Blogger,

Ragam Menu di Rumah Makan Legoh

Tuesday, August 30, 2016 Lendy Kurnia Reny 10 Comments



Percaya kan, salah satu faktor kenapa kita balik lagi makan di sebuah rumah makan adalah karena pelayanannya yang ramah?

Pengalaman ini yang saya dapatkan ketika berkunjung ke Rumah Makan Legoh.

Selain itu, tempat rumah makan ini mudah sekali dijangkau. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, bisa naik angkot dan turun di jalan H. Juanda (alias Dago), lalu jalan sedikit untuk tiba di jalan Sultan Agung no. 9, Bandung.

Memang tidak ada tanda khusus yang bertuliskan Rumah Makan Legoh, namun tempat makan yang berdiri sejak 2004 ini sudah famous di banyak kalangan, terutama yang berada di daerah tersebut.

source : google maps

Ngomongin letak, karena rumah makan ini berada persis di hadapan sekolah SMA Aloysius, ada kisah lucu pada jaman dahulu saat rumah makan ini baru berdiri. Jangan dibayangkan Legoh yang sekarang sudah besar dengan tamu yang tak kunjung berhenti, terlebih di saat jam makan siang. Dulu pada saat baru beroperasi, yang nongkrong di rumah makan ini adalah anak SMA seberang. Sehingga tamu berikutnya sudah bisa dipastikan adalah guru yang merazia murid-murid SMA yang membolos pelajaran. Lucunya lagi, owner Legoh memberi kemudahan pembayaran untuk para siswa ini. Siswa diperbolehkan makan dahulu, namun bayar belakangan. Hiihi...kebayang tebelnya buku daftar hutang chef Leon yaa...

Chef yang juga seorang penggebuk drum dari band KOIL ini adalah seorang lelaki keturunan Manado. Zaman dahulu, di rumah makan ini menyediakan menu spesial. Hanya untuk keluarga dan warga Manado yang rindu akan makanan khas kota mereka. Namun seiring berjalannya waktu, menu spesial tersebut ditiadakan. Karena chef Leon ingin lebih meyakinkan customer, yang kebanyakan beragama muslim bahwa rumah makan ini halal. Tidak perlu ragu lagi. Bahkan chef Leon secara terbuka mengundang para tamu untuk melihat kebersihan dapurnya. *waah...gak takut resep rahasianya bocor, chef? hiihi...


Suasana rumah makan Legoh saat jam makan siang

chef Leon

Ternyata salah satu resep rahasia rumah makan ini senantiasa dipadati oleh pengunjung adalah seringnya chef Leon menggunakan media sosial untuk berbagi pikiran dan diskon. Eh...iya looh...bahkan chef Leon sering membagikan resep di akun twitter @rmlegoh. Baiknyaaa...

Sembari menunggu makanan utama yang saya pesan datang, saya membukanya dengan camilan pisang keju aroma yang renyah dengan taburan keju dan susu melimpah di atasnya.

pisang keju aroma susu, 15 K

Tak cukup sampai di situ, menu pembuka lain yang wajib untuk dinikmati sembari ngobrol seru dengan teman-teman adalah tahu pletok. Untuk masalah rasa, jangan ditanya...bikin kita gak bisa berhenti ngemil.

tahu pletok, 10 K

Akhirnya menu teman-teman yang sudah dihidangkan pun menjadi ajang keakraban bagi kami untuk saling mencicipi kenikmatan ragam menu yang ditawarkan di Legoh. Sebut saja jenis makanan nasi goreng. Di Legoh, nasi goreng yang merupakan masakan rumahan, disulap menjadi makanan istimewa.

(kiri) nasi goreng sapi cuka, 33 K dan (kanan) nasi goreng hitam, 23 K

Dengan sedikit curi-curi pandang pada teman yang memesan menu ini, saya bisa membayangkan nikmatnya. Bagaimana tidak? Dalam waktu beberapa menit (lumayan lama siih...) teman-teman saya ini mampu menghabiskan 1 porsi. Padahal kalau makan di Legoh ini, 1 porsi bisa dinikmati untuk 2 orang. Saking banyaknya. Untuk masalah harga, standart lah yaa...masih dibawah 50 K semua.

Awalnya, minuman yang saya nantikan datang. Tanpa menunggu lama, langsung saya teguk dengan semangat. Segarnya...

(kiri) avocado float, 25 K dan (kanan) es kelapa jeruk, 20 K

Memang nikmat kalau di siang yang terik, kita meneguk minuman dingin. Rasanya dahaga yang sedari tadi menggelayut, sirna seketika. Alhamdulillaah...

Tak berapa lama, pesanan saya datang bersama nasi daun jeruk. Saya memesan sup buntut (biasa) karena ada pilihan sup buntut goreng.

(kiri) sup buntut (biasa), 45 K dan (kanan) sup buntut goreng, 49 K

Dagingnya empuk dan potongan tulangnya dibuat tipis, sehingga memudahkan saya untuk menyantapnya (dengan tetap cantik, karena gak susup sana sini, hiihii...). Belum lagi kuahnya yang gurih dan nasi daun jeruk yang segar. Rasanya maknyuus~~

Kalau makan sop buntut ini, saya jadi teringat masakan mama mertua saya di Surabaya. Dan Legoh berhasil membuat saya terkenang dengan mama.

Untuk yang suka makanan pedas, ada beberapa menu baru yang ditawarkan. Dan ini bagaikan uji nyali, bagi saya. Melihat tumpukan cabe merah ataupun hijau di atasnya. Uwoow...

(atas-kiri) sapi rica, 33 K, (bawah-kiri) sapi mentega, 33 K dan (kanan) sapi rawit, 35 K 

Jangan takut hilang kecantikan kalau makan menu ini, karena ternyata daging sapinya sudah dipotongin kecil-kecil, sehingga pas untuk satu suapan. Heuumm~~

Melihat menu ini apa yang terbayang?

Pedas banget kayaknya yaa...? Ternyata tidak juga lho...bagi penggemar masakan pedas tapi perutnya tidak bisa diajak makan makanan yang terlalu peda nyelekit, menu ini aman, menurut saya. Tidak terlalu pedas (berlebihan) di mulut dan ramah di perut.

Bagi yang orang Padang, kayaknya kalau sambal ijo identiknya sama orang Padang yaa...Di sini ada menu baru, sapi sambal ijo.

sapi sambal ijo, 33 K

Aah...asik-asik kan menu yang ditawarkan di rumah makan Legoh ini...Iya doonk, terbukti dengan pelanggan setianya yang pasti gak cuma sekali datang dan menikmati. Mereka akan terus penasaran dengan menu baru di rumah makan ini. Bagi yang ingin sumbang ide, ingin ada menu apa yang disajikan, chef Leon siap menerima tantangan, katanya.


Daftar pilihan menu rumah makan Legoh


Karena rumah makan ini selalu ramai saat jam-jam makan siang, maka kalau belum makan siang atau after lunch, bisa juga nongkrong-nongkrong cantik di sini dengan memilih menu yang tidak terlalu berat di perut. Ada ragam menu mie dan baso. Dan serius deh...makanan porsi Legoh membuat kita kenyangnya kebangetaan...^^

Daftar menu untuk mie dan baso

Yang pingin tau lebih banyak lagi tentang Legoh, bisa kepoin beberapa sosmed yang dimiliki chef Leon. Dan beneran, chef orangnya ramah banget. Suka berbagi dan bercerita. Dan akan tampak makin berbinar ketika diajukan mengenai pertanyaan seputar masak dan musik. Chef Leon juga seorang blogger lho...ada banyak rahasia dapur beserta beberapa pemikirannya yang bisa kita baca.

Rumah Makan Legoh
Jl. Sultan Agung no. 9 Bandung.

Jam operasional :
start from 11 am - 9 pm

Facebook
Rm Legoh

Twitter
@rmlegoh

Blog :
 rmlegoh.com


Salam hangat,















You Might Also Like

10 comments:

  1. wah liputannya lengkap nih!

    Keren ya -- dari yg sekadar menjalankan passion bisa mengembangkan usaha kuliner yang serius .. mantap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi menginspirasi yaa, kang Ade...

      Haturnuhun, kang...

      Delete
  2. Deeuuuh... yg ga bisa ikutan nangkring di legooh, cuma bisa ngileeerrr,, wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uni....
      kapan ateuh kita nge date cantik sambil makan?

      ^^

      Delete
  3. Saya suka kwetiawnya (teuteup hahaha). Yg pasti mah akan kembali lagi ke Legoh! Enak-enak dan banyak porsinya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh Ulu.
      Kemarin aga malu juga karena gak sanggup ngabisin nasinya.

      Sayaaang...
      karena awalnya uda terlanjur kalap sama hidangan pembuka.

      Heuu....*baliik balik baliiik*

      Delete
  4. Saya penasaran sama tahu pletok dan sup buntutnya :)

    ReplyDelete
  5. Aduh jadi laper, tulisannya bikin ngiler mana belom sarapan hihihi...

    ReplyDelete
  6. jadi referensi untuk kuliner ni

    ReplyDelete