feature,

On Your Wedding Day (2018)

Tuesday, February 26, 2019 lendyagasshi 95 Comments

Bismillah,


Dduududu~
Yang lagi mellow...

Sama kaya sahabatku niih Jiah...
Kita sama-sama lemah liat kisah begini Review Korean Movie - On Your Wedding Day.

Hahha...mianhae chingu-yaa, aku ngomongin tentang diriku sendiri kok. Karena lagi gak bisa nonton drama, gak bisa kemana-mana pula ples misqueen wi-fe eeh, wi-fi maksudku... Jadi aku nonton film yang selama ini mangkrak di laptop aja yaa... Alhamdulillah, di tempatku sekarang, masih bisa bawa laptop.

Yaah...
Sebagai pelepas lelah juga yaa...karena seharian jagain Hana yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Pingin cerita tentang Rumah Sakitnya Hana sekarang, tapi belum mood. Ngiaahahha~ nulisnya nunggu mood dateng yaa...


Lagi mood ngomongin masa lalu niih...
Hayoo...siapa yang gak punya masa lalu? Yhaa gak mungkin banget kan yaa....gak punya masa lalu. Tapi, kalau mantan, pada punya gak?

Apa yang kamu rasain kalau kamu punya orang yang disukai (banget) tapi kamu malah ngliat dia menikah dengan orang lain? Oke, let's say ... "Engga jodoh."
I'am totally agree with that.
It's normally takdir.
But, when you watching a movie, if there's not a happy ending, what do you feel?

Bener deeh...
Aku cukup nonton film ini sekali aja.


Judul : On Your Wedding Day ( 너의 결혼식 )
Director: Lee Seok-Geun

Actors :
Park Bo-Young as Seung-Hee
Kim Young-Kwang as Woo-Yeon

Genre : Mello-drama, Romance, Comedy
Rundate : October, 2018
Runtime : 110 menit
Rating : 3/5



Chrisye rahimahullah aja tahu...bahwa kisah yang paling indah adalah masa-masa di sekolah. Saat masih pakai seragam putih-abu. Kalau Bandung punya Dilan yang nge-heitts banget, di Korea ada Woo-yeon (diperankan oleh Kim Young-Kwang).

Awalnya,
aku rada gak ngeuh, siapa siih...si lead-male nya ini? Asa gak asing...tapi keknya, gak ganteng-ganteng amat. Hhaha~ Mian...mian.
Ternyata,
aku pernah lihat aktingnya dia pas di Sweet Stranger and Me. Doi jadi lead-male juga di sana bareng Soo-Ae yang manis, namun sayang...jalan ceritanya yang rada weirdo sama kaya filmnya kali ini.

Kenapa aku ngomong gitu?

Gini niih awalnya...
Woo-yeon, seorang murid bengal di sekolah. Ia terkenal kuat, makanya jadi sering banget nyambangin ruang guru. Lhoh apa hubungannya? Hubungannya adalah ia kesering berantem. Ia punya geng cowok-cowok yang sama bengalnya buat berantem sama geng musuh. Waah....rusuh pisan laah....
((anehnyaaa...kalau berantem sama temen sekolah sendiri, kalo di Indonesa mah...namanya berantem, atau tawuran, pasti lawannya anak sekolah lain kan yaa...?)).

Pas lagi dihukum sama guru, tiba-tiba ada murid perempuan (baru) masuk. Ia pindahan dari Jeonju dan disebutkan bahwa orangtuanya jarang ikut pindah. Lalu, bersama siapakah ia tinggal?
Ya,
gadis cantik itu bernama Hwan Seung-hee (diperankan oleh Park Bo-Young). Melangkah dengan percaya diri ke ruang guru. Bukan hanya cantik tapi juga pintar.


Dan kecantikannya, segera menyebar ke seluruh penjuru sekolah. Hal ini membuat Seung-hee diganggu banyak lelaki, termasuk Taek-ki, lawannya Woo-yeon selama ini. Woo-yeon yang awalnya hanya memperkenalkan diri seadanya (gak terlalu ngejar-ngejar gitu loo...), mendadak punya alasan untuk terus berdekatan dengan Seung-hee.

Karena Seung-hee membuat kesepakatan dengan Woo-yeon. Bahwa jika Seung-hee mengatakan bahwa ia pacar Woo-yeon, maka masalah dengan Taek-ki akan segera teratasi. Seung-hee gak akan dapat kesulitan di sekolah dan ia bisa belajar dengan tenang. Lalu Seung-hee mengajukan syarat berikutnya bahwa ia akan mengatakan bahwa Woo-yeon adalah pacar (boong-boongan) nya kalau Woo-yeon mau berhenti bersikap brutal (berantem gak jelas gitu loo...maksudnya).

Cool.


Kesepakatan dibuat dan mereka menjadi tameng bagi yang lain. Semenjak itu, Woo-yeon selalu berada di dekat Seung-hee. Yah...untuk skedar berjaga-jaga kalau Seung-hee diganggu sama cowo-cowo nakal lainnya Taek-ki.

Masalah kemudian datang ketika Seung-hee mendadak cemberut dan sering melamun di kelas. Woo-yeon gak suka ngliatnya, lalu mencoba menghibur dengan manisnya, dibawain macem-macem kue sama minuman. Tapi Seung-hee gak bergeming. Akhirnya, melalui radio sekolah, Woo-yeon main band sama temen-temennya. Nyanyiin sebuah lagu yang aku sendiri gak familiar sama lagu lawas yang dinyanyiin Woo-yeon. Dan akhirnya Seung-hee bisa tersenyum kembali.

Lalu hubungan mereka makin akrab, hingga pada suatu hari...Woo-yeon menemukan Seung-hee tengah berada di dalam kekacauan di sebuah rumah, yang ternyata adalah rumahnya sendiri. Seung-hee mulai membuka diri dan menceritakan bagaimana carut marut keluarganya yang gak pernah ia suka. Papanya selalu mencari istri dan anaknya ketika istri dan anaknya mencoba untuk melarikan diri. Kebiasaan buruk Papa Sung-hee ini adalah mengamuk dan menghancurkan segalanya. belum cukup sampai di situ, papanya juga kerap menyalahkan Ibunya Seung-hee.

"Seandainya aku tidak bertemu denganmu..."

Dan setelah kekacauan itu....
Seung-hee tak pernah lagi ditemukan. Alias pindah sekolah lagi....
Woo-yeon jadi patah hatiii, chingu~

Gak berapa lama, kelulusan tiba.
Dan ke semua sahabat Woo-yeon melanjutkan kuliah, Hanya Woo-yeon yang bekerja sebagai part-timer di sebuah restoran ayam cepat saji. Hingga suatu saat, sahabatnya menunjukkan brosur macam-macam Universitas. Lha kok ada fotonya si Seung-hee nyempil di brosur Universitas tersebut.


Jadi CLBK kan Woo-yeon. Ia bertekad, ingin masuk ke Universitas tersebut dan bertemu dengan Seung-hee lagi, cinta pertamanya saat di SMA. Yaah, semacam gita cinta saat SMA gitu looh, chingu...

Saat ia mengutarakan keinginannya untuk kuliah, orangtuanya sungguh heran."Kenapa ni bocah?"
Apa karena sahabat-sahabatnya diterima di kampus keren, makanya ia juga pingin?
Bukannya didukung, ia malah diketawain abis-abisan sama Bapak-Ibunya.

Woo-yeon terbakaarrr...
Ia marah...dan ingin menunjukkan bahwa ia bisa mewujudkan apa yang di cita-citakan. Toh ia memang bukan anak yang bodoh saat SMA dulu. hanya malas dan hobinya bikin ulah.

Berhari-hari, berjam-jam ia lewati untuk belajar. Ditemenin sama sahabatnya, Geun-nam. Sampai tiba waktunya ujian dan yuhuuu~ Woo-yeon lulus dan masuk jurusan olah raga Hankook University di Seoul.

Perjuangannya masuk kampus yang ada Seung-hee di dalamnya, berhasil. Akankah ia bertemu kembali dengan Seung-hee, sang cinta pertama?



Yang pasti, karena judulnya uda jelas banget menggambarkan bagaimana endingnya, jadi jangan kaget yaa... Walau masih banyak juga fans yang kecewa. Yaah...kalo aku pribadi siih, kalau nonton drama atau film, gak melulu soal ending. Yang penting pas prosesnya ini loo...

Kalau aku bilang, come back nya si mungil Park Bo-young ke layar lebar ini cukup sukses. Karena chemistrynya sama si jangkung Young-Kwang dappeet banget. Doi dengan suara dan badannya yang kecil nggemesin... dan Young-Kwang yang semampai dan badannya yang beroti sobek kekar, terlihat sangat mampu jadi pacar idealnya si karakter Seung-hee.


Learning Pointnya....

1. Persahabatan
Emm...aku gak pernah percaya ada cowo dan cewe bersahabat. Pasti berikutnya adalah cinta. Right?
Begitupun Seung-hee sama Woo-yeon. Mereka bermula dari persahabatan, tapi tau deeh....Woo-yeon besar banget harapannya agar Seung-hee juga suka sama dia. Meskipun suka, karakter Seung-hee di sini digambarkan sangat realistis terhadap hidup.

Ia pernah punya masa lalu yang buruk dengan keluarganya, maka ia tidak ingin di fase kehidupan selanjutnya mengalami hal yang sama.



2. Jika aku bersamanya, menjadi lebih baik kah (masa depanku) ?
Ini yang selalu mengganggu pikiranku selama nonton film ini. Keliatan banget Seung-hee cinta, tapi ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut. Begitupun dengan Woo-yeon. Dari mulai awal, ia tahu banget kalo ini cinta, tapi gak mampu melangkah lebih lanjut.

Heem...
Semacam ragu-ragu?


Jadi kalau aku, ending drama ini sangat pas. Keragu-raguan mereka akhirnya terjawab sudah.



3. Jangan membuat orang lain menunggu
Aku setuju banget. Membuat orang lain menunggu sesuatu yang tidak pasti, itu sama aja menutup jalan rejeki orang lain.

Aku setuju banget sama keputusan Woo-yeon membiarkan Seung-hee menggapai cita-citanya untuk memperoleh karir yang lebih mapan di tempat lain. Karena hidup tidak melulu tentang cinta. Tapi hidup adalah pilihan.

Bye, Seung-hee yaa...



4. Seni merelakan
Kata suamiku ((looh...kok mendadak topiknya jadi suami sendiri siik...maap yaak, distraksi sedikit..hihii~))

Hidup adalah sebuah seni.
Seni untuk mendapatkan dan seni untuk merelakan.


Di film ini kita bisa lihat, betapa gentlenya Woo-yeon saat waktunya tiba untuk melepaskan apa yang memang belum ia miliki dari dulu. Cinta.

Berat pastinya,
makanya Woo-yeon mengucapkan terimakasih sama Seung-hee atas perjumpaan mereka.


Aku sebenarnya akhir-akhir ini merasa sangat bahagia.
Itu semua berkat kamu.

Sejak bertemu denganmu,
aku mendapatkan impian baru.

Lalu...
Bisa pergi ke perguruan tinggi,
dan bertemu dengan teman-teman baikku saat ini.
Dan menjadi seorang guru.


Kamu,
mengubahku menjadi seperti saat ini.

Aku yang dulu menyia-nyiakan hidup, 
namun kau mengubahku menjadi seorang pria.

Terima kasih, yang telah muncul (tiba-tiba) dalam hidupku....Seung-hee yaa~
Semoga hidupmu baik dan selalu bahagia.



5. Pada akhirnya, semua tergantung timing
Sebenernya, ini alesan yang sama yang dipakai Jung-Hwan pas di drama Reply 1988, makanya ia bisa ditikung temennya sendiri. But, yasud lah yaa...

Timing.
You're so cruel!


Hahaha...
emang yhaa...yang jahat itu penulis naskah sama sutradaranya. Bikin harapan kosong buat penonton. Tapi jadi penonton juga jangan ekhois, yang maunya happy ending melulu.

Ckkckk...
Aku mulai bingung mengakhiri tulisanku yang absurd ini. Daripada bingung, aku serahin ke pembaca lagi deeh,,,,baiknya drama ini ditonton, jangan?

Teaser :


Jadi menurut sahabat lendyagasshi, ini filmnya weirdo gak?



Salam hangat,





95 comments:

feature,

Color Your Friendship Like "Sunny" Korean Movie

Friday, February 22, 2019 lendyagasshi 100 Comments

100 comments:

feature,

Drama Misaeng : It's True Incomplete Life

Wednesday, February 20, 2019 lendyagasshi 85 Comments

Bismillah,


Yo!
Ketemu lagi di blog lendyagasshi, chingu~

Sekarang...
Kalau kamu sudah memiliki pekerjaan yang layak di kantor, apakah sudah terasa sempurna kehidupanmu?

Mestinya siih...iya yaa..
Kerja di sebuah kantor bertaraf Internasional dengan pangkat dan gaji serta tunjangan yang baik adalah impian semua orang. Namun apa yang terjadi kalau kamu di sana hanya sebagai pegawai sementara alias pegawai kontrak?
Mempengaruhi kinerjamu kah sebagai karyawan?


Judul : Misaeng / Incomplete Life / 미생
Penulis : Yoon Tae-Ho (manhwa version), 
Jung Yoon-Jung (script drama version)
Sutradara : Kim Won-Suk
Genre : drama, daily-life
Network : TvN
Episode : 20 episode (60 minutes)



Pemain dalam drama ini banyaakkk...chingu.
Tapi gak perlu dihapal, haahha...siapa juga yang mau ngapalin yaa... Intinya, kalau mantengin drama sebanyak 20 eps ini, bakalan ngeuh sendiri, karena masing-masing karakter memiliki kebiasaan uniknya masing-masing.


Ini Tim Penjualan 3
Tim yang selalu dianggap remeh di kantor One Internasional


Berawal dari perekrutan pegawai baru di salah satu perusahaan perdagangan Korea terbesar, One International. Dari kesepuluh pegawai yang magang, gak nyangka, Jang Geu-rae (diperankan oleh Im Siwan) adalah salah satu yang lolos seleksi ketat oleh perusahaan tersebut. Semua orang memandang rendah Geu-rae karena seleksi awal bukan dari tahapan yang sama dengan pelamar lain, melainkan dari koneksi salah satu petinggi One International.


Jang Geu-rae (aka. Im Siwan)
Ganteng yaa...wkkwkw~
Doi adalah salah satu personil boy-group ZE:A looh...


Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan Geu-rae saat awal-awal berada di perusahaan tersebut?
Dari mulai di bully menggunakan kata-kata hingga perbuatan.
Heuu~

Sedih banget laah...
Apalagi Geu-rae bukan tipe orang yang melawan balik, ia cenderung menerima semua yang hadir dalam kehidupannya dengan lapang dada.


Tapi di balik diamnya, Geu-rae memiliki kemauan dan bakat yang luar biasa. Kemauan keras Geu-rae ini membuat Pak Kepala Bagian Tim Penjualan Tiga kagum, Oh Sang-sik (diperankan oleh Lee Sung-min). Tim Penjualan Tiga yang terkenal sering tidak beruntung dalam hal proyek, sedikit demi sedikit meraih kejayaan. Dengan cata yang benar, tentunya.


Keunikan drama Misaeng tidak hanya ada pada Geu-rae. Ketiga rekan pegawai baru Geu-rae pun unik dan diceritakan memiliki kisahnya masing-masing saat di kantor.

Kaya misalnya Ahn Young-yi (diperankan oleh Kang Sora) adalah satu-satunya pegawai perempuan yang diterima kerja di One International. Ia masuk Tim SDM yang terkenal dengan performa kinerjanya yang luar biasa bagus.


Ahn Young-yi adalah lulusan dari Universitas terbaik di Korea dan selama kuliah selalu menerima beasiswa.

Kerjanya sangat efisien dan segala bisa, namun ia tidak berada di tim yang menerima kemampuannya. Jadi Young-yi kerap menerima perlakuan diremehkan oleh atasannya karena ia perempuan. Awal-awal bekerja sebagai pegawai magang, Young-yi tidak pernah dilibatkan dalam satu rapat tim sekalipun. Ia hanya masuk ruangan dan keluar lagi dengan membawa pesanan seperti membawakan makanan atau minuman.

Menyakitkan yaah...?

Alasan para atasan Young-yi melakukan sikap demikian adalah karena saat kamu wanita dan bekerja, maka kekuatan fisik serta mentalnya tidak akan sama dengan lelaki. Ada kalanya, mereka ijin cuti sakit, cuti melahirkan dan itu sangat mengganggu performa kerja tim, dalih atasan tim SDM.


Adalagi, Jang Baek-ki (diperankan oleh Kang Ha-neul). Ia cerdas dan berpenampilan paling sempurna sebagai pegawai kantor One International. Ia ingin selalu terlihat "mencolok" dibanding dengan pegawai magang lainnya dari segi apapun. Penampilan, kecerdasan, kepiawaian daaann kecakapan. Namun apa yang diperoleh?

Ia ditempatkan di Tim Baja dalam perusahaan One International. Dimana, tim ini bekerja bukan untuk mendapatkan kontrak proyek yang baru, namun lebih ke maintenance. Misalnya, ada barang dagang yang akan dikirim ke China oleh Tim SDM, maka kerjasama yang dilakukan yaaa sama Tim Baja ini dalam hal transportasi.

Intinya,
Apa yang diharapkan Baek-ki untuk menjadi yang paling menonjol sama sekali tidak bisa selama ia berada di Tim Baja.




Kegantengan maksimal seorang Jang Baek-ki 😚

Jadi,
dengan kepribadian Baek-ki yang seperti ini, sudah bisa dipastikan, ia paliiing gak suka sama Geu-rae. Ada kejadian saat tim Baja sedang ada masalah, gak sengaja, Geu-rae mengutarakan pendapat. Melalui pendapat Geu-rae, masalah cepat terselesaikan dengan baik dan efisien. Jadi Geu-rae dipuji-puji terus sama atasan Baek-ki. Dan ini bikin Baek-ki stres lalu mabuk-mabukkan.

Citranya sebagai pegawai yang selalu rapi dan selalu datang awal, rusak.
Karena mabuk, ia bangun kesiangan bahkan berbohong yang ujungnya ketahuan sama atasannya. Hahhaha~

** Mungkin atasan Baek-ki juga pernah bohong pake cara ini yaa..
Jadi paham banget trik-triknya.


Pegawai magang yang terakhir adalah Han Seok-yul (diperankan oleh Byun Yo-han). Ini pegawai nyetrik banget. Awalnya, ia berharap diterima sebagai pekerja lapangan. Jadi lebih seringnya berada di pabrik daripada di kantor, gituu....  Karena ia lebih senang berkomunikasi dengan para buruh daripada pakai jas dan duduk rapi di kantor.



Namun,
setelah lolos kualifikasi, ia malah dimasukkan ke dalam Tim Produksi. Sebenernya gak jauh beda sama keinginannya siih....hanya saja, kerjanya di kantor, bukan di pabrik. Ini bikin Seok-yul blingsatan. Apalagi atasannya bener-bener nyebeliiin... ((aku juga jadi pingin ngumpat bolak-balik nonton betapa semena-menanya atasan Seok-yul ini....bdjfdbfkjzdsbxcx 😠))

Gimana si atasan Seok-yul semena-mena nyuruh buat lembur, namun saat pagi, malah atasannya ini yang dapat pujian karena kinerjanya sempurna dan teliti. Padahal kan yang begadang dan kesana kemari si Seok-yul.

Karena kepribadiannya yang bebas, ia gak bisa gitu aja diinjak oleh atasannya. Berbagai cara ia tempuh demi mendapatkan keadilan. Ia juga ingin dipuji atas kerja keras yang sudah ia lakukan. Lalu Seok-yul memposting ke forum kantor (via website gituu...) mengenai atasannya yang selalu santai, gak kerja tapi selalu dapet pujian. Sebagai maknae, ia merasa tertindas.

Lalu apa jawaban dari forum itu?

Semua malah menyalahkan Seok-yul karena tidak bisa menempatkan diri sebagai maknae yang baik. Oh iya, maknae ini artinya anggota baru.

"Sudah sepantasnya maknae bekerja paling keras, karena karir dimulai dari bawah..."

"Dasar maknae tidak tahu diri....
Aku rasa, akan sulit yang menjadi atasannya..."


Endesbre...endesbre...


Huwaaa~
Kenapa keadaannya malah kebalik gini siih...?

Akhirnya Seok-yul memilih berhenti untuk mencari cara menjatuhkan atasannya. Ia memilih diam dan melakukan semua yang diperintahkan, meskipun berkali-kali di zolimi. Eaaa~
Hingga pada suatu proyek, Seok-yul yakin akan intuisinya, bahwa ini proyek aneh. Pasti atasannya tersebut menerima suap, makanya kehidupannya berubah. Bahkan, bisa membeli mobil baru.

Berdasarkan intuisi inilah, Seok-yul beraksi bak Dispatch yang mau nangkep berita eksklusif kencannya para artis-artis. Yaahhaha~
Apa coba yang didapat?

Surpriseed.........

Seok-yul bahkan tidak mengira bahwa itulah yang terjadi.
Big News!

Bila berita itu tersebar, maka tamatlah karir si atasan tersebut.


Bagi yang penasaran wajah atasan Seok-yul yang nyebelin itu...
Ini foto BTS Misaeng mereka. Wkwkkw~



Endingnya,
drama ini bener-bener membuatku banyak tau mengenai kehidupan para pekerja kantoran. Dan aku rasa, ini gak hanya pekerja kantoran di Korea looh...mungkin di Indonesia juga begini.



Dan yang pasti, karena ini drama slice of life, banyaaak banget mengandung hikmah...

1. Pentingnya kerjasama tim
Dalam sebuah perusahaan, sukses atau tidaknya sebuah pekerjaan bukan ditentukan dari kerja keras seseorang. Namun kerjasama sebuah tim.


2. Tidak ada kata "hanya" dalam hidup
Seringkali kita meremehkan apa yang kita lakukan. "Hanya" bisa begini dan "hanya" begitu...

Dalam hidup, lakukanlah sesuatu dengan alasan yang baik.
Karena hanya dengan alasan terbaik itulah kamu memiliki tujuan hidup


3. Tingkat tanggung jawab seseorang tergantung dari tingginya jabatan
Memang menjadi atasan itu senang, bangga dan paling kerasa gaji dan tunjangannya pun besar. Namun sebenarnya, dibalik kebahagiaan itu, mereka juga harus menanggung bila ada kesalahan sebuah proyek. Diskors atau paling parah, dipecat.

Oh nooo~


4. Tidak ada pilihan yang akan memuaskan semua orang
Iya kan yaa....setiap pilihan yang kita ambil, pasti ada konsekuensinya. Dan yang pasti, selalu ada orang yang gak suka sama pilihan yang kita ambil.


5. Bertahanlah dan menanglah
Kata-kata ini bikin aku terharu banget. Betapa sayangnya Kepala Tim Penjualan Tiga, Pak Oh Sang-shik sama anak-anak (buah) nya, bahkan Geu-rae, yang merupakan karyawan kontrak, masih junior banget pulaa...




Kata Pak Oh :

Meskipun kamu merasa tidak akan berhasil,
Kamu harus tetap berjuang.

Dalam permainan hidup,
kita harus tetap maju, meskipun kita tahu bagaimana akhirnya




Intinya,
begitu kita masuk ke dunia kerja, segala hal seperti perfoma, koneksi dan kompetisi akan senantiasa ada. Karena perusahaan diibaratkan adalah medan perang. Kamu tidak akan pernah bisa keluar kecuali dengan mengakhirinya.



Jalan...
Bukan hanya tempat kita berjalan
Tapi,
tempat kita bergerak maju

Ada jalan dimana kita tidak bisa bergerak maju...
Maka,
itu bukanlah jalan yang sesungguhnya,

Jalan...
Terbuka bagi siapapun
Namun,
Tidak semua orang bisa melewatinya


Bagi yang lagi bosen sama drama Korea dengan scene-scene romance, drama ini bisa jadi pilihan. Karena jalan cerita keseharian kita banget laah...
Ada sedikit bumbu sayang-sayangan, tapi yaah...just a glance laah...

Rumornya,
drama ini bakalan ada lanjutannya, Misaeng 2. Yang menceritakan bagaimana kehidupan Geu-rae setelah lepas dari One International ((upps...spoiler, hahaha~ da drama lama kok...)). Berharap masih bareng geng temen magangnya siih...Young-yi, Baek-ki sama Seok-yul. Kan penasaran yaa...gimana kehidupan mereka...

Karena drama ini juga based on manhwa alias webtoon nya Korea, jadi penulisnya masih menuliskan lanjutannya. Pingin baca versi manhwa-nya, hihii...aku juga belum dapet linknya. Hiiks~

Terakhir niih...
Karena drama ini, banyak pemainnya banjir penghargaan looh... Kaya Im Siwan yang dapet penghargaan Excellent Actor (mini series), Jury Award, Best New Actor di Baeksang Award 2015. Lalu si Byun Yo-Han sebagai Best New Actor di APAN Star's Award, Pak Oh "Lee Sung-Min" dapat Best Actor dari TvN (aku asal lihat karakter Pak Oh di sini, jadi ingat karakternya pas jadi Mr. President bareng Lee Seung Gi di drama The King 2Heart, meskipun singkat, tapi masih terngiang-ngiang wibawanya...)


Oiaa...kata Geu-rae yang terakhir niih...




Buat yang pernah mengalami hecticnya dunia kerja, kurang lebih trailer dramanya pas banget yaa..



Gimana pendapat chingu-deul...?
Menarik yaa...
Karena drama Korea gak melulu soal romantisme kehidupan yang keknya sulit untuk diraih. Hhahaa~ delulu again, karena ngepoin IG Kang Sora sama Leeteuk niih...



Coba deeh....
Apa sahabat lendyagasshi juga punya rekomendasi drama Korea yang minim skinship dan bercerita tentang kehidupan sorang profesional?
Boleh doonk berbagi di kolom komentar...

고마와, chingu . . .



Salam hangat,




85 comments:

feature,

Keindahan Alam Indonesia Dalam Balutan Film Jailangkung 1 dan Jailangkung 2

Friday, February 15, 2019 lendyagasshi 58 Comments

Bismillah,

Hollaalaa~
sahabat lendyagasshi...

Tumbenan niih...aku lagi sayang-sayangan sama film horor. Hahha~
Horor Indonesia pulaa...yang terkenal hantunya syerem dan efek suara yang bikin bulu kuduk merinding, karena kita kenal banget sama nama-nama mereka sedari kecil kan...

Kalau di tanah Bandung, aku gak begitu familiar yaa...hantunya gimana, tapi selagi masih sama-sama Indonesia, mereka bersatu sesuai dengan sila ketiga Pancasila kan yaa...
Wkwkkw~

Di Surabaya tuh yaa....ada banyak bangunan kolonial Belanda yang awet digunakan hingga sekarang. Dan bahkan, aku pernah sekolah di salah satu sekolah Belanda, SMAN 1 Surabaya.
((Sebenarnya SMA ku dulu adalah satu sekolah, namanya HBS atau Hogere Burger School Surabaya tapi seiring perkembangan jaman, SMA Belanda ini dipecah jadi 4, SMA Negeri 1, 2, 5 dan 9)).

Banyak kisah serem yang mewarnai, pastinya...


Tapi kali ini...karena aku lagi anomali, ahhaha~
Jadi nonton Jailangkung.

Sound familiar yaah...
Iyaa...mainan mistis jamanku SD ini diangkat ke layar lebar dengan pemain dewasa. Maksudku, permainan yang dianggap gak serius ini bener-bener ada yang memainkan, guys..



Judul : Jailangkung 1 (2017) & Jailangkung 2 (2018)
Sutradara : Jose Poernomo & Rizal Mantovani

Aktor : 
Amanda Rawles sebagai Bella
Jefri Nichol sebagai Rama
Lukman Sardi sebagai Ferdi
Hannah Al Rashid sebagai Angel

Genre : Horor
Durasi : 110 menit



Jailangkung 1 dan 2 diperankan oleh pemeran yang sama, karena memang yang kedua ini merupakan sekuel film pertamanya. Ada beberapa misteri yang masih ingin disampaikan oleh sutradara, yang barangkali memang jadi pertanyaan dari penonton.

Aku mulai dari cerita yang pertama dulu yaa...
Dibuka dengan kisah true love story-nya Pak Ferdi (Lukman Sardi) terhadap istrinya Sarah (diperankan oleh Wulan Guritno) yang meninggal ketika melahirkan anak ketiga mereka. Sesaat bayi mereka lahir, Sarah tanpa mengucapkan kata perpisahan apapun, lalu meninggalkan Ferdi. Entah Pak Ferdi harus bahagia atau sedih karena kedua momen yang bertentangan itu hadir bersamaan.

Karena tidak terima ditinggal meninggal begitu saja oleh istrinya, Pak Ferdi melakukan ritual memanggil roh menggunakan perantara boneka kayu, yang kita kenal dengan boneka Jailangkung.



Percobaan pertama gagal saat memanggil roh Sarah. Namun, saking cintanya Pak Ferdi sama istrinya, gak berhenti sampai di sini doonk... Ia terus memanggil hingga entah percobaan ke berapa, Pak Ferdi benar-benar bisa bertemu kembali dengan Sarah. Melihat ekspresi bahagia dan ia bercerita tak henti-hentinya dengan sang istri. Saat istrinya bisa dipanggil dengan cara permainan seperti itu sambil mengucapkan mantra :

Jailangkung, jailangkung....
Di sini ada pesta kecil-kecilan,

Datang gendong, pulang bopong


Pak Ferdi melakukan terus-menerus, hingga suatu hari...Sarah berkata ...

"Jangan panggil aku lagi, ada yang ikut bersamaku..."

"Siapa Sarah?"

"Mati anak."


Naah loo...

Misteri yang ada di film Jailangkung 1 tak disajikan banyak. Seperti hanya pembuka cerita untuk melanjutkan di film Jailangkung 2.

Dan benar saja dugaanku bahwa Jailangkung 2 menceritakan tentang si Mati anak ini, namun tetap ada bumbu permainan Jailangkung.



Di Jailangkung 2, semua keadaan sudah kembali normal, karena keluarga Pak Ferdi dan ketiga anak perempuannya sudah membuka lembaran baru dalam kehidupan mereka. Mereka pindah rumah dan melupakan apa yang pernah Pak Ferdi lakukan. Namun, kerinduan Pak Ferdi akan istrinya tak pernah sirna...

Ia tetap memajang foto Sarah besar-besar di sebuah ruangan di dalam rumah tersebut. Melakukan kegiatan klenik khas Orang Jawa, seperti membersihkan keris dan masih juga menonton video yang ia buat sendiri saat memanggil roh istrinya (ada di Jailangkung 1).

Dan saat menonton video tersebut, ternyata anak bungsunya, Tasya melihat...

Apa yang terjadi setelah itu?
Ketebak yaa...Tasya menirukan ritual yang dilakukan Ayahnya saat memanggil Ibunya.

Mampir ke sini yuuk...



Perasaan kesepian yang dirasakan Tasya saat semua teman diambilkan raport oleh Ibu, namun Tasya yang sudah tidak punya Ibu, hanya bisa diam sambil menunggu kakaknya, Bella yang menjemput dan mengambilkannya raport.


Yang jadi fokus aku di kedua film ini tentu adalah dari segi parenting. Bagaimana Pak Ferdi mngabaikan ketiga anak perempuannya yang sedang "kosong" saat masa-masa pertumbuhan. Bahkan aku tidak melihat ucapan "terima kasih" yang keluar dari mulut para pemain setelah beres ditolong oleh orang lain.
((ini hanya script, mamen... don't take it too deep..😔)) 

Semoga masih banyak orangtua yang mengajarkan mantra sederhana seperti : Maaf, tolong, dan terima kasih kepada anak-anak mereka.


Dan yang luput mungkin dari pemirsah adalah lokasi shooting dari film Jailangkung 1 dan 2. Coba perhatiin deeh (buat yang udah nonton), sutradara memperlihatkan keindahan Indonesia banget looh...

Shooting di beberapa kepulauan Indonesia nan eksotis :

1. Pulau Satonda, Dompu
Pada Jailangkung 1, diceritakan Pak Ferdi sering mengunjungi sebuah rumah tua yang terletak di Pulau Alamkramat. Nah...pulau seram yang digambarkan hanya memiliki 1 rumah itu ternyata keindahannya seperti ini, sahabat...

source : web tripdixi

Dan aslinya, pulau Pulau Satonda, Dompu ini memang keramat looh...
Lihat saja masih alami dengan banyaknya pepohonan rindang yang melindunginya.


2. Pulau Bunaken, Manado
Ada yang bisa nebak kalau lokasi shooting Jailangkung 2 ada di Taman Bunaken, Ambon?
Saat adegan Rama dan Bella menyelam di Taman Nasioanal Bunaken ini memang hanya beberapa detik, tapi meninggalkan kesan yang mendalam. Ada banyak biota laut yang ikut terambil gambarnya saat shooting kan...




3. Pulau Menjangan, Bali
Daya tarik Pulau dewata ini juga mengundang duo sutradara kece untuk mengambil salah satu scene Jailangkung di sini.


Lihat doonk....gimana birunya laut dan putihnya pasir manggil-manggil buat liburan?
Hihii~



Buat kami yang belum bisa bepergian jauh (karena dananya belum ada, hihii~) sementara bisa berencana ke Pulau yang dekat dengan kota kami dulu.

Iyaaa, ke Kepulauan Seribu, Jakarta.
Ada banyak pulau dengan pantai dan laut yang tak kalah indahnya buat di eksplorasi. Seperti yang ditawarkan Traveloka dengan Paket liburan ke Pulau Tidung.





Overall,
Aku gak bisa banyak komentar di film-film Indonesia, karena jarang nonton film Indonesia, keseringan drama Korea, huhuu~

Tapi kalau disuruh memilih antara tingkat kengerian nonton Jailangkung 1 atau 2, aku lebih seneng mana? Emm, seneng Jailangkung 1.
Tingkat kengeriannya sebanding dengan tema yang diusung.

Begitu Jailangkung 2, emm...begitu banyak tokoh yang mendadak muncul. Dan ceritanya serasa sudah lepas dari tema awal, yaitu Jailangkung. Mungkin sah-sah saja yaa...namanya pengembangan ide. Jadi, aku tetap maklum kok...

Untuk tata suara dan gambar, aku suka banget. Gini yaa...sensasi nonton film horor.
Aku siih cemen, mamen...nontonnya di rumah, siang hari dan semua lampu nyala plus ada Hana di sbelahku lagi nonton kartun.

Wkkwkw~

Pokonya kalau nonton horor, hiatusnya lebih lama. Apalagi horor Indonesia.
Tapi aku gak kapok kok... Abis ini mau nonton film Indonesia lagi aah...
Any recomendation, sahabat lendyagasshi?

Please...
Let me know yaa...di kolom komentar.


Haturnuhun.



Salam hangat,






Bonus buat yang penasaran, trailer Jailangkung 1 dan 2 :






Open your eyes widely yaa, guys....😀


58 comments:

article,

Skill Of Life : Membuat Bola-Bola Cokelat

Tuesday, February 12, 2019 lendyagasshi 83 Comments

Bismillah,

Bangga banget akutu kalau di rumah ada masakan hasil ramuan dan olahan aku sendiri ((saking jarangnya aku turun ke medan perang, hihii~))
Dan mashaAllahnya...
Anak-anak selalu memuji apapun yang aku hidangkan.

Oh ya,
sebelumnya....akutu seringnya baking daripada masak menu untuk makanan harian. Kalau tugas-tugas harian begini, alhamdulillah, aku (masih mengimpor) seorang khadimat dari rumah lamaku dulu.

Baca juga



Biasanya, baking yang simple-simple dan dijamin anti-gagal. Yang penting anak-anak suka, kaya bolu (tapi dicetak menggunakan cetakan pudding yang cute, kaya kelinci, badut biskuit roti jahe, dll), creepes, pancakes, waffle ((hahaa...semuanya sejenis yaa... hanya cetakannya yang macem-macem)).

Pokonya kalo mama uda masak beberapa kue itu, anak-anak lahap banget makannya. Baru turun dari panggangan, uda ludes. Kadang pake topping, kalau bosen, gak perlu pakai topping.

Hari ini,
Anak-anak bikin camilan yang mereka uda fasih banget bikinnya, karena keseringan bikin ini. Emm, terutama saat kaka shaum Senin-Kamis. No bake, no ribet. Pokonya ada 3 bahan ini di rumah, aman. Meskipun negara api menyerang, asalkan kita kenyang, gakan ngefek.

Apaaakah ituuu...?




Yaakk...
Bola-bola cokelat jawabannya.

Camilan apalagi yang enak dan bikin kenyang kalo gak bola-bola cokelat pemirsaah...😎


Cara bikin :


1. Haluskan biskuit Regal
Kami menggunakan blender agar bener-bener bundar saat dicetak, maklum yaa...dicetak manual pakai tangan anak-anak pula.

Tips :
Pakai yang merk Regal ternyata lebih endess, pemirsah...daripada merk yang di bawahnya (dari segi harga). Karena Regal lebih padat dan jadi lebih mantap pas dicetaknya.
Oiaa...
Regal juga gak bikin tangan lengket. Entah kenapa, langsung kalis gituu...
Sipp banget pokonya maah..


2. Larutkan susu kental manis putih dan masukkan perlahan ke dalam biskuit yang sudah dihaluskan.

Tips :
Aku masukin setengah mangkok kecil air larutan susu kental manis. Dan pas...
Langsung bisa di bunder-bunderin dengan padat.


3. Sambil diemek-emek ((ini bahasa Indonesianya apa yaa...?)) sampai kalis.
Kalis means sampai gak lengket lagi. Kalau masih lengket, berarti perlu nambahin remah-remah biskuitnya.


4. Guling-gulingkan si bola-bola ke lautan meises
Iyaak...ini bagian yang paling disukai anak-anak. Mengguling-gulingkan sekaligus ngincipi dikit-dikit meises yang nempel di tangan.

Meises ini sering kita modifikasi sama keju.
Tapi sayang, kami sedang kehabisan stok keju
😭

Tarraa~


Bola-bola cokelat siap disantap...😋😋


Sesederhana itu kebahagiaan kami yaa...pemirsah.

Iya...
Sejak pindah rumah, kami gak ada pilihan lain selain memasok bahan makanan untuk diolah menjadi jajanan (yang kami anggap) lezat daripada beli. Bukan....bukan karena di sekitar rumah kami jarang orang jualan makanan, tapi kami nya aja yang kelewat mager di rumah. Huuks~


Bahkan,
Aku saat ini menghindari keluar rumah saat weekend. Sesekali kalau ada udzur, bolehlaa~

Betah banget yaa...
Hehhee...iya.


Pas bebikinan, teringat sama lagunya Super Junior jaman jebot yang Cooking~ Cooking...


Masih pada unyuu yaa...
Ini si Super Junior Happy (sub-unit grup of Super Junior) dan modelnya si Sunny SNSD.

Looh...
Makin lama...blogpostku makin random.
Bhahahaa~


Maafkan~


Learning Point mengajak anak turun ke dapur :
1. Melatih anak tanggap terhadap perintah
2. Melatih motorik halus dan kasar
3. Melatih kerjasama
4. Komunikasi
5. Belajar menghargai hasil karyanya
6. Belajar berhemat
7. Bahwa jika menginginkan sesuatu, membutuhkan proses
8. Kembali ke fitrah wanita


Teringat jamanku kecil dulu...
Ibu selalu melibatkan anak-anaknya untuk membuat kue lebaran. Lelah memang...tapi jadi kenangan tersendiri hingga kini.
Dan satu lagi, Ibuku selalu mengajarkan bahwa memasak makanan sendiri di rumah selalu lebih hemat dan (mudah-mudahan) lebih sehat.


Apa ada menu andalan sahabat lendyagasshi yang bisa aku bikin di rumah sama anak-anak?
Sharing di kolom komentar yaa...

Haturnuhun.



Salam hangat,

83 comments:

feature,

Resep Dokter Jika Mengalami Infeksi Saluran Kemih

Sunday, February 03, 2019 lendyagasshi 81 Comments

Bismillah,

Holaaa sahabat lendyagasshi...
Akutu di postingan kali ini mau curhat soal kebiasaan buruk aku niih... Semoga sahabat lendyagasshi gak ada yang kaya aku yaaa...

Jadi,
akutu termasuk orang yang males minum. Kalau uda kebelet pipis, suka pilih-pilih toilet. Kalau gak nyaman, aku lebih milih nahan pipis. Ada aja alasan aku untuk gak ke kamar mandi. Padahal mah...kalau ngasih nasihat ke anak-anak,

🙷Jangan suka nahan pipis (atau pup) nanti sakit looh...
Dimana aja, kalau sudah terasa, segera ke toilet yaa...🙸


Laah...
Nasihat tinggal nasihat kalau itu balik lagi ke diriku sendiri.



Pernah kena penyakit anyang-anyangan gak ?


Pertama kali yang terasa (sangat) menyakitkan adalah pas hamil pertama anak pertama. Ya Allah... tiap pipis ototnya kaya yang kerja keras banget....tapi keluarnya sedikit. Udahannya, si otot pipis gak bisa otomatis relaks, masih aja tegang. Jadi bikin sakit....

Karena sakit ini terjadi di trimester ketiga, aku semakin berat kalau diajak bepergian. Selain perutku yang sudah semakin membuncit (aku kalau hamil gak pernah kecil, selalu naik 20 kg), juga karena kebiasaanku yang pilah-pilih kamar mandi ini.

Waktu itu, aku inget banget pas konsultasi ke dokter kandungan. Beliau gak memberi resep apapun kecuali,

🙷Banyak minum
dan pipisnya jangan ditahan yaa, Bu...🙸


Antara sebal (karena tidak diberi resep obat) sama lega, karena dokternya tidak asal memberi obat. Hahhaha~ ambigu yaa...

Gitu deeh...



Dan 2018 lalu....
Terjadi lagi, sahabat...😭



Aku mulai terasa tidak nyaman lagi dengan kondisi kandung kemihku ini. Anyang-anyangan, istilah Jawanya. Tapi istilah medisnya, ISK atau Infeksi Saluran Kemih.

ISK adalah infeksi bakteri yang menyerang daerah saluran kemih. 

Kebanyakan terjadi pada wanita, karena saluran uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki. sehingga bila ada bakteri yang menempel, bakalan cepet banget transfernya ke kandung kemih.




Karena ikhtiar dipijat dan segala macam sudah dilakukan, akhirnya aku menyerah...
Aku diantar suami ke Rumah Sakit Hermina, Arcamanik dan mengantri di unit Gawat Darurat. Karena kondisi saat itu, hari sedang libur tanggal merah, sehingga tidak ada pilihan lain.

Dan tahu yaa...pelayanan kesehatan saat hari libur justru lebih ramai. Sehingga antrian pun panjang, membuat aku kurang nyaman (gak bisa sambil lesehan, bobok-bobokan, gitttuu...heehhe~ )


Saat diperiksa . . .
Dokter jaganya sedikit mengetuk bagian belakang pinggangku, dan ditanya "Sakit..?"

Aku jawab, "Engga, dok..."

Lalu dokternya pun langsung bisa menyimpulkan "Oke, Ibu engga ada apa-apa. Saya kasih resep, nanti antibiotiknya dihabiskan yaa... Dan satu lagi obat saya kasih bila nyeri saja saat pipis. Kalau nyerinya sudah hilang, tidak perlu diminum."


Ternyata kata dokter Laura (yang memeriksaku saat itu), jika bagian belakang pinggulku dipukul terasa sakit, maka ada yang terjadi dengan ginjal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


Gejala lain yang dapat dilihat biasanya air seni menjadi berwarna keruh, gelap, bahkan saat pipis berdarah, atau berbau aneh. 

Penderita ISK juga cepat merasa lelah, demam, hingga menggigil
Jika sampai menggigil berarti infeksi bakteri telah menyebar hingga ke ginjal.


Serem yaa...


Jadi ini resep yang diberikan dokter Laura untukku :

1 kaplet (isi 10 tablet)   : BAQUINOR FORTE 500 mg

Kategori : Obat Antibiotik (harus dengan resep dokter)
Kandungan : Ciprofloxacin 500 mg
Diminum sesudah makan 2 x sehari 1 tablet dan dihabiskan

Harga : Rp 173. 250


1 kaplet (isi 10 kapsul) : UROGETIX KAPSUL 1000 mg

Kategori : Obat keras (harus dengan resep dokter)
Kandungan : Phenazopyridine HCl
Diminum sesudah makan 2 x sehari 1 kapsul, jika nyeri

Harga : Rp 32.000




Kenapa aku menulis ini?

Karena hari ini, sepertinya aku mulai merasa tidak nyaman lagi saat buang air kecil (lagi). Jadi sekalian mengingatkan, bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.


Pencegahan terbaik :

* Minum air putih, minimal 8 gelas sehari
* Jangan males ke toilet
* Membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang
* Membersihkan dahulu toilet yang akan digunakan
* Menghindari produk kewanitaan yang mengandung bahan kimia
* Selalu mejaga kebersihan area kewanitaan (dengan mencuci bersih pasca berhubungan dan pasca buang air kecil ataupun buang air besar)


Apakah sahabat lendyagasshi ada yang pernah mengalami kejadian yang sama seperti aku?
Gimana....gimana...kasih tipsnya doonk...biar gak kambuh-kambuh lagi.


Semoga gak perlu minum obat lagi yaa..
Dan bisa sehat selalu.

Dan jangan lupa, jika sakit...itu berarti Allah sayang dengan hambaNya.
Karena ingin lebih dekat dengan hambaNya.
MashaAllah~



👩‍⚕️Pengobatan ala Rosululloh Bismillah, قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ Qaddarallahu Wamaa Syaa-a Fa’ala Badan mendadak tidak fit menjelang malam. Sambil mengolesi balsem ke titik-titik yang dirasa sakit dan melakukan berbagai aktivitas agar rasa sakit di kepala ini tidak terasa... Sembari istighfar juga... Karena sakitnya orang mukmin (semoga) menjadi penggugur dosa. Aamiin. Merasa sudah diambang batas kemampuan, saya pun meminum habbats 2 butir sekaligus. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”. Memang tidak langsung sehat seperti minum obat, tapi saya percaya...atas izin Allah, semoga dimudahkan. Akhirnya, Saya pun terlelap. 🌄Hingga pagi menjelang... . الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ . . Alhamdulillah ala kulli hal.. Masih terasa sedikit sakit... Minta tolong suami untuk bekam, karena teringat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” Barakallahu fiikum. Kisah hari ini @30haribercerita #30HBC1906 #30haribercerita
A post shared by bacaan-lendyagasshi (@bacaanlendyagasshi) on


Semoga tulisan ini bermanfaat.


Salam hangat,






Referensi :
https://tirto.id/perempuan-harus-lebih-waspada-infeksi-saluran-kemih-cCV1




81 comments:

feature,

Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Friday, February 01, 2019 lendyagasshi 47 Comments

Bismillah,




Sering gak sih...kita berharap "lebih" kepada anak-anak kita?
Yaa...iyhalaah yaa.... wong kita yang ngurus, membesarkan, memberi asupan gizi yang cukup... Masa salah kalau berharap ingin anak sholih, pintar, baik, sehat, kuat, mandiri, menjadi pribadi yang tanggung jawab, bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan yang paling penting niih...kalau sudah besar nanti, bisa punya pekerjaan bagus, yang gajinya gede.

Bener gaak..?

((angguk-angguk))

Iya banget.
Semua orangtua impiannya begitu kan yaa... sehingga, apa yang dilakukan anak, harus sesuai dengan arahan kita sebagai orangtua. Kalau salah, langsung benerin. 

Caranya?

Marah.


Heeuu~
Iya banget. Ini tulisan sepenuhnya curahan hati seorang Ibu yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak. Lalu pernahkah kita memikirkan dari perspektif anak? 
Pernahkah kita membayangkan "Apa yang dirasakan anak ketika membayangkan wajah Ibunya?"

Kebahagiaan kah?
Atau wajah marah dan marah dan marahnya Ibu?

Mampir juga ke


Sejujurnya,
Aku pernah banget, guys...melewati masa-masa seperti itu. Tanpa adanya ilmu yang membimbingku menjadi seorang Ibu, jadi aku memperlakukan anak-anak persis seperti orangtuaku memperlakukanku dulu. Inilah yang disebut wiring.

Bagaimana memutus wiring ini?

Itu proses yang panjaaaang...
Dan sudah bisa dipastikan membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama suami yang diajak bekerjasama dalam mendidik.


Bulan Januari lalu, di sekolah TK Hana, RA Permana Asih, mengadakan seminar parenting untuk orangtua siswa. Bersama Ibu Dra. Eva Delva, M. M. Pd, kami dilatih kembali untuk menjadi orangtua yang mampu membangun karakter anak sejak dini.


Menurut KBBI, karakter adalah

ka.rak.ter /karaktêr/
n sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak.



Karakter apa yang ingin kita tumbuhkan pada anak?
Tentunya, karakter yang islami dan beradab yaa...


Tips dari Bunda Eva :

1. Membangun pribadi yang menyenangkan

Bagaimana caranya?
Dengan mengenalkan anak-anak pada berbagai jenis emosi.

Emosi yang positif adalah emosi yang memiliki penyaluran yang sesuai.

Misalnya :
Anak : "Aku sedang kesel, Ma..."
((Arahkan agar anak bercerita, mengapa ia kesal, agar mudah membuatkan saluran emosinya))

Orangtua : "Kesal kenapa?"
((Menjadi pendengar aktif dan menanyakan hal-hal yang netral. Dan tidak memberi nasihat dahulu. Karena sebenarnya, anak-anak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri))

Anak : "Sama si A, Ma..."

Orangtua : "Oh...si A bikin kamu gak nyaman yaa...?
Iya iih, kak...kesel banget yaa...kalau digituin...
Trus...trus, kaka gimana doonk..."


Anak : "Yaa...besok aku gak mau berteman lagi sama si A."

Orangtua : "Oh...kaka gak mau berteman lagi..."

Anak : "Iya Ma...
Tapi aku nanti gak punya teman yaa, Ma..."

Orangtua : "Terus...baiknya gimana yaa, kak..?"

Anak : "Ya udah deeh...Ma.
Besok aku mau ingetin si A aja...kalau dia nyebelin."



Hanya dengan berdialog kaya gini yang diperlukan anak-anak. Mereka gak perlu nasehat panjang - lebar, hanya perlu didengar dan dihargai pendapatnya.


TIPS :
* Mengenal karakter anak
* Tidak dalam keadaan terburu-buru
* Untuk anak usia di bawah 5 tahun, bisa dijelaskan melalui kisah/dongeng


TANYA : Bagaimana bila memiliki anak yang tidak bisa diberi tahu dengan cara baik-baik?
Ia hanya mau menurut jika diberi tahu dengan suara keras.


JAWAB :
Karena itu tergantung dari pembiasaan kita terhadap anak sejak kecil. Ia terlatih mendengar perintah dan perintah. Dengan suara keras pula.
Sehingga ketika suara kita lembut, terasa tidak mempan.

Sebaiknya,
Mulai merubah gaya berkomunikasi dengan anak. Karena anak yang tumbuh dengan bentakan, maka pribadinya akan penuh dengan tekanan.

Setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. 
Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak.
Dan satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga.

Sebaliknya, 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak.

Jadi,
Mulailah berlatih menggunakan tone suara rendah saat berbicara pada anak.
Mulai dari memanggil, biasakan untuk mendatangi anak, bukan berteriak.


2. Mengajarkan kemandirian sejak dini
Ini susah-susah gampang ya...
Biasanya, orangtua sering gak tega sama anak.

"Aah...kasian yaa... kaka capek baru pulang sekolah."

Biasakan anak memahami bahwa itu bagian dari life-skill.
Tidak sedikit-sedikit membantu, menolong bahkan melayani.



3. Menyelesaikan inner-child pada diri sendiri
Bagaimana orangtua bisa mendidik anaknya bahagia, bila ia sendiri tidak bahagia?
Jadi,
Akui bahwa kita memiliki "hal-hal kekanak-kanakan" dalam diri yang harus diselesaikan.



4. Menjadi orangtua yang bisa menjadi contoh untuk anak-anak
Sebelum menginginkan anak yang sholih, maka mensholihkan diri sendiri dahulu, agar bisa menjadi suri teladan yang baik.



5. Membiasakan hal-hal baik


Because Children do what children see


Serem yaa...
Iyaa...
Begitulah anak-anak. Ia tumbuh berdasarkan apa yang dilihat dan dipelajarinya. Dari orang terdekatnya, yaitu orangtua. Lalu...dari lingkungan dimana ia dibesarkan.


6. Memperbanyak senyum dan sentuhan kepada anak
Iya..
Andaikan Ibu punya banyak waktu untuk berkisah seperti di iklan sebuah produk kecantikan, seperti ini....


Dan lihaaatt doonk...
Sentuhan Ibu sejak kecil, membuat anak teringat hingga dewasa kelak~

Ingin yaa...
Diingat sebagai Ibu yang penuh kasih...


Karena ciri anak bahagia :
* Terlihat dari pancaran (cahaya) matanya dan raut wajahnya yang banyak senyum
* Anak yang bahagia itu adalah anak yang sehat
* Dan tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya


Gimana, sahabat lendyagasshi..?
Makin banyak PR yang harus diselesaikan yaah...sebagai orangtua...?

Semoga amanah menjadi seorang Ibu ini dapat mengantarkan kita hingga ke jannahNya kelak.
aamiin~


Salam hangat,





Refrensi :
https://www.pendidikankarakter.com






47 comments: