir-akhir ini beneran lagi fokeuss banget di kehidupan nyata, kan yaa...
Lagi seneng jadi morning person, meski gak nyiapin printilan anak cekulaa.. tapi kayak seneng banget menunggu matahari terbit sembari baca buku.
Lagi seneng jadi morning person, meski gak nyiapin printilan anak cekulaa.. tapi kayak seneng banget menunggu matahari terbit sembari baca buku.
Gak selalu buku yang berat, kok!
Cukup buku yang ada di depan mata aja..
Cukup buku yang ada di depan mata aja..
Kadang kalo di depan mata adanya gadget, yaa.. pinjem buku di iPusnas.
Kayak beberapa hari ini, aku pinjem 3 buku :
Kayak beberapa hari ini, aku pinjem 3 buku :
"Good Habit, Bad Habit" ━ nya Wendy Wood
"Le Petit Prince" ━ nya Antoine de Saint-Exupéry
"Pembunuhan di Nihonbashi" ━ Keigo Higashino
Dengan kecepatan membaca aku yang kayak siput ini, aku yakin kudu perpanjang masa pinjam siiyh..
Konsentrasi aku lainnya adalah membangun habit "jalan" setiap hari, seperti yang uda aku tulis di artikel sebelumnya, Aktivitas Setelah Kedua Anak Boarding.
Jadi, karena aku mulai rajin berbagi di status WA ━ yang biasanya aku gak pernah share tentang keseharianku yang aku anggap B aja.. mulai banyak nih, yang nge-DM aku buat sekedar ngobrol.
(( oh, ini salah satu benefitsnya kalo rajin pasang status yaa.. still connect with the others.. ))
(( oh, ini salah satu benefitsnya kalo rajin pasang status yaa.. still connect with the others.. ))
Dan dari kehidupan nyata ini, perlahan aku jadi melupakan Kpop.
Apa sebab aku melupakan Kpop selain karena sedang fokus ke kehidupan nyata (( daripada kehidupan halu-ku?? ))
Apa sebab aku melupakan Kpop selain karena sedang fokus ke kehidupan nyata (( daripada kehidupan halu-ku?? ))
Ini niih...
Gak Nonton Konser NCT Dream September Nanti...
Iya, ini mungkin yang menjadi alasan utama aku buat detox sementara Kpop.
Karena aku ga mau hati moengilsku bersedih, di saat NCT Dream release album baru yang waktunya berdekatan dengan World Tour mereka ━ dan aku gabisa nonton konser mereka di JIS tanggal 27 dan 28 September 2025.
Karena aku ga mau hati moengilsku bersedih, di saat NCT Dream release album baru yang waktunya berdekatan dengan World Tour mereka ━ dan aku gabisa nonton konser mereka di JIS tanggal 27 dan 28 September 2025.
Memang Manfaat Me Time ini banyak sekali, seperti saat aku menikmati konser NCT Dream dari tahun ke tahun. Tapi.. tahun ini aku memutuskan untuk berubah sedikit demi sedikit.
Bukan demi siapa-siapaa..
Aku hanya berusaha menempatkan diriku pada porsi yang cukup.
Tidak berlebihan dalam menyukai sesuatu.
Aku hanya berusaha menempatkan diriku pada porsi yang cukup.
Tidak berlebihan dalam menyukai sesuatu.
Kalau uda nonton drakor, ya fokus ke itu aja.
Kpop kayaaa yang menyita waktu sehari-hariku juga nih.. dalam beribadah.
Kpop kayaaa yang menyita waktu sehari-hariku juga nih.. dalam beribadah.
Jadiii.. ytta aja yaa..
Alias yang tau-tau aja!
Alias yang tau-tau aja!
![]() |
| Gimana rasanya ibadah ke Baitullah? |
**sebenernya ini salah satu langkah aku juga dalam mempersiapkan diri ke Baitullah yang in syaa Allaah 2 tahun lagi. Kalau porsiku terlalu banyak memikirkan dan melakukan hal-hal dunia, takutnyaa.. (( takutnya aja nih.. )) ibadahku jadi seperti cerminan gimana aku di Indonesia, nanti...
Kehilangan "Rasa" pada Genre Musik
Semakin kesini, sejujurnya aku jadi kurang memahami genre musik yang diusung oleh NCT Dream. Emm, gak NCT Dream doank siih.. tapi dari agensi yang menaunginya..
Kayak mereka kehilangan identitas atau ciri khas dari boygrup atau girlgrup yang diusung.
Meski kalau mau diakui, kini musik mereka lebih eazy listening yaa..
Dan ini juga mungkin salah satu tujuan agensi tersebut, yakni memperluas base fans mereka dari kalangan gen alpha.
..but, sorry to say..
Aku jadi sedikit bergeser ke agensi sebelah, meski gak semua lagu aku suka, tapi aku menikmati sekali cara mereka bermain musik.
Aku jadi sedikit bergeser ke agensi sebelah, meski gak semua lagu aku suka, tapi aku menikmati sekali cara mereka bermain musik.
Ya, aku jadi mulai kepo sama N.Flying, meski seperti niatanku di awal.
Cukup tau-tau ajaa.. gak mendalami.
Cukup tau-tau ajaa.. gak mendalami.
![]() |
| ki-ka : Jaehyun, Dongsung, Seunghyub, Hweseung, Hun |
Meski baru tau beberapa lagu, tapi aku seneng powernya boyband tuuh sungguh berbeda dari boygrup.
Rasanya musikalitas dan stamina mereka di atas panggung tuuh.. cakeeppp!!
Rasanya musikalitas dan stamina mereka di atas panggung tuuh.. cakeeppp!!
Perubahan Usia dan Tahapan Kehidupan
Ya sampe kapan yaa.. aku bakalan kesana kemari laggii..??
Kayanya aku uda masanya memikirkan kehidupanku sendiri dan gak membiayai kehidupan ayang-ayang halu-ku secara rutin lagi deeh..
Kayanya aku uda masanya memikirkan kehidupanku sendiri dan gak membiayai kehidupan ayang-ayang halu-ku secara rutin lagi deeh..
Cukup perjalanan "cinta banget" sama sesuatu di 6 tahun ini.
Sekarang...
Uda waktunya sadar kalau gak semua hal perlu banget validasi dari orang lain.
Uda waktunya sadar kalau gak semua hal perlu banget validasi dari orang lain.
Bisa jadi, cukup aku aja yang bahagia dengan apa yang kulakukan.
Dari mulai rutin melakukan :
1. Jalan-jalan di sekitar perumahan atau taman.
2. Berolahraga ringan seperti jogging atau walking.
3. Rutin hadir ke kajian.
4. Rajin ke perpus yang ada di Kota Bandung dan baca buku.
5. Makan makanan yang sehat.
6. Menghabiskan waktu di rumah tanpa gangguan.
7. Menonton film atau serial favorit.
8. Bermain game.
9. Menulis blog.
9. Beristirahat dan tidur siang.
![]() |
| me time ━ lebih memaknai aktivitas |
Tips Melakukan Me Time :
1. Prioritaskan waktu untuk diri sendiri.
2. Pilih aktivitas yang membuat kamu bahagia.
3. Jangan ragu untuk mengatakan "tidak" pada komitmen lain.
4. Berikan waktu untuk relaksasi dan pemulihan.
What Can We Conclude?
Semua orang berhak untuk menjalani kehidupan masing-masing secara sehat dan bahagia.
Gak perlu dipaksakan kalau memang udah gak ada minat pada sesuatu hal lagi.
Gak perlu dipaksakan kalau memang udah gak ada minat pada sesuatu hal lagi.
Bisa jadi, bosan itu sementara...
Atau bisa jadi pula memang sedang mengejar sesuatu yang menjadi fokus utama di kehidupan nyata.
Atau bisa jadi pula memang sedang mengejar sesuatu yang menjadi fokus utama di kehidupan nyata.
Gak ada teori benar atau salah untuk sebuah kebahagiaan.
Karena kebahagiaan itu standartnya di diri masing-masing dan hanya diri kita pula yang ciptakan.
Karena kebahagiaan itu standartnya di diri masing-masing dan hanya diri kita pula yang ciptakan.
Menurut beberapa teori tentang kebahagiaan diri sendiri:
Teori Hedonisme.
1. Kebahagiaan diperoleh melalui kesenangan dan kepuasan.
2. Fokus pada pengalaman yang menyenangkan.
Teori Eudaimonia.
1. Kebahagiaan diperoleh melalui kehidupan yang bermakna dan tujuan.
2. Fokus pada pengembangan diri dan potensi.
Teori Flow.
1. Kebahagiaan diperoleh melalui pengalaman yang menantang dan memuaskan.
2. Fokus pada keseimbangan antara kemampuan dan tantangan.
Teori Self-Determination.
1. Kebahagiaan diperoleh melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia (autonomi, kompetensi, dan hubungan).
2. Fokus pada pengembangan diri dan otonomi.
Faktor yang Mempengaruhi Kebahagiaan
1. Kesehatan mental dan fisik.
2. Hubungan sosial yang positif.
3. Kegiatan yang bermakna dan tujuan hidup.
4. Pengalaman positif dan kesenangan.
Tips untuk Meningkatkan Kebahagiaan
1. Fokus pada hal-hal positif.
2. Kembangkan hubungan sosial yang positif.
3. Temukan kegiatan yang bermakna dan tujuan hidup.
4. Praktikkan mindfulness dan self-care.
Teori Lainnya
1. Teori kebahagiaan subjektif (kebahagiaan berdasarkan persepsi individu).
2. Teori kebahagiaan objektif (kebahagiaan berdasarkan kondisi objektif).
Dengan memahami teori-teori kebahagiaan, sahabat lendyagasshi dapat menemukan cara untuk meningkatkan kebahagiaan diri sendiri dan hidup yang lebih bermakna.
Gimana?
Ada yang siap untuk memulai lembaran baru?
Ada yang siap untuk memulai lembaran baru?
Jangan meragu!
Mulai dari sekarang dan konsisten.
Mulai dari sekarang dan konsisten.
Perubahan itu gak selamanya buruk, karena manusia adalah makhluk yang adaptif.
"Tidak ada kehidupan tanpa perubahan, dan takut terhadap hal yang berbeda atau tidak dikenal ━ sama halnya dengan takut terhadap kehidupan."
– Theodore Roosevelt
Salam hangat,





Fokus ke kehidupan nyata, saya sedang menjalaninya, sampai-sampai lupa ngeblog. Lupa tentang content, dan lainnya. (Sebenarnya bukan lupa sih, hanya saja tidak sempat untuk memikirkannya).
ReplyDeleteTerus kalau Mba Lend mulai hilang minat pada Kpop, ya wajar saja sih, akhir-akhir ini entah mengapa genre musiknya kok gak pas di telinga dan hati. Dan ya, kebahagiaan nyata di depan mata kita, gak perlu memikirkan yang halu-halu lagi, hiihhihi...
Semangat untuk menemukan Lembaran Baru ya, Mba Lend. Apa pun itu, pasti ada kebaikan dan hikmahnya.
Menarik melihat perubahan arah angin agensinya jadi berdampak besar ke kebiasaan hidup Lendy sehari-hari. Aku bertanya-tanya, apakah Lendy masih melakukan sesuatu supaya tetap update pada perubahan NCT Dream di kemudian hari?
ReplyDeleteKalau aku lagi kehilangan minat baca nih. Duuuh...mau dong kiatnya mengembalikan minat baca.. Eh sebaliknya aku lagi suka nonton dracin pendek. Apakah itu mempengaruhi minat baca ya? ups maaf malah jd curhat, Teh..
ReplyDeleteSelalu ada temuan menarik di tulisan mbak Lendy. Selalu memberikan insight. Ya terkadang lupa dengan kehidupan nyata akan berdampak. Beruntung banget Mbak Lendy mempunyai segudang me time yang paling disukai adalah baca buku yah. Btw mbak Lendy orang Bandung? Kok aku baru tahu?
ReplyDeleteKayak aku nih stuck di eranya SuJu, SNSD dan CNBlue. Haha.. Lawas banget yaa. Penyebabnya lebih ke perubahan tahap kehidupan nampaknya. Sekarang udah jarang ngikutin musik-musik KPop lagi, tapi ngedrakor masih disempet-sempetin. Hehe..
ReplyDeleteKak, dulu aku antusias banget sama fandom, tapi perlahan minatnya berkurang karena interaksi di komunitas kadang bikin capek. Terlalu banyak drama, fanwars, dan tekanan ekspektasi dari stann nadanya bikin males ikut-ikutannya lagi. Kadang aku cuma ingin kembali menikmati musiknya tanpa ribet.
ReplyDeleteNggak salah kok kalau minat berubah seiring waktu. Tuntutan hidup, tugas kuliah, atau kerja bisa bikin kita pindah fokus. Demikian juga, selera musik bisa berubah apa yang dulu bikin semangat sekarang malah terasa 'saturasi'. “Growing out of them,” ya, Kak.
ReplyDeleteSelain itu, industri K-Pop sendiri juga berubah debut grup baru melimpah, konsep visual dan genre semakin cepat berubah, sampai musiknya terdengar kurang otentik. Hal-hal seperti ini bisa bikin fandom terasa terlalu generik atau overhype, sehingga minat bisa cepat luntur.
ReplyDeleteSemoga perubahan ke arah yang lebih baik ya mbaaa... Kayaknya aku jg mesti ngurangin nonton drakor nih. Emang bikin addicted n males. Niat mau upgrade skill jadi terkalahkan sama drakor huhuhu...
ReplyDeleteSalfok : gambarnya lucu lucuuuuu
ReplyDeleteBaca ini rasanya kayak nemu kata-kata yang selama ini mampet di kepala. Makasih ya, Len, udah ngebahas fenomena ‘hilang minat K-pop’ dari sisi yang lebih jujur dan mindful.
Ternyata kadang bukan fandom-nya yang berubah, tapi kita yang tumbuh, prioritas geser, dan otak minta asupan baru. Insightful banget, bikin aku mikir ulang soal caraku menikmati hiburan belakangan ini
Saya yakin semakin sering ikut kajian, akan semakin banyak terbuka hal hal yg dulu sering dilakukan, tersadarkan ternyata lebih baik dihindari
ReplyDeleteKarena jelas hukum dan sumbernya
Semakin lama akan terbiasa sehingga hal hal yg dulu luar biasa, sekarang dan kedepannya bisa saja jadi ga apa dilewati saja
Kalau aku sih sebenarnya bukan kehilangan minat tetapi memang tidak pernah ada, haha
ReplyDeleteLama lama aku digampar nih komen begini
Tetapi memang setelah tahu banyak ya grup K-Pop saya makin mundur
Kadang bingung ngebedain mereka semua
Ya memang bisa banget sih kehilangan minat. Saya pernah mengalaminya, meskipun buka ke Kpop. Tapi, biasanya karena udah berubah selera musiknya.
ReplyDeleteSaya gak ngerti NCT Dreams Mbak Len tapi saya menangkap semangat dalam menempatkan segala sesuatu di luar diri pada porsi yang cukup, sampai perlu detox dan me time untuk hal lain yang positif. 💚🔥
ReplyDeleteEh samaan kak akhir-akhir ini fokus jaga kesehatan, olahraga, nyetatus wa juga yang sebelumnya bertahun-tahun nggak pernah nyetatus wkwkwk
ReplyDeleteGara-gara mapir di sini, jadi gereget langsung cari tahu lebih lanjut tentang validasi orang lain.
ReplyDeleteTernyata menurut pakar, ada 2 Mba.
Validasi internal dan eksternal.
Yang biasanya kita butuh itu, validasi eksternal, dari orang lain.
Sebenarnya sah-sah saja, asal secukupnya. Tidak berlebihan. Tidak haus validasi!
Seru juga pembahasan validasi ini ya.
aku sendiri mengalami kehilangan minat kegiatan literasi bukan nggak suka lagi tapi lagi sibuk di dunia nyata, ngurus keluarga dan memikirkan finasial keluarga, nggak sempat menghalu heheh... tapi, aku tetap seskali nge-drakor sih.
ReplyDeleteAq baru tahu kalau kpop makan waktu. Soalnya terakhir kali menggilai boyband pas aq masih SMP dan SMA. Habis itu sekedarnya aja. Nonton konser juga udah jarang. Karena sekarang smua bisa diakses via hp dan youtube. Alhamdulillah kalau mba lendy mulai rajin jalan dan ikut kajian
ReplyDeleteHidup berjalan terus, emang dinamis, makanya kadang ada rasa bosan melakukan hal2 yang sebenarnya kita sukai banget. Kek suka kpok, suka drakor gitu2.
ReplyDeleteAku pun suka sama TXT sampai playlistku itu2 aja tapi ada masanya aku nggak dengerin lagunya, nggak ngelikom sosmed TXT haha. tapi pas lagi terinspirasi ya nyari kabarnya dan mulai lagi melakukan hal2 sebelumnya.
Jadi yes, bosan bisa sementara, bisa juga selamanya. Hal yang sangat wajar yaa.
Kalau soal musik, akupun ngerasa udh ga kayak dulu mba. Zaman sekolah, sampe awal2 nikah, hidup itu kayak ga bisa lepas dari musik. Tp memasuki usia skr, memang dah berkurang bangettt. Dengerin kalau sedang nge gym atau di mobil masiiih. Tp bukan lagi suatu keharusan untuk dengerin tiap saat.
ReplyDeleteKayaknya kita udh lebih memilih utk fokus dengan hal2 yg lebih bermanfaat utk diri. Ga ada yg salah sih, malah buatku bagus. Fokus ke hal2 yg memberi manfaat, bukan yg sekedar memuaskan sesaat