Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Di Rumah Bandung Islamic School (BISc)

Bismillah,

Yaak...sudah 2 minggu sejak tanggal 16 Maret 2020 kami belajar di rumah. Emm, anak-anak yang belajar lebih tepatnya dan orangtua yang mendampingi. Awalnya, kami juga engga aware sama sekali sama virus Corona ini. Pemberitaan di mana-mana gak membuat kami takut, "Ada apa dengan virus ini?"

Hingga akhirnya ada himbauan libur dari sekolah yang terbilang cukup mendadak karena hari Jum'at, terakhir sekolah, surat pemberitahuan memberikan instruksi bahwa anak-anak tetap belajar di sekolah dengan jadwal yang tidak full-day, alias pulang lebih cepat dari biasanya.

Baca juga


Dan tahu gak sih...?
Aku mengeluh...hihii...kerasa me time aku bakalan makin sempit, aku bilang ke sahabat-sahabat sesama ummahaat di basecamp, tempat kumpulnya kami (Mesjid Nurul Ikhlas).

"Kenapa siih...pulangnya lebih cepat?
Memangnya efeknya apa ke anak-anak?"

Sedangkan orangtua yang lain berpendapat, "Asiik...pulang cepeettt... SPP bakalan turun niih..."

Hahhhaa...
Gosipan kami, para emaks yang tentu gak jauh-jauh dari uang dan me time.


Dan ternyata...

قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.


Tepat hari ahad malam, kami dapat kabar kalau penderita Covid-19 sudah makin banyak. Di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia, banyak sekolah negeri maupun swasta yang sudah diliburkan (#StayAtHome) atau menggunakan pembelajaran jarak jauh, sedangkan di Bandung, belum ada kabar sama sekali. Khawatir, sekaligus sedih sekali membaca berita virus ini. Hingga di grup wa Pengurus Mother's Islamic School, mulai ada sinyal-sinyal bahwa sekolah anak-anak juga akan diliburkan.

Awalnya diberi tenggat waktu, libur dari tanggal 16-27 Maret 2020. Namun karena kondisi yang belum kondusif, distance learning atau belajar di rumah bakalan diperpanjang dalam kurun waktu yang belum bisa ditentukan.

Kalau di sekolah para mommies gimana?


Hari pertama bahkan sampai minggu pertama belajar di rumah, kami masih merasa hari berlangsung sangaaatt lambat. Hihii....mungkin terbiasa dengan aktivitas daily-life, anak-anak belajar di sekolah dan Mama ke kajian bareng sahabat ummahaat. Lalu mendadak harus ngendon di rumah bareng anak-anak dengan tugas sekolahnya yang emm...bisa dibilang lumayan sibuk.

Lalu masuk minggu kedua, kami sudah mulai terbiasa dengan ritme kehidupan #DiRumahAja yang slow but sure. Tiap hari, kami melakukan daily-life activity seperti bebersih, masak, belajar bareng sampai main bareng.
Selain mengerjakan checklist yang diberikan dari sekolah Bandung Islamic School (BISc) untuk tetap #BelajarDiRumah.


Apa saja tugas harian dari BISc?


  Melakukan checklist ibadah harian :  

💌 Pagi :
1. Mendirikan shalat sunnah qabliyyah Shubuh 
2. Mendirikan shalat Shubuh berjamaah
3. Membaca zikir setelah shalat Subuh
4. Membaca zikir pagi
6. Mendirikan shalat Dhuha


💌 Siang :
1. Mendirikan shalat sunnah qabliyyah Zhuhur
2. Mendirikan shalat Zhuhur berjamaah
3. Mendirikan shalat sunnah ba'diyyah Zhuhur
4. Berzikir setelah shalat Zhuhur
5. Qoilullah (tidur siang)


💌 Sore : 
1. Mendirikan shalat Ashar berjamaah
2. Membaca zikir setelah shalat Ashar
3. Membaca zikir petang
4. Membaca Al-Qur'an


💌 Malam : 
1. Mendirikan shalat Maghrib berjamaah
2. Mendirikan shalat sunaah ba'diyyah Maghrib
3. Membaca zikir setelah shalat Maghrib
4. Mendirikan shalat Isya' berjamaah
5. Mendirikan shalat sunnah ba'diyyah Isya'
6. Membaca zikir setelah shalat Isya'


  Mengirimkan voice hapalan   
(tahfizh dan murojaah) juga tilawah (sesuai target masing-masing)


   Membaca rangkuman yang dikirimkan via wag   
Ini sesuai dengan kemampuan. Kalau mampunya membaca di gadget, boleh. Tapi kalau metode keluarga kami yang meminimalisir penggunaan gadgt di rumah, kami print. Sehingga anak-anak membaca dengan lebih nyaman.


   Mengerjakan worksheet terkait materi yang dikirimkan sesuai mata pelajaran hari itu   
Jadi, karena belajar di rumah, maka setiap hari ada daftar pelajaran yang harus dipelajari. Gak berat kok...hanya 2 mata pelajaran.



Kesannya simple yaa...tapi ya gitu, karena di rumah semua serba santuy, mereka pun juga selow. Awalnya, aku gak pernah maksa mereka untuk mengerjakan apa yang sudah dijadwalkan dari sekolah, karena sekolah pun sudah membantu para orangtua untuk meng-arrange daftar kegiatan dan tips mengajar anak-anak di rumah. Tapi balik lagi yaa...setiap anak pasti mengikuti warna orangtuanya.




Bismillah. Tips untuk orangtua dalam mendampingi anak di masa #dirumahsaja : 1. Bersyukur. Alhamdulillaahi ‘aala kuli haal. Di balik musibah merebaknya virus Corona ini, kita diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak. 2. Komunikasikan mengenai situasi social distancing. A.Anak perlu mengetahui bahwa sekolah tiba2 dilakukan secara daring dengan tujuan membatasi interaksi untuk menghindari penyebaran virus yang berbahaya bagi kesehatan. B. Anak juga perlu mengetahui bahwa tidak berangkat ke sekolah selama 2 minggu bukan berarti liburan. Artinya, meskipun berada di rumah namun ia memiliki tanggung jawab akan tugas2nya, juga meskipun semua anggota keluarga ada di rumah bukan berarti bisa pergi berlibur/ jalan-jalan. C. Komunikasikan juga jika sekiranya Ayah Bunda perlu waktu untuk bekerja meskipun berada di rumah (work from home). 3. Sepakati jadwal untuk 2 minggu ini, termasuk jadwal bermain dan penggunaan gadget. Sepakati berarti jadwalnya dibuat bersama anak yaa. Misal : 05.00 Bangun 05.00-05.30 Shalat, Dzikir Pagi. 05.30-06.00 Beres-beres 06.00-07.00 Lari pagi 07.00-07.30 Sarapan 07.30-08.00 Mandi & bersiap belajar 08.00-08.45 Mengerjakan tugas 1 08.45-09.00 Break 09.00-09.45 Mengerjakan tugas 2 09.45-10.00 Snack break 10.00-10.15 Shalat Dhuha 10.15-11.00 Main bareng adik/kakak/orangtua Dan seterusnya 4. Sepakati aturan-aturan terkait jadwal, jika ada reward dan punishment lebih baik. Misal, jika anak bisa tertib dalam mengerjakan tugas 1 dan tugas 2 (pada jadwal di atas), anak dibolehkan menentukan games yg akan dimainkan bersama atau bebas memilih snack. Jika anak tidak bisa tertib, maka hak anak untuk bermain dikurangi durasinya. *ini hanya contoh ya, silahkan mengeksplorasi sendiri sesuai dg kesukaan anak dan situasi rumah. 5. Ciptakan kondisi rumah yang kondusif untuk belajar. Tempatkan meja belajar anak jauh dari tempat tidur/ mainan/ hal lain yang akan mengganggu fokusnya. .......
Sebuah kiriman dibagikan oleh Bandung Islamic School (@bandungislamicschool) pada

Jadi, setelah pengamatan satu minggu, aku bisa menyimpulkan untuk melakukan belajar bukan hanya dari segi akademik dan tuntunan tanggung jawab tugas dari sekolah juga, tapi perlu ditambah life-skills, seperti :

Menyiapkan sarapan, menu harian dan berkegiatan di dapur

Menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan secara mandiri
**seperti : ingin minum susu, teh atau minuman lainnya, coba bikin sendiri

Melipat baju yang sudah kering dan menaruh di lemari masing-masing
**karena bude sudah seminggu ini gak datang, jadi kami bahu-membahu saling tolong menolong untuk membantu pekerjaan rumahtangga

Membantu membereskan mainannya sendiri
**Ai dan Hana adalah anak-anak yang minim gadget, jadi nonton, seperlunya. Mereka lebih senang main boneka LOL atau boneka fluffy-fluffy dan mengambar. Bisa kebayang berantakannya rumah kami?

Menyapu dan membersihkan kamar
**Ai dan Hana masih satu kamar dan satu tempat tidur. Jadi kami persilahkan mereka mengatur apa yang dibutuhkan demi kenyamanan mereka dalam kamar

Membereskan tempat tidur dan melipat selimut
**hehhee..iya, kami kalau tidur masih suka pakai selimut, Kebayang yaa...pas bangun, itu selimut beterbangan kemana-mana

Memberi makan kucing
**di rumah kami, yang paling sayang sama kucing adalah Abi dan Ai. Meski aku dan Hana juga suka, tapi gak seperti Abi dan Ai yang rela berjam-jam duduk nongkrongin sambil bercerita apa aja sama kucing. Dipangku dan diajak ngobrol kaya sama sahabat gituu...


Membantu Abi mencuci mobil dan motor
**gak tiap-tiap sih...apalagi sekarang kan lagi #lockdown . Jadi untuk menjaga kebersihan sekalian berkegiatan di depan rumah, sesekali.


Alhamdulillah,
Anak-anak mengaku happy meski di rumah aja. Dan udah gak pake drama nangis, karena pengen halan-halan lagi tuuh... MashaAllah~
**kayaknya siap niih...gak nge-mall lagi, hihiii...

Untuk aktivitas belanja dan membeli keperluan sehari-hari, kami belum mengandalkan delivery service. Abinya anak-anak sendiri yang berangkat ke mini-market dekat rumah, Sekalinya belanja, yaah...cukup untuk persediaan masakan selama seminggu. Belanja makanan ringan untuk camilan anak-anak juga makanan berat, eh..makanan pokok, seperti ayam, ikan fillet, nugget, telur. Ini wajib banget ada di kulkas yaa...


Hikmah di Rumah Aja :


Menguatkan bonding antar anggota keluarga
karena bersama-sama selalu 24 jam non-stop looh...

Saling bekerjasama
menyelesaikan tugas rumahtangga, terutama bebersih. Sebelum ada virus gini, aku abai banget sama kebersihan rumah, hehehe...

Berkomunikasi produktif dan efektif
meski gak jarang mamak marah dan senewen, tapi cepet redanya, hehehe...karena aku gak gampang ngambek orangnya, ceileee~

Menumbuhkan permainan seru
Hana yang sering keidean bikin hari jadi makin seru. Kaya minggu ini, dia bikin challenge. "Say yes for the boss".
Jadi pas jadi bos di 1 hari tersebut, semua orang wajib bilang "Iya", gak boleh nolak.
**tapi peraturan tetap yaa...daily activity kaya setoran hapalan, anak-anak mesti nurut sama mama.

Rutin sholat dan dzikr berjamaah
ini siih...yang paling terasa... Awalnya kalau sekolah, kami dzikr sesempatnya. Anak-anak sudah tentu menjadi rutinitas di sekolah. Tapi aku?
Gak jarang terlewat dzikir pagi-petang.

Sejak di rumah aja, dzikir pagi petang jadi gak pernah ketinggalan. Plus punya anak kaya Ai yang tipikalnya perfeksionis, ia gak bakalan melewatkan satu pun checklist amaliyah harian yang sudah digariskan, kaya dzikir setelah sholat fardlu dan sholat sunnah.
MashaAllah

Lupa sama Grab-Food
hihii...ini faktor terpaksa yaa, gaeess... Awal-awal di rumah aja, aku masih nambeng. Pesen Grab-Food yang memang paling banyak menawarkan kemudahan dan diskon besar. Tapi sejak makin merebaknya virus begini (dan ada Abi di rumah, hiiks), aku praktis gak berani pesan makanan di luar. Kadang sedih juga siih... Kangen makan salad, sayur (lotek) dan kue (manis-manis) dan ayam geprek.
**yang deket sama aku pasti tau banget aku suka (pake banget) sama ayam geprek pangeran, hahhaa...



Tapi ada juga siih...

Gak Enaknya di Rumah Aja...


Gak bisa ketemu sama ummahat
kangen kajian sama sesama ummahaat BISc, makan bareng, nongki bareng, sampai hehehe....masih ghibah (syar'i) bareng juga siik... ((jangan dicontoh)).

Gak bisa giat berthabul 'ilmi
walau di rumah pun sebenarnya masih bisa karena channel Rodja dan Ustadz Firanda masih rutin memberikan kajian ba'da maghrib. Tapi, emm...menghadiri kajian secara langsung dan ada rasa kepuasan tersendiri saat belajar melalui kitab yang di tulisin banyak sticky-notes.

Gak bisa nulis blog dan baca buku
ini aku kesulitan menemukan waktu untukku sendiri. Bagiku, begitu anak-anak bangun, otomatis jadwalnya menjadi jadwal kami. Our daily activities.

Gak bisa nonton
kalau ada yang tanya, "Gimana caranya nonton drama Korea saat ada anak-anak...?
Nah ini juga hal yang sulit aku lakukan. Aku paling gak bisa nonton anteng di saat anak-anak sedang bermain. Sepertinya, ada yang gak bener, huuhuu... Jadi nonton itu ambil waktu ketika anak-anak dan suami telah lelap di malam hari.



Aku tipikal anak gak betah di rumah siih...sebelum menikah. Dan alhamdulillah, membersamai suami yang kurang lebih sama seperti aku. Hobi kami sama (sama-sama suka nonton), meski beliau gak suka baca buku. Jadi, suka heran kalau aku ke toko buku dan ngeborong banyak buku, meski gak dilarang juga, doi cukup mafhum dengan hobi istrinya. Trus, kami juga sama-sama suka kuliner (ini karena aku gak bisa masak. Jadi daripada ribet di dapur, enakan makan di luar kaann...).

Baca juga 



Yah..
Semoga virus yang mewabah ini segera berakhir dan kehidupan bisa normal kembali seperti sedia kala.
Aamiin~



Akhirnya,
Apapun yang kita lakukan, seharusnya bisa bernilai ibadah di hadapan Allaah agar ketika kita kembali, kita siap membawa banyak bekal sebagai pemberat timbangan di akhirat.

Semoga sharing belajar di rumah para santri Bandung Islamic School ini bermanfaat. Dan syukron wa jazzakumullah khoiron katsiron kepada para Ustadz dan Ustadzah yang membimbing dari jarak jauh. Semoga Allaah berkahi selalu.

Semoga kita semua juga diberi kemudahan juga kesehatan dalam membersamai perjalanan anak-anak dalam meraih ridloNya.
Aamiin~

Happy #DiRumahAja yaa...



With love,


55 comments for "Belajar Di Rumah Bandung Islamic School (BISc)"

  1. bener mba awal-awal saya juga bosen lama-lama biasa dan betah banyak yang bisa kita lakukan di rumah, terima aksih mba sharingnya, aku tidak memasukan ibadah sebagai slaah satu rutinitas yang bisa dilakukan di rumah, astagfirullah, sholat ya sholat aja tidak ditambah dengan hapalan, atau nambah zikir, terima kasih mba

    ReplyDelete
  2. Kalo orang tuanya sabar dan telaten begini, anak-anak akan belajar dengan riang gembira.

    Smg wabah ini segera berakhir sehingga anak2 bisa bersekolah seperti biasa lagi. Aamiiin

    ReplyDelete
  3. kalau orang tuanya sabar dan telaten anak juga belajarnya happy ya teh, nah kalau kayak aku yg suka keliuar tanduknya gimana donk teh ahahaa

    ReplyDelete
  4. Bagus bener memang kalo di tambah lifeskill supaya gak kaget nanti kalau berbaur di masyarakat

    ReplyDelete
  5. Nah aku pun sepakat dan menurutku lifeskill ini digunakan untuk anak anak ya mba. Untuk bekal masa depannya nanti. DMulai dari hal hal sederhana ya :)

    ReplyDelete
  6. Jadwal nya hampir miirp dengan jadwal jaman aku di Pondok nih mba. Semangat yaa sholihh

    ReplyDelete
  7. wah seru banget meskipun cuma #dirumahaja tetap betah dan bonding sama keluarga semakin erat

    ReplyDelete
  8. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Dan ternyata lebih banyak hikmahnya belajar di rumah di saat situasi seperti ini. Meskipun kadang juga membosankan hehee

    ReplyDelete
  9. Anak bungsu saya juga sama, Teh, ada list yang harus dikerjakan di rumah. Bukan hanya tugas pelajaran di sekolah aja, seperti setor hafalan Al Qur'an. Tapi juga mencatat kegiatan soft skillnya seperti beres-beres rumah dan membantu orang tua

    ReplyDelete
  10. Buanyaaak banget tugasnya yaak, tapi enyak ada bobo ciangnya tuuh.
    Trus aku ngakak Puaaas..
    Syukuriin
    jatah nonton drakornya terbatas, ealaah nanti kalo pas nonton baperan ato adegan ciuman or mewek di tonton anak yaaak.

    Hahaaa, pokoke semangaat menjadi guru dirumaah yaa Umiii.

    ReplyDelete
  11. Kalo yg di kota mah efektif belajar di rumahnya. Dipandu oleh guru. Ortu mendukung. Nah kalo di desa ini susaaah. Ya main ajalah. Anak2 belajar dgn alam

    ReplyDelete
  12. Jadi, kesimpulannya SPP turun apa kagak, ceu? Hehehheheh

    Sama nih, anakku juga kudu belajar dari rumah
    SPP ternyata kagak turun juga :)
    Ya wis, disyukuri aja.
    Alhamdulillah sehaaatttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini jadi pertanyaan besar juga bagi saya wkwkwk
      Senangnya jika ada diskon etapi guru-uru juga butuh biaya untuk hidup ya :))

      Delete
  13. Kebiasaan di sekolah yang baik bisa diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Semoga keadaan bisa kembali membaik ya Teh, agar anak-anak bisa kembali bersekolah seperti sedia kala

    ReplyDelete
  14. Wah belajar di rumah kalau anak SD udah mayan banyak yaaa tugasnya hehe.
    Kalau anakku msh les bimba aja jd tugasnya modul2 itu dan live chat video sama guunya 3x semingu :D
    Yg penting emaknya semangat yaaa. Ini anakku kalau diajarin ortunya sama2 gak sabaran wkwkwk

    ReplyDelete
  15. kalau guru sudah membuat jadwal dan juga worksheet bakalan jauh lebih gampang orang tua untuk mengawasi, membimbing dna bikin ceklist. Lama lama semua orang tua bakalan jago untuk Home Schooling. Sepertinya akan berlanjut 1 bulan kedepan nih

    ReplyDelete
  16. akh...mantaps ini jadwalnya padat merayap. Insya Allah orang tua happy terutama ibu anakpun akan happy mengerjakannya. Sehat sekeluarga kak

    ReplyDelete
  17. Ya ampun tugasnya masya alloh, dibalik musibah selalu ada pembelajaran yang bisa kita dapat.
    Apalagi skrg gurunya jg udah canggih2, udah dibuatin jadwal jadi tinggal diikuti. Tugas orangtua jadi lebih mantap ya mbak, harus pintar bagi waktu.

    ReplyDelete
  18. Iya, lama-lama juga mulai terbiasa. Udah mulai berkurang kaget-kagetnya. Udah pada bisa menikmati :)

    ReplyDelete
  19. Anak-anak kalo dilibatkan dalam kegiatan harian sebenernya happy juga ya mbak, jadi mereka nggak bosen-bosen amat gitu selama di rumah. Besides, tugas-tugas yang diberikan dari sekolah juga tetap masih bisa dikerjakan.

    ReplyDelete
  20. Tugasnya bener2 bagus banget ya mbak. Serasa sekolah di pesantren. Hehehe. Semoga dnegan kebersamaan di rumah aja, keluarga makin dekat, makin erat, makin rajin ibadah dan makin rukun. Badai cepat berlalu biar bs aktivitas ke luar lagi.

    ReplyDelete
  21. Masya Allah sekolahnya keren banget. Bikin kebiasaan dan tugas yang oke. Bisa ditiru itu amalan hariannya. Jadi orang tua ngikutin amalan harian ya kayak zikir pagi. Sekalian anak ceklist di jadwal buat laporan sekolah.

    ReplyDelete
  22. sekolahnya keren sekali teh, lebih menitik beratkan pada akhlak daripada nilai akademis ya :)

    ReplyDelete
  23. Iya aku juga tekankan ke anak kalau di rumah bukan berarti libur kecuali sabtu & minggu. Jadi pagi2 harus mandi sarapan, seperti kegiatan di sekolah pagi itu tahfidz & tahsin termasuk dhuha dulu trus lanjut ngerjain tugas baru deh bisa santai-santai

    ReplyDelete
  24. Mba Lendy, aku setuju jika dibuatkan jadwal harian bersama anak. Ini juga buat anak jadi semangat belajar di rumah

    ReplyDelete
  25. Anak saya sebenarnya sudah punya jadwal bersama setiap harinya, tapi setelah virus ini, bikin jadwal baru.

    Yang masalah tuh waktu tidurnya, duhh lama-lama jadi molor, maklum kalau sekolah kan tenaganya terforsir, di rumah cuman sebatas dalam rumah saja, baca buku, main sama adiknya.

    Btw asyik juga ya jadwal dari Bandung Islamic school ini, bikin anak-anak terlatih dengan sholat sunnah :)

    ReplyDelete
  26. Hiks malu aku baca ini....belum bisa nerapin jadwal disiplin ke anak selama sah.

    ReplyDelete
  27. jadwalnya hampir sama kaya anak2ku, teh. Aku harus selalu update lewat foto dan video ke wali kelasnya :)
    Semoga wabah ini cepat berlalu ya, bisa menjalani aktivitas seperti biasa lagi :)

    ReplyDelete
  28. Betul, tugas sekolah harus diimbangi dengan life skills jg ya biar makin mantap pembiasaan yg anak lakukan dan pastinya bermakna bgt.

    ReplyDelete
  29. Tantangan stay at home ya anak2 ya. Aku pun rasain ribetnya mau ngonten kalo lg anak2. Terpaksa jd ketunda2 terus 😅

    ReplyDelete
  30. Anak-anak juga udah kangen sekolah, Fathan nanyain terus kapan sekolah, kangen belajar di sekolah katanya hehehe, emaknya pun kangen ngedrama bebas gangguan hehehe

    ReplyDelete
  31. Dari pihak kepala sekolah memang mengharuskan memberi tugas ke anak secara akademik doang, Mbak. Tapi, aku inisiatif sendiri sih ngasih tugas life skill, seperti cuci piring, jemur baju, lipat baju, goreng telur/tempe, dll.

    Soalnya aku mikir juga, kalau belajar akademik doang, pasti malah pada bosen dan tertekan. Emaknya deh yang stres maksimal.

    ReplyDelete
  32. Wuih keren banget programnya walopun anak-anak belajar di rumah. Kalo anakku, mungkin karena masih kelas 1, ibu gurunya gak banyak ngasih tugas. Palingan disuruh hapalin bacaan shalat, ikut shalat berjamaah, dan bikin kaligrafi, atau lihat video YouTube anak Islami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di rumahku, anak-anak yang besar nih yang pada gabut. Soalnya kan pada kelas 3. Kelas 3 SMP dan 3 SMA. Belajar udah beres. UN ditiadakan. Jadinya gak belajar juga. Semua aktivitas undah dilakuin. gak jelas aja kerjaanya :D

      Delete
  33. Orangtuanya sabar banget . Kalau aku mah udah gak sabaran orangnya . Btw aku salfok sama nama nama kucingnya gemesh banget

    ReplyDelete
  34. sebenernya banyak hikmahnya ya #dirumahAja.. meski agak sedikit repot karena peran ibu dirumah jd bertambah kudu membimbing dan memantau anak belajar. hihi..

    Semangat, semoga wabah ini segera berakhir.. Amiin..

    ReplyDelete
  35. Nah closingnya ini yang harus digaris bawahi:

    "... apapun yang kita lakukan, seharusnya bisa bernilai ibadah di hadapan Allah agar ketika kita kembali, kita siap membawa banyak bekal sebagai pemberat timbangan di akhirat."

    Insya Allah, Insya Allah.

    Btw,
    Aku ngakak juga lho di bagian:

    "... ghibah syar'iii"

    Ada gitu? Ghibah syariii, hihihi
    Just kidding, mba :)

    ReplyDelete
  36. MashaAllah, terbantu banget ya kalau ada jadwal lengkap gitu buat anak-anak, apalagi dikasih tips2 juga dari sekolahnya.. adikku udah SMA sih dan merasakan sekolah online pertama kalinya, ternyata seru juga XD

    ReplyDelete
  37. Mbaak aku contek yaaa beberapa kegiatannya hehehe. Ini jatuhnya kaya homeschooling aja ya, semuanya di rumah hihi. Tapi makasih input untuk kegiatan buat anak :)

    ReplyDelete
  38. Iyess setuju banget teh, life skill itu penting banget, kalo ngga terbiasa atau life skillnya masih belum terasah maka akan menjadi hari hari dengan lebih berat ya.. apalagi situasi seperti sekarang, memang harus banyak sabar dan syukur ya teh..

    ReplyDelete
  39. Teh aya kitu ghibah syarii? wwkwk anggeur weh nu namina Ghibah tetap ghibah :D btw aku juga banyak kegiatannya nih buat Neyna sayangnya aku belum bisa wfh jadi membersamai hanya di malam hari saja

    ReplyDelete
  40. Karena aku ngikutin yutuber Korea di mana di sana udah kena duluan jd aku emang agak bersiap soal Corona ini mbak huhuhu. Udah nyangka kyk gini apalagi pas awal gerbang Indonesia gak ditutup. Sekarang yawda nikmatin aja.
    Wah mbak itu tips dr sekolahnya bisa juga nih dipraktikin, kdng soalnya bingung mau ngapain wkwkwk

    ReplyDelete
  41. Anakku tuh ya main hape ya main mainan. Jadi tetep aja berantakan, Mbak. Sama! Wkwkkk

    Ya di rumah aja tuh gimana ya.. Semua butuh adaptasi kan ya

    ReplyDelete
  42. Adik iparku juga libur udah dua minggu selama covid nih, enaknya asa yang bantuin jaga bayi ��
    Btw gitu yah kesibukan emak2 di rumah yang anaknya terpaks sekolah di rumah dulu, tp sisi positifnya bisa bonding

    ReplyDelete
  43. Menyimak sharing Mbak Lendy, aku setuju bangettttt, mumpung di rumah, sekolah nggak cuma ngejar akademik tapi juga life skill ya.... Aku juga setuju si kalau nggak kudu strict banget sama jadwal pelajaran. Hihihi, mungkin aku tipe orang tua yang warnanya selow ya.... hihihi....

    ReplyDelete
  44. Iya mbak, menyenangkan banget bisa di rumah aja dulu bareng keluarga tercinta. Memang banyak yang ketunda jadinya karena anak2 full di rumah jadi harus beri perhatian lebih.

    ReplyDelete
  45. Kucingmu banyak banget mbak hehe, ini kucingku cuma satu yang bertahan hehe.
    Yaa situasi seburuk apapun walau cuma di rumah aja seperti sekarang ini walau gak nyaman tetep ada aja hikmah yang bisa kita ambil ya mbak

    ReplyDelete
  46. makasih tipsnya lho mba. jujur aku udha mulai spaneng nih mba. kadang anak anak banyak nyantainya huuhuhu

    ReplyDelete
  47. Anak-anak libur tapi kalau saya nggak. Jadi tidak mendampingi perkembangan di rumah. Hanya memantau jauh dari kantor. Kasihan sebenarnya. Btw itu kuning banyak banget. Seru banyak kucing begini.

    ReplyDelete
  48. bener, enak sih emang dirumah bareng keluarga ya kak. apalagi banyak hal positif yang bisa dilakukan yaa,,, terutama olah lifeskill kak, biar ga mubadzir waktunya hihi

    ReplyDelete
  49. Nah sama nih, karena di rumah anakku ya bawaannya santuy banget. Malah kadang tugasnya ditumpuk-tumpuk, beberapa hari baru dikerjakan. Alamaaakk... anak cowok emang beda deh dengan cewek. Nyantaine pooolll... :)) Ya udah lah emak pun menurunkan tegangan, biar enggak spaneng terus tiap hari.

    ReplyDelete
  50. Alhamdulillah tetap bisa belajar meski di rumah ya Mba Lend
    Brokallah bisa memantau si kecil jadi lebih bahagia. Ayahnya juga di rumah kan ya? Ea makin romantis

    ReplyDelete
  51. Wah programnya banyak ya mba, tapi masih bisa ikutin program yang sudah dijadwalkan di rumah, masyaallah..anak-anak jadi terbiasa melalukan rutinitas di rumah aja dan bonding dalam keluarga tetap terjaga dengan baik

    ReplyDelete
  52. Di rumah aja banyak manfaatnya bagi ibu dan anak, ibu jadi melihat pendidikan anak lebih dekat baik akademik maupun agama ya, asal jangan pakai tanduk hihi

    ReplyDelete
  53. Mantep nih Mba aktivitas di rumahnya. Aku sebatas baru ngingetin anak aja. Kadang lupa. Semoga bisa terus berkegiatan positif meskipun di rumah saja.

    ReplyDelete

Berlangganan via Email