feature,

Drama Keluarga : Marriage Contract

Monday, April 24, 2017 Lendy Kurnia Reny 38 Comments

Assalamu`alaykum,

Uda lama aja gak apdet soal Drama Korea yang aku tonton yaa...
Sekarang aku mau bahas drama kawin kontrak. Dih...tema begini udah cukup sering dijadiin bahan cerita yaa...

Dari jaman jebot, sebut saja Full House (2004).
Ini kisah fenomenal yang tak lekang oleh waktu. Siapa yang gak kenal couple ini? Rain sama Song Hye Kyo. Semenjak memerankan karakter dalam drama Full House ini, karir mereka melesat bak roket ((hoo...)).

Ada lagi?
Banyaaakk...ternyata. Ini beberapa Drama Korea dengan tema kawin kontrak yang aku tau. Dan kesemuanya, bikin aku melting dan berakhir pada baper berkepanjangan. Padahal kisahnya klasik kan yaa...?

* Lie To Me (2011)
Lead Male : Kang Ji-Hwan
Lead Female : Yoon Eun-Hye

* The Prime Minister and I (2013)
Lead Male : Lee Beom So
Lead Female : Im Yoona

* Fated To Loved You (2014)
Lead Male : Jang Hyuk
Lead Female : Jang Na-Ra



Kalau ditanya mana yang paling disukai...? Ntar aja jawabnya yaa...setelah aku ngebahas drama Kawin Kontrak ala Korea yang satu ini.




Judul : Marriage ContactGyeolheun Gyeyak / 결혼계약 )
Penulis : Jung Yoo-Gyung
Sutradara : Kim Jin-Min
Genre : Drama, Romance, Family
Network : MDC
Episode : 16 eps


Drama yang diperankan oleh Lee Seo Jin (sebagai Han Ji-Hoon) dan Uee (sebagai Kang Hye-Soo) ini terbilang sukses membuat penonton berderai air mata. *Uhhuuk...apa akunya yang gampangan yaa...??

Berawal dari kisah hidup Hye-Soo yang mengalami serba kesulitan. Dari mulai ditinggal suaminya meninggal, ia harus mengurus seorang anak perempuan buah pernikahannya dengan mendiang suaminya yang kini berusia 7 tahun. Dan ternyata, si mantan suami meninggalkan utang dalam jumlah besar sebelum meninggal. Yang jadi misteri, uang itu digunakan untuk apa? *sampai ending drama ini, malah gak dibahas. Sayang banget yaa...?!? Mungkin sutradaranya sudah lelah...

Belum lagi, Hye Soo mendadak didiagnosis sama dokter bahwa hidupnya tidak lama lagi karena mengidap penyakit tumor otak. Dan ia masih punya harapan memperpanjang hidupnya asalkan mendapatkan pengobatan (semacam kemoterapi).



Fokus berikutnya adalah kehidupan si tokoh pria, Han Ji-Hoon. Ia seorang pemilik restoran keturunan keluarga kaya ((seperti biasa)) namun playboy. Gemar berganti pasangan dan sangat kasar. Dingin, nyebelin dan hobi marah-marah. Pada suatu hari, ia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa ibunya harus segera melaksanakan transplantasi liver. Kalau tidak, umurnya gak akan panjang lagi.

Panik dan ia mengatakan kepada sahabatnya bahwa akan menikah dengan perempuan yang rela menyumbangkan hatinya untuk sang ibu dan sanggup membayar kompensasi sebesar apapun.

Ternyata Hye-Soo yang saat itu sedang magang di restoran Ji-Hoon gak sengaja mencuri dengar pembicaraan tersebut. Dan ia menyatakan secara gamblang bahwa ia bersedia menjadi perempuan yang dimaksud.

Pernyataan si cewe tentu gak langsung diterima oleh oppa nyebelin ini. Dia masih berusaha mencari cewe lain yang kiranya pas buat jadi istri bayaran. Ini ada adegan audisi segala....dan lucunya, yang di audisi cuma satu cewe. Haahha....dan uda kliatan tuwir. 
Spontan Ji-Hoon nolak dan akhirnya melabuhkan pilihannya pada Hye-Soo. Hye-Soo pun gak segera mau...ada tarik ulur gitu laah....

Tapi endingnya mau siih...*eaaa....



Dimulai dari mempersiapkan kontrak pernikahan yang di tanda tangani kedua belah pihak. Bahwa kawin kontrak ini akan berakhir ketika operasi liver yang dibutuhkan telah terlaksana. Dan sebagai imbalannya, si cewe minta tolong untuk dibayarin utangnya kepada rentenir (yang tadi aku ceritain diatas, utang suaminya yang cukup besar) dan dicukupi kebutuhan anaknya yang bernama Cha Eun-Sang sampai ia dewasa dan mampu membiayai dirinya sendiri.

Cool!

Ji-Hoon menyanggupi apa yang diminta Hye-Soo. Dan berikutnya adalah menyiapkan foto pre-wedding untuk membuktikan kepada pihak Rumah Sakit bahwa ia dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri. Karena dengan begitu, operasi transplantasi akan lebih mudah dilakukan ketimbang mencari donor dari orang asing. Itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses yang sulit pula.

Kemudian mereka mendaftarkan pernikahan (pura-pura) mereka ke KUA di Korea. Hehhe...KUA, Kantor Pencatatan Sipil gitu deeh...

Dan proses ini gak mudah, karena mereka melibatkan seorang anak kecil berusia 7 tahun untuk ikut di wawancara dengan pihak Rumah Sakit terkait `Benarkah Ji-Hoon dan Hye-Soo adalah sepasang suami-istri?`

Di episode-episode awal, kita akan disuguhkan seberapa gigihnya perjuangan Ji-Hoon untuk memenangkan hati si kecil, Cha Eun-Sang. Dari mulai mengajak bermain ke taman bermain, makan es krim bareng sampai menjemput Eun-Sang ke sekolahnya, semua dilakukan demi diakuinya bahwa ia adalah ahjussi yang akan menjadi calon Papanya.


Iya,
Soalnya kalo bilang mereka nikah kontrak ke anak seusia Eun-Sang, apa yang akan dipikirkan? Takut Eun-Sang gak ngerti.


Maka,
berhasilkah mereka menjalankan perjanjian kontrak pernikahan mereka? Bagaimana kisah hubungan Ji-Hoon dan Hye-Soo selanjutnya? Dan pasca operasi transplantasi? Akankah mereka menyudahi pernikahan mereka atau malah saling jatuh cinta dan meneruskan pernikahan yang memang sudah sah di mata hukum?


Aku gak akan kasih spoiler yaa...hehhe...yang pasti drama ini mengeluarkan emosi begitu banyak. Ada seneng, sedih, kesal dan empati di dalam drama sepanjang 16 episode ini. Chemistry yang dimainkan antar pemerannya pun bagus. Bukan hanya Ji-Hoon dan Hye-Soo yang sudah barang tentu menjadi pasangan, namun hubungan Ayah dan anak (angkat) nya juga patut diacungi jempol.



Akting si mungil Shin Rin-ah dalam memerankan karakter Cha Eun-Sang keren banget. Anak sekecil ini bisa memerankan beberapa emosi marah, senang, sedih hingga bercucuran air mata. Hadeeu...gak kebayang ngasih pengarahannya gimana. Dan sebenarnya, ia adalah artis cilik yang sudah sering main drama dengan beberapa aktor ternama. Inget waktu nonton Legend Of The Blue Sea...ada anak kecil yang bisa dengerin gelombang suara hatinya si duyung Jun Ji-Hyun? Dan di Defendant, doi juga main bareng Ji-Sung. Aigoo~~ Kecil-kecil prestasinya uda banyaak banget. Gemesiin memang kalo liat aktingnya yang natural.


Hikmah nonton drama keluarga ini, aku jadi sadar beberapa hal bahwa :


1. Anak di bawah usia baligh tidak seharusnya memahami kesulitan yang dialami orang tuanya.
Sesulit apapun keadaan orang tua, sebaiknya anak tidak diberi tahu. Kalaupun terpaksa karena anak sudah tau duluan, maka diberi penjelasan sesuai dengan otak kecil anak.


2. Memperbanyak kontak fisik dengan anak.
Untuk seorang Ibu bekerja, tidak menjadi penghalang untuk bisa dekat dengan anak. Asal memanfaatkan waktu kebersamaan. Bukan sekedar memenuhi kebutuhan lahiriah, tapi juga batiniahnya, yang terpenting.

Dalam film ini, seberapapaun lelahnya Hye-Soo, ia selalu memasak makanan untuk anaknya. Sehingga Eun-Sang merasa istimewa meskipun seringkali ditinggal sang ibu bekerja ke sana-ke mari.


3. Melibatkan anak dalam mengambil keputusan keluarga.
Anak juga berhak menentukan apa yang diinginkan dan apa yang bisa membuatnya bahagia. Sehingga selalu melibatkan anak dalam sebuah diskusi keluarga. Tidak menjadi orang tua yang diktator dengan menentukan apa yang menurut orang tua baik.

Diskusi dalam keluarga ini juga melatih berpikir kritis kepada anak. Mereka akan belajar mengambil keputusan dan mengenal konsekuensi.


4. Menjadi pribadi yang fleksibel.
Karena dunia senantiasa berputar, maka janganlah berhenti belajar. Belajar bukan hanya di atas kertas, namun  belajar membaca situasi dan lingkungan sekitar.

Dalam drama ini, si kakek yang diceritakan haus harta, pada akhirnya ditinggalkan oleh istri dan anak-anaknya. Karena menjadi pribadi yang keras dengan prinsip yang ia yakini benar.

Apa gunanya harta melimpah tanpa keluarga dan orang-orang yang dikasihi?


5. Menghargai waktu saat bersama keluarga, karena kita tidak akan pernah tau kapan kontrak hidup kita di dunia berakhir.
Membersamai keluarga dengan sepenuh hati. Memberi hadiah dan melakukan segala hal yang terbaik, ini yang dilakukan Ji-Hoon untuk membuat hari-hari Hye-Soo bahagia.




Bagaimana dengan kita?
Sudahkan kita memberi waktu terbaik untuk keluarga?




Terima kasih yang sudah membaca. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam hangat,















You Might Also Like

38 comments:

  1. Jd pengen nontoooonnnnn,
    Tengkiu sharenya ya mbk, catet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mba Inda.
      Waktu nonton ini juga atas saran sahabat.

      *eaaa....virus.

      Delete
  2. Mantap bunda. Jadi pnasaran pengen jg jadinya pengen nton. Aq jg penggemar drakor. Trakhir nonton tu goblin. Sehabis itu msh susah move on ih dari goblin 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyayaa...banyak drama yang bikin susah move on.
      Jadi kzl kalo belum ketemu lagi yang oke.

      *lebbaaii..^^

      Delete
  3. Seru euy reviewnya. Catet ah, jadi wish list drakor selanjutnya.

    Saya kalau nonton drakor banyak bapernya hihi. Berderai-derai air mata.

    ReplyDelete
  4. Sya suka iniii.. Karakter ahjusi yg kaku ini buat romancenya gimanaaaa gt. Dan sedih bangeeet.. Tapi hepi ending kok. Pokoknya suka deh.

    ReplyDelete
  5. Ceritanya gak jauh-jauh ya, jadi rada bosan dengan drama Korea yang konfliknya itu-itu aja tapi tetep aja sih nanti ditonton juga wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Aku full house ngikutin n smpt ntn bbrp drakor jaman dulu waktu unyu unyu n msh berharap lingkar pinggang langsing n dpt jodoh yg mirip song he kyo haha

    ReplyDelete
  7. Nambah lagi nih wawasan tentang drama koreanya

    ReplyDelete
  8. Wah ternyata di Korea mengenal kawin kontrak jg ya :)

    ReplyDelete
  9. lucu ya masalah kawin kontrak, aku sering mikir pas ada film tentang kawin kontrak. kalau ada beneran khan repot

    ReplyDelete
  10. Jika ditanya, Sudahkan kita memberi waktu terbaik untuk keluarga?

    Waktu terbaik bersama keluarga adalah saat seluruh keluarga nonton drama korea bersama


    Eaaaaa

    ReplyDelete
  11. Aku nggak suka drakor tapi suka Full House, hihihi. Jadi suka bayangin ada nggak ya yang beneran jatuh cinta karena awalnya kawin kontrak.

    ReplyDelete
  12. wadohhh di Spoiler sama mba yang satu ini. hehe jadi penasaran kan sama filmnya nanti coba download ah film drama korea dengan judul marriage contract kayanya seru romance gimana gitu kan. Anak kecilnya pinter ya bisa langsung bermain peran di umur yang masih muda lucu lagi

    ReplyDelete
  13. aku udah nonton The Prime Minister and I. eh salah fokus haha

    btw kalimat yg ini bikin baper mbak.. Menghargai waktu saat bersama keluarga, karena kita tidak akan pernah tau kapan kontrak hidup kita di dunia berakhir.
    iya kadang kita kalau teralu sibuk sampai lupa untuk quality time bareng keluarga yaa

    ReplyDelete
  14. Ini drama koreanya kayak film Indonesia yang judulnya kawin kontrak ya hehe..

    Bener tuh mba bahwa anak jangan sampai tau permasalahan orang tua karena takutnya malah menjadi beban bagi mereka

    ReplyDelete
  15. Drakor nih banyak sedi ama dramanya yah? ada yang action atau horor ngga sih? pengen nyoba non ton

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada doonk, mas Don..
      Cuma gak pernah ngulas yang action. Hahhaa....jarang romantic scene nya soalnya....

      Delete
  16. Seru nih aku jadi bisa Baper kalau kayak gini ����

    ReplyDelete
  17. Mungkin jika sebatas hanya melihat akan nilai2 yg terkandung di dalam filmnya, mungkin bisa jadi ini film layak untuk ditonton, dan terlihat film yang Bagus, haha tapi masalahnya saya kurang doyan nonton drama korea mbak..

    Dan untuk ulasannya, sangat menarik dan membuat banyak pembacanya untuk segera menontonnya ^^

    ReplyDelete
  18. Duh aduh jd pengen nonton, dah agak lama gak nonton drakor. Hebat mba ya sempat mereview segala

    ReplyDelete
  19. Si kakak Nawra sedang mau ujian. Jadi stop nonton dulu padahal dia mulai enak tuh diajak diskusi soal film

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...anaknya usia berapa, mba?
      Aku pun punya mimpi yang sama...kalo anakku karena perempuan semua, pasti bisa diajakin jelonk-jelonk bareng, apa-apa bareng...

      *10 tahun lagi mungkin...hiihii...

      Delete
  20. Belum nonton drakor ini. Okesip, setelah selesaiin Do Bong Soon, aku nonton ini.
    Kalo cerita ttg kawin kontrak yang paling favorit, masih Fated to Love.
    Ya ampun.. ini bikin baper abis!!

    Dan utk pesan yg didapet ttg film Marriage Contract, yg poin pertama aku kok enggak begitu sepakat ya.. Menurutku justru anak harus tahu, keadaan sulit di keluarganya. Jadi ortu yg terbuka gitu.. Biar dia bs lebih memahami & enggak menuntut macem2.

    Ah,, tapi ini kan karena aku belum nonton filmnya aja. :))))

    ReplyDelete
  21. Aku yakin drama ini pasti seru dan bikin penasaran, apalagi kalo berhubungan dengan percintaan, ada sedihnya ada senangnya yaa

    ReplyDelete
  22. Dari yg sudah2 sih, biasanya kedua contoh jatuh cinta beneran #sokteu
    Tapi gak tau lagi kalau penuis skenarionya punya ide lain hehe
    TFS reviewnya Mbk Lendy, udah lama eui gk nonton drakor, akhir2 ini nonton dorama jepun hehe

    ReplyDelete
  23. Jarang nonton korea aku mbak, tapi. Kalo full house dulu nonton lah hehhehhee...

    Aku sukanya drama yang lucu-lucu, kalo sedih-sedih gituh nanti mewek deh. Tapi jadi penasaran juga pengen nonton :D

    ReplyDelete
  24. Aku gak pernah nonton drakor.. Btw, setelah baca postingan ini koq jadi tertarik ya nonton drakor..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ritaa...
      Iya mba...nobar #gengIjoek yuuk....

      Delete
  25. Duhh, aku gimana gitu kalau sama film drama model begini. Bawaannya baper aja gitu. Wkwkkw
    Apalagi soal pernikahan :(
    Tapi keren sih, nilai-nilai pesan yg ada di dalamnya tuh dapet banget.

    ReplyDelete
  26. Dulu Kayanya pernah ada sinetron yang menghadirkan tema sama. Kalau gak salah di MBC juga. Cuma beda latar belakang sih. Aku mau nonton ini. Soalnya drakor kesukaan udah tamat semua. Hiks

    ReplyDelete
  27. wah kayaknya seru juga nih drakor hehehe

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/yantra.html

    ReplyDelete
  28. Aku sih, ndak mau nonton drakor, takut ketagihan :-)

    Btw, ada kesalahan penulisan di judul. SEharusnya contract ditulis contact.

    Dan, kayanya ada kontradiksi antara poin 1 dan poin 3.
    Melibatkan anak dalam mengambil keputusan keluarga & Anak di bawah usia baligh tidak seharusnya memahami kesulitan yang dialami orang tuanya.

    Biasanya, keputusan dibuat oleh akal yang sehat, dan juga, katakanlah, bijaksana. Di usia belum baligh tampaknya keputusan yang dibuat itu jadi bias deh.

    Emm, gimana ya jelasinnya. Jadi bingung sendiri :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Dhika jeli sekalii...
      Haturnuhun diingatkan masalah tulisan.


      Kalau diskusi keluarga, biasanya yang didiskusikan di luar permasalahan.
      Misalnya melibatkan anak dalam memilih destinasi wisata atau les apa saja yang menunjang bakatnya.

      Kalau masalah serius seperti finansial atau hubungan antar keluarga, misalnya....sebaiknya anak tidak diberi tau.

      Delete
  29. Wah ada sinopsis drakor disini. mantaff bisa dpt referensi menarik.Setuju deh mba Ama poin2 diatas intinya keluarga adalah segalanya dan ortu harus bisa bijak untuk sama2 saling membangun hubungan harmonis di dalamnya👍

    ReplyDelete
  30. Tfs ya, saya belum nonton nih selama hamil kok malas nonton Korea entah kenapa haha

    ReplyDelete
  31. KUA di korea cem mana tuh mb? hihi.. huwaaa udah brp lama ya ga nonton drakor lg?

    ReplyDelete
  32. Hai, Mbak Lendy, blogmu cakep banget ih dan seneng pas nemu review drakor yang satu ini. Aku belum sempat nonton, tapi katanya bagus banget ya? Masuk list ni untuk ditonton berikutnya. Sekarang aku lagi start drakor Babang JCW yang terbaru

    ReplyDelete