Blogger,

Chapter 2 : Alasan Kenapa Wanita Takut Hamil (Lagi)

Sunday, September 25, 2016 Lendy Kurnia Reny 33 Comments

Beberapa waktu lalu, saya mendengar percakapakan antar guru di sekolah :

Guru 1 : "Ayo...Bu, hamil lagi...anak ke tiga..."

Guru 2 : "Astaghfirullohal'adziimm....amit-amit jabang bayiii....jangan hamil lagi ya, Allah...
Ini aja niih...mama Ai (menunjuk ke arah saya) yang belum punya anak laki.


Sontak saya kaget, yang sebenarnya gak kaget-kaget amat siih...karena uda sering juga ditodong pertanyaan macam gini, dengan alasan belum dapat anak laki. Huuhhu...

Karena sesungguhnya takdir (qodo' dan qadar Allah) telah ditentukan semenjak kita belum dilahirkan.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” 
(Al-Hadid : 22)





Berbicara tentang kehamilan, tentu gak semua orang mengalami kemudahan. Beberapa teman wanita yang saya temui, nyatanya susah mendapatkan keturunan. Jadi kenapa doonk....kamu (tunjuk ke diri sendiri juga) gak siap kalau diberi amanah untuk menjadi seorang Ibu lagi dan lagiii...?


Inilah alasan mereka berdasarkan pengalaman pribadi dan survey :


1. Pas hamil bawaannya lemes dan gak bertenaga. Maunya bed-rest melulu....
Atau bukan maunya bed-rest, tapi disarankan sama dokter kandungannya.

Nahh....ini bisa juga menjadi alasan males hamil lagi.
Karena kehamilannya membawa kesulitan yang luar biasa.

Salah satu teman saya ada juga yang mengalami hal seperti ini. Sejak hamil, dia kesusahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Boro-boro mencuci dan memasak, asal gerak sedikit saja , dunia serasa berputar.
Huuhu...

source : merries.co.id

2. Karena ingin memberi jarak usia persalinan.
Bisa jadi ada perempuan yang gangsar (apa niih...bahasa bakunya? Mudah melahirkan, kali yaa?). Tinggal mengejan satu-dua kali, bahkan bisa tetap tersenyum pula (seperti salah seorang sahabat saya, Bubu Wiwik), bayinya sudah keluar dan melihat dunia dengan selamat.
Namun ada juga tuuh...kaya saya, butuh waktu beberapa lama...untuk mengeluarkan bayi. Entah karena sayanya yang letoy (alias gak bertenaga) atau memang bayinya terlalu besar, atau juga pinggul saya kecil?

Ada banyak faktor, namun saya tetap yakin...itulah jalan yang harus saya lewati untuk menjadi seorang ibu. Agar saya paham kesusahan seorang Ibu dalam setiap prosesnya.

Dan ada pula yang harus menempuh usaha persalinan dengan Sectio Caesar.
Lagi-lagi ini saya tidak memperdebatkan masalah bagaimana cara melahirkan, namun inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa wanita takut mengalami hamil lagi.

source : draldi.com

3. Alasan mendidik dan menyekolahkan anak mahal.
Hamil dan melahirkan adalah proses alami dari wanita. Namun mendidik, ini tidak alami looh...
Ada seorang Ibu yang setelah melahirkan, 3 bulan kemudian anaknya diserahkan ke Pondok pesantren. Alasannya agar anaknya menjadi sholih/sholiha.

Ibunya kemana?
Ibunya bekerja hingga ke Jakarta.

Bapaknya kemana?
Bekerja juga.

Jadi mendidik anak malah di delegasikan pada pihak ke tiga.

Lalu saya tanya, kalau orang tua nya menjenguk ke Pondok pesantren, apa anaknya ingat dan (menjadi) berbakti pada orang tua?

Jawabnya iya.
Kan di agama sudah diajarkan...

Ohh....jadi tidak semua orangtua berkesempatan mendidik anaknya sendiri yaa...
Butuh ilmu dan kesempatan untuk memahami bahwa Ibu merupakan madrasah utama dan pertama untuk anak.


4. Berikutnya alasan absurd, gak mau remfong, cyin...
Namanya punya anak pasti repot dan rempong. Beruntung kita hidup di zaman yang sudah serba mudah seperti saat ini.
Ada popok sekali pakai, makanan instan, endesbrew endesbrew.

Yang mengaku cinta alam, bisa pakai clodi (alias cloth diaper, popok kain yang bisa dipakai berulang dengan cara di cuci).

Lha zaman ibu saya dulu??

Popok anak yaa...dari selembar kain (seperti handuk) lembut dan ada tali untuk diikatkan di perut. Jadi kalau pipis sekali, pasti harus ganti popok baru. Seiring dengan usia anak, pipis makin banyak, jadi tiap kali ganti, pasti bajunya pun ganti. **saya ngalamin ini pas anak pertama. Owwhh, capek luar biasa dan anak jadi sangat rewel.

Sejak dikenalkan clodi oleh tetangga saya yang kekinian (Bunda Evi), saya beralih ke clodi aja deeh...simple dan bikin anak nyaman. Rumah juga jadi rapi, gak najis kena ompol bayi. *yeeyy....


5. Takut gemuk.
Perempuan mana yang suka dibilang gemuk? Tembem? Subur?
Ohhh NOOOOO!

Aku sempat mengalami krisis kepercayaan diri perkara berat badan ini. Untung gak sekalian bau badan. Heehhe...apalagi bau mulut. Gerrr....kriik kriiik.

Semua orang di sekeliling saya bilang, kalau "Lendy sekarang isian yaa..."
Apaaan cobaa!

Karena perkataan beberapa orang yang begitu menussuukk sampai ke ulu hati itulah, saya mati-matian dan hidup lagi, berolah raga. Semua jenis olah raga saya ikuti. Dari mulai yoga, zumba, pilates, nge-gym sampai lari (ini dalam rangka ngejar anak yang mulai aktif, siih...hooho, bukan olah raga berarti yaa?). Dan akhirnya saya cocok dengan zumba.

Baca juga : Shake Your Body With Zumba.


Jadi, tips ala saya :


1. Karena hamil adalah takdir Allah, kita sebagai manusia hanya mampu berencana. Tetap hasil akhirnya, Allah-lah yang menentukan.

"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu."
(Al-Hijr : 21)

Percaya bahwa kita mampu, maka segalanya in syaa allah menjadi lebih mudah dan ringan.


2. Tidak perlu berkata berlebihan mengenai kehamilan.
Kalau mau, yaa bismillah...karena Allah yang memampukan. Tapi kalau gak mau, gak perlu sampai bilang "amit-amiit"....

Karena kita engga pernah tau perkataan tersebut berefek apa pada psikologi kita. Ini dibahas di blogmate saya yaa...

Link : Inilah Kenapa Wanita Takut Hamil (Lagi)



3. Punya anak itu PASTI repot.
Karena begitulah kita dulu. Masa iya, kita juga tiba-tiba gede begini...?
Ada fase yang tentu banyak mengandung pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Dan kalau fase itu terlewati, justru gak baik untuk tumbuh kembang anak.

Sabar...karena kita sebenarnya gak lama kok mendampingi anak di dunia ini. 

Baca juga : Fenomena Perubahan Perilaku Pada Anak.


4. Karena dalam Islam-pun, mengendalikan kehamilan itu diperbolehkan. Yang tidak boleh adalah memutus jalan kelahiran (misal : dengan vasektomi atau tubektomi).

Jadi mempersiapkan mental Ibu untuk mendampingi tumbuh kembang anak baik secara materiil maupun emosional itu juga penting.


5. Selalu bersyukur di tiap hari yang kita lalui.
Kalau perlu ditulis (colek Uni Shona, @ibubahagia.com), begitu pesan Uni.
Jadi kita tau berapa banyak hal yang harus di syukuri daripada menatap apa yang belum kita punya.



Tips nya gak semudah saat menjalani sih yaa...karena saya pun pernah mengalami ketakutan hamil (lagi), sampai suami menguatkan bahwa rejeki, gak baik kalau ditolak. Penguatan-penguatan dari lingkungan sekitar itu perlu banget. Kalau hal itu gak didapat, coba pikirkan bahwa bila kata-kata itu memang powering (menguatkan) maka dengarkan. Kalau justru enpowering (melemahkan), lewati aja...jangan dipikirkan terlalu dalam. 

Teknik NLP Talks banget yaa...kalau mau baca, bisa mampir di tulisan saya yang ini :



Nah...
Apakah Mama masih takut hamil (lagi)?



Salam hangat,















You Might Also Like

33 comments:

  1. Kalau menurut saya hamil itu dipatok umur. Dulu saya membatasi diri maksimal melahirkan terakhir di usia 35th karena alasan resiko melahirkan dan ingin anak sudah sekolah saat usia saya 40 tahun.

    Sempat takut karena nggak uang untuk membesarkan seorang anak. Anak satu aja susah apalagi anak dua.

    Tapi langsung diomelin para orangtua. Bahwa rejeki anak sudah ada yang mengatur. Ternyata memang benar. Malah hidup lebih makmur dengan anak 2 di banding anak 1. *kilik-kilik Lendy buat nambah. Ha...ha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ^^
      in syaa allah teh...

      kalo ada yang gendong bayi teh...suka pingiin.
      mudah-mudahan kilikan teteh manjur.

      hiihi...

      Delete
  2. Saya no 4, Len. Gak mau repot. Gak siap mental lagi untuk nambah anak. Padahal anak saya bukan tipe yg pecicilan, aktif tapi gak sering tantrum. Sayanya juga pengen menjalani pekerjaan dgn tenang, mau menjalani hobi dgn leluasa. Masalah sudut pandang aja sebenernya, buat saya repot, buat ibu2 lain mungkin engga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *curhat ini teh Ulu..
      Bhiihhihii...saya juga kepikiran kl hamil (lagi) teh...berarti (harus lebih) banyak tirakat...

      Gitu kurang lebih ajaran Ibu saya.

      Delete
  3. Jujur yaa, aku juga udah kapol mau hamil lagi. Cukup sudah. Hihiiii
    Dan asyikk, aku nggak sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari temen yaa teh..?
      Bener teh..amanah tambah berarti ilmu juga harus bertambah.

      Jd ga gampang baper jg.

      Delete
  4. Kalau saya sekarang sih iya. takut hamil (lagi). Anak udah 2 (cowok-cewek) kalau punya baby lagi, rutinitas yg sekarang dijalani dgn santai belum tenti kalau punya baby lagi.

    Tapi memang sih, nggak sampai bilang"amit-amit". Mau dikasih/gak tetep alhamdulillaah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sempet kepikiran kl itu bercanda...teh Win.

      Jadi sekarang teh..menyikapi masalah mesti dilihat dr banyak sisi ya...

      *kagum aku sama teh Win and the gank (duo krucils) nya nurruutt pisaaan.
      Sukkaa...

      Delete
  5. Kalo hamil dan melahirkannya aku sih ok2 aja aku termasuk emak2 hamil yg aktif dan beranaknya ngga pake sakit lama....nah setelah lahirin itu, dulu banyak bantuin aku sekarsng mikir berkali2 yg dulu bantuin udah ngga ada mamaku udah tua saatnya beliau senang2 dan jagain beliau lagian aku kerja, aku apa2 dipikirin termasuk hitung2an penfidikan dan makanan dll,kecuali ekonomiku berubah, aku memperoleh kenyamanan dari kedua orang tuaku dulu begitu juga aku ingin memberi yg terbaik bagi si buah hati,aku suka sefih loh liat suami2 yg maksa istrinya nambah anak terus sedang dia ngga pernah bantuin memelihara anaknya atsu sekedar ingin cari ansk laki atau perempuan klo ngga duancam bakal kawin lagi segala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inii aga syerreem yaa teh..
      Suami suami kaya gitu ngejar apa siih..?

      *bukannya tujuan surga utk diraih bersama yaa..? Jadi mendidiknya jg bersama sama doonk yaa..

      Delete
  6. Ayo mbaaak, kan kita blogmate. Semangat jadi 3, hihi..

    ReplyDelete
  7. Kalo saya untuk saat ini agak khawatir juga sih kalo hamil lagi. Khawatirnya mungkin lebih karena kasihan ke anak-anak yang masih kecil-kecil. Apalagi yang nomor dua ini tipe anak yang cengeng. Hihihi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh..
      Mudah mudahan dimudahkan ikhtiar dan usahanya.

      Saya juga dekeet jarak anak pertama dan kedua.

      Memang kerasa ketakutannya...

      Delete
  8. Kalau ingat hamil pertama muntah terus sampai menjelang lahiran, kadang takut hamil lagi.

    Tapi masih pingin nambah 2 lagi sich ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa kan yaa..
      Masa masa hamil itu ngangeniin...

      Delete
  9. Aku sih ga takut hamilnya mbak, udah brojolnya itu ehehe
    Sanggup ga ya ngasih pendidikan, waktu dan hidup untuk anak lagi. Sementara jangan sampai io merasa mami papi nya lebih sayang ke adiknya
    Cm kalau tahun depan atau 2 tahun lagi oke,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooss mami Io yang kece.
      Aku juga kl hamil mah...rasanya happy teruuss...

      Minta ini-itu jadi diturutin.

      Tp detik-detik melahirkan dan mengasuhnya yang...emm, butuh kesabaran dan doa.

      Delete
  10. Aku mau beri jarak dengan anak pertama. Masih trauma juga sih mulesnya melahirkan.
    Semoga yang ingin punya anak segera dikaruniai anak yg sholeh dan sholehah

    ReplyDelete
  11. Wah, saya baru bisa nyimak nih mbak. Hamil bagi wanita bisa jadi anugerah dan momok yang menakutkan ya mbak hehe

    ReplyDelete
  12. Oh jadi mengahalangi jalan hamil itu tidak diperbolehkan mbak ? Nah misalkan kalau menggunakan alat kontrasepsi itu diperbolehkan gak ya mbak ?

    ReplyDelete
  13. saya malah mau hamil lagi nih mbak, tunggu si kecil 2 tahun dulu baru program lagi. btw ada ya ponpes yang nerima anak 3 bulan gitu? kasian banget anaknya

    ReplyDelete
  14. Saya agak takut melahirkan karena minus, katanya minus lahirannya harus caesar mba Len, kalau ga menyebabkan kebutaan :(

    ReplyDelete
  15. Aku belum pernah hmil mbak. Masihh blum nikah jugaa jee.. hheee

    Klo pngalaman dri kakak, dia *masih* takut hamil karena shabis nglahirin ank pertama normal, pas cesar, jadi ragu2 buat nambah momongan lagi mbak. Hhhee

    ReplyDelete
  16. Saya mah karena masih terbayang mulesnya yang gila-gilaan...xixixi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muleessnya mashaallah yaa...

      *saya sudah ngalami 2 kali, mba...Alhamdulillah.

      Delete
  17. Mayoritas wanita malas hamil lagi ya karena remfoongnya itu cyiin.
    Dan kayanya aku juga cukup satu aja, lagi menikmati ngasuk anak abege.

    Padahal aku suka hamil loh, soalnya hamil ga hamil sama aja kaya ga hamil. Kalo mules mah udah lupa rasanya, seingetku nikmat aja hihii

    ReplyDelete
  18. Hah, beneran itu? Habis dilahirkan,3 bulan kemudian dimasukkam ke pesantren?
    Kalo menurut saya yang awam ini sih, mungkin saja anak jadi sholeh/hah. Tapi tanpa sentuhan kasih sayang orangtua, apakah mungkin, anak memiliki kasih sayang kepada orangtuanya? Mungkin, gak sih? Kok saya agak gimanaa gitu hihihi...
    Lagipula, kata pak Ustad, doa anak sholeh merupakan amalan yang gak akan putus meskipun orangtua sudah meninggal. Tapi anak sholeh yang dididik kesolehannya oleh orangtuanya. Gitu sih, kata Pak Ustad, mah. Yah, ini hanya pendapat saya aja, sih. ��

    ReplyDelete
  19. Melongo deh saya, mosok bayi dimasukkin pesantren?.
    Haduuh, ada juga pola pikir kayak gini.
    Saya juga suka disuruh hamil lagi karena blm punya anak laki-laki.
    Wkwkwk, saya senyumin sajalah.

    ReplyDelete
  20. Aku nggak takut hamilnya sih. Pengalaman hamil dua kali sangaaat menyenangkan. Nggak mabok, nggak rewel. Lancar jaya lah sampe lahiran. Tapi pas lahirannya weeww, qadarullah dua2nya cesar. Jadi niatan punya anak banyak gagal deh. Tinggal satu kesempatan *halah* >,<

    Allah paling tau kapasitas hambaNya. Mungkin aku tak mampu beranak banyak, hihi.

    ReplyDelete
  21. Buat aku yang belum nikah, aku sih nggak takut hamil cuma kadang kepikiran kalau ngelahirinnya aja. Makanya sekarang lebih suka nonton video orang yg hepi setelah lahiran dibanding yang nangis - nangis nahan sakit. Biar suggest diri sendiri kalau berkat rasa sakit itu ada baby yang menggemaskan :')

    ReplyDelete
  22. temen gw saat hamil, bolak balik di rawat karena ngak doyan makan, bau makanan dikit muntah

    ReplyDelete
  23. Ga takuuut, tapi pengen.
    Hihihi, maklum belum dapet mba. LoL

    ReplyDelete