Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Warning : Do Not Play (2019)

Bismillah,

Warning : Do Not Play (2019) - Hola sahabat lendyagasshi.

Kali ini aku mau ceritain film horornya Ko Moon-young alias Seo Yea-ji yaa... yang kapan lalu nonton drama It's Okay to Not Be Okay atau Saikojiman Gwaenchanha, pasti gak asing sama cewek badas yang satu ini.

Berkat aktingnya bareng Kim Soo-hyun itulah, jadi pada ngeuh kalau karya si cewek ini uda banyak banget sebenernya. Tapi memang baru jadi first lead di drama Save Me tahun 2017 bareng TaecYeon dan Woo Do-Hwan, lalu lanjut main bareng Lee Joon Gi di drama Lawless Lawyer tahun 2018 dan barulah BOOM di tahun 2020 ini.

Tapi, belum pernah kan...liat doi di movie?
Gimana aktingnya?

Yuuk....kita bahas.

 

Review Warning : Do Not Play

Filmografi 

Judul : Warning: Do Not Play
(Amjeon/ 암전)

Director : Kim Jin-Won
Writer : Kim Jin-Won

  Cast :   

Seo Yea-Ji as Mi-Jung
Jin Seon-Kyu as Kim Jae-Hyun

Genre : Horor
Runtime : 86 minutes

Rating : ⭐⭐/5


Sinopsis Warning: Do Not Play

Sahabat lendyagasshi pernah ketiduran pas nonton film di bioskop?
Ati-ati loo...nanti bisa berakhir seperti Mi-jung. Hihii...((nakut-nakutin))
Sebenarnya ada apa siih?

Cerita dibuka dengan adegan Mi-jung (diperankan oleh Seo Yea-ji) terbangun dalam keadaan sendiri di bioskop. Ia panik karena bioskopnya sudah dalam keadaan gelap gulita, sehingga ia berusaha keluar dari bioskop dalam keadaan terburu-buru.

Pas nyalain lampu di handphone, ia mencari-cari pintu keluar dan malah melihat sesuatu yang mengerikan. Beraninya si Mi-jung ini, ia justru mengambil gambar dengan kamera handphone nya, cekreeekk~

Setelah itu, dengan sekuat tenaga, Mi-jung lari dari gedung bioskop itu ke area parkiran basement. Dan sekali lagi adegan horor terjadi dengan dramatis di sini. Satu per-satu lampu parkiran basement pada mati daaaan.... aaaaaakk!

Mi-jung terbangun dari mimpinya dan langsung menuju meja kerja yang terletak di kamar apartemennya. Ia tenggelam dalam cerita yang dituangkan dalam laptopnya. Namun....sepertinya kisah horor yang ia tulis sebagai script sebuah project film horornya, tidak berjalan lancar. Sepertinya Mi-jung kehabisan ide cerita hantu yang nyata.

Review Warning : Do Not Play

Saat D-Day harus menyerahkan naskah, Mi-jung malah dimarahi sama director film. Katanya, naskahnya masih ada missed. Jadi Mi-jung harus mengangkat kisah horor yang lebih real lagi, gak tau gimana caranya. Mi-jung hanya diberi waktu 2 bulan untuk membuat naskah film horor ini benar-benar matang dari berbagai segi.

Akhirnya, Mi-jung berjuang mencari cerita horor yang nyata, kisah yang benar-benar pernah terjadi di lingkungannya. Secara kebetulan, Mi-jung mendapat cerita dari asistennya bahwa pernah ada film indie yang dibuat oleh mahasiswa, namun kisahnya berakhir tragis. Semua kru film meninggal dan hanya tersisa satu, yakni sutradara film indie tersebut. Dan masih menjadi misteri kenapa film itu sampai sekarang tidak pernah diketahui keberadaannya.

Kira-kira, film tentang apa?

Setelah mendapat petunjuk, Mi-jung mencoba menguak kembali film yang dimaksud. Dengan minimnya informasi yang ia punya, ia nekat menuju kampus tempat film indie tersebut pertama diputar. Kampus itu terletak di Dajeon.

Perjalanan panjang membuka kembali misteri film indie ini gak mudah. Bahkan dosen yang mengajar di jurusan tersebut mengaku tidak pernah mengetahui ada film membawa korban seperti yang diceritakan Mi-jung.

Review Warning : Do Not Play

Secara kebetulan lagi, Mi-jung bertemu dengan mahasiswa kampus tersebut saat sedang makan di sebuah warteg (#ehgimana? hahha...tempat makan kecil gitulo, guys...yang menunya sesuai dengan kantongs remaja). Si ketiga remaja ini asik berdiskusi masalah project film untuk tugas akhir mereka.

Di sela-sela diskusi ini, Mi-jung mengiterupsi dengan berkata "Siapa yang bisa menceritakan kepadaku sebuah cerita seram dari kisah nyata yang pernah terjadi, aku akan memenuhi apapun keinginan kalian."

Laa..si ketiga mahasiswa ini kepincut dan menceritakan sebuah cerita.

Di dekat kampus kami, ada sebuah bioskop tua terlantar.
Lalu, ada seorang aktris bernama Soon-mi yang terbakar sampai mati saat pembuatan film dan menjadi hantu.

Hal itu terjadi 10 tahun yang lalu...
Saat beberapa mahasiswa sedang membuat film bertema horor sebagai project kelulusan mereka.

Dan tahukah kamu?
Film yang diputar tersebut sangat menakutkan.

Para penonton pingsan ketika menonton dan seseorang bahkan sampai meninggal karena terkena serangan jantung.

Dan apa kamu tahu apa yang paling menakutkan?
Sang sutradara mengaku tidak pernah membuat film itu. Tapi hantu dalam film tersebut yang membuatnya sendiri.

Hal itu terjadi karena saat para kru sedang menunggu untuk syuting di bioskop terlantar itu, dan hantu itu muncul lalu mematahkan tangan mereka kemudian memutar leher mereka dan akhirnya membunuh mereka semua.

Dan kejadian yang paling penting dari Film Warning ini adalah film horor ini diterima di Festival Film Fantastis Buncheon.


Setelah mengumpulkan semua informasi yang dimiliki, Mi-jung kembali pulang dan membuat kerangka berpikir di sebuah papan. Dan tak terasa, Mi-jung pun kembali larut pada masa lalunya yang kelam. Ia pernah berkali-kali mencoba bunuh diri dengan memotong nadi di lengan kirinya. Karena perasaan tertekan oleh seseorang. Siapakah orang tersebut?


***

Mi-jung mencari tahu, seperti apa film Warning yang dimaksud ini melalui kenalannya yang bisa mengakses Festival Film Fantastis Buncheon, ia meminta file film Warning. Dan ternyata filenya ditemukan. Namun kendala bahwa temannya harus meminta ijin ke atasannya untuk bisa memberikan akses ke film tersebut.

Saat sedang meminta ijin, diam-diam... Mi-jung mengcopy file film Warning dan dengan sigap ia melarikan diri.

Review Warning : Do Not Play

Sesampainya di apartemen, ia langsung menonton film Warning yang ia copy di laptop. Namun kecewa, ternyata bukan file film yang ia copy, melainkan hanya sebuah klip sepanjang 1 menit 57 detik.

Seperti apa cuplikan Film Warning?


Dari sini, Mi-jung semakin penasaran. Ia segera mencari data siapa sutradara film Warning dan segera menghubungi sang sutradara tersebut. Gak berhasil dihubungi via telp, Mi-jung pun gak kehabisan akal. Ia memosting cuplikan klip pendek Warning tersebut di sebuah grup pecinta film hantu.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya ada juga yang menghubungi Mi-jung dan mengaku bahwa ialah sutradara film Warning, Kim Jae-hyun.

Dan dengan penuh ketakutan, suara Kim Jae-hyun bergetar saat mengatakan bahwa "Hapus postingan itu...". Saat itu juga, Mi-jung mengajak Kim Jae-hyun untuk bertemu di sebuah cafe.


***

Saat bertemu, Mi-jung, Kim Jae-hyun tampak sangat berantakan dan kacau sekali. Bahkan Kim Jae-hyun tak menghiraukan sapaan hangat Mi-jung. Yang ia inginkan hanyalah "Hapus postingan klip film warning di grup pecinta film hantu."

Dan yang mencengangkan lagi, Kim Jae-hyun bahkan menanyakan apakah Mi-jung memiliki agama atau tidak. Jika iya, segeralah ke gereja (untuk meminta perlindungan). Adegan ini tuh mengingatkanku sama filmnya Park Seo-joon yang berjudul Divine Fury loo...

Peringatan dari sang sutradara gak diindahkan oleh Mi-jung. Ia malah semakin tertantang dan ingin mengungkap kebenaran di balik film Warning.

Kira-kira,
Berhasilkah Mi-jung menemukan jawabannya?

Berhasilkah ia membuat karya sebuah film horor yang tampak nyata?

Review Warning : Do Not Play

Film Warning : Do Not Play ini gak panjang durasinya. Dan adegan horornya masih bisa ditahan, meski memang lebih ke exorcism. Bagi yang suka nonton horor, efek yang disajikan di drama ini terasa masih B aja siih...


Yang Menarik dari Film Warning : Do Not Play

Menceritakan bagaimana dalamnya riset seorang penulis naskah film untuk menghasilkan sebuah karya. Ia harus berani mengambil segala resiko yang mungkin dihadapi, kematian sekalipun. Karena erat kaitannya dengan exorcism.


Yang Terasa Kurang dari Film Warning : Do Not Play

Terasa banyak hal yang terjadi kebetulan. Plot ceritanya juga terasa kurang mengalir dan agak dipaksakan. Dan akting para pemain di film Warning ini terasa masih B aja. Aku gak merasakan kengerian yang luar biasa gimanaaa....gitu. 

Mirip Gonjiam?! 
Tapi dengan durasi lebih pendek.


Learning Point Warning : Do Not Play

Ada banyak alasan mengapa orang suka dan tertarik dengan film horor. Salah satunya adalah sebagai pelepas depresi yang pernah terjadi dalam hidup. Karena di sini, karakter Mi-jung digambarkan adalah seseorang dengan masa lalu yang penuh tekanan. Sehingga, saat menonton film horor, ia merasakan segala kesakitannya hilang.

Selalu berusaha keras tanpa mengenal putus asa
Salut banget sama kerja keras Mi-jung untuk bertahan mewujudkan impiannya membuat naskah film. Memang tidak mudah dan penuh liku juga resiko, tapi ia tetap maju terus pantang mundur. Saluutt~

Seandainya aku jadi Mi-jung, uda pasti gak bakalan maju buat melanjutkan riset. Karena seremnya, pas ending, Mi-jung mula merasakan arwah Soon-mi bener-bener hadir dan mengganggu hidupnya. Apalagi bayang-bayang apa yang dialami Soon-mi di akhir hayat. Hiiih~ ((jiper)) 🏃

Review Warning : Do Not Play

Tertarik menonton film horor Seo Yea-ji?
Skuuyy...incipin Film Warning : Do Not Play.


좋은 시간 보내~
Have a good time!


With love,


46 comments for "Warning : Do Not Play (2019)"

  1. Sepertinya menarik, tapi kayaknya siang masih lama. Wkwkwkwk. Semangat menulis ya 😊

    ReplyDelete
  2. Seperti biasa review nya Cinggu Lendy ini oke banget yaa... Mari kita teladani tak kenal putus asanya Mi Jung. Hwaiting!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sosok mengerikan yang dicekrek jadi kayak apa tuh? Ngeri bener yaaa..aku udah ngibrit lah hahaha :D Film ini kalo ditonton sendirian aku mah ogah, kudu ditemani pastinya.

      Delete
    2. Hahaha sama Bun. Aku ga berani kalau nonton film horror sendirian. Bisa kebayang terus aku. Kalau nontonnya barengan kan ada temen ya dan bisa teriak-teriaknya bareng hihihi

      Delete
  3. Kalau dipikir2, serem banget ya jika beneran terjadi terbangun di bioskop sendirian dan cekrek sesuatu yang menyeramkan hiiiiiii :D Mi Jung itu depresi ya sampai mau bunuh diri. Menciptakan film horor kayak begini mungkin cocok dilakukan oleh dia sebagai pelampiasan dan pencarian yang selama ini menghantuinya.

    ReplyDelete
  4. As always kalo Lendy yang cerita, aku langsung cari movie trailernya .. he eh ya, karena di kita Joko Anwar berhasil buat film yang scary sampe kebayang di setiap scene, menurut aku ini kayak jump scare aja ya lalu banyak gelap gelapan gitu, ya emang horor movie sih hehehehe

    Nonton? Ogah ah, kamu aja....

    ReplyDelete
  5. yang bikin deg degan kadang bikin penasaran ya mbak.. sekalian melatih mental sih hehe anakku yang kedua suka banget film film yang menurut dia ngagetin.. padahal ya bagi orang orang dewasa seperti kita kadang males dan better ngga liat deh hehe

    ReplyDelete
  6. wahh aku pernah lho ketiduran di bioskop, pas ntn sherlock holmes, untung g berakhir kyk ye ji, btw ini ntn dmn teh? pgn coba ntn

    ReplyDelete
  7. asiiikk bertambah lagi rekomendasi genre thriller dari teteh :) teh nonton save me ga? di situ So Ye Ji jarang banget senyum, ga pernah malah hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton...
      Aku ngilu banget tapi...genrenya berat yaa...
      Sebagai perempuan dan punya anak perempuan. Heuheu~

      Delete
  8. Baca perjuangannya sih kayaknya seru banget, ya. Sayangnya aku enggak terlalu suka film horor.

    ReplyDelete
  9. Ahhhhh serem teteh. Baru baca aja aku udah merinding wkwkwk 😂. Soalnya aku ga kuat nonton atau baca yang horror-horror. Betapa lemahnya aku ini 😂. Ngomong-ngomong aku baru tahu so ye ji main film juga. Ternyata dia udah main banyak drakor ya. Soalnya aku juga baru ngeh tentang dia pas maen ama kim so hyun aja kemarin

    ReplyDelete
  10. Salut ya tokohnya tertarik untuk menyelidiki film hantu. Saya disodorin video serem aja ogah nonton hihihi

    ReplyDelete
  11. waa menariikk banget. ku coba ah nonton juga, nonton disela2 menunggu update startup .hihihi.

    ReplyDelete
  12. Wah teryata berdampak juga ya buat film horor. Dan samaan deh kayaknya aku juga bakalan mundur nggak lanjutin buat. Hhahaha

    ReplyDelete
  13. Tidak merasakan kengerian yang luar biasa - Wow! Mbak Lendy beranian hehehe. Kalau saya mah horror secetek apapun pasti gak berani, deh :D

    ReplyDelete
  14. Genre filmnya jadi bisa ya. Tapi justru itu yg bikin penasaran. Hehehe...
    Meksi saya kalau ditanya soal nonton, Hem... Masih ada banyak hal lain yang harus saya dahulukan, drpd nonton ini

    ReplyDelete
  15. Yaah, B aja ya ... padahal kumenahan nafas sejak awal baca hihi.
    Terus alur ceritanya sampai akhir, apakah logis, Mbak Len?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin saja bagian alurnya logis atau tidak bisa jadi bagian tersendiri kalau mau ditulis ya. Daan, bagian hikmahnya dikit ya Mbak Len, tidak seperti film2 lainnya.

      Delete
  16. Berani banget nonton film ini. Kalau Mpo mau ogah nonton film serem takut tidak bisa tidur.

    ReplyDelete
  17. Aku sebrnarnya suka sama cewek 1 ini karena dia cantik buanget ya. Tapi di film ini cantiknya kurang wah kaya di drakor Its okay, wajar sih beda genre ya, hihihi. Aku sendiri takut nonton horor

    ReplyDelete
  18. Selalu suka kalau BW ke kak Lendy jadi dapat referensi buat nonton drakor hehehe.

    ReplyDelete
  19. Kalau horor aku memang ga punya nyali buat nonton. Tp ga ada salahnya juga sih buat dicoba ini film.

    ReplyDelete
  20. Seo ji belum pernah aku nonton filmnya selain its okay not be okay itu, tapi horor ini genre ya ka? Mesti ajak temen nih haha aku takut kalo nonton film horor sendirian

    ReplyDelete
  21. Lengkap banget sih, jelas banget saat membaca sinopsis ceritanya tapi sih tetap penasaran memang enak nonton langsung aja

    ReplyDelete
  22. Beda banget penampakannya Seo Ji di sini ya aku juga baru ngerti dia di Its Okay, cantik pisan dan aktingnya keren..memang butuh waktu ya buat nge-hits..

    ReplyDelete
  23. kengerian saya membaca ini terdistraksi oleh kalimat berikut : Mi-jung bertemu dengan mahasiswa kampus tersebut saat sedang makan di sebuah warteg

    warteeeeeeg

    ya meski di #ehgimana sama teh lendy sih hahahaha

    ReplyDelete
  24. aduuuh mba aku kok jadi ikut-ikutan takut yaaa bacanya.. mulai kebayang film apa yang sangat menakutkan sampai yang nontonnya ada ada yang meninggal dunia hehe

    ReplyDelete
  25. Sepertinya drakornya bagus banget. Aku kok jadi penasaran setelah baca reviewnya. Tapi kayaknya takut deh kalau nonton. Ntar gak bisa tidur . Maklum penakut dan cemen sama film horor.

    ReplyDelete
  26. Seneng banget baca tulisan mba lendy banyak film2 drakor bagus, Seru banget filmnya ya mba tapi plus deg2an bacanya bayangin kalau nonton aku pasti teriak2 ketakutan haha

    ReplyDelete
  27. Mba Lendy berani bener deh nonton film horor. Kalo aku cukup baca spoilernya aja deh. Ga berani aku nonton film horor.

    ReplyDelete
  28. Baca bagian ini: film horor yang tampak nyata?

    Saya auto myerah, gak PeDe kalau lihat film bergenre horor. banyak takutnya, malah banyak cerita yang saya skip jadinya.

    ReplyDelete
  29. Koo mun yong tetep tsakepwalaupun rambutnya diwarnain blonde gitu yaaa.. Ih jadi penasaran sama film ini. Aku mau nonton jugaaaaa! Makasi infonya ya maaaak

    ReplyDelete
  30. Aku baca reviewnya gini aja dah merasa serem lho, apalagi nonton filmnya. Gak berani deh.

    ReplyDelete
  31. Waduh, dijamin gak berani nonton saya, Teh. Baca review Teteh aja merinding kebayang lagi nonton bioskop. Tapi beneran aku pernah kepikiran gimana kalau pas nonton film horor di bioskop gitu, sebangsa setan yang ada di film ikut campur atau mendatangi penonton. Wkwkwk, terlalu lebay emang. Tapi serius, aku suka kebayang kayak gitu.

    ReplyDelete
  32. Wow aku aeriuss banget baca reviewnya hehe meski untuk nonton...hmm nggga berani qmbil resiko ngga bisa tidur wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya ya, klo nonton kok kayaknya takut.
      tapi pas baca reviewnya kok seru lalu pengen nonton meski masih takut, ah bingung kann.. .hehe

      Delete
  33. Huaaa, untung baca ini pas siang.. salut ya dengan si Mi-jung ini, semua dilakukan demi melanjutkan scriptnya.
    Si Sutradara aja udah ketakutan gitu, huhuhuh.
    Saya kayaknya berani nonton ini tapi kalau ada temannya, kalau mau nonton sendiri mah gak berani, sepenakut itu emang saya nih hihih

    ReplyDelete
  34. Durasinya panjang juga, ya. Tapi aku lebih suka yg gini sih daripada Drakor. Ga sanggup nonton Drakor yg ber episode-episode.

    Apalagi genrenya horor gini. Sukaa.

    Kaya film Korea Alive, Train to Busan, Ashfall.

    ReplyDelete
  35. Saya dong kalo nonton di bioskop malah tidur hahahaa.. Makanya saya ga pernah nonton di bioskop kecuali kalo anak/suami ngajakin. Tapi mungkin kalo filmnya horor saya bisa betah melek...

    ReplyDelete
  36. Dapat reminder nih hihi kalau nanti nonton film di bioskop lagi jangan sampe ketiduran deh, secara kan nggak nonton sampe selesai dan sayang juga udah keluar duit tapi nggak nonton hihi

    ReplyDelete
  37. Scene awalnya aja udah ngeri banget yahh... ketiduran di bioskop yg gelap trus ada penampakan pula, hiyyyy.... ^^

    ReplyDelete
  38. Makasih udah review kakaakk. Jadi penasaran pengen nontonnnnn film Warning: Do Not Play. Tapi ga berani nonton sendirian. Kudu nyari temen duluuu 😂

    ReplyDelete
  39. Aku mundur teratur saja deh..takut..hihi..tapi yang bagian film horror bisa buat refreshing ini ternyata ada beneran ya yang meganggap gitu. Kalau aku dah ampun-ampun. Nggak jadi refreshing malah jantungan. Wkwk. Lihat yang hepi dan romantis saja deh aku..

    ReplyDelete
  40. Saya sebagai orang yg paling gak berani nonton film horor baca postingan Mba Lendy langsung ngeri sama Jalan cerita Filmnya. Pokoknya cemen deh saya klo soal film horor hehehe

    ReplyDelete
  41. Pas banget nih sama seleraku yg suka nonton film horor. Tapi ya itu, nontonnya mesti rame2 di siang hari, kl malam gak jg berani sih. Wkwkw

    ReplyDelete

Berlangganan via Email