Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Silenced : Ketika Suaramu Tak Bisa Di Dengar

Bismillah,

Silenced K-Movie. Annyeong haseyo~
Hola sahabat lendyagasshi.

Lagi adu nyali niih...nonton drama yang ada hubungannya dengan anak kecil dan kekerasan seksual. Yang punya anak kecil, pasti mewek banget. meski gak punya pun, pasti sedih sii...melihat Film Silenced yang diangkat dari kisah nyata.

Awalnya aku tau film ini yang mainin Gong Yoo dan sudah diulas juga di blognya teteh beauty blogger keshayangan aku, teh Winda. Dan dari sini, aku janji, gak mau nonton. Terlalu perih rasanya tau anak-anak kecil sudah menghadapi kasus berat begini dan pelakunya adalah guru mereka sendiri, seseorang yang mereka anggap bisa melindungi dan mengajarkan kebaikan.

Lalu, baru-baru ini di Korea ramai memperbincangkan anak angkat yang masih berusia 16 bulan meninggal karena dianiaya oleh orangtua angkatnya sendiri. Hingga muncullah hastag #정인아미안해 #mianhaeJongina. Hastag ini ramai jadi trending di twitter karena para idol dan artis Korea ikut berbela sungkawa. Aku rasa, kasus mengenai anak-anak ini sungguh menyentuh, sehingga aku memberanikan diri nonton Silenced.
**nyambung gak yaa...antara kasus Baby Jeongin sama rasa penasaranku sama Film Silenced?!?


Review Silenced : Korean Movie

Filmografi 

Judul : Silenced / Dokani (도가니)

Director : Hwang Dong-Hyuk
Writer : Hwang Dong-Hyuk, Kong Ji-Young (novel)

  Cast :   

Gong Yoo as Kang In-Ho
Jung Yu-Mi as Seo Yoo-Jin
Kim Hyun-Soo as Yeon-Doo (anak yang teraniaya)
Jung In-Seo as Yoo-Ri (anak yang teraniaya)
Baek Seung-Hwan as Min-Soo (anak yang teraniaya)


Genre : Criminal, law disability, based on true story

Release Date: 22 september 2011
Runtime : 98 minutes
Rating : ⭐⭐⭐/5



Sinopsis Silenced

Diawali dengan kepindahan Kang In-ho (Gong Yoo) ke sebuah sekolah di Gwangju, Gwangsan-gu. Sekolah kecil, gak bergaya dan merupakan sekolah akademi anak-anak tuna rungu. Di sini, In-ho sseonseng-nim akan mengajar seni.

Sinopsis Silenced : Gong Yoo sebagai guru seni

Sedari awal memasuki sekolah akademi anak-anak tuna rungu ini, In-ho sudah merasakan keanehan. Seperti adanya iuran sekolah, alias uang sogokan karena In-ho dari Seoul dan masuk sekolah negeri di desa seperti ini, rasanya aneh kalau bisa masuk begitu aja, tanpa adanya koneksi.
**harusnya mereka bangga yaa...kedatangan guru dari Seoul gituloo...malah dipalak, coba?!?!

KZL banget.
Yang minta uang adalah saudara kembar Pak Kepsek, yang sangat miriiip sekali. Mereka ini kembar identik. Dan sama-sama weirdoo!


Hari Pertama Mengajar

In-ho ssaem tentu excited sekali dengan murid-muridnya. Sehingga ia meminta murid-muridnya untuk menggambar contoh apel yang disajikan di atas mejanya. Gambaran dari masing-masing anak ini menunjukkan karakter. Sepertinya In-ho ssaem ingin mengenal satu per-satu siswanya.

Setelah berkeliling, ia memuji gambaran seorang anak perempuan. Namun sang ini perempuan ini malah menutup diri, sehingga In-ho ssaem pun tidak memaksa lebih jauh lagi. Ia berkeliling lagi dan malah menemukan seorang anak yang bukannya menggambar, malah asik makanin model apel yang ada di atas meja guru.
**hihii...polos yaa..

Dan saat melihat kertas gambar si anak ini, masih kosong. In-ho ssaem membujuk sang anak untuk menggambar, dan inilah yang digambarkan...

Review Silenced : Gong Yoo as a teacher

Dan ada satu murid pria yang terus menunduk. Saat dilihat wajahnya oleh In-ho ssaem, betapa terkejutnya In-hoo. Wajah sang murid laki-laki ini penuh dengan lebam. Tapi sebagai guru, In-ho gak ingin membuat muridnya insecure, sehingga ia memilih untuk diam dan mencoba bertanya pada guru lain saat berada di ruang guru.

Dan jawaban guru lain tersebut adalah

Jangan menganggap murid yang ada di sini itu sama dengan anak-anak normal. Mereka mengalami kelumpuhan fisik yang mengakibatkan ketidakseimbangan mental. Aku sudah bersama mereka selama 10 tahun. Tapi mereka tidak terbuka padaku.❞


In-ho ssaem tentu gak puas sama jawaban si guru ini hingga ia mencari tahu sendiri, ada apa sebenarnya dengan murid-murid di kelasnya. Ia begadang hingga larut malam di ruang guru untuk membaca biodata dan profil lengkap siswa-siswanya. Dari sini, kejadian pertama pun dimulai...

Saat In-ho ssaem mau pulang dan menutup pintu ruang guru, sambil bertelepon dengan ibunya, samar-samar ia mendengar suara anak berteriak. In-ho pun menelusuri lorong kelas tempat asal suara itu berasal. Ternyataa.....suara itu berasal dari arah kamar mandi perempuan.

Saat akan menolong, langkahnya terhenti karena mendadak ada satpam sekolah yang sedang berpatroli dan berkata, "Ini kamar mandi perempuan, apa yang sedang anda lakukan, Pak Guru?"


Hari Kedua Mengajar

In-ho menyerahkan uang palakan ke guru kembaran Pak Kepsek. Dan lebih nyebelinnya lagi, ternyata ada polisi setempat yang berada di ruangan tersebut. Sedang apa?

Sedang dikasih uang sama si Pak kembaran Kepsek ini. Bribery gitu loo... Jadi kalau ada masalah apa-apa dengan sekolah, tolong dibantu lah yaa... Memangnya, sekolah punya masalah apa siih...? Nanti di bagian bawah aku jelaskan.


***


Selain kejadian ini, In-ho dikejutkan dengan kejadian lain. Pak Guru yang ditanya mengenai siswa yang lebam-lebam itu kenapa, malah ia sendiri yang memukuli si murid hingga sang murid yang bernama Min-Soo ini terpojok dan ada luka di bibirnya. Sambil sesenggukan, Min soo hanya berani menatap sang guru ini dengan mata penuh ketakutan.

Minsoo korban kekerasan fisik dan seksual : Film Silenced
Min-Soo : sang anak lelaki yang malang, ia kehilangan adiknya yang meninggal karena ditabrak kereta api.


Kejadian demi kejadian terus ditemui In Ho ssaem. Hingga ia ditunjukkan oleh seorang anak gadis (bernama Yoo-ri) bahwa temannya sedang disiksa oleh penjaga asrama dengan cara kepalanya dicelupkan ke dalam mesin cuci 2 tabung yang sedang berputar-putar.
**gimana blebek-blebeknya yaa...huhuu....serem.

Temannya ini bernama Yeon-do. Dan alasannya Ibu Asrama menyiksanya adalah karena si anak ini terus ingin melarikan diri dari asrama bersama Yoo-ri dan Min So.

Ada apa sebenarnya yang terjadi di sekolah Gwangju Inhwa School?



Semakin Terungkap, Semakin Banyak Luka

Akhirnya, si anak yang bernama Yeon-do yang disiksa Ibu Asrama tadi pingsan dan masuk rumah sakit. Karena wajah dan badannya lebam-lebam (sama seperti Min So) maka dilakukanlah visum. Dari hasil visum ini, dokter mengungkapkan hasilnya bahwa Yeon-do mengalami kekerasan seksual.

Review Film Silenced : Yeon do anak yang teraniaya


Sedikit demi sedikit tabir misteri terjawab. Keanehan siswa-siswi dan perasaan insecure setiap siswa Gwangju Inhwa School ternyata di sinilah kuncinya.

Setelah mencari tau ke Yoo-ri dan Min So, mereka pun memberikan keterangan yang serupa. Dan sebagai guru, In Ho tentu gak tinggal diam. Ia segera mengajak kerjasama seseorang yang ia kenal di kota itu, Seo Yoo Jin (Jung Yoo Mi) sebagai aktivis HAM untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.

Tahu apa yang mereka dapat?

Laporan demi laporan yang dilayangkan tidak mendapat tanggapan dari pemerintah daerah setempat. Baik dari polisi maupun pihak kantor dinas yayasan, seolah ini bukan kasus yang berat. Jadi di bal-bal gak karuan, In Ho gak patah arang. Ia mengundang media untuk merekam testimoni para anak-anak malang ini. 
Ya Allah...sudah segini bobroknya moral manusia...huhuu..


Setelah kasus ini terungkap dan terpaksa Polisi menahan Kepala Sekolah serta guru yang terlibat, mereka menyewa pengacara yang paling mahal dan paling berpengaruh. Makin kepepet posisi sang anak-anak. Malah yang ngenes adalah hukum di zaman itu mengatakan bahwa kasus bisa aja ditutup jika ada perdamaian dari kedua belah pihak.

Semakin gencar sang pengacara mencari cara agar keluarga korban mau diajak damai. Dan yaah, lagi-lagi...uang disini mengambil peran penting. Keluarga Min-So yang memang berasal dari keluarga miskin dan orangtuanya sakit-sakitan serta nenek yang sudah setengah renta, menyetujui untuk berdamai dan dibayar uang sebagai ganti rugi.

Min So yang mendengar hal ini, sontak merasa hatinya luluh lantak. Ia kecewa. Pasalnya, bukan hanya dia yang dilecehkan sang guru, tapi juga yang menyebabkan adiknya mati ditabrak kereta itu karena ulah sang guru yang setelah melecahkan sang adik Min So yang baru berusia 4 tahun. Setelah kejadian itu, sang adik ini tidak mampu berjalan dan akibatnya tertabrak kereta api.

Bagaimana proses hukum yang terjadi kemudian?

Akankah Pak Kepala Sekolah dan guru-guru Gwangju Inhwa School mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya terhadap anak-anak yang malang ini?



Fakta Sebenarnya Film Silenced

Aku mendapatkannya dari informasi youtube Jang Hansol. Dan salah satu alasan kenapa aku ingin menonton film Silenced ini karena Hansol memaparkan fakta yang mengejutkan, seperti :

Yang di filmkan itu hanya seperempat dari kejadian asli
Jadi, kejadian aslinya itu lebih ngenes dan mengerikan lagi. Lalu dibuatkan novel oleh penulis Kong Ji-Young dan kemudian dibuat versi cinemanya. Namun ketika diangkat menjadi film, maka dibuat penggambaran yang sederhana.

Aku yakin siih...korbannya gak hanya Min So, Yoo Ri, dan Yeon Do. Karena film ini membutuhkan fokus, maka hanya 3 karakter ini yang dimainkan. Aku rasa, sebenarnya ada banyak sekali murid yang menjadi korban. Karena ini sekolah negeri dan letaknya di desa, sudah bisa dipastikan yang bersekolah di sini rata-rata adalah orang miskin yang anaknya berkebutuhan khusus.



Pelaku aslinya ada 10 orang
Padahal di film ini cuma digambarkan 3 guru yang terlibat. Sehingga sudah bisa dipastikan, korbannya juga lebih banyak, gengs.

Dan di cerita aslinya, dari pelaku 10 orang ini, yang dihukum hanya 4 orang dan itupun juga beberapa bulan.
Persis. Di Filmnya juga gitu. Ketiga pelaku ini hanya dihukum 4 bulan dengan masa percobaan 1 tahun dan 8 bulan dengan percobaan masa 1 tahun.

Jadi fakta hukuman yan dijatuhkan ini ringan, benar adanya. Untuk kejahatan yang telah dilakukan pada anak di bawah umur dan profesi mereka sebagai guru, aku rasa ini hukuman sangat-sangat tidak setimpal, alias cacat hukum.

Gong Yo : Review Film Silences, Dokani

Dan benar adanya bahwa hukuman para pelaku ini bahkan di tengah jalan dihentikan. Karena telah damai dengan keluarga korban. Karena pada tahun itu, hukum di Korea menyatakan bahwa kasus seksual itu bisa di hukum secara perdata saja, bukan pidana. Dan ini yang terjadi, apabila korban memaafkan dan damai, maka lepas sudah jerat hukum bagi sang pelaku.


Karena adanya kasus ini, ada beberapa siswa/i memilih pindah sekolah
Bagi yang orangtuanya memahami bahayanya menyekolahkan anak di lingkungan yang buruk dan memiliki dana lebih untuk memindahkan anak-anak mereka, maka dipindahkan sekolahnya. Namun, bagi yang berasal dari orangtua yang tidak mampu, maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Pada akhirnya, Gwangju Inhwa School resmi ditutup tanggal 4 Oktober 2011 oleh Pemerintah
Karena pada awalnya, Gwangju Inhwa School masih memiliki siswa, walau gak banyak dan masih ingin rebranding, sehingga mereka mengganti nama sekolah. Namun, oleh Pemerintah segera ditutup.


Beberapa dari pelaku, masih ada yang berprofesi sebagai guru
Ini wagelaseh banget siih... Selain ada pelaku ada yang gak kena pasal alias bebas dari jeratan hukum, ada juga yang tetap diterima menjadi guru di sebuah sekolah lainnya. Efek domino banget kalau dibiarin. Semoga para pelaku ini sadar...kalau perbuatannya merusak fisik dan mental generasi bangsa.




Lesson Learn Film Silenced


Carilah lingkungan yang baik
Sebagai orangtua carikanlah lingkungan yang baik untuk anak-anak bertumbuh. Kalau sudah terlanjur berada di lingkungan yang buruk, kemungkinannya hanya 2. Mengubah lingkungan tersebut, kalau bisa, atau pindah ke lingkungan yang lebih baik.

Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk menjaga anak-anak terkena pengaruh buruk lingkungan atau nurture.


Jadilah orang yang peduli
Karena orang yang baik saja belum cukup. Orang baik juga harus peduli dengan lingkungan terdekatnya. Di film Silenced ini, ada banyak sekali hal yang kita lihat. Termasuk saat persidangan berakhir dan keputusan tidak berpihak pada korban. Malah berpihak pada pelaku yang memang dinilai "baik" oleh lingkungan, karena Pak Kepala Sekolahnya adalah salah satu dewan jemaat salah satu tempat peribadatan.


Endingnya :
"Aku pernah bertanya kepada mereka, Apa yang paling berbeda dibandingkan dulu dengan sekarang?"

Mereka sadar bahwa mereka sama berharganya layaknya seperti orang lain.

Melihat mereka bertambah besar (Yoo Ri dan Yeon Do), membuatku berpikir bahwa kita tidak harus bertarung untuk mengubah dunia. Melainkan sebaiknya kita tidak berubah menghadapi dunia.

Cuaca semakin dingin,
Musim dingin telah tiba.

Musim dimana kita berada supaya bisa merasakan kehangatan orang-orang di sekitar kita.


Film yang mengangkat kisah nyata ini mendapat banyak apresiasi karena keberanian sang sutradara mengangkat kisah yang tidak biasa, yakni pelecehan seksual dan hukum yang lemah pada saat itu di Korea Selatan. Hingga beberapa penghargaan film yang diperoleh :

2012 : KOFRA Film Awards sebagai Best Film. 
2012 : Udine Far East Film Festival.
2012 : Black Dragon Audience Award.

Bahkan kabarnya, Presiden Korea Selatan pada tahun itu menonton Film Silenced juga. Mari kita bersama menjaga lingkungan yang sehat untuk bertumbuhnya anak-anak bangsa.

Tema 1 : challenge tulisan mengenai Empati
dari grup WB.

화이팅!
Hwaiting!


With love,


48 comments for "Silenced : Ketika Suaramu Tak Bisa Di Dengar"

  1. Duh mau nangis membacanya. Gi** ya, yang difilmkan hanya seperempat dari kejadian sebenarnya, dan membaca review-nya saja rasanya sedih sekali. Bagaimana anak2 yang mengalami dan orang tua mereka? Ya Allah, merinding.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kupilir film ini potret relita di mana-mana ya Mbak Len. ALhamdulillah ada seseorang berhati tulus yang membongkar kejadian mengerikan di sekolah itu ya.

      Delete
  2. aduhh bacanya jadi mencekam
    pasti penuh air mata nontonnya
    aku nggak brani nonton film seperti ini
    based on true story lagi

    ReplyDelete
  3. Mbak aku gak tega baca sinopsisnya, maafkeun ya. Takut nanti kebayang-bayang gitu. Wes deh, kalau film2 yg ada hubungannya dengan anak-anak gini aku gak berani nonton. Kasihan...

    ReplyDelete
  4. Banyak film korea yang berdasarkan kisah nyata ya..

    Bila jenis film seperti ini dibuat di Indonesia, sepertinya akan memicu banyak perbedaan ya..

    ReplyDelete
  5. Ya Allah rasanya kok tersayat sayat gituu bacanya.. Mohon maaf setelah baca review ini saya tidak berniat nonton heu.. mohon maaf daku baperan orangnya :D

    ReplyDelete
  6. nonton film yang berdasarkan kisah nyata itu selalu terasa gimana pedihnya saat kejadian dan gak kebayang gimana kalo mengalaminya, aku pasti mewek parah sih

    ReplyDelete
  7. Wah ada Gong Yo pemerannya. Guru seperti ini harus paham & sabar banget ya sambil mencari tahu cara mengajar yang tepat untuk mereka apalagi mereka sudah mengalami kelumpuhan lama. Aku jadi makin penasaran nih ada apa sih di sekolah Gwangju

    ReplyDelete
  8. Woh, jadi penasaran sama film Silenced ini, ceritanya menarik. Apa nanti coba ke Yutub Hansol ya. Soalnya aku belum tahu kasusnya kaya apa

    ReplyDelete
  9. aku udah nonton teh, dan emosi pas nonton, misuh2 mulu bawaannya, gila ya ada orang sejahat itu berkumpul jadi satu :( yang kepala sekolah tukang melecehkan, wali kelasnya tukang aniaya, guru2nya diem aja :(

    ReplyDelete
  10. Hiks, dari awal baca aja sebenernya ga mau baca, soalnya hawa2nya film ini sangat menyentuh, apalagi merasa punya anak, bakalan terharu biru.
    Salut sama sutradaranya, yang mengangkat kisah nyata ini, sangat layak mendapatkan award, emang menyentuh ceritanya dan keren banget.

    ReplyDelete
  11. Nah harusnya kalau pun mau nonton, film-film seperti ini yang kita tonton ya Teh, yg syarat dengan kebaikan dan contoh kepada kita bukan tentang percintaan dgn gaya bebas yg akhirnya memberi contoh ketidakbaikan kepada generasi muda kita.... hehe....Bravo ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walau seperti kelam, filmnya mengajarkan banyak sekali nilai ya Mbak Ida.

      Delete
  12. Wah, film ini mengangkat 1/4 dari fakta aslinya. Widih, berarti lebih serem aslinya dong yaa.. Tapi film seperti ini menurutku inspiratif & edukatif bagi kita semua, karena pelaku kekerasan ternyata justru adalah orang-orang 'dekat'. Jadi kita harus waspada ya kan.

    ReplyDelete
  13. Duuuuh, aku baca artikelnya aja deg-degan. Mau scroll ke bawah, endingnya gimana, ga jadi. Baca aja semuanya, tapi jadi miris, pas tahu, endingnya engga sebanding banget ama perilaku mereka. Hukumannya ringan banget...Sedih...Kayaknya aku engga berani nih nonton filmnya...

    ReplyDelete
  14. duuh baca sinopisisnya aku ngiluu teh...
    ya Allah sedihnyaa...
    apalagi kalau ternyata film ini hanya menggambarkan sepersekian dr kejadian aslinya.
    ya Allah apa kabar 2anak2 gak berdosa itu...

    ReplyDelete
  15. Baca sinopsisnya aja deg2an mba....Aku pernah baca kalau film ini yang bikin Gong Yoo mau jadi duta UNICEF.

    ReplyDelete
  16. Huaaa.. Nangis... Kebetulan skenario yang baru selesai kutulis yaitu Suami Akhir Pekan juga menyinggung soal depresi anak. Berdasarkan kisah nyata dan hiks... cuma diungkapkan sebagian kecil.

    ReplyDelete
  17. Mbak, kalau ngomongin soal anak-anak aku tuh selalu sedih membayangkan mereka seperti ini. Kalau film aku ndak berani nonton, biasanya baca aja. Daku sepakat sama Mbak, bahwa kita harus peduli, bahwa siapapun anak yg ada di dekat kita, adalah anak kita walau tak lahir dari diri kita. Permasalahan sexual harrasment ini memang bagai gunung es, dan memang tak mudah. Salut banget bagi para teman-teman aktivis dalam hal ini. Semoga Allah menjaga anak-anak kita, amiin. (daku jadi menangis Mbak).

    ReplyDelete
  18. Gong yoo nih kalau milih peran bagus-bagus dooong.. keren banget dia. Termasuk film ini, sedih bacanya. Jujur saya ga berani nonton kalau berhubungan sama hal-hal yang begini, agak tergoda waktu bahas Hansol, jd pengen nonton videonya Hansol, tapi galau, takut nangis sumpah. *Anaknya mewekan.. huhu

    ReplyDelete
  19. Lama-lama saya suka nih lihat mukanya Gong Yoo. Tapi, ini filmnya serem, ya? Duuuhhh jadi bikin saya galau. Pengen lihat Gong Yoo, tapi gak mau takut nontonnya hahhaa

    ReplyDelete
  20. Gong Yoo daebaakkk!
    Doi inspiring banget yhaa
    Makin hepi dah kalo aktor/aktris KorSel bisa berkiprah seperti Gong Yoo ini

    ReplyDelete
  21. kalo Gong Yoo tuh selalu bagus gak sii film atau dramanyaa haha suka banget ama aktingnya, selalu keren dan total

    ReplyDelete
  22. sedih juga ya baca ceritanya. mba lendy memaparkannya dengan sangat jelas dan lengkap.
    Gong yoo perannya juga bagus ya mba....jadi penasaran sama filmnya

    ReplyDelete
  23. Sudah lama penasaran dengan film ini tapi rasanya belum siap untuk nontonnya, baca ini saja pengen nangis rasanya, apalagi habis lihat berita balita tewas dianiaya ortu angkatnya di Korea Mak, sediiih...

    ReplyDelete
  24. baca reviewnya mencekam banget
    mau nonton kok ya maju mundur
    tapi ada gong yoo, kan aku jadi penasaran lihat aktingnya
    duh nonton g yaaa

    ReplyDelete
  25. Aku paling gak kuat nonton film sedih, teh. entah kenapa ya, baca sinopsis dari tulisanmu aja aku sedih dan ngebayangin anak-anakku. Emang butuh banget anak dibekali dengan bagaimana cara menghandle saat anak menghadapai masalah.

    ReplyDelete
  26. Baca artikelnya aja sudah seru apalagi nontonnya nih. Ngebayangin seseram itukah kehidupan anak-anak di sekolah Patut dijadikan pelajaran ya.

    ReplyDelete
  27. Film ini based on true story ya. Suka liat kerja barengnya Gong Yoo dan Jung Yumi. Mereka kalau main kemistrinya bagus banget. Emosinya bagus banget. Mereka sering banget ya main film bareng. Ini film memang rame banget dibahas di dunia maya karena based on true story itu. Mudah-mudahan ini mengangkat awareness kita terhadap kasus kekerasan seksual yang juga kerap terjadi di Indonesia.

    ReplyDelete
  28. What..yang difilmkan ini hanya seperempat dari kejadian asli hiiiii...ngeri banget bayangin anak-anak yang tak berdosa harusnya mendapatkan pendidikan di sekolah dengan perlakuan baik sperti pada umumnya malah disiksa. Beneran sebuah keberanian dari sineasnya untuk memvisualisasikan kisah nyatanya. Bisa diambil lesson learned oleh semua pihak ini

    ReplyDelete
  29. dari judul filmnya ini kayaknya emang jalan ceritanya agak sedih gitu aku kayaknya kalau nonton film yang sedih-sedih itu jadi kadang suka ikutan sedih

    ReplyDelete
  30. Huhuhu baca sinopsisnya aja ngilu...tema kekerasan pada anak ga berani nonton sy. Mending tembak2kan aja kayaknya tp dewasa . Klo film anak tema spt itu suka kepikiran dan nontonnya tergidik2 gmn gitu

    ReplyDelete
  31. Baca reviewnya aja aku udah ngeras jedag jedug gak karuan, ngenes. Asli, saya gak sanggup nonton yang penuh kekerasan pada anak. Ngelu, Mbak. :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak, akupun gak ada nyali untuk menonton film tentang kekerasan. Apalagi kekerasan terhadap anak-anak. Ngebayangin yang ndak-ndak. Tapi sejujurnya kita butuh juga bahan untuk lebih membekali diri dan anak-anak. Setelah nonton, pasti punya banyak insight gitu untuk emmbekali anak-anak, jika demikian jika demikian gitu ya

      Delete
  32. ini tuh sebenarnya menceritakan realita disini juga ya teh, karena di Indonesia pun masih ada yang beginikan . Sedih bacanya, ini aku pengen nonton tapi masih takut tapi penasaran. Gimanalah ini coba.

    ReplyDelete
  33. terharu banget Mbak baca review dari drakor biasanya aku suka skip tapi ini keren abis alur ceritanya apalagi diangkat dari cerita realita

    ReplyDelete
  34. Aku yang nonton ae gemess
    Kok ya ada orang setega itu
    Entah dimana akal pikiran mereka
    Ratignya juga lumayan ya ini film

    ReplyDelete
  35. Duu bacanya merinding gemes sebel jadi pengen lihat filmnya dan whats itu cuma 1/4 nya huhuhu
    Sedih banget apalagi alm ayah guru di sekolah berkebutuhan khusus jadi kami dari kecil sering bermain dan bersahabat dengan teman teman difable 😭

    ReplyDelete
  36. Ah sebel deh kalau ada putusan pengadilan yang malah memenangkan pelakunya. Kejahatan seperti ini sungguh mengusik naluri kemanusiaan, Len

    ReplyDelete
  37. Wah mba, paaas banget aku kepo tapi ngeri mau nonton film ini. Kabarnya si aktor sendiri yang mau ini film difilmkan ya. Mau nonton tapi takut terbayang ga bisa tidur hihihi

    ReplyDelete
  38. Aku suka film yang bikin haru biru gini. Jadi pengen nonton setelah baca sinopsisnya, Teh. Habis nonton pasti kebaea tidur nih

    ReplyDelete
  39. Aku nonton ini pasti nangis Uni, aku belum nonton. Ntar ah download kalau udah selo.
    Makasih rekomendasinya uni

    ReplyDelete
  40. ya Allah sedih bnaget deh kalau kenyataannya gimana itu, ini cuma seperempat dari aslinya. kasian udah anak2nya seperti itu disiksa hingga dilecehkan... bisa berderai2 air mata dah in inontonnya mbak lendy.

    ReplyDelete
  41. Ceritanya sedih banget ya mbak, apalagi ini terjadi di dunia pendidikan yang seharusnya memberikan contoh dalam berperilaku yang baik. Gak bisa membayangkan, bagaimana traumanya sang anak menghadapi teror itu. Jadi penasaran pengin nonton juga.

    ReplyDelete
  42. Ngilu banget saya membacanya. Rasanya saya gak akan sanggup nonton film ini. Salut deh buat temen-temen yang betah nonton...

    ReplyDelete
  43. Ya ampun mbak lend, aku bacanya sambil deg-degan dan geleng-geleng kepala, sesekali berujar "kok tega banget itu para oknum pendidikan". Asli, aku kalau nonton film ini ingin ku berkata kasar, huaaaaaaaaaaaa. Guru yang harusnya jadi panutan jadi seperti itu, parahnya kebangetan, Na'udzubillahimindzalik. Dah sepertinya stop ditulisan mbak lend aja ini, aku kalau nonton pasti kemana-mana fikiranku,huhu

    ReplyDelete
  44. Huuhu...aku mau nonton tapi takut berasa gak tega gitu ya..Apalagi ini kan kisah nyata ya.. Serem juga bayanginnya...

    ReplyDelete
  45. oppaaaaa tapi filmnya sedih ya :( ga berani nonton beneran wkwkwk nonton gong yoo yang lucu2 aja dah aku

    ReplyDelete

Berlangganan via Email