article,

Wujudkan Gaya Hidup Halal di Era Milenial

Thursday, May 23, 2019 lendyagasshi 36 Comments

Bismillah,

Indonesia Islamic Economy Festival

Menggelitik sekali ya...judulnya, karena selama ini kita tinggal di negara yang mayoritas Muslim, namun nyatanya belum menjadi kiblat Gaya Hidup Halal dari seluruh dunia yang penduduknya Muslimnya bisa jadi adalah penduduk minoritas.

Pada tahu donk...kalau Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa. Itu artinya, konsumsi makanan, fashion, kosmetik hingga wisata dan seluruh gaya hidup penduduk di Indonesia membutuhkan jaminan kehalalan.


Apa yang dimaksud dengan Gaya Hidup Halal?

Gaya hidup yang semua berlandaskan standarisasi halal dan di dukung penuh oleh Pemerintah Indonesia sebagai penjaminnya.

Misal :
Ingin menggunakan kosmetik dengan brand tertentu, carilah yang sudah di sertifikasi Halal oleh MUI dan uji jaminan kualitas keamanan bahan oleh BPOM.

Tidak sulit kan...berhijrah ke Gaya Hidup Halal?



Maka pada tanggal 2-4 Agustus 2016 lalu Kementerian PPN/Bappenas pada World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta meluncurkan Masterplan Ekonomi Keuangan Syariah (MAKSI) yang pertama. Desain pengembangan ekonomi dan keuangan syariah selanjutnya, di inisiasi oleh Bank Indonesia dan dibakukan pada 6 Juni 2017. 

Bentuknya berupa cetak biru (blue print) ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.


Gaya Hidup Halal

Selanjutnya, dilakukan Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tanggal 5 Februari 2018, dan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo mengarahkan pemangku kepentingan KNKS untuk menyusun Masterplan Ekonomi Syariah yang fokus pada pengembangan sektor riil ekonomi syariah atau yang dikenal dengan Industri Halal.


Apa itu Komite Nasional Keuangan Syariah?


Melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 di bentuklah Komite Nasional Keuangan Syariah. Komite yang dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI memiliki 10 Dewan Pengarah yang terdiri atas Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Majelis Ulama Indonesia.


Bagaimana Masterplan Ekonomi Syariah Di Indonesia?


Masterplan ini di wujudkan dalam jangka waktu 2019-2024 dengan 4 strategi utama untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia untuk mewujudkan perekonomian pusat syariah di dunia, yaitu :

    Penguatan Rantai Nilai Halal    
(Halal Value Chain/ HVC) 

dengan fokus pada sektor atau klaster yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi.
Seperti sektor :
Makanan dan Minuman Halal
Pariwisata Halal
Fashion Muslim
Media dan Rekreasi Halal
Farmasi dan Kosmetik Halal
Energi Terbarukan


    Penguatan Sektor Keuangan Syariah    

KNKS mempunyai tugas mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi Nasional. Peran KNKS adalah menyamakan persepsi dan mewujudkan sinergi antara regulator, pemerintah, dan industri terkait ekonomi dan keuangan syariah guna menciptakan sistem ekonomi syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pencanangan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia pada Mei 2019 memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama pasar global ekonomi syariah dunia di 2024.



    Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)    

sebagai penggerak utama rantai nilai halal.


   Pemanfaatan dan Penguatan Platform Ekonomi Digital    

Dalam hal perdagangan (e-commerce, marketplace) dan keuangan (teknologi finansial) yang diharapkan bisa mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya. Pengembangan Marketplace Halal dan Produk Keuangan Syariah melalui platform digital marketplace yang ditandatangani dua Unicorn terbesar di Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia.

Sedangkan untuk keuangan KNKS mengumumkan memulai kerjasama antara Bank Syariah milik BUMN (BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-UU Syariah) dengan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja.


Ke depan di harapkan LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah yang terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. Masyarakat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola bisnis yang demikian cepat membutuhkan sistem pembayaran digital syariah yang mampu melayani kebutuhan tersebut. Bersama-sama kita akan mewujudkan hal itu.❞ ungkap Pak Afdhal Aliasar, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Indistri Halal.



Maka, untuk mengenalkan hal ini kepada masyarakat luas, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mengadakan pre-launching event yang bernama Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest).

Gaya Hidup Halal



Acara Indonesia Islamic Economy Festival bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal. Acara ini telah diadakan di Trans Grand Ballroom, Bandung pada tanggal 26 April 2019 lalu dan meninggalkan banyak kenangan, seperti acara : 
Talkshow Industri Digital Halal, 
Talkshow Pariwisata Halal,
Talkshow Islamic Edutainment, 
Talkshow Muslim Modest Fashion dan 
Expo Industri Halal 

yang kesemuanya itu turut di semarakkan oleh pelaku industri, regulator, start-up milenial, UKM dan masyarakat umum.


Untuk yang pingin tahu lebih banyak mengenai IIEFest, bisa nonton video berikut :


Atau kunjungi sosial medianya :

  Web KNKS:  

http://knks.go.id/



  Instagram:  

@KNKS.ID



   Twitter:   

@KNKS_ID



   Facebook:   
Komite Nasional Keuangan Syariah


   Youtube:   
Komite Nasional Keuangan Syariah



Dan dalam acara ini juga dilakukan launching buku Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia.






Bismillah,⁣ ⁣ Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia sudah selayaknya menjadi kiblat Gaya Hidup Halal.⁣ ⁣ Bagaimana cara mewujudkannya?⁣ Langkah apa yang dilakukan Pemerintah untuk mendukung program ini?⁣ ⁣ ⁣ Melalui Kementerian Bappenas, maka dibentuklah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang memiliki masterplan untuk 5 tahun ke depan di antaranya :⁣ ⁣ 🌱 Penguatan rantai nilai halal⁣ 🌱 Penguatan di sektor keuangan syariah⁣ 🌱 Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)⁣ 🌱 Pemanfaatan dan penguatan platform ekonomi digital⁣ ⁣ ⁣ Dalam hal ini diadakanlah perhelatan Indonesia Islamic Economy Festival pada 26 April 2019 lalu di Bandung.⁣ Yang acaranya kurang lebih mengenalkan berbagai sektor Gaya Hidup Halal dengan melibatkan berbagai pihak seperti pelaku industri, regulator, start-up, UKM dan masyarakat.⁣ ⁣ ⁣ Yuuk..⁣ Sukseskan Program Pemerintah IIEFest @knks.id ini...⁣ agar terwujud Ekonomi Syariah Indonesia yang kuat di mata dunia.⁣ ⁣ Buka juga web :⁣ https://knks.go.id/⁣ ⁣ ⁣ ⁣ #IIEFEST⁣ #HalalLifestyle⁣ #EraMilenial⁣ #HalalMillennial⁣ #KNKS⁣ #KeuanganSyariah⁣ #EkonomiSyariah⁣ #IndustriHalal
A post shared by lendy_mut (@lendymut) on

Melalui acara ini, saya jadi paham betul mengapa Gaya Hidup Halal di Era Milenial ini harus dilakukan. Tak lain dan tak bukan adalah selain sebagai tuntutan jaman (karena jaman milenial, segala kebutuhan dalam genggaman dan serba cepat, juga sekaligus program cashless dari Pemerintah), maka solusi Gaya Hidup Halal ini adalah jawabannya.

Halal dalam menabung, membelanjakan uang hingga melakukan transaksi keuangan. Maka Paytren hadir untuk turut bekerjasama dalam mewujudkan Gaya Hidup Halal dalam melakukan kesemua transaksi sahabat-sahabat muslim. Tidak perlu khawatir, karena meskipun online, tetap ada akad (nota kesepakatan) antara pihak Paytren dan kita, sebagai pengguna. Dan akad ini menggunakan akad wakalah, dimana setiap jumlah uang yang ada di apps Paytren, tidak akan berkurang atau bertambah sepeser pun.

Jadi,
sahabat lendyagasshi termasuk generasi milenial?

Wajib mendukung suksesnya  Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest) yaa...dan semoga Indonesia menjadi pusat utama pasar global ekonomi syariah dunia di tahun 2024.


Salam hangat,


36 comments:

Blogger Perempuan Network,

Ramadan Day 13 : Lie To Me Korean Drama (2011)

Saturday, May 18, 2019 lendyagasshi 3 Comments

Bismillah,

Drama awal yang aku tonton setelah Full House (2004) nya Rain sama Song Hye Kyo yang bikin aku addict setengah mati sama drama Korea. Ini drama aku tonton, ada kali ratusan kali. Hhaha...dan bikin aku punya cita-cita, kalau punya anak laki, mau aku kasih nama Hyun....πŸ˜‚ ((padahal ini nama marga, wkwkwk..))

Segitu recehnya aku kalo pas lihat aktor yang cocok banget meranin sebuah karakter dalam drama.

Lie To Me

Judul : Lie To Me ( λ‚΄κ²Œ 거짓말을 해봐 )

Actors :
Yoon Eun Hye as Kong Ah-jung
Kang Ji-hwan as Hyun Ki-jun

Genre : Rom-Com
Rundate : May - June, 2011
Runtime : 60 minutes
Episode : 16 eps

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Drama ini menarik sekali.
Dari awal nonton, kita udah disuguhkan sama kharisma si ganteng Kang Ji-hwan oppa yang berperan sebagai bos sebuah hotel besar di Korea, World Hotel namanya. Membangun karakter yang tegas, teliti dan kharismatik memang sepertinya gak susah buat Kang Ji-hwan oppa.


Lalu karena mencari adiknya yang baru pulang dari luar negeri selama 3 tahun, Kang Ji-hwan (sebagai Hyun Ki-jun) terburu-buru pergi ke sebuah club malam. Di sanalah, ia pertama kali terlibat dengan Yoon Eun Hye (sebagai Kong Ah-jung).


Melihat Ah-jung yang meneriakkan nama adiknya, Ki-jun langsung reflek berpikir kalau Ah-jung mengenal adiknya ini... Pacar? Teman dekat?

Yaah...semacam itulah...

Bukannya membantu mendapat info mengenai adiknya, Ah-jung malah pingsan.
Ddaank!

Merasa semua orang melihat ke arahnya, Ki-jun jadi mau gak mau membawa si cewe aneh ini ke Rumah Sakit terdekat untuk menerima perawatan. Kan susah juga kalau Ki-jun dipanggil polisi karena di tuduh membunuh cewe yang dia gak kenal....

Waktu pun bergulir, hingga seharusnya mereka gak saling ketemu lagi, karena memang gak ada hubungan apa-apa. Lahh suatu hari, Ah-jung malah kepergok sama sahabatnya (yang udah merebut gebetannya saat masih sekolah dulu dan akhirnya menikah, emm...mirip-mirip sama Luna Maya, Reino dan Syahrini gitu deeh...sahabat yang nikung) di sebuah salon.

Parahnya,
sahabatnya ini ke salon dijemput sama suaminya (ya kan....Ah-jung pernah suka banget, sama si cowo ini...). Jadilah mati gaya...

Si cowo tanya :
"Ah-jung-a...Apakah kamu sudah menikah?"

Si pelakor jawab :
"Sayangku...Menikah gimana...?
Ah-jung gittuu...."

((jadi si cowo ini dulu bener-bener gak tau kalau Ah-jung suka sama dia.. Jadi dianggap sahabat gitu loo...))

Si cowo nyeletuk lagi...
"Hah... Jadi kamu selama ini belum menikah?
waah...ada masalah tuh..."

Pelakor jawab lagi
"Husssh...jangan ngomong gitu, Ah-jung mau nangis..."


Karena obrolan sepasang suami-istri yang absurd ini, Ah-jung jadi gondok berat lalu bikin kebohongan dan mengaku bahwa ia telah menikah.

pura-pura di telpon sama suaminya...
Padahal yang telpon adalah tukang asuransi, wkkwkw~


Percayakah sahabatnya?

Oh...tentu tydack semudah itu, ferguso...

Lalu, si sahabatnya ini menghubungi beberapa teman dekatnya saat sekolah dulu dan menanyakan kebenaran kabar bahwa Ah-jung sudah menikah atau belum.
**penting banget yaa...??


Setelah bertemu dengan first love nya yang sudah jadi suami sahabatnya tadi, ternyata berdampak juga bagi kehidupan Kong Ah-jung. Semalaman ia terjaga dan terus gelisah, mengingat masa lalu saat masih menyukai cowo yang merupakan kakak kelas (sunbae) yang amat ia kagumi itu.

Dan akhirnya, Ah-jung pun menangis semalaman...
**mirip lagunya Audi yang menangis semalam yaak?? ~ cucok niih...jadi OST pas scene ini...


Gosip menikahnya Ah-jung ini cepat tersebar ke seluruh antero teman-temannya bahkan temannya teman lagi, ke temannya teman teman lagi... Hahha...bingung yaa...?

Pokoknya ke seluruh pelosok Korea deeh...
Dari mulut ke mulut gitu...

Mereka bilang kalau pernah melihat Ah-jung di gendong oleh seorang pria (ganteng) di sebuah hotel. Dan dari dandanannya, pria ganteng ini bukan dari kalangan biasa-biasa, tapi seorang chaebol...alias konglomerat nya Korea.


Hyun ki-jun yang gak merasa ada masalah, mendadak terusik juga dengan gosip itu...
Karena teman-teman dekatnya pada mengucapkan selamat dan berjanji tidak akan memberi tahu para tetua.
**tau doonk...kalau orang kaya gak boleh menikah dengan sembarang orang, harus menikah karena bisnis, yang sama-sama saling menguntungkan gituu...
Nah...ini Ki-jun ketauan menikah diam-diam oleh teman-temannya...


Masalah terus berkembang karena semua pihak gak ada yang mau ngalah. Hyun Ki-jun ngotot akan mempermasalahkan masalah ini ke ranah hukum, sedangkan Ah-jung gak takut dan berkata bahwa rumor itu bukan ia yang menyebarkannya...

Jadi klop!

Sampai pada suatu titik, mereka sadar bahwa gosip itu saling menguntungkan kedua belah pihak. Maka, baik Hyun Ki-jun maupun Kong Ah-jung menuliskan perjanjian. Bahwa mereka pura-pura menikah namun harus saling membantu sama lain. Hyun Ki-jun membantu berbohong di hadapan sahabat-sahabat Ah-jung sedangkan Ah-jung membantu berbohong di depan investor besar dari China, mister Chen dan istrinya yang sudah terlanjur tahu kalau Ah-jung ini istrinya Ki-jun.

Yeobo, na yeogisseo~

Lucuuu...
Drama ini kocak dan menghibur banget. Aku gak bosen bolak-balik nonton, karena chemistry semua pemainnya dappett banget.

Gak yang lead male sama lead female nya aja...
Tapi juga sibling rivalry antara Hyun Ki-jun dan Hyun Sang-hee atau Yoo So-ran yang berperan jadi sahabat yang julid. Aarrghh....


Gimana jalan ceritanya?
Not so complicated ssih... Ceritanya memang mirip-mirip dongeng Cinderella. Orang biasa yang dapet cowok super ganteng, super tajir dan super perhatian, karena doi cinta mati.

Uwwwuu banget kaan...

Yang agak aneh, pas endingnya siih....mendadak Kong Ah-jung jadi berkurang banget kecerobohannya... Padahal pas awal-awal episode, duuh...careless nya...

Nah,
Di drama ini, sekali lagi kita ditunjukkan mitos tentang gaya rambut di Korea.


Gaya rambut Ah-jung dari episode awal yang kanan-tengah lalu paling kiri.

Kenapa dia potong rambut jadi pendek?


Karena menurut kebiasaan orang Korea, dengan potong rambut menjadi super pendek itu...kaya buang sial gitu...
Jadi kalau ada cewe yang tadinya rambutnya panjang lalu drastis besoknya ganti gaya rambut jadi pendek, maka sudah bisa dipastikan, ia sedang patah hati, putus cinta or something like that.

Sama halnya dengan cowok...
Kalau putus cinta atau patah hati juga melakukan yang sama. Gimana kalau rambutnya uda pendek, ya...jadi gundul aja gituu..
Hahhaa...

Serius loo...
Di drama A Gentlemen's Dignity juga gitu... Pas Im Tae-san putus sama Hong Se-ra, bisa-bisanya dia ke salon dan minta dipotong habis rambutnya. Ommoo~


**tapi ngliat penampilan Ah-jung pakai tunik gini dengan gaya rambut pendek, kok rasanya malah lebih fresh yaa...



Ini adegan pas pertama kali Ki-jun ketemu lagi sama Ah-jung yang sedang patah hati. Ah-jung merasa, Ki-jun bakalan balik sama tunangannya dan karena selama ini mereka hanya akting menjadi pasangan untuk saling menipu orang-orang di sekitar mereka.


Aah....nonton drama ini bikin aku ikutan nangis laa...
Gimana engga...kalau sahabat lendyagasshi pernah gak ngalamin di remehkan oleh sahabat sendiri eeh...gak cukup sampai di remehin aja looh, bahkan gebetan pun disabet.
Intinya,
Ia ingin menjadi yang terbaik mengalahkan Ah-jung dengan cara bersaing yang tidak sehat.


Learning Point Drama Lie To Me :


1. Gak menusuk sahabat dari belakang alias back stabbed
Namanya teman, sahabat atau orang yang kita kenal gak akrab sekalipun, mestinya ada adab dalam berteman. Tidak menyakiti dengan ambil apa yang dia suka. Meskipun banyak orang Jawa yang bilang "Sebelum janur melengkung, maka ia milik bersama..."

Big no siih...menurutku.
Masa mau bahagia di atas kesedihan dan kepedihan orang lain? Entar gak berkah loo...



2. Gak ada yang namanya berbohong untuk kebaikan
Ada yang bilang kalau White Lies itu gak apa-apa, toh...demi kebaikan. Tapi, gimana pun, aku paling gak suka kalau dibohongi. Dan aku rasa, gak ada seorang pun di dunia ini yang suka dibohongi.

Ya kaan...??


3. Sekalinya berbohong, maka ia akan membuat kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya.



4. Ketulusan hati
Gimana pun, perbuatan seseorang itu diawali dengan niat. Maka, perbaikilah niat dalam melakukan suatu hal baik. Semoga dengan niat yang baik di awal, akan berakhir dengan baik juga.


5. Terima takdir
Ini klise siih...tapi yakin bahwa jalan hidup yang dijalani saat ini adalah bagian dari takdir yang Allah berikan. Kalau ingat hal itu aja...kita jadi gak perlu repot-repot ingin memiliki apa yang bukan milik kita.


Yang paling aku suka dari drama ini selain kisah Hyun Ki-jun yang sayang banget sama adik laki-lakinya (karena mereka anak yatim-piatu, lalu dirawat sama tantenya yang kaya raya) sehingga tumbuh jadi anak-anak yang penuh kasih sayang, juga hubungan Ah-jung sama Ayahnya. Akrab banget...

Bener-bener karena Ah-jung tumbuh dengan limpahan kasih sayang seorang Ayah, maka ia menjadi  gadis yang tidak mudah jatuh cinta sama laki-laki.




Yaak,
Sekian review salah satu drama Korea yang aku suka, pake bangettt....
Semoga sahabat lendyagasshi terhibur dan bisa mengambil hikmahnya juga dari baca tulisan ini, meskipun gak nonton dramanya.
Maklum...uda drama lawas.


Pernahkah sahabat lendyagasshi berbohong?
Dan karena kebohongan kecil itu...malah jadi membesar dan bertambah parah?
Atau kebohongan yang membawa kebahagiaan seperti kisah cinta Kong Ah-jung dan Hyun Ki-jun?


Berbagi di kolom komentar yuuk...
Gomawo yoo~

Happy Fasting, 친ꡬ...



Salam hangat,




3 comments:

article,

Ramadan Day 12 : Tunik Kesayangan Anak

Friday, May 17, 2019 lendyagasshi 16 Comments

Bismillah,

Pernah punya baju yang cuci-kering-pakai?
Itu loo...baju yang dipakainya itu lagi, itu lagi...padahal ada banyak baju lain. Tapi gak tahu kenapa, kalau ke lemari, yang diambil yaa...baju itu-itu lagi.

Anakku ada.
Ai dan Hana paling favorit pakai baju tunik muslim khas Arab oleh-oleh dari Ibuku umroh 4 tahun yang lalu.

Kebayang kan...
Nasib si baju gimana karena usia pakainya sudah 4 tahun?
**mereka mah...ga peduli. Baju robek aja, kaka jahit sendiri dan dipakai lagi...

Baju Tunik Anak

Di segala suasana dan acara, Ai dan Hana suka sekali menggunakan baju tunik ini. Seperti apa model dan warnanya?

Tunik Hana
Momen pertama kali Hana masuk TK, masih belum dapat seragam


Tunik Aisy Hana
Aisy dan Hana saat bertemu teman di Ibis Hotel
Kedua foto ini diambil saat baju tunik anak-anak masih baru dan agak kepanjangan. Tapi mereka keukeuh gak mau dikecilkan.


Ai Hana Tunik
Ai Hana saat sedang playdate ke Rumah Sakit Ibu dan Anak, Limijati, Bandung
Mampir juga yuuk...ke 



Tunik Ai Hana
Digunakan saat makan bersama uti di Miss Bee cafee, Bandung

Dan ini masih banyak lagi, gengs...
Pokoknya, baju tunik ini kesayangan banget deeh...untuk Ai dan Hana. Karena :

   Bahannya Nyaman   

Tidak tipis menerawang, tapi juga tidak tebal. Kainnya juga terasa lembut di kulit.


   Modelnya simple   

Sehingga mereka bisa memilih dan memakai baju sendiri tanpa dibantu.


   Warna kesukaan   

Sebenarnya anak-anak ini punya warna kesukaan masing-masing, tapi kebetulan, warna cerah, mereka suka.


   Pemberian dari Uti   

Kaka Ai dan Hana ini sangat suka kalau dibelikan atau dijahitkan baju oleh Uti di Surabaya. Alhamdulillahnya, kedua Uti Ai dan Hana hobi menjahit baju. Jadi, aku nyaris tidak pernah beli baju baru, kecuali beli kaos-kaos, karena kadang, Uti menjahitkan roknya aja... Jadi aku tinggal beli kaos atasan yang sesuai.




Dan setelah 4 tahun digunakan, baju tunik ini masih menjadi favorit, meskipun sekarang Ai dan Hana lebih sering menggunakan gamis. Lagi-lagi si gamis ini adalah designernya Uti. Uti senang sekali menjahitkannya lengkap dari hijab hingga niqab, walaupun tahu, anak-anak belum menggunakan niqab. Hehehe...lumayan banget untuk koleksi.

Di sini ada kisah mudik kami...


Kalau sahabat lendyagasshi, punya baju tunik andalan juga gak?
Pasti jadi sahabat setia yaa...yang dipakai di segala suasana, kaya Ai dan Hana.

Yang mau berbagi pengalaman, boleh banget loo...di kolom komentar.
Oke...

Happy Fasting, 친ꡬ...

Salam hangat,




16 comments:

Blogger Perempuan Network,

Ramadan Day 11 : Go Go Song Drama Korea (2019)

Thursday, May 16, 2019 lendyagasshi 70 Comments

Bismillah,

Apa perasaanmu ketika mendekati hari-H pernikahan?
Pasti ada perasaan gembira berlebihan, kemudian sedih berlebihan dan ujung-ujungnya marahan sama si calon (pasangan).

Gitu gak siih?

Aku dulu gitu looo..
Semakin dekat D-Day pernikahan, semakin stres dan makin gak yakin "Ini pernikahan, sebaiknya dilanjutkan atau bubar sampai di sini aja?"

Go Go Song
Judul : Go Go Song (고고솑)

Actors :
Yoon Eun Hye as Gong Seon Hwa
Ji Il Joo as Kang Won-hyung

Genre : Family, Marriage, Romance
Rundate : January, 2019
Runtime : 58 minutes
Episode : 2 eps

Rating : ⭐⭐⭐⭐/5


Kisah cinta antara seorang chef, Won-hyung dan seorang pegawai pelayanan masyarakat di bidang sosial, Gong Seon-hwa.

Dibuka dengan adegan yang tidak manis, karena Won-hyung terlambat datang untuk berbenah ke rumah baru yang rencananya akan di tempati setelah mereka menikah nanti, bersama Seon-hwa. Namanya perempuan yang tadinya excited banget sama hari pernikahan, namun karena gak sesuai rencana, malah berubah jadi bencana.

Dia ngomel gak ada habisnya...
Dan parahnya, lakinya bukannya diem, malah nimpali sama kata-kata gak enak.

πŸ‘¨"Aku sibuk...akan ada pembukaan restoran."

πŸ‘©"Oh...jadi sibuk banget yaa...sampai di hari weekend pun, kamu gak bisa meluangkan waktu untuk kita..."

πŸ‘¨"Naah...itu kamu tau...
Aku lagi capek banget niih.... Yuuk, ke atas."


Padahal si cewek maksudnya mau nyindir, tapi yang lakinya dengan polos malah memuji kesabarannya.
Hahhaha...**miscom pertama.

Dan pertengkaran demi pertengkaran malah mewarnai hari pindahan mereka hari itu. Kezzeel tingkat dewa karena yang lakinya dudul gak bisa baca maksud si cewe, akhirnya Seon-hwa keceplosan bilang "Kayaknya kita harus memikirkan ulang pernikahan kita ini. Aku merasa tidak ada kecocokan di antara kita."

Won-hyung yang sedang capek pun emosi dan bilang "Oke, kita memang berbeda. Dan aku heran, mengapa kita bisa sejauh ini?"

Then...
Mereka pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan marah, kesal, sedih, galau, dan gundah.

Kalau udah gini, biasanya cewe berharap apa?

Yap, yap...
Berharap di telp, paling engga...di sms deeh...

Tapi kenyataannyaa...
Won-hyung sama sekali gak merasa bersalah atau berniat meluruskan masalah.

Makin sedih Seon-hwa...

Hari demi hari berlalu, yang itu berarti hari pernikahan mereka semakin dekat. Namun, undangan pernikahan mereka tak kunjung disebar, ini menjadi tanda tanya bagi orang-orang terdekat Seon-hwa.

Ada masalahkah?
Lalu Seon-hwa kembali teringat pertama kali ia bertemu dengan Won-hyung di sebuah acara amal.


Seon-hwa tampak sibuk melayani acara makan bersama kakek dan nenek jompo, lalu mendadak atasannya bilang, "Cepat bilang bagian dapur untuk menambah stok, makanan di sini hampir habis."

Dengan tergopoh, Seon-hwa ke dapur dan berteriak,"Ppalli jeoseyoo..." ((cepat...))

Dan sesaat ia tertegun melihat punggung chef yang sedang memasak menggunakan panci presto untuk mengempukkan menu-menu daging.
Dengan cekatan, seorang chef tersebut memasak tanpa menoleh.



Aku deg-degan banget waktu pertemuan mereka yang kedua. Sama-sama menggunakan alasan kerja, padahal uda saling menaruh perhatian. So sweet bangeett...

πŸ‘¨"Apakah kamu hari ini berdandan agar terlihat cantik olehku?"

πŸ‘©"Haah...? ((tergagap))
Engga...engga...kok."

πŸ‘¨"Oh...apa hanya aku yang merasa (bahwa) aku harus memperhatikan penampilanku hari ini?
Aneh banget...gak biasanya aku peduli dengan hal-hal kecil gini..."

Go Go Song
((kasih sinyal ini, gess....😎))

Tapi yang bikin drama ini sangat bagus di mataku adalah ada kisah cinta lain yang mewarnai. Kisah cinta tak biasa dari sepasang kekasih yang memiliki keistimewaan, keterbelakangan mental (???)

Go Go Song

Dan mereka keukeuh ingin menikah, karena yang perempuannya sudah hamil (duluan).
Mereka menginginkan anak.

Cinta?


Cinta itu adalah tanggungjawab
Bukan hanya ingin menghabiskan waktu bersama karena saling mencintai saja.


Lalu ketika sang laki-lakinya ditanya oleh orangtua dari pihak perempuan (di tempat terpisah), maka jawabannya cukup mengejutkan...

Aku sudah memikirkan...
Aku ingin hidup bahagia, bersama...

Apa itu hidup bahagia?
(pekik Bapak dari si cewek)

Hidup bahagia...
Membuat kopi setiap hari dan menunda impianku untuk sementara waktu.

Karena....
Aku akan menjadi seorang suami juga seorang Ayah.

Ayah adalah seseorang yang menunda impiannya demi keluarga.

A man can live as he likes,
but a father can't live as he likes

He live to give everything (for his family)


Uwuuw~

Ada 2 kisah cinta lain yang juga terselip dalam drama 2 episode ini. Yang intinya, kisah-kisah tersebut yang menjadi pendorong Seon-hwa untuk memantapkan hati menikah dengan Won-hyung.

Memang Won-hyung ini bukan laki-laki yang mudah mengucapkan rayuan atau kata-kata cinta, tapi melalui perbuatan, ia terlihat sangat mencintai Seon-hwa. Cuek cuek gimanaa...gitu.
Aahh~





A post shared by 지일주 (@lonely_stump) on


Sebenarnya,
ada yang melatar belakangi mengapa sifat Seon-hwa menjadi ragu-ragu untuk mengambil keputusan terutama dalam hal pernikahan.

Karena ia pernah kecewa dengan seorang lelaki, dan itu adalah ayahnya.

Ia selalu berkaca dan melihat inner-child nya kambuh, dimana ia tidak punya kenangan manis bersama sang ayah, yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi seorang anak perempuan.

Yang ada dalam ingatannya hanya keburukan ayah.
Mulai dari jarang pulang ke rumah, sehingga ia merasa di telantarkan sampai suara keras dan keluhan ayah ketika di rumah. Seolah...rumah hanya untuk tempat buang sampah.

Huhuu~


Entah kenapa, dramanya Yoon Eun Hye selalu membekas di hatiku. Kaya Princess Hours (2006), Coffee Prince (2007), Lie To Me (2011), I Miss You (2012). Marry Him If You Dare (2013).

Aktingnya selalu sukses bikin aku ketawa lalu nangis sesenggukan.
Gomawo, Eun-hye eonni... 



Learning Point Drama Korea Go Go Song :


1. Aku selalu menekankan bahwa Children see, Children do.
Apa yang mereka lihat itulah yang mereka contoh. Seperti Seon-hwa yang gak ingin menjadi seperti Mamanya. Bersuami tapi tak pernah ada. Lalu untuk apa adanya pernikahan? 
Bukankah lebih baik hidup sendiri?


2. Memasak membutuhkan waktu dan kerja keras seseorang.
Selama ini yang kita tahu hanyalah makan dari masakan seseorang, namun tidak tahu bagaimana besar effort yang dicurahkan untuk membuat makanan tersebut agar bisa dinikmati banyak orang.


3. Menikah berarti dua orang yang hidup bersama dalam waktu yang lama.
Maka, nikmatilah waktu kebersamaan.

Related :
Tips Menjaga Kehangatan Suami Istri


4. Jodoh itu bukan dicari, tapi di dekatkan dengan ijin Allah.
Bagaimana Adam dan Hawa bertemu?
Mereka bukan saling mencari, tapi mereka dipertemukan dan di dekatkan oleh Tuhan.


5. Belajar pernikahan dari sebuah dansa
Karena dibutuhkan dua orang dalam berdansa, dan bila sinkronisasi gerakannya tepat, maka dansa yang dilakukan bagaikan menyatu.
Two become one


6. Satu-satunya cara menyembuhkan inner child adalah dengan mengakui lalu kemudian memaafkan.

Go GO Song


7. Sebagai orangtua, akui kalau memang pernah salah terhadap anak.
Aku rasa, selama hayat masih di kandung badan...tak ada kata terlambat untuk meminta maaf. Akan menjadi hikmah tersendiri bagi anak bila mendengar orangtuanya menyadari kesalahan. Bisa jadi, inner child si anak akan sembuh saat mendengar perkataan maaf yang tulus dari orangtua.


8. Apa itu kesuksesan bagi orangtua?
Kesuksesan adalah mampu mengajari anak-anak arti dari kebahagiaan.
Bukan mewariskan harta yang melimpah.


9. Untuk bisa mendapatkan cinta, maka bukalah hati dengan seluas-luasnya.
Maka, cinta itu sendiri yang akan hadir secara berlimpah ke dalam hatimu.

Go Go Song

Go Go Song


10. Orangtua membantu anak dalam mengambil keputusan (yang baik)
Pentingnya menanamkan thinking skills pada anak. Sehingga anak mampu mengambil keputusan dengan menimbang apa resiko yang akan dihadapi.


Hwaah~
Endingnya uda keliatan siih....tapi gak disampaikan dengan jelas. Suka banget pas bagian ini...



Drama paling minim skinship, padahal tema besarnya adalah percintaan. Dan gak ada adegan kisseu nya sama sekali, tapi aku masih bisa merasakan getaran-getaran cinta antara Seon-hwa sama Won-hyung.

Sederhana.
Plotnya gak berlebihan dan ringkes ceritanya.

Pokonya...neomu johaa!

Gimana menurut sahabat lendyagasshi...
Worth to watch kan yaa....drama Go Go Song?


Happy Fasting, 친ꡬ...



Salam hangat,


70 comments: