Institut Ibu Profesional

[Playdate] Rumah Sakit, Sahabatku

Wednesday, September 07, 2016 Lendy Kurnia Reny 4 Comments



Institut Ibu Profesional (IIP) - Komunitas untuk Ibu-Ibu yang ingin mengembangkan potensi diri dan berbagi ilmu tanpa meninggalkan perannya sebagai seorang istri dan ibu dalam keluarga. Salah satu tujuannya adalah menjadi Ibu kebanggaan keluarga.

Salah satu agenda rutin IIP adalah mengadakan playdate. Selain untuk mendekatkan hubungan ibu dan anak, juga bisa menjalin silaturrahim antar member yang biasanya hanya bertemu melalui whatsapp, kini bisa langsung bertatap muka dan saling berbagi kisah pengalaman. Jadi ajang curhat juga biasanya...apalagi kalau bertemunya dengan para senior (heehe...gak ada senioritas siih...ini hanya saya yang membahasakan member yang sudah lebih lama bergabung dengan IIP Bandung).

Playdate diadakan untuk anak-anak dalam rangka tour de talent. Memperkaya wawasan mengenai profesi atau pekerjaan. Naah, kali ini...saya bersama dengan kedua anak saya diajak jalan-jalan ke salah satu Rumah Sakit besar di Bandung. Yaa...RS Limijati adalah rumah sakit yang mudah dijangkau dan ramah anak, karena tipe rumah sakit Ibu dan Anak.

Flyer kece yang dibuat oleh tim playdate : teh Miranti dan Bubu Wiwik
Rumah sakit Limijati selalu dipadati pasien. Jadi jangan kaget kalau ke sini, suka susah mendapatkan parkir. Kami bergegas beranjak ke lantai 5, auditorium tempat acara akan dilaksanakan.

Disambut oleh keramahan para PeJe Playdate

Dengan kerempongan khas emak-emak, kami disambut hangat oleh front liner yang tak lain adalah PJ RB Playdate juga, Bubu Wiwik. Dengan membayar Rp 50.000,- kami mendapatkan goodie bag yang berisi makanan sehat dan susu serta buku tentang rumah sakit.




Tak menunggu lama, acara pun segera dimulai. Dibuka oleh kak Indra, anak-anak belajar mengenai rumah sakit. Ada apa saja di rumah sakit...? Bagaimana perasaan adik-adik kalau akan ke rumah sakit? Takut dengan dokter? Apa yang ditakutkan dari dokter? Biasanya dokter bawa apa?

Pengenalan alat kedokteran sederhana yaitu stetoskop.

Apa kegunaan stetoskop, adik-adik?
Jawaban anak-anak yang rata-rata berusia 3-5 tahun (meskipun ada pula yang usia sekolah) ini lucu-lucuuu sekali. Ada yang menjawab "Untuk melihat kuman", "Untuk mendengarkan bunyi dag-dig-dug", dan lain-lain.

Sederhananya, fungsi stateskop adalah untuk memeriksa dan mendengar bunyi detak jantung, bunyi pernafasan dan bunyi perut.

Kenapa diperiksa?

Lagi-lagi dengan lantang ada yang menjawab "Agar bisa tahu ada kumannya atau tidak".
*Hoohoo....


Keseruan demi keseruan masih terus berlanjut, karena kak Indra membawa boneka tangan dan mengajak bercerita anak-anak. Setelah bercerita, anak-anak diijinkan untuk mencoba stetoskop. Yeey...

Berkenalan dengan boneka tangan yang manis

pretend play yang seru!

Setelah kak Indra pamit, keseruan belajar anak-anak di ruangan ini tidak berhenti, ada kaka cantik yang mengajarkan tentang pentingnya mencuci tangan. Hayoo...suka cuci tangan gak?

Kaka cantik membawa hand rub (atau biasa disebut hand sanitizer yaa...?) berbahan alkohol. Ini digunakan jika keadaan mendesak. Misal : sedang dalam perjalanan yang tidak memungkinkan untuk dapat air. Namun sebaiknya digunakan maksimal 3 kali pemakaian. Kalau lebih dari itu, tangan akan terasa lengket dan tidak nyaman. Malah membuat sarang kuman baru.


Teknik mencuci tangan yang baik dan benar.
source : kcafsfci.blogspot.com

Anak-anak dengan antusias mengikuti cara mencuci tangan yang diperagakan oleh kaka cantik. Dan semoga kebiasaan baik ini terbawa sepulang dari playdate.

Tips dari kaka cantik dalam hal mencuci tangan adalah

  • Senantiasa menggunakan sabun.
    Kalau adanya sabun padat, cuci dahulu sabun tersebut, baru digunakan.
  • Waktu-waktu yang disarankan mencuci tangan yaitu sebelum dan sesudah makan, serta sepulang dari bepergian.
  • Basuh dengan air saja sebenarnya cukup untuk mencuci tangan. Tapi agar lebih bersih dan hilang bau atau rasa lengket, sebaaiknya pakai sabun tangan cair.
  • Bila memakai hand rub, tunggu sampai alkoholnya kering dahulu, baru memegang makanan. 



Oke kan tipsnya...

Acara dilanjutkan oleh seorang Ibu yang mengajarkan pada anak-anak pentingnya sikat gigi. Bagaimana sikat gigi yang benar dan memilih sikat gigi yang sesuai. Bahkan aktivitas sikat gigi ini sebaiknya dilakukan sejak anak berusia 6 bulan, usia batita akan tumbuh gigi.

Ibu membawa gigi dan sikat super besar ^^
Sebenarnya, sikat gigi tidak pakai pasta gigi pun tidak apa-apa, asalkan teknik sikat giginya sudah benar. Bagaimana teknik sikat gigi yang benar?

Teknik sikat gigi yang baik dan benar.
source : davvhieedreeo.blogspot.com

Pasta gigi yang baik adalah yang tidak banyak detergennya. Itu lho...yang berbusa-busa saat kita sikat gigi. Terlebih saat memilih pasta gigi anak. Harus lebih selektif dan anak diajarkan untuk mengeluarkan pasta gigi serta kumur-kumur. Kalau masih sering tertelan, sebaiknya menggunakan air matang aja yaa...

Simpel.

Hanya butuh konsistensi dari kedua orang tua, terutama ibu. Karena kesehatan adalah investasi utama bagi siapa saja.


Acara ditutup dengan berkunjung ke ruangan bayi. Anak-anak menjadi gemas dibuatnya. Bayi-bayi merah itu tampak mungil dan anteng.

Ini bayi baru lahir beberapa jam yang lalu lhoo...gendongnya santai banget yaa...?
Capek?
In syaa allah lelahnya anak-anak sebanding dengan ilmu dan hikmah yang diperoleh dari perjalanan playdate kami hari ini.

Bermainlah,
Karena jika kurang bermain, maka akan kamu temui orang dewasa yang kekanak-kanakan.


Haturnuhun.


Salam hangat,

- Tim Fasil IIP - Bandung Utara.













You Might Also Like

4 comments:

  1. Aku sukaa postingannya.. Haturnuhun teh Lendy, sampai ktemu di playdate selanjutnya InsyaAllah *hugs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haturnuhun PJ playdate, mamah Miranti yang kece.
      Serius keren - keren banget siih...playdatenya.

      Cocok sama hobinya yaa teh...

      Delete
  2. mauuu ikut playdate seperti ini, IIP ada di semua kota mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba Kania di Jogja kan yaa...?
      Aku bantu cari CP nya yaa, mba...

      Delete