Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Alas Roban, Jalur Kematian dengan Jalan Berkelok Tajam

Bismillah,


Review Film Indonesia Alas Roban yang diperankan oleh Michelle Ziudith.
Hola sahabat lendyagasshi.


Gak pernah expect apa-apa kalo uda nonton film horor Indonesia siiyh..
Menurutku, masih belum ada yang ngalahin serem ((sekaligus jijiknya)) Sumala.

Kek apa yaa.. jagoan aku kalo film horor uda pasti Lunmay aja siikk..
Wajahnya antagonis dan serem banget, cuy!

Lainnya?
Siapa yaah...??

Mungkin eranya Suzzanna Martha Frederika van Osch atau yang kita kenal dengan Suzzanna ini yaa.. legend-nya Ratu Horor Indonesyaa...

Pada setuju, gak niih??


Key, bahas filmnya Michelle Ziudith kali ini yang berjudul "Alas Roban".

Film ini merupakan penggambaran kisah nyata, sebuah cerita yang kalau dibilang mitos, nyatanya ada pencerita yang mengalaminya sendiri dari tahun ke tahun.

Namun, kalau sahabat lendyagasshi melewati daerah Alas Roban ini, gak semua "diuji" dengan pengalaman mistis yang sama yaa.. 

Dan kali ini yang dikisahkan oleh Michelle Ziudith yang berperan sebagai seorang ibu dari satu putri tunggalnya yang bernama Gendis  ia mengalami katarak di usia dini, sehingga memiliki penglihatan terbatas.

Semua bermula dari ketergesa-gesaan Sita (diperankan oleh Michelle Ziudith) yang ingin segera sampai ke Semarang menggunakan bis dari kota asalnya, Pekalongan. Namun, karena terlambat datang ke terminal, Sita dan Gendis ketinggalan bis sehingga kudu memutar otak agar bisa tetap ke Semarang as soon as possible.

Nama jalur kematian di Alas Roban



Mitos 1 Alas Roban : Melempar Koin

Aturannya yaah... gak ada yang mau driver manapun melewati jalur Alas Roban di malam hari.

Bukan hanya karena mitos yang berkembang, namun juga karena rawannya terjadi kecelakaan karena melintasi Jalur Tengkorak yang terkenal belokannya curam dan gelap.

Namun, karena satu dan lain hal ((apalagi kalau bukan UANG)), Pak Supir bis (yang diperankan oleh Agus Kuncoro melaju juga untuk keberangkatan malam itu....

Dengan iming-iming uang 2 kali lipat dari biasanya dan sudah terkumpul beberapa penumpang juga, selain Sita dan Gendis.

Pak Kernet pun meyakinkan Pak Supir dengan mengatakan "Kita sebelum maghrib juga uda melewati jalur Alas Roban, Mas..."

Jadi mereka kemudian berpikir aman-aman aja niih...

nonton film Michelle Ziudith Alas Roban di Netflix

Namun kenyataannyaaa.. jauh berbeda.

Ketika memasuki area Alas Roban, keadaan sudah gelap dan mulai terasa hawa-hawa mistis.

Seperti bis yang gak bisa keluar dari loop circle yang sama...

Sudah 3 kali, mereka menempuh perjalanan dengan pemandangan yang sama... dan akhirnya ada salah satu penumpang yang tersadar dan berkata "Pak Sopiir... sepertinya kita uda muterin Alas Roban ini 3 kali..."

Suasana semakin mencekam dan Pak Kernet bis menenangkan dengan mengatakan "Coba kamu lempar koin ini keluar agar tidak diganggu ((penunggu Alas Roban))."


Apakah usaha melempar koin ini berhasil?


Mitos 2 Alas Roban : Bunyikan Klakson 3x

Kejutan belum berhenti di bis yang berputar-putar di area yang sama..
Lalu Pak Supir kembali dikejutkan dengan "menabrak" seseorang...

Kejadian nabraknya NYATA.
Tapi pas dicari korbannya gak ada...

Padahal ada jejak tangan berdarah yang menempel di bis.
Pak Supir semakin yakin kalau mereka sedang diganggu...

Banyak orang bercerita...

Ketika malam tlah datang, Alas Roban berubah menjadi area yang angker terutama di Jalur Tengkorak.

Dan untuk melewatinya, para supir harus membunyikan klakson sebanyak 3 kali sebagai pertanda ijin atau pamit kepada sang penunggu.



Mitos 3 Alas Roban : Warung yang Tak Pernah Ada

Setelah kejadian nabrak yang gak ada korbannya itu..

Pak Supir memutuskan untuk berhenti sejenak.. Istirahat di pinggir jalan dan beberapa penumpang pun turun untuk menepi.

Sita dan Gendis pamit untuk pipis yang sebelumnya sempat meminjam senter dari Pak Supir.

Setelah masuk agak dalam ke hutan, Sita dan Gendis akhirnya menemukan sebuah warung yang tampak tenang namun ada beberapa pembeli.

Disanalah Sita menanyakan keberadaan kamar mandi karena anaknya kebelet pipis.

Sang pemilik warung yang seorang wanita cantik berkebaya rapih tampak menunjuk area yang lebih dalam lagi untuk masuk ke hutan dan disanalah terdapat kamar mandi.

mitos Alas Roban
testimoni para driver ketika melintasi Alas Roban


Selama Gendis berada di kamar mandi, Gendis merasa ada orang berbisik dan suaranya semakin keras yang berada tepat di belakang tengkuknya. Karena keterbatasan penglihatan, Gendis pun hanya diam terpaku...

Sedangkan sang Ibu, yang menunggui di luar.. dipertemukan dengan seekor monyet putih — yang ternyata adalah sebuah perlambang ketika ada orang asing masuk ke area Alas Roban.


Apakah yang terjadi setelahnya?



Alas Roban Film Horor yang Mengangkat Kearifan Lokal

Bukan hantu modern, namun Alas Roban menjanjikan sebuah tayangan mencekam mengenai sebuah mitos ketika melewati sebuah daerah yang dulunya adalah hutan belantara dan manusia mencoba untuk menjadikannya sebuah akses darat pada jaman Belanda.

Dulunya, saat penjajahan Belanda — sang penghuni asli Alas Roban mengadakan perjanjian sakral untuk saling menjaga hutan tersebut bersama meski dibangun jalan yang membelah hutan belantara tersebut.

Siapa sangka, makin ke sini, semakin banyak manusia-manusia serakah yang berbuat hal melanggar norma sehingga Alas Roban menjadi tempat pembuangan mayat para korban meninggal akibat kerja paksa pembangunan jalan dan hingga kini, korban pembunuhan selalu dibuang di Alas Roban.

Makna kera putih di Alas Roban
Alas Roban poster film

Judul : Alas Roban (2025)

Director Hadrah Daeng Ratu

  Actors :  

Michelle Ziudith sebagai Sita Rio Dewanto sebagai Anto Fara Shakila sebagai Gendis Taskya Namya sebagai Tika Imelda Therinne sebagai Dewi Raras Dewi Pakis sebagai Bu Emah Saputra Kori sebagai Lucas Agus Kuncoro sebagai Dadang


Genre : Horor, Kisah Tanah Jawa
Rundate : January 15th, 2026
Runtime : 111 minutes

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5



Alas Roban adalah fenomena ghaib yang terjadi di masyarakat. 

Karena jalanan yang kawasan hutan di bagian utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalur legendaris di pesisir utara (Pantura) ini umumnya mencakup wilayah Kecamatan Gringsing, Kecamatan Banyuputih, dan Kecamatan Subah.


Sebenernya masih banyak mitos lain yang berkaitan dengan Jalur Tengkorak di Alas Roban. Kenapa dinamakan jalur tengkorak?

Karena seringnya terjadi orang hilang, namun ditemukan beberapa bulan kemudian di dalam hutan. Tempatnya pun aneh-aneh.. seperti atas pohon atau di dalam hutan belantara. Kabarnya, memang jiwanya sudah dijemput dan ditahan dahulu oleh penunggu Alas Roban.


Buat sahabat lendyagasshi yang pernah melakukan perjalanan ke daerah Alas Roban, gimana nih.. punya pengalaman mistis juga gak?

Sembari baca-baca blog ka Dian Restu Agustina yang rajin travelling, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga keluar negeri, bisa juga mantengin salah satu artikelnya mengenai Edinburgh Castle di Skotlandia.


Buat yang pingin nonton Film Alas Roban yang kini uda gak tayang di bioskop lagi, namun bisa dinikmati di platform Netflix yaa..

Meski endingnya bikin sediih dan kalau kulihat di sosmed, banyak juga yang tak terasa hingga mengalir air mata karena kudu berpisah dengan sosok keibuan, Sita.

Pasti makin penasaran niich..
Sokin nonton dah..


Happy Watching~


Salam hangat,



27 comments for "Alas Roban, Jalur Kematian dengan Jalan Berkelok Tajam"

  1. Kalau sekarang lewat Batang biasanya via tol, sih. Aku belum nonton. Ternyata lumayan bagus ya? Btw, Sumala emang film horor yang termasuk bagus menurutku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak banyak sih film Indonesia yang kutonton. Sumala dan Alas Roban juga belum. Kayaknya sesekali nonton film Indonesia deh. Buat hiburan akhir pekan. Kayakny nonton alas Roban dulu

      Delete
  2. Dulu sebelum nyambung tol Trans Jawa, aku mudik dari Jakarta ke Madiun dan Kediri lewat jalanan asli Alas Roban. Memang auranya bedaaa..
    Alas Roban memang selalu menarik karena lekat dengan cerita-cerita mistis yang melegenda. Terima kasih sudah berbagi ulasan, Teh Lendy, aku jadi punya gambaran sebelum nonton film ini.

    ReplyDelete
  3. Terlepas dari kisah-kisah mistis dan menyeramkan (yang sengaja dikembangkan masyarakat juga deh kayaknya) aku tu mikir ... ya kaliiii para petinggi daerah ini dan bapak bapak polisi ngga denger?

    Kalau menurutku sih,
    mending daerah itu dibuat terang benderang, dibikinin rest area kecil buat warung resmi dan toilet umum yang bersih, Kan bisaa yaaa .. ..yok bisa yoook...

    Terus dikasih aneka rambu-rambu aja kan yaaah... daripada dibiarin kayak daerah menyeramkan... hehehee .. logik gak Len?

    ReplyDelete
  4. Buatku horor Indonesia yang mantep mencekam "pengabdi setan" sama Kodrat. Selebihnya so so. Tapi, alas Roban ini emang menarik sekali ceritanya, karena ada pesan baik yang pengen disampaikan terutama menjaga hutan dan lingkungan.

    Pemeran Ibu, di film ini pun keren aktingnya. Selain agak seram, emang menguras air mata juga. Banyak yang bikin sedih.

    ReplyDelete
  5. Wah asyik, Teh Lendy nulis dan BW lagi
    Saya kehilangan pisan tulisan awal bulan tentang drakor dan film korea yang akan rilis
    hehehe ....
    Eniwei tentang Alas Roban, mungkin karena gak percaya mistik, jadi saya gak pernah nemuin kejadian aneh. Selama ini lewat Alas Roban ya lewat aja, gak pernah kepikiran apa-apa. Lempeng wae. :D

    ReplyDelete
  6. Sedari kecil sering juga mendengar mitos tentang alas roban ini.
    Setelah dewasa seringnya dapat cerita tentang alas roban itu adalah pemalakan terhadap para sopir truk

    ReplyDelete
  7. Aku juga kemarin nonton film ini. Jadi ingat dulu pernah ada teman SMA yang lewat Alas Roban dan diganggu oleh (mungkin) salah satu penunggunya. Sampe rumah tengkuk dan badan terasa berat, seperti digandoli sesuatu. Dikira kena kolesterol eh ternyata ditunggangi makhluk halus. Proses melepasnya itu hampir satu tahun. Selama itu dia gak enak badan terus, susah bergerak, meski sudah dibantu ustadz dan orang-orang pintar lainnya. Badannya juga jadi habis, mengecil. Banyak orang tidak percaya, tapi buat yang mengalami sendiri atau yang menyaksikan langsung, Alas Roban gak boleh dianggap enteng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, serem banget ya. Sampe proses melepaskan mahkluk yang menempel nya pun lama sekali, satu tahun. Ikhh merinding banget.

      Sejujurnya aku nggak pernah lewat alas Roban, tetapi karena penasaran dengan film nya akhirnya nonton dan takjub sama aktingnya Sita, beneran oke banget. Ini salah satu film horor yang masuk akal, ceritanya enak, terstruktur banget.

      Delete
  8. Kalo daerah ini mah udah legend. Semoga makin aman dan tidak ada aneh-aneh lagi, travelling lewat sana juga makin tenang.

    ReplyDelete
  9. Saya sudah menandai film ini untuk ditonton apalagi ada akting Luna Maya yang sangat menarik walaupun Sebenarnya saya baca di salah satu threads orang Malaysia yang mempertanyakan soal film ini apakah seram atau tidak sehingga membuat saya tertarik untuk menontonnya nanti

    ReplyDelete
  10. Aura mistis dari Alas Roban ternyata tidak hanya cerita belaka ya. Tapi nyata. Ink kalau difilmkan pastinya emang pernah ada kejadian. Dan ternyata sering ya...

    Merinding lah kalau cerita soal mistis di sana
    Beberapa kali waktu ikut ziarah ke Jawa sana, setiap mau melewati jalan itu saya memilih segera tidur. Haha...

    Tapi kalau nonton filmnya sepertinya berani berani saja sih

    ReplyDelete
  11. Daku pernah mendengar Alas Roban ini waktu lagi booming filmnya. Cuma mau nonton takut wkwkwk. Secara gitu terkenal ya Alas Roban ini.
    Kek nya filmnya juga pernah tayang di tivi kalau ga salah ingat.
    Kapan tayang lagi di tivi, semoga pas siang, biar daku nonton

    ReplyDelete
  12. agak seram ya. Tapi emang sih kalau daerah yang awaalnya hutan belantara lalu dialihfungsikan tuh emang rada seram. Ada saja penunggunya yang mengganggu.

    Sebaiknya memang nggak melanggar aturan yang sudah ada di masyarakat. Menghormati aturan yang ada tuh jadi bentuk mencari aman.

    ReplyDelete
  13. Alas roban yang bikin di takuti dulu itu belokan tajamnya, karena minimnya penerangan juga jadi banyak kecelakaan, kalo soal kecelakaannya mah emang bener sih banyak karena mungkin kelalaian supir dan medannya yang berat apalagi dulu alas roban satu satunya jalan menuju dan dari semarang.
    Kalo soal jurignya mah, mitos lah hehe

    ReplyDelete
  14. Aduh ngeriii banget
    aku makin ke sini ga berani nonton pilem horor euy.
    takut kebawa mimpi

    ReplyDelete
  15. huhuhuuhuu salah nie aku bacanya pas malam2 bikin parno langsung waspada mode on huaaa takutttt mbaaaa...
    aku selalu takut liat film horor apalgi film indonesia soalnya horornya kan emang melegenda banget yaa biasanya dan siapa sie yg gak kenal sama alas roban dengan berbagai daya mistis nyaaa....

    ReplyDelete
  16. Pernah dengat tentang alas roban tapi gak nyangka seseram itu. Memang kalau sudah ada warning mending dihindari ya. Bukannya diterabas gitu aja. Jadi penasaran, mereka bisa melewati alas roban atau gak ya?

    ReplyDelete
  17. Film Horor Indonesia favorit saya Rumah Dara. Agak lawas, tapi gore nya Sharifa Danish memang gila, bahkan memang waktu itu tidak boleh tayang di bioskop Indonesia kalau ga salah.

    Saya belum nonton film Alas Roban ini. Eh, ternyata ada salah satu aktor yang saya aktingnya saya suka, Taskya Namya. Walau telat nonton di bioskop, masukin watchlist di Netflix ada dulu lah.

    Cerita horor dengan latar suatu tempat di daerah selalu menarik perhatian. Apalagi urband legend seperti ini juga banyak dipercaya masyarakat sekitar. Jadinya tak heran tema film seperti ini tak pernah sepi ya dari penonton

    ReplyDelete
  18. Baru baca sinopsinya film Alas Roban aja udah ngebuat merinding, apalagi mitos-mitos lokal seperti melempar koin dan klakson tiga kali ikut diangkat ke dalam cerita.
    Melihat jalan ceritanya yang tidak sekadar mengandalkan jump scare tetapi juga sarat kearifan lokal, film ini sepertinya wajib masuk watchlist. Untung saja sudah tayang di Netflix, jadi bisa langsung saya tonton akhir pekan ini

    ReplyDelete
  19. wah dari review mbak lendy menarik ya ini cerita alas roban ini. tapi aku sebenarnya jarang nonton film horor malah anakku yang suka banget nonton film horor walaupun ujung-ujungnya jadi takut

    ReplyDelete
  20. Aku belum pernah sih melintas ke Alas Roban ini meski dr cerita org emg bener2 serem. Ini cerita asli yak, bukan dr film ini. Nah dr film ini emg kayak kisah nyata sih. Hrs ngelempar koin hingga bunyiin klakson sebagai pertanda permisi kita lewat situ.

    Wah jadi pengen nonton nih film ini. Kangen ama film horor lokal yang ceritain mistis lokal dan kita tahu.

    Kalo aku sih seringnya lewat alas Gumitir. Ini mirip alas Roban tapi tempatnya di Banyuwangi. Ini ga kalah angker juga sih. Dan ini jalurku saat aku melintas ke Bali saat kuliah dulu.

    ReplyDelete
  21. Ih sereeem emang filmnya teh, saya juga udah nonton film ini. Tapi saya tuh emang gemes saat si ibu anterin anaknya pengen pipis, kenapa pake jauh-jauh banget nyari toilet sampe ke dalam hutan. Udah ada pipis deket bis aja, nyumput gitu di belakang kan gak kelihatan. Saya acungkan topi sama si ibunya berani banget nyusurin hutan ke dalam buat nyari toilet.

    ReplyDelete
  22. Boleh juga si kayaknya liat line upnya ada michele ziudith, dan tayang di netflix juga.
    Aku biasanya agak skeptis sama film-film horor lokal. Tapi mengingat sekarang tuh banyak juga film horor lokal yang bagus, yaaaa why not? hihihihi.
    Sayangnya kalo adegannya terlalu gore banget, aku biasanya skip si. Soalnya bikin perasaan jadi nggak nyaman.

    ReplyDelete
  23. Aku belum pernah lewat Alas Roban dan semoga nggak perlu lewat sama ya. Gara-gara baca ini jadi serem sendiri. Dan mohon maaf aku cuma baca sampai lempar koin terus nggak berani lanjut 😅

    Sering dengar sih soal Alas Roban ini walaupun cuma sekilas-sekilas.

    ReplyDelete
  24. hmm ternyata cerita tentang Alas Roban sudah diangkat jadi film ya. Entahlah memang berasa aneh aja kalau lewat sana dan saya kerap baca apa aja selama perjalanan. Sebisa mungkin ga lewat di malam hari. Terlepas benar atau tidaknya, tapi kan memang makhluk dari dimensi lain ada kan ya
    kalau untuk tekan klakson 3 kali sebetulnya ga hanya di Alas Roban di daerah lain pun begitu dan ini juga pernah dialami ibu saya langsung, seperti perlambang izin lewat ya tolong jangan diganggu

    ReplyDelete
  25. Karena Teddy bukan orang Jawa dan tidak tinggal di Jawa, jadi mitos mengenai tempat ini amat jarang terdengar. Namun kalau dari ulasan Kakak sepertinya mistis ya.

    Boleh nih jadi salah satu daftar tontonan di Netflix hehe. Terima kasih ulasannya Kak, keren banget isinya menggambarkan plot tanpa bocoran.

    ReplyDelete