Blogmate,

Chapter 3 : Orangtua Sumbu Pendek, Sayakah?

Monday, June 19, 2017 Lendy Kurnia Reny 38 Comments

Assalamu`alaykum,

Holaa...mama kece sahabat blog lendyagasshi, apakabar?
Sudah lama banget ini vacuum dari tema blogmate aku sama Uni Shona yaa...**maafkan Uni.

Masih inget sama tema obrolan #ceritaemakece kami gak...?



Baca Uni version di sini yaa....


“Masalah bukan terletak pada masalahnya. masalahnya terdapat pada sikapmu akan masalah itu” 

-Jack Sparrow (Pirates of the Caribbean)-



Gimana maksudnya yaa...?
Maksudnya adalah ketika ada masalah datang, yang terpenting adalah bukan seberapa besar atau kecilnya masalah tersebut, namun cara kia menghadapi-lah yang harus diperhatikan.

Fokus.
Kita seringkali kehilangan fokus saat menghadapi masalah. Dan akibatnya, kita tidak dapat mengontrol perasaan. Alih-alih mengatur perasaan sendiri, kita malah menjadi serba salah dan uring-uringan. kalau sudah begitu, kitalah yang diatur oleh perasaan.


Bukan kita yang diatur oleh perasaan.
Tapi kita-lah yang mengatur perasaan kita.

Jadi mau pakai emosi apa hari ini?


Maka pahami dahulu apa keinginan anak. Ada 3 hal yang paling diinginkan anak :

1. KEHADIRAN orangtua secara fisik dan emosi
2. KECUKUPAN kebutuhan hidup fisik dan emosi
3. PERHATIAN dan PENGAKUAN dari keluarga


Selain memahami apa yang diinginkan anak, ada penelitian bahwa dampak dari membentak anak ada beberapa hal, salah satunya adalah gangguan kepribadian (bipolar) pada anak.


Apa itu kepribadian bipolar?


Kita sering sekali merasa biasa saja terhadap seseorang yang memiliki mood-swing atau perasaan yang berubah-ubah. Biasanya kita menyebut orang tersebut memang mood-mood-an. Namun, ternyata memiliki perasaan hati yang berubah-ubah secara ekstrim termasuk gangguan kepribadian lho.



Gangguan Bipolar 😍😁😖😠😭

Bipolar dalam bahasa inggris berarti memiliki dua kutub.
Yaitu kutub positif (kebahagiaan) dan kutub negatif (depresi).
Penderita Gangguan Bipolar ini sering berubah-ubah suasana hatinya secara ekstrim.
.
Contoh :
Awal bulan dia berada pada kutub positif. Dia merasa sangat bahagia dan banyak memiliki semangat hidup. Tapi seminggu kemudian dia berada pada kutub negatif. Dia merasa sangat depresi hingga tak jarang penderitanya melakukan percobaan bunuh diri.


By the way, itu tadi hanya contoh kasus, tidak ada hubungannya dengan awal bulan bahagia karena baru gajian.

Umumnya gangguan bipolar pada anak terjadi pada anak remaja sebesar 7-13% dan kebanyakan terjadi pada anak perempuan.
Kenapa?
Karena kaum perempuan cenderung ekspresif terhadap suatu hal.


Gangguan bipolar bisa terjadi pada siapa saja. Umumnya disebabkan oleh faktor genetik dimana jika salah satu orang tuanya memiliki gangguan depresi maka kemungkinan dia memiliki gangguan bipolar adalah 15-30%. Jika kedua orangtuanya memiliki sejarah gangguan depresi maka kemungkinan dia memiliki ganggguan depresi adalah 50-75%.

Selain karena genetik, gangguan bipolar ini juga bisa terjadi karena pengaruh pola asuh orangtua.


Menurut Natalia Widiasih, Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebagian besar pengidap gangguan bipolar memiliki rekam jejak orang tua yang mendidik dengan sangat kejam seperti sering :

* Membentak atau meremehkan kemampuan anak.
* Terlalu ketat dalam mengawasi anak, ada pula yang terlalu santai sehingga menyerahkan kepengasuhan anak kepada pengasuh.


Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kedekatan emosional antara orangtua dan anak sehingga anak menjadi tidak bahagia, stress dan memilki manajemen emosi yang rendah.

Gangguan kepribadian bipolar umumnya muncul saat masuk fase remaja karena pada saat itu hormon yang mencegah gangguan psikis berkurang hingga 50%. Pola asuh yang salah sejak masih pra sekolah menyumbang terjadinya bipolar saat anak kita menginjak masa remaja.


Dalam keadaan normal, anak dengan gangguan bipolar akan terlihat biasa saja seperti anak-anak lain. Namun, saat gangguan tersebut kambuh, maka dia akan masuk ke dalam salah satu dari empat episode yang berbahaya.

source : pinterest

Episode Mania

Pada episode mania, anak akan terlihat sangat bahagia, euforia, memiliki semangat hidup dan kreatifitas tinggi. Episode ini bisa berlangsung beberapa jam, hari dan minggu.

Gejalanya antara lain :
1. Merasakan kebahagiaan maksimal dan tak terkalahkan.
2. Kreativitasnya tinggi.
3. Memiliki banyak ide hebat.
4. Berbicara dengan sangat cepat.
5. Berganti topik pembicaraan dengan sangat cepat.
6. Mampu begadang dan hanya tidur satu atau dua jam. Saat bangun dia tidak menunjukkan tanda kelelahan.
7. Dalam beberapa kasus tertentu anak mengalami delusi dan halusinasi serta penglihatan-penglihatan tertentu.
Contoh : merasa sudah mendapat wahyu dari Tuhan.


Episode Depresi

Periode Depresi berlangsung lebih lama daripada periode mania.

Berikut gejala ketika anak masuk ke dalam periode depresi :
1. Tidak mampu untuk berbahagia.
2. Merasa tidak berdaya, tidak mampu, putus asa, tidak berharga dan tidak percaya diri.
3. Tidur lebih lama dari biasanya.
4. Perubahan berat badan.
5. Sering membicarakan kematian.
6. Mudah marah.


Episode Hipomania

Pada episode ini suasana hati anak tidak menentu, dan hal ini semakin meningkat. Biasanya anak juga mudah marah. Episode ini berlangsung paling lama satu minggu.

Gejalanya antara lain :
1. Merasa gembira.
2. Memiliki banyak ide.
3. Kepercayaan diri meningkat.
4. Mudah marah.
5. Jam tidur berkurang.
6. Agitasi psikomotor ditandai dengan menggoyang-goyangkan kaki, mengetukkan jari, tidak bisa duduk tenang.
7. Pada episode ini anak tidak mengalami halusinasi maupun delusi.
8. Berbicara dengan cepat.
9. Anak tetap dapat melakukan tugas dan instruksi dengan baik.


Episode Campuran

Pada episode ini anak mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Dia merasa bahagia tapi juga merasa cemas, susah tidur, dan mudah marah. Dia tidak lagi berminat pada hobinya dan terus menerus membahas tentang kematian.


Bagaimana cara penanganannya, Bunda?

Yakin, bahwa gangguan bipolar bukanlah sebuah penyakit.
Itulah yang patut dijelaskan pada anak. Dan jangan khawatir, banyak orang lain yang mempunyai gangguan kepribadian bipolar.
Diantaranya : Beethoven, Van Gogh, Demi Lovato, Robin William, Britney Spears, Kurt Cobain, Mel Gibson dan masih banyak lagi.
Yang harus dilakukan anak adalah belajar mengontrol suasana hatinya, mengelola emosinya.



Tips Mengasuh anak dengan gangguan bipolar :

1. Konsultasikan ke dokter spesialis kejiwaan.
2. Jelaskan tentang gangguan bipolar pada anak, sesuaikan dengan usianya.
3. Ajak seluruh anggota keluarga untuk mengenal lebih jauh tentang gangguan kejiwaan bipolar.
4. Ingatkan anak untuk minum obat tepat waktu.
5. Jaga hubungan sosial anak, mengisolasi anak karena khawatir kambuh akan memperparah kondisinya. 
Tetap berinteraksi di lingkungan sosial membantu anak untuk berusaha mengontrol mood dan emosinya.
6. Ajak anak melakukan apa yang disukainya.
Hal ini agar anak terus fokus pada hal positif yang ada diluar dirinya.
7. Ajarkan anak untuk mengubah pikiran negatifnya menjadi pikiran positif.
8. Cari tau apa saja yang menjadi penyebab stress anak dan waspadai itu.
9. Jangan pernah menyerah dan terpancing emosi saat anak kambuh.
Ingat, mereka jauh lebih tersiksa daripada kita.
10. Saat anak kambuh, tetap awasi dan dampingi dengan penuh cinta dan kesabaran.
11. Jika ada indikasi menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri, segera hubungi psikiater dan jangan lengah mengawasi anak anak pada kondisi ini. 


Maka,
yang terpenting adala hadir membersamai anak dalam tumbuh kembangnya yaa, Ayah Bunda.

Semoga kita dijauhkan dari amarah yang berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan otak dan gangguan kepribadian seperti di atas. Aamin.



Sekian tulisanku kali ini, yang merupakan resume dari hasil diskusi grup parenting KHI (Keluarga Hebat Indonesia) oleh Bubu Baba dan kak Candra.
Semoga bermanfaat.


Salam hangat,



38 comments:

feature,

Belajar Sejarah Bandung Melalui 4 Museum Berikut...

Tuesday, June 13, 2017 Lendy Kurnia Reny 71 Comments

Assalamu`alaykum,


Liburan panjang telah di depan mata. Sudah merencanakan destinasi wisata yang akan dikunjungi bersama ananda, Bunda?

Pasti jarang sekali terpikir untuk berwisata ke museum yaa...



`Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya.`


Begitulah kira-kira salah satu pesan dari salah satu Bapak Proklamator Republik Indonesia yang selalu tergiang-ngiang di benak saya. Untuk belajar sejarah, saya rasa tidak hanya melulu membaca buku dan literatur panjang yang membosankan. Akan lebih efektif apabila kita langsung berkunjung langsung ke tempat yang bersangkutan sembari napak tilas sejarah apa yang sudah terukir di sana.

Baca juga :
5 Ide Liburan Seru Di Bandung Tanpa Biaya Bersama Anak-Anak


Beruntung yang sudah berdomisili di Bandung seperti saya, karena wisata museum di kota ini hanya tinggal memanjangkan langkah. Namun jangan kuatir, bagi yang tinggal di luar Bandung, dan berniat mengunjungi 4 museum berikut, tersedia penginapan yang murah namun tetap nyaman dan berkualitas.


1. Museum Konferensi Asia-Afrika
Museum Konferensi Asia-Afrika yang beralamat di Jalan Asia-Afrika no. 65, Bandung ini berada di dekat Chez Bon Hotel atau salah satu hotel di Bandung yang murah. Di dalam museum ini kalian akan melihat beragam replika dan peralatan yang berkaitan dengan kegiatan Konferensi Asia-Afrika yang menjadi cikal bakal Gerakan Non Blok. Museum ini juga dikenal sebagai museum Gedung Merdeka. Gedung ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang hingga kini masih terawat dengat baik dan rapi.


source : bandungtrends.com


2. Museum Pos Indonesia
Sebelum marak smartphone dan aplikasi chatting yang beragam, kantor pos layaknya seperti tempat pulsa yang ramai dikunjungi oleh pada jamannya.

Ya.
Sebelum teknologi berkembang pesat, surat menyurat adalah kegiatan yang lumrah dan juga dijadikan sebagai salah satu kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengetahui bagaimana ‘nenek moyang’ pada jamannya menguasai kecanggihan chatting.
Museum Pos Indonesia menjadi salah satu museum yang wajib dikunjungi ketika berada di Bandung. Lokasinya berada di Jalan Cilaki nomor 73, Bandung atau berada satu komplek dengan Gedung Sate. Di dalam museum ini, kalian akan melihat beragam jenis koleksi perangko baik dari dalam hingga luar negeri. Tidak hanya perangko, di museum ini juga para pengunjung akan diperlihatkan dengan beberapa sepeda yang digunakan Pak Pos saat mengantarkan surat hingga bis surat berbagai jaman.


Museum Pos, Bandung



3. Museum Wolff Schoemaker
Sedikit berbeda dengan museum lainnya yang memiliki bangunan sendiri, Museum Wolff Schoemaker ini tidak memiliki bangunan sendiri melainkan berada di lobby hotel Grand Preanger, Bandung. Meskipun hotel ini bukan salah satu hotel di Bandung yang murah karena harganya yang tinggi, tetapi Museum ini sangat cocok untuk kawan yang gemar dengan hal-hal yang berbau karya seni antik. Salah satu benda milik museum yang antik ini ialah bangunan art-deco yang dirancang khusus oleh Wolff Schoemaker. Kawan juga akan menemukan beberapa benda vintage seperti lift, kamera, dan telepon yang sayangnya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Dan yang paling menjadi daya tarik dari museum ini adalah adanya sebuah kursi yang dulu pernah diduduki oleh mendiang Charlie Chaplin. Bahkan perlu kawan tahu, hotel ini pun sudah pernah diinapi oleh Charlie Chaplin itu sendiri.

Hotel The Prama Grand Preanger

4. Museum Barli
Kawan sepakat yaa...Bandung adalah salah satu pusat perkembangan seni modern di Indonesia. Oleh karena itulah terdapat sebuah seni yang bernama Museum Seni Barli.
Barli yang dimaksud adalah seorang pelukis terkenal pada masanya dan sempat merancang logo Siliwangi, Barli Sasmitawinata. Museum Seni Barli menyimpan beragam sejarah lukisan milik Barli dari masa ke masa, dari mulai perkembangannya, hingga alat-alat lukis yang pernah ia pakai.

Museum Barli, Bandung


Museum yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Sutami No. 91, Bandung memiliki ide untuk mengedukasi masyarakat di bidang seni, karena memiliki program pendidikan. Program pendidikan ini diberi nama Anak Bumi dan dilaksanakan seminggu sekali dengan target anak putus sekolah di Bandung. Bagi yang ingin belajar menggambar pun ada kelas yang terbuka untuk umum. Kelas ini dikelola secara mandiri oleh keluarga Barli.




Demikian beberapa rekomendasi museum di Bandung yang bisa kawan kunjungi. Belajar akan terasa lebih menyenangkan bila kita melihat langsung apa yang (telah) terjadi daripada hanya melalui buku.

Ketika ingin berwisata beberapa Museum di Bandung, pastikan terlebih dahulu kalian sudah mempersiapkan apa saja yang kalian butuhkan, seperti akomodasi, transportasi, dan juga kesehatan tubuh. Khusus untuk kebutuhan akomodasi, kawan bisa mencari beberapa deretan hotel di Bandung yang murah hingga berbintang melalui aplikasi Traveloka.

Simak juga pengalaman kami di :
Happy - Family Travelling With Traveloka


Bagaimana kawan? Sudah mantap dengan jadwal liburan kali ini?
Sharing yuuk....



Salam hangat,




71 comments:

event Blogger,

Berlarilah, Kawan...Bersama Komunitas BDG Explorer

Friday, June 09, 2017 Lendy Kurnia Reny 43 Comments

Assalamu`alaykum,


Katanya,
olah raga yang paling murah adalah berlari. Namun kenyataannya, meskipun murah meriah dan bikin badan bugar, tapi tak banyak orang yang melakukan olah raga ini.

Mengapa?

Runners don`t find excuses no to run.
Runners find reason to run.

Jadi,
buat yang masih bertanya-tanya kenapa tidak bisa rutin melakukan olah raga, patut mempertanyakan kembali motivasi berolah raga itu pada diri sendiri.


Buat yang sudah suka berlari tapi enggan berlari sendiri, di Bandung ada lhoo...komunitas penggila lari. Nama komunitas tersebut BDG Explorer. Dan dalam rangka turut meramaikan hari jadi kota Bandung yang ke 207 tahun, BDG Explorer menantang seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi lari sepanjang 100 km. 

Waaww~~


Event bergengsi ini diberi nama BDG 100K Ultra. Dengan mengambil titik start di Taman Hutan Raya Djuanda dan diakhiri di Villa Taman Istana Bunga, Parongpong, kabupaten Badung Barat pada tanggal 16-17 September 2017. Karena yang ikut boleh siapa saja, dari kalangan umum maupun master (untuk pelari usia 45 tahun ke atas), maka ada 3 kategori yang bisa dipilih, yakni :

100 km
50 km
Relay 100 km

Apa itu relay?
Relay adalah berlari dengan tim. Jadi 100 km terbagi menjadi 4 titik dan pelari pertama akan meyelesaikan rutenya dalam waktu 8 jam kemudian dilanjutkan oleh pelari ke dua dan seterusnya hingga pelari ke empat.

website : bdg100.id

Dan kawan tau gak...apa yang asik dari berlari kali ini?
Bukan hanya berkomunitas yang seru dan sehatnya saja, tapi juga kultur kota Bandung sendiri yang terdiri dari perbukitan dan lembah. Dengan sudut elevation gain sebesar 6.630 m pada rute lari 100 km dan 2.680 m untuk rute lari 50 km, tentu menjanjikan pemandangan dan pengalaman berharga. Elevation gain sendiri artinya adalah jumlah total ketinggian track pada rute lomba. Kerreen~~




Acara yang diadakan di Zodiak Hotel pada tanggal 3 Juni 2017 lalu dibuka dengan sapaan hangat mba MC dan dilanjutkan pemaparan singkat oleh Race Director BDG 100K Ultra, kang Dian R. Sukmara. Beliau memberi penjelasan dan motivasi untuk mengikuti acara ini. Karena amazingly, peserta yang telah mendaftar hingga saat ini tidak hanya dari dalam negeri, bahkan peserta dari luar negeri pun antusias menyambut event BDG 100K Ultra. Peserta terjauh berasal dari Italia. 

Kondisi geografis Bandung yang berupa cekungan dengan gunung-gunung yang mengelilinginya akan dinikmati peserta dalam berlari mengelilingi empat puncak yakni puncak Palasari, Bukit Tunggul, Tangkuban Perahu, dan terakhir puncak Burangrang. Ke empat puncak inilah yang memiliki kisah dan legenda tersendiri bagi kota Bandung.


Syarat mengikuti kegiatan ini :
* Untuk peserta yang mendaftar lari dengan jarak 50 km, minimal sudah pernah menyelesaikan lomba berjarak 21 km,
* Sedangkan peserta 100 km dan relay 100 km, minimal sudah pernah mengikuti lomba lari ultra berjarak 50 km.


Belum memenuhi syarat?
Bisa ikutan komunitasnya dulu dan berlatih bersama setiap hari Senin, Rabu, dan Jum`at di lapangan Gasibu bersama pelatih Rudy Dimyana. Dan diadakan kegiatan berlari bersama dengan tajuk ngaprak ngabring berkeliling kota Bandung hingga ke pinggiran kota juga berlari ke pelosok hutan, lembah dan pegunungan. Di saat bulan Ramadhan, komunitas ini tetap melaksanakan latihannya dan diberi nama ngaprak peutinggi karena berlarinya dilakukan di malam hari kemudian dilanjutkan dengan acara sahur bersama.

Seru banget kan yaa...?

Pelari Indonesia yang akan mengharumkan nama bangsa pada akhir bulan Agustus dalam perhelatan Ultra Trail du Mont Blanc, Perancis.

Tuuh..kan, 
ada mba Novita Wulandari niih...seorang Ibu dari satu orang putra, yang menginspirasi pelari perempuan berhijab. Prestasinya sudah terukir dalam perlombaan bertaraf Nasional maupun Internasional, sehingga bisa lolos kriteria lomba Ultra Trail du Monc Blanc, Perancis

Serangkaian acara seru hari ini ditutup dengan lelang. Tujuannya acara lelang ini adalah untuk mendanai segala biaya operasional perlombaan yang akan diikuti oleh mba Novita dan kawan-kawan di Perancis ini.

Untuk yang mau bergabung atau sekedar memberi support dalam bentuk donasi bisa buka beberapa sosial media dari BDG Explorer.

Web :
http://www.bdgexplorer.com

IG :
bdg_explorer


atau yang penasaran ingin berpartisipasi mengikuti lomba Bandung 100K Ultra :

Web :
http://www.bdg100.id

Narahubung :
Diki (0856 2466 4128)
bdgexplorer.contact@gmail.com


Yuk konsisten olah raga mulai sekarang.
Dan jangan lupa, diimbangi dengan positive mind.


Salam hangat,























43 comments:

feature,

Penuhi 3 Kebutuhan Dasar Si Kecil Dengan Berkata #IYABOLEH

Tuesday, May 30, 2017 Lendy Kurnia Reny 38 Comments

Assalamu`alaykum,

Halo Bunda-bunda hebat di seluruh Indonesia?
Pernah doonk ngalamin nglarang-nglarang anak saat bermain?

Gak jauh-jauh laah...saat hujan aja. Kalimat apa yang pertama kali terlontar di bibir Bunda?
`Jangan hujan-hujanan yaa... nanti sakit.`

Atau

`Becek, nak...nanti bajunya kotor`.

Sebenarnya,
apa salahnya yaa...dengan hujan-hujanan atau cuma sekedar baju kotor? Kan ada solusinya.
Setelah hujan-hujanan, anak bisa dimandikan air hangat serta minum susu hangat, sembari bercerita keseruan bermain air hujan di luar...justru akan meningkatkan attachment anak terhadap Bunda.

Masalah Baju kotor?
Lebih gampang lagi. Bisa cuci bagian tubuh yang terkena kotoran, dan berganti baju. Beres!

Kenapa kita sebagai orang tua malah sering berkata `Engga boleh`...?



Seminar yang diadakan Dancow pada hari Sabtu di Sabtu, 20 Mei 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung menghadirkan sejumlah pembicara yang expert di bidangnya masing-masing. Dimoderatori oleh artis cantik yang juga Ibu dari 3 orang anak, Shahnaz Haque, acara ini berjalan seru dan menyenangkan.

Ketiga materi hari itu disampaikan oleh psikolog, Vera itabiliana Psi, Psi., yang membicarakan tentang pentingnya cinta untuk tumbuh kembang anak, terutama di 1000 hari pertama pertumbuhannya. Kemudian Dr. dr. Rini Sekartini sebagai narasumber yang berbicara masalah pentingnya mencukupi nutrisi dalam tumbuh kembang si kecil dan nutrisionis, Rita Ramayulis,DCN, Mkes.


Sebagai orang tua, kita perlu memenuhi 3 kebutuhan dasar untuk anak dalam tumbuh kembangnya. Apa saja yaa...?

1. Nutrisi 

Pemenuhan kebutuhan nutrisi ini harus lengkap dan seimbang agar mendukung setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Selain itu juga, nutrisi yang lengkap membantu melindungi si kecil dari serangan bakteri jahat.

Karena 80% daya tahan tubuh terdapat di saluran pencernaan
Pentingnya memenuhi kebutuhan vitamin A, C, E, D, selenium, zat besi, dan zink yang berperan dalam fungsi normal dan daya tahan tubuh.

Dan adanya kandungan bakteri baik, seperti Lactobacillus rhamnosus terbukti klinis dapat membantu menurunkan resiko infeksi saluran cerna dalam menjaga saluran pernafasan. Selain itu, serat pangan inulin sebagai makanan dari bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Ada lagi yang harus dipenuhi selain vitamin dan zat mineral di atas, yaitu karbohidrat, protein, minyak ikan, omega 3 dan 6, dan zat besi yang merupakan nutrisi untuk perkembangan otak guna proses belajar si kecil.


2. Cinta

Bentuk cinta Ayah dan Bunda bukan hanya pemenuhan kebutuhan si kecil dari segi materiil, tapi lebih kepada membersamai anak saat bereksplorasi dengan berkata `IYA BOLEH`. 

Menerima apa adanya anak dengan tidak menuntut terlalu tinggi apa yang belum dicapainya, karena setiap anak itu unik. Pahami keunikannya dan memuji serta menghargai segala pencapaian yang berhasil dilakukan. Terakhir, memberi pelukan dan ciuman untuk si kecil.



3. Stimulasi 

Ketika 1000 hari pertamanya yang dimulai dari kandungan dalam bentuk janin hingga usia 2 tahun inilah masa-masa pertumbuhan syaraf otak yang paling optimal. Syaraf-syaraf ini akan bersambungan dan membentuk rangkaian sempurna sehingga anak mudah menerima stimulasi yang diberikan orang tua berupa :

* Kemampuan Atensi
* Kemampuan Memori
* Kemampuan psikomotorik
* Kemampuan penyelesaian masalah
* Kemampuan Bahasa


Misalnya :
Untuk kemampuan berbahasa anak, orang tua memberi stimulasi berupa memberi kesempatan si kecil untuk berbicara saat berbelanja dengan kasir atau bisa juga belajar menyampaikan keinginannya saat memesan makanan di restoran dengan pramusajinya.

Jangan takut anak salah atau pesan yang ingin disampaikan tidak dipahami orang lain yaa, Bunda...
Karena hal tersebut bisa dilatihkan di rumah dengan permainan peran (pretend-play) bersama Bunda, tentunya.

Ternyata manfaat orang tua selalu berkata `IYA BOLEH` ini banyak banget lhooo...
Diantaranya :

Anak akan belajar eksplorasi
Anak merasa tumbuh di lingkungan yang positif
Anak belajar aturan/batasan yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman
Anak merasa dipercaya bahwa dirinya mampu
Tumbuh menjadi anak yang berani dan tidak mudah frustasi
Dan pada akhirnya akan menumbuhkan pribadi yang percaya diri



Jadi,
masih takut berkata `IYA BOLEH` kepada si kecil, Bunda?


Acara terakhir ditutup dengan pemaparan dari Nestlé Research Center yang tengah menghadirkan Inovasi terbaru yaitu Nestlé DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan dengan lebih dari 3x kandungan bakteri baik (Lactobacillus rhamnosus) dibandingkan dengan formula sebelumnya. Mengandung serat pangan inulin, minyak ikan dan berbagai nutrisi penting lainnya untuk mendampingi optimal tumbuh kembang si kecil. 


Buat Bunda yang tidak sempat hadir ke seminar Dancow kemarin, jangan khawatir. Dancow menyediakan ruang khusus Ayah dan Bunda untuk bertanya langsung mengenai tumbuh kembang si kecil melalui :


Website :
website www.dancow.co.id/dpc 

Fanspage :
https://www.facebook.com/DancowParentingCenter

Twitter :
https://twitter.com/DancowCenter



Salam hangat,








38 comments:

feature,

Persembahan 10 Tahun Prudential Syariah : Pruprime Healthcare Syariah

Sunday, May 21, 2017 Lendy Kurnia Reny 39 Comments

Ketika hidup masih sendiri, apa yang dipikirkan setelah bekerja?
Pasti hanya memikirkan `Bagaimana cara menghabiskan uang yang sudah dihasilkan saat bekerja?`. Ini adalah harga yang harus dibayar atas kerja keras yang sudah dilakukan selama 6 hari kerja dalam 1 minggu.


Namun kalau kondisinya sudah berkeluarga, apakah kita masih bisa berpikir hal yang sama? 
Uang yang dihasilkan hanya untuk dihabiskan tanpa memikirkan investasi atau jaminan hidup jangka panjang? 
Sepertinya jawabannya adalah Big No-No yaa…


Mulai dari menyiapkan kebutuhan si kecil, biaya pendidikan hingga dana darurat saat mengalami sakit atau butuh rawat inap, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.  Maka dari itu, kita perlu dibantu oleh seseorang yang ahli dalam perencanaan keuangan.



Pada hari Rabu, 10 Mei 2017, PT Prudential Life Assurance mengadakan acara 10 Tahun Prudential Syariah dan peluncuran PRUprime healthcare syariah di Trans Luxury Hotel, Bandung.


Dengan tujuan utama memperkenalkan produk terbaru dari Prudential Syariah selama kiprahnya di Indonesia sepanjang 10 tahun, maka hari ini Prudential Syariah resmi meluncurkan PRUprime healthcare syariah. Pelebaran sayap Prudential Syariah dalam membangun perekonomian Indonesia adalah selain untuk semakin mengedukasi masyarakat luas akan penting berasuransi yang cerdas juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi kesehatan sesuai tagihan saat rawat inap.


Prudential memiliki komitmen yang kuat untuk mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia dengan cara memberikan perlindungan yang terbaik. Salah satunya melalui peluncuran PRUprime healthcare syariah, yang merupakan produk asuransi jiwa rawat inap berbasis syariah yang komprehensif dengan manfaat yang berkembang dan jangkauannya luas.


Acara hari ini dibuka oleh Corporate Marketing, Nini Sumohandoyo sebagai Communications and Shariah Director Prudential Indonesia dan menjelaskan bahwa “PRUprime healthcare syariah adalah produk asuransi rawat inap berbasis syariah dengan pembayaran biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan jangkauan global. Manfaat asuransi ini dapat berkembang sesuai kebutuhan nasabah. Produk ini diluncurkan oleh Prudential karena Prudential senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan perlindungan berdasarkan prinsip dan nilai-nilai universal syariah.”



Produk PRUprime healthcare syariah yang diluncurkan hari ini memiliki banyak kelebihan yang inovatif dibandingkan dengan produk asuransi sejenis. Salah satunya adalah PRUprime healthcare syariah memiliki fitur di mana Prudential Indonesia akan membayar biaya rumah sakit sesuai dengan tagihan, sehingga nasabah bisa fokus pada pemulihannya saja.


Selain itu, PRUprime healthcare syariah juga menawarkan manfaat yang terus berkembang, dimana nasabah akan diberikan penambahan 10% dari batas manfaat tahunan awal jika tidak ada klaim yang dilakukan selama satu tahun polis berjalan oleh Prudential Indonesia. Penambahan diberikan hingga maksimal 50% dari batas manfaat awal, sehingga perlindungan dapat dirasakan meskipun biaya pengobatan terus meningkat setiap tahunnya. Fitur ini merupakan yang pertama di industri asuransi jiwa syariah. 


Keunggulan PRUprime healthcare syariah yang lain yakni adanya PRUprime limit booster. Apakah itu? 
PRUprime limit booster adalah sejumlah dana tambahan yang dapat digunakan apabila seluruh batas manfaat tahunan telah terpakai. Sehingga apabila digabungkan dengan batas manfaat tahunan, maka fitur ini dapat memberikan dana tambahan hingga Rp 35 miliar, yang merupakan nilai perlindungan rawat inap tertinggi di Indonesia. ~woow~




Apabila terjadi hal yang sangat tidak diinginkan atau dengan kata lain keadaan darurat, maka nasabah PRUprime healthcare syariah menawarkan perlindungan global. Produk ini memberikan fasilitas perawatan secara cashless di jaringan rumah sakit yang luas di Indonesia, Singapura dan Malaysia, di mana nasabah cukup menunjukkan kartu PRUprime healthcare syariah tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri. 

Manfaat lain yang menjadi unggulan produk ini adalah Santunan Dana Marhamah, yakni santunan kasih sayang. Diberikan jika peserta yang diasuransikan meninggal dunia.



Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka Prudential melihat Indonesia adalah negara yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dengan komitmen mendukung pengembangan perekonomian syariah yang menjadi bagian dari rencana pemerintah. 
Karena Prudential Indonesia percaya bahwa prinsip-prinsip syariah berlaku universal sehingga digunakan juga untuk memberi edukasi pada masyarakat dengan tema #PRUSyariahUntukSemua


Jadi,
Masih ragu untuk memiliki asuransi?


Bisa cari tahu dulu di 
FP : https://www.facebook.com/prudential.indonesia
Webwww.prudential.co.id



Salam hangat,


39 comments:

feature,

Seminar Parenting Bersama SGM Membantu Orang Tua Untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak

Sunday, May 14, 2017 Lendy Kurnia Reny 30 Comments

Assalamu`alaykum,


Sudah merasa menjadi orang tua yang senantiasa memenuhi kebutuhan anak? Masa iya siih...?
Kebutuhan anak bukan hanya dari segi lahir lhoo...(seperti sandang, pangan dan papan) tapi juga keberadaan kita sebagai orang tua yang merupakan madrasah utama dan pertama bagi anak.



Penting banget kehadiran orang tua terutama di golden age anak yaitu usia 1000 hari pertama hingga 5 tahun. Penyerapan otak anak sedang sangat optimal di usia-usia tersebut. Jadi buat para orang tua yang selalu menganggap anak tidak mengetahui apa-apa tentang masalah orang tua, oow...hati-hati...parents. Itu pendapat yang salah besar.

Anak-anak bisa menangkap setiap gelombang perasaan yang kita pancarkan. Baik senang, bahagia, khawatir, sedih, kesal, ataupun marah. Dan cara kita mengekspresikan emosi-emosi tersebut yang akan direkam oleh otak anak dan ditiru.

.
Macam-macam emosi
Kadang, kita hanya menyebut emosi adalah sesuatu yang negatif, padahal emosi bisa juga merupakan hal yang positif. Seperti perasaan senang, bahagia, bangga. Menamai berbagai jenis emosi yang dirasakan anak ini juga merupakan jenis kecerdasan yang harus dikuasai sejak dini agar mendukung perkembangan si kecil ke tahap berikutnya, yakni bersosialisasi.


Karena ciri anak yang mampu bersosialisasi adalah 


* Bertubuh Sehat
Anak yang bertubuh sehat, tentu memiliki jiwa yang kuat. Nutrisinya senantiasa terpenuhi sehingga sambungan syaraf di seluruh tubuhnya dapat tersambung sempurna.


* Cerdas
Anak yang tumbuh sempurna dapat dilihat dari tahap perkembangannya yang sesuai dengan usianya. Dan setiap anak akan memasuki dunia imajinasi mereka sendiri sebagai bentuk tahap perkembangan otak.

Tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun dan 4-6 tahun

* Perkembangan Emosi yang Baik
Anak dengan perkembangan emosi yang baik akan lebih mandiri dan mudah menempatkan diri di mana pun ia berada. Ia akan mudah berteman dengan siapa saja dan menjadi anak yang cepat tanggap terhadap lingkungan.



Dalam rangkaian acara SGM yang diadakan di Hotel Harris Bandung pada tanggal 6 Mei 2017 bersama Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M. Si., Psi.,  SGM Eksplor Dukung Orangtua Kembangkan Keterampilan Sosial Anak Generasi Maju kali ini dipandu oleh MC kodang, Cici Panda. Seminar ini bertujuan untuk membuka pengetahuan para orangtua dalam mengembangkan kemampuan sosial anak terlebih dahulu daripada kemampuan akademik pada usia dini.

Mengapa?

Karena anak dengan kemampuan sosial yang baik akan menjadi anak yang . . .
mampu berteman dan bekerjasama
berkompetisi dengan sehat
sabar menunggu saat mengantre
menjadi anak yang sopan, mampu menjadi problem solving dan mampu melerai pertikaian di antara teman-temannya
mengendalikan emosi dengan cara yang benar
taat pada aturan
dan terakhir memiliki daya empati yang tinggi.


Untuk bisa memiliki anak sesuai dengan apa yang kita inginkan dengan menumbuhkan kemampuan sosial yang baik ada beberapa langkah yang mesti orangtua lakukan.


Pada Tahap Awal :

1. Bangun kedekatan antara anak dengan orangtua
Kedekatan (attachment) berbeda dengan ikatan (bonding). Perbedaan antara attachment dan bonding terletak pada seberapa banyak kualitas waktu kita pada anak-anak. Kita boleh saja selalu berada di sebelah anak, namun tidak membersamai mereka saat beraktivitas.

Attachment terbangun karena adanya ikatan individu yang saling menyayangi serta adanya hubungan emosi dan fisik yang akrab. Sedangkan bonding adalah ketertarikan pertama antara anak kepada orangtua. Jadi kesimpulannya, attachment dapat terbentuk karena adanya proses yang panjang antara hubungan anak dan orangtua.

Attachment ini bisa diperoleh dengan cara :

💮 Orangtua sensitif terhadap kebutuhan anak
Kebutuhan anak seperti apa?
Dari sejak bayi, ketika bayi menangis. Maka apa yang biasa Bunda lakukan?
Membiarkan sesaat atau langsung ditenangkan?
Nah...ini penting. Karena kebutuhan anak saat masih bayi adalah kehadiran, kenyamanan dan perlindungan dari orang tuanya.


💮 Saling menatap mata dan saling memeluk.
Pandangan mata ini sangat berarti untuk orang lain saat beriteraksi yang menandakan keseriusan kita terhadap orang tersebut. Untuk anak, mereka akan merasa sangat diperhatikan ketika berbicara atau berinteraksi saling menatap mata.

Pelukan adalah bentuk skin to skin orangtua dengan anak. Pentingnya adalah menunjukkan perasaan nyaman dan perlindungan kepada anak.


💮 Memberi kesempatan kepada si kecil untuk bermain sendiri
Ini yang biasanya jarang dilakukan orangtua saat bermain bersama. Setiap main sudah pasti ditemani, diawasi dan kerap di kritik saat melakukan kesalahan. Padahal apa yang menurut kita benar, belum tentu sesuai dengan imajinasi anak. Selama permainan yang dilakukan tidak membahayakan diri si kecil, ada baiknya mereka bereksplor sesuai ruang imajinasi.


💮 Jangan berbohong kepada si kecil, karena ia percaya pada Ayah dan Bunda.

Pernah berbohong kepada anak?

Misal : saat mereka menginginkan sesuatu dan kita tidak ingin membelikannya, biasanya kita beralasan `Maaf, nak...Bunda sedang tidak punya uang.`
Namun apa yang terjadi ketika kita yang suka dengan suatu barang? Kita bisa dengan spontan membeli. Sehingga anak akan merasa adanya ketidak sesuaian perkataan Bunda dengan si kecil saat ia memiliki keinginan.


💮 Bersabar dengan perilaku si kecil
Membersamai tumbuh kembang anak memang tidak bisa bergegas. Membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra dari orangtua. Karena segala sesuatu tidak bisa instan, namun membutuhkan proses. Dan dalam proses inilah, baik orangtua maupun si kecil akan menumbuhkan attachment.



2. Attachment yang baik membuat anak menjadi memiliki rasa percaya kepada orangtua
Apabila sudah percaya terhadap orangtua, si kecil akan mudah bercerita apapun yang dialami sehingga ada keterbukaan antara orangtua dan anak.


3. Mandiri
Anak akan menjadi mudah bergaul bersama teman dan timbul kemandirian dalam diri si kecil.

Tahap Lanjutan, Orangtua Mengajarkan Beberapa Hal Berikut :

4. Mengajari anak untuk bisa mengenal emosi yang mereka rasakan
5. Diajarkan untuk mampu menjaga dirinya sendiri
6. Mengajarkan cara berkomunikasi
7. Disediakan sarana untuk melatih fokus (daya kosentrasi) dan imajinasi
8. Empati


Tahapan perkembangan anak inilah yang wajib kita tumbuhkan sebagai orangtua generasi maju. Bukan melulu membicarakan masalah akademik, tapi bagaimana si kecil bisa menempatkan diri di manapun ia berada.


Untuk bisa menempatkan diri, anak dilatih untuk bisa mandiri terlebih dahuu. Cara menumbuhkan kemandirian tersebut ada beberapa cara :

✿ Memberikan si kecil kesempatan untuk mencoba
✿ Dan saat si kecil sudah mencoba, tidak memburu -buru
✿ Terakhir, kala apa yang dilakukan si kecil diberi apresiasi.
Bisa berbentuk pelukan, pujian dan ekspresi wajah yang menyenangkan
`Yeeay...kamu berhasil, nak.`


Untuk mendukung daya imajinasi agar si kecil mau mencoba, sebaiknya :

1. Mengurangi gadget atau screen time (TV, radio, tab, dan berbagai piranti yang bisa mengalihkan perhatian si kecil)
2. Memberikan si kecil semangat saat melakukan kegiatan dan belajar untuk menyelesaikannya satu per-satu
3. Memperbanyak kegiatan fisik
4. Mendampingi si kecil dengan membacakan cerita bergambar atau dongeng
5. Pretend play (bermain pura-pura bertamu, misalnya)
6. Saat mendongeng, ajak si kecil untuk melanjutkan dongeng



Karena apa yang kita lakukan saat ini adalah warisan untuk kehidupan anak kelak. Sehingga jangan sampai kita merasa menyesal dengan tidak mendampingi tumbuh kembang anak secara maksimal.

Terima kasih SGM atas kesempatan mengikuti seminar parenting kali ini. Karena menurut Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Presetyo, tujuan diadakan seminar parenting ini adalah ingin mengajak para orangtua untuk memberikan support positif kepada orangtua agar mampu melatih keterampilan sosial anak dengan menyiapkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang si kecil.

Karena road-show ini juga telah dilakukan di 2 kota sebelum Bandung, yakni Padang dan Jakarta. Maka diadakannya di Bandung yag merupakan kota ketiga diharapkan mampu menyebarkan ilmu lebih luas lagi ke masyarakat.


Bagaimana, Bunda?
Siap berubah demi kebaikan masa depan si kecil?

Sekian resume seminar parenting SGM Eksplor. Semoga bermanfaat.



Salam hangat,









30 comments:

Blogger,

Book Talk & Meet And Greet : Luka Dalam Bara

Friday, May 05, 2017 Lendy Kurnia Reny 41 Comments

Assalamu`alaykum,

Aku hari ini mau ngajakin temen-temen buat ikutan menikmati keseruan acara Book Tour & Meet And Greet : Luka Dalam Bara. Penulis yang sudah 10 tahun berkarya ini mempersembahkan sebuah buku yang berisi fragmen (potongan-potongan kisah, peristiwa dan pemikiran) perjalanan patah hatinya dengan seorang wanita di kota yang berbeda.



Ya,
Bara menceritakan bahwa ia menjalani proses pengenalan ini diiringi dengan jarak yang membentang di antara mereka. Ratusan kilometer. Dari Jakarta hingga Yogyakarta. Tentu sesekali mereka bertemu dalam waktu yang singkat. Kalau tidak Bara yang beranjak dari Yogya ke Jakarta demi pujaan hati, atau J (sosok wanita yang dikisahkan dalam buku Bara yang terbaru ini) yang mendekat ke Bara.

Buku kumpulan fragmen ini membuat aku deg-degan juga saat membaca. Terbayang kisah cinta yang begitu dalam dan memilukan di akhir.


Baca juga : Luka Dalam Bara


Tapi ternyata, Bara menilai dari perspektif yang positif. Ia mengumpulkan segala kenangan saat bersama sang mantan. Dan sebenarnya penyusunan buku ini saat mereka belum memutusan untuk mengakhiri hubungan, jadi sempat meminta ijin untuk memasukkan beberapa dialog antara mereka berdua yang memang sengaja ditulis oleh Bara. 


Bara sangat jujur menjawab semua pertanyaan para pembaca setianya. Dan sikapnya yang humble, membuat aku terpana. Cowok kelahiran Pontianak, Juli 1989 ini mengaku bahwa keinginannya menjadi penulis sejak kecil adalah klise. Ingin terkenal.

Ia mengaku, tak pernah sedikitpun menyangkal bahwa ingin suatu saat nanti bisa se-terkenal penulis favoritnya, Dan Brown yang menghasilkan karya dengan ratusan juta copy terjual di pasaran. Dan impian itu aku rasa sudah mendekati nyata. For the information, buku Luka Dalam Bara ini terjual 500.000 copy hanya dalam waktu 2 hari. Wow!

Salah satu fans Bara berucap ia sampai ikut PO (Pre-Order) buku Luka Dalam Bara agar tidak kehabisan.

Jujur, saya pertama kali melihat buku Bara memang tertarik pada cover bukunya yang berwarna biru dongker. Dengan gambar sepasang muda-mudi yang duduk berhadapan dan berlatar sebuah cafe. Pemandangan seolah sang lelaki menuangkan begitu banyak hati dari dalam amplop ke tangan sang wanita, begitu eye-catching.



Ternyata ilustrasi luar biasa ini datang dari seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa ITB yang bernama Alvin. Dia terinspirasi dari cerita Luka Dalam Bara yang bersetting di sebuah cafe saat pertemuan-pertemuan mereka. Seringnya bertemu di cafe ini tentu ada alasannya. Selain cafe memang tempat diskusi yang asik, pertengkaran pertama mereka juga  berlatar sebuah cafe di dekat tempat tinggal sementara Bara (saat berkunjung ke Jakarta).

Pada acara Book Talk ini, kami mendapat tips dari Bara untuk menjaga kesehatan sebagai seorang penulis.


Tips Menjaga Stamina Bagi Seorang Penulis :

1. Milikilah Jam Kerja
Dengan hidup teratur, yakni menulis di jam-jam efektif seperti siang hari saat jam 13.00 - 18.00. Bukan begadang di malam hari. Karena kalau begadang, maka keesokan harinya akan lemas dan ngantuk. Padahal pagi adalah waktu yang tepat untuk beraktivitas dengan semangat.

2. Olahraga
Pekerjaan yang paling tidak sehat adalah menulis, begitu aku Bara dalam Book Talk ini. Karena ia akan betah duduk lama sambil memandangi laptop. Tidak bergerak sama sekali. Jadi biasakan olahraga. Yang murah saja, seperti lari atau jalan. Buat para cewe-cewe, jalan ke mall itu juga bagian dari olahraga. Asal pas di mall-nya jangan naik eskalator, apalagi lift. Naik-turun tangga juga dinilai olahraga penguatan stamina bagi Bara.

3. Perbanyak Minum Air Mineral
Kalaupun terpaksa begadang, Bara sangat menghindari minuman ber-kafein seperti kopi atau teh. Ia lebih memilih banyak minum air mineral agar sehat.

4. Membaca Bahasa Tubuh
Karena tubuh manusia itu bisa mengeluarkan sinyal-sinyal tertentu saat sedang sakit atau ada masalah, maka Bara mengingatkan bahwa penting membaca bahasa tubuh dan jangan mengabaikannya.

5. Memenuhi Nutrisi Otak
Ini makanya Bara suka banget berada di co-working place sebagai tempat andalan untuk menulis. Karena selain ada yang melayani saat ia membutuhkan sesuatu, ia juga tidak perlu repot untuk masak sendiri kala sinyal tubuh menunjukkan rasa lapar ataupun haus.





Karena jarum jam saat itu sudah menunjukkan pukul 13.00, maka dengan berat hati acara Book Talk & Meet and Greet ini terpaksa disudahi oleh sang moderator (yang juga editor dari buku Luka Dalam Bara). Sudah puas? Hehhee...rasanya belum siih...masih banyak keingintahuan kami terhadap buku ke-11 dari Bernard Batubara. 

Seperti biasa, dalam sebuah acara kurang lengkap rasanya tanpa mengabadikannya dalam sebuah jepretan foto. Selain mengantri untuk book-sign, aku juga menyempatkan diri berfoto bersama Bara dan Alvin.


Bersama Bernard Batubara. Suer! Doi orangnya ramahnya kebangetan.

Bareng sang ilustrator Luka Dalam Bara, @alvinxki. 


Terima kasih atas undangannya Kang Koko Nata dari Noura Publishing.
Sampai jumpa di keseruan acara berikutnya lagi yaa...sahabat.


Salam hangat,














41 comments:

feature,

Mengenali Gaya Belajar Anak

Thursday, April 27, 2017 Lendy Kurnia Reny 40 Comments

Assalamu`alaykum,

Bunda-bunda yang berbahagia...pernahkah kita menemui anak yang susah banget diajak belajar? Atau sudah dikasih tau bolak-balik, tapi masih juga gak ngerti.

Kesel, sebel dan gemes...kemudian seringkali tercetus 12 gaya populer, seperti mengancam, membandingkan atau malah meremehkan.
Kalau sudah begini, si anak akan makin malas belajar.

Efek domino dalam pengasuhan inilah yang harus kita cari akarnya. Apa yang bisa kita perbaiki agar anak nyaman saat belajar. Bahkan tanpa disuruh dan bisa menangkap pelajaran dengan mudah.





Melalui seminar yang saya hadiri pada hari Sabtu, 15 April 2017 di Miko Mall dan ternyata selaras dengan materi Bunda Sayang di komunitas Institut Ibu Profesional (IIP). Maka saya akan menampilkan materi 3 Gaya Belajar Anak beserta tips mengoptimalkannya, yaitu :

Auditory
Belajar dengan mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

Visual
Belajar  dengan citra visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

Kinestetik
Belajar menggunakan segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait dengan gerakan.



Untuk mengenalinya, kita harus tahu dahulu ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar tersebut.
Berikut ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar :



Gaya Belajar Auditori
(belajar dengan cara mendengar)

Lirikan ke kiri/ke kanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Untuk itu maka ibu/guru sebaiknya memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibanding dengan mendengarkan.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.


Ciri-ciri gaya belajar auditori :

🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
🌷Penampilan rapi
🌷Mudah terganggu oleh keributan
🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
🌷Biasanya ia pembicara yang fasih
🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visual
🌷Berbicara dalam irama terpola
🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara




Gaya Belajar Visual 
( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan ke atas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata/penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar. Metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak di titikberatkan pada peragaan/media. Mengajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. Seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.


Ciri-ciri gaya belajar visual :

🌷Bicara agak cepat
🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan
🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan
🌷Pembaca cepat dan tekun
🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
🌷Lebih suka musik
🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.




Gaya Belajar Kinestetik
(belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)


Lirikan ke bawah bila berbicara dan berbicaranya lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan mengeksplorasi sangatlah kuat. Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan


Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

🌷Berbicara perlahan
🌷Penampilan rapi
🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek
🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
🌷Menyukai permainan yang menyibukkan
🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka.
🌷Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.



Sudah terbayang gaya belajar ananda apa, Bunda?
Saya pertama kali dapat materi ini, yang saya lakukan malah mengidentifikasi diri sendiri dulu. Karena prinsip saya, bagaimana saya mau menuntun anak kalau saya tidak mengenali diri sendiri?

Tidak ada kata terlambat selama ia masih mau bergerak berubah kan yaa...

Naah...sekarang dikasih Ibu Septi strategi untuk masing-masing gaya belajar di atas. Simak yuuk...biar bisa mengoptimalkan kemampuan anak.


Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

📝Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
📝Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
📝Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
📝Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
📝Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan membiasakan mendengarkan sebelum tidur.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

📝Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
📝Gunakan warna untuk meng hi-lite hal-hal penting.
📝Ajak anak untuk membaca buku-buku ber-ilustrasi.
📝Gunakan multi-media (contohnya : komputer dan video).
📝Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam bentuk gambar.



Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

📝Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
📝Ajak anak untuk belajar sambil meng-eksplorasi lingkungannya
(contoh : ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
📝Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
📝Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
📝Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.



Sudah dapat pencerahan, Bunda?
Maka Bunda bisa mulai mengamati gaya belajar anak dari bagan berikut



Dan pesan Ibu Septi bahwa perjalanan pengamatan gaya belajar pada anak ini tidak bisa dilakukan satu atau dua hari lalu dapat kita simpulkan. Namun butuh waktu berhari-hari hingga kita yakin betul, mereka benar-benar berbinar saat melakukan aktivitas apa?

Dengan begitu,
dengan gaya belajar tersebutlah kita optimalkan perkembangan fitrah belajar anak.

Don`t teach me, 
Because i love to learn


📚Sumber Bacaan :
Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009
Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014
Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016


Selamat membersamai anak dalam menemukan fitrah belajarnya, Bunda.


Salam hangat,







40 comments:

feature,

Drama Keluarga : Marriage Contract

Monday, April 24, 2017 Lendy Kurnia Reny 38 Comments

Assalamu`alaykum,

Uda lama aja gak apdet soal Drama Korea yang aku tonton yaa...
Sekarang aku mau bahas drama kawin kontrak. Dih...tema begini udah cukup sering dijadiin bahan cerita yaa...

Dari jaman jebot, sebut saja Full House (2004).
Ini kisah fenomenal yang tak lekang oleh waktu. Siapa yang gak kenal couple ini? Rain sama Song Hye Kyo. Semenjak memerankan karakter dalam drama Full House ini, karir mereka melesat bak roket ((hoo...)).

Ada lagi?
Banyaaakk...ternyata. Ini beberapa Drama Korea dengan tema kawin kontrak yang aku tau. Dan kesemuanya, bikin aku melting dan berakhir pada baper berkepanjangan. Padahal kisahnya klasik kan yaa...?

* Lie To Me (2011)
Lead Male : Kang Ji-Hwan
Lead Female : Yoon Eun-Hye

* The Prime Minister and I (2013)
Lead Male : Lee Beom So
Lead Female : Im Yoona

* Fated To Loved You (2014)
Lead Male : Jang Hyuk
Lead Female : Jang Na-Ra



Kalau ditanya mana yang paling disukai...? Ntar aja jawabnya yaa...setelah aku ngebahas drama Kawin Kontrak ala Korea yang satu ini.




Judul : Marriage ContactGyeolheun Gyeyak / 결혼계약 )
Penulis : Jung Yoo-Gyung
Sutradara : Kim Jin-Min
Genre : Drama, Romance, Family
Network : MDC
Episode : 16 eps


Drama yang diperankan oleh Lee Seo Jin (sebagai Han Ji-Hoon) dan Uee (sebagai Kang Hye-Soo) ini terbilang sukses membuat penonton berderai air mata. *Uhhuuk...apa akunya yang gampangan yaa...??

Berawal dari kisah hidup Hye-Soo yang mengalami serba kesulitan. Dari mulai ditinggal suaminya meninggal, ia harus mengurus seorang anak perempuan buah pernikahannya dengan mendiang suaminya yang kini berusia 7 tahun. Dan ternyata, si mantan suami meninggalkan utang dalam jumlah besar sebelum meninggal. Yang jadi misteri, uang itu digunakan untuk apa? *sampai ending drama ini, malah gak dibahas. Sayang banget yaa...?!? Mungkin sutradaranya sudah lelah...

Belum lagi, Hye Soo mendadak didiagnosis sama dokter bahwa hidupnya tidak lama lagi karena mengidap penyakit tumor otak. Dan ia masih punya harapan memperpanjang hidupnya asalkan mendapatkan pengobatan (semacam kemoterapi).



Fokus berikutnya adalah kehidupan si tokoh pria, Han Ji-Hoon. Ia seorang pemilik restoran keturunan keluarga kaya ((seperti biasa)) namun playboy. Gemar berganti pasangan dan sangat kasar. Dingin, nyebelin dan hobi marah-marah. Pada suatu hari, ia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa ibunya harus segera melaksanakan transplantasi liver. Kalau tidak, umurnya gak akan panjang lagi.

Panik dan ia mengatakan kepada sahabatnya bahwa akan menikah dengan perempuan yang rela menyumbangkan hatinya untuk sang ibu dan sanggup membayar kompensasi sebesar apapun.

Ternyata Hye-Soo yang saat itu sedang magang di restoran Ji-Hoon gak sengaja mencuri dengar pembicaraan tersebut. Dan ia menyatakan secara gamblang bahwa ia bersedia menjadi perempuan yang dimaksud.

Pernyataan si cewe tentu gak langsung diterima oleh oppa nyebelin ini. Dia masih berusaha mencari cewe lain yang kiranya pas buat jadi istri bayaran. Ini ada adegan audisi segala....dan lucunya, yang di audisi cuma satu cewe. Haahha....dan uda kliatan tuwir. 
Spontan Ji-Hoon nolak dan akhirnya melabuhkan pilihannya pada Hye-Soo. Hye-Soo pun gak segera mau...ada tarik ulur gitu laah....

Tapi endingnya mau siih...*eaaa....



Dimulai dari mempersiapkan kontrak pernikahan yang di tanda tangani kedua belah pihak. Bahwa kawin kontrak ini akan berakhir ketika operasi liver yang dibutuhkan telah terlaksana. Dan sebagai imbalannya, si cewe minta tolong untuk dibayarin utangnya kepada rentenir (yang tadi aku ceritain diatas, utang suaminya yang cukup besar) dan dicukupi kebutuhan anaknya yang bernama Cha Eun-Sang sampai ia dewasa dan mampu membiayai dirinya sendiri.

Cool!

Ji-Hoon menyanggupi apa yang diminta Hye-Soo. Dan berikutnya adalah menyiapkan foto pre-wedding untuk membuktikan kepada pihak Rumah Sakit bahwa ia dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri. Karena dengan begitu, operasi transplantasi akan lebih mudah dilakukan ketimbang mencari donor dari orang asing. Itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses yang sulit pula.

Kemudian mereka mendaftarkan pernikahan (pura-pura) mereka ke KUA di Korea. Hehhe...KUA, Kantor Pencatatan Sipil gitu deeh...

Dan proses ini gak mudah, karena mereka melibatkan seorang anak kecil berusia 7 tahun untuk ikut di wawancara dengan pihak Rumah Sakit terkait `Benarkah Ji-Hoon dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri?`

Di episode-episode awal, kita akan disuguhkan seberapa gigihnya perjuangan Ji-Hoon untuk memenangkan hati si kecil, Cha Eun-Sang. Dari mulai mengajak bermain ke taman bermain, makan es krim bareng sampai menjemput Eun-Sang ke sekolahnya, semua dilakukan demi diakuinya bahwa ia adalah ahjussi yang akan menjadi calon Papanya.


Iya,
Soalnya kalo bilang mereka nikah kontrak ke anak seusia Eun-Sang, apa yang akan dipikirkan? Takut Eun-Sang gak ngerti.


Maka,
berhasilkah mereka menjalankan perjanjian kontrak pernikahan mereka? Bagaimana kisah hubungan Ji-Hoon dan Hye-Soo selanjutnya? Dan pasca operasi transplantasi? Akankah mereka menyudahi pernikahan mereka atau malah saling jatuh cinta dan meneruskan pernikahan yang memang sudah sah di mata hukum?


Aku gak akan kasih spoiler yaa...hehhe...yang pasti drama ini mengeluarkan emosi begitu banyak. Ada seneng, sedih, kesal dan empati di dalam drama sepanjang 16 episode ini. Chemistry yang dimainkan antar pemerannya pun bagus. Bukan hanya Ji-Hoon dan Hye-Soo yang sudah barang tentu menjadi pasangan, namun hubungan Ayah dan anak (angkat) nya juga patut diacungi jempol.



Akting si mungil Shin Rin-ah dalam memerankan karakter Cha Eun-Sang keren banget. Anak sekecil ini bisa memerankan beberapa emosi marah, senang, sedih hingga bercucuran air mata. Hadeeu...gak kebayang ngasih pengarahannya gimana. Dan sebenarnya, ia adalah artis cilik yang sudah sering main drama dengan beberapa aktor ternama. Inget waktu nonton Legend Of The Blue Sea...ada anak kecil yang bisa dengerin gelombang suara hatinya si duyung Jun Ji-Hyun? Dan di Defendant, doi juga main bareng Ji-Sung. Aigoo~~ Kecil-kecil prestasinya uda banyaak banget. Gemesiin memang kalo liat aktingnya yang natural.


Hikmah nonton drama keluarga ini, aku jadi sadar beberapa hal bahwa :


1. Anak di bawah usia baligh tidak seharusnya memahami kesulitan yang dialami orang tuanya.
Sesulit apapun keadaan orang tua, sebaiknya anak tidak diberi tahu. Kalaupun terpaksa karena anak sudah tau duluan, maka diberi penjelasan sesuai dengan otak kecil anak.


2. Memperbanyak kontak fisik dengan anak.
Untuk seorang Ibu bekerja, tidak menjadi penghalang untuk bisa dekat dengan anak. Asal memanfaatkan waktu kebersamaan. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan lahiriah, tapi juga batiniahnya, yang terpenting.

Dalam film ini, seberapapaun lelahnya Hye-Soo, ia selalu memasak makanan untuk anaknya. Sehingga Eun-Sang merasa istimewa meskipun seringkali ditinggal sang ibu bekerja ke sana-ke mari.


3. Melibatkan anak dalam mengambil keputusan keluarga.
Anak juga berhak menentukan apa yang diinginkan dan apa yang bisa membuatnya bahagia. Sehingga selalu melibatkan anak dalam sebuah diskusi keluarga. Tidak menjadi orang tua yang diktator dengan menentukan apa yang menurut orang tua baik.

Diskusi dalam keluarga ini juga melatih berpikir kritis kepada anak. Mereka akan belajar mengambil keputusan dan mengenal konsekuensi.


4. Menjadi pribadi yang fleksibel.
Karena dunia senantiasa berputar, maka janganlah berhenti belajar. Belajar bukan hanya di atas kertas, namun  belajar membaca situasi dan lingkungan sekitar.

Dalam drama ini, si kakek yang diceritakan haus harta, pada akhirnya ditinggalkan oleh istri dan anak-anaknya. Karena menjadi pribadi yang keras dengan prinsip yang ia yakini benar.

Apa gunanya harta melimpah tanpa keluarga dan orang-orang yang dikasihi?


5. Menghargai waktu saat bersama keluarga, karena kita tidak akan pernah tau kapan kontrak hidup kita di dunia berakhir.
Membersamai keluarga dengan sepenuh hati. Memberi hadiah dan melakukan segala hal yang terbaik, ini yang dilakukan Ji-Hoon untuk membuat hari-hari Hye-Soo bahagia.




Bagaimana dengan kita?
Sudahkan kita memberi waktu terbaik untuk keluarga?




Terima kasih yang sudah membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam hangat,















38 comments: