Dorama Jepang,

Rich Man Poor Woman (2012)

Tuesday, July 03, 2018 Lendy Kurnia Reny 36 Comments

Bismillah,

Mulai masukin kategori baru di blog lendyagasshi.
Hiihii...

Yyuhhuu~~

Aku dulu menobatkan diri sebagai Dorama Jepang addict!
Iyaa...
Saat Drama Korea belum begitu booming seperti sekarang.


Duluu...rasanya malas nonton drama Korea.
Sudahlah bahasanya aneh (intonasinya itu looh...kesannya lebbaii)) dan konyol sekali. Dramanya kayak gak ada pesan yang mendalam giittuh...

Ehh...lha kok suami (dulu masih pacaran) beralih ke Korea (sesuatu yang aku benci...)
Mulailah doi meracuni dengan drama Korea.
Penting banget doi nge-burn drama Korea di dvd (( jaman yamono...belom usum flashdisc, cyiin )) lalu dikirimkan ke rumahku (( FYI, kami dulu LDR alias Long Distance Relationship. Doi kuliah di Bandung, sedangkan aku di Surabaya )).


Nyatanyaaa...
Sesuatu yang aku benci, sekarang malah bisa bikin aku kesengsem.
Huhuu~~

Dan jadi susah banget mau balik nonton dorama Jepang. Karena memang atmosfernya sungguh jauh berbeda. Dan lagi, dorama Jepang sekarang kok rasanya mandeg yaa...? (( apa karena aku gak download, jadi gak tau link downloadnya?? ๐Ÿค” ))


Finally,
Tadaimaaa...


I feels like come home again, beib...setelah download drama Koreanya Suho "Rich Man, Poor Woman".


Inget banget aku punya versi Jepangnya di hard disk. Dan memang aku belum nonton karena pas tahun ini, bisa dibilang, masa-masa transisiku dari Jepang ke Korea. Alasanku nonton, karena aku gak dapet klik-nya saat nonton yang versi Korea ((baru nonton eps 1 siih...tapi, ngebosenin gittu...)), jadi coba deeh...nonton yang versi aslinya.



Judul Rich Man, Poor Woman Ricchiman Puauman / ใƒชใƒƒใƒใƒžใƒณ、ใƒ—ใ‚ขใ‚ฆใƒผใƒžใƒณ )
Penulis : Naoko Adachi
Sutradara : Jun Matsumoto
Genre : Comedi, Romance
Network : Fuji TV
Episode : 11 eps 



Plot ceritanya mengenai persahabatan, ketulusan, usaha yang bersungguh-sungguh dan tak lupa dibumbui dengan kisah cinta yang lovey-dovey banget deeh... (( ku sukkaa...bikin deg-deg melting )).

Pemerannya, bukan wajah asing kok..kalo kamu sering nonton drama Jepang.
Yup,
Doi Shun Oguri yang berperan sebagai bos besar sebuah perusahaan IT-technology Next Innovation, Toru Hyuga. Hyuga-san ini terkenal dengan kepribadian yang menjengkelkan, meskipun engga kasar, tapi sarkastik. Idenya di bidang IT-technology membuat perubahan besar dalam kehidupan Jepang. Sederhana, namun bisa bermanfaat untuk banyak orang, itu cita-cita sederhananya.


Even a single person can change the world.
Make the impossible, POSSIBLE
Break the shackles of old values
and discover a new common sense
NEXT INNOVATION
will give a shock to the world



Hyuga-san tidak bekerja sendiri, ia bersama Kosuke Asahina (yang diperankan oleh Arata Iura) untuk membangun perusahaan sebesar Next Innovation seperti saat ini. Kesuksesan yang diraih gak main-main, dengan keuntungan sebesar 300 miliar yen, Next Innovation terus berkarya.

Hingga proyek selanjutnya, Hyuga ingin menggandeng kantor pemerintahan. Alasannya sederhana, ia tidak ingin profit yang besar, namun ingin program ciptaannya merambah hingga usia lanjut. Ia ingin IT dikenal dan digunakan untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Maka ia menciptakan sebuah program yang diberi nama Personal File.

Di Jepang, jika bekerja, maka seharusnya dapat jaminan pensiun. Jika ia menghitung pendapatannya dengan benar. Namun masalahnya, tak semua orang peduli akan hari tua ini. Mereka sibuk bekerja dan bekerja. Dan Personal File ini hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa digunakan berbagai kalangan, karena interface yang mudah digunakan, sederhana dan sangat cepat.

Kita hanya memasukkan nama-usia dan pendapatan rata-rata per-bulan, maka software tersebut akan langsung mampu berhitung, sebesar apa tunjangan yang kita dapat ketika sudah berumur 65 tahun dan seterusnya...

Sangat praktis bukan?




Namun kekurangannya, Hyuga-san memiliki penyakit prosopagnosia (yaitu sebuah penyakit yang tidak bisa mengingat wajah dan nama seseorang walaupun baru beberapa detik bertemu). Penyakit ini timbul karena ia pernah kehilangan Ibunya. Bukan karena meninggal, namun karena Ibunya meninggalkannya begitu saja. Dan baru aku tau, ternyata ini penyakit genetik. Jadi Ibunya pun memiliki penyakit yang sama. Makanya ada salah satu scene yang menceritakan saat Hyuga bertemu dengan sang Ibu di kampung halamannya, namun sang Ibu hanya menganggap Hyuga orang asing. Ia bercerita ke sana-ke mari mengenai seorang pemuda yang dianggapnya hebat. Sukses, sering masuk TV dan kaya raya. Mengangetkan!
Yang diceritakan itu adalah anaknya sendiri, Toru Hyuga yang ada di hadapannya.

Uww~~

Hatiku ikut sakit waktu lihat scene ini. Betapa Hyuga merindukan sosok Ibu yang selama ini hanya bisa ia kenang melalui namanya, Sawaki Chihiro.



Oke,
Selanjutnya...kenapa Hyuga bisa perlahan menyembuhkan penyakitnya ini? Padahal ia tidak sekalipun ke dokter dan minum obat. Apalagi ke psikolog atau psikiater.

Ternyataaa...yupyup!
Obatnya adalah C.I.N.T.A.

Pertama kali Hyuga menawarkan kerja karena ingatan Natsui Makoto ini kuat banget


Hhaha...semudah itu yaa?
Penyakit yang udah tahunan, dan sampai dikeluhkan sama pegawainya, karena sudah bertahun-tahun kerja bareng Hyuga, tapi yang diingat hanya Asahina. Lainnya?
Doi selalu pasang wajah cuek gak berdosa.
(( gak ada yang salah kok...kalok kamunya uda ganteng, Hyugaa~~ hahhaa...emakgenit! ๐Ÿ˜ ))


Berawal dari recruitment pegawai Next Innovation. Karena perusahaan ini gemar sekali memecat pegawai yang gak produktif selama 3 bulan. Jadilah dibuka job fair besar-besaran di kantornya Hyuga. Presentasi Hyuga seperti biasaaa...mengagumkan.

Namun,
enggak buat pegawai baru.

Mereka merasa diremehkan. Padahal awalnya mereka diminta untuk membuat sebuah inovasi melalui kata-kata penyemangat yang diunggah Hyuga di iklan internet web Next Innovation "Ubahlah dunia dari yang tak mungkin, menjadi mungkin."
Namun giliran mereka menjawab apa yang ditanya oleh Hyuga saat presentasi, Hyuga dengan angkuhnya mentertawakan impian-impian si calon pegawai baru ini.


Termasuk Natsui Makoto (diperankan oleh Satomi Ishihara).
Mendadak Hyuga menghampirinya dan mempertanyakan hal di luar dugaan.

"Sudah berapa kali kamu melamar pekerjaan?"


Pertanyaan seperti itu untuk Natsui adalah menyakitkan, jenderal!
Karena dia sudah 30 kali ditolak oleh perusahaan besar di Jepang. Padahal ia lulusan Tokyo University looh... Universitas TOP nya Jepang.

Memang saat ini ia sedang melanjutkan program master, sehingga bekerja adalah impian agar ia bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Bagaimana kelanjutannya...?
Kok akhirnya Natsui bisa bekerja bareng Hyuga?
Malah berakhir dengan a love relationship.


Menarik deeh...
Karena yakin, yang hobi nonton drama...antara Jepang sama Korea ini jauuh sekali misinya. Aku selalu dapat insight menarik yang sangat terlihat jelas saat menonton drama Jepang. Seperti :


1. Etos kerja yang luar biasa

Mereka ini hidup seolah-olah bekerja adalah hidup mereka. Hingga seringkali mereka lupa cara untuk membahagiakan diri.
Namun karena ini drama dengan genre komedi, jadi gak begitu kelihatan seriusnya. Padahal di kehidupan nyata, Jepang itu orangnya seriius banget nget!

Para pegawai Next Innovation.
Aku kok kagum sama atmosfer tempat kerjanya Hyuga ini, bahkan ada yang pake singlet doaank gituuu...dibiariinn ๐Ÿ˜…


2. Lawanlah orang yang menyakitimu dengan prestasi

Ini agak sulit yaa...ketika ada yang melukai, apalagi sampai berkhianat alias nusuk dari belakang, lalu kitanya diem aja.

Awalnya Hyuga speechless, gak percaya...
Bahwa usahanya yang dibangun bertahun-tahun bersama sahabatnya, Asahina-san...malah diambil alih oleh Asahina. Sedangkan ia sendiri, malah dipecat.

Absurd banget kan yaa...

Padahal Next Innovation gak akan bisa berkembang kalau gak ada otak cemerlangnya Hyuga.
Lalu, apa yang bisa dilakukan Hyuga setelah dipecat dari Next Innovation?



Jadi gembel bareng Natsui.
Hhahaa....serius deeh...

Hyuga ini gak tahu caranya memutar uang, berinvestasi dan lain-lain. Yang ia tau hanya mengembangkan program. Jadi lepas dari Next Innovation, ia bener-bener puyeng, ngelamun dan gak jelas mau ngapain. Natsui tentu stres doonk yaa...

Dengan menjual semua aset, Hyuga membangun perusahaan IT yang baru kembali. Meskipun tanpa ada yang membantu, Hyuga memberi nama Great Wall. Ternyata, memang dasarnya orang baik, ia malah memperbaiki program yang diambil alih oleh Asahina dan diam-diam menyusupkan ke database Next Innovation.

Karena kebaikannya ini, 3 orang pegawai Hyuga yang tau banget bagaimana karya original bosnya dulu, langsung berpindah haluan. Mereka dengan sukarela ikut ke perusahaan baru Hyuga, Great Wall.

((terharuuu bangeett))



3. Fokuslah pada kemampuanmu

Iyayaa..kebayang kalau Hyuga ini serba bisa. Waah...sempurna banget.
Tapi nyatanya, dorama Jepang selalu terlihat kekurangannya ((termasuk di bagian make-up. Cowo dan cewe Jepang gak pernah terlihat benar-benar flawless. Pasti ada bintik atau kerutan alami wajah))


Baca juga yuuk...




4. Komunikasi

Lagi-lagi ini masalah hati. Asahina sebenarnya sahabat yang baik. Ia tidak ada niat untuk merebut Next Innovation. Yang ia mau hanyalah Next Innovation menjadi perusahaan nomer 1 di Jepang. Dalam bidang apapun.
dan itu tak akan terjadi selama Hyuga yang menjadi pemimpin perusahaan.
Karena filosofi mereka tidak pernah sejalan.

Hyuga lebih ingin IT program ciptaannya bermanfaat untuk banyak orang, ...

Karena sesungguhnya,
dalam IT, kita selalu bisa menemukan elemen manusia di dalamnya.

Jadi jangan terlalu mendewakan uang dan kepintaran.

Kurang lebih begitu maksud Hyuga yaa...
Bahwa ada persahabatan, ketulusan orang-orang yang mendedikasikan waktunya dan keluarga.



5. Ini bagian terpenting dari ending cerita ini, jadilah dirimu sendiri.
Mungkin kita semua paham dengan kata-kata Be Your Self ini. Bahkan Asahina saat di penjara mengatakan hal ini pada Hyuga, saat Hyuga curhat masalah hubungannya dengan Natsui.

Dan tak banyak yang dapat disampaikan Asahina selain
"Lakukanlah seperti yang biasa kamu lakukan."

Makin puyeng Hyuga dapat jawaban begini.

Emm, happy ending kok...yeorobuun~~

Ini dorama menyegarkanku kembali dengan beberapa dorama yang pernah mewarnai hidupku. Kaya kisah cinta sepanjang masanya Makino Tsukushi dan Domyouji Tsukasa di Hana Yori Dango. Duuduu...ini drama aku puter entah berapa ribu kali, yeorobuun...

Dan kala itu, si Shun Oguri masih jadi secondlead male.

Aah~~
aitakattaa...


Adakah sahabat lendyagasshi mengalami hal yang sama?
Oh yaa...
Dan nanti setelah nonton Rich Man Poor Woman versi Korea, aku bakalan ulas juga yaa...
Menarik sekali melihat drama adaptasi.

Akankah masing-masing memiliki originalitas yang unik?
Tunggu di blogpost aku berikutnya yaaa....



Salam hangat,


You Might Also Like

36 comments:

  1. Kebetulan bangett lagi nyari referensi JDorama mbakkk
    TFS utk sharingnyaa mbak LEndy ^_^

    ReplyDelete
  2. hahahaa...
    jadi ceritanya dulu ga suka korea nih mbak? :D
    terus jadi cintrong se cintrong-cintrongnya ya? biasa mbak, itu biasa hahhahaaa

    film dari begeri gingseng memang punya pesona sendiri mbak, mereka bisa memikat kita dengan sesuatu yang kita idam-idamkan, menurutku sih

    yang jelas memang drakor itu memikat, sekali nonton bakalan penasaran episode selanjutnya

    ReplyDelete
  3. Elah, jd yg Korea itu dari Jepang toh? Aku jarang nonton Dorama, paling seneng animenya sih. Kalau anime oke baru kutonton doramanya. Ini aku baru lirik2 dorama lain. Mungkin next time nonton Rich Man juga

    Btw, penyakitnya gitu amat ya. Pasti sedih tuh denger orang ngomongin kita tp gak tau bahwa kita di depannya

    ReplyDelete
  4. Wah. Kaya judul buku Robert T Kiyosaki hehehehe. BTW aku sering ngereferensikan film yang diblog ini ke adikku soalnya suka banget nonton film drakor. ditunggu review berikutnya

    ReplyDelete
  5. Sukaaak sama drama ini. Aku udah nonton. Direkomen sama suami. Dan emang seru sih :D Udah gitu ini ada lanjutannya kan ya. Lanjutannya difilm-in selama 2 jam. Makin lengkap kalo nonton semua :D

    ReplyDelete
  6. Aduh kayaknya bagus nih. Aku jadi dapat referensi drama Jepang yang jarang aku tonton. Dunia IT suamiku banget sih. Pada introvert gitu nggak orang nya?

    ReplyDelete
  7. Ternyata ada juga penyakit seperti itu ya? Tidak bisa mengingat wajah dan nama orang lain, padahal baru saja bertemu?
    Jalan ceritanya, kayaknya seru. Jadi penasaran.

    ReplyDelete
  8. Ceritanya bagus, tapi aku ga punya banyak waktu buat nonton sampe abis. Huhu

    ReplyDelete
  9. Suamiku harus lihat nih, Mbak. Pas banget kan tentang IT. Biar makin semangat dan innovatif. Syukur2 bisa ke Jepang juga. Aamiin (eh, ini kepengennya si istri kalo habis nonton film jadi pengen jalan2. Hehe).

    ReplyDelete
  10. aku belum pernah nonton nih pengen minta suami nonton juga btw klo Jepang emang etos kerjanya mantap ya teh

    ReplyDelete
  11. Asyikkk punya nambah deh teman yang suka dorama dan drakor
    Untuk saya ini obat stress Dan me time
    Ttg "rich man poor woman ", saya kok kurang sreg pemeran perempuannya ya?
    Konon drakor nya lebih parah he he he ������

    ReplyDelete
  12. Wah Korean drama, ini yang sangat jarang saya lakukan. Nyobain nonton ah sekali-kali. Salam hangat. Salam kenal.

    ReplyDelete
  13. Unik ya penyakitnya... Inget jmn dulu banget pernah jg nonton satorare, yg suara di pikirannya bisa kedenger semua orang itu loh, seru hihi...

    ReplyDelete
  14. Wuihh lupa ingatan walau sebentar bertemu. Ini lebih parah dari amnesia yang biasanya ada di berbagai drama itu ya mbak, pengin nontno film ini jadinya, hehehehe

    ReplyDelete
  15. Aku mah ga kuku nonton film korea atau jepang mah xixixi..Terakhir nonton Oshin zaman jadul.. Memang Jepang keren etos kerjanya :)

    ReplyDelete
  16. Jadi akutuu dikasih file film ini sama buk manager udah lama, belum ditonton sampe sekarang dan malah tamat duluan nonton yang versi Koriyah :)))

    Tapi Shun Oguri itu aktor favorit aku dari jaman Crows Zero Suzuran School dan Hana Yori Dango jadi siapa ya namanya tuh pokoknya Hwa Ce Lai nya lah doi kalo di Meteor Garden wkwkw

    ReplyDelete
  17. Aku pun merasa adaptasi/remake dorama Jepang buatan korean itu gak ada yg bisa membangun chemistry sebaik Jepang.

    Tapi skrg Jepang juga bikin remake dari salah satu drama korea yg femes pisan, aku jadi penasaran apakah Jepang bisa bikin yg kurang lebih sama atau malah sama-sama gagal, hahahaha.

    ReplyDelete
  18. Wah romantisnya ingin nonton jadinya

    ReplyDelete
  19. OMG, ulasannya komplit banget mbak Lendy. Aku kemarin sempat beberapa kali ingin nonton Rich man poor woman di VIU, tapi banyak kali deretan drakor yang airing yang pingin aku tonton.hahahahah

    ReplyDelete
  20. Saya tidak banyak tahu ttg drama korea . Setidaknya setelah membaca artikel ini saya bisa tahu kalo jalinan cerita drakor itu bagus2 ya. .

    ReplyDelete
  21. Aku kebalikannya, sekarang aku ngikutin drama Jepang haha :D
    Tapi aku jg msh sesekali nonton drakor sih :D
    Btw pesannya mantep tu terutama yg membalas org yg menyakiti kita dengan prestasi :D

    ReplyDelete
  22. Namanya Hyuga :D kaya pemain bola di tsubasa

    Btw aku juga ga begitu suka drakor tapi kalau sekalinya nemu drakor yang seru bakal dijabanin sampe abis, haha makanya skrg ga mau coba2 lagi nonton drakor takut ketagihan karena belum bisa nyesuain waktu antara nonton sama urus anak, wkwkwk

    ReplyDelete
  23. Eh baru tau kalo penyakit gt keturunan. Dan obatnya adalah Cinta ,hehe. Mbak liatin drakor yg kadang keluar air mata pas kapan sih biasanya? Malem pas smua tidur gt? Hehe. Soalnya aku juga pengen ngeDrakor haha :D

    ReplyDelete
  24. Udah lama banget gak pernah nonton drama Jepang deh. Inget ama tokyo Love story aja.
    Aniwe, pesan rich man poor woman bagus ya. Buat saya pesan jadilah diri sendiri itu yg paling ngena di hatiku.

    ReplyDelete
  25. ya ampuuuuun mba. Aku baca resensinya gimanaaa gitu hehehe. Tapi memang bagus ya..besok mau main ke Jepang lagi, jadi pengen nonton TV drama meteka langsung deeeh

    ReplyDelete
  26. Ceritanya seru... urusan workaholic, di Jepang bener banget gitu mbak. Temanku kerja di sana sampai ada aturan jam 9 malam komputer otomatis mati. Kalau ga gini, ga ada yang pulang :))

    ReplyDelete
  27. Aku bukan penggemar korea, sukanya film yang cowoknya gagah perkasa, berotot, dan pemain film korea beda banget ama itu...jadi...hihi...

    ReplyDelete
  28. Huaaa aku udah lama ga berkutat dalam perkorea an, jadi ingin nge drama lagi

    ReplyDelete
  29. Ya ampyun lengkap sekalee, kapan ya aku nonton lagi hahhaha btw Teh Steve Jobs juga pernah dipecat dari Apple lho๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  30. Menarik juga ya ceritanya, awalnya (pas lihat di VIU) aku pikir nggak bagus. Ntar nonton ah

    ReplyDelete
  31. Jadi tahu sejarahnya Teteh suka Korean Drama deh

    ReplyDelete
  32. HAhaha sampe sekarang aku masih suka dorama Jepang, walau bagaimana pun dorama tetap ada di hati, terakhir nontonJP Confidence Man, Rich Man Poor Woman sudah sering wara-wiri di Viu tapi belum sempat nonton

    ReplyDelete
  33. Hmm...nggak ngerti yang beginian deh Ibu Paus mah hahaha. Tapi setuju banget yang ini: JADILAH DIRIMU SENDIRI.

    ReplyDelete
  34. Saya ga paham film-film walau selalu ada hikmah yg diambil di dalamnya.. Sebetulnya suka sih nonton tapi bentroks sama yg lain heu.... Tadi saya pikir review bukunya Robert teh xixixi...

    ReplyDelete
  35. teh, itu mah salah satu film kaporit akooh.
    aku suka sama 2 orang itu, lucu ngeliatnya. haha

    aku belum liat yang versi korea sih, mungkin nanti kalau tergerak hatinya =DD

    ReplyDelete
  36. Banyak nilai nilai nya ya teh dari film ini. Kereeen. Teh, mau tanya kalau teteh biasanya nonton Korea pas malem anak anak udah tidur apa gimana? Soalnya kalau sri jam biasa jadi kebawa nonton kartun sama anak wkwkwk

    ReplyDelete