Common Grounds Pondok Indah Plaza 2
Bismillah.
Akhir-akhir ini alhamdulillah hectic bangeett..
Hectic karena ngintilin uri yeobo siih.. bukan karena agendaku sendiri, hehehe..
Agendaku sendiri banyakan kuliah online aja di rumah.
Selain ikutan kelas mahad TSL, HSI Akademi, HSI Tarteel, dan HSI Kunafa.
Nanti kapan-kapan aku akan bahas beberapa kelas online-ku yang berbayar atau yang gratisan yaah...
Hold on...
Jadi, pada suatu malam yang cerah.. yeobo punya beberapa agenda di Jakarta.
Berangkatlah kami malam hari karena memang se-mendadak itu undangannya. Dimulai dari perjalanan malam ke Jatinangor lanjut masuk Tol Cisumdawu (dari Jatinangor menuju Cileunyi), Tol Padaleunyi, Tol Cipularang, lanjuutt Tol Jakarta-Cikampek (Japek ).
![]() |
| pemandangan jalan tol jakarta |
Yaah...
Ini jadi salah satu privilege ketika memasuki area Jakarta dan sekitarnya.. banyak pemandangan "modern" yang jarang banget terlihat di kota Bandung.
Salah satunya mobil yang aku jadikan cover blogpost kali ini yaa..
McLaren 570S berwarna vermillion red yang merupakan desain khusus supercar yang memiliki performa tinggi.
Perjalanan jadi lebih menyenangkan kalau banyak pengalaman gini yaa..
Hhehee... saking kami terbiasanya jalan pagiii banget, atau maleem bangeett.. di saat orang lelap.
Pengalaman unik ketika perjalanan tentu banyaakk..
Salah satunya, kami berdua bener-bener saling mengandalkan kalau soal menyetir. Tapii.. kelemahanku adalah ketika sudah memasuki waktu senja ke malam, mataku bener-bener rabun dan gak bisa dipaksain nyetir.
Yuyurly, bisssaaa siih..
Tapi maksa bangeett dan kudu di jalan tol yang mobilnya cuma aku doank.. tydack berkecepatan tinggi atau sangat siput sekaliii ((testimoni anak-anak kalo mamah yang nyetir malem)).
Okeeii..
Karena agendanya kali ini adalah bertemu beberapa relasi, jadi kami awalnya memutuskan untuk menyelesaikan semua urusan dalam satu hari. Jadi booking hotel seadanya yang penting ada tempat untukku beristirahat dan yang pasti di area sekitaran meeting point.
Namun, sekali lagi yaa.. ini Jakarta mameenn~
Jarang bisa urusan selesai dengan kondisi yang sesuai rencana.
Akhirnyaa..
Kami memutuskan untuk extended di Jakarta sehariii lagi dan menginap di daerah Kuningan.
**nanti kapan-kapan aku ceritain yaa.. ada kisah menarik di hotel tempatku menginap daerah Kuningan ini... hehehe~
Pertemuan terakhir ada di daerah Pondok Indah dan berada di sebuah cafe.
Karena aku gak ada hubungannya sama sekali sama meetingnya uri yeobo, jadi pisah meja lah yaa..
((jujur, aku lebih nyaman begini siih.. soalnya aku bisa mengerjakan apa yang butuh aku kerjakan, seperti BW ke Blogger Lolita keshayanganku, ka Tanti Amelia yang jago banget bikin Ilustrasi Canva))
Kesenengan lainnya ketika duduk "sendiri" di cafe adalah aku bisa dengerin kuliah online yang uda terjadwal.
Jalan-jalan ke cafe mana kita kali ini??
Sesuai judul yaa.. hehehe.. ga supres supres amaatt, kaan...
Common Grounds di Bawah Management PT Kopi Utama Indonesia
Kalo sahabat lendyagasshi merasakan keresahan dengan merajalelanya cafe kopi di Indonesia, aku pun merasakan hal yang sama. Berassaa.. dikasih banyak pilihan banget dan tinggal kita cocok yang mana ((dari segi harga, rasa kopi dan fasilitas yang disediakan)).
![]() |
| Nyaman banget nongs di Common Grounds 𝑷𝒐𝒏𝒅𝒐𝒌 𝑰𝒏𝒅𝒂𝒉 𝑷𝒍𝒂𝒛𝒂 𝑰𝑰 |
Menunggu dalam ketenangan itu nyaman banget di Common Grounds 𝑷𝒐𝒏𝒅𝒐𝒌 𝑰𝒏𝒅𝒂𝒉 𝑷𝒍𝒂𝒛𝒂 𝑰𝑰.
Meski kalau dibilang yaah.. ruangan di lantai 1 ini kurang private kalo untuk yang bekerja WFH.
Lebih nyaman naik ke lantai 2 yang juga deket sama toilet dan tempat untuk shalat yang super nyaman.
....dan yang bikin jatuh cinta sama cafe ini yaah.. toiletnya sangat estetik ((meski rada gelap, kan judulnya vintage yaah..ala ala lampu temaram gitu...)) juga menyediakan sabun dan hand lotion yang wangi dan bikin haluuss di kulit tangan.
Treat like a queen bangeett, kaan yaahh??
Apakah sama seperti di toilet pria-nya?
Nah, ini yang aku tanyain sama suamik yaah.. katanya siih, cuma ada sabun. Gak sampe ada hand lotion. Yakaliikk, hahahaha~
"You cannot shake hands with a clenched fist"
Menu di Common Grounds 𝑷𝒐𝒏𝒅𝒐𝒌 𝑰𝒏𝒅𝒂𝒉 𝑷𝒍𝒂𝒛𝒂 𝑰𝑰
Dijamiiin.. pas liat foto di buku menu, sahabat lendyagasshi langsung ngileerr~
Dan seperti biasa, aku pesen yang aku rasa bisa naikin mood aku banget.. apalagi kalo bukan MATCHA.
![]() |
| rekomendasi matcha enak di Jakarta |
Ahhahaha~
Dan untuk makanannya, kata Abang Order Taker disaranin buat menu-menu brunch mereka yang memang cocok dinikmati di saat perut kenyang, tapi mulut masih pingin nga-gayeum alias ngemils cancii~
![]() |
| 𝐓𝐫𝐮𝐟𝐟𝐥𝐞 𝐂𝐡𝐞𝐞𝐬𝐞 & 𝐌𝐮𝐬𝐡𝐫𝐨𝐨𝐦 |
Harga Menu
Four Cheese Truffle Mac and Cheese seharga Rp 105.600,-
Dirty Matcha Latte (dengan tambahan espresso): Rp 93.940,-
Sebenarnya, uri yeobo juga pesen sandwich, tapi karena kami duduknya pisah ((secara dia rapat yaak.. aku masak nempel terooss.. huhuhu.. jadi aku mojok sendirian dan jadi gak foto makanan dan minuman yang doi pesen))
Semua enaakk...
Karena minuman disini dibikin langsung sama para barista yang menangin kompetisi.
House of Champions
🥇Juara Dunia Barista ‘24
🥈WBrC ‘25
🥉WBrC '24
Juara ke-4 WBC '19
Juara ke-4 WCIGS ‘24
Kalau sahabat lendyagasshi tipikal seneng minum matcha yang pait karena kekentalannya yang pekat, uda tepat banget sama racikan dari barista cafe Common Grounds ini.
Cabang Common Grounds Selain di Pondok Indah Plaza 2
Jakarta & Sekitarnya: Menteng (Menteng Tennis Club), FX Sudirman, Pondok Indah Mall, Menara Astra, Setiabudi, dan Bintaro
Tangerang / BSD: Daikanyama BSD dan Zora BSD
Bandung: Jalan Setiabudhi
Surabaya: Surabaya Pusat
![]() |
| cafe Common Grounds Pondok Indah Plaza 2 |
Setiap cabang Common Grounds pasti ada design interior yang khas dan unik.
Kalau di Pondok Indah Plaza 2 ini ada macam-macam Board Games yang bisa kamu mainkan sama sahabatmu.
Jam Operasional Common Grounds:
Senin – Minggu: Pukul 07.00 – 20.00 / 22.00 WIB
Pantessaann..
Banyak banget yang WFH memilih untuk kerja di cafe Common Grounds. Karena memang bukanya cepet yaa.. jam 7 pagii...brayy!
Baca juga:
Rekomendasi Cafe di Bandung yang Buka Jam 7 Pagi
Finally~
Kelebihan Common Grounds adalah letaknya yang strategis dengan area parkir yang nyaman.
Namun, mungkin akan sedikit kesulitan bagi yang menggunakan transum.
Semua menu yang ditawarkan, enak dengan tingkat rasa yang sedikit plain.
Kalau mau ada rasa tambahan, mereka menyediakan juga bumbu yang bisa dicampurkan sendiri. Ini menurutku bijak banget siihh.. soalnya, aku sendiri bukan tipe penyuka makanan yang asin. Aku suka plain, karena uda minum yang manis manis, kaan...
Untuk minumannya, aku suka banget!
Suka karena matcha-nya aselii kentel pissaan.. dan meski es uda mencair, tapi rasanya gak ngglambyar.. You know ngglambyar, bestie?? Hahhaha.. Rasanya tetep pekat, itu maksudnya.
Kekurangannya, mereka menerapkan penambahan biaya untuk makanan yang di take away sebesar 5 ribu rupiah. Ini karena aku beneran gak mampu ngabisin sandwich yang aku beli, gaiiss...
Kliatannya "cuma" roti yaa..
Tapii kok yaa.. kenyaang pooll.. akhirnya kami memutuskan untuk take away dan melanjutkan petualangan kami di tanah kelahirannya Bang Doel... ((laah??))
Terima kasih uda baca artikel culinary-ku di Jekarda kali ini.
Kalo sahabat lendyagasshi, pas pesen menu di cafe, langsung jatuh cinta sama menu apa nih?
Salam hangat,







Common Grounds bisa dibilang café premium, yaaa. Harga menunya memang lumayan, tapi ternyata yang ditawarkan bukan sekadar tempat ngopi. Dari kualitas minuman, barista yang memang berprestasi, sampai suasana dan fasilitasnya juga mendukung. Jadi penasaran sama Dirty Matcha Latte-nya, apalagi katanya matcha-nya pekat dan tetap terasa meskipun es mulai mencair. Kalau sesekali ingin ngopi sambil menikmati suasana yang nyaman, sepertinya worth it juga ya.
ReplyDeleteTempat ngopi yang nyaman memang jadi nilai tambah tersendiri, apalagi kalau suasananya mendukung untuk ngobrol atau sekadar bekerja dari cafe. Common Grounds ini menarik karena bukan hanya menawarkan kopi, tapi juga pilihan makanan yang cukup beragam. Kalau tempatnya nyaman dan makanannya enak, sepertinya cocok banget buat ketemuan sambil ngobrol lama tanpa terasa waktu berjalan cepat
ReplyDeleteTernyata ini nama kafe, ya? Kirain fasilitas publik apa gitu di mal. Mantap nih kalau rasanya berkualitas begini. Bolehlah dicoba kalau pas ke jaksel
ReplyDeleteBikin mupeng nih kafenya. Kalau harga sebanding sama rasa sih aku enggak masalah. Apalagi dapat vibesnya juga kan
DeleteAku malah penasaran sama Dirty Matcha Latte-nya, apalagi katanya tetap pekat meski esnya sudah mencair. Kalau tempatnya nyaman buat duduk lama sambil kerja atau nunggu meeting, Common Grounds yang ini kayaknya memang enak buat jadi pilihan.
ReplyDeleteKebayang ya, di Jakarta, di Bandung aja sekarang panasnya ampuuun. Apalagi di Jakarta, tapi pas lihat penampakan cafenya, adem ya apalagi dengan suguhan dirty matcha, pas srooot masuk tenggorokan langsung nyesss, kaya iklan minuman itu loh serasa langsung masuk kolam hehehe
ReplyDeleteJujur sebagai pecinta matcha, aku merasa nggak dulu deh beli matcha yang mahal bgt, in this economy. Sebelumnya pernah beli matcha di Tokyo Matcha seharga 80.000 , menurut aku itu udah mahal. Dan sekarang di common ground harganya bahkan 90.000 an??? Btw aku pernahnya ke common grounds mall fX, kayaknya lebih kecil dari yang di PIM ini.
ReplyDeleteBener beneerr...
DeleteKemarin ke Blok M, beli di pinggiran blok M, bukan cafe.. tapi harganya bikin "Hah? Berapa teh?"
Hihihi.. saking shock-nya...
Aku pikir ini ada hubungannya sama sewa tempat, dll yaah...
Nyaman banget tempatnya, pantesan banyak yg WFH di cafe ini karena juga bukanya pagi banget.
ReplyDeleteWah harga matcha segitu kalau di daerah ya terbilang mahal kak. Tapi ngga papa juga sih kalau memang kualitas dan rasanya oke.
Kayaknya ini cafe kualitas premium. Jadi yang tahu aja dengan kualitas. So bikin. Penasaran sih apalagi harganya sangat mahal bagi Umma. Tentu harga menentukan kualitas.
DeleteSaya duka matcha nya teh Lendy....kentel dan enggak jadi cair meski ada es. Naah ini baru matcha high grade...kualitas terjamin. Pas dengan deskripsi teh lendy kalau disini makanan dan minumannya enak². Kalau berkunjung ke kafe yang menu²nya gak gagal itu rasanya bahagia😃, gak nyesel gitu..yaa meskipun kalau mau take away mesti nambah bayar 5rb..ya anggap aja buat beli tentengannya.
ReplyDeleteWah, teh Lendu sama kayak aku. Aku kadang suka ngintil suami kerja, tapi klo lagi dinas luar ya, bukan pas di kantor, hahaha. Biasanya aku juga nunggu di cafe dekat dia kerja. Emang seru klo bisa nunggu di cafe yang nyaman. Ya seperti teteh yang nunggu di Common Ground ini. Tempatnya oke, makanan dan minumannya enak. Wes bikin hepi pool ya
ReplyDeleteEhm....... beneran bikin ngiler deh. Kayaknya Pondok Indah ini kayak dunia lain ya, mirip-mirip Singapura. Semoga bisa mampir sana.
ReplyDeleteDuh matchanya bikin ngiler sandwich juga hehehe ....kalau worthed mah masalah harga bisa dilupakan ya Teh....saya juga begitu, apalagi dengan vibesnya yang se oke itu pasti betah deh
ReplyDeletewah hepi banget bisa nyicipin karya pemenang barista
ReplyDeletejadi penasaran rasanya, karena saya pernah minum kopi ala matcha gitu kurang cocok di lidah
Eniwei, saya sekeluarga juga lebih suka jalan ke luar kota malam hari atau dini hari
karena lebih sat set sampai ;d
Di Bandung ada yah teh? Boleh juga nih dicoba buat WFC pas pulang kampung nanti
ReplyDeleteWow...emang seru juga sih yang ngintilin yayangnya. Haha...Mana tetep bisa beraktivitas online, menikmati minuman yang lezat banget. Jadi pengen. Dan camilannya juga meleleh gitu di lidah.
ReplyDeleteDari nama dan tempat aja udah menunjukkan premium loh...
Penataan interior hingga kualitas hidangan diulas secara mendetail dengan gaya penceritaan yang santai. Foto-foto dan deskripsi suasana yang dihadirkan berhasil membangun daya tarik tempat tersebut secara visual. saya bisa dengan mudah mengukur kenyamanan lokasi ini baik untuk bekerja maupun sekadar bersantai.
ReplyDeleteI enjoyed reading your post.
ReplyDelete
ReplyDeleteThe explanation is specific, so it is helpful.
ReplyDeleteThe important points are clearly visible.
ReplyDeleteIt is an informative and well-written article.
ReplyDeleteThanks to the good information, it became easier to understand.
Huwaaa pondok indah plaza ini mall kesayangan molly nih dari kecil. Udah lama gak mampir. Banyak kafe kece ya di sini
ReplyDeleteTapi nih ya, pas menyelami pengalaman Mbak Lendy yang begitu luwes dan anggun menikmati coffee shop modern kelas atas itu... batin dan gaya hidup saya yang lebih sering ngopi di warung pos ronda ini langsung kena tamparan realita. Di saat Mbak Lendy tampil tenang bak penikmat kopi sejati yang paham beda rasa biji kopi single origin, pikiran saya malah terlempar ke ingatan konyol pas pertama kali nekat masuk kafe kekinian sejenis. Niat hati mau sok gaya pesen kopi pake istilah keren bak eksekutif muda di Jaksel, eh pas ditanya barista-nya mau notes rasa buah atau bunga, saya malah polos nanya: "Mas, ada kopi hitam yang sasetan plus gula pasir dua sendok nggak?". Seketika barista-nya tersenyum tipis penuh arti, sementara saya cuma bisa senyum canggung sambil buru-buru bayar pake uang pas demi menyelamatkan sisa-sisa martabat saya yang udah ambyar total di depan mesin espresso, wkwk
ReplyDeleteternyata nggak cuma di Banjarmasin, di Jakarta juga banyak banget ya bermunculan cafe-cafe mulai dari yang franshise sampai yang lokal dan jadinya bingung mau coba yang mana. Seru deh mbak Lendy jalan-jalan berdua suami ke Jakarta berasa pacaran terus yaa sekarang
ReplyDeleteWoah! It’s simple article, yet effective for who will read this. Thanks for sharing.
ReplyDeleteI’ve got you saved as a favorite to look at new things you post, Im waiting.
ReplyDeleteGreat stuff!
ReplyDeleteThis is seriously awesome!
ReplyDeleteLove everything about this!
ReplyDelete