Blogger,

Menghadiri Press Release Single ❞Jangan Dipaksa❝ - Rissa feat. Dodhy Kangen Band

Tuesday, August 29, 2017 Lendy Kurnia Reny 43 Comments

Assalamu`alaykum,


Apa yang kamu lakukan kalau diberi waktu untuk mempelajari sesuatu dalam waktu yang lama? Bakalan bosan? Jenuh? Dan patah arang?
Atau malah merasa tertantang? Makin semangat hingga tujuan utama tercapai?

Naah,
uda pada kenal belum sama Rissa? Aktris kelahiran 1995 yang akrab dipanggil Icha ini mengawali karirnya di dunia entertainment justru dari akting. Wajah cantiknya bolak-balik kita lihat nongol di FTV dan serial terbarunya adalah sinetron ”Ayu Ting-Ting Anak Depok.”

Doi gak puas hanya jadi pemain sinetron, maka kali ini Icha merambah ke dunia tarik suara. Bersama Dodhy ”Kangen Band” sebagai pencipta lagu sekaligus teman duet dalam lagu single terbarunya yang berjudul ❞Jangan Dipaksa❝, kamu bakalan diajak untuk menikmati indahnya lagu mellow-merana kaya lagu hits era 2000an awal.




Bertempat di cafe Braga Punya Cerita, kami (para tamu undangan blogger) dan sahabat media serta jurnalistik di daulat untuk menyaksikan sendiri keseruan persahabatan Rissa dengan Dodhy yang menuturkan kisah terbentuknya single terbaru Jangan Dipaksa❝. 


cafe Braga Punya Cerita

Suara khas Rissa yang serak-serak sexy serasa pas saat melantunkan lagu ini, and did you know, gengs...? 
Tenyata membutuhkan waktu 5 tahun untuk memantapkan hati Dodhy saat meminang Rissa sebagai teman duetnya. Dikarenakan Rissa yang bukan dari latar belakang penyanyi dalam mengawali karir. Dan Rissa dengan sabar tanpa putus asa terus berlatih vocal hari demi hari.
Dari mulai suara yang out of tone, sampai saat ini saat kamu mendengarkan single Jangan Dipaksa❝ ini, kamu gak bakalan percaya kalo Rissa gak bisa nyanyi. Wooww....

Lagu awal yang diberikan kepada Rissa sebenarnya bukanlah lagu mellow Jangan Dipaksa❝ ini. Melihat kepribadian Rissa yang ceria dan heboh, Dodhy memberikan lagu dangdut. Lalu kemudian lagu up-beat. Dan barulah Dodhy merasa klik saat memberi lagu Jangan Dipaksa❝ ini.


Rissa

Lyric (reff) Jangan Dipaksa
Penyanyi : Rissa featuring Dodhy (Kangen Band)

.....

Dan aku harus berkata apa
Jika tak jodoh jangan dipaksa
Nanti kecewa dan menderita
Kemasi cinta lalu pulanglah...

Dan aku harus bicara apa
Kamu dan aku tidak berdaya
Lupakan saja kenangan kita
Asmara kita tinggal cerita...

......


Lagu ini mengisahkan tentang hubungan jarak jauh alias LDR (Long Distance Relationship) yang harus kandas di tengah jalan, karena keduanya sama-sama menderita. Jika hubungan ini tetap dipertahankan, maka akan sia-sia dan sama-sama sengsara. Endingnya, mereka akan mengakhiri kisah sedih mereka sampai di sini saja dan saling melupakan kisah cinta ini.

Sediih memang, namun Rissa mengaku tidak takut hubungannya kelak bersama seseorang yang ia cintai akan berakhir seperti lagu yang dibawakannya ini. Karena sugesti dalam dirinya selalu positif. Dan lagu ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kisah cinta yang menyedihkan untuk dikenang.

Baper gak, gaes?


Ditanya kiat-kiat agar single yang dinyanyikan ini diterima baik oleh masyarakat adalah 

1. Jangan pernah ragu dan takut untuk memasuki dunia baru.
Karena karir Rissa diawali dari dunia akting, maka tidak menjadikan Rissa pesimis akan kalah sebelum berjuang. Rissa bertekad untuk bekerja keras dan ikhtiar semaksimal mungkin, serta tak lupa berdoa untuk dunia tarik suaranya.

Karena dunia apapun yang kamu tekuni, tak lepas dari kerja keras dan mental pantang menyerah. 
Karena masing-masing rejeki sudah ada yang mengatur, maka Rissa tidak merisaukan keputusannya yang merambah dunia baru baginya.


2. Filosofi lagu Cicak-Cicak Di Dinding.
Bagi Dodhy, hidup itu bagaikan lyric lagu cicak-cicak di dinding. Coba deeh...kamu nyanyiin perlahan, dan serap maknanya.
Manusia itu diciptakan lebih mulia dari hewan. Maka jangan ragu jika ingin bergerak, niscaya rejeki akan turun.



Lagu yang berbeda warna dari lagu pada umumnya yang saat ini sedang booming di pasaran, Dodhy sangat yakin ini akan menjadi angin baru bagi penikmat musik. Terutama generasi 2000an yang kala itu sedang hits lagu mellow ala Sheila On 7 atau Ada band, maka Dodhy mencoba menggali potensi itu di era saat ini.

Dodhy yang mengaku mendapat inspirasi dari idolanya (Duta, SO7) dipadu dengan gaya Rissa yang kekinian, maka warna lagu mellow ini akan terdengar semakin pas di telinga. Mau dengerin lagunya? Aku rekam versi akustiknya niih...


**setelah dengerin jangan lupa subscribe yaa, gaes...hiihii...


Masih belum puas dengerin mereka nyanyi akustik? Bisa juga berlangganan salah satu penyedia musik online seperti Joox, Spotify dan kawan-kawannya, maka kamu bisa akses lagu ini secara gratis. Atau bisa juga berlangganan ring back tone nya...



Setelah acara usai, gak afdol kalau gak ada photo session. Haahha...narsis sama artis biar jadi manis. Aiih~~

Bersama si cantik Rissa.
Wajah cantiknya sekilas mengingatku pada istrinya mas Anang. Setuju gak, mas Anang?


Bersama sang istri dari Dodhy (Kangen Band) yang cantik dan setia menunggui suami tercinta.
Eem, so sweet~~


Melihat keseharian para artis ini, tenyata mereka juga sama seperti kita-kita lhoo, gaes...yang repot sama bayik (karena Dodhy dan istri mengajak serta bayi mereka yang berusia 6 bulan) dan keasyikan ngobrol menghabiskan waktu bersama teman di cafe sambil becandaan. Dan Rissa asik banget diajakin ngobrol. Kebetulan kali itu, Rissa didampingi oleh sang ibundanya yang tampak bersemangat meladeni kerumunan para fans anaknya. MashaAllah...


Semoga lagu single ini menjadi pembuka bagi Rissa untuk terus maju di indutri musik. Harapan Rissa dan Dodhy, akan ada proyek berkelanjutan berikutnya di antara mereka.

Sukses terus yaa, gaes....


Salam hangat,
















43 comments:

Blogger,

Bullying Start From Us

Friday, August 25, 2017 Lendy Kurnia Reny 43 Comments

Assalamu`alaykum,


Pingin cerita masa kecil aku dulu...
Jaman aku kecil, digodain dengan memanggil nama Bapak itu adalah sebuah hal yang lucu (menurut mereka yang melakukan) atau manggil aku dengan sebutan `pesek`, pendek, cempreng sampai aku ingat betul, salah satu guru SD negeriku dulu manggil aku dengan sebutan `nenek`. Karena aku luar biasa berisik, kata beliau.

Jaman segitu siih...dipanggil begitu keki juga yaa..belum lagi kan kalau kita udah punya perasaan sama lawan jenis. Pasti ada perasaan malu dan sebagainya. Pernah juga merasa malas berangkat ke sekolah, karena yaa itu...ketemu guru yang begitu...temen-temen yang begitu. Errgg! Rasanya pingin ke planet lain yang isinya orang baik-baik aja gituu... Tapi kan kenyataannya gak bisa gitu juga.

Aku harus tetep sekolah (karena tiap pagi udah dijemput sama supir anter-jemput), dan mau kasih alasan apa sama Ibu? Bisa-bisa malah aku dibilang pemalas...

source : pintererest


Tuuh...
Ngliat lingkungan yang kaya begitu gak sehatnya, aku jadi mikir....mungkinkah bullying itu ada di sekitar kita dan malah kita-lah pelakunya?

Ya,
Kita si orangtua ini.
Kita-kita si orang dewasa ini yang memberi contoh, sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi pem-bully atau jadi korban bullying?


Tulisan aku ini menanggapi blogpostnya mak Nia K. Haryanto dalam Yuk, Waspai Bullying Pada Anak-anak.


Apa itu bullying?
Akhir-akhir ini lagi marak niih...kata-kata bullying. Yang baru-baru ini terjadi adalah bullying kepada dedek Afi Nihaya Faradisa mengenai tulisannya yang mendadak menjadi viral di sosial media dan di baca serta di share sama banyak orang. Tulisannya filsafat banget, brai...buat aku dengan otak science (aahhaii...) agak susah memahami bahasa-bahasa macam begini. Gak sesederhana itu, awalnya si dedek emesh ini dipuja-puji oleh penggemar tulisannya yang dirasa sangat masuk akal. Sampai diundang ke sebuah televisi swasta untuk wawancara. Dan aku nonton saat itu. Haahha....lagi kagum juga ceritanya, gimana bisa anak Sekolah Menengah Atas punya pemikiran luas... Ternyata dugaan aku gak sepenuhnya salah siih....selain doi memang rajin baca (terbukti saat wawancara, jawabnya lancar banget) dan rajin menjiplak tulisan orang lain.

Haah??

Dan apa reaksi publik saat tahu itu bukan karyanya?
Jeddaar!!
Muncullah berbagai reaksi positif dan negatif. Dan yang pasti, lebih banyak negatifnya. Banyak yang ngata-ngatain Afi di media sosial.
Siapa pelakunya?

Ya,
Kita-kita ini...para orang dewasa.

source : pinterest
Bullying yang dalam KBBI disebut dengan risak (yaitu perbuatan mengusik, mengganggu yang dilakukan secara terus-menerus dengan berbagai macam cara) dan dilakukan secara sistematis dari pihak yang lebih kuat kepada pihak yang lebih lemah.

Perbuatan disengaja dan dilakukan secara agresif serta terus-menerus.


Macam-macam Bullying :

1. Bullying Verbal (melalui kata-kata)
2. Bullying Fisik (dengan kekerasan)
3. Bullying Social / Psikologis (dikucilkan)
4. Bullying Cyber (dilakukan di media sosial)

macam-macam bullying

Ternyata hal yang biasa aku terima saat aku kecil dulu itu termasuk bullying lhoo, gaes....sedih  kan yaa... Tapi dasarnya aku anaknya mah cari damai aja...jadi kalau ada yang bikin gak nyaman, aku cenderung menghindari masalah. Cari temen yang bikin aku nyaman aja deh...karena temen yang baik kan...yang mau nerima diri kita apa adanya yaa...


Berikut ini saran yang diberikan mak Nia dalam tulisannya.

1. Membiasakan bertanya kepada anak mengenai aktivitasnya di hari itu.
2. Peka terhadap sekecil apa pun perubahan yang terjadi pada anak. Sebelum semuanya menjadi serius.
3. Lebih dekat dengan anak.
4. Menanamkan sikap-sikap positif, termasuk sikap berani jika diperlakukan semena-mena oleh temannya.
5. Kenali teman-temannya. Termasuk sifat teman-temannya.





Dari beberapa kasus bullying, aku lebih menyarankan :

1. Pondasi Agama.
Kenalkan anak pada sang Penciptanya sejak dini. Dari lingkungan terkecil seperti keluarga-lah kepribadian yang baik bisa terbentuk.

2. Lekat - dekat - sahabat.
Ini kata Bu Elly Risman. Untuk membentuk kepercayaan diri pada anak, maka gak bisa instan. Tapi harus dekat dulu dengan anak. Setelah anak dan orangtua merasa lekat, maka mereka akan menjadi dekat. Setelah dekat, maka antara orangtua dan anak akan menjadi sahabat.
Kalau sudah menjadi sahabat, maka anak tidak akan sungkan lagi ingin bercerita apa saja dengan orangtuanya.

3. Memiliki teman dekat.
Pernah merasa marah, sedih atau galau? It`s normally, gaes...
Semua manusia normal merasakan emosi-emosi seperti itu. Kita namakan emosi tersebut sebagai emosi positif dan negatif yaa...
Jadi,
emosi-emosi tersebut harus disalurkan dengan baik ke saluran yang benar. Salah satunya adalah memiliki teman dekat. Saling curhat akan membantu menyalurkan energi serta emosi-emosi yang dirasakan.

4. Fokus dengan hal-hal positif.
Dengan fokus pada hal-hal positif, kita jadi lupa dengan kejadian negatif yang kita alami. Bisa jadi juga, kalau kita berprestasi di suatu bidang, maka mencegah aksi bullying yang berkepanjangan.

5. Mengajarkan anak untuk berani berkata dan berbuat.
Kalau disakiti terus-menerus, jangan diam saja. Maka beranilah untuk mengutarakan ketidak nyamanan yang dirasakan.

/

6. Mengajari anak untuk banyak bersyukur.
Karena apa yang kita rasakan adalah hal yang terbaik. Maka jangan bandingkan diri kita dengan yang di atas. Ingatlah selalu bahwa kita adalah manusia-manusia yang beruntung dengan segala kelebihan yang kita miliki.


Jadi apakah kita termasuk orangtua yang membully anak (secara tidak sadar)?
Ataukah kita orangtua bersumbu pendek?

Maka jangan heran kalau jaman sekarang makin banyak anak-anak yang masih kecil sekalipun, sudah pandai membully anak lain. Maka, mulailah dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Menjadi keluarga yang bahagia, adalah salah satu cara terbaik membentuk kepribadian anak. Selain itu, si anak pun akan memiliki ketahanan mental yang kuat.


Apakah ada sahabat di sini yang ingin menuliskan pengalamannya?
Atau ingin menambahkan?
Bisa share di kolom komentar yaa...


Haturnuhun sudah membaca.


Salam hangat,





#KEBBloggingCollab Kelompok Yohana Susana.











43 comments:

feature,

Keunggulan Menonton Melalui Aplikasi VIU

Friday, August 18, 2017 Lendy Kurnia Reny 55 Comments

Assalamu`alaykum,


Criminal Minds?
Bride Of Habaek?
Reunited World?
School 2017?

Itu makanan apa siih? Hahhaa...bukan makanan, gaes....itu judul Drama Korea yang sedang jadi incaran aku berikutnya setelah beres ngikutin My Sassy Girl 2017 selama 2 bulan kemarin. Setiap beres nonton Drama Korea yang menguras emosi jiwa, aku selalu baper tingkat dewa. Bawaannya gak bisa move-on dan ujung-ujungnya pasti ngulang-ngulang lagi setiap episode yang sudah ditonton. Cuma buat memuaskan hasrat kekepoanku tentang drama tersebut.

`Mungkin ada kata-kata bagus yang aku lewatin?`
atau ada adegan yang luput dari pengamatanku?


Duuh~
Gemes banget kan?


Dan kamu tau, gaes...ini drama terakhir sebelum Joo Won (pemeran utama pria dalam Drama My Sassy Girl 2017) wamil. Dan itu artinya, kamu gak bisa liat doi di layar kaca selama 2 tahun ke depan.
Hiiks~
Jatuh cinta sama perannya saat menjadi scholarship, membuatku pingin nonton drama Joo Won sebelum My Sassy Girl ini.

Good Doctor.
Yong Pal.
Nodame Cantabile.


Tapi sayangnya, drama tahun lawas sudah gak ada link downloadnya. Biasanya udah dihapus aja, gituu....kaya masa lalu aku sama kamu. Terus kalau aku penasaran banget, aku harus gimanaaa? Eottokee...???

Yap, yap!
Sekarang aku dapet solusinya!

Setelah browsing sana sini, aku memutuskan buat download aplikasi VIU di hape. Dan kamu tau, gaes...? Aku langsung dapet solusi dari apa yang aku impikan selama ini. Yeeay~~


Kdrama addict di rumah kami. Saya dan suami. Kompak!

Abis download aplikasi ini, aku langsung jatuh hati...karena ada 5 keunggulan aplikasi VIU :

1. Koleksi drama Asia lengkap.
Dari drama Korea, Jepang, Indonesia, Mandarin bahkan India pun ada. Lengkap.
Tidak hanya drama, ada juga film layar lebar Indonesia. Coba deh...kamu penasaran sama film apa? Tinggal search ajaa...
Tarraa~~


2. Pengkategorian yang rapih.
Bingung gak ada ide mau nonton apa? Saking banyaknya pilihan?
Kamu bisa pilih berdasarkan kategori yang ditawarkan. Seperti Hot VIU, action, thriller, Romantic-Comedy, Drama, atau Reality Show.

Jadi lebih mudah kan, gaes...?


3. Mendapat 30 hari gratis nonton VIU saat awal download.
Untuk memperpanjangnya, kamu akan memasuki menu VIU Premium. Yang berarti bisa mengakses tanpa batas semua film dan drama yang terbaru dari VIU. Kalau gak memperpanjang gimana? Tenang, gaes...tetap bisa nonton kok...tapi aksesnya jadi sangat terbatas. Drama atau film lawas saja yang bisa dinikmati. Baiik banget kaan si VIU ini....


4. Menikmati VIU dengan download atau streaming?
Keduanya bisa, gaes...
Mau download atau streaming, kita akan ditawari 2 versi, yaitu : HD (Hi-Definition) atau SD (Standard) yang akan mempengaruhi kualitas gambar drama yang kita tonton nanti.
Aku siih...biasanya yang standard aja...uda bagus kok.


5. Substitle VIU bisa dinikmati 8 jam setelah drama ditayangkan.
Buat kdrama addict pasti tau banget derita nonton drama tanpa subs. Bayangin mereka ini ngomong apaaa....cuma bisa mandangin wajah ganteng mereka. Ehheuu~~
Kalau di VIU, gak ada ceritanya gak ngerti. Karena untuk drama yang sedang airing di Korea sana pun, subs nya langsung bisa dinikmati 8 jam setelah airing di Korea. Cepet banget kaan?


Cara download aplikasi VIU

Sudah download, kamu bisa menikmati masa-masa gratisan selama 30 hari, seperti yang aku bilang di atas. Setelah itu, pingin berlangganan, pastinya. Langganan VIU di Tokopedia aja yuuk...

Caranya mudah, tinggal klik tautan aku di atas...


Pemilihan pembayarannya bisa berbagai cara. Mana yang memudahkan, bisa diambil. Yang gak punya kartu debet dengan bank yang tertera atau bahkan gak punya kartu kredit, bisa bayar via Indomart atau Alfamart terdekat. Dengan kode unik, nanti aplikasi VIU Premiummu bisa langsung diaktifkan.

Selain itu, di Tokopedia juga menyediakan beli paket data online. Yang memungkinkan kamu gak terputus saat sedang asik-asiknya nonton VIU.

Gimana niih...
Tertarik nonton VIU sama aku? Eh, sama semua fans drama Korea yaa...biar seru.
Berbagi di kolom komentar yuuk...pengalamannya nonton pakai aplikasi VIU. Siapa tau kita memang punya hobi yang sama. Nonton Drama Korea. Jadi berasa sodara....hiihii...


Happy watching, chingu...



Salam hangat,

























55 comments:

feature,

Merindukan Tradisi Lama? Ke Hotel Horison Semarang

Tuesday, August 08, 2017 Lendy Kurnia Reny 49 Comments

Assalamu`alaykum,

Masih belum usai juga euforia liburan panjang Lebaran 1438 H kali ini. Ada yang kaya aku gak? *hiihi....cari temen, ceritanya. 
Bukan saja karena durasinya yang lama, tapi juga pengalaman pertama kami menggunakan kendaraan pribadi, yang ternyata sangat menyenangkan.

source pic : google




Berencana melewati jalur yang berbeda saat berangkat, namun ternyata kami tidak punya cukup keberanian untuk melakukannya. Heuu~ cemen banget deh...


Alasannya memilih jalur utara daripada selatan :

1. Karena jarak tempuh yang relatif lebih singkat.
Dari Bandung - Surabaya begitupun sebaliknya, jalur inilah yang memiliki jarak tempuh lebih singkat dibanding melewati jalur Selatan, kami bisa hemat kurang lebih 2 sampai 3 jam untuk mencapai titik tengah pemberhentian kami.

2. Jalur mudik yang ramah
Jalur pantura memang khusus untuk para mudikers yaa...
Jadi jalannya serba luruuss tanpa belokan tajam yang membuat penumpang mabuk. Tapi bagi yang menyetir, bisa jadi ini adalah kekurangan siih...mereka bakal cepat lelah karena jalan yang tidak menantang dan pemandangan pinggir pantai Utara.

Sama halnya seperti kedua anakku, Ai dan Hana merasa bosan dengan pemandangan jalur Utara ini. Tidak ada yang bisa dilakukan selain nyemil sembari minum. Gak heran, kalau kami jadi pelanggan setia SPBU atau mini-market yang selalu ada di 100 meter perjalanan kami (ahhahaa...ini agak lebai yaa, saudara-saudara, maklum, efek perjalanan panjang).



Lewat tengah hari kami baru sampai di Semarang, separuh perjalanan kami menuju Bandung. Aku sempat kesal karena suami main rahasia-rahasiaan dengan penginapan yang akan kami tinggali ((walau hanya satu malam. Wkkwk....jadi inget lagi dhangdhuts yaa?!))



Lelah perjalanan kami hari itu terbayarkan setelah kami disuguhi dua cangkir hangat yang berisi wedhang jahe sebagai welcome drink. Buat aku pribadi, ini adalah sambutan khas Jawa yang hangat.

Hotel berbintang empat ini menawarkan segala sesuatu yang khas di kota Semarang. Kesederhanaan, kebudayaan dan keramahan. Setelah menitipkan kendaraan di salah satu petugas hotel (vallet), kami diantar menuju kamar 403.

Kamar Deluxe - Hotel Horison Semarang

Fasilitas Hotel Horison

Kalau udah masuk kamar, udah deeh...mager!
Anak-anak menikmati waktu bersantai sembari menonton TV kabel, sedangkan mamak dan abi asik sendiri dengan gadgetnya masing-masing.


Karena lokasi hotel berada di tengah kota dan bangunannya menempel pada sebuah mall, jadi sangat memudahkan kami dalam mencari makan malam sembari jalan-jalan sejenak melihat kehidupan kota Semarang di malam hari.

Taman Simpang Lima mendadak ramai dengan para muda-mudi juga anak kecil yang berjalan bersama keluarga menikmati temaramnya kota Semarang. Dari mulai menjajakan becak lampu, hingga mainan yang berkerlap-kerlip menggoda anak kecil untuk minta dibelikan kedua orangtuanya.

Sewa becak lampu : Rp 40.000 (becak besar) per 1 putaran.

Becak lampu dengan ragam bentuk ternyata ngefek ke harga sewanya looh, kawans.
Kami sewa becak berbentuk dinosaurus, yang seharusnya bisa muat orang dewasa 5 orang, tapi kami hanya 2 dewasa dan 2 anak kecil, dikenakan biaya Rp 40.000,- per 1 putaran.
Kaget?
Iyaa....huuhu....kan kita ngayuh yaa...tapi kenapa mahal?

Gak hanya ada becak kayuh berlampu berbagai rupa, tapi juga ada sepeda roda 2 sampai sepeda tandem. Jadi kalau mau seseruan dengan keluarga (meskipun sedikit berkeringat) memutari alun-alun Simpang Lima ini, harap berhati-hati yaa... Banyak anak balita, anak kecil, sampai muda-mudi yang berseliweran di track yang sama.

Setelah puas berjalan-jalan malam, kami kembali untuk beristirahat di kamar.
Aaah...nyamannya~~
Esok pagi, kami berencana bermalas-malasan di Hotel saja aah~~



Pukul 07.00 WIB.
Waktu sarapan sudah tiba...
Malas-malasan ((seperti rencana semula)) jadi buyaarr karena anak-anak bersemangat sekali. Ai dan Hana sudah ribut minta sarapan lalu berenang ((karena diberi tahu pegawai Horison ada kolam renang di lantai 3)). Oke, baiklaaah....c`mon, girls!


Menu Sarapan Hotel Horison, Semarang

Karena kami turun gunungnya jam 07.00 jadilah penuhnya si ruang makan terpampang nyata ((seperti kata neng Syahrini...πŸ˜…)). Dan Abi pun mulai bergerilya mencari-cari makanan yang sekiranya disukai anak-anak. Dari mulai menu makanan utama (aneka nasi, ikan dori tepung bumbu asam manis, mie, oseng sayur) sampai menu makanan tradisional khas Jawa Tengah (bubur berlian, bubur beras putih, bubur ketan hitam **favorit akuh)), menu salad, aneka roti hingga makanan berkuah seperti soto, dan kawan-kawannya.


Terakhir kamu tahu, kawans?
Aku menemukan harta karun.

Adayang bisa nebak, ini apa?
Yehhee~~
Yang nebak J.A.M.U ....siapa?
Iyees~
Absolutely right.


mbok jamu di Hotel Horison Semarang

Suka jamu?
Aku suka ((kalau gak pait dan seret)) hahha...😁 Dan pas ketemu si mbok, aku langsung jongkrokin Abi buat pesen untuk pegel linunya. Karena dari beberapa hari saat perjalanan mudik, selalu mengeluh pinggangnya sakit.
Hiihiii... 😈((evil laugh))

Setelah Abi minum, aku yang super kepo tanya-tanya doonk...`pait gak?` or `gimana rasanya?`.
Karena Abi orangnya gak penah banyak ngomong, maka aku pikir, pasti enak. Dan akhirnya, aku pun minta jamu singset. Hhahha...
Enyaakkk...enyaakkk~~

Dan si mbok pun bercerita kalau beliau sudah lama di Hotel Horison dan rata-rata para tamu menyukai jamu racikan si mbok yang tidak pahit serta tidak berampas. Bener-bener mantaap!
((beda sama mbok jamu yang biasanya lewat depan rumahku)).
Setelah beres minum jamu, dikasih tombo ((obat penenang...eh, minuman penetral pahitnya)) yaitu sinom. Sinomnya pun endess marendess, kawaaans~~


Renaang~~

Paling seneng anak-anak adalah main aiirrr....alias renang. Bertemu teman baru, main bersama, ciprat-cipratan air sampai berjam-jam juga gak kerasa....Tapi karena perjalanan mudik mesti dilanjutkan ((sebelum jamnya check-out)) kami pun beranjak meninggalkan Hotel Horison Semarang dengan perasaan gembira.


Kangen sama tradisi Jawa yang kental?
Nginep di Hotel Horison Semarang ajaaa...

Hotel Horison

Alamat : 
Jl. KH. Ahmad Dahlan no. 2 Simpang Lima, Semarang, 
Jawa Tengah, Indonesia

Telepon :
+62 24 8450045


Punya pengalaman seru apa saat liburan panjang kemarin, kawans?
Sharing yuuk...


Salam hangat,
























49 comments: