Life Hacks 101 : Desain Mindmap Kajian Untuk Deep Learning
Bismillah,
Baru-baru ini, alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimush shalihat.. Allah beri kemudahan untuk mendatangi majelis ilmu secara offline.
Awalnya, aku hanya merasakan ingin mendatangi majelis ilmu karena merasa butuh dengan tema yang disampaikan para asatidz حَفِظَهَا اللَّهُ. Namun, lama-kelamaan.. alhamdulillah, semakin banyak lagi dipertemukan dengan berbagai sahabat menuju jannah, in syaa Allah.
Walaupun, kutau jannah itu jalannya gak mudah dan gak murah.. pastinya butuh banyak pengorbanan dan air mata. Dan semoga apapun yang kita kerjakan menjadi ladang pahala di akhirat nanti, amiin allahumma amiin.
Bermula dari Kajian Offline
Iya, seperti yang uda aku ceritain sebelumnya yaa.. bermula dari kajian offline yang kini alhamdulillah informasinya mudah didapat melalui wag ((yang sebelumnya aku cari-cari informasinya melalui instagram @kajiansunnahbandung --->> dan ini pun atas petunjuk dari Allah yang memperkenankanku bertemu dengan salah satu panitia TSL, semoga Allah memberkahi beliau yang memberikan informasi juga semangat untuk datang ke kajian)).
Sejak itu, rasanya sayang sekali melewatkan kajian dengan judul apapun.
Apalagi sejak diingatkan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A حَفِظَهَا اللَّهُ mengenai pentingnya mencari ilmu syar'i dalam kajian berjudul "Syarah Ushul Tsalatsah", jadi semakin menguatkan azzam untuk minimal satu hari mendengarkan kajian siaran langsung ataupun siaran ulang beberapa Ustadz sunnah yang aku senangi.
Seperti, Ustadz Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A حَفِظَهُ اللَّهُ, Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah, Lc., M.A., PhD حَفِظَهُ اللَّهُ, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حَفِظَهُ اللَّهُ, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat حَفِظَهُ اللَّهُ, Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ اللَّهُ, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حَفِظَهُ اللَّهُ dan masih banyak lagi.
Kalau gak mau repot memilih playlist video kajian, biasanya aku suka mendengarkan random di beberapa channel sunnah yang uda aku follow.
Selama ini, panduan banget untuk membuat desain resume kajian yang menarik dari scroll thread. Harapannya tentu lebih nyaman dibaca dan bisa menjadi reminder untuk diri sendiri dan semoga bisa bermanfaat lebih luas.
Butuh investasi waktu lebih buat bebikinan di canva. Dan panduan banget buka website ka Tanti yang jago nge-doodle.
Saran aku memang kudunya langganan canva premium yaah.. biar ga dibatasi sama desain, fitur atau font gratisan. Tapii.. kalau dana masih terbatas, bisa juga ikutan udunan berame-rame langganan canva, atau ada juga langganan canva seumur hidup yang legal dan bisa digunakan sepanjang waktu dengan aman.
Pokona maah.. banyak jalan menuju Roma buat bebikinan desain yang menarik. Apalagi kini ada beberapa keunggulan menggunakan aplikasi selain canva.
Aplikasi Membuat Flyer Kajian Menarik
Ini menggunakan beberapa aplikasi yang bisa bantu sahabat lendyagasshi mendapatkan desain cantik dan informatif sesuai dengan karakter dan keinginan.
1. Canva
- Kelebihan: Mudah digunakan, banyak template, dan elemen grafis yang menarik.
- Fitur: Drag-and-drop, berbagai font dan gambar, serta opsi kolaborasi.
2. Adobe Spark
- Kelebihan: Menawarkan desain yang profesional dengan antarmuka yang ramah pengguna.
- Fitur: Efek animasi, berbagai pilihan tema, dan integrasi dengan Adobe Creative Cloud.
3. Visme
- Kelebihan: Cocok untuk presentasi dan infografis, serta poster.
- Fitur: Banyak template, alat visualisasi data, dan opsi interaktif.
4. Figma
- Kelebihan: Ideal untuk kolaborasi tim dan proyek desain yang lebih kompleks.
- Fitur: Desain berbasis vektor, prototyping, dan komentar langsung dari anggota tim.
5. PosterMyWall
- Kelebihan: Fokus pada pembuatan poster dan flyer dengan banyak template.
- Fitur: Mudah menambahkan video dan gambar, serta opsi cetak.
Tips untuk Desain Poster Resume Kajian
- Gunakan warna yang kontras untuk menarik perhatian
- Sederhanakan teks dan gunakan poin-poin agar mudah dibaca
- Sertakan gambar atau ilustrasi yang relevan
- Pastikan informasi penting (tanggal, waktu, lokasi) jelas terlihat
Prinsip Desain Dasar Membuat Flyer atau Poster
- Jangan terlalu banyak kata, karena waktu retensi pembaca hanya maksimal ~3–5 menit.
- Gunakan font besar (judul 72–120 pt, heading 48–60 pt, teks utama 24–36 pt)
- Hierarki visual yang jelas —
Alur mata: dari kiri atas ke kanan bawah. - Gunakan kolom (2–3) atau tata letak grid yang bersih.
- Kontras tinggi & warna yang mudah dibaca — Teks gelap pada latar belakang terang (atau sebaliknya). Batasi hingga 2–3 warna utama + aksen. Hindari palet warna pelangi.
- Visual lebih penting daripada teks — Gambar/grafik/ilustrasi pusat yang besar harus menyampaikan ~70% dari cerita. Gunakan grafik sederhana (batang, garis, diagram alir).
- Latar putih — Jangan padat.
Margin dan padding yang luas membuatnya terlihat profesional.
Tips untuk Menggunakan Canva
Mulailah dengan cerdas Buka Canva → Buat desain → Ukuran kustom (ukuran standar: 36×48 in / 91×122 cm potret, atau 48×36 in lanskap untuk tampilan digital/online).
Cari template: “poster penelitian”, “poster ilmiah”, “poster akademik” → pilih yang bersih/modern (hindari templat bergaya pemasaran yang terlalu dekoratif).
Gunakan grid dan penyelarasan secara obsesif Aktifkan penggaris/panduan (File → Pengaturan tampilan).
Seret elemen → panduan pink/ungu akan menempel untuk penyelarasan sempurna.
Buat blok konten tak terlihat terlebih dahulu (persegi panjang tanpa isi) untuk merencanakan bagian sebelum menambahkan teks/gambar.
Jadikan mudah dibaca Judul tebal dengan subjudul
misalnya, “Kajian Fikih Puasa” atau "Daurah Persiapan Ramadan"
![]() |
| Tips membuat poster kajian menarik |
Poin-poin singkat (maksimal 1–2 baris per poin).
Gunakan gaya judul yang konsisten (misalnya, huruf kapital semua + baris warna latar belakang).
Perkuat visual
Conclusion . . .
Untuk poster kajian yang akan publish di sosial media ((instagram, thread, X atau facebook)), biasakan mengunggah dalam rasio IG ((4:5)) dan dalam bentuk png agar memiliki resolusi yang tinggi dan dapat terbaca dengan jelas, meski hanya sekilas.
Sedangkan ketika ingin penjelasan lebih panjang, sahabat lendyagasshi bisa memanfaatkan blog untuk bercerita. Bercerita yang mengasikkan adalah yang disertai visual yang tepat.
Sahabat lendyagasshi bisa mendesain poster kajian dalam bentuk mindmap yang mudah dipahami dalam bentuk resolusi webp, agar lebih ringan tersimpan di memori, namun tetap tampak cerah.
Gimana?
Ada yang suka mendesain poster kajian juga?
Atau masih lebih suka menulis di buku?
"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala semisal pahala orang yang melakukannya."
Jika kamu share catatan kajian → orang membaca → diamalkan → kamu dapat pahala setiap kali orang itu (atau orang lain yang dia share lagi) mengamalkannya.
Jadi, kuy semangat datang ke kajian.
Meski belum bisa hadir ke kajian offline.. tak mengapa.
Yang penting, niatkan karena Allah untuk memberantas kebodohan dan kefakiran ilmu dan semoga menjadi amal jariyyah yang terus mengalir hingga kita tiada.
Allahu'alam bishawab.
Barakallahu fiikum.
Salam hangat,



Life hacks desain mindmap kajian ini praktis dan aplikatif, memudahkan proses memahami materi sekaligus merapikan alur berpikir. Bismillah aku bisa dikuatkan lagi imannya amin
ReplyDeleteSetuju, visual emang ngebantu banget buat belajar! Makasih sharing aplikasi dan tips desainnya ya, Mbak. Sangat bermanfaat dan inspiratif.
ReplyDeleteSelama ini saya hanya pakai aplikasi canva sederhana untik desain flyer. Dengan artikel ini jadi ada pencerahan2 aplikasi lain yg membuat desain lebih menarik.
ReplyDeletebener banget mbaa sekarang bikin flyer kajian kebanyakn juga menggunakan canva,,aku dulu juga gt meskipun pake yg gratisan menurutku juga sudah oke klo kita memang bisa memadumakankan...sayangnya aku kurang berjiwa seni jd kadang terlihat kurang estetik wkwkwk
ReplyDeleteWah, lengkap sekali mba rangkumannya. Canva memang life savior banget sih, sekarang semua bisa dilakukan dengan berbekal Canva.
ReplyDeleteAlhamdulillah kalau sudah menemukan ritme nya sendiri. Sehingga antara kajian, hobi dan tugas di rumah tidak lagi saling bersinggungan waktunya
ReplyDeleteAlhamdulillah saya juga ikut suami yang selalu ikut pengajian, kini sedikit demi sedikit saya selalu ingin ikut mengaji walau kadang online dan sesekali offline
Pakai Canva jadi salah satu teknik strategis buat mendesain, apalagi ini bikin poster, jadinya bisa manfaatkan template juga terus diatur sesuai komposisi yang diinginkan
ReplyDeleteDesain canva sekarang lebih banyak digunakan. Kalau saya dulu pas kuliah desain apapun pakai word. Sekarang lebih praktis dan kreatif
ReplyDeleteSebagai pengguna Canva jadi bahagia karena dimudahkan untuk berkreasi membuat apa saja, termasuk bikin poster. Kita bisa mengubah warna atau pakai berbagai element yang tersedia.
ReplyDeletePaling tinggal pilih aja sih, apakah akunnya mau yang free atau yang pro biar lebih banyak lagi fitur² yang bisa dimanfaatkan ya
Bagus banget life hacknya.. Mau ATM ah. Semoga bisa jadi amalan jariyah juga. Dan kita sama sama berkumpul di surga
ReplyDeleteAh jadi kangen datang ke kajian offline
ReplyDeleteBiasanya pas kajian, aku coret coretnya di buku teh. Baru dipindahkan ke blog. Cuma emang jarang buat sosmed
Wah aku belum pernah nih mbak ikut2 kajian sunnah, nanti aku coba buka channelnya ya. Emang yang namanya ilmu sebaiknya diikat dengan tulisan. Biasanya antara ngejurnal atau ditulis poin2nya, kalau bikin mindmap gitu jadi lebih inget ya. Bener, sering lihat ada yang suka juga share diposting dengan desain2 di IG,sehingga bisa kasi tahu orang lain, malah juga sekalian jadi ladang pahala ya buat yang ngeshare :D
ReplyDeleteAku seneng siih, sekarang desain grafis tuh udah makin universal. jadi untuk desain undangan kajian dan berbagai kegiatan islami, itu udah makin mature dan desainnya pun makin nyaman dipandang mata. Gak kayak zaman dulu, desainnya suka semrawut, bikin capek untuk sekedar melihatnya.
ReplyDeleteKalo aku, tahun ini kebetulan pengen belajar Affinity mbak. Insya Allah, nanti bakal banyak-banyak memperlajari aplikasi gratis sodaranya Canva ini juga.
Aku paling suka belajar sesuatu itu pake design begini. Mudah dibaca, dan lebih melekat di pikiran. Drpd ditulis panjaaaaaaaang tanpa visual menarik.
ReplyDeleteDan dari semuanya, aku paling suka Canva juga mba. LBH bagus dan mudah dipakai. 👍👍. Walau aku blm pake yg premium, Krn memang jarang sih pakai Canva skr ini. JD yg gratisan aja msh cukuplah
Terimakasih sharingnya, saya enggak kepikiran untuk membuat poster kajian secantik dan seimut itu Mbak. Mau nyoba ah kayaknya seru sekalian berbagi ilmu juga.
ReplyDeletekalau bikin isi kajian pakai mindmap begini pastinya lebih menarik dan mudah diingat yaa. apalagi sekarang ada banyak aplikasi yang bisa membantu kita mengembangkan kreatifitas dalam membuat mindmap kajian atau materi lainnya
ReplyDeleteDesain flyer buat kajian emang kudu banget memperhatikan visual. Soalnya, untuk menarik perhatian orang untuk ikut kajian bukan hal yang mudah.
ReplyDeleteAku paling friendly menggunakan Canva buat desain apapun. Platform yang lain, aku mah masih asing, Kak.
Selama ini selalu menajamkan soft skill karena kebutuhan pekerjaan. Karena hard skill biasanya di bantu oleh team. Tetapi hidup selalu memberi perubahan, belakangan soal teknis perlu di pelajari dan dipertajam. Termasuk soal desain ini.
ReplyDeleteSepertinya tahun ini perlu banget mempertajam dan dengan bantuan canva rasanya bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan, apalagi dengan informasi dari tulisanmu. Terima kasih ya Lendy.
Selama ini selalu menajamkan soft skill karena kebutuhan pekerjaan. Karena hard skill biasanya di bantu oleh team. Tetapi hidup selalu memberi perubahan, belakangan soal teknis perlu di pelajari dan dipertajam. Termasuk soal desain ini.
ReplyDeleteSepertinya tahun ini perlu banget mempertajam dan dengan bantuan canva rasanya bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan, apalagi dengan informasi dari tulisanmu. Terima kasih ya Lendy.
Kalau buat kebutuhan yang mendesak aku biasanya pake Canva mbak. Kalau untuk yang serius sambil belajar biasanya pakai adobe ilustrator. Cuma untuk adobe spark ini aku belum pernah pake.
ReplyDeleteNamun andalanku masih di canva, lebih bisa diajak sat set. Hihihi.. Apalagi buat flayer kegiatan anak² di skul.. 🤭🤭
Skill nganva tuh emng wajib selebihnya isnting buat bikin semua enak dilihat mata itu most important , btw duh kangen kajian
ReplyDeleteTapi ga bisa offline online pun jadi ya teh
Bismillah mudahkan lancarkan bukakan aamiin
Barakallah, turut berbahagia dengan segala kabar baiknya mba Lendy. Masha Allah salut, berjuang buat menuntut ilmu agama secara offline. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan kagum, ternyata hasil kajiannya tetap di share, bahkan dibuat desain dulu agar jauh lebih menarik Canva emang terbaik sejauh ini walaupun kudu pro biar semua fiturnya kebuka. Semoga dimudahkan buat belajar, bermanfaat dan upgrade kemampuan duniawi dan bekal akhirat. Makasih sudah berbagi informasi manfaat.
ReplyDeleteSaya juga seneng Teh kalau dengerin kajian dari Ustadz Khalid Basalamah. Adem bawaannya. Selama ini cuma dengerin aja, ga pernah kepikiran bikin rangkuman di mindmap pake aplikasi kaya Canva terus di sharing. Eh setelah baca tulisan ini kebayang manfaatnya kalau itu dibaca orang dan bermanfaat buat mereka. InsyaAllah jadi amal kebaikan, ya
ReplyDeleteMasyaallah... Terima kasih sharing ilmunya. Aku belum pernah bikin poster kajian. Selama ini ilmunya masih disimpan sendiri. Kangen juga datang kajian offline. Sudah lama enggak, sejak pandemi lanjut hamil dan punya bocil lagi. Kajian online pun belum istiqomah. Semoga Allah ringankan hatiku untuk belajar meski lewat online. Aku kadang nonton kajian Ustadz Khalid Basalamah sama Ustadz Syafiq Riza Basalamah. Kalau nama yang lain belum familiar.
ReplyDelete